• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan sistem informasi layanan kereta api stasiun Pondok Ranji berbasis short message service (SMS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan sistem informasi layanan kereta api stasiun Pondok Ranji berbasis short message service (SMS)"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

(1)

Skripsi

Oleh :

YOSRA MARTIUS 105091002856

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

(2)

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Oleh:

YOSRA MARTIUS 105091002856

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

(3)

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana komputer

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh :

YOSRA MARTIUS 105091002856

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Husni Teja Sukmana, Ph.D Khodijah Hulliyah, M.Si

NIP. 197710302007121003 NIP.197304022001122001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Teknik Informatika

(4)

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pada hari Jumat, 19 Nopember 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Program Studi Teknik Informatika.

Jakarta, 19 Nopember 2010

Menyetujui,

Penguji I Penguji II

Fitri Mintarsih, M.Kom Herlino Nanang, MT

NIP.197212232007102004 NIP.197312092005011002

Pembimbing I Pembimbing II

Husni Teja Sukmana, P h.D Khodijah Hulliyah, M.Si

NIP. 197710302007121003 NIP.197304022001122001

Mengetahui,

Dekan Ketua Program Studi

Fakultas Sains Dan Teknologi Teknik Informatika

DR

(5)

SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, Nopember 2010

Yosra Martius 105091002856

(6)

Dibimbing oleh Husni Teja Sukmana, Ph.D dan Khodijah Hulliyah, M.Si Sistem informasi kereta api yang terdapat pada Stasiun Pondok Ranji adalah berupa papan informasi dan pengeras suara. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan kepada 60 responden, didapat hasil sebanyak 85 % responden menjawab bahwa papan informasi yang ada pada stasiun Pondok Ranji tidak bermanfaat. Pengeras suara digunakan untuk memberikan informasi kondisi perjalanan kereta api seperti adanya kecelakaan kereta atau kereta batal berangkat sehingga penumpukan penumpang bisa terjadi karena penumpang hanya bisa mengetahui informasi kondisi perjalanan kereta jika berada di stasiun. Selain itu tidak adanya kotak saran dan kritik di stasiun membuat penumpang tidak bisa menyalurkan keluhan terhadap pelayanan stasiun. Short Message Service (SMS) merupakan teknologi penyampaian pesan singkat yang sudah sangat dikenal masyarakat luas dan sudah menjadi gaya hidup tersendiri. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Sistem informasi ini dibuat dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman, MySQL sebagai database dan Gammu sebagai SMS engine serta handphone Sony Ericson K320 sebagai terminalnya. Sistem informasi layanan kereta api ini akan memberikan informasi kepada penumpang yang sudah terdaftar menjadi anggota dan akan merespon setiap SMS yang dikirimkan oleh anggota sesuai dengan format SMS yang telah ditentukan. Sistem ini juga menerima dan menyimpan SMS saran dan kritik dari anggota dan melaporkannya kepada kepala stasiun. Manfaat dari pengembangan sistem ini adalah membantu anggota untuk memperoleh informasi dan menyampaikan saran kritik dimanapun berada. Manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari pengelola stasiun sesuai dengan masukan-masukan dari anggota.

Kata Kunci: SMS, jadwal kereta, tarif, saran kritik, anggota.

(7)

begitu banyak anugerah, ilmu, rezeki, kasih sayang kepada seluruh umat, sehingga

tak satupun mahluk di dunia ini yang tercipta tanpa makna.

Alhamdulillah, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat

menyelesaikan Skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat beserta salam tak lupa

juga terlimpah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah

membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang penuh ilmu

pengetahuan seperti sekarang ini.

Penulis menyadari bahwa penelitian dan penyusunan Skripsi ini tidak

dapat terlaksana dengan baik apabila tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai

pihak. Oleh karena itu, perkenankan penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis selaku Dekan Fakultas Sains

dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak Yusuf Durachman, M.Sc, MIT selaku Ketua Program Studi Teknik

Informatika dan Ibu Viva Arifin, MMSI selaku sekretaris Program Studi

Teknik Informatika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Bapak Husni Teja Sukmana, Ph.D dan Ibu Khodijah Hulliyah, M.Si selaku

dosen pembimbing yang telah meluangkan banyak waktu, memberikan

masukan, saran, semangat serta kemudahan kepada penulis selama

melaksanakan proses penelitian dan dalam menyelesaikan skripsi ini.

(8)

5. Bapak Kabul Hartono selaku Kepala Stasiun Pondok Ranji beserta seluruh

staf yang telah membantu dalam penelitian lapangan.

6. Seluruh Dosen dan staf akademik Fakultas Sains dan Teknologi serta

program studi Teknik Informatika yang telah memberikan ilmu yang

bermanfaat dan membantu dalam masa perkuliahan.

Penulis sadari banyak kesalahan dan kekurangan pada penyusunan Skripsi

ini, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar lebih

baik dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.

Akhir kata penulis mempersembahkan skripsi ini dengan segala kelebihan

dan kekurangannya semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang

membutuhkan.

Wassalam..

Jakarta, Nopember 2010

Yosra Martius 105091002856

(9)

memberikan dukungan baik secara moril bahkan materil kepada penulis selama

masa kuliah sehingga penulis bisa menyelesaikan kuliah dan penulisan skripsi ini,

terutama penulis bersyukur dan berterimakasih kepada :

1. Allah SWT, yang telah memberikan akal pikiran dan kesehatan sehingga

penulis bisa menjalankan aktifitas sehari-hari dan dapat menyelesaikan

Skripsi ini dengan baik.

2. Mama dan Papa tercinta yang memberikan dukungan, semangat, kasih

sayang dan doa yang selalu menyertai kapan saja dan dimana saja.

Terimakasih pa, sudah meminjamkan ponsel Soner K320 untuk skripsi ini.

3. Uni Iis, kakak yang selalu memberikan semangat, perhatian, kasih sayang

dan uang jajan bulanan sampai di semester 6. Uni cici dan bang Iad yang

selalu mengingatkan untuk cepat menyelesaikan kuliah.

4. Yayasan Pengajian NAMIRA, Ibu Tini Firdaus selaku ketua pengajian,

Ibu Endang, Ibu Susan dan Ibu Lala yang telah mengangkat penulis

menjadi anak asuh pada Yayasan Namira dan membiayai penulis sejak

dari kelas 3 SMA sampai lulus kuliah sehingga menjadi Sarjana. Penulis

sangat berterimakasih atas bantuan materil yang selama ini di berikan dan

tidak tahu harus bagaimana membalasnya. Semoga Allah SWT yang akan

membalas semua kebaikan ibu-ibu dan menggantinya dengan yang lebih

banyak lagi di dunia maupun di akhirat. Amin.

(10)

meminjamkan laptopnya untuk seminar hasil skripsi (Arif Harahap).

6. Elly Nurani (slalu menemani), Arif Fadillah (bang arif), Abdiyasa (dyaz)

dan Benk2x (makasih laptopnya benk dah serasa punya sendiri nih..hehe),

yang menyadarkan arti pentingnya sebuah persahabatan dan arti kehidupan

di dunia ini menjadi sangat berarti dengan adanya kalian, terimakasih atas

semua bantuan, semangat, perhatian, dukungan serta doa-nya.

7. Young Sri Faizal (da yon), yang meminjamkan laptopnya untuk sidang.

8. Teman-teman Keluarga Mahasiswa Minangkabau (KMM) Ciputat dan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sumatera Barat. Randi, Vici, Harry, Ricky,

Aidil, Hanif (makasih nif dah gendong yosra waktu cedera maen

bola..hehe) dan semuanya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

9. Teman-teman seperjuangan TI B 2005, Retno Ayu, Febri kasrilla, Aby,

Nur Ulfa, Frizka, Agung, Neni, Tabkang, Dhika, Irjal, Agam, Irfan dan

semua yang memberikan bantuan, semangat, kritikan dan berbagi cerita

susah senang selama kuliah.

10. Tim Futsal 87, Mamat, Langgeng, Yangga, Dipo dan semuanya.

11. Murid-murid ku, Arma, Bimo, Bagus, Desy, Fadhli, Levi, Raffi, Reza,

Rizky atas kerjasamanya selama ini, kalian menjadi motivasi tersendiri.

12. Dan semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah

memberikan bantuan dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

(11)

Lembar Pengesahan Pembimbing... ii

Lembar Pengesahan Ujian... iii

Halaman Pernyataan... iv

Abstrak... v

Kata Pengantar... vi

Lembar Persembahan... viii

Daftar Isi... x

Daftar Gambar... xv

Daftar Tabel... xvii

Daftar Lampiran... xviii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah... 3

1.3 Batasan Masalah... 4

1.4 Tujuan Penelitian... 4

1.5 Manfaat Penelitian... 5

1.5.1 Bagi Mahasiswa... 5

1.5.2 Bagi Universitas... 5

1.5.3 Bagi Masyarakat... 5

1.5.4 Bagi Instansi... 6

1.6 Metode Penelitian... 6

1.6.1 Metode Pengumpulan Data... 6

1.6.2 Metode Pengembangan Sistem... 8

1.7 Sistematika Penulisan... 9

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi... 10

(12)

2.1.5 Siklus Informasi... 16

2.1.6 Kualitas Informasi... 17

2.1.7 Konsep Dasar Sistem Informasi... 18

2.2 Analisa dan Perancangan Sistem... 19

2.2.1 Analisa Sistem... 19

2.2.2 Perancangan Sistem... 20

2.3 Teknologi SMS... 21

2.3.1 Perkembangan Teknologi SMS... 21

2.3.2 Sistem Kerja SMS... 23

2.3.3 Arsitektur Jaringan SMS... 24

2.3.4 Layanan Teknologi SMS... 25

2.4 Internet... 26

2.4.1 Sekilas Tentang Internet... 26

2.4.2 Sumber Daya Internet... 27

2.5 Kereta Api... 28

2.6 Metode Penelitian... 28

2.6.1 Metode Pengumpulan Data... 28

2.6.2 Metode Pengembangan Sistem... 30

2.6.3 Perbandingan Metode Pengembangan Sistem... 31

2.7 Alat Bantu Pengembangan Sistem... 33

2.7.1 Data Flow Diagram... 33

2.7.2 Entity Relationship Diagram... 35

2.7.3 State Transition Diagram... 36

2.7.4 Pengujian Black Box... 37

2.8 Software Pengembangan Sistem... 37

2.8.1 PHP... 37 2.8.2 MySQL... 41

(13)

3.1 Metode Pengumpulan Data... 48

3.1.1 Studi Lapangan... 48

3.1.2 Studi Pustaka... 49

3.1.3 Studi Literatur... 49

3.2 Metode Pengembangan Sistem... 51

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan... 55

4.1.1 Sejarah PT. Kereta Api (persero)... 55

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan... 56

4.1.3 Profil Stasiun Kereta Api Pondok Ranji... 57

4.1.4 Tugas dan Wewenang Petugas Stasiun... 58

4.2 Rekayasa dan Analisis Sistem... 60

4.2.1 Analisa Sistem Berjalan... 60

4.2.2 Analisa Sistem Usulan... 62

4.2.3 Data Flow Diagram... 63

4.3 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak... 67

4.3.1 Analisis Kebutuhan Customers... 67

4.3.2 Analisa Perangkat Lunak Pendukung... 74

4.4 Perancangan... 76

4.4.1 Perancangan Basis Data... 76

4.4.2 Perancangan Informasi... 82

4.4.3 State Transition Diagram... 85

4.4.4 Perancangan Antar Muka Pengguna... 88

4.5Pengembangan... 98

4.5.1 Interface Aplikasi... 98

4.5.2 Instalasi Komponen Sistem... 100

4.5.3 Menjalankan Aplikasi... 101

(14)

4.7 Pemeliharaan... 107

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan... 108

5.2 Saran... 109

DAFTAR PUSTAKA... 110

LAMPIRAN... 112

(15)

Gambar 2.2. Siklus Informasi ...17

Gambar 2.3. Komponen Sistem Informasi ...18

Gambar 2.4. Sistem Kerja SMS ...23

Gambar 2.5. Arsitektur Jaringan SMS ...24

Gambar 2.6. Simbol DFD ...34

Gambar 2.7. Simbol ERD ...36

Gambar 3.1. Ilustrasi Metode Penelitian ...54

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Stasiun Pondok Ranji ...58

Gambar 4.2. Workflow Sistem Berjalan ...60

Gambar 4.3. Workflow Sistem Usulan ...63

Gambar 4.4. Diagram Konteks...64

Gambar 4.5. Diagram Level 1 ...65

Gambar 4.6. Diagram Level 2 Proses 2 ...66

Gambar 4.7. Diagram Level 2 Proses 3 ...66

Gambar 4.8. Diagram Level 2 Proses 4 ...67

Gambar 4.9. Grafik Pengetahuan Pengguna Pagi...69

Gambar 4.10. Grafik Pengetahuan Pengguna Siang...69

Gambar 4.11. Grafik Sumber Informasi Pengguna Pagi ...70

Gambar 4.12. Grafik Sumber Informasi Pengguna Siang...71

Gambar 4.13. Grafik Kebutuhan Pengguna Pagi ...72

Gambar 4.14. Relasi dari Seluruh Entitas ...76

Gambar 4.15. Aliran Pesan ...82

Gambar 4.16. Rancangan Struktur Menu Sistem ...85

Gambar 4.17. STD Menu Utama ...86

Gambar 4.18. STD Menu Message ...86

Gambar 4.19. STD Menu Data ...87

Gambar 4.20. STD Menu Anggota ...87

(16)

Gambar 4.25. Rancangan Interface SMS Info ...90

Gambar 4.26. Rancangan Interface Inbox Request ...90

Gambar 4.27. Rancangan Interface Inbox Saran ...90

Gambar 4.28. Rancangan Interface Jawab Saran ...91

Gambar 4.29. Rancangan Interface Sent Items ...91

Gambar 4.30. Rancangan Interface Data Kedatangan ...91

Gambar 4.31. Rancangan Interface Tambah Data Kedatangan ...92

Gambar 4.32. Rancangan Interface Ubah Data Kedatangan ...92

Gambar 4.33. Rancangan Interface Data Keberangkatan ...92

Gambar 4.34. Rancangan Interface Tambah Data Keberangkatan ...93

Gambar 4.35. Rancangan Interface Ubah Data Keberangkatan ...93

Gambar 4.36. Rancangan Interface Data Tarif ...93

Gambar 4.37. Rancangan Interface Tambah Data Tarif ...94

Gambar 4.38. Rancangan Interface Ubah Data Tarif ...94

Gambar 4.39. Rancangan Interface Data Bantuan ...94

Gambar 4.40. Rancangan Interface Data Admin ...95

Gambar 4.41. Rancangan Interface Ubah Data Admin ...95

Gambar 4.42. Rancangan Interface Anggota ...95

Gambar 4.43. Rancangan Interface Tambah Anggota ...96

Gambar 4.44. Rancangan Interface Daftar Group ...96

Gambar 4.45. Rancangan Interface Daftar Anggota Group ...96

Gambar 4.46. Rancangan Interface Ubah Group ...97

Gambar 4.47. Rancangan Interface Laporan SMS ...97

Gambar 4.48. Rancangan Interface Proses Laporan SMS ...97

Gambar 4.49. Diagram Batang Kuesioner Evaluasi ...107

(17)

Tabel 2.2. Sumber Daya Internet...27

Tabel 2.3. Perbandingan Metode Pengembangan Sistem...31

Tabel 4.1. Kronologis PT. Kereta Api (persero)...56

Tabel 4.2. Hasil Perhitungan Pengetahuan Pengguna Pagi...68

Tabel 4.3. Hasil Perhitungan Pengetahuan Pengguna Siang...69

Tabel 4.4. Hasil Perhitungan Sumber Informasi Pengguna Pagi...70

Tabel 4.5. Hasil Perhitungan Sumber Informasi Pengguna Siang...71

Tabel 4.6. Hasil perhitungan Kebutuhan Pengguna Pagi...72

Tabel 4.7. Hasil perhitungan Kebutuhan Pengguna Siang...73

Tabel 4.8. Data Kedatangan...77

Tabel 4.9. Data Keberangkatan...77

Tabel 4.10. Data Tarif...77

Tabel 4.11. Data Bantuan...78

Tabel 4.12. Saran dan Kritik...78

Tabel 4.13. Anggota...78

Tabel 4.14. Data Admin...79

Tabel 4.15. Groups...79

Tabel 4.16. Inbox...79

Tabel 4.17. Outbox...80

Tabel 4.18. Outbox_Multipart...80

Tabel 4.19. Daemons...81

Tabel 4.20. Sent Items...81

Tabel 4.21. Uji Sistem dari Sisi Administrator...102

Tabel 4.22. HasilKuesioner Evaluasi Penelitian...106

Tabel 4.23. DataKuesioner Evaluasi Sebelum Diolah...107

(18)

Lampiran B Wawancara...120

Lampiran C Tampilan Antar Muka Pengguna...124

Lampiran D Souce Code...135

Lampiran E Kuesioner Evaluasi...156

Lampiran F Form UAT...160

Lampiran G Dokumen dan Data Pendukung...162

(19)

1.1 Latar Belakang

Kebutuhan informasi pada sektor jasa saat ini semakin meningkat. Hal ini dapat

dilihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa segala aktivitas tidak bisa lepas dari

sektor jasa seperti layanan jasa telekomunikasi, dan jasa transportasi. Telepon

seluler atau ponsel adalah salah satu alat telekomunikasi yang banyak digunakan

sekarang ini. Melalui ponsel maka penggunanya dapat melakukan komunikasi dua

arah dan berbagai aktifitas lainnya seperti SMS, chating, browsing, transfer data,

dan lain sebagainya.

Salah satu sektor jasa yang mengalami perkembangan yaitu jasa Transportasi

yang merupakan sarana penting dan strategis dalam memperlancar roda

perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua

aspek kehidupan. Pentingnya transportasi tersebut tercermin pada semakin

meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang

sebagai akibat meningkatnya perkembangan penduduk dan pengembangan

pemukiman yang semakin luas. Permintaan jasa transportasi yang semakin

meningkat baik jumlah maupun kualitas dari pelayanan salah satunya dapat dilihat

bagaimana pengguna memperoleh informasi transportasi yang akan digunakan.

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi dengan multi keunggulan

komparatif seperti hemat bahan bakar, energi, rendah polusi, bersifat massal,

(20)

adaptif dengan tugas pokok dan fungsi mobilisasi arus penumpang dan barang di

atas rel. (www.keretaapi.com).

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang memiliki peran strategi

dalam ekonomi nasional. Penyelenggaraan angkutan kereta api dilakukan oleh

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini PT. Kereta Api (Persero).

Sebagai badan penyelenggara jasa angkutan kereta api, PT. Kereta Api (Persero)

dituntut untuk menyelenggarakan pengangkutan yang memperhatikan

kenyamanan, keamanan dan pelayanan lainnya seperti kemudahan dalam

mendapatkan informasi kereta api bagi calon penumpang.

Stasiun Pondok ranji merupakan stasiun yang melayani penumpang baik untuk

keberangkatan dalam kota maupun luar kota. Penumpang dapat memperoleh

informasi jadwal kereta pada papan informasi yang ada di stasiun.

Papan informasi yang berisi banyak jadwal kereta hanya terdapat di stasiun,

sehingga calon penumpang harus pergi ke stasiun untuk mengetahui jadwal kereta

dan untuk mendapatkan informasi lainnya seperti kondisi kereta yang akan

digunakannya sudah sangat penuh atau bahkan terjadi peristiwa di luar perkiraan

seperti kereta batal berangkat, kereta tidak sampai tujuan, atau terjadi kecelakaan

kereta, calon penumpang hanya bisa mengetahuinya jika berada di stasiun. Selain

itu belum tersedianya kotak saran dan kritik di stasiun Pondok ranji menyebabkan

tidak tersalurkannya aspirasi dan keluhan dari penumpang stasiun pondok ranji.

Dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk memberikan solusi kemudahan

bagi calon penumpang kereta api di stasiun Pondokranji mendapatkan informasi

(21)

dengan sistem yang sudah terkomputerisasi. Dengan demikian penumpang bisa

mendapatkan informasi kereta api dan memberikan saran atau kritik dimana saja,

kapan saja dan bagi pihak stasiun bisa meningkatkan pelayanan terutama layanan

informasi. Hal inilah yang melatar belakangi penulis tertarik melakukan penelitian

yang diberi judul “Pengembangan Sistem Informasi Layanan Kereta Api Stasiun Pondok Ranji Berbasis Short Message Service (SMS)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang

akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana merancang sistem informasi layanan kereta api berbasis Short

Message Service (SMS) yang dapat digunakan sebagai pengganti papan informasi

kereta api yang ada di stasiun.

2. Bagaimana membuat sistem yang mampu merespon setiap SMS yang

berisi permintaan informasi kereta api.

3. Bagaimana membuat sistem yang dapat memberikan informasi terkini

mengenai kondisi perjalanan kereta api secara otomatis.

4. Bagaimana membuat sistem yang mampu menampung dan merespon

setiap SMS yang berisi saran atau kritik terhadap pelayanan stasiun kereta api

pondok ranji.

5. Bagaimana membuat sistem yang mampu menyajikan laporan kepada

kepala stasiun berdasarkan SMS masuk, SMS Keluar dan SMS saran atau kritik

(22)

1.3Batasan Masalah

Dalam penelitian ini penulis akan membatasi masalah yang akan di bahas sebagai

berikut :

1. Penelitian ini dilakukan pada stasiun Pondok ranji.

2. Jenis informasi yang ditampilkan sebatas pada teks.

3. Layanan kereta api ini meliputi layanan informasi seperti jadwal

kedatangan dan keberangkatan, informasi harga karcis (tarif), informasi terkini

(sms info) dan layanan saran atau kritik.

4. Penelitian ini menggunakan teknologi sms yang dapat di akses dengan

media telepon seluler GSM maupun CDMA.

5. Penelitian ini tidak membahas tahap pemeliharaan dari metode penelitian

yang digunakan.

6. Penelitian ini menggunakan PHP versi 5.2.1 sebagai bahasa

pemrogramannya, MySQL 5.0.45 sebagai databasenya dan GAMMU versi 1.28

sebagai engine sms gateway serta menggunakan ponsel Sony Ericson K320

sebagaiterminalnya.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai penulis dari penelitian ini, sebagai berikut :

1. Merancang sistem informasi kereta api menggunakan teknologi sms

2. Membuat sistem yang mampu merespon setiap sms yang berisi permintaan

informasi harga karcis (tarif), jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api di

(23)

3. Membuat sistem yang mampu memberikan informasi terkini mengenai

kondisi perjalanan kereta api kepada anggota (SMS Info).

4. Membuat sistem yang mampu menampung dan merespon setiap sms yang

berisi saran atau kritik dari anggota.

5. Membuat sistem yang mampu menyajikan laporan kepada kepala stasiun

berdasarkan sms masuk atau keluar dan saran atau kritik dari penumpang.

1.5 Manfaat Penelitian

Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang sudah disebutkan, maka

manfaat penelitian yang diharapkan adalah:

1.5.1 Bagi Mahasiswa

1. Menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

2. Menambah pengetahuan tentang sistem kereta api yang sedang berjalan.

3. Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan strata satu (S1) Program

Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta.

1.5.2 Bagi Universitas

1 Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi teori dan

praktek yang telah diperoleh selama kuliah.

2 Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dan sebagai

bahan evaluasi.

1.5.3 Bagi Masyarakat

1 Memudahkan masyarakat, khususnya penumpang kereta stasiun pondok ranji

(24)

keberangkatan dan juga dalam mendapatkan informasi kereta api lainnya.

2 Penumpang bisa memberikan saran atau kritik terhadap layanan stasiun.

1.5.4 Bagi Instansi

1 Tersedianya sebuah sistem yang menyediakan laporan saran atau kritik dari

penumpang.

2 Tersedianya sebuah sistem yang dapat meningkatkan pelayanan.

1.6 Metode Penelitian

1.6.1 Metode Pengumpulan Data a. Studi Lapangan

1) Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan fakta atau

data yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah

pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan (Jogiyanto, 2005). 2) Wawancara

Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara ke berbagai pihak

terkait. Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau fakta (fact

finding technique) yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan

sistem informasi. Dengan melakukan wawancara memungkinkan bagi

pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka

langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee) (Jogiyanto, 2005).

(25)

Dilakukan dengan memberikan daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk

mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang di pilih

(Jogiyanto, 2005).

b. Studi Pustaka

Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu melakukan penelaahan terhadap

buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang di bahas yang dapat dijadikan

acuan dalam pembuatan aplikasi ini dan juga beragam artikel dari internet yang

terkait dengan penelitian yang sedang dilakukan.

c. Studi Literatur

Studi literatur dimaksudkan untuk membandingkan penelitian yang akan

dilakukan dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan. Hasilnya adalah

berupa informasi referensi penelitian yang dilakukan dengan penelitian

sebelumnya. Penulis mengambil beberapa penelitian sebelumnya yang

diantaranya dikemukakan oleh Ali Murtadlo dkk (2010), tentang simulasi sistem

informasi posisi kereta dengan SMS Gateway. Sandra Elvira (2009), berupa

aplikasi pelayanan pelanggan berbasis SMS gateway untuk menangani masalah

yang ada pada PT. Murni Glory Indonusa. Zaini Miftar (2009), tentang SMS

Broadcasting di Program Studi Teknik Informatika UIN Jakarta. Wijayanto dkk

(2008), tentang pengiriman informasi PT. Semesta Citra Dana secara auto sender

melalui SMS gateway. Lutfhi (2008) tentang sistem informasi berbasis SMS di

(26)

broadcasting sebagai media penyebaran informasi. Sulistyo dkk (2006) tentang

layanan free reply SMS yang diberikan operator seluler dengan beberapa syarat

dan ketentuan.

1.6.2 Metode Pengembangan Sistem

Dalam pengembangan sistem ini, penulis menggunakan pendekatan metode

System Development Life Cycle dengan model waterfall yang dikenalkan oleh

Winston W Royce pada tahun 1970, sebagaimana yang dikutip oleh Roger

Pressman dalam bukunya Rekayasa Perangkat Lunak (Pressman, 2002). Metode

ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan perangkat lunak yang

sistematik dan sekuensial. Metode ini memliki enam tahapan yaitu :

1) Rekayasa dan analisis sistem (System engineering and analysis) terhadap

proyek yang akan dibuat dan dikembangkan.

2) Analisis kebutuhan perangkat lunak (Software requirement analysis) untuk

pengumpulan kebutuhan khususnya pada perangkat lunak serta analisa kebutuhan

dari customer.

3) Perancangan (Design) baik dari segi struktur data, arsitektur perangkat lunak,

perincian prosedur, dan karakteristik user interfacenya.

4) Pengembangan (Development) implementasi ke dalam bahasa mesin.

5) Pengujian (Testing) melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat.

6) Pemeliharaan (Maintenance) kegiatan untuk mendukung beroperasinya sistem

(27)

1.7 Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan skripsi ini, pembahasan yang penulis sajikan terbagi

dalam lima bab, yang secara singkat akan diuraikan sebagai berikut :

BAB I. Pendahuluan

Bab ini menguraikan mengenai latar belakang, perumusan dan pembatasan

masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika

penulisan.

BAB II. Landasan Teori

Bab ini menguraikan mengenai teori-teori yang diperlukan dalam penelitian dan

penulisan skripsi ini.

BAB III. Metode Penelitian

Bab ini memaparkan tentang metode teknik pengumpulan data dan metode

pengembangan sistem yang akan dilakukan pada penelitian.

BAB IV. Pembahasan

Bab ini menguraikan hasil penelitian yang terdiri dari gambaran umum

perusahaan, rekayasa dan analisis sistem, analisa kebutuhan perangkat lunak,

perancangan sistem yang telah dirancang untuk dikembangkan kedalam coding

kemudian dilakukan pengujian.

BAB V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini akan menguraikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran

(28)

2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Konsep Dasar Sistem

Sebuah sistem adalah suatu himpunan komponen atau variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu (Schroderbek, 1971 dalam Lucas 1993).

Menurut Jogiyanto (2005), terdapat dua pendekatan yang bisa dilakukan dalam mendefinisikan suatu sistem, yaitu melalui pendekatan pada prosedur dan pendekatan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya mendefinisikan sistem sebagai berikut :

“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.”

Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut ;

“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

2.1.2 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu (Jogiyanto, 2005), yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas

(29)

sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batas Sistem (Boundary)

Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Segala sesuatu yang berada diluar sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan sistem atau merugikan sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

(30)

memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya melalui penghubung.

5. Masukan Sistem (Input)

Sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem yang berasal dari lingkungan. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal.

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil dari proses pengolahan sistem yang berasal dari lingkungan. Yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.

7. Pengolah Sistem (Process)

Bagian dari sistem yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).

8. Sasaran Sistem (Objectives) atau Tujuan (Goal)

Sesuatu yang menyebabkan mengapa sistem itu dibuat atau ada. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.3 Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya adalah sebagai berikut ini.

(31)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.

3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah yang sudah dapat diperiksa. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

(32)

Model umum suatu sistem terdiri dari atas masukan (input), pengolahan (process) dan keluaran (output).

Gambar 2.1 Model Umum Sistem 2.1.4 Konsep Dasar Informasi dan Data

Informasi dalam sebuah organisasi sangat penting peranannya. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi lemah dan akhirnya berakhir. Informasi itu sendiri dapat didefinisikan sebagai berikut :

“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”. (Robert N. Anthony & John Dearden, 1980, dalam Jogiyanto 2005 ).

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk yang masih mentah, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model menjadi informasi. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Kesatuan nyata (fact entity) adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan

(33)

dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan. Nilai informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya, yaitu sebagai berikut :

1. Kemudahan dalam memperoleh

Informasi dapat diperoleh dengan mudah jika sistem dilengkapi oleh basis data dan bagian pengolahan yang mampu mengolah data dengan baik untuk memenuhi segala kebutuhan informasi secara mudah.

2. Sifat luas dan kelengkapannya

Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cakupan yang luas dan lengkap. Sifat luas dan lengkap tersebut memerlukan dukungan basis data yang cukup lengkap dan terstruktur dengan baik.

3. Ketelitian

Informasi apabila mempunyai ketelitian yang tinggi atau akurat dikatakan memiliki kesempurnaan nilai. Informasi yang akurat dapat diperoleh jika basis data yang tersedia sebagai sumber informasi memuat data yang valid. 4. Kecocokan dengan pengguna

Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

5. Ketepatan waktu

(34)

6. Kejelasan

Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi.

7. Fleksibilitas

Fleksibilitas informasi berhubungan dengan bentuk dan format tampilan informasi.

8. Dapat dibuktikan

Kebenaran informasi bergantung pada validitas dan sumber yang diolah. 9. Tidak ada prasangka

Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.

10. Dapat diukur

Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna. Pengukuran informasi umumnya dimaksudkan untuk mengukur dan melacak kembali validitas data sumber yang digunakan.

2.1.5. Siklus Informasi

(35)

ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini (oleh John Burch) disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycles) .

Sumber : Jogiyanto, Analisis dan Desain (2005)

Gambar 2.2 Siklus Informasi (John Burch, 1986)

2.1.6 Kualitas Informasi

Menurut Jogiyanto, Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan Proses

(Model)

Output (Information) Input

(Data)

Dasar Data

Data (ditangkap)

[image:35.595.111.491.193.539.2]
(36)

terlambat. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.1.7 Konsep Dasar Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi (menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis, 1983, dalam Jogiyanto, 2005) yaitu ;

“Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

Definisi lain sistem informasi adalah :

“Kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan”.

Sistem informasi memiliki sejumlah komponen tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh Robert dan Donald Symanzky, bahwa sistem informasi terdiri dari beberapa komponen yang berbeda yaitu, manusia, data, hardware dan software. Sebagai suatu sistem, setiap komponen tersebut berinteraksi satu dengan lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

Hardware SoftwareSystem Data

(37)
[image:37.595.107.513.175.519.2]

Gambar 2.3 Komponen Sistem Informasi (Robert & Donald Symanzky)

2.2 Analisa dan Perancangan Sistem 2.2.1 Analisa Sistem

Menurut Jogiyanto (2005), Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Analisa sistem ditujukan untuk menganalisa sistem yang berjalan, sehingga dapat diinformasikan secara jelas mengenai sistem yang ada, analisis ini biasanya menggunakan diagram alir data. Aliran data dari satu bagian ke bagian lain dapat terlihat dengan jelas begitu juga adanya penyimpan data, yang dilakukan secara manual.

(38)

baru yang lebih memenuhi kebutuhan sistem informasi bagi pengelolaan yang bersangkutan.

Berikut adalah langkah-langkah dasar yang dilakukan oleh analisis menurut Jogiyanto (2005 ):

1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah

2. Understand, yang memahami kerja dari sistem yang ada. 3. Analyze, yaitu menganalisa sistem

4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

Bila dilihat dari segi teknis, perancangan sistem dimulai dari serangkaian model tugas-tugas yang mengacu pada spesifikasi lengkap dan desain yang dapat menggambarkan perangkat lunak yang akan dibuat. Terdapat dua jenis model analisis yang banyak digunakan yaitu :

1. Model analisis berorientasi proses  pada model analisis ini digunakan data flow diagram (DFD) sebagai alat bantu dari sistem yang dibuat. Pada DFD memuat diagram konteks, diagram nol diusulkan, diagram rinci serta aliran data yang terjadi pada sistem yang dirancang.

2. Model Analisis Berorientasi Data Pada model analisis ini digunakan Entity Relationship Diagram (ERD) sebagai alat bantu mempermudah analisis data dan mempermudah dalam tahap perancangan.

(39)

Perancangan sistem merupakan kegiatan untuk pengembangan sistem dan prosedur baru, dalam kaitannya dengan sasaran-sasaran (baru) yang dikehendaki oleh pihak manajemen perusahaannya secara lebih efektif dan efisien.

Menurut Jogiyanto (2005), perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut :

1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem 2. Pendefinisian dari kebutuhan- kebutuhan fungsional 3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi 4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

5. Dapat berupa penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi

2.3 Teknologi SMS

2.3.1 Perkembangan Teknologi SMS

(40)

Dalam perkembangannya, SMS menjadi salah satu service yang banyak diminati dan digunakan oleh user, hal ini karena teknologi SMS memiliki beberapa keunggulan, antara lain :

a. Merupakan deliver oriented service, yaitu pesan akan selalu diusahakan untuk dikirimkan ke tujuan. Jika suatu saat nomor tujuan sedang tidak aktif atau di luar coverage, maka pesan akan disimpan di SMSC server dan akan dikirimkan sesegera setelah nomor tujuan aktif kembali. Pesan juga akan tetap terkirim ke tujuan walaupun nomor tujuan sedang melakukan pembicaraan (sibuk).

[image:40.595.110.526.194.748.2]

b. Dapat dikirim kebanyak penerima dalam waktu yang bersamaan. c. Harga murah

Tabel di bawah ini menunjukan perkembangan dari teknologi messaging (SMS) dari mulai era teknologi generasi pertama (1G) sampai ke teknologi generasi ketiga (3G).

Tabel 2.1 Perkembangan SMS dari generasi pertama sampai generasi ke tiga

Generation Frekuensi Kbps Teknologi Service Keterangan

1 800 MHz

Range

9.6 AMPS

- Circuit-switced

wireless analog voice

- Limited System

Capacity

- No Data

TIDAK

BISA

SMS

2 800

900

1900

MHz range

9.6 to

14.4

TDMA

CDMA

GSM

- Circuit-switced

wireless digital voice

data

- Kapasitas lebih

besar

- Suport komunikasi

(41)

data

2.5 1900

MHz range

56 to 144 GPRS

EDGE

- Diperkenalkan

paket switced data

service

- Kecepatan dan

kapasitas lebih baik

Tahap migrasi

ke 3G

BISA SMS,

EMS, dan

MMS

3 2 GHz 144

vehicle,

384

outside,

2 Mbps

indoors

WCDMA

UMTS

- packet switched wireless

- voice and data

- encrypsi, high speed multimedia

BISA SMS, EMS, MMS.

3G platforms : komunikasi multimedia kecepatan tinggi

(Sumber : www.visualgsm.com) 2.3.2 Sistem Kerja SMS

Pengirim SMSC Penerima

Gambar 2.4 Sistem Kerja SMS (Purnomo, 2007 )

(42)

Dengan adanya SMSC ini, dapat diketahui status dari SMS yang dikirim, apakah telah sampai atau gagal diterima oleh ponsel tujuan. Apabila posel tujuan dalam keadaan aktif dan menerima SMS yang dikirim, maka akan mengirim kembali pesan konfirmasi ke SMSC yang menyatakan bahwa SMS telah diterima. Kemudian SMSC mengirimkan kembali status tersebut kepada si pengirim. Tetapi jika ponsel tujuan dalam keadaan mati atau diluar jangkauan, SMS yang dikirimkan akan disimpan pada SMSC sampai periode validitas terpenuhi, Jika periode validitas terlewati maka SMS itu akan dihapus dari SMSC dan tidak dikirimkan ke ponsel tujuan. Disamping itu juga SMSC akan mengirim pesan Informasi ke nomor pengirim yang menyatakan pesan yang dikirim belum diterima atau gagal.

2.3.3 Arsitektur Jaringan SMS

Gambar di bawah ini menunjukan salah satu contoh arsitektur jaringan SMS dengan SMS center (SMSC) di dalamnya. (www.visualgsm.com)

[image:42.595.114.511.351.703.2]
(43)

a. Mobile Station(MS)

Mobile Station (MS) adalah perangkat telepon seluler yang dapat mengirim dan menerima SMS.

b. Base Station System (BSS)

Base Station System (BSS) terdiri dari dua perangkat : 1. Base Transceiver Station (BTS)

a) BTS merupakan tranceiver yang mendefinisikan sebuah sel dan menangani hubungan link radio dengan MS.

b) BTS terdiri dari perangkat pemancar dan penerima, seperti an-tenna dan pemroses sinyal untuk sebuah interface.

2. Base Station Controller (BSC)

BSC berfungsi mengatur radio resources untuk satu atau lebih BTS. BSC juga menangani radio channel setup, frequency hopping dan han-dover.

c. Mobile Switching Centre (MSC)

Mobile Switching Centre (MSC) adalah bagian dari switcing subsystem yang berfungsi melakukan penyambungan jaringan dari maupun ke mobile station d. Home Location Register (HLR)

Home Location Register (HLR) adalah suatu database yang berfungsi menyimpan data informasi pada suartu area yang tercakup pada sebuah MSC. HLR juga menyimpan lokasi dimana pelanggan berada dan layanan apa yang sedang mereka akses.

(44)

Ada 3 (tiga) jenis Layanan Teknologi SMS yaitu : 1. Value Added SMS (VASMS)

Value Added SMS (VASMS) merupakan penerapan teknologi SMS yang digunakan untuk mengakses layanan data atau informasi dengan memiliki nilai tambah. VASMS disediakan oleh operator seluler dan bisa juga bekerjasama dengan perusahaan content provider sebagai penyedia content sms. VASMS diimplementasikan dengan menggunakan Plain Teks SMS dengan tujuan nomor kode akses 4 digit angka unik yang disediakan operator seluler dan pada umumnya memiliki tarif premium, maka VASMS biasanya disebut SMS Premium. Biaya SMS akan ditanggung oleh masyarakat atau nasabah yang mengakses data atau informasi yang tersedia. Jenis komunikasi yang biasa dibangun adalah dua arah dengan aturan-aturan tertentu.

2. SMS Broadcast

SMS Broadcast Adalah jenis SMS satu arah yang dikirm ke banyak nomor tujuan. Layanan ini dapat digunakan untuk mendukung layanan VASMS atau untuk program promosi. Biaya SMS akan ditanggung oleh masyarakat atau nasabah yang menerima informasi jika pernah bergabung dengan layanan VASMS, namun jika untuk program promosi biasanya penerima SMS tidak akan dikenai biaya.

3. SMS Gateway

(45)

untuk memberi dan meminta informasi, melakukan distribusi informasi singkat ke grup tertentu, dan lain-lain. Biaya SMS akan ditanggung oleh pengirim dengan tarif sms biasa.

2.4 Internet

2.4.1 Sekilas Tentang Internet

Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar di seluruh dunia dan tidak terikat pada suatu organisasi, dalam hal ini, jaringan tersusun atas berbagai jenis komputer dan sistem operasi, supaya bisa berhubungan dengan internet seorang pemakai dapat mengakses komputer yang telah terkoneksi ke internet yang telah berlangganan pada sebuah ISP (Internet Service Provider), ISP adalah organisasi komersial yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa akses ke internet. (Abdul Kadir, 2003)

2.4.2 Sumber Daya Internet

[image:45.595.111.512.367.744.2]

Menurut Abdul K (2003), Internet memiliki banyak sumber daya seperti pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.2 Sumber Daya Internet

Sumber Daya Keterangan

E-mail Melakukan pertukaran surat elektronik. User Newsgroup Forum diskusi.

LISTSERV Kelompok diskusi dengan surat elektronik.

IRC (Internet Relay Chat) Fasilitas yang memungkinkan pemakai untuk melakukan percakapan dalam bentuk bahasa tertulis secara interaktif.

Telnet Fasilitas yang memungkinkan koneksi (login) ke suatu sistem computer.

FTP (File Transfer Protocol) Sarana untuk melakukan transfer berkas dari komputer lokal ke komputer lain atau sebagainya. Gopher Perangkat yang memungkinkan pemakai untuk

(46)

gopher melalui menu yang bersifat hierarkis.

Archie Perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian berkas pada situs FTP

Veronica (Very Easy Rodent-Oriented Netwide Index to Computer Archieves)

Merupakan kemampuan tambahan yang dipakai untuk melakukan pencarian pada situs-situs gopher.

WAIS

(Wide Area Information Servers)

Perangkat yang digunakan untuk melakukan pencarian data pada internet yang dilaksanakan dengan menyebutkan nama basis data dan kata kunci yang dicari.

World Wide Web Sistem yang memungkinkan pengaksesan informasi dalam internet melalui pendekatan hypertext.

(Sumber : Abdul Kadir, 2003) 2.5 Kereta Api

Kereta api merupakan alat transportasi dengan multi keunggulan komparatif seperti hemat bahan bakar, energi, rendah polusi, bersifat massal, adaptif dengan tugas pokok dan fungsi mobilisasi arus penumpang dan barang di atas rel. (www.keretaapi.com).

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang memiliki peran strategi dalam ekonomi nasional. Sebagai salah satu alat transportasi yang strategis, penyelenggaraan angkutan kereta api dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini PT. Kereta Api (Persero).

Tempat pemberhentian kereta api disebut Stasiun, yaitu tempat naik-turun penumpang kereta api. Stasiun kereta api umumnya terdiri atas tempat penjualan tiket, peron atau ruang tunggu, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel (alat pemindah jalur), telepon, telegraf, dan lain sebagainya.

(47)

2.6.1 Metode Pengumpulan Data a. Studi Lapangan

1) Observasi

Observasi (observation) atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan fakta atau data (fact finding technique) yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. (Jogiyanto, 2005).

2) Wawancara

Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara ke berbagai pihak terkait. Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau fakta (fact finding technique) yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi. Dengan melakukan wawancara memungkinkan bagi pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee) (Jogianto, 2005).

3) Kuesioner

Dilakukan dengan memberikan daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang di pilih (Jogiyanto, 2005)

(48)

Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu melakukan penelaahan terhadap buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang di bahas yang dapat dijadikan acuan dalam pembuatan Aplikasi ini.

c. Studi Literatur

Studi literatur dimaksudkan untuk membandingkan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan. Hasilnya adalah berupa informasi referensi penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya.

2.6.2 Metode Pengembangan Sistem

Dalam pengembangan sistem informasi kereta api ini, penulis menggunakan pendekatan metode System Development Life Cycle dengan model waterfall (Royce, 1970), yakni pendekatan melalui beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem dimana sistem tersebut dikembangkan melalui penggunaan siklus kegiatan penganalisis dan pemakai secara spesifik. Metode ini memliki enam tahap pengembangan yaitu :

1. Rekayasa dan analisis sistem (System engineering and analysis) :

menyangkut pengumpulan kebutuhan (requirement gathering) terhadap sistem yang akan dibuat dan dikembangkan.

2. Analisis kebutuhan perangkat lunak (Software requirement analysis) :

(49)

3. Perancangan (Design) : baik dari segi struktur data, arsitektur perangkat

lunak, user interface, dan algoritma prosedural. Proses desain mener-jemahkan kebutuhan ke dalam representasi perangkat lunak sebelum mas-uk tahap pengembangan.

4. Pengembangan (Development) : implementasi dengan menerjemahkan

de-sain ke dalam bahasa yang dimengerti mesin. Langkah pembuatan kode melak-ukan tugas ini.

5. Pengujian (Testing) : mengarahkan pengujian terhadap sistem yang telah

dibuat untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang diberikan akan menghasilkan output sesuai yang diinginkan.

6. Pemeliharaan (Maintenance) : Perangkat lunak akan mengalami

peru-bahan setelah disampaikan kepada pelanggan, karena pelanggan membu-tuhkan perkembangan fungsional. Pemeliharaan mengaplikasikan kembali setiap fase program sebelumnya dan tidak membuat yang baru lagi.

2.6.3 Perbandingan Metode Pengembangan Sistem

[image:49.595.97.514.211.534.2]

Untuk menyelesaikan masalah di dalam sebuah sistem harus dilakukan penggabungan strategi pengembangan yang melingkupi lapisan proses, metode, dan alat-alat Bantu serta fase-fase generic. Dalam Pressman (2002), dijelaskan beberapa Model-model proses perangkat lunak dalam pengembangan sistem. Pada tabel dibawah ini dijelaskan perbandingan beberapa metode.

Tabel 2.3 Perbandingan Metode Pengembangan Sistem

Metode Kelebihan Kekurangan Penggunaan

(50)

(Waterfall) oleh winston W Royce pada tahun 1970

digunakan untuk kebutuhan yang sudah diketahui dengan baik.

terjadi menyebabkan masalah baru bagi pelanggan, sulit menentukankebutuhan secara eksplisit.

baik pada proyek skala kecil.

Prototype Metode ini efektif dengan

mendapatkan kebutuhan dan aturan yang jelas dan pelanggan bisa langsung melihat sistem yang sebenarnya.

Pengembangan

terkadang membuat implementasi

sembarang, karena ingin working version selesai dengan cepat

Prototyping dapat bekerja dengan baik jika ada kerjasama yang baik antara pengembang dengan pengguna. RAD (Rapid

Application Development) oleh James Martin pada tahun 1991

Metode ini lebih cepat dari waterfall jika kebutuhan dan batasan proyek sudah diketahui dengan baik.

Proyek dipecah menjadi beberapa bagian, maka dibutuhkan banyak orang untuk membentuk suatu tim, karena komponen-komponen yang sudah ada, fasilitas-fasilitas pada tiap komponen belum tentu digunakan seluruhnya sehingga kualitas program bisa menurun.

Cocok untuk aplikasi yang tidak

mempunyai resiko teknis yang tinggi. RAD cocok untuk proyek yang memiliki SDM yang baik dan sudah berpengalaman.

Incremental Fleksibel dan mudah untuk dikelola dan

Semua kebutuhan tidak dikumpulkan pada tahap awal

(51)

pengujian yang mudah.

sehingga

menimbulkan masalah serta sulit untuk mengukur progress karena tidak ada milestone.

telah

diidentifikasi dengan baik.

Iterative oleh Regression pada tahun 1996

Fase desain, pengkodean, pengujian lebih cepat.

Butuh waktu yang banyak untuk menganalisis dan terlalu banyak langkah yang dibutuhkan model.

Hanya cocok untuk software berskala besar.

Spiral oleh W. Barry Boehm pada tahun 1985

Digunakan untuk skala besar, membutuhkan konsiderasi

langsung terhadap resiko teknis, sehingga dapat mengurangi terjadinya resiko yang lebih besar.

Resiko utama tidak ditemukan, maka masalah bisa muncul kemudian, sehingga membutuhkan

kemampuan

manajemen dan perkiraan resiko yang cukup tinggi.

Hanya cocok untuk software berskala besar.

(Sumber : Pressman, 2002)

2.7 Alat Bantu Pengembangan Sistem 2.7.1 Data Flow Diagram (DFD)

(52)

Menurut Presman (2002), DFD memberikan informasi tambahan yang digunakan selama analisis domain informasi dan berfungsi sebagai dasar bagi pemodelan fungsi. DFD melayani dua tujuan :

1. untuk memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui system

2. untuk menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub-fungsi) yang mentransformasi aliran data.

DFD juga sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan. DFD merupakan alat yang cukup populer, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik. Beberapa simbol yang digunakan di DFD (Al Fatta, 2007) :

No SIMBOL KETERANGAN

1 Entitas Luar

Setiap entitas eksternal memiliki nama dan deskripsi

2 Proses

Setiap proses memiliki : nomor, nama, deskripsi proses, satu atau lebih output, data flow, satu/ lebih input flow.

3 Aliran Data

(53)

4 Data store

Setiap data store memiliki: nomor, nama, deskripsi, satu/ lebih input data flow, satu/ lebih output data flow

Sumber : Hanif Al Fatta, Analisis & Perancangan Sistem (2007)

Gambar 2.6 Simbol DFD Gene and Sarson Levelisasi atau tingkatan dalam DFD yaitu :

Diagram Konteks, dibuat untuk menggambarkan sumber serta

tujuandata yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambar penggambaran sistem serta global dari keseluruhan sistem yang ada.

Diagram 0 (Nol), untuk menggambarkan tahap-tahap proses

yang ada di dalam diagram konteks.

Diagram Detail, untuk menggambarkan arus data secara lebih

detail dan terperinci lagi dari tahapan proses yang ada di dalam diagram nol.

2.7.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak. ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur dan relationship data. Komponen utama ERD adalah entitas, relasi dan atribut :

(54)

1.

Entitas adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi sebagai lingkungan pemakai.

2.

Relasi menunjukan adanya hubungan di antara sejumlah entitas. Dideskripsikan dengan kata kerja.

3. Atribut merupakan informasi yang diambil tentang sebuah entitas. Dideskripsikan harus kata benda. Sumber : Hanif Al Fatta, Analisis & Perancangan Sistem (2007)

Gambar 2.7 Simbol-simbol Diagram ERD

Relasi antar himpunan entitas dengan kardinalitas relasi ada tiga yaitu:

• Relasi satu ke satu (one to one (1:1)), satu entity hanya

mempunyai satu relasi pada entity lainnya.

• Relasi satu ke banyak (one to many (1:M)), satu entity

dapat mempunyai relasi lebih dari satu pada entity lainnya.

• Relasi banyak ke banyak (many to many (M:M)), banyak

entity dapat berelasi dengan banyak entity yang lain. 2.7.3. State Transition Diagram (STD)

Menurut Presman (2002), STD menunjukan bagaimana system bertingkahlaku sebagai akibat dari kejadian eksternal. Untuk melakukannya, STD menunjukan berbagai model tingkah laku (disebut state) system dan cara dimana transisi dibuat dari state satu ke state lainnya. STD berfungsi sebagai dasar bagi pemodelan tingkahlaku. Informasi tambahan mengenai aspek control dari perangkat lunak diisikan dalam spesifikasi control/control specification (CSPEC)

Entitas

Rela si

(55)

2.7.4 Pengujian Black Box

Pengujian Black Box adalah pengujian mengabaikan mekanisme internal sistem atau komponen dan hanya fokus pada output yang dihasilkan yang merespon input yang dipilih dan pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi pemenuhan sistem atau komponen dengan kebutuhan fungsional. Pengujian black box bukan merupakan alternatif dari teknik white box tetapi merupakan pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mampu mengungkapkan kelas kesalahan dari pada metode white-box (pressman, 2002).

Metode black box melakukan pengujian tanpa melihat source code program dan dilakukan oleh user untuk mengamati program apakah telah menerima input, memproses, dan menghasilkan output yang diinginkan.

2.8 Software Pengembangan Sistem 2.8.1 PHP

PHP adalah singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor, yang digunakan sebagai bahasa script server-side yang disisipkan pada dokumen HTML. Sebagian besar sintaks PHP mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat.

(56)

versi inilah pemrogram dapat menempelkan kode terstruktur di dalam tag HTML. Yang menarik, kode PHP juga bisa berkomunikasi dengan database dan melakukan perhitungan-perhitungan yang kompleks sambil jalan. Pada awalnya, PHP dirancang untuk diintegrasikan dengan webserver Apache. Namun belakangan ini, PHP juga dapat bekerja dengan webserver seperti PWS (Personal Web Server), IIS (Internet Information Server) dan Xitami.

Script PHP adalah bahasa program yang berjalan pada sebuah webserver, atau sering disebut server-side scripting. Oleh karena itu, PHP dapat melakukan apa saja yang bisa dilakukan program CGI lain, yaitu mengolah data dengan tipe apapun, menciptakan web yang dinamis, serta menerima dan menciptakan data cookies.

Bahasa PHP memiliki beberapa aturan yang harus diperhatikan :

1. Program PHP selalu diawali dengan tanda <?php dan diakhiri dengan tanda ?>.

2. Setiap perintah harus diakhiri dengan tanda ; (titik koma)

3. Untuk menggabungkan beberapa perintah dalam satu baris dengan memisahkan tiap perintah dengan tanda ;

Contoh : $a = $b + $c; $g = $d + $e; $f = 1;

(57)

5. Script PHP dieksekusi dan bekerja di komputer server. Kemudian script PHP mengirimkan hasil eksekusi ke komputer client melalui jalur HTTP. 2.8.1.1 Hubungan PHP dengan HTML

Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga menghasilkan suatu tampilan yang indah. Lain halnya dengan program php, program ini harus diterjemahkan oleh web server sehingga menghasilkan kode html yang dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama dengan kode-kode html tersebut. Program php dapat ditambahkan dengan mengapit program tersebut diantara tanda <? dan ?>. Tanda-tanda tersebut biasanya disebut Tanda-tanda untuk escaping (kabur) dari kode html. File html yang telah dibubuhi program php harus diganti ekstensinya menjadi .php.

Selain itu PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML (embedded scripting), dimana script-nya disisipkan diantara tag-tag HTML dan berada di server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebagai bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server Pages) dan JSP (Java Server Pages).

(58)

Ketika teknologi yang berhubungan dengan web semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin ditinggalkan, karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar. Padahal situs tersebut harus tetap dinamis. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh ketinggalan jaman sehingga sebagian designer web banyak beralih ke bahasa server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP.

Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di dalam web. Database yang dapat didukung oleh PHP adalah :

1. Oracle 2. MySQL 3. Sybase 4. PostgreSQL

5. Unix DBM dan lainnya.

PHP dapat berjalan di berbagai sistem operasi seperti windows, Unix, Linux, maupun macintosh. PHP juga mendukung banyak Web Server, seperti Apache, Microsoft IIS, Netscape, PWS (Personal Web Server) dan server yang lainnya. PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan seperti protocol IMAP, SNMP, NNTP,POP3 dan bahkan HTTP.

PHP dapat diinstal sebagai bagian atau modul dari apache web server atau sebagai CGI script yang mandiri. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika menggunakan PHP sebagai modul dari apache, diantaranya adalah :

(59)

2. Waktu eksekusi yang lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemograman web lainnya yang berorientasi pada server-side scripting. 3. Akses ke sistem database yang lebih fleksibel, seperti MySQL. PHP juga merupakan bahasa pemograman yang dapat kita kembangkan sendiri seperti untuk menambah fungsi-fungsi baru. Dan keuntungan lain dari PHP adalah merupakan software yang didistribusikan secara bebas (open source) dan dilisensikan secara gratis serta dapat di-download dari situs resminya

http://www.php.net

2.8.2. MySQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan populer karena didistribusikan secara gratis (tidak perlu membayar dalam menggunakannya) pada berbagai platform (unix/windows) yang bisa di-download dari http://www.mysql.org atau http://www.mysql.com .

MySQL termasuk Relational Data Base Management System (RDBMS) yang berada dibawah lisensi GPL (General Public License). Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom. Berikut ini adalah beberapa keunggulan MySQL :

1. Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan 2. Mamp

Gambar

Gambar 2.2 Siklus Informasi (John Burch, 1986)
Gambar 2.3 Komponen Sistem Informasi (Robert & Donald Symanzky)
Tabel di bawah ini menunjukan perkembangan dari teknologi messaging
Gambar di bawah ini menunjukan salah satu contoh arsitektur jaringan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Program ini juga dapat melakukan pencarian rute terpendek antar kota tanpa mengirimkan SMS, yaitu dengan cara menekan tombol yang telah tersedia dan hasilnya akan ditampilkan di

berbasis SMS (Short Message Sevice) pada provinsi Nusa Tenggara Timur adalah:. Pengumuman (announcer) : iklan layanan masyarakat,

Short message service (SMS) PDU pengirim adalah pesan yang dikirim dari. handphone

Oleh karena itulah pada tulisan ini, memuat sebuah sistem informasi yang berbasis SMS yang dapat melayani registrasi pendaftaran pasien dan informasi bagi pasien di suatu rumah

Oleh karena itu, untuk mendapatkan layanan informasi penerbangan jadwal penerbangan, harga tiket pesawat dan pemesanan tiket yang mudah, maka dikembangakan suatu

Adapun tujuan dari penilitian tugas akhir ini adalah untuk merancang sistem deteksi asap rokok secara otomatis menggunakan SMS alert sehingga peringatan larangan

Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis menarik simpulan sebagai berikut: 1) Diksi yang digunakan dalam parikan sms

Salah satu solusi yang mampu menjawab permasalahan ini adalah dengan membangun layanan e-Government berbasis SMS yang dapat memberikan otomasi jawaban untuk pengetahuan