• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Jaringan Komputer di Imaji Studio Photo Sukabumi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembangunan Jaringan Komputer di Imaji Studio Photo Sukabumi"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER

DI IMAJI STUDIO PHOTO SUKABUMI

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk memenuhi Tugas Matakuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

Muhammad Rizky 10109405

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

(2)

LAMPIRAN E

(3)
(4)

LAMPIRAN D

(5)
(6)

LAMPIRAN E

(7)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

IDENTITAS PRIBADI

Nama : Muhammad Rizky

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir : Bukittingi, 09 oktober 1990

Usia : 23 tahun

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Warga Negara : Indonesia

Alamat : Jl. Gagak No. 126

Kecamatan cibeunying kaler

Bandung

No telepon : 082116320505

E-mail : [email protected]

PENDIDIKAN FORMAL

(8)

iii

1.5 Metode Penelitian ... 2

1.6 Sistematika Penulisan ... 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Profil Nata Artha IT Solution Provider ... 4

2.1.1 Sejarah Nata Artha IT Solution ... 4

2.1.2 Logo Nata Artha IT Solution ... 4

2.1.3 Struktur Organisasi dan Job Deskripsi ... 5

(9)

iv 3.1 Pembangunan Jaringan Komputer ... 22

3.1.1 Pemasangan Kabel dan Peralatan Jaringan Komputer Lantai 3... 22

3.1.2 Pemasangan Kabel dan Peralatan Jaringan Komputer Lantai 2... 24

3.1.3 Pemasangan Kabel dan Peralatan Jaringan Komputer Lantai 1... 24

(10)

v

BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan ... 45

4.2 Saran ... 45

DAFTAR PUSTAKA ... 47

(11)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat

rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menuangkan ide dan gagasan dalam

karya ilmiah Laporan Kerja Praktek ini. Dengan mengambil objek penelitian di

Bagian Teknis Pelaksanaan, saya mengangkat judul : “PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER DI IMAJI STUDIO PHOTO SUKABUMI”.

Laporan Kerja Praktek diajukan untuk memenuhi syarat mata kuliah kerja

praktek program studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,

Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung. Dengan terselesaikannya

Laporan Kerja Praktek ini, saya ungkapkan rasa syukur yang tiada terhingga kepada

Allah SWT. Dan tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua Orang Tua yang saya hormati yang telah memberikan kepada saya

dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan tugas ini.

2. Bapak Irawan Afrianto, S.T.,M.T. selaku ketua jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

3. Ibu Sufa’atin, S.T.,M.Kom. selaku dosen wali IF-3 sekaligus dosen

pembimbing.

4. Bapak Taufik Pontoh, S.Kom selaku pembimbing kerja praktek.

5. Rekan-rekan IF-9 angkatan 2010.

Maka dengan segala kerendahan hati saya pun menyadari bahwa laporan

(12)

kesempurnaan.Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat saya

harapkan demi perbaikan kualitas karya ilmiah dan proses pembelajaran saya.

Akhir kata, saya berharap semoga laporan ini dapat member sedikit

sumbangsih bagi perkembangan dunia intelektualitas, khususnya bagi diri sendiri.

Bandung Februari 2014

(13)

DAFTAR PUSTAKA

1. Cisco Networking Simplified Second Edition Jim Doherty

Neil Anderson

Indianapolis, IN 46240 USA

2. Wireshark and Ethereal, Angela Orebaugh, Syngress Publishing Inc, 2007 3. Cisco IOS in a Nutshell, James Boney, OReilly.

(14)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Nata Artha IT Solution adalah salah satu IT Konsultan yang berada di bandung, Berdiri pada pertengahan September 2013 Nata Artha IT Solution Provider memiliki kantor yang berada di Komp. Taman Melati, Blok B1-27. Bandung. Di Umur nya yang masih muda Nata Artha sudah memiliki beberapa konsumen, beberapa diantaranya adalah konsumen yang bergerak dibidang penjualan makanan, toko sepatu, semua nya berada di dalam dan luar kota Bandung, rata-rata konsumen menginginkan adanya website untuk toko mereka agar lebih dikenal.

Salah satu pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh Nata Artha IT Solution adalah pembuatan Aplikasi Manajemen Penjualan disalah satu Studio Photo di daerah Sukabumi Jawa Barat, Imaji studio photo berlokasi di pusat kota sukabumi, gedung 3 lantai ini memiliki fasilitas lengkap, Studio, Lab Pengolahan Photo, dan dilantai bawah juga disediakan tempat penjualan alat-alat photography.

(15)

2

Berdasarkan permasalahan yang sudah dijabarkan maka dalam kerja praktek kali ini penulis melakukan pembangunan jaringan komputer agar jaringan komputer Imaji Photo Studio bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

1.2 Perumusan Masalah

Bagaimana Membangun Jaringan Komputer Imaji Studio Photo, Sukabumi.

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud

Berdasarkan pada permasalahan yang telah diteliti, maksud dari kerja praktek ini adalah Membangun Jaringan Komputer Imaji Studio Photo, Sukabumi.

1.3.2 Tujuan

1. Memperbaiki design jaringan yang belum tertata rapi, dalam hal pengkabelan, pengaturan IP komputer Staff, Switch dan Router.

2. Membuat VLAN, agar terbatas akses ilegal antar komputer

3. Melakukan pengaturan Firewall agar akses komputer keluar dan kedalam jaringan Imaji Studio Photo bisa di control.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah penulis pada kerja praktek ini adalah Membangun Jaringan Komputer Imaji Photo Studio, mencakup Design Jaringan, perbaikan Hardware, Manajemen dan Keamanan Jaringan.

1.5 Metode Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan laporan kerja praktek ini adalah pengumpulan data. Dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Studi literatur

(16)

3 b. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung pada tempat penelitian terhadap permasalahan yang diambil.

c. Interview

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pembimbing kerja praktek berkaitan dengan jaringan komputer.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan penelitian ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang sedang dijalankan. Sistematika penulisannya adalah : BAB 1. PENDAHULUAN

Menguraikan latar belakang permasalahan, mencoba merumuskan inti permasalahan yang dihadapi, menentukan tujuan dan kegunaan penelitian, yang kemudiaan diikuti dengan pembatasan masalah serta sistematika penulisan.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Membahas konstultan IT tempat penulis melakukan kerja praktek, dimana pada tinjauan pustaka terdapat landasan teori seputar jaringan di Studio Imaji photo, sukabumi BAB 3. PEMBAHASAN

Membahas isi laporan, yaitu Merancang Jaringan Imaji Photo Studio, mencakup Hardware seperti perbaikan PC, pengaturan Switch dan Router.

BAB 4. KESIMPULAN DAN SARAN

(17)

1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Profil Nata Artha IT Solution

2.1.1 Sejarah Nata Artha IT Solution

Nata Artha IT Solution adalah salah satu dari beberapa IT Konsultan yang ber lokasi di Kota Bandung, kantor Nata Artha berlokasi di Komp. Taman Melati, Blok B1-27.

Bandung, awal berdiri pertengahan 2013 Nata Artha dirintis oleh beberapa orang alumni UNIKOM, bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi mahasiswa UNIKOM khususnya yang ahli dibidang IT seperti komputer jaringan dan programming dekstop dan website khususnya.

Di tahun-tahun awal, Nata Artha sudah memiliki Konsumen selain Imaji Studio Photo, seperti Aplikasi penjualan dan website Toko Kue Citra yang berlokasi di jalan Cikutra, dan beberapa Toko Sepatu di Cibaduyut.

,

2.1.2 Logo Nata Artha IT Solution

(18)

2

Dari Bentuk Logo Nata Arta IT Solution ingin memberikan atau mencerminkan sisi perusahaan yang ingin meraup semua peluang bisnis ke perusahaan nata, jika dilihat lebih baik logo ini mencerminkan lembaran uang diatas logo tulisan Nata Artha IT Solution.

Jika dilihat dari segi warna biru yang digunakan Nata Artha IT Solution ingin menangkat identitas perusahaan yang ahli di bidang infrmasi, berpendidikan dan bijaksana.

2.1.3 Struktur Organisasi dan Job Deskripsi

Gambar 2.2 Struktur Organisasi dan Job Deskripsi

2.2 Landasan Teori 2.2.1 TCP/IP

TCP/IP adalah sekumpulan protocol (aturan) yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada WAN karena meluas, TCP/IP juga digunakan sebagai protocol standar de facto. Jika model OSI terdiri dari tujuh layer, mode! TCP/IP hanya terdiri dari empat layer, yaitu :

a. Apliation Layer

(19)

3

FTP (File Transfer Protokol), SMPT(Simple Mail Transfer Protokol). b. Transport Layer

Layer ini bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua computer.

c. Internet Layer

Protocol yang terdapat pada lapisan ini adalah IP (Internet Protocol) yang merupakan inti dari TCP IP dan merupakan protocol internet terpenting dalam internet layer.

2.2.2 Pengertian LAN (Local Area Network)

LAN adalah jaringan computer yang mencakup area lokal, seperti rumah,

kantor suatu perusahaan, sekolah, warnet, LAN sekarang lebih banyak menggunakan teknologi berdasar IEEE 802.3 Ethernet Switch, atau dengan wi-fi. Kebanyakan berjalan pada kecepatan 10, 100, atau 1000 Mbps.

2.2.3 Topologi Jaringan

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan di desain. Topologi yang ada sangat bergantung dengan letak geografis dari masing – masing terminal, dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukkan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topology logik (logical topology) yang menunjukkan bagaimana suatu media di akses oleh host.

2.2.3.1 Star Network (Jaringan Bintang)

(20)

4 Kelebihan dari jaringan star :

1. Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut.

2. Tingkat keamanan yang tinggi 3. Tahan terhadap lalu lintas yang sibuk

4. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah. Kekurangan :

 Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan berhenti

Gambar 2.3 Star Network Topology

2.2.3.2 Ring Network ( Jaringan Cincin )

Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan yang saling di hubungkan satu dengan lainnya dan akhirnya akan membentuk bagan seperti sebuah cincin atau ring. Jaringan Ring ini tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul memiliki tingkatan yang sama. Data yang berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang di tuju.

(21)

5

temui kegagalan, missal kerusakan pada kabel maka data akan dikirim melalui cara kedua yaitu pada kabel cadangan sehingga data sampai tepat waktu pada tujuan.

2.4 gambar topologi ring

2.2.3.3 Tree Network ( Jaringan Pohon )

Topologi tree adalah gabungan dari topologi BUS dengan Star. Node-node yang berada pada jaringan tidak berada dalam satu level melainkan bertingkat (hierarki) maka dari itu jenis topologi ini dikenal dengan sebutan hierarchical topology.

(22)

6

Gambar 2.5 tree topologi

Kelebihan dari topologi tree

- Scalable, level – level di bawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah

- Koneksi terjadi secara point to point

- Manajemen mudah karena melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan.

Kekurangan

- Pada area yang luas sulit untuk melakukan perawatan jaringan.

Karena varian dari topologi BUS, maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data) rusak maka seluruh jaringan akan down)

2.2.4 Subnetting

(23)

7

host yang lebih realistis sesuai kebutuhan. Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang

mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.

Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.

Dua alasan utama melakukan subnetting:

1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau

16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan

menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.

2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.

Subnets

(24)

8

subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda beda.

Gambar diatas menunjukkan sebuah network sebelum dan sesudah subnetting diaplikasikan. Di dalam jaringan yang tidak subnetkan, network ditugaskan ke dalam Address di Class B 144.28.0.0. Semua device di dalam network ini harus berbagi domain broadcast yang sama.

Di network yang ke dua, empat bit pertama host ID digunakan untuk memisahkan network ke dalam dua bagian kecil network – diidentifikasikan dengan subnet 16 dan 32. Bagi dunia luar (di sisi luar router), kedua network ini tetap akan tampak seperti sebuah network dengan IP 144.28.0.0. Sebagai contoh, dunia luar menganggap device di 144.28.16.22 dimiliki oleh jaringan 144.28.0.0. Sehingga, paket yang dikirim ke device ini dikirim ke router di 144.28.0.0. Router kemudian melihat bagian subnet dari host ID untuk memutuskan apakah paket diteruskan ke subnet 16 atau 32.

Subnet Mask

Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask. Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.

Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di Picture 1 – dimana network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet ID – terlihat seperti ini:

11111111 11111111 11110000 00000000

(25)

9 memiliki panjang 12 bit.

Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah 0.

Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh sebelumnya.

144. 28. 16. 17.

IP address (biner) 10010000 00011100 00100000 00001001 Subnet mask 11111111 11111111 11110000 00000000 Network ID 10010000 00011100 00100000 00000000

144. 28. 16. 0

Jadi network ID untuk subnet ini adalah 144.28.16.0

Subnet mask, seperti juga IP address ditulis menggunakan notasi desimal bertitik (dotted decimal notation). Jadi 20-bit subnet mask seperti contoh diatas bisa dituliskan seperti ini: 255.255.240.0

Subnet mask:

11111111 11111111 11110000 00000000 255. 255. 240. 0.

(26)

10

mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255, 255

bukanlah octet yang valid untuk IP address class.

Aturan-aturan Dalam Membuat Subnet mask

Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, octet pertama dari subnet pasti 255.

Angka maximal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.

Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 9 bit.

(27)

11 11111110 254

11111111 255

Private dan Public Address

Host apapun dengan koneksi langsung ke internet harus memiliki IP address unik global. Tapi, tidak semua host terkoneksi langsung ke internet. Beberapa host berada di dalam network yang tidak terkoneksi ke internet. Beberapa host terlindungi firewall, sehingga koneksi internet mereka tidak secara langsung.

Beberapa blok IP address khusus digunakan untuk private network atau network yang terlindungi oleh firewall. Terdapat tiga jangkauan (range) untuk IP address tersebut seperti di tabel berikut ini. Jika anda ingin menciptakan jaringan private TCP/IP, gunakan IP address di tabel ini.

CIDR Subnet Mask Address Range

10.0.0.0/8 255.0.0.0 10.0.0.1 – 10.255.255.254

172.16.0.0/12 255.255.240.0 172.16.1.1 – 172.31.255.254 192.168.0.0/16 255.255.0.0 192.168.0.1 – 192.168.255.254

2.2.5 Pengkabelan pada jaringan

Untuk penggunakan koneksi computer, dikenal 2 tipe penyambungan kabel UTP, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing – masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable di gunakan untuk menghubungkan device yang berbeda atau client ke hub atau switch, sedangkan crossover di gunakan untuk menghubungkan device sejenis seperti router ke router dan client sesama client.

2.2.5.1 Kabel Stright

Adalah kabel yang di gunakan pada perangkat jaringan agar dapat terkoneksi dengan perangkat jaringan yang lain yang mana cara penyusunan warna kabel sama antara ujung konektor satu dengan ujung konektor lainnya.

(28)

12

1. Untuk menghubungkan PC / Laptop dengan access point

2. Untuk menghubungkan PC dengan LAN pada modem kabel / DSL 3. Untuk menghubungkan router dengan LAN pada modem kabel / DSL 4. Untuk menguhubungkan PC / laptop dengan switch

5. Untuk menghubungkan switch dengan router

Susunan urutan warna kabel straight adalah sebagai berikut :

Gambar 2.6 Warna Kabel Straight

Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 disalah satu ujung terhubung ke pin 1 ujung kabel lainnya, begitupun dengan pin 2 terhubung ke pin 2 ujung kabel lainnya, dan seterusnya.

(29)

13 Penggunaan kabel straight :

1. Menghubungkan komputer ke port switch

2. Menghubungkan komputer ke port LAN modem kabel/DSL

3. Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem kabel / DSL 4. Menghubungkan HUB ke Switch

2.2.5.2 Kabel Crossover Pengunaan kabel ini :

1. Menghubungkan 2 komputer secara langsung

2. Menghubungkan 2 HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch

3. Menghubungkan komputer langsung ke console router

Gambar 2.8 Susunan Kabel Cross

2.2.6 Teknologi ADSL

(30)

14

kecepatan ke Internet. Karena kecepatan upstream dan downstream tidak sama digunakan istilah Asymmetric.

Beberapa Keuntungan ADSL:

 Anda dapat tersambung ke Internet, dan tetap dapat menggunakan telepon

untuk menerima / menelepon.

 Kecepatan jauh lebih tinggi dari modem biasa.

 Tidak perlu kabel telepon baru, ADSL memungkinkan mengggunakan kabel telepon yang ada.

 Beberapa ISP ADSL akan memberikan modem ADSL sebagai bagian dari

instalasi.

Beberapa Kerugian ADSL:

 Sambungan ADSL akan bekerja dengan sempurna jika lokasi kita cukup dekat

dengan sentral telepon. Paling tidak dalam jarak 2-3 km bentangan kabel biasanya cukup aman untuk digunakan ADSL sampai kecepatan sekitar 8Mbps. Teknologi DSL yang baru dapat mengirimkan data pada kecepatan sangat tinggi s/d 100Mbps, tentu untuk jarak yang sangat pendek.

 Sambungan ADSL lebih cepat untuk menerima data daripada mengirim data melalui

Internet.

 Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan

kecepatan.

 Pada saat musim hujan, air sangat menganggu kualitas kabel telepon. Apalagi kalau

banjir dan menenggelamkan Rumah Kabel telepon, di jamin akan menambah redaman kabel dan akan mengurangi kualitas sambungan ADSL.

 Jasa ADSL tidak ada di wilayah yang tidak ada kabel telepon

2.2.7 Wireless LAN

(31)

15

menggunakan frekuensi radio untuk mengirim dan menerima data tanpa adanya membutuhan kabel untuk saling menghubungkan. Akibatnya pengguna mempunyai fleksibilitas yang tinggi dan tidak tergantung pada suatu tempat atau lokasi.

Di zaman era globalisasi ini sudah banyak tempat - tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi yang biasa disebut dengan hotspot. Dengan hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (hotspot) terdekat.

2.2.7.1 Cara kerja

untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Ada 3 komponen yang dibutuhkan agar komponen-komponen yang berada dalam wilayah jaringan wireles bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, komponen-komponen tersebut adalah :

 Sinyal Radio (Radio Signal).

 Format Data (Data Format).

 Struktur Jaringan atau Network (Network Structure)

Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:

1. Physical Layer (Lapisan Fisik)

2. Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data) 3. Network Layer (Lapisan Jaringan)

4. Transport Layer (Lapisan Transport) 5. Session Layer (Lapisan Sesi)

(32)

16

Komponen-komponen yang telah disebutkan diatas, masing-masing komponen berada dalam lapisan yang berbeda-beda. komponen-komponen tersebut bekerja dan mengontrol lapisan berbeda.

Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan-pantulan, difraksi, line of sight dan obstructed tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.

Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge wireless LAN didesain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.

Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki no ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuat kartu, wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket lansung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.

2.2.7.2 Kelebihan dari WLAN :

1. Mobilitas Tinggi

(33)

17 4. Fleksibel

5. Scalable

2.2.7.3 Kekurangan dari WLAN :

1. Delay yang besar 2. Biaya peralatan mahal

3. Adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul, dan banyak sumber interferensi

4. Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum 5. Keamanan / kerahasiaan data kurang terjamin

2.2.8 Firewall

Firewall memiliki kata kunci wall yang mempunyai arti dinding, seperti yang kita

ketahui fungsi dari dinding adalah melindungi segala sesuatu yang terdapat di dalam dinding

tersebut. Firewall pun juga mempunyai fungsi yaitu melindungi suatu jaringan atau komputer

dari akses lain yang tidak memiliki hak akses atas jaringan atau komputer Anda.

Firewall dapat berarti suatu mekanisme/sistem/cara yang diterapkan baik terhadap

suatu sistem pada jaringan, software, atau hardware itu sendiri dengan tujuan melindungi

(membatasi, menyaring, dan menolak) suatu kegiatan pada jaringan yang sifatnya pribadi

dengan jaringan luar yang tidak pada ruang lingkupnya. Firewall didesain agar dapat

mengijinkan data yg dipercaya untuk lewat, mencegah jaringan internal dari luar yang

sewaktu-waktu bisa masuk firewall, serta dapat menolak layanan yang sering diserang.

Beberapa karakteristik dari firewall :

1. Firewall harus lebih kuat dan kebal terhadap serangan luar. Hal ini berarti bahwa

Sistem Operasi akan relatif lebih aman dan penggunaan sistemnya dapat dipercaya.

2. Hanya aktivitas atau kegiatan yang dikenal/terdaftar saja yang dapat melewati atau

(34)

18

keamanan lokal.

3. Semua aktivitas atau kegiatan dari dalam ke luar harus melewati firewall. Hal ini

dilakukan dengan membatasi atau memblok semua akses terhadap jaringan lokal,

kecuali jika melewati firewall terlebih dahulu.

Firewall ini berjalan pada satu host atau lebih, dan firewall ini terdiri dari beberapa

komponen software. Firewall sendiri mempunyai empat tipe, yaitu Screened Subnet

Firewall, Screened Host Firewall, Dual-homed Gateway Firewall, dan Packet-filtering

Firewall. Berikut penjelasannya :

1. Screened Subnet Firewall ini menyediakan keamanan yang sangat baik dan sangat

tinggi daripada tipe firewall lainnya, karena membuat Demilitarized Zone (DMZ)

diantara jaringan internal dan jaringan eksternal.

2. Screened Host Firewall ini terdiri dari sebuah bastion host (host yang berupa

application level gateway) dan dua router packet filtering.

3. Dual-homed Gateway Firewall ini sedikitnya memiliki dua IP address dan dua

interface jaringan dan apabila ada serangan dari luar dan tidak dikenal maka akan

diblok.

4. Packet-filtering Firewall ini terdiri dari router diantara jaringan internal dan eksternal

yang aman. Tipe ini untuk menolak dan mengijinkan trafik.

Gambar 2.9 Firewall CISCO FIX 515E

(35)

1

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pembangunan Jaringan Komputer

Setelah mengetahui denah lokasi Imaji Photo Studio yang memiliki 3 lantai dan beberapa ruangan maka untuk pemasangan kabel dan peralatan jaringan lainnya dari lantai 1 sampai lantai 3, penulis menyimpulkan bahwa jaringan komputer di Imaji Photo Studio Sukabumi menggunakan topologi Star dan Tree. Beberapa peralatan Jaringan Seperti Printer dan beberapa PC produksi Imaji Photo Studio mengalamai beberapa perbaikan, penambahan dan beberapa perubahan. Beberapa PC produksi yang dulu nya masih menggunakan processor pentium 4 di perbarui menggunakan processor Core I 3, penggantian printer dan perbaikan kabel jaringan RJ 45 yang disebabkan pemasangan kabel tidak teratur dan sering mengalami gangguan.

Untuk lebih jelasnya penulis akan menggambarkan denah jaringan komputer di Imaji Studio Photo.

(36)

2

3.1.1 Pemasangan Kabel dan Peralatan Jaringan Komputer lantai 3

Di lantai 3 tiap komputer produksi di hubungkan ke switch menggunakan kabel straight, dan di hubungkan ke switch yang berada di lantai 1 menggunakan kabel cross kenapa kabel cross, karena sesama peralatan harus menggunakan kabel cross kecuali beda jenis maka menggunakan straight.

Gambar 3.2 penempatan kabel dan peralatan jaringan di lantai 3

PC 1 sampai PC 4 khusus digunakan oleh karyawan Imaji Photo Studio untuk melakukan pengeditan foto, PC 5 juga di gunakan untuk pengeditan dan ia lebih dikhususkan untuk burning CD photo konsumen, maka dari itu PC ini memiliki beberapa DVD Drive untuk membantu proses produksinya.

(37)

3

3.1.2 Pemasangan Kabel dan Peralatan Jaringan Komputer lantai 2

Gambar 3.3 penempatan kabel dan alat jaringan di lantai 2

Dilantai dua Ada penambahan satu PC komputer agar proses pengiriman data lebih cepat ke komputer server di saat pemesanan foto meningkat, di dua komputer studio inilah data di simpan dan kemudian backup ke komputer server dilantai 3, dan komputer produksi untuk diproses. Penggantian Kabel UTP yang sebelumnya masih menggunakan seri cat5 sekarang menggunakan cat5e

Gambar 3.4 kabel UTP 5 Gambar 3.5 kabel UTP 5e

(38)

4

3.1.3 Pemasangan Kabel dan Peralatan Jaringan Komputer lantai 1

Gambar 3.6 penempatan kabel dan alat jaringan di lantai 1

Di lantai 1 ada 4 komputer, 2 komputer untuk melayani penjualan, 1 komputer melayani pembayaran atau kasir, dan 1 komputer costumer service selain untuk melayani keluhan pelanggan komputer costumer service juga digunakan untuk penjualan jika 2 komputer pemesanan atau order disibukkan oleh pemesanan konsumen.

4 komputer dilantai 1 terhubung ke switch menggunakan kabel straight, yang langsung terhubung ke switch pusat di lantai 3.

3.2 Spesifikasi Hardware 3.2.1 Server

(39)

5

Gambar 3.7 komputer server merk dell seri power Edge T420

Spesifikasi dari server ini :

Processor Intel Xeon E5-2407

Memori 4GB

PERC H710 Adapter RAID Controller, 512MB NV Cache, Full Height

Media

Drive DVD-RW

Chasis Power Edge T420

Graphic

Type Matrox G200

Video

Memory 16 MB

Ethernet

(40)

6 Lan Ports 2 x Ports Expansions

Bays Up to 16 2.5-inch Hard Drives

Power 495 W

Dimensions 8.58" x 24.28" x 17.52"

3.2.2 Komputer Karyawan

Rata-rata karyawan menggunakan inter core i3, dengan RAM 4 GB dan kapasitas hardisk 500 GB, VGA 2 GB, komputer dengan spesifikasi terkecil adalah komputer kasir yang memilki kapasitas hardisk 40 GB, dan memori 512 mengunakan procesor pentium 4. Jumlah semua komputer yang beroperasi di Imaji Photo Studio adalah 12 komputer, 6 komputer produksi, 2 komputer studio, 2 komputer Order, 1 komputer costumer service, 1 komputer kasir.

3.3.3 Switch

Switch yang digunakan di Imaji studio photo sukabumi, adalah versi cisco C2960, adalah 24 Port. Terpasang di ruangan server lantai 3 dan lantai 1 yang digunakan untuk menghubungkan kabel LAN di Studio tersebut.

(41)

7

3.3.4 Router

Gambar 3.9 switch cisco seri C2960

Router Terpasang di ruangan server yang digunakan untuk menghubungkan kabel LAN dari masing-masing switch, modem serta perangkat keras lainnya pada lantai 3 di ruangan server itu sendiri.

3.3.5 Kabel UTP

Untuk pengkabelan di Imaji Studio Photo menggunakan merk Belden USA

(42)

8

3.3.6 RJ 45

Konektor UTP menggunakan RJ 45 merk belden

Gambar 3.11 RJ 45

3.3 Keamanan Jaringan 3.3.2 Antivirus

Imaji Photo Studio ini menggunakan antivirus microsoft esential. untuk diinstalkan pada semua komputer di karyawan. Hal tersebut agar data yang tersimpan pada komputer dapat terlindungi dari segala ancaman virus lokal ataupun virus luar.

3.3.2 Hak Akses

Untuk hak akses, Imaji Photo Studio hanya di berlaku kan VLAN di komputer server saja. Komputer karyawan memakai vlan karyawan, tidak memakai username dan password untuk bisa masuk ke operating sistem. Karyawan hanya memiliki akses mengirim data kepada karyawan lainnya tanpa bisa menghapus juga merubah isi data pada komputer karyawan lainnya. Sedang kan sebagai admin memiliki hak akses untuk merubah, menambah dan menghapus data pada komputer clientnya.

3.4 Manajemen Jaringan 3.4.1 Maintanance

(43)

9

tersebut dalam jangka waktu tertentu. Manajemen jaringan disini dilakukan 2 bulan sekali dalam rangka mencegah adanya masalah pada setiap jaringan.

3.4.2 IP Address

Penggunaan IP Address di Imaji Photo Studio ini menggunakan kelas C.

Di lantai 3, IP address pada tiap komputer yaitu berjarak dari 192.168.1.100 sampai 192.168.1.110 dengan default gateway 192.168.1.1.

Di lantai 2 IP address pada tiap komputer yaitu berjarak dari 192.168.1.111 sampai 192.168.1.120 dengan default gateway 192.168.1.1

Sedangkan untuk lantai 1, IP address pada tiap komputer berjarak dari 192.168.1.121 sampai 192.168.1.130 dengan default gateway 192.168.1.1 ini di sesuaikan dengan ip default router yaitu 192.168.1.1

3.4.2.1 IP address Lantai 3

Setelah penulis melakukan pemesangan komputer baru studio 1, dan penambahan IP maka, skema jaringan lantai 2 adalah sebagai berikut :

(44)

10

3.4.2.2 IP address Lantai 2

Setelah penulis melakukan pemesangan komputer baru studio 1, dan penambahan IP maka, skema jaringan lantai 2 adalah sebagai berikut :

Gambar 3.13 Skema IP Address lantai 2

3.4.2.3 IP address Lantai 1

Setelah penulis melakukan pemesangan komputer baru studio 1, dan penambahan IP maka, skema jaringan lantai 2 adalah sebagai berikut :

(45)

11

3.5.2.4 Skema Jaringan Secara Keseluruhan

Setelah melakukan beberapa perbaikan dan pemasangan beberapa peralatan baru, maka penulis menyimpulkan ske ma jaringan Imaji Studio Photo Sebagai berikut :

(46)

12

3.5 Implementasi Pembangunan Jaringan Komputer

Hasil Koneksi Antar peralatan jaringan di Imaji Photo Studio 1. Koneksi PC Karyawan Produksi ke Komputer divisi lainnya.

a. Ping PC1 Produksi ke PC4 Produksi

Gambar 3.16 capture ping PC1 ke PC 4

Dari gambar 4.6, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Produksi1, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.101, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1

Pada Saat Ping dari Komputer 1 ke komputer 4,

(47)

13 b. Ping PC1 Produksi ke router

Gambar 3.17 Capture Ping PC1 ke Router Imaji

Dari gambar 4.7, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Produksi1, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.101, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1

Pada Saat Ping dari Komputer 1 ke router Imaji,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bytes dikirim ke router Imaji dengan IP 192.168.1.1, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(48)

14 c. Ping Router Imaji ke PC1 Produksi

Gambar 3.18 Hasil Capture Ping dari Router Imaji ke PC1 karyawan

Dari gambar 4.8, dapat disimpulkan bahwa :

Router Imaji memiliki IP Address 192.168.1.1 ini dapat dilihat dari FastEthernet0/0 dengan status UP atau hidup.

(49)

15 d. Ping PC1 Produksi ke PC Costumer

Gambar 3.19 Hasil Capture Ping dari PC1 karyawan ke PC Costumer Service

Dari gambar 4.9, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Produksi1, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.101, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1

Pada Saat Ping dari Komputer 1 ke komputer 4,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer Costumer dengan IP 192.168.1.126, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(50)

16 2. Koneksi PC Karyawan Studio

a. Komputer 1 Studio

Gambar 3.20 Hasil Capture Ping dari PC1 studio ke PC 2 studio

Dari gambar 5.0, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Studio1, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.114, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer studio1 ke komputer studio2,

(51)

17

Sent = 4 berarti packet terkirim 4 x 8 bit = 32, dan diterima oleh PC4 adalah 4 byte

b. Koneksi PC Studio 2 ke PC studio 1

Gambar 3.21 Hasil Capture Ping dari PC2 studio ke PC1 studio

Dari gambar 5.1, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Studio2, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.113, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer studio1 ke komputer studio2,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer studio 2 dengan IP 192.168.1.114, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(52)

18 c. Koneksi PC Studio ke server

Gambar 3.22 Hasil Capture Ping dari PC1 studio ke Server Imaji

Dari gambar 5.2, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Studio1, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.114, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer studio1 ke komputer studio2,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer server dengan IP 192.168.1.110, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(53)

19 d. Koneksi Server Imaji ke Produksi 4

Gambar 3.23 Hasil Capture Ping dari server ke komputer produksi 4

Dari gambar 5.3, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer admin yang bernama ServerImaji, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.110, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer server ke komputer produksi4,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer produksi 4 dengan IP 192.168.1.101, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(54)

20 e. Koneksi Server Imaji ke Order 1

Gambar 3.24 Hasil Capture Ping dari server ke komputer order1

Dari gambar 5.4, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer admin yang bernama ServerImaji, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.110, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer server ke komputer order1,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer produksi 4 dengan IP 192.168.1.123, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(55)

21 f. Koneksi Server ke Studio 2

Gambar 3.25 Hasil Capture Ping dari server ke komputer studio2

Dari gambar 5.5, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer admin yang bernama ServerImaji, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.110, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer server ke komputer studio2,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer studio 2 dengan IP 192.168.1.113, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(56)

22 3. a. Koneksi PC1 Order ke PC1 Produksi

Gambar 3.26 Hasil Capture Ping dari PC1 Order ke PC1 produksi

Dari gambar 5.6, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Order1, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.123, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer studio1 ke komputer produksi1,

dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer1 Produksi dengan IP 192.168.1.101, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(57)

23 b. Koneksi PC2 Order ke PC3 Produksi

Gambar 3.27 Hasil Capture Ping dari PC2 Order ke PC3 Produksi

Dari gambar 5.7, dapat disimpulkan bahwa :

Komputer User atau karyawan yang bernama Order2, memiliki IP Address / alamat IP Komputer 192.168.1.122, Subnet mask yang digunakan adalah 255.255.255.0, IP ini terletak di kelas C dari penggolongan kelas IP Address Komputer Sedangkan IP yang digunakan oleh Router adalah 192.168.1.1.

Pada Saat Ping dari Komputer studio1 ke komputer produksi1, dapat dilihat data yang dikirimkan sebesar 32 bit dikirim ke Komputer produksi3 dengan IP 192.168.1.103, dengan waktu pengiriman 2 milisecond, dan TTL atau Time To Life adalah 64 second, jika lebih dari ini maka data akan error atau hilang.

(58)

1

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penulis adalah :

1. Penggunaan jaringan komputer pada suatu konsultan IT dan Studio Photo sangatlah penting. Sangat berharganya data dan ketersediaan data harus dijaga agar selalu ada di saat dibutuhkan kapanpun ia dapat diakses secara bersamaan dari komputer yang berbeda.

2. Kebutuhan yang tinggi akan informasi dan juga kecepatan dalam transfer data merupakan keharusan pada zaman yang serba cepat sekarang ini.

3. Jaringan Komputer yang telah ada harus selalu dijaga dan dirawat agar lalu lintas data dan ketersediaan data tidak terganggu.

4. Dengan terpasangnya jaringan komputer dapat mempermudah dan mempercepat para pegawai Studio dalam menyelesaikan tugas nya. Contohnya seperti saat pengiriman photo dari bagian produksi atau studio photo ke bagian penjualan percetakan photo, agar pemrotetan berjalan cepat, maka pengiriman data hanya melalui komputer tanpa harus manual.

4.2 Saran

Saran dari penulis adalah :

1. Pemeliharaan dan perawatan jaringan komputer pada Imaji Photo Studio harus tetap dijaga agar semua pegawai dapat menikmati kenyamanan dalam menggunakan fasilitas jaringan komputer dalam bekerja, di usahakan karyawan selalu diningatkan agar mengoperasikan komputer sesuai dengan semestinya. 2. Keamanan data pada komputer pegawai masih minim. Antivirus merupakan

(59)

2

Gambar

Gambar 2.2 Struktur Organisasi dan Job Deskripsi
Gambar 2.3 Star Network Topology
Gambar 2.5 tree topologi
Gambar 2.6 Warna Kabel Straight
+7

Referensi

Dokumen terkait

Yaitu akuntansi yang sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang.. berhubungan

Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang di berikan kepada klien yang memiliki kebutuhan atau masalah

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa estimasi kandungan bahan organik tanah di wilayah kajian dengan pendekatan indeks mineral lempung dan nilai piksel pada band 5

PORSEROSI tentang penyelenggaraan Kejuaraan Terbuka Sepatu Roda Seluruh Indonesia memperebutkan Piala HAMENGKU BUWONO (HB Cup) tahun 2016 bersama ini kami

memperlihatkan bahwa terdapat fluktuasi jumlah rataan total eritrosit dalam darah pada kelompok yang tidak diberi perlakuan suplementasi mineral (T0) pada fase

Menguasai bahasa pemrograman saja tidak berarti anda bisa membuat websitenya tanpa bantuan, jadi anda perlu belajar cara membuat website dengan

 Kelengkapan dan keabsahan SK IUPHHK -HT PT M uara Sungai Landak telah t erpenuhi dengan adanya Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK.243/

Diharapkan orang tua meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang toilet training yang lebih baik agar orang tua dapat melakukan praktik toilet training dengan