• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Efisiensi Ekonomis Minyak Goreng pada Perusahaan Minyak Goreng

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Efisiensi Ekonomis Minyak Goreng pada Perusahaan Minyak Goreng"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Jumlah dan Kapasitas produksi pabrik Minyak Goreng asal kelapa  sawit dirinci menurut propinsi
Tabel 2. Data Perusahaan yang mengolah minyak CPO di Sumatera Utara
Gambar 3. Produksi RBD Olein PT. SATU
Gambar 5. Produksi Fatty Acid PT. SATU
+7

Referensi

Dokumen terkait

Efisiensi harga (alokatif) pada daerah penelitian nilainya lebih besar dari 1, yaitu sebesar 4,43 yang artinya penggunaan input produksi belum efisien secara

Dari Tabel 15 diketahui bahwa penggu- naan faktor produksi sudah optimal atau efisien secara ekonomis, dengan kata lain keuntungan maksimum sudah tercapai,

Penggunaan faktor produksi lahan, urea, pupuk kandang, dan tenaga kerja belum efisien sehingga perlu ditambah, sedangkan penggunaan faktor produksi bibit dan pupuk

Penggunaan modal kerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk belum efisien, karena perusahaan belum mampu membayar hutang jangka pendek sehingga perusahaan tidak berada

Semarak kota Bitung masih belum efisien, begitu pula dengan biaya pemesanan yang belum ekonomis, hal ini ditunjukan dengan biaya persediaan perusahaan lebih besar

Secara ekonomis, penggunaan faktor produksi ternak, konsentrat, tenaga kerja dan perawatan biogas belum mencapai efisiensi ekonomi, sedangkan faktor produksi hijauan, biaya

Menurut Widyananto (2010) konsep yang digunakan dalam efisiensi ekonomi adalah meminimalkan biaya artinya suatu proses produksi akan efisien secara ekonomis pada suatu

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengendalian biaya kualitas pada Aksan Bakery belum dilakukan secara efisien karena biaya kualitas