Analisis Efisiensi Ekonomis Minyak Goreng pada Perusahaan Minyak Goreng
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Efisiensi harga (alokatif) pada daerah penelitian nilainya lebih besar dari 1, yaitu sebesar 4,43 yang artinya penggunaan input produksi belum efisien secara
Dari Tabel 15 diketahui bahwa penggu- naan faktor produksi sudah optimal atau efisien secara ekonomis, dengan kata lain keuntungan maksimum sudah tercapai,
Penggunaan faktor produksi lahan, urea, pupuk kandang, dan tenaga kerja belum efisien sehingga perlu ditambah, sedangkan penggunaan faktor produksi bibit dan pupuk
Penggunaan modal kerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk belum efisien, karena perusahaan belum mampu membayar hutang jangka pendek sehingga perusahaan tidak berada
Semarak kota Bitung masih belum efisien, begitu pula dengan biaya pemesanan yang belum ekonomis, hal ini ditunjukan dengan biaya persediaan perusahaan lebih besar
Secara ekonomis, penggunaan faktor produksi ternak, konsentrat, tenaga kerja dan perawatan biogas belum mencapai efisiensi ekonomi, sedangkan faktor produksi hijauan, biaya
Menurut Widyananto (2010) konsep yang digunakan dalam efisiensi ekonomi adalah meminimalkan biaya artinya suatu proses produksi akan efisien secara ekonomis pada suatu
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengendalian biaya kualitas pada Aksan Bakery belum dilakukan secara efisien karena biaya kualitas