• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH FORMULASI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Oestreatus) DAN TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIK, ORGANOLEPTIK DAN KIMIA KERUPUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH FORMULASI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Oestreatus) DAN TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIK, ORGANOLEPTIK DAN KIMIA KERUPUK"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar
Tabel 1.  Komposisi dan kandungan nutrisi jamur tiram per 100 g (%bk)
Tabel 2.  Kandungan asam amino esensial jamur tiram putih (per 100 g protein)
Tabel 3.  Standar Nasional Indonesia tapioka 01–3451–1994
+5

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah penambahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus sp.) pada adonan bakso ayam meningkatkan kualitas kimia

Oleh karena itu perlu ditentukan jenis dan konsentrasi bahan pengikat yang tepat dalam pembuatan produk nugget jamur tiram putih ditinjau dari sifat kimia (kadar air,

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi terigu yang digunakan, maka semakin tinggi pula kadar air, kadar protein, nilai redness , dan nilai yellowness

Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan kadar protein pada tiap sampel yaitu jumlah bahan yang dicampur pada tiap perlakuan, waktu perebusan yang dapat mengakibatkan

Kandungan air dan kadar abu pada briket baglog jamur tiram putih yang rendah diduga karena karbonisasi cerobong dan karbonisasi sangrai menghasilkan

Semakin tinggi proporsi tapioka yang ditambahkan, kadar air kerupuk mentah dan matang, volume pengembangan, dan daya serap minyak meningkat namun kerupuk menjadi lebih

Hasil analisa varian menunjukkan bahwa penambahan jamur tiram dalam adonan bakso ayam broiler memberikan pengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap nilai komposisi

Pengaruh penambahan tepung kacang merah dan tapioka terhadap springiness bakso analog jamur tiram putih dengan texture analyzer Perlakuan µ P0 9,45a P1 9,30 a P2 7,63b P3