Informasi Dokumen
- Penulis:
- Ita Basitha Firman
- Pengajar:
- Fita Fathurokhmah, M.Si
- Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
- Mata Pelajaran: Komunikasi dan Penyiaran Islam
- Topik: Representasi Kultur Islam Dalam Tayangan Adzan Magrib Di RCTI
- Tipe: skripsi
- Tahun: 1435 H / 2014 M
- Kota: Jakarta
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini membahas latar belakang masalah yang berkaitan dengan perkembangan televisi di Indonesia dan pentingnya tayangan adzan. Penelitian ini menyoroti bagaimana tayangan adzan di RCTI merepresentasikan kultur Islam melalui alur cerita yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung dalam tayangan adzan magrib RCTI serta representasi nilai-nilai Islam dalam konteks sosial.
1.1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang menjelaskan kemajuan televisi di Indonesia dan pentingnya tayangan adzan sebagai media untuk menyampaikan pesan keagamaan. Dengan banyaknya stasiun televisi, tayangan adzan diharapkan dapat mengingatkan umat Islam untuk melaksanakan shalat. Penekanan pada representasi kultur Islam dalam tayangan adzan menjadi fokus utama penelitian ini.
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terdapat dalam tayangan adzan magrib RCTI dan apa yang direpresentasikan oleh RCTI dalam alur cerita adzan. Penelitian ini berfokus pada analisis semiotika untuk memahami simbol-simbol yang muncul dalam tayangan tersebut.
1.3. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi positif dalam bidang ilmu komunikasi, khususnya dalam analisis semiotika. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi mahasiswa dan praktisi komunikasi mengenai tayangan adzan di televisi.
II. KAJIAN TEORITIS
Bab ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk teori representasi dari Chris Barker dan analisis semiotika dari Charles Sanders Peirce. Teori-teori ini digunakan untuk menganalisis bagaimana tayangan adzan merepresentasikan kultur Islam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
2.1. Teori Representasi Chris Barker
Teori representasi menjelaskan bagaimana media membangun makna melalui tanda dan simbol. Representasi dalam media berfungsi untuk mengkonstruksi realitas sosial dan budaya. Dalam konteks tayangan adzan, representasi ini penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam disampaikan kepada masyarakat.
2.2. Semiotika
Semiotika adalah studi tentang tanda dan makna. Charles Sanders Peirce membagi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Analisis semiotika digunakan untuk memahami bagaimana tayangan adzan merepresentasikan nilai-nilai keislaman melalui penggunaan berbagai simbol dan tanda.
III. PROFIL DAN GAMBARAN RCTI
Bab ini memberikan gambaran tentang RCTI sebagai stasiun televisi yang menjadi subjek penelitian. Informasi mengenai sejarah, visi, misi, dan program tayangan adzan di RCTI disampaikan untuk memberikan konteks yang lebih baik tentang penelitian ini.
3.1. Sejarah Perkembangan RCTI
RCTI merupakan stasiun televisi swasta pertama di Indonesia yang telah berkembang pesat sejak didirikan. Dengan jangkauan yang luas, RCTI menjadi salah satu media utama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, termasuk tayangan adzan magrib.
3.2. Profil Tayangan Adzan
Tayangan adzan di RCTI memiliki ciri khas yang berbeda dengan stasiun televisi lainnya. RCTI mengemas tayangan adzan dengan alur cerita yang menekankan nilai kasih sayang seorang ibu, yang menjadi fokus utama dalam representasi kultur Islam dalam tayangan tersebut.
IV. TEMUAN DAN ANALISIS DATA
Bab ini menyajikan hasil penelitian mengenai analisis tayangan adzan magrib RCTI. Melalui analisis semiotika, peneliti menemukan makna yang terkandung dalam tayangan dan bagaimana tayangan tersebut merepresentasikan kultur Islam.
4.1. Analisis Semiotika
Analisis semiotika dilakukan untuk memahami tanda-tanda yang muncul dalam tayangan adzan. Peneliti menemukan bahwa tayangan adzan RCTI tidak hanya mengajak untuk shalat, tetapi juga menekankan hubungan emosional antara ibu dan anak sebagai representasi nilai-nilai Islam.
4.2. Temuan Representasi Kultur Islam
Temuan menunjukkan bahwa tayangan adzan di RCTI merepresentasikan kultur Islam melalui simbol-simbol yang berkaitan dengan kasih sayang, pengingat untuk beribadah, dan pentingnya hubungan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa media dapat menjadi alat yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan.
V. PENUTUP
Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam studi komunikasi dan representasi budaya Islam di media.
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tayangan adzan magrib di RCTI berhasil merepresentasikan kultur Islam dengan cara yang inovatif. Melalui alur cerita yang menekankan kasih sayang, tayangan ini berhasil menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat.
5.2. Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang pengaruh tayangan adzan di media lain dan bagaimana representasi kultur Islam dapat ditingkatkan untuk menarik perhatian generasi muda.
Referensi Dokumen
- Pedoman Dan Tuntunan Shalat Lengkap ( Abdul Kadir Nuhuyanan )
- Manusia yang Dicintai dan Dibenci Allah: Kunci-Kunci Menjadi Kekasih Allah ( Adnan Tharsyah )
- Analisis Teks Media ( Alex Sobur )
- Semiotika Komunikasi ( Alex Sobur )
- Metode Penelitian Komunikasi: Teori dan Aplikasi ( Antonius Birowo )