• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian pada Distro Babybones

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian pada Distro Babybones"

Copied!
170
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN

PEMBELIAN PADA DISTRO BABYBONES

Tugas Akhir

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan Pada Program Studi Manajemen Informatika Jenjang D3 ( Diploma III )

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Oleh :

Dani Gustaman 1.09.10.093

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)
(3)
(4)

vi

ABSTRACT... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI... vi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL... xv

DAFTAR SIMBOL... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Identifikasi Masalah Dan Rumusan Masalah... 4

1.2.1 Identifikasi Masalah... 4

1.2.1 Rumusan Masalah ... 5

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 5

1.3.1 Maksud Penelitian... 5

1.3.2 Tujuan Penelitian ... 5

(5)

vii

1.4.1 Kegunaan Praktis ... 6

1.4.2 Kegunaan Akademis ... 7

1.5. Pembatasan Masalah ... 7

1.6. Lokasi dan waktu penelitian... 9

BAB II... 11

LANDASAN TEORI ... 11

2.1 Konsep Dasar Sistem... 11

2.1.1 Bentuk Umum Sistem ... 12

2.1.2 Karakteristik Sistem... 12

2.1.3 Klasifikasi Sistem ... 15

2.1.4 Elemen Sistem ... 17

2.2 Pengertian Informasi ... 17

2.2.1 Pengertian Sistem Informasi ... 18

2.2.2 Siklus Informasi ... 18

2.2.3 Kualitas dan Nilai Informasi ... 20

2.2.4 Nilai Informasi ... 21

2.2.5 Konsep Dasar Sistem Informasi... 22

2.2.6 Komponen Sistem Informasi ... 22

2.3 Pengertian Penjualan dan Pembelian... 24

(6)

viii

2.6 Tinjauan Perangkat Lunak... 26

2.6.1 Netbeans... 27

2.6.2 Java ... 27

2.6.3 Wampserver ... 28

2.6.4 Database MySQL... 28

2.6.5 IReport ... 29

BAB III ... 30

OBJEK DAN METODE PENELITIAN... 30

3.1. Objek Penelitian ... 30

3.1.1 Sejarah Singkat Distro Babybones ... 30

3.1.2 Visi dan Misi Distro Babybones ... 31

3.1.3 Struktur Organisasi Distro Babybones... 31

3.1.4 Deskripsi Tugas ... 32

3.2. Metode Penelitian... 34

3.2.1 Desain Penelitian ... 34

3.2.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data ... 34

3.2.2.1 Sumber Data Primer... 35

(7)

ix

3.2.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem ... 36

3.2.3.1 Metode Pendekatan Sistem ... 37

3.2.3.2 Metode Pengembangan Sistem ... 37

3.2.3.3 Alat Bantu Analisis dan Perancangan ... 41

3.2.4 Pengujian Software... 47

BAB IV ... 49

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM ... 49

4.1. Analisis Sistem yang sedang berjalan ... 49

4.1.1 Analisis Dokumen ... 49

4.1.2 Analisis Prosedur Sistem yang berjalan ... 50

4.1.2.1 Flowmap ... 53

4.1.2.2 Diagram Konteks ... 56

4.1.2.3 Data Flow Diagram ... 56

4.1.3 Evaluasi Sistem yang sedang berjalan... 60

4.2. Perancangan Sistem... 61

4.2.1 Tujuan Perancangan Sistem ... 61

4.2.2 Gambaran Umum Sistem yang diusulkan ... 61

4.2.3 Perancangan Prosedur yang diusulkan ... 62

4.2.3.1 Flowmap yang diusulkan ... 64

(8)

x

4.2.4 Perancangan Basis Data ... 76

4.2.4.1 Normalisasi ... 77

4.2.4.2 Relasi Tabel... 80

4.2.4.3 Entity Relation Diagram ... 81

4.2.4.4 Struktur File ... 82

4.2.4.5 Kodefikasi ... 87

4.2.5 Perancangan Antar Muka ... 90

4.2.5.1 Perancangan Struktur Menu... 90

4.2.5.2 Perancangan Input... 92

4.2.5.3 Perancangan Output ... 101

BAB V... 109

PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI ... 109

5.1. Pengujian ... 109

5.1.1 Rencana Pengujian ... 109

5.1.2 Kasus Dan Hasil Pengujian ... 111

5.1.3 Kesimpulan Hasil Pengujian ... 123

5.2. Implementasi ... 124

(9)

xi

5.2.2 Implementasi Perangkat Lunak ... 124

5.2.3 Implementasi Perangkat Keras ... 124

5.2.4 Implementasi Basis Data ... 125

5.2.5 Implementasi Antar Muka... 129

5.2.5.1 Implementasi Halaman Utama ... 129

5.2.5.2 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu File ... 130

5.2.5.3 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu Data... 131

5.2.5.4 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu Transaksi.. 132

5.2.5.5 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu Laporan .... 132

5.2.5.6 Implementasi Halaman Berdasarkan Sub Menu About ... 133

5.2.6 Implementasi Instalasi Program ... 134

5.2.6.1 Instalasi Wampserver ... 134

5.2.6.2 Instalasi JRE ... 138

5.2.6.3 Instalasi Program Distro Babybones ... 140

5.2.7 Penggunaan Program... 143

BAB VI ... 154

KESIMPULAN DAN SARAN... 154

6.1. Kesimpulan... 154

6.1. Saran ... 155

(10)

iii Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

Penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia dengan judul “ SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PEMBELIAN PADA DISTRO BABYBONES”.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang penulis miliki., oleh karena itu dengan senang hati penulis menerima saran dan kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.

(11)

iv ini, terutama kepada:

1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

2. Prof. Dr. Ir Denny Kurniadie MSc., selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

3. Syahrul Mauluddin S.Kom, M.Kom, Selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

4. Wahyu Nurjaya ST, M.Kom , selaku Dosen Wali di Kelas MI 19

5. Andris Sahata S.Kom, M.Kom , selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan dalam penyusunan Tugas Akhir ini.

6. Seluruh Dosen dan Staf Sub Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

7. Kedua Orang Tua beserta keluarga tercinta, yang tidak pernah henti-hentinya memberikan doa, semangat, memberikan kasih sayangnya untuk penulis setiap waktu, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

8. Seluruh teman-teman di Universitas Komputer Indonesia, yang tidak dapat disebutkan satu persatu khususnya anak-anak MI 19 tahun 2010.

(12)

v

Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandung, Juli 2013

(13)

156

DAFTAR PUSTAKA

http://www.wartawarga. gunadarma.ac.id/pengertian_barang-3.

http:www.bisnis.pusatkaospolosmurah.com/pengertian-distro-dan-clothing-company.

http://netbeans.org/index_id.

http://ftikom-unmul.nstars.org/t461-pengertian-javakekurangan-dan-kelebihan. http://www.edisusanto.com/menggunakan-mysql.

http://mylo.stikom-bali.ac.id/ Pengertian Jaringan Komputer. http://tutorialjavanetbeanmysql.blogspot.com

http://pemogramanvisual.com/2011/12/komponen-swing-container-panel-dialog.html?m=1

(14)

1

1.1 Latar Belakang Masalah

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dewasa ini, informasi merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan suatu pekerjaan dan kegiatan. Teknologi informasi merupakan sarana yang sangat penting dan menunjang bagi suatu perusahaan baik negeri maupun swasta dalam skala kecil, sedang, ataupun besar, sehingga dengan informasi dapat diharapkan sebagai pendukung untuk meningkatkan dari segi persaingan bisnis dan kinerja sumber daya manusianya, sehingga perusahaan tersebut dapat dengan mudah melakukan aktivitas bisnis mereka.

Teknologi informasi merupakan komputer berbasis teknologi komunikasi untuk memproses, menampilkan serta mengelola data beserta informasi data tersebut. Pada masa sekarang ini, teknologi diterapkan dalam berbagai bidang. Hal ini untuk membantu kegiatan pengolahan data barang, dan lain-lain. Tanpa informasi suatu perusahaan tidak bisa menjalankan kegiatan operasional perusahaan dengan baik. Oleh sebab itu untuk menunjang pelaksanaan yang baik dan teratur, maka diperlukan suatu sistem yang terkomputerisasi.

(15)

2

diproduksi oleh usaha konveksi. Salah satu tempat distro yang ada di kota Bandung adalahdistroBabybones.

Distro Babybones merupakan sebuah sebuah toko yang bergerak di bidang pakaian anak - anak atau bergerak dalam dunia fashion. Usaha distro sangat berkembang ditandai dengan jumlah koleksi desain yang bertambah banyak. Penambahan barang terjadi saat produksi telah selesai dari supplierdan masuk ke toko, sedangkan barang akan berkurang saat melakukan transaksi dari penjualan. setiap transaksi dicatat untuk mengetahui tipe dan jenis barang, jumlah barang yang terjual dan sisanya serta mengetahui jumlah sirkulasi uang tunai yang beredar di distro.

Selama ini proses pengolahan data barang dan pengecekan data barang di distro Babybones belum terkomputerisasi. Dimana sistem pengolahannya masih dilakukan secara manual yaitu dalam setiap transaksi penjualan, pengisian data barang, pembelian barang, sampai proses transaksi barang dan pembuatan laporan masih berupa arsip-arsip. Seperti dalam satu transaksi penjualan, melakukan pencatatan data barang masih menggunakan dokumen kertas sehingga proses pengolahan datanya membutuhkan waktu yang lama.

(16)

Tabel1.1 Jumlah Transaksi Penjualan Distro Babybones

Bulan Tahun

Nama Barang Dan Jumlah Barang Yang Keluar

Pendapatan

Dilihat dari tabel 1.1 bahwa setiap bulannya cukup banyak barang yang

terjual dan banyak juga jumlah transaksi penjualannya, data barang yang masuk

serta laporan laporan penjualan. Oleh sebab itu, diperlukan perbaikan sistem dalam proses pengolahan data dan diharapkan distro tersebut mampu melakukan

(17)

4

informasi penjualan tersebut dapat melakukan serangkaian aktifitas pengolahan

data yang dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pihak distro itu

sendiri.

Berdasarkan permasalahan diatas maka judul yang diambil adalah

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PEMBELIAN PADA DISTRO BABYBONES”.

1.2 Identifikasi Masalah Dan Rumusan Masalah 1.2.1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pernyataan pada latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan identifikasi masalah sebagai berikut :

1. Proses pengolahan data penjualan, data pembelian barang, dan pengecekan data stok barang di Distro Babybones belum terkomputerisasi. Dimana sistem pengolahannya masih dilakukan secara manual sehingga petugas dalam melakukan pencatatan data barang masih menggunakan dokumen kertas. Sehingga mempunyai resiko yaitu kehilangan data dan sulitnya melakukan pencarian data. 2. Proses pembuatan laporan penjualan , pembelian barang

(18)

1.2.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana mengetahui sistem informasi penjualan dan pembelian yang sedang berjalan di Distro Babybones.

2. Bagaimana merancang sistem informasi penjualan dan pembelian yang diusulkan di Distro Babybones yang terkomputerisasi dengan menggunakan bahasa pemrograman dan database menjadi sebuah aplikasi .

3. Bagaimana pengujian sistem informasi penjualan dan pembelian di Distro Babybones.

4. Bagaimana implementasi sistem informasi penjualan dan pembelian di Distro Babybones.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1. Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah agar proses pengolahan data barang, pengecekan data barang, pembelian barang dan dalam setiap transaksi penjualan, dan pembuatan laporan di Distro Babybones dapat terkomputerisasi.

1.3.2. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

(19)

6

yang sedang berjalan di Distro Babybones.

2. Untuk merancang sistem dalam pengolahan data barang, pengecekan data barang, pembelian barang dan dalam setiap transaksi penjualan, serta pembuatan laporan di Distro Babybones. 3. Untuk melakukan pengujian sistem informasi penjualan dan

pembelian pada Distro Babybones agar terbebas dari kesalahan. 4. Untuk membuat implementasi sistem informasi penjualan dan

pembelian pada Distro Babybones.

1.4. Kegunaan Penelitian 1.4.1. Kegunaan Praktis

a. Bagi Distro Babybones

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan membantu proses pengerjaan perusahaan terutama dalam pengolahan data barang, pemesanan , pembelian barang, pengecekan data stok barang dan dalam setiap transaksi penjualan di Distro Babybones.

b. Bagi Konsumen

(20)

1.4.2. Kegunaan Akademis a. Bagi Pengembangan Ilmu

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembanding antara ilmu yang didapatkan selama belajar di bangku perkuliahan dengan kedaan yang terjadi langsung di lapangan. Sehingga ilmu yang didapatkan selama belajar di bangku perkuliahan dapat dikembangkan semaksimal mungkin.

b. Bagi Penulis

Berguna untuk menambah wawasan ilmu manajemen informatika. Karena turun langsung ke lapangan dan meneliti sistem informasi yang ada pada Distro Babybones. Sehingga penulis mengerti secara teori dan praktek.

c. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti lain sebagai referensi untuk penelitian sejenis sehingga dapat dikembangkan dengan lebih lanjut.

1.5 Pembatasan Masalah

(21)

8

1. Program yang dibuat hanya berkaitan dengan penjualan barang , data stok barang, data konsumen, pemesanan dan pembelian barang dari supplier, serta laporan penjualan dan pembelian barang.

2. Dalam proses transaksi penjualan pembayaran dilakukan secara tunai. 3. Retur penjualan berlaku untuk konsumen yang membeli glosiran atau

eceran / hanya beli satuan dan dalam jangka waktu 3 hari dan bisa ditukar barang yang sama.

4. Retur penjualan barang hanya bisa 1 kali dan retur di kembali kan pada saat pemesanan barang yang sejenis dengan barang retur.

(22)

1.6. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi dan tempat penulis melakukan penelitian yaitu pada Distro Babybones yang berlokasi di Jalan Trunojoyo no. 23 Bandung . Berik ut goo gle map lok asi n ya.

Gambar 1.1Google map jalan Trunojoyo no. 23 Bandung

(23)

10

Tabel 1.2 Jadwal Kegiatan Penelitian

TAHAP

2013

Maret April Mei Juni

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Mengidentifikasi kebutuhan user a. Observasi b. Wawancara c. Pengumpulan data Membangun prototype sistem dasar yang akan dirancang

a. Perancangan sistem b. Pembuatan sistem Menggunakan prototype a. Evaluasi prototype yang telah dibuat

b. Rancangan dan perbaikan sesuai analisis pengujian

c. Perbaikan rancangan prototype

(24)

2.1. Konsep Dasar Sistem

Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedur dan elemennya, Prosedur didefinisikan sebagai suatu urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, kapan dikerjakan, dan bagaimana mengerjakannya.

Pertama, pendekatan yang menekankan pada prosedurnya, m e n u r u t Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005:3) mendefinisikan sitem sebagai berikut:

“Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,

berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Kedua, pendekatan yang lebih menekankan pada elemen atau kelompoknya, yang mendefinisikan sistem sebagai berikut:

“Sistem sebagai seperangkat elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang

sama untuk mencapai tujuan bersama”.

(25)

✁ ✂

untuk mencapai suatu tujuan.

Dari pengertan diatas sistem dapat diartikan sebagai kumpulan atau grup dari bagian atau komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

2.1.1 Bentuk Umum Sistem

Bentuk umum sistem dari suatu sistem terdiri atas masukan (input), proses dan keluaran (output), dalam bentuk umum sistem ini terdapat satu atau lebih masukan yang akan diproses dan akan menghasilkan suatu keluaran.

INPUT PROSES OUTPUT

Gambar 2.1.1 Bentuk Umum Sistem

(Sumber : Jogiyanto, 2005, Analisis dan Desain Sistem Informasi)

2.1.2. Karakteristik Sistem

(26)

keluaran, pengolahan dan sasaran atau tujuan. a. Komponen Sistem (Component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen atau elemen yang saling berinteraksi dan bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-Komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian- bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengatuhi proses sistem secara utuh. b. Batasan Sistem(Boundary)

Batasan Sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem(environment)

(27)

✆ ✝

d. Penghubung Sistem(Interface)

Penghubung Sistem merupakan media penghubung antara subsistem yang memungkinkan sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya. Melaui penghubung ini kemungkinan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan mejadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem(input)

Masukan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan signal inputyaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran sistem. f. Keluaran Sistem(output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lainnya.

g. Pengolahan Sistem(process)

(28)

yang akan merubah masukan menjadi keluaran. h. Sasaran Sistem (Object)

Suatu sistem pasti mempunyai sasaran (objective) atau tujuan (goal) yang ingin dicapai. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Klasifikasi sistem menurut Jogiyanto Hartono (2000:687) adalah sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut :

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik.

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak nampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah suatu sistem dari unsur – unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dimana sistem – sistem tersebut lebih sekedar kerangka–kerangka konsep belaka.

2. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

(29)

✠6

sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luar.

3. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia.

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena alam (tidak dibuat oleh manusia). Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia.

4. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu

Sistem Tertentu adalah beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi interaksi diantara bagian – bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan. Sedangkan Sistem Tak Tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

5. Sistem Sementara dan Selamanya

Suatu sistem yang mungkin digunakan untuk selamanya mungkin juga digunakan untuk sementara.

6. Sistem Yang Bisa Beradaptasi dan Tidak Beradaptasi

Berdasarkan fleksibilitas, karakteristik suatu sistemdapat diberikan apakah sistem tersebut dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dilingkungan atau tidak.

7. Sistem Subsistem dan Supersistem

(30)

sedangkan supersistem adalah sistem lebih besar.

2.1.4. Elemen Sistem

Menurut Jogiyanto (2005:4) elemen sistem adalah suatu sistem terdiri dari sejumlah elemen yang saling berinteraksi, yang artinya saling kerjasama membentuk satu kesatuan.

Pendekatan suatu sistem yang merupakan suatu jaringan prosedur lebih menekankan pada urutan-urutan operasi di dalam sistem, sedangkan pendekatan yang menekankan pada elemen-elemen atau komponen merupakan interaksi antar elemen atau komponen atau mencapai sasaran atau tujuan sistem.

2.2. Pengertian Informasi

Menurut McFaden dkk, dalam Abdul Kadir (2003:31) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

Menurut Davis dalam Abdul Kadir (2003:31), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.

(31)

☞8

2.2.1. Pengertian Sistem Informasi

Definisi sistem informasi menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005:13) adalah sebagai berikut:

a. Suatu sistem dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.

b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.

c. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.2.2. Siklus Informasi

(32)

Pertama-tama data dimasukan kedalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar untuk membuat suatu keputusan atau membuat tindakan tertentu. Dari tindakan atau keputusan tersebut akan menghasilkan kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukan kedalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk sebuah siklus informasi (Information Cycle) atau siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut :

Masukan Data Proses Model Keluaran Informasi

Data Ditangkap Basis Penerima

Data

Hasil Tindakan Tindakan Keputusan

Gambar 2.2.2 Siklus Informasi

[Sumber: Jogyanto Hartanto, 2005, Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstuktur Teori dan Praktis Aplikasi

(33)

✍ ✎

2.2.3 Kualitas dan Nilai Informasi

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005 : 11) kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut :

1. Relevan (relevancy), seberapa jauh tingkat relevansi informasi tersebut terhadap kenyataan kejadian masa lalu, kejadian hari ini, dan kejadian yang akan datang. Informasi yang berkualitas akan mampu menunjukan benang merah relevansi kejadian masa lalu, hari ini, dan masa depan sebagai bentuk aktivitas yang kongkrit dan mampu dilaksanakan , dan dibuktikan oleh siapa saja.

2. Akurat (accuracy), suatu informasi dikatakan berkualitas jika seluruh kebutuhan informasi tersebut telah tersampaikan (Completeness), seluruh pesan telah benar / sesuai (Correctness), serta pesan yang disampaikan sudah lengkap atau hanya sistem yang diinginkan oleh user.

3. Tepat waktu (timeliness), berbagai proses dapat diselesaikan dengan tepat waktu, laporan-laporan yang dibutuhkan dapat disampaikan tepat waktu.

(34)

dampak yang luar terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan teknologi informasi.

5. Efesien (efficiency), informasi yang berkualitas memiliki sintaks ataupun kalimat yang sederhana, namun mampu memberikan makna dan hasil yang mendalam.

6. Dapat dipercaya (reliability), informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Sumber tersebut telah teruji tingkat kejujurannya.

2.2.4. Nilai Informasi

(35)

✒✒

2.2.5. Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Kusrini S.Kom dan Andri Koniyo ( 2007 : 8 ), Untuk menghasilkan yang berkualitas maka dibuatlah sistem informasi. Sistem informasi oleh Robert A. Laitch dan K.Roscoe Bavis sebagai berikut : “ Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan. “

Definisi umum sistem informasi adalah : “sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan”.

Kesimpulan dari pengertian diatas bahwa sistem informasi merupakan kumpulan sistem yang di olah untuk di buat menjadi pengambilan keputusan suatu organisasi.

2.2.6. Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski dalam Jogiyanto (2005:12) mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok basis data (database

(36)

Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing- masing saling berintegrasi satu sama lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang dimasukan, yang dapat berupa dokumen dasar.

2. Blok Model

Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentransformasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi

(37)

✕ ✖

analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).

5. Blok Basis Data

Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali

Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

2.3. Pengertian Penjualan Dan Pembelian

Pengertian penjualan menurut Chairul Marom (2002:28) menyatakan bahwa penjualan artinya penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok perusahaan yang biasanya dilakukan secara teratur.

Penjualan merupakan suatu transaksi yang melibatkan minimal dua orang atau lebih , Dengan kata lain penjualan adalah suatu kegiatan yang menawarkan barang yang dimiliki kepada calon pembeli jika harga dan jumlah barang sesuai dan telah disepakati oleh calon pembeli maka kegiatan penjualan terjadi.

(38)

maka secara langsung dapat merugikan perusahaan. Hal ini dapat disebabkan karena sasaran penjualan yang diharapkan tidak tercapai dan pendapatan pun akan berkurang.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah persetujuan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli, dimana penjual menawarkan suatu produk dengan harapan pembeli dapat menyerahkan sejumlah uang sebagai alat ukur produk tersebut sebesar harga jual yang telah disepakati.

Pembelian adalah proses terjadinya pengadaan barang yang tergolong kurang memenuhi kebutuhan yang di perlukan. Pembelian merupakan salah satu kegiatan dari pembelanjaan. Pembelian juga mempunyai peranan yang penting, sama halnya dengan penjualan yaitu untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Dalam kamus Bahasa Indonesia [http://kamusbahasaindonesia.org/beli]. Beli adalah memiliki barang dengan menukarkan sesuatu pada pemilik sebelumnya (biasanya dengan uang). Jadi pembelian adalah proses penukaran barang yang dilakukan oleh pihak ke-I yang mempunyai barang (penjual) kepada pihak ke-II yang akan membeli barang (pembeli) kemudian ditukar dengan uang.

2.3.1 Pengertian Sistem Informasi Penjualan

(39)

✙6

diterimanya pesanan dari pembeli, pengecekan barang ada atau tidak ada dan diteruskan dengan pengiriman barang yang disertai dengan pembuatan faktur dan mengadakan pencatatan atas penjualan yang berlaku.

2.4. Definisi Barang

Barang adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat di raba, termasuk bungkus, harga, prestise perusahaan, dan pengecer. Pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. (http://www.wartawarga. gunadarma.ac.id/pengertian_barang-3).

2.5 Pengertian Distro

Distro singkatan dari distribution storeyang bias diartikan sebagai tempat/ outlet/toko yang secara khusus mendistribusikan produk dari suatu komunitas. Biasanya berasal dari komunitas music band-bandindependent atau istilahnya band indie dan komunitas skateboard. Produk - produknya biasanya terdiri dari album – album band indie sampai ke pernak perniknya seperti kaos dan aksesoris lainnya. (Sumber :http:www.bisnis.pusatkaospolosmurah.com/pengertian-distro-dan-clothing-company/).

2.6. Tinjauan Perangkat Lunak

(40)

diperlukan oleh pemakai untuk mencapai tujuan. 2.6.1 Netbeans

Netbeans adalah suatu bahasa pemograman (development language) berbasis IDE (integrated development environment) yang ditulis dalam bahasa pemprograman Java. Proyek NetBeans IDE ini terdiri dari berbagai sumber yang memiliki fitur lengkap yang bersifat terbuka dan seluruhnya ditulis dalam bahasa pemprograman java dan platform aplikasi klien yang handal, yang dapat digunakan untuk merancang berbagai macam aplikasi perangkat lunak. (http://netbeans.org/index_id).

2.6.2 Java

Java adalah bahasa pemrograman pada computer sama seperti pendahulunya c++. Bahasa pemrograman ini dikembangkan oleh Sun microsystems yang dikembangkan pada tahun 1995. Awalnya java diciptakan pada tahun 1991 oleh Patrick Naughton, Mike Sheridon, James Gosling dan Bill Joy beserta programmer sun microsystems. Uniknya nama java diambil dari nama pulau jawa (bahasa inggris jawa) karena James Gosling “Bapak Java” menyukai kopi tubruk yang berasal dari pulau Jawa.

(41)

✜8

digunakan oleh banyak orang. Bahasa pemrograman ini juga dapat digunakan oleh banyak sistem operasi seperti : Microsoft Windows, Linux, Mac OS, dan Sun Solaris (Multiplatform).

(http://ftikom-unmul.nstars.org/t461-pengertian-javakekurangan-dan-kelebihan).

2.6.3 Wampserver

Wamp adalah sebuah aplikasi yang dapat menjadikan komputer kita menjadi sebuah server. Kegunaan wamp server ini untuk membuat jaringan local sendiri dalam artian kita dapat membuat website secara offline untuk masa coba-coba di komputer.

(http://www.maniacms.web.id/2012_01_01archive.html?m=1)

2.6.4 D

atabase My SQL

(42)

basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. (http://www.edisusanto.com/menggunakan-mysql).

2.6.5 IReport

Salah satu komponen penting dalam sebuah Sistem Informasi adalah output atau merupakan informasi yang dihasilkan dari sebuah proses pengolahan data dan telah diolah dengan cara tertentu sesuai kebutuhan, sehingga didapat berbagai format laporan, baik berupa teks maupun grafik Di dalam implementasinya, sering ditemukan client / perusahaan yang menginginkan bentuk report atau format yang berbeda dengan format standar yang dimiliki oleh aplikasi. Untuk mengakomodasi kebutuhan ini, RetailSoft memilih aplikasi iReport. iReport merupakan ‘Visual Report Designer’untuk JasperReports yang merupakan salah satu aplikasi open source populer untuk reporting yang berbasis teknologi Java, iReport bersifat free dan dapat dipergunakan untuk merancang dan menghasilkan report dari berbagai sumber data dan dapat menghasilkan report yang dapat ditampilkan di layar atau di ekspor ke pdf, html, xml, open office (odf), text, csv atau bahkan word (rtf). iReport menggunakan library yang dimiliki oleh JasperReports, dimana library ini dapat diintegrasikan

dengan berbagai aplikasi bisnis.

(43)

30

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian

Dalam menentukan objek penelitian, penulis melakukan penelitiannya di Distro Babybones Bandung yang berlokasi di Jalan Trunojoyo No.23 Bandung. Distro ini belum memiliki sistem informasi penjualan dan pembelian yang terkomputerisasi seperti penjualan barang, pembelian, stok data barang, data barang, data karyawan, data pelanggan, transaksi penjualan dan laporan penjualan. Maka penulis akan melakukan penelitian untuk membangun sebuah Sistem Informasi penjualan dan pembelian pada Distro Babybones Bandung.

3.1.1. Sejarah Singkat Distro Babybones

Distro Babybones berdiri pada bulan februari tahun 2006 di kota Bandung yang berlokasi di jalan Trunojoyo no 23 Bandung. Babybones selalu mendefinisikan dan memberikan pengalaman kreatif anak, Distro babybones adalah merek pakaian eklusif anak-anak yang tumbuh dengan mengidentifikasi peluang yang muncul, dan bersama-sama membawa strategi dengan desain yang berbeda dan sangat menarik.

(44)

diproduksi dengan standar berkualitas tertinggi, menggunakan etika dan praktik ritel agar tumbuh berkembang dengan bertanggung jawab. Maka dari itu pakaian berkualitas yang selalu hadir di toko kami.

3.1.2. Visi dan Misi Distro Babybones

Visi Distro Babybones adalah selalu membuat konsumen puas dengan hasil karyanya. Sedan gkan Misi kami adalah untuk menginspirasi anak-anak untuk selalu berpikir positif. Satu anak, satu T-Shirt, satu lingkungan pada suatu waktu.

3.1.3. Struktur Organisasi Distro Babybones

Gambar 3.1.3.Struktur Organisasi Distro Babybones PEMILIK /

PIMPINAN

(45)

32

3.1.4. Deskripsi Tugas

Apapun perusahaannya untuk menjalankan tugas dan kegiatannya selalu berusaha mempunyai job description yang baik untuk mengmbangkan perusahaan nya tersebut.

Adapun uraian tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang pokok Organisasi Distro Babybones sebagai berikut :

1. Pemilik / Pimpinan

a. Memimpin dan mengkoordinasi seluruh kegiatan

b. Menyediakan biaya yang dibutuhkan distro untuk

memproduksi suatu produk.

c. Memeriksa laporan penjualan, pembelian dan laporan keuangan dari transaksi yang berlangsung.

d. Menghitung gaji pegawai.

e. Mengevaluasi semua kegiatan yang telah dilaksanakan

f. Menetapkan dan mengesahkan kebijakan yang menyangkut eksistensi perusahaan.

g. Melaksanakan pemeriksaan yang meliputi seluruh aspek kegiatan penjualan dan pembelian barang.

2. Bagian Penjualan.

(46)

b. Melayani pembayaran pelanggan secara tunai

c. Mengkoordinir semua aktifitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua pelanggan yang diarahkan untuk pemenuhan kepuasan pelanggan dan meningkatkan jumlah pelanggan toko.

d. Melakukan evaluasi berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas operasional sehari-hari.

e. Mengolah transaksi penjualan dan barang masuk. f. Membuat laporan penjualan.

3. Bagian Keuangan

a. Bertanggung jawab atas semua kegiatan keuangan b. Bertanggung jawab atas patty cash yang dipegang c. Mengurus arus barang yang akan diproduksi d. Mengecek laporan penjualan.

4. Gudang

a. Melakukan pengecekan barang yang ada.

b. Melakukan pemesanan barang kepadasupplier jika stok barang

telah habis.

(47)

34

3.2. Metode Penelitian

Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan metode Deskriptif Analisis, yaitu memaparkan data-data yang diperoleh dari dalam perusahaan yang berhubungan erat dengan penelitian kemudian dilakukan analisa dengan tujuan menemukan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi.

3.2.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian deskriptif yang dimana metode deskriptif pada pendekatan kasus pada d i s t r o Babybones, yaitu suatu metode dengan tujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu. Pada tahap pertama penulis melakukan dengan cara mengumpulkan data dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu, dan pada tahap berikutnya penulis mengolah dan membahas sampai pada suatu kesimpulan yang pada akhirnya dapat dibuat suatu laporan untuk melampirkan semua kegiatan yang dikerjakan selama dilakukannya penelitian di Distro Babybones .

3.2.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data

(48)

3.2.2.1. Sumber Data Primer

Sumber data primer yaitu data atau segala informasi yang diperoleh dan didapat oleh penulis langsung dari sumber- sumber pertama dari individu atau sekelompok bagian dari objek penelitian, yaitu dengan cara observasi, wawancara, mengamati dan mencatat.

1. Observasi

Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan langsung terjun ke lapangan untuk mengamati permasalahan yang terjadi dalam perusahaan secara langsung ditempat kejadian. Adapun observasi yang dilaksanakan di D i s t r o Babybones permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak babybones terutama dalam input data barang, pembelian, laporan penjualan dan nota transaksi penjualan yang belum terkomputerisasi yang dapat mengakibatkan berkas berkas hilang, rusak yang dapat mengganggu kelangsungan kerja dibabybones .

2. Wawancara

(49)

36

organisasi Adapun wawancara yang dilaksanakan dengan organisasi Adapun wawancara yang dilaksanakan dengan pihak Distro Babybones , wawancara dengan pimpinan, bagian gudang, kasir / shopkeeper.

3.2.2.2 Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan dengan baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain. Data primer disajikan antara lain dalam bentuk tabel– tabel / diagram atau segala informasi yang berasal dari literatur yang ada hubungannya dengan teori-teori mengenai topik penelitian.

Dalam pengumpulan data sekunder penulis menggunakan cara dokumentasi yaitu penelitian dimana didalam pengambilan datanya penulis melakukan pengambilan data atau dokumentasi berupa laporan penjualan. Laporan penjualan yang diambil digunakan untuk perlengkapan data yang didapat. Selain itu penulis juga melihat referensi dari penulisan skripsi sebelumnya yang berkaitan dengan judul.

3.2.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Adapun metode-metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas

akhir ini antara lain, metode pendekatan menggunakan sistem berorientasi data

(50)

model.

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem yang digunakan dalam perancangan sistem informasi ini adalah pendekatan terstruktur. Pada pendekatan sistem ini terdapat alat bantu juga seperti Flowmap, Diagram Kontek, Data Flow Diagram (DFD), kamus data, normalisasi, tabel relasi danEntiti Relationship Diagram (ERD).

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem

Menurut Jogiyanto (2005 : 196) Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah installasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.

(51)

38

Menggunakan sistem operasional

Gambar 3.2.3.2Prototype Model

(Sumber : http://mylo.stikom-bali.ac.id/ Pengertian Jaringan Komputer)

(52)

Model tersebut meliputi kegiatan aktifitas sebagai berikut. 1. Rekayasa dan Pemodelan Sistem (System Engineering)

Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.

2. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Analysis)

Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka harus mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang bersangkutan dibutuhkan pemakai. Kebutuhan dari hasil analisis ini harus dapat dilaksanakan, diukur, diuji, terkait dengan kebutuhan bisnis yang teridentifikasi, serta didefinisikan sampai tingkat detil yang memadai untuk desain sistem.

3. Perancangan (Design)

Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya.

(53)

40

dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan. 4. Pengkodean (Coding)

Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

5. Pengujian (Testing)

Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.

6. Pemeliharaan (Maintenance)

(54)

dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Alat bantu analisis dan perancangan atau yang sering disebut peralatan yang dipakai dalam pendekatan terstruktur kadang-kadang dikelompokkan ke dalam desain dan peralatan analisis. Beberapa alat bantu analisis dan perancangan yang akan dijelaskan pada sub bab berikut diantaranya adalah diagram alir (flow map), diagram konteks, data flow diagram (DFD), kamus data dan perancangan basis data yang meliputi normalisasi dan tabel relasi.

1. Flow Map

Flow Map disebut juga diagram aliran dokumen atau diagram prosedur kerja merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan termasuk tembusan-tembusannya. Flow map menggambarkan pergerakan proses diantara unit kerja yang berbeda-beda, sekaligus menggambarkan arus dari dokumen, aliran data fisik, entitas-entitas sistem informasi dan kegiatan operasi yang berhubungan dengan sistem informasi. Kegunaan dari Flow Map ini adalah :

1. Menggambarkan aktivitas apa saja yang sedang berjalan. 2. Menjabarkan aliran dokumen yang terlihat.

(55)

42

informasi dengan bagian- bagian dalam aktivitas tersebut.

2. Diagram Konteks

Menururt Andri Kristanto (2007 : 70) diagram konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entiti luar, masukan dan keluaran dari sistem. Diagram konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

3. Data Flow Diagram

Menurut Roger. S. Pressman, Ph. D (2002 : 40)DFD (Data Flow Diagram) merupakan sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. Menururt Andri Kristanto (2007 : 64) symbol-simbol Data Flow Diagram(DFD), diantaranya :

1. Entiti Luar

Entiti luar digambarkan dengan symbol persegi biasa. Entiti luar merupakan sumber atu tujuan dari aliran data dari atau ke sistem.

2. Aliran Data

(56)

proses yang lainnya. 3. Proses

Menggambarkan suatu proses yang mentransformasikan data secara umum yang digambarkan dengan sebuah lingkaran.

4. Tempat Penyimpanan

Tempat penyimpanan merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan data atau file. Simbol dari berkas ini digambarkan dengan garis paralel.

4. Kamus Data

Menurut Roger. S. Pressman, Ph. D (2002 : 40) Kamus data adalah sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan system, dengan definisi yang tegar an teliti, sehingga pemakai dan analisis system akan memiliki pemahaman yang umum mengenai input, output, dan komponen penyimpan dan bahkan kalkulasi inter-mediate. Elemen-elemen dalam kamus data :

1. Nama arus data, karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD, maka nama dari arus data juga harus dicatat di kamus data.

(57)

44

lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur, sedangkan bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.

3. Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Keterangan ini perlu dicatat di kamus data agar mudah mencari arus data di DAD.

4. Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di kamus data terdiri dari item-item data apa saja.

5. Perancangan Basis Data a. Normalisasi

(58)

dipenuhi oleh tabel-tabel tersebut pada level-level normalisasi. Ada macam-macam bentuk normalisasi, diantaranya adalah bentuk tidak normal, bentuk normal pertama, bentuk normal kedua dan bentuk normal ketiga. Aturan-aturan dalam masing-masing bentuk normalisasi tersebut adalah sebagai berikut (Abdul Kadir, 2002: 54) :

1. Bentuk tidak normal

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan disimpan, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi dan data dikumpulkan apa adanya.

2. Bentuk normal pertama

Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama (1NF) bila setiap kolom bernilai tunggal untuk setiap baris. Ini berarti bahwa nama kolom yang berulang cukup diwakili oleh sebuah nama kolom (tidak perlu ada indeks dalam memberi nama kolom).

3. Bentuk normal kedua

(59)

46

sepenuhnya terhadap kunci primer. Suatu kolom disebut tergantung sepenuhnya terhadap kunci primer jika nilai pada suatu kolom selalu bernilai sama untuk suatu nilai kunci primer yang sama.

4. Bentuk normal ketiga

Suatu tabel berada dalam bentuk normal ketiga (3NF) jika tabel berada dalam bentuk normal kedua, setiap kolom bukan kunci primer tidak memiliki ketergantungan secara transitif terhadap kunci primer.

b. Tabel Relasi

Tabel Relasi adalah hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan tabel yang lainnya, yang berfungsi untuk mengatur operasi suatudatabase.

1. One To One Relationship 2 File

Hubungan one to one relationship adalah hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu banding satu

2. One To Many Relationship 2 File

(60)

berbanding banyak.

3. Many To Many Relationship 2 File

Hubungan many to many relationship ialah relasi antara suatu file dengan file yang keduanya mempunyai relasi banyak berbanding banyak.

c. Entity Relationship Diagram

Merupakan model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan, ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data dengan ERD, kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan

3.2.4. Pengujian Software

Pengujian Software (perangkat lunak) adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan mempersentasikan kajian pokok dari spesifikasi,desain dan pengkodean. Roger Pressman (2002:59).

Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem

tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini

digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar.

Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang

(61)

48

Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam katagori sebagai berikut :

1. Fungsi yang tidak benar atau hilang. 2. Kesalahan antar muka (Interface).

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal. 4. Kesalahan kinerja.

(62)

49 4.1. Analisis sistem yang sedang berjalan

Analisis sistem yang sedang berjalan merupakan suatu proses analisis terhadap sistem informasi yang sedang berjalan di Distro Babybones saat ini. Analisis tersebut dilakukan baik terhadap dokumen-dokumen maupun terhadap proses atau prosedur yang sedang berjalan.

4.1.1. Analisis Dokumen

Analisis dokumen ini dilakukan guna untuk mengetahui dokumen apa saja yang menjadi input, proses, dan output dari sistem ini. Dokumen input adalah dokumen yang akan diproses oleh sistem yang biasanya dilakukan oleh entitas luar system (konsumen), dokumen proses adalah dokumen yang diperlukan oleh sistem dalam melakukan kegiatan penjualan barang, sedangkan yang menjadi dokumen output adalah dokumen yang dihasilkan oleh proses olahan sistem, yang berasal dari dalam sistem ke entitas luar (berupa nota Penjualan).

(63)

50

1. Dokumen data barang, 2. Nota penjualan,

3. Dokumen data penjualan dan pembelian barang .

4.1.2. Analisis prosedur sistem yang berjalan

Analisis prosedur sistem yang memberikan gambaran tentang sistem yang saat ini sedang berjalan. Analisis prosedur bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut sehingga kelebihan dan kekurangan sistem dapat diketahui.

1. Proses penjualan yang sedang berjalan di Distro Babybones adalah sebagai berikut :

1. Konsumen memberikan barang pada bagian penjualan lalu bagian penjualan mengecek label barang untuk memeriksa stok yang tersedia.

2. Bila barang tersedia maka bagian penjualan akan membuat nota penjualan jika tidak ada maka akan dikonfirmasi kembali ke konsumen.

(64)

4. Laporan penjualan barang akan disimpan di arsip penjualan barang dan 1 rangkap akan diberikan ke bagian keuangan.

5. Bagian keuangan akan menverifikasi laporan penjualan barang

setelah laporan diverifikasi maka laporan tersebut diberikan kepada pimpinan.

2. Proses pembelian yang sedang berjalan di Distro Babybones adalah sebagai berikut :

1. Bagian gudang memeriksa arsip stok barang serta memeriksa barang yang akan diretur dan membuat list pemesanan barang dan diberikan kepada bagian keuangan.

2. Bagian keuangan mengecek list pemesanan barang dari bagian gudang setelah di cek maka disetujui dan diberikan ke supplier. 3. Supplier menyetujui pemesanan barang dan membuat nota

pembelian dan menyiapkan barang yang dipesan diberikan kepada bagian gudang.

4. Bagian gudang mengecek nota pembelian dan barang yang dipesan dan memberikan nota pembelian yang sudah di cek kepada bagian keuangan untuk proses pembayaran nota pembelian.

(65)

52

disimpan di arsip pembelian barang juga.

6. Bagian keuangan akan menverifikasi laporan pembelian barang setelah laporan diverifikasi maka laporan tersebut diberikan kepada pimpinan.

3. Prosedur Retur penjualan yang sedang berjalan di Distro Babybones adalah sebagai berikut :

1. Konsumen membawa barang yang ingin diretur dan nota penjualan. 2. Bagian penjualan melakukan pengecekan dan mencocokan nota

penjualan, apabila cocok dan barang yang ingin diretur tidak melebihi 3 hari maka barang bisa diretur dan di simpan di arsip data barang retur, apabila nota penjualan tidak cocok dan atau sudah melebihi 3 hari maka barang tidak bisa diretur.

3. Kalau barang sama dengan barang yang diretur akan mengecek ke stok barang, jika ada maka barang diberikan ke konsumen dan bagian penjualan membuatkan nota baru.

(66)

4.1.2.1. Flow Map

Flowmap adalah diagram aliran data yang menunjukan aliran aliran data dan proses dari suatu sistem yang sedang berjalan. Proses penjualan barang yang sedang berjalan di Distro babybones berikut :

(67)

54

Keterangan :

1 : Stok barang

2 : Arsip Laporan Penjualan Barang

Proses pembelian barang yang sedang berjalan di Distro babybones seperti berikut :

(68)

Keterangan :

1 : Stok barang

2 : Arsip Laporan Pembelian Barang

Proses retur penjualan barang yang sedang berjalan di Distro babybones seperti berikut :

(69)

56

Keterangan :

1 : Data barang retur

2 : Arsip Laporan Retur Barang

4.1.2.2. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah diagram arus data yang berfungsi untuk menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-bagain luar sistem. Adapun diagram konteks yang sedang berjalan di Distro Babybones, sebagai berikut :

Gambar 4.4.Diagram Konteks Yang Sedang Berjalan

4.1.2.3. Data Flow Diagram

(70)

DFD ini merupakan proses-proses yang terjadi dalam diagram konteks. DFD yang terjadi, yaitu :

(71)

58

Gambar 4.6.DFD Level 2 Proses 1 Penjualan

(72)
(73)

60

4.1.3. Evaluasi Sistem Yang sedang Berjalan

Mengevaluasi suatu sistem yang sedang berjalan pada suatu perusahaan tempat penulis melakukan penelitian sangatlah penting karena untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada serta berusaha untuk memperbaikinya. Setelah melakukan analisis terhadap sistem informasi tentang penjualan dan pembelian pada Distro Babybones maka penulis menemukan kelemahan dari sistem tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sering terjadi kesalahan dalam pengolahan data transaksi penjualan 2. Kinerja dari sistem yang ada belum efektif terjadi penumpukan

arsip yang tidak teratur , sehingga keamanan dari datanya kurang terjamin.

3. Dalam pencarian data barang, data faktur mengalami kesulitan 4. Keterlambatan dalam penyusunan laporan-laporan

5. Pembelian barang dilakukan berdasarkan perkiraan tanpa mengetahui secara pasti stok barang yang ada.

(74)

kinerjanya menjadi lebih efisien.

4.2. Perancangan Sistem

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

Tujuan dari perancangan sistem merupakan proses penyiapan spesifikasi yang terperinci untuk pengembangan suatu sistem baru, langkah permulaan perancangan sistem adalah rencana pengembangan disiapkan selama sistem dimodifikasi dan disetujui oleh manajemen, tahap perancangannya harus mengisi semua perincian rencana suatu pengembangan agar sistem yang baru dapat diimplementasikan dengan memuaskan.

Tujuan perancangan suatu sistem secara global adalah membentuk kerangka sistem pengolahan data dengan bantuan computer agar sistem yang ada menjadi lebih terkomputerisasi.

4.2.2. Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

(75)

62

4.2.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan

Perancangan prosedur merupakan awal dari pembuatan sistem yang akan dibuat, dimana dapat dilihat proses-proses apa saja yang nantinya diperlukan dalam pembuatan suatu sistem. Sedangkan perancangan prosedur yang diusulkan merupakan tahap untuk memperbaiki atau meningkatkan efesiensi kerja.

1. Proses penjualan yang diusulkan di Distro babybones adalah sebagai berikut :

1. Konsumen akan memberikan label barang dan data konsumen kepada bagian penjualan dan bagian penjualan akan mengecek label barang, bila barang tidak ada akan dikonfirmasi kembali ke konsumen jika ada maka sistem akan menginput data konsumen , data penjualan dan mencetak nota penjualan lalu diberikan ke konsumen.

2. Bagian penjualan akan mencetak laporan penjualan dari sistem dan laporan penjualan tersebut diberikan kepada bagian keuangan . 3. Bagian keuangan memberikan laporan penjualan kepada pimpinan, dan

(76)

2. Proses pembelian yang diusulkan di Distro babybones adalah sebagai berikut :

1. Bagian gudang mengecek stok barang dan mengecek barang yang akan diretur lalu mencetak list pemesanan barang dari sistem dan list pemesanan barang tersebut diberikan kepada bagian keuangan.

2. Bagian keuangan mengecek dan menyetujui list pemesanan barang dan list pemesanan barang tersebut di berikan kepada supplier.

3. Supplier mengecek list pemesanan barang dan menyetujuinya lalu membuat dokumen pesanan barang dan nota pembelian, dan di berikan kepada bagian gudang.

4. Bagian gudang menerima pesanan barang dan nota pembelian , bagian gudang mengecek nota pembelian dan pesanan barang kemudian nota pembelian yang sudah di cek diberikan kepada bagian keuangan untuk proses pembayaran.

5. Bagian gudang mengentry pesanan barang tersebut disistem.

6. Bagian gudang mencetak laporan pembelian dan diberikan kepada bagian keuangan dan bagian keuangan diberikan kepada pimpinan.

(77)

64

3. Prosedur retur penjualan yang diusulkan di Distro Babybones adalah sebagai berikut :

1. Konsumen membawa barang yang ingin diretur dan nota penjualan.

2. Bagian penjualan melakukan input data nota penjualan yang di retur untuk pengecekan dan mencocokan nota penjualan, apabila cocok dan barang yang ingin diretur tidak melebihi 3 hari maka barang bisa diretur, apabila nota penjualan tidak cocok dan atau sudah melebihi 3 hari maka barang tidak bisa diretur.

3. Kalau barang sama dengan barang yang diretur akan mengecek ke stok barang yang ada di database, jika ada bagian penjualan input nota retur barang dan mencetak nya, dan barang diberikan ke pelanggan.

4. Bagian penjualan input laporan baru atau buat laporan baru dan bagian penjualan memberikan laporan baru kepada pimpinan.

4.2.3.1 Flowmap yang di usulkan

(78)
(79)

66

(80)
(81)

68

4.2.3.2. Diagram Konteks yang Diusulkan

Diagram konteks adalah diagram arus data yang berfungsi untuk menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-again luar sistem. Adapun diagram konteks yang Diusulkan di Distro Babybones, sebagai berikut :

Gambar 4.12.Diagram Konteks Yang Diusulkan

4.2.3.3.Data Flow Diagram

(82)

dan DFD bagian penjualan

(83)

70

Gambar 4.14.DFD Level 2 Proses 1 Yang diusulkan

Di bawah ini merupakan DFD Level 1 Proses 2 Pembelian yang diusulkan :

(84)

Di bawah ini merupakan DFD Level 1 Proses 3 Retur Penjualan Barang yang diusulkan :

Gambar 4.16.DFD Level 1 Retur Penjualan Yang di usulkan

(85)

72

Kamus data adalah suatu kamus yang berfungsi untuk mendeskripsikan data dan aliran informasi yang ada di Data Flow Diagram, kamus data digunakan dalam perancangan basis data yang dipakai dalam pembuatan program aplikasi.

1. Kamus data untuk data barang Nama Arus Data : Data barang

Alias :

-Bentuk Data : Data barang Arus Data : F. Data Barang

Penjelasan : Merupakan dokumen yang berisi data barang.

Periode : Pada saat pengecekan barang

Struktur Data : kode_barang, nama_barang, stok_brg, hrg_jual.

2. Kamus data untuk data penjualan Nama Arus Data : Data Penjualan

Alias :

-Bentuk Data : Nota Penjualan

(86)

PenjualanProses 1.3

Penjelasan : Merupakan dokumen yang berisi

data penjualan barang Periode : Pada saat penjualan barang

Struktur Data : no_faktur, kode_pelanggan, kode _barang,

tgl_jual, harga_jual , qty_jual, jmlh_harga,

total_jual, nik, keterangan, diskon, bayar,

kembali. .

3. Kamus data untuk data pembelian Nama Arus Data : Data Pembelian

Alias :

-Bentuk Data : Dokumen

Arus Data : Data BarangProses 2.1

Penjelasan : Merupakan formulir yang berisi data pembelian barang

Periode : Pada saat pembelian barang

Struktur Data : kode_beli , tgl_beli, kode_supplier, kode_barang, nama_barang,

(87)

74

Nama Arus Data : Data Retur Barang

Alias :

-Bentuk Data : Dokumen

Arus Data : Data ReturProses 3.1Proses 3.2 Penjelasan : Merupakan Dokumen yang berisi

data retur barang Periode : Pada saat retur barang

Struktur Data : no_retur, no_faktur, tgl_beli, tgl_retur, kode_barang, jumlah, ket_rtr, tukar_brg. 4. Laporan Data Barang

Nama Arus Data : Laporan Data Barang

Alias :

-Bentuk Data : Laporan

Arus Data : Proses 1.1- F. Data Barang F. Data BarangProses 2.4 Proses 2.5F. Data Barang Penjelasan : Merupakan laporan yang berisi

Laporan data barang Periode : Akhir Bulan

(88)

5. Laporan Data Penjualan

Nama Arus Data : Laporan Data Penjualan

Alias :

-Bentuk Data : Laporan

Arus Data : Penjualan-Proses 1.4

Penjelasan : Merupakan laporan yang berisi laporan penjualan barang.

Periode : Periode, bulanan, tahunan

Struktur Data : no_faktur, tgl_jual, kode_barang,

kode_pelanggan, harga_jual, qty_jual, keterangan, jmlh_harga, total_jual, diskon , total.

6. Laporan Data Pembelian

Nama Arus Data : Laporan Data Pembelian

Alias :

-Bentuk Data : Laporan

Arus Data : Pembelian–Proses 2.7

Penjelasan : Merupakan laporan yang berisi data mengenai laporan data pembelian Periode : Periode, bulanan, tahunan.

(89)

76

harga_beli, jmlh_beli, total_beli.

7. Laporan Data Retur Barang

Nama Arus Data : Laporan Data Retur Barang

Alias :

-Bentuk Data : Laporan

Arus Data : Proses 3.4–Laporan Retur Penjualan Penjelasan : Merupakan laporan yang berisi

laporan retur barang.

Periode : Pada saat pemesanan barang berikut nya Struktur Data : no_retur , no_faktur, tgl_beli,

kode_barang, jumlah, ket_retur, tkar_brg.

4.2.4. Perancangan Basis Data

Basis data merupakan himpunan kelompok data yang saling berkaitan dan tempat untuk menampung seluruh data yang ada dalam sistem, sehingga dapat dieksplorisasi untuk menyusun informasi-informasi dalam berbagai bentuk.

(90)

Pada perancangan basis data ini digunakan beberapa peralatan untuk mendukung proses pembentukan database tersebut. Peralatan-peralatan yang digunakan untuk membentuk basis data antara lain normalisasi, ERD, tabel relasi, dan struktur file.

4.2.4.1. Normalisasi

Normalisasi merupakan suatu proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukan entity dan relasinya yang berfungsi untuk menghilangkan redudansi data, menentukan key yang unik untuk mengakses data atau merupakan pembentukan relation sedemikian rupa sehingga database tersebut mudah dimodifikasi.

1. Bentuk Unnormalisasi

Penjualan, Pembelian, Retur ={ kode_barang, nama_barang, harga_jual, stok_brg, kode_barang, jenis, no_faktur, tgl_jual, kode_barang, qty_jual, jmlh_harga, kode_pelanggan, keterangan, nik, no_faktur, total_jual, diskon, bayar, kembali, kode_pelanggan, nama_pel, tlp_pel, kode_beli, tgl_beli, kode_supplier, kode_barang, nama_barang, harga_beli, qty, jmlh_harga, kode_beli, total_beli, no_retur, no_faktur, tgl_beli, tgl_retur, kode_barang, jumlah, ket_retur, tukar_brg, kode_supplier, nama_supplier, alamat, no_tlp, kode_psn, kode_barang, nama_brg, qty_psn, tgl_pesan , kode_supplier, no_retur, brg_retur, jumlah_retur, gambar}

(91)

78

Penjualan, Pembelian, Retur ={ kode_barang, nama_barang, harga_jual, stok_brg, jenis, no_faktur, tgl_jual, qty_jual, jmlh_harga, keterangan, nik, total_jual, diskon, bayar, kembali, kode_pelanggan, nama_pel, tlp_pel, kode_beli, tgl_beli, harga_beli, qty, jmlh_harga, total_beli, no_retur, tgl_beli, tgl_retur, jumlah, ket_retur, tukar_brg, kode_supplier, nama_supplier, alamat, no_tlp , kode_psn, nama_brg, qty_psn, tgl_pesan, brg_retur, jumlah_retur, gambar}

Bentuk Normal Ke 2

Data Barang = { kode_barang *, jenis, nama_barang, hrg_jual, stok_brg}

Data Penjualan = { no_faktur *, kode_barang**, kode_pelanggan**, tgl_jual, qty_jual, jmlh_harga , total_jual , diskon , nik , keterangan, bayar , kembali }

Data Konsumen = { kode_pelanggan*, nama_pel, tlp_pel }

Data Pemesanan = { kode_psn*, kode_barang**, nama_brg ,tgl_pesan, qty_psn, kode_supplier, no_retur**, brg_retur,

jumlah_retur, gambar }

Data Pembelian = { kode_beli *, kode_barang**, tgl_beli, harga_beli, harga_jual, qty, jmlh_harga, total_beli,

(92)

Data Supplier = { kode_supplier* , nama_supplier, alamat, no_tlp, } Data Retur = { no_retur* , no_faktur**, tgl_beli, tgl_retur,

kode_barang, jumlah, ket_retur, tukar_brg}

Bentuk normal Ke 3

Data Barang = { kode_barang *, nama_barang, harga_jual, stok_brg}

Jenis Barang = { kode_barang **, jenis }

Data Penjualan = { no_faktur** , kode_barang**, tgl_jual, qty_jual, diskon, jmlh_harga , keterangan, nik,

kode_pelanggan**}

Detail Jual = { no_faktur*, total_jual, bayar , kembali} Data Konsumen = { kode_pelanggan*, nama_pel, tlp_pel }

Data Pemesanan = { kode_psn*, kode_barang**, nama_brg ,tgl_pesan, qty_psn, kode_supplier**, no_retur**, brg_retur, jumlah_retur, gambar }

Data Pembelian = { kode_beli **, kode_barang**, tgl_beli, harga_beli, harga_jual, qty, jmlh_harga, total_beli,

kode_supplier**} Detail Beli = { kode_beli *, total_beli }

(93)

80

kode_barang, jumlah, ket_retur, tukar_brg}

Keterangan :

* : Primary Key ** : Foreign Key

4.2.4.2. Relasi Tabel

Tabel relasi adalah table hubungan antara suatu himpunan entitas dengan entitas yang lainnya.

Gambar 4.17.Relasi Tabel

(94)

Entity Relation Diagram (ERD) merupakan suatu diagram yang menggambarkan rancangan data yang akan disimpan atau dibentuk logika yang akan dipakai untuk menganalisa dan mendesain suatu basis data yang akan dibentuk. Adapun ERD pada penjualan dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

(95)

82

Struktur file merupakan suatu objek sistem perangkat lunak yang merupakan elemen-elemen dari sistem perangkat lunak yang dirancang struktur file menentukan struktur fisik database yang menunjukan struktur dari elemenn data yang menyatakan panjang elemen data dan jeni data. Berikut ini struktur file yang diusulkan sebagai berikut:

1. File Barang

Nama : barang

Deskripsi : tempat penyimpanan data barang

Tabel 4.1.Barang

No fieldname type Length keterangan

1 Kode_barang Varchar 20 Primary key

2 Nama_barang Varchar 30

3 Harga_jual Int 11

4 Stok_brg Int 11

2. File Konsumen

Nama : konsumen

Deskripsi : tempat penyimpanan data konsumen

Gambar

Gambar 3.1.3. Struktur Organisasi Distro Babybones
Gambar 4.1 Flowmap Penjualan barang yang berjalan
Gambar 4.2 Flowmap Pembelian barang yang berjalan
Gambar 4.3 Flowmap Retur barang yang berjalan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Mengisi data provinsi dengan benar.. Tabel 4.39 Pengujian Form

Tabel 5, Tampilan pengujian data SKPD Kasus dan hasil pengujian Data masukan Yang diharapkan Hasil pengamatan Kesimpulan Menambah kan skpd pada form Data akan masuk dan

Kasus dan Hasil Uji (Data Normal) Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Input data lokasi perkebunan secara lengkap Penyimpanan data ke dalam file mst_lokasi

Form ini digunakan untuk menambah data Barang. Pengguna langsung bisa mengisi data pada textbox , dimana textbox id karyawan, id pembelian, nama karyawan, id barang, jumlah

Pengujian Menu Transaksi Penjualan Tabel 9 Pengujian Tambah Data Penjualan Kasus dan Hasil Uji Data Normal Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan No faktur, customer,

berikut ini adalah tabel hasil pengujian input data pelanggan : Tabel 4.3 Tabel Pengujian Input Data Pelanggan Kasus dan hasil uji input data pelanggan data normal Data Masukan Yang

Data Nilai Hasil Tes Calon Siswa Tabel 7 Pengujian Form Data Nilai Hasil Tes Calon Siswa Kasus dan Hasil Uji Simpan Data Data Masukan Mengisi atribut data nilai hasil tes calon

Hasil Pengujian Form Permintaan Barang Tabel .13 Tabel Hasil Pengujian Form Permintaan Barang KASUS DAN HASIL UJI Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Klik tombol