• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Alat Pengendali Lampu dan Gerbang Otomatis Tanpa Kebel Menggunakan Neurosky Mindwave Headset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Alat Pengendali Lampu dan Gerbang Otomatis Tanpa Kebel Menggunakan Neurosky Mindwave Headset"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Lampiran 1

(3)

Lampiran 2

(4)

Lampiran 3.

Kode Program Pengirim Sinyal

/**********************************************************

// Arduino Brain Library - Brain Blinker

// Description: Basic brain example, blinks an LED on pin 13 faster as your "attention" value increases.

// Adapted from the Blink without Delay example distributed with Arduino environment. // More info: https://github.com/kitschpatrol/Arduino-Brain-Library

// Author: Eric Mika, 2010 revised in 2014 #include <Brain.h>

#include <VirtualWire.h> #define buzzer A0 #define led 10

int perhatian=0; char *kirim;

// Set up the brain reader, pass it the hardware serial object you want to listen on. Brain brain(Serial);

void setup() {

Serial.begin(9600); vw_set_tx_pin(12);

(5)

pinMode(13, OUTPUT); pinMode(8, OUTPUT); pinMode(led, OUTPUT); digitalWrite(13, LOW); digitalWrite(8, LOW);

while(brain.readSignalQuality()==200) {

if (brain.update()) {

Serial.println(brain.readCSV()); Serial.print("Satu");

}

digitalWrite(led,HIGH); }

while(brain.readSignalQuality()!=200) {

if (brain.update()) {

Serial.println(brain.readCSV()); Serial.print("Satu");

}

digitalWrite(led,HIGH); }

while(brain.readSignalQuality()!=0)

{

(6)

Serial.println(brain.readCSV()); Serial.print("Dua");

}

digitalWrite(buzzer,HIGH); }

delay(1000);

digitalWrite(buzzer,LOW); }

byte counter = 0; void loop() {

if (brain.update()) {

Serial.println(brain.readCSV());

if(brain.readSignalQuality() == 26 || brain.readSignalQuality() == 51 ) {

if(counter == 0) {

kirim="1";

vw_send((uint8_t *)kirim,strlen(kirim));

vw_wait_tx(); // Wait until the whole message is gone digitalWrite(13, HIGH);

delay(2000); counter= 1; }

(7)

kirim="0";

vw_send((uint8_t *)kirim,strlen(kirim));

vw_wait_tx(); // Wait until the whole message is gone digitalWrite(13, LOW);

delay(2000); counter= 0; }

}

if(brain.readSignalQuality() == 0 && brain.readAttention() > 80) {

kirim="2";

vw_send((uint8_t *)kirim,strlen(kirim));

vw_wait_tx(); // Wait until the whole message is gone digitalWrite(13, HIGH);

delay(2000); }

(8)

Lampiran 4

Kode Program penerima Sinyal

/********************************************************** // receiver.pde

//

// Simple example of how to use VirtualWire to receive messages // Implements a simplex (one-way) receiver with an Rx-B1 module //

// See VirtualWire.h for detailed API docs

// Author: Mike McCauley ([email protected]) // Copyright (C) 2008 Mike McCauley

// $Id: receiver.pde,v 1.3 2009/03/30 00:07:24 mikem Exp $

#include <VirtualWire.h>

void setup() {

vw_set_rx_pin(8);

vw_set_ptt_inverted(true); // Required for DR3100 vw_setup(2000); // Bits per sec

vw_rx_start(); // Start the receiver PLL running

(9)

pinMode(17, OUTPUT); pinMode(19, INPUT); pinMode(20, INPUT); digitalWrite(19, HIGH); digitalWrite(20, HIGH); int sw1 = digitalRead(20); while(sw1 == 1) {

sw1 = digitalRead(20);

digitalWrite(18, HIGH); // turn the LED on (HIGH is the voltage level) digitalWrite(17, LOW);

}

digitalWrite(18, LOW); }

void loop() {

uint8_t buf[VW_MAX_MESSAGE_LEN]; uint8_t buflen = VW_MAX_MESSAGE_LEN;

if (vw_get_message(buf, &buflen)) // Non-blocking {

if(buf[0]=='1') {

(10)

else if(buf[0]=='0') {

digitalWrite(16, LOW); }

else if(buf[0]=='2') {

int sw2 = digitalRead(19); while(sw2 == 1)

{

sw2 = digitalRead(19);

digitalWrite(18, LOW); // turn the LED on (HIGH is the voltage level) digitalWrite(17, HIGH);

}

digitalWrite(17, LOW); delay(3000);

int sw1 = digitalRead(20); while(sw1 == 1)

{

sw1 = digitalRead(20);

digitalWrite(18, HIGH); // turn the LED on (HIGH is the voltage level) digitalWrite(17, LOW);

}

digitalWrite(18, LOW); }

(11)

Lampiran 5

(12)

Lampiran 6

a. Gambar alat penerima tampak depan

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Andriawan Okky, Eka Putera, Irmalia Suryani Faradisa.2011.Rancang Bangun Electroencephalograph (EEG) Sebagai Perekam Dan Pendeteksi Sinyal Biolistrik Otak Yang Terintegrasi Dengan PC Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535. Jurnal Elektro ELTEK Vol. 2, No. 1.:115-116

Bishop, O. 2004. Dasar-Dasar Elektronika. Erlangga. Jakarta.

Budiharto, Widodo. 2010. Robotika Teori dan Impelemtasi. Yogyakarta: Andi

Campellone, JV (2006). EEG BRAIN WAVE TEST Diambil dari http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003931.htm

Djamal,Esmeralda C dan Harijono A, Tjokronegoro Identifikasi dan Klasifikasi Sinyal EEG Terhadap Rangsangan Suara dengan Ekstraksi Wavelet dan Spektral Daya. 2005. PROC. ITB Sains & Tek. Vol. 37 A, No. 1.:70-72

Handinata, Oki. 2013. Pengembangan Rancang Alat Pengukur Indeks Massa Tubuh Berbasis Atmega8535 dan Databasenya Berbasis PC. [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Hede, Simon Christian.2010. Signa Detection in EEG Brainwaves. Kongens Lyngby. Denmark

Isnen, M. 2014. Perancangan Alat Ukur Tingkat Kerusakan Minyak Goreng Menggunakan Prinsi Penyerapan Medan Elektromagnetik yang Dikarakterisasi Terhadap Kadar Peroksida. [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

John G.Webster 1998. Medical Instrumentation Application And Design,,John wiley & Son,

Krista, Erik Bery. S 2016. Perancangan Sistem Remote Dalam Mengontrol Beban Dengan Media Komunikasi Rf Berbasis Mikrokontroler Atmega 328p. [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

San Jose. 2009. Neurosky Inc, NeuroSky‟s eSenseTM Meters and Detection of Mental State. California.

San Jose. 2010. Neurosky Inc, Mindset Communication Protocol. California.

Olga, Qiang Wang Sourina and Minh Khoa Nguyen.2008. EEG-based “Serious” Games Design for Medical Applications. Nanyang Technological

(14)

Oohashi, T., Nishina, E., Kawai, N., High Frequency Sound Above the Audible Range Affects Brain Electric Activity and Sound Perception, Presentation at the 91st Convention an Audio Engineering Society, New York (1991).

Rasinta, Septia Mega. 2015.Alat Ukur Massa Jenis Udara Berbasis Arduino. [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Rahmansyah, M. Febri. 2014. Prototipe Robot Line Follower Pengantar Makanan Berbasis Mikrokontroller ATMega32 Menggunakan Algoritma Fuzzy [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Setiawan,Afrie. 2001. Aplikasi Mikrokontroller atmega8535 & atmega 16 Menggunakan Bascom-AVR.Yogyakarta,Andi Yogyakarta.

Sibuea ,Amin Odos. 2014. Perancangan Monitoring Jarak Jauh Ketinggian Air Pada Waduk Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Pc. [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Stallings, William. 2007. Komunikasi dan Jaringan Nirkabel. Jilid 1. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Yutanto, Jefry.2016. Perancangan Sistem Penghitung Benih Ikan Berbasis Arduino [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

[ATMEL] Atmel Corporation. 2009. 8-Bit AVR microcontroller with 32 kBytes in-System Programmable Flash, Datasheet ATmega32 [serial online]. http://www.atmel.com/Images/.

(15)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Diagram Block Cara Kerja Alat

Berikut adalah diagram alir mekanisme kerja alat.

Neurosky Mindwave

Arduino Uno

Transmiter RF 433 Mhz

Recaiver

RF 433MHz Mikrokontroller AT Mega 32A

Relay 12 Volt Driver motor L298 Lampu DC 12 volt Motor DC Buzzer Switch 1 Switch 2

Gambar 3.1 Diagram blok cara kerja alat

Berikut deskripsi fungsi setiap blok:

1. Blok Neurosky Mindwave Headset : Neurosky akan menangkap sinyal listrik

yang dikeluarkan dari kepala yang kemudian di olah dan dikeluarkan manjadi

data serial

2. Blok Arduino Uno : Menerima dan mengola keluaran data Neurosky

Mindwave Headset

3. Blok Buzzer : Sebagai penenda pemasangan Neurosky Mindwave Headset

sudah benar atau nilai poor signal quality sama dengan 0

4. Transmiter RF 433 MHz : Mengirim data yang diterima oleh Arduino Uno

dari Neurosky Mindwave Headset

5. Receiver RF 433 MHz : Menangkap frekuansi yang di keluarkan oleh

transmiter

6. Blok ATMega 32 : Membaca dan mengola hasil penerimaan data dari

(16)

7. Blok Relay : Mengeksekusi perintah dari microcontroller ( NO ke NC )

8. Blok lampu : Sebagai indikator hasil pembacaan sensor yang di eksekusi oleh

mikrokontroller dengan relay sebagai saklarnya

9. Blok Driver Motor L298N : Menghidupkan dan mengendalikan arah putaran

motor DC agar gerbang dapat terbuka dan tertutup.

10. Blok motor DC: menggerakkan pintu terbuka dan tertutup kembali

11. Switch 1 : sebagai indikator gerbang telah terbuka

12. Switch 2 :sebagai indikator gerbang telah tertutup

3.2 Rangkaian Mikrokontroller ATMega 32

Pada dasarnya rangkaian sistem minimum terdiri atas rangkaian standar

rekomendasi pabrik agar microcontroller dapat bekerja. Rangkaian ini terdiri atas

rangkaian osilator, standar PORT USB programer, sistem reset, dan sumber

tegangan.

Rangkaian osilator (clock) berfungsi memberikan sinyal clock untuk

mikrokontroler dengan frekuensi tertentu agar microcontroller yang digunakan

pada sistem dapat bekerja dengan baik. Rangkaian clock ini menghasilkan sinyal

high atau low dengan periode yang sama dan konstan. Rangkaian clock (osilator)

pada sistem menggunakan satu buah kristal dengan frekuensi 16 MHZ dan dua

buah kapasitor keramik dengan kapasitas 30 pF.

Kaki Mosi, Miso, Sck, Reset, Vcc dan Gnd pada microcontroller terletak

pada kaki 6, 7, 8, 9, 10 dan 11 yang akan dihubungkan ke ISP Programer.

Apabila terjadi keterbalikan pemasangan jalur ke ISP Programmer, maka

pemograman microcontroller tidak dapat dilakukan karena microcontroller tidak

akan bisa merespon.

Sistem reset pada mikrokontroler berada pada pin 9. Sistem

microcontroller akan melakukan reset apabila pin 9 menerima satu siklus sinyal (1

dan 0). Sistem reset otomatis menggunakan kapasitro 10uF/16V dan sebuah resistor senilai 10KΩ. Dengan pemasangan kapasitor dan resistor ini, pada saat

power supply dinyalakan maka mikrokontroller akan reset secara otomatis,

(17)

Pada kaki-kaki PD0 dan PD1 dihubungkan ke Neurosky Mindwave

Headset. Catu daya yang digunakan sebesar 5 volt terhubung pada pin 10 (Vcc)

dan 11 (GND). Rangkaian sistem minimum ditunjukkan pada gambar sebagai

berikut :

Gambar 3.2 Rangkaian Sistem Minimum ATMega 32

3.3 Rangkaian Neurosky Mindwave Headset

Neurosky Mindwawve Headset berfungsi membaca sinyal listrik yang kemudian

ditangkap, selanjutnya akan di kirim ke Ardino Uno. Di dalam Headset ini

terdapat Modul TGAM yang terdiri dari 4 pin untuk dapat berkomuikasi dengan

dengan mikrokontroller yaitu VCC, GND, RX dan TX. Namun pada perancangan

alat ini hanya 3 pin saja yang dipakai.

Pada sebuah arduino Uno terdapat supply output sebesar 3.3 volt, supply

ini yang akan di hubungkan ke VCC Neurosky Mindwave Headset dengan

menggunakan kabel. Karena keluaran dari Neurosky ini serupa data serial, maka

(18)

RX arduino Uno. Sementara, sumber tegangan arduino diambil dari PC

menggunakan kabel data. Berikut ini adalah rangkaian headset ke arduino uno

Gambar 3.3 Rangkaian Neurosky Mindwave Headset

3.4 Rangkaian RF 433 MHz

Modul RF433 MHz ini digunakan untuk menerima sinyal dengan gelombang

radio elektromagnetik pada frekuensi 433 Mhz. Rf 433 MHz mengirimkan data

dari transmitter ke receiver. Berikut ini adalah rangkaian transmitter RF 433MHz

Gambar 3.4 Rangkaian Transmiter RF433

Pada bagian pengiriman (receiver) RF 433 MHz, kaki data dihubungkan

(19)

Ground. Data yang dikirim oleh mikrokontroler ATMega 328P kepada modul RF

transmitter (TX) ini berupa sinyal digital berkode ASCII. Sinyal digital berkode

ASCII ini kemudian dimodulasi menjadi gelombang radio elektromagnetis pada

frekuensi 433Mhz. Sedangkan pada bagian penerima (transmiter) RF 433 MHz,

kaki data dihubungkan ke kaki 14 mikrokontroller ATMega 32A, Vcc

dihubungkan dengan 5 volt DC dan Ground.

Data yang diterima melalui modul RF receiver (RX) ini berupa gelombang

radio elektromagnetik kemudian didemodulasi menjadi sinyal berkode ASCII

yang nantinya akan diolah oleh mikrokontroler ATMega 32A. Rangkaian

penerima data dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

5V DC

Gambar 3.5 Rangkaian Transmiter RF433 MHz

3.5 Rangkaian Modul Driver Motor DC L298

Pada dasarnya driver Motor yang menggunakan ICL298 yang memiliki

kemampuan menggerakkan motor DC sampai arus 2A dan tegangan maksimum

46 Volt DC untuk satu kanalnya.

Pada dasarnya rangkaian ini terdiri dari 8 Dioda yang akan berfungsi

memblock tegangan yang dihasilkan Motor DC agar tegangan tidak menuju ke

Sumber Vm atau output dari L298. Modul ini juga menyediakan internal 5 volt

regulator. Rangkaian modul driver l298 diperlihatkan pada gambar sebagai

(20)

Gambar 3.6 Rangkaian Modul Driver motor L298

3.6 Rangkaian Driver Relay Lampu DC

Reley merupakan alat elektronika yang prinsip kerjanya hampir serupa dengan

saklar, yang menjadi perbedaannya adalah relay digerakkan oleh arus listrik.

Relay terdiri dari tuas besi yang dikelilingi oleh lilitan kawat pada batang besi.

Pada saat tuas besi dialiri oleh arus listrik, maka akan timbul gaya magnet

sehingga menyebabkan saklar akan menutup. Begitu juga sebaliknya, jika arus

tidak mengalir maka tuas besi akan kembali ke posisi semula dan kotak saklar

kembali terbuka. Berikut ini adalh rangkaian driver relay

(21)

Pada rangkaian ini digunakan sebuah resistor 4k7Ω yang berfungsi sebagai tahanan arus , dioda IN4001 yang berfungsi untuk memisahkan tegangan 12 volt

yang masuk ke transistor dengan sinyal yang masuk dari mikrokontroler agar

tidak saling mengganggu, sebuah transistor yang berfungsi sebagai saklar agar

tegangan 12 volt mendapat ground sehingga coil pada relay mendapat arus dan

akhirnya menjadi terhubung atau relay dalam keadaan tertutup.

3.7 Rangkaian Buzzer

Pada rangkaian ini buzzer digunakan sebagai tanda pemasangan Neurosky Mindwave

Headset telah benar dan dapat di gunakan. Indikator yang digunakan sebagai

pemasangan Neurosky Mindwave Headset adalah nilai Poor Signal Quality yang di

hasilkan sama dengan 0. Jadi, ketika nilai Poor Signal Quality menunjukkan nilai

sama dengan nol maka buzzer akan Berhenti berbunyi. Rangkaian Buzzer di

tunjukkan pada gambar sebagai berikut.

Gambar 3.8 Skematik buzzer

Pada rangkaian ini buzer difungsikan sebagai output kaki A0 pada Arduino

Uno. Ketika output port A0 memberikan logika low (0) apabila Poor Signal

Quality menunjukkan nilai 0 yang dikirim oleh Neurosky Mindwave Headset,

dengan kata lain pemasangan Neurosky Mindwave Headset belum tepat apabila

(22)

Start

Inisialisasi Port Baca Neurosky Mindwave

Headset

Poor Signal =200

Buzzer On

Poor Signal = 0

Buzzer Off

Attantion >= 80 Delay 200ms

26 < P S <56

Kirim 1

Kirim 2 Tidak

Ya

Ya

Ya Tidak End

3.8 Diagram Alir Pemrograman

3.8.1 Diagram Alir Pemrogramam Pengirim

(23)

Start

Inisialisasi Port

Baca RF 433MHz

Data = 1

Data = 2

Relay On

Driver Motor ON

End

YA

YA Tidak

Tidak

3.8.2 Diagram Alir Pemrograman Penerima

(24)

BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISA

4.1 Pengujian Rangkaian Mikrokontroller ATMega 32A

Pengujian rangkaian mikrokontriller ATMega 32A dilakukan dengan

menggunakan software PROGISP (Ver 1.72) karena pemrograman menggunakan

mode ISP. Pengujian rangkaian ini dilakukan untuk mengetahui apakah

mikrokontroller dapat diprogram langsung pada papan rangkaian dan rangkaian

ini telah dikenali oleh program dwounloder

Hal yang pertama yang dilakukan adalah menghubungkan rangkaian

mikorokontroler ke PC dengan menggunakan downloader, kemudian buka

software PROGISP dan pilih chip select ATMega32A.Setelah memilih chip,

pilihRead Signature pada bagian toolbar kanan maka text box akan menampilkan

Read ID Succesfully. Jika sudah tampil pada texbox kata Read ID Succesfully

maka mikrokontroler siap digunakan untuk ditanamkam program

(25)

4.2 Pengujian Neurosky Mindwave Headset

Pengujian neurosky mindwave headset menggunakan arduino uno dan serial

monitor yang ada pada aplikasi arduino untuk melihat hasil pembacaan.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui neurosky mindwave headset dapat

membaca dengan baik sinyal yang dikeluarkan oleh otak.

Langkah pertaman yang dilakuakan adalah memasukkan program ke

arduino, program yang diberikan adalah sebagai berikut

#include <Brain.h>

void setup() {

Serial.begin(9600);

}

void loop() {

if (brain.update()) {

Serial.println(brain.readErrors());

Serial.println(brain.readCSV());

}

}

Setelah program dimasukkan, langkah selanjutnya oleskan gel elektrode pada dahi

dan telinga sebelah kiri kemudian dipasang neurosky mindwave headset dikepala

sesuai pada gambar di bawah ini

(26)

Setalah itu, dipastikan kembali arduino sudah terhubung dengan Headset dan PC

lalu buka aplikasi arduino kemudian diatur board dengan cara pilih menu tools

kemudian pilih boards dan pilih arduino uno. Setelah board diatur, selanjutnya

menampilkan data yang dibaca oleh arduino. Langkah yang dilakukan adalah pilih

menu tools, kemudian pilih serial monitor maka tampilan serial monitor akan

muncul.

Jika hasil pembacaan poor singnal quality menunjukkan nilai 0 maka

posisi neurosky mindwave headset pada kepala sudah sesuai (tidak ada noise

terditeksi). Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

(a) (b)

Gambar 4.3(a) Headset belum terpasang dengan benar, (b) Headset sedah

terpasang dengan benar

4.3 Pengujian Nilai eSense Attantion Pada Keaadan Biasa (Netral)

Data eSense Attantion menyatakan konsentrasi pikiran pengguna headset yang

berhubungan dengan konsentrasi pikiran. Pada pengujian ini responden di minta

untuk memasang headset di kepala dengan benar dan melakukan keadaan seperti

biasa (netral). Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan data attantion pada

keadaan netral, dimana data ini akan dijadikan acuan untuk tidak mengendalikan

(27)

Tabel 4.1 Nilai attantion pada keadaan netral

Waktu (s) Andika Ilham Iqbal

1 47 45 40

2 53 51 35

3 50 56 40

4 41 54 31

5 48 60 35

6 55 68 35

7 44 59 37

8 40 63 55

9 51 69 67

10 44 65 73

11 38 64 70

12 34 45 65

13 40 57 55

14 43 57 60

15 41 41 50

16 37 48 38

17 44 50 37

18 40 63 40

19 34 57 43

20 34 53 57

21 38 40 75

22 34 37 56

23 40 41 54

24 52 40 43

25 58 48 35

26 50 40 40

27 51 58 35

28 51 63 41

29 54 54 44

30 70 40 60

31 47 44 60

32 51 42 53

33 53 37 45

34 50 45 44

35 53 48 57

36 56 60 58

37 65 61 60

38 50 61 68

39 47 50 75

(28)

Dari hasil yang diperoleh, nilai tertinggi berada pada 76, sementara nilai terandah

pada 31 dan dominan pada nilai 40-60. Nilai ini sesuai dengan ThinkGear data

values yang dikeluarkan oleh Neurosky. Dari hasil ini, maka nilai attantion 31-76

tidak akan digunakan mengendalikan lampu dan gerbang untuk menghindari

gerbang terbuka dan tertutup ketika tidak kontrol menggunakan Headset. Berikut

ini adalah grafik keadaan netral pada 3 responden

Gambar 4.4 Nilai attantion pada keadaan netral

4.4 Pengujian Keluaran Esense Attantion Untuk Menggerakkan Gerbang Data eSense attantion menyatakan mental states pengguna headset yang

berhubungan dengan konsentrasi pikiran. Pada pengujian ini, cara yang

digunakan untuk meningkatkan nilai data ini yaitu dengan meminta responden

untuk melihat dan memperhatikan sesuatu yang bergerak (konsentrasi). Hal ini

dilakuakan karena pada umumnya manuusia akan berkonsentrasi ketika melihat

sesuatu yang bergerak. Berikut adalah hasil data yang diperoleh 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39

(29)

Table 4.2 Nilai attantion pada saat fokus

Waktu (s) Andika Ilham Iqbal Kiki Madan

1 47 57 60 64 43

2 53 57 53 69 38

3 50 63 51 56 47

4 41 68 40 37 63

5 35 68 47 40 63

6 60 70 48 40 63

7 60 70 59 40 68

8 63 55 66 38 68

9 54 60 70 44 68

10 51 74 60 55 53

11 45 71 78 55 68

12 57 80 74 63 70

13 60 76 54 57 68

14 63 73 63 55 76

15 67 68 63 57 74

16 70 70 75 50 59

17 76 76 70 66 65

18 68 73 66 73 73

19 75 80 72 66 76

20 72 81 65 68 80

21 65 78 74 60 76

22 70 75 74 57 73

23 62 68 80 60 68

24 70 60 81 73 75

25 80 72 75 73 79

26 76 68 65 65 81

27 70 76 55 73 76

28 67 80 60 78 70

29 80 74 66 80 62

30 74 75 64 80 71

31 70 78 71 74 78

32 69 84 73 70 80

33 60 85 68 65 81

34 58 80 70 73 82

35 65 82 75 68 78

36 71 75 80 74 73

37 76 70 81 76 70

38 79 72 78 80 68

39 81 65 73 78 76

(30)

Dari hasil yang diperoleh data attantion tertinggi terbaca pada nilai 85 dan

terendah 34, sementaradata dominan berada pada nilai 60-80. Jika kita lihat, nilai

attantion mulai naik pada waktu 10 detik pertama. Hal ini terjadi karena

responden mulai aktif untuk berkonsentrasi. Hingga pada menit ke 40 kelima

responden menunjukkan nilai attantion tertinggi diatas 80 dengan waktu yang

berbeda-beda. Ini bisa saja terjadi karana setiap orang memiliki kemampuan dan

lama waktu untuk dapat berkonsentrasi yang berbeda selain itu keadaan fisik dan

beban pikiran juga dapat menjadi faktornya

Dari hasil ini, nilai eSense attantion yang akan digunakan sebagai

indikator untuk menggerakkan gerbang adalah >80. Nilai ini sengaja diturunkan

dari nilai tertinggi untuk mengantisipasi bila ada responden yang ingin

mengendalikan namun memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi

Dari tabel diatas, kita dapat melihat perbandingan data yang dihasilkan

dari beberapa responden dalam betuk grafik. Berikut ini adalah hasil pembacaan

[image:30.595.112.514.393.633.2]

dalam bentuk grafik pada 5 responden

Gambar 4.5 Grafik Nilai Attantion pada keadaan fokus 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39

(31)

4.5 Pengujian Keluaran Poor Signal Quality untuk Pengendali Lampu Pada pengujian ini responden diminta untuk mengangkat alis sebanyak 1 kali.

Dari 5 responden yang diminta untuk mengangkat alis nilai poor signal quality

[image:31.595.216.427.202.351.2]

menunjukkan nilai pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3 Nilai Poor Signal Quality pada saat menganggkat alis

Responden Poor Signal Quality

1 26

2 26

3 51

4 26

5 26

6 51

Dari data diatas, diperoleh nilai poor signal quality pada saat mengangkat alis 26

dan 51. Nilai ini berbeda karena responden yang terlalu kuat mengangkat alis akan

memberikan nilai 51 dan jika tidak terlalu kuat maka nilai yang muncul 26. Dari

hasil ini maka nilai poor signal quality pada range 26 - 51 digunakan sebagai

indikator untuk mengendalikan lampu.

4.6 Pengujian RF 433 MHz

Pengujian terhadap RF 433 MHz ini dilakukan dengan melakukan pengiriman

data dari transmiter ke receiver, kemudian data yang dikirim akan dibandingkan

dengan data yang diterima. Cara pengujian yang lain dengan menguji kemampuan

daya pancar RF 433 MHz tersebut dengan memberikan variasi jarak antara

transmiter dengan receiver. Bagan pengiriman data RF 433 MHz

RF 433 MHz

Transmiter

RF 433 MHz

Receiver

[image:31.595.223.417.642.692.2]
(32)

Untuk pengiriman dilakukan dengan menghubungkan kaki data pada

transmiter RF 433 MHz ke kaki 12 arduino uno, kemudian kita masukkan

program, program yang dimasukkan adalah sebagai berikut

#include <VirtualWire.h>

const int led_pin = 11;

const int transmit_pin = 10;

char *kirim;

void setup()

{

// Initialise the IO and ISR

vw_set_tx_pin(transmit_pin);

vw_set_ptt_inverted(true);

vw_setup(2000);

pinMode(led_pin, OUTPUT);

}

byte count = 1;

void loop()

{

kirim = "1";

digitalWrite(led_pin, HIGH);

vw_send((uint8_t *)kirim, strlen(kirim));

vw_wait_tx();

digitalWrite(led_pin, LOW);

delay(1000);

kirim = "0";

digitalWrite(led_pin, HIGH);

vw_send((uint8_t *)kirim, strlen(kirim));

vw_wait_tx();

digitalWrite(led_pin, LOW);

delay(1000);

(33)

Untuk penerimaan dilakukan dengan menghubungkan kaki data pada

receiver RF 433 MHz kekaki 14 mikrokontroller dan kaki 22 dihubungkan

kerelay yang sudah terhubung dengan lampu DC sebagai indikator keberhasilan

pengiriman, kemudian kita masukkan program ke mirokontroler melalui ISP

Downloader, program yang dimasukkan adalah sebagai berikut

#include <VirtualWire.h>

void setup()

{

vw_set_rx_pin(8);

vw_set_ptt_inverted(true); vw_setup(2000);

vw_rx_start();

pinMode(16, OUTPUT);

}

void loop()

{

uint8_t buf[VW_MAX_MESSAGE_LEN];

uint8_t buflen = VW_MAX_MESSAGE_LEN;

if (vw_get_message(buf, &buflen)) {

if(buf[0]=='1')

{

digitalWrite(16, HIGH);

}

else

{

digitalWrite(16, LOW);

}

}

}

Jika relay bergerak dari NO ke NC yang membuat lampu hidup pada

sistem minimum yang terpasang receiver RF 433 MHz, maka data yang di

(34)

tidak hidup maka data tidak dapat diterima oleh receiver RF 433 MHz. Dari

hasil pengamatan di dapatkan jarak dan kondosi lampu dc pada tabel di

[image:34.595.212.478.162.404.2]

bawah ini.

Tabel 4.4 Pengujian RF 433 MHz tanpa halangan

Jarak (m) Data Keterangan

2 Terkirim Data baik

4 Terkirim Data baik

6 Terkirim Data baik

8 Terkirim Data baik

10 Terkirim Data baik

11 Terkirim Data baik

12 Terkirim Data baik

13 Terkirim Data baik

14 Terkirim Data baik

15 Terkirim Data baik

4.7 Pengujian Driver Relay

Pengujian driver relay dilakukan dengan cara memberikan suplay tegangan +5

volt pada resistor 4k7 ohm yang sejalur transistor C945 yang berfungsi sebagai

saklar untuk mengaktifkan relay. Jika relay bekerja dengan baik (kontak relay

tertutup) saat resistor diberi tegangan sebesar 5 volt dan sebaliknya jika relay

tidak bekerja (kontak relay terbuka) maka pada saat resistor tidak di beri tegangan

+5 volt relay tidak bekerja ( kotak relay terbuka) maka rangkaian relay berfungsi

dengan baik.

Secara teori ketika tegangan sebesar 5 volt masuk melalui resistor dan

menuju transistor maka akan terjadi bias maju pada transistor sehingga kaki

colector dan emitter pada transistor akan terhubung. Ketika tegangan 12 volt

diberikan ke relay maka kontak relay akan tertutup (terhubung) dan akan

(35)

4.8 Pengujian Driver Motor DC

Driver motor L298 digunakan sebagai pemicu dari arah pergerakan motor dc.

Pada L298 memiliki 2 buah pin enable, 4 buah pin input, dan 4 buah pin output

yang mana memungkinkan bagi kita untuk mengontrol 2 buah motor dc, namun

pada pengujian rangkaian driver kali ini hanya diuji 1 buah motor dc jadi pin yang

dipakai PIN ENA kaki 22, IN1 kaki 24, IN2 kaki 23 dan out put 1. Tegangan

inputan pada driver motor digunakan 12 volt.

Pengujian dilakukan dengan cara memberi inputan berupa logika “1” dan “0” pada masing-masing pin inputan 1 dan 2 secara bergantian kemudian melihat perubahan pada pergerakan motor DC yang terlebih dahulu sudah disambungkan

pada pin-pin output dari driver. Berikut adalah tabel hasil pengujian rangkaian

[image:35.595.152.470.371.590.2]

driver motor L298 dengan memfariasikan nilai Enable A, Input 1 dan Input 2:

Tabel 4.5 Hasil Pengujian Driver motor L298

PIN L298

Kondisi Motor

Enable A Input 1 Input 2

0 0 0 Diam

0 0 1 Diam

0 1 0 Diam

0 1 1 Diam

1 1 0 Putar kanan

1 0 1 Putar kiri

1 0 0 Diam

1 1 1 Diam

4.9 Pengujian Buzzer

Pengujian pada rangkaian ini berfungsi untuk mengetahui apakah buzzer sudah

dapat bekerja dengan baik. Pengujian pada buzzer dilakukan dengan cara

memasukkan program ke mikrokontroler melalui downloader. Berikut listing

(36)

#define buzzer 15

void setup()

void loop() {

analogWrite(buzzer, 10);

delay(1000);

analogWrite(buzzer, 0);

delay(1000);

}

4.10 Pengujian Rangkaian Secara Keseluruhan

Pengujian sistem secara keseluruhan ini dilakukan dengan menggabungkan semua

peralatan dalam sebuah sistem yang terintegrasi. Tujuannya untuk mengetahui

bahwa rangkaian yang dirancang telah bekerja sesuai yang diharapkan.

Dari pengujian sebelumnya, di dapat perbedaan nilai attantion pada saat

keadaan netral dan pada saat sedang berkonsentrasi. Nilai attantion pada saat

berkonsentrasi dapat melebihi 80 sedangkan nilai attantion pada keadaan netral

tidak dapat melebihi 80. Sementara ketika responden mengangkat alis nilai poor

signal quality menunjukkan nilai antara 26-51, Sesuai dengan pengujian ini, maka

digunakan nilai Attanion di atas 80 dan nilai poor signal quality 26-51 untuk

menggendalikan gerbang dan lampu.

Untuk pengujian alat ini, dioleskan gel elektroda pada dahi dan telinga

sebelah kiri kemudian dipasang sensor neurosky mindwave headset pada kepala

lalu kemudian menghidupkan sistem. Setelah headset sudah terpasang dengan

benar dan dalam posisi hidup yang ditandai dengan buzzer yang tidak berbunyi,

responden diminta untuk menggangkat alis sebanyak satu kali untuk

menghidupkan lampu dan mengangkat alis satu kali lagi untuk menghidupkan

lampu, kemudian responden diminta kembali untuk fokus dengan cara melihat

gambar yang bergerak yang membuat dirinya menjadi fokus untuk membuat

gerbang terbuka selama 200 ms lalu tertutup dengan sendirinya.

Responden di beri waktu satu menit untuk satu perintah sesuai dengan

(37)

mengendalikan lampu dan gerbang ketika menggunakan headset. Berikut ini

[image:37.595.192.444.158.339.2]

adalah hasil pengujian pada 5 responden:

Tabel 4.5 Hasil Pengujian secara keseluruhan

Nama

Perintah

Hidup

lampu

Mati

lampu

Gerak

Gerbang

Madan Ya Ya Ya

Andika Ya Ya Ya

Ilham Ya Ya Ya

Kiki Ya Ya Ya

Iqbal Ya Ya Ya

Dari hasil pengujian 5 responde berhasil menghidupkan – mematikan lampu dan

(38)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan:

1. Dari hasil yang diperoleh sensor Neurosky Mindwave Headset sudah dapat

dibaca nilai sensornya dengan menggunakan arduino uno yang terdiri dari 10

paket data

2. Dari hasil yang diperoleh, untuk meningkatkan nilai esense attantion dapat

dilakuakn dengan cara membuat pikiran mejadi fokus dan untuk membuat

nilao poor signal quality 26-51 dilakukan dengan cara mengangkat alis

3. Dari hasil yang diperoleh digunakan keluaran nilai Poor Signal Quality anrata

26-51 untuk menggendalikan lampu dan keluaran nilai Attantion lebih besar

dari 80 untuk mengendalikan gerbang otomatis.

5.2 Saran

Beberapa hal yang dapat disarankan dari pelaksanna tugas akhir ini adalah:

1. Untuk pemasangan sensor pada responden, diharapkan responden tidak

berkeringat dan dak lagi memiliki beban pikiran dan mental karena dapat

mempengaruhi hasil pembacaan sensor

2. Untuk perancangan sistem ini lebih lanjut hendaknya digunakan sensor yang

lebih baik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik (Neurosky Mindwave

Mobile)

3. Untuk perancangan sistem lebih lanjut hendaknya tidak hanya mengunakan

(39)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Otak

Otak merupakan alat untuk memproses data tentang lingkungan internal dan

eksternal tubuh yang diterima reseptor pada alat indera (seperti mata, telinga,

kulit, dan lain-lain). Data tersebut dikirimkan oleh urat saraf yang dikenal dengan

system saraf keseluruhan. Sistem saraf ini memungkinkan seluruh urat saraf

mengubah rangsangan dalam bentuk implus listrik.

2.2 Gelombang Yang Dihasilkan Otak

Berikut adalah jenis jenis sinyal biolistrik otak berdasarkan frekuensi:

Gambar 2.1 Gelombang Alfa, 8-13 Hz

Gambar 2.2 Gelombang Beta, 14-25 Hz.

Gambar 2.3 Gelombang Teta, 4-7 Hz

Gambar 2.4 Gelombang Delta, < 4 Hz

Sifat gelombang ini sangat tergantung pada besarnya aktivitas di korteks serebri

dan gelombang otak jelas mengalami perubahan pada keadaan siaga, tidur dan

(40)

2.3 Electroencephalogram (EEG)

Elektroencephalogram adalah suatu alat yang mempelajari gambar dari rekaman

aktifitas listrik di otak, termasuk teknik perekaman EEG dan interpretasinya.

Neuron-neuron di korteks otak mengeluarkan gelombang-gelombang listrik, yang

kemudian dialirkan ke mesin EEG untuk diamplifikasi sehingga terekamlah

elektroenchapohologram yang ukurannya cukup untuk dapat ditangkap oleh mata

pembaca EEG sebagai gelombang alfa, beta, theta dan gama (Campellone, 2006).

EEG bekerja dengan menangkap frekuensi sinyal-sinyal listrik yang

dibangkitkan oleh otak akibat adanya aktivitas mental subjek. Dalam analisis

untuk tujuan klasifikasi sinyal EEG.

Sinyal EEG pada seseorang, umumnya terdiri dari komponen-komponen

gelombang yang dibedakan berdasarkan daerah frekuensinya, yaitu gelombang

alfa (8 – 13 Hz), amat sering muncul dalam keadaan sadar, mata tertutup dan kondisi rileks; gelombang beta (14 – 25 Hz), amat sering muncul manakala seseorang dalam keadaan berfikir; gelombang teta (4 – 7 Hz), umumnya terjadi pada seseorang yang sedang tidur ringan, mengantuk atau stres emosional;

gelombang delta (0.5 – 3 Hz), amat sering hadir pada seseorang yang pada keadaan tidur nyenyak. Oleh karena itu, representasi sinyal EEG ke dalam domain

frekuensi banyak dilakukan dalam penelitian yang berhubungan dengan analisis

sinyal EEG (Oohashi. T,1991).

Untuk merekam sinyal biolistrik otak ini ada 2 metode yang digunakan,

yaitu metode bipolar dan unipolar.

1. Metode bipolar adalah metode sadapan sinyal dengan mengambil selisih

tegangan antara dua titik pada bagian frontal dan occipital, sehingga selisih

potensial dari kedua tempat dapat tercatat.

2. Metode unipolar adalah metode dimana satu titik dijadikan sebagai titik

acuan,biasanya pada daun telinga,sedangkan yang lainnya diletakkan pada

titik yang akan diperiksa pada sisi kepala yang sama

(41)

2.4 Neurosky Mindwave Headset

Neurosky merupakan perusahaan yang berdiri sejak 2004 di Silicon Valley,

California, Amerika Serikat. Perusahaan ini berfokus pada tujuan utamanya yaitu

memanfatkan teknologi Brain Computing untuk dipasarkan pada konsumen

secara luas. Neurosky mengadaptasi teknologi EEG dan mengembangkannya

untuk dapat digunakan dalam beberapa bidang yang memenuhi permintaan

kormersial.

Terobosan terbesar Neurosky adalah ketika mereka berhasil

mengembangkan perangkat EEG dengan harga yang cukup murah. Perangkat

tersebut meliputi : sensor kering yang berfungsi menangkap input sinyak dan

gelombang yang dihasilkan oleh otak, perangkat lunak dan perangkat keras bult it

yang mampu mengurangi dan memfilter setiap elektrikal noise, serta think Gear

Chip yang berfungsi sebagai sirkuit pemrosesan sinyal dan penghasil output.

Seluruh perangkat tersebut dapat ditanamkan pada perngkat sederhana serupa

headset

Neurosky Mindwave Headset adalah sensor pengukur gelombang pikiran

buatan perusahaan Neurosky yang menghasilkan pengukuran berupa angka-angka

acak yang menyimbolkan frekuensi gelombang otak yang diterima

[image:41.595.184.453.482.637.2]

(Karvinan, Tero dan Kimmo Karvinan, 2011)

Gambar 2.5 Neurosky Mindwave Headset

Neurosky Mindwave Headset ini terdiri beberapa bagian penting yang

dapat mempengaruhi hasil pembacaan yaitu klip pada telinga (ear clip), sensor

(42)

ujung (sensor arm), dan lengan sensor. Referensi dan ground elektroda headset

berada pada klip telinga (ear clip) dan sensor elektroda yang digunakan untuk

membaca gelombang otak berada pada pengait depan (sensor arm) yang

bertumpu pada dahi di atas mata.

2.4.1 Modul TGAM

Bagian utama dari neurosky mindwave headset ini adalah Modul TGAM. Modul

TGAM adalah modul sensor gelombang otak produksi ASIC neurosky yang

dirancang untuk aplikasi pasar massal. Modul TGAM berisi TGAT, chip yang

berevolusi industri, dengan mattel mindflex yang bernama TIME Magazine.

Berikut ini gambar TGAM neurosky sebagai berikut:

Gambar 2.6. Modul TGAM

Berikut ini adalah konfigurasi dari pin modul TGAM

Header P1 (Electrode)

Pin1: EEG Electrode "EEG"

Pin2: EEG Shield

Pin3: Ground Electrode

Pin4: Reference Shield

Pin5: Reference Electrode "REF"

Header P4 (Power)

 Pin1: VCC "+"

 Pin2: GND "-"

Header P3 (UART/Serial)

 Pin1: GND "-"

(43)

 Pin3: RXD "R"

 Pin4: TXD "T”

[image:43.595.142.486.165.400.2]

Berikut ini spesifikasi dari modul TGAM

Tabel 2.1 Spesifikasi modul TGAM

Sumber Neurosky Inc. 2009

Output dari Modul TGAM ini berupa data serial. Modul ini dapat

membedakan sinyal delta, theta, alpha rendah, alpha tinggi, beta rendah, beta

tinggi dan gelombang gamma. Selain itu modul ini dapat membedakan eSense

meter berupa perhatian (attantion), meditasi (meditation) dan poor signal quality

sebagai penanda kualitas data.

Poor Signal Quality menjelaskan sinyal kurang baik yang diukur oleh

Headset ( ThinkGear) yang berkisar pada nilai 1-200. Pada saat nilai poor signal

quality menunjukkan nilai bukan nol menandakan adanya noise yang terdeteksi,

semakin tinggi nilai yang di tunjukkan maka semakin besar pula noise.

Sementara, nilai 200 memiliki arti khusus, bahwa sensor tidak menyentuh kulit

kepala. Nilai poor signal quality dapat digunakan untuk beberapa aplikasi yang

sensitif seperti mengedipkan mata. Sinyal yang kurang baik dapat di sebabkan

oleh beberapa hal:

(44)

 Kontak yang buruk ke sensor atau referensi untuk kulit seseorang (terkena rambut, atau headset yang tidak benar di kepala seseorang, atau headset tidak

benar ditempatkan di kepala).

 Gerak berlebihan pemakai (yaitu bergerak kepala atau badan berlebihan).  Berlebihan lingkungan elektrostatik (beberapa lingkungan memiliki sinyal

listrik yang kuat atau penumpukan listrik statis di orang yang memakai

sensor).

Esense merupakan suatu algoritma yang dikeluarkan perusahaan NeuroSky

untuk mencirikan keadaan mental seseorang. Untuk menghitung eSense,

teknologi dari Neurosky mengolah sinyal gelombang otak dan menghilangkan

noise dan gerakan otot. Hal ini dapat menunjukkan seberapa efektif pengguna

terlihat dalam keadaan perhatian (mirip dengan konsentrasi) atau meditasi (mirip

dengan relaksasi). Namun pada dasarnya, kemampuan manusia untuk fokus dan

releksasi berbeda antara satu dengan yang lain.

Untuk setiap jenis yang berbeda dari eSense (Attention dan Meditation),

nilai meter dilaporkan pada skala eSense relatif 1 sampai 100. Pada skala ini, nilai

antara 40 sampai 60 pada saat tertentu dalam waktu dianggap "netral". Nilai 60

sampai 80 dianggap "sedikit lebih tinggi", dan dapat ditafsirkan sebagai tingkat

cenderung lebih tinggi dari normal. Nilai 80 hingga 100 dianggap "ditinggikan",

yang berarti terindikasi tingkat tinggi dari eSense itu. Demikian pula, di ujung lain

dari skala, nilai antara 20 sampai 40 mengindikasikan "mengurangi" tingkat dari

eSense, sementara nilai antara 1 sampai 20 menunjukkan "sangat menurunkan"

tingkat dari eSense.

Nilai meteran eSense 0 adalah nilai khusus yang menunjukkan ThinkGear

tidak dapat menghitung tingkat eSense dengan jumlah yang wajar dari

kehandalan. Hal ini karena kebisingan yang berlebihan seperti yang dijelaskan di

bagian poor signal quality di atas (San Jose.2010).

2.4.2 Esense Attantion (Perhatian)

Esense Perhatian menunjukkan intensitas tingkat mental pengguna "fokus" atau

(45)

aktivitas mental. Nilainya berkisar dari 0 sampai 100. Gangguan biasanya terjadi

karena kurangnya fokus, atau kecemasan dapat menurunkan nilai pembacaan.

Data eSense Attention menyatakan mental states pengguna headset yang

berhubungan dengan konsentrasi pikiran. Pada pengujian yang dilakukan

sebelumnya sejumlah cara digunakan untuk meningkatkan nilai data ini yaitu

dengan memfokuskan pikiran pada suatu hal, fokus pada hal yang disukai,

melakukan perhitungan matematis, dan mendengarkan seseorang bicara dengan

penuh perhatian (San Jose. 2009). Tingkat konsentrasi pikiran pengguna headset

dikatakan mulai meningkat apabila mencapai nilai eSense meter 60 – 80 dari jangkauan nilai pengukuran 0~100 (San Jose, 2010).

2.4.3 Esense Metitation (Meditasi)

Esense Meditasi menunjukkan tingkat mental "ketenangan" pengguna atau

"relaksasi". Nilainya berkisar dari 0 sampai 100. Perhatikan bahwa meditasi

adalah ukuran dari kondisi mental seseorang, bukan tingkat fisik, sehingga saat

merilexkan semua otot tubuh mungkin tidak segera menghasilkan tingkat meditasi

tinggi. Namun, bagi kebanyakan orang dalam keadaan yang paling normal, santai

tubuh sering membantu pikiran untuk bersantai juga. Meditasi berhubungan

dengan penurunan aktivitas dengan proses mental yang aktif di otak. Gangguan,

mengembara pikiran, kecemasan, agitasi, dan rangsangan sensorik dapat

menurunkan hasil dari pembacaan (NeuroSky. Inc, 2009).

Data eSense Meditation menyatakan mental states pengguna headset yang

berhubungan dengan relaksasi pikiran. Tingkat relaksasi pikiran pengguna headset

dapat ditingkatkan melalui beberapa cara, diantaranya adalah mengambil napas

dalam-dalam dan perlahan-lahan menghembuskannya, merelakskan semua otot

pada tubuh, mengosongkan pikiran, dan menutup mata (San Jose. 2009). Sama

halnya dengan eSense Attention, tingkat eSense Meditation pengguna headset

(46)

2.5 Mikrokontroller At-Mega 32A

Dalam membangun suatu sistem elektronik yang berbasis pada pengontrolan dan

proses data, diperlukan sebuah IC yang dapat bekerja sebagai otak, dimana pada

IC tersebut akan di tanamkan algoritma program, sehingga alat tersebut mampu

bekerja sesuai dengan algoritme yang ditanamkan. Konfigurasi PIN pada

microocntroller Atmega32 ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

[image:46.595.150.506.233.420.2]

(a) (b)

Gambar 2.7 (a)Konfigurasi pin ATmega32, (b) Bentuk ATmega32

(ATMEL, 2009)

Sebagai pengontrol dan pengolah data kali ini digunakan microcontroller

8 bit produksi ATMEL jenis ATmega32. IC ini dipilih karena telah memiliki

memori yang cukup besar yakni 32 kbyte flash. Sebagai pengontrol dan pengolah

data kali ini digunakan microcontroller 8 bit produksi ATMEL jenis ATmega32.

IC ini dipilih karena telah memiliki memori yang cukup besar yakni 32 kbyte

flash.

ATmega32 merupakan microcontroller dengan arsitektur RISC. Memiliki

32 register dengan fungsi umum yang mana setiap regisiter-nya memiliki

hubungan secara langsung dengan arithmetic logic unit (ALU), sehingga

memperbolehkan 2 register yang independen dapat di akses dalam satu instruksi

unggal dalam satu siklus clock. Arsitektur ini memiliki keistimewaan 10 kali lebih

(47)

ATmega32 memiliki fitur sebagai berikut, antara lain yakni memiliki 32

Kbytes pada memori In-System Programmable Flash Program dengan

kemampuan Read-While-Write, 1024 bytes EEPROM, 2 Kbyte SRAM, 32 kanal

multi guna I/O, 32 register multi guna.

ATMega32 memiliki 8 kanal ADC 10 bit yang memungkinkan untuk

mengkonversi sinyal analog menjadi digital yakni sebanyak 8 kanal dengan

resolusi lebih tinggi dibandingkan ADC 8 bit. Memiliki 3 mode timer/counter

yang fleksibel memungkinkan microcontroller untuk melakukan penghitungan

maupun pewaktuan sehingga memungkinkan untuk mengukur frekuensi osilasi

suatu sinyal. Serial programmable USART juga dimiliki untuk keperluan

komunikasi serial antar peralatan muapun komputer. Masih banyak lagi beberapa

kemampuan ATmega32 yang dapat diaplikasikan dengan berbagai keperluan.

Atmel AVR ATmega32 telah di dukung oleh bahasa pemrograman dan

pengembangan sistem antara lain: C compilers, macro assemblers, program

debugger/simulators, in-circuit emulators, dan evaluation kits (Isnen.M, 2014).

Secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga

ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT89RFxx. Pada dasarnya

yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan

fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan, mereka bisa

dikatakan hampir sama. Oleh karena itu, dipergunakan salah satu AVR produk

Atmel, yaitu ATMega32. Selain mudah didapatkan dan lebih murah, ATMega32

juga memiliki fasilitas yang lengkap. Untuk tipe AVR ada 3 jenis yaitu ATTiny,

AVR klasik, dan ATMega.

Perbedaannya hanya pada fasilitas dan I/O yang tersedia serta fasilitas lain

seperti ADC, EEPROM, dan lain sebagainya. Memiliki teknologi RISC dengan

kecepatan maksimal 16 MHz membuat ATMega32 lebih cepat bila dibandingkan

dengan varian MCS51. Dengan fasilitas yang lengkap tersebut menjadikan

ATMega32 sebagai mikrokontroler yang powerfull. Adapun blok diagramnya

(48)
[image:48.595.151.472.83.518.2]

Gambar 2.8 Blok Diagram ATMega32

Mikrokontroler ATMega32 mempunyai jumlah pin sebanyak 40 buah, dimana 32

pin digunakan untuk keperluan I/O yang dapat menjadi I/O sesuai konfigurasi.

Pada 32 pin tersebut terbago atas 4 bagian (Port), yang masing-masing terdiri dari

8 pin. Pin-pin yang lainnya digunakan untuk keperluan rangkaian osilator, suplay,

reset serta tegangan frekuensi untuk ADC. Berikut deskripsi Pin pada Atmega32.

VCC : berfungsi sebagai suplay digital 5 volt

GND : berfungsi sebagai ground

(49)

dikonversi ke digital. Port A juga berfungsi sebagai kanal input/output dengan

resistor pull-up internal, jika analog ke digital konverter tidak di gunakan (dengan

mengatur fuse bit_nya).

Port B (PB7..PB0) : Port B adalah kanal input/output sebanyak 8 bit dengan

resistor pull-up internal. Selain itu Port B memiliki fungsi

[image:49.595.119.508.253.443.2]

khusus seperti di tuliskan pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Fungsi-fungsi yang dimiliki PORT B, Atmega32

Sumber: ATMEL, 2009

Port C (PC7..PC0) : Port C juga merupakan kanal 8 bit input/output dengan

resistor pull-up internal. Port C memiliki fungsi khusus

seperti di tunjukkan pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3. Fungsi-fungsi yang dimiliki PORT C, Atmega32

[image:49.595.114.517.574.723.2]
(50)

Port D (PD7..PD0) : Port D adalah kanal input/output sebanyak 8 bit dengan

resistor pull-up internal. Selain itu Port D memiliki fungsi

[image:50.595.112.513.188.346.2]

khusus seperti di tuliskan pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4. Fungsi-fungsi yang dimiliki PORT D, Atmega32

Sumber: ATMEL, 2009

RESET : merupakan masukan pulsa untuk me-reset program yang sedang

berjalan.

XTAL1 : jalur masukan ke osilasi penguat inverting dan merupakan masukan

ke clock internal.

XTAL2 : jalur keluaran dari osilasi penguat inverting.

AVCC : AVCC adalah tegangan suplay untuk port A maupun ADC.

Apabila ADC tidak di gunakan, pin ini harus terhubung secara

eksternal ke VCC. Jika ADC digunakan, maka pin ini sebaiknya

terhubung ke VCC melalui low pass filter.

AREF : AREF adalah tegangan referensi analog untuk ADC.

(ATMEL, 2009)

2.6 Arduino

Arduino adalah platform pembuatan prototipe elektronik yang bersifat

open-source hardware yang berdasarkan pada perangkat keras dan perangkat lunak

(51)

desainer, dan siapapun yang tertarik dalam menciptakan objek atau lingkungan

yang interaktif.

Arduino pada awalnya dikembangkan di Ivrea, Italia. Nama Arduino

adalah sebuah nama maskulin yang berarti teman yang kuat. Platform arduino

terdiri dari arduino board, shield, bahasa pemrograman arduino, dan arduino

development environment. Arduino board biasanya memiliki sebuah chip dasar

mikrokontroler Atmel AVR ATmega8 berikut turunannya. Shield adalah sebuah

papan yang dapat dipasang diatas arduino board untuk menambah kemampuan

dari arduino board.

Bahasa pemrograman arduino adalah bahasa pemrograman yang umum

digunakan untuk membuat perangkat lunak yang ditanamkan pada arduino board.

Bahasa pemrograman arduino mirip dengan bahasa pemrograman C++

2.6.1 Arduino Uno

Arduino Uno adalah arduino board yang menggunakan mikrokontroler

ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 pin digital (6 pin dapat digunakan sebagai

output PWM), 6 input analog, sebuah 16 MHz osilator kristal, sebuah koneksi

USB, sebuah konektor sumber tegangan, sebuah header ICSP, dan sebuah tombol

reset. Arduino Uno memuat segala hal yang dibutuhkan untuk mendukung sebuah

mikrokontroler. Hanya dengan menhubungkannya ke sebuah komputer melalui

USB atau memberikan tegangan DC dari baterai atau adaptor AC ke DC sudah

dapat membuanya bekerja. Arduino Uno menggunakan ATmega16U2 yang

diprogram sebagai USB-to-serial converter untuk komunikasi serial ke computer

melalui port USB.

Adapun data teknis board Arduino UNO R3 adalah sebagai berikut:  Mikrokontroler : ATmega328

 Tegangan Operasi : 5V

Tegangan Input (recommended) : 7 - 12 V Tegangan Input (limit) : 6-20 V

Pin digital I/O : 14 (6 diantaranya pin PWM)

(52)

 Arus DC per pin I/O : 40 mA  Arus DC untuk pin 3.3 V : 150 mA

Flash Memory : 32 KB dengan 0.5 KB digunakan untuk bootloader

 SRAM : 2 KB  EEPROM : 1 KB

 Kecepatan Pewaktuan : 16 Mh

2.6.1.1Pin Masukan dan Keluaran Arduino Uno

Masing-masing dari 14 pin digital arduino uno dapat digunakan sebagai masukan

atau keluaran menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite() dan digitalRead().

Setiap pin beroperasi pada tegangan 5 volt. Setiap pin mampu menerima atau

menghasilkan arus maksimum sebasar 40 mA dan memiliki resistor pull-up

internal (diputus secara default) sebesar 20-30 KOhm. Sebagai tambahan,

beberapa pin masukan digital memiliki kegunaan khusus yaitu :

Komunikasi serial: pin 0 (RX) dan pin 1 (TX), digunakan untuk menerima(RX) dan mengirim(TX) data secara serial.

External Interrupt: pin 2 dan pin 3, pin ini dapat dikonfigurasi untuk memicu

sebuah interrupt pada nilai rendah, sisi naik atau turun, atau pada saat terjadi

perubahan nilai.

Pulse-width modulation (PWM): pin 3,5,6,9,10 dan 11, menyediakan

keluaran PWM 8-bit dangan menggunakan fungsi analogWrite().

Serial Peripheral Interface (SPI): pin 10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO) dan 13

(SCK), pin ini mendukung komunikasi SPI dengan menggunakan SPI library.  LED: pin 13, terdapat built-in LED yang terhubung ke pin digital 13. Ketika pin bernilai HIGH maka LED menyala, sebaliknya ketika pin bernilai LOW

maka LED akan padam.

Arduino Uno memiliki 6 masukan analog yang diberi label A0 sampai A5, setiap

pin menyediakan resolusi sebanyak 10 bit (1024 nilai yang berbeda). Secara

default pin mengukur nilai tegangan dari ground (0V) hingga 5V, walaupun

(53)

AREF dan fungsi analog Reference(). Sebagai tambahan beberapa pin masukan

analog memiliki fungsi khusus yaitu pin A4 (SDA) dan pin A5 (SCL) yang

digunakan untuk komunikasi TWI atau I2C dengan menggunakan Wire library

2.6.1.2Sumber Daya dan Pin Tegangan Arduino Uno

Arduino uno dapat diberi daya melalui koneksi USB atau melalui power supply

eksternal. Jika arduino uno dihubungkan ke kedua sumber daya tersebut secara

bersamaan maka arduino uno akan memilih salah satu sumber daya secara

otomatis untuk digunakan. Power supplay external (yang bukan melalui USB)

dapat berasal dari adaptor AC ke DC atau baterai. Adaptor dapat dihubungkan ke

soket power pada arduino uno. Jika menggunakan baterai, ujung kabel yang

dibubungkan ke baterai dimasukkan kedalam pin GND dan Vin yang berada pada

konektor POWER.

Arduino uno dapat beroperasi pada tegangan 6 sampai 20 volt. Jika

arduino uno diberi tegangan di bawah 7 volt, maka pin 5V akan menyediakan

tegangan di bawah 5 volt dan arduino uno munkin bekerja tidak stabil. Jika

diberikan tegangan melebihi 12 volt, penstabil tegangan kemungkinan akan

menjadi terlalu panas dan merusak arduino uno. Tegangan rekomendasi yang

diberikan ke arduino uno berkisar antara 7 sampai 12 volt.

Pin-pin tegangan pada arduino uno adalah sebagai berikut :

 Vin adalah pin untuk mengalirkan sumber tegangan ke arduino uno ketika menggunakan sumber daya eksternal (selain dari koneksi USB atau sumber

daya yang teregulasi lainnya). Sumber tegangan juga dapat disediakan

melalui pin ini jika sumber daya yang digunakan untuk arduino uno dialirkan

melalui soket power.

 5V adalah pin yang menyediakan tegangan teregulasi sebesar 5 volt berasal dari regulator tegangan pada arduino uno.

 3V3 adalah pin yang meyediakan tegangan teregulasi sebesar 3,3 volt berasal dari regulator tegangan pada arduino uno.

(54)

2.6.1.3Peta Memori Arduino Uno

Arduino Uno adalah arduino board yang menggunakan mikrokontroler

ATmega328. Maka peta memori arduino uno sama dengan peta memori pada

mikrokontroler ATmega328.

2.6.1.4Memori Program

ATMega328 memiliki 32K byte On-chip In-System Reprogrammable Flash

Memory untuk menyimpan program. Memori flash dibagi kedalam dua bagian,

yaitu bagian program bootloader dan aplikasi seperti terlihat pada Gambar 2.10.

Bootloader adalah program kecil yang bekerja pada saat sistem dimulai yang

[image:54.595.258.372.340.519.2]

dapat memasukkan seluruh program aplikasi ke dalam memori prosesor.

Gambar 2.9 Peta Memori Program ATMega 328

2.6.1.5Memori Data

Memori data ATMega328 terbagi menjadi 4 bagian, yaitu 32 lokasi untuk register

umum, 64 lokasi untuk register I/O, 160 lokasi untuk register I/O tambahan dan

sisanya 2048 lokasi untuk data SRAM internal. Register umum menempati alamat

data terbawah, yaitu 0x0000 sampai 0x001F. Register I/O menempati 64 alamat

berikutnya mulai dari 0x0020 hingga 0x005F. Register I/O tambahan menempati

(55)

mulai dari 0x0100 hingga 0x08FF digunakan untuk SRAM internal. Peta memori

[image:55.595.261.367.132.390.2]

data dari ATMega 328 dapat dilihat pada Gambar 2.11.

Gambar 2.10 Peta Memori Data ATMega 328

2.6.1.6Memori Data EEPROM

Arduino uno terdiri dari 1 Kbyte memori data EEPROM. Pada memori EEPROM,

data dapat ditulis/dibaca kembali dan ketika catu daya dimatikan, data terakhir

yang ditulis pada memori EEPROM masih tersimpan pada memori ini, atau

dengan kata lain memori EEPROM bersifat nonvolatile. Alamat EEPROM

dimulai dari 0x000 hingga 0x3FF ( Jefry,Yutanto.2016).

2.7 Wireless

Wireless yaitu koneksi antar suatu perangkat dengan perangkat lainnya tanpa

menggunakan kabel dalam mengirimkan sinyal. Gelombang radio dan sinar infra

merah biasa digunakan untuk komunikasi wireless. Dalam sistem komunikasi

wireless terdapat perangkat atau bagian umum gelombang yang berperan yang

(56)

1. Gelombang elektromagnetik.

2. Gelombang mikro.

3. Gelombang radio.

4. Infra merah.

5. Satelit.

Komunikasi wireless memiliki beberapa karekteristik, diantaranya adalah :

1. Menggunakan sebuah media antena dalam mengirim dan menerima sinyal

elektromagnetik.

2. Rentan intereferensi.

3. Umumnya menggunakan 2 GHz – 40 Ghz.

4. Point to point, point to multi point, access point.

5. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin besar potensial

bandwidth dan rate datanya, namun semakin pendek jaraknya.

Adapun kelebihan wireless:

1. Mobility, sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi

access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas

semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas

pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel.

2. Installation speed and simplicity, instalasi sistem wireless LAN bisa cepat

dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang

memalui atap atau pun tembok.

3. Installation flexibility, teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan

untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan

kabel.

4. Reduced cost-of-owner ship, meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh

wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi dari pada

biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wire LAN hardware, namun bila di

perhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle cost-nya, maka

secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja

yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan

yang sering maka keuntungan jangka panjanganya pada suatu wireless LAN

(57)

5. Scalability, sistem wireless LAN bisa dikonfigurasi dalam berbagai macam

topologi untuk memenuhi kebutuhan pangguna yang beragam, konfigurasi

dapat dengan mudah diubah mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai

untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang

mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang

luas (Fitri. Annisa, 2015).

2.8 Transmisi Sinyal Radio

Transmisi data adalah proses yang terjadi antara transmitter dan receiver melalui

suatu media transmisi yang diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu guided

media dan unguided media. Apabila guided media mengacu pada media transmisi

fisik berupa kabel sedangkan unguided media mengacu pada transmisi nirkabel.

Tujuan dari sebuah sistem komunikasi data adalah pertukaran data secara

elektronik antara dua belah pihak.

Radio merupakan transmisi wireless, yang menangkap sinyal melalui

gelombang elektromagnetik (electromagnetic waves). Gelombang

elektromagnetik hadir pada semua tingkatan frekuensi. Subset kecil dari tingkatan

frekuensi yang umum adalah spektrum Radio Frequency (RF) dengan range 9

KHz sampai 300 GHz. Seorang ilmuwan Jerman, Heinrich Hertz,

mendemonstrasikan energi elektrikal (tahun 1887) yang dapat ditransmisikan

melalui ruang gelombang elektromagnetik. Menyusul kemudian, seorang ilmuwan

italia, Guglielmo Marconi, terinspirasikan temuan Hertz, dan lahirlah radio

pertama melalui kreasinya.Radio mentransmisi dan menerima sinyal melalui area

luas dalam bentuk gelombang elektromagnetik, pada tingkat frekuensi tertentu

yang berbeda dengan gelombang elektromagnetis lainnya, seperti spektrum

inframerah dan sinar rontgen (x-rays).

Jaringan wireless menggunakan gelombang radio (Radio Frequency/RF)

untuk melakukan komunikasi data antara transmitter dan receiver. Komunikasi

data merupakan proses pentransmisian data secara elektronik melalui media

(58)

Sistem komunikasi wireless dengan frekuensi radio terdiri dari perangkat

perangkat yang diantaranya adalah :

a. Data (Input)

Yang termasuk data pada komunkasi wireless ini bisa berupa video, audio.

b. Modem (modulator dan demodulator)

Modulasi adalah .proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik

sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan

proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekuensi rendah) bisa

dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa

gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada

suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga

parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi

(berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.

Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator,

sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan

dari dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang

melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem (Bery. Erik, 2016).

Berikut beberapa tujuan dari Modulasi:

1. Transmisi menjadi efisien atau memudahkan pemancaran.

2. Menekan derau atau interferensi.

3. Untuk memudahkan pengaturan alokasi frekuensi radio.

4. Untuk multiplexing: proses penggabungan beberapa sinyal informasi untuk

disalurkan secara bersama-sama melalui satu kanal transmisi.

c. Transmitter

Transmitter merupakan interface yang memodulasi bit stream digital ke

dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang tepat serta mampu

mempropogasikan gelombang tersebut melalui saluran komunikasi.

Transmitter adalah bagian dari sistem komunikasi wireless yang berfungi

untuk mengirimkan data ke tempat lain berupa gelombang radio.

d. Receiver

Receiver berperan untuk menerima data atau sinyal yang dikirimkan oleh

(59)

2.9 RF 433 MHz

RF 433 Mhz (modul frekuensi radio) adalah perangkat elektronik (biasanya) kecil

yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal radio antara dua perangkat.

Modul RF 433Mhz link kit terdiri dari pemancar

Gambar

Gambar alat pengirim sinyal
Gambar 3.2 Rangkaian Sistem Minimum ATMega 32
Gambar 3.4  Rangkaian Transmiter RF433
Gambar 3.5  Rangkaian Transmiter RF433 MHz
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian dari sistem yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa sistem alat rancangan dapat berkerja dengan baik karena hasil proses penyalaan/pemadaman

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan gelombang radio untuk mengontrol lampu dan kipas pada jarak jauh, pada bagian transmitter (remote) terdiri dari keypad,

Antara lain dengan cara menyentuh sebuah peralatan yang menggunakan sensor untuk mengontrol on/off beban listrik, kemudian ada lagi pengontrolan beban listrik

Prinsip kerja alat ini adalah menggunakan gelombang radio untuk mengontrol lampu dan kipas pada jarak jauh, pada bagian transmitter (remote) terdiri dari keypad,

kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau

Maka dibuatlah sistem pendeteksi kekeruhan air di akuarium dengan pemberitahuan jarak jauh melalui radio frekuensi (RF) lalu diberikan buzzer (alarm sebagai

Dari energi cahaya matahari itulah terdapat daya energi sebagai pengganti energi listrik yang akan mengaktifkan seluruh rangkaian alat yang ada dalam alat

Dengan dibuatnnya rancangan penerangan jalan umum menggunakan solar cell dan sensor cahaya (photocell) dapat mengurangi penggunaan energi listrik karena penerangan