• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH JUS LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Linn.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH JUS LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Linn.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH JUS LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Linn.) TERHADAP

PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus

novergicus) STRAIN WISTAR

Oleh: TRI WULIYANI ( 01330161 ) Biology

Dibuat: 2007-09-22 , dengan 3 file(s).

Keywords: Gula Darah, Diabetes

Abstraksi

Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 1994 adalah 2,5 juta jiwa. Pada tahun 2000, penderita diabetes meningkat menjadi 4 juta jiwa. Pada tahun yang sama, paling sedikit 240 juta penduduk dunia menderita diabetes. Data ini menunjukkan suatu peningkatan yang harus diwaspadai, mengingat banyak akibat fatal yang muncul dari perkembangan penyakit tersebut. Serta dengan adanya kelimpahan Aloe vera yang terdapat di Pontianak yaitu Aloe chinensis L. yang belum banyak diketahui manfaatnya oleh masyarakat sekitar sebagai obat alternatif bagi penderita diabetes mellitus.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus Aloe chinensis L. terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang telah diinduksi dengan glukosa terlebih dahulu. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian True-Experiment, Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap. Jumlah unit percobaan adalah 24 dengan jumlah kelompok perlakuan sebanyak 6 meliputi 4,6 mg/kgbb, 6,6 mg/kgbb, 8,6 mg/kgbb, 10,6 mg/kgbb dan dua kontrol yaitu kontrol normal dan kontrol hiperglikemik, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia UMM pada tanggal 1 Pebruari

– 12 Maret 2006 dengan probandus tikus putih jantan (Rattus novergicus). Analisis data menggunakan ANAVA Satu Jalur, dengan uji lanjut BNT taraf 1%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus Aloe chinensis L. berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan. Ternyata pada kombinasi dosis jus Aloe chinensis L. yang paling efisien menurunkan kadar glukosa darah adalah pada dosis tertinggi yaitu pada dosis 10,6 mg/kgbb, kadar glukosa darah = 125,42 mg/dl seperti kontrol normal yaitu 120,14 mg/dl. Aloe chinensis L. mengandung kromium yang saat dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus akan menuju ke jaringan adipose dan otot lurik yang akan mengaktifkan fosforilasi Akt yang ada di jaringan adipose dan otot lurik. Fosforilasi Akt akan merangsang

sekresi insulin secara paten sehingga glukosa dapat masuk kedalam sel β pancreas secara difusi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis statistik dapat disimpulkan bahwa jus buah pisang ambon dosis 5 ml/kgBB merupakan dosis yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa

Grafik rerata penurunan kadar glukosa darah (mg/dL) hari ke-11 post perlakuan pada kelompok kontrol positif (II), kelompok ekstrak etanol kulit batang Sala dosis 125 mg/kgBB (III),

Disimpulkan bahwa pemberian jus buah mengkudu dosis 2,25 gr/kgBB, dosis 4,5 gr/kgBB dan 9 gr/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada tikus diabetik

Kadar Glukosa Darah Setelah Pemberian Acarbose (Dosis 6,75 mg/KgBB sebanyak 1 ml/100 gBB) Uji Toleransi dengan Amilum... Kadar Glukosa Darah Setelah Pemberian Acarbose (Dosis

Hasil Uji Statistik Kadar SGPT Tikus Pada Kontrol Normal, Kontrol Negatif, Kontrol Positif, dan Perlakuan Dengan Ekstrak Etanol Buah Karika Dosis 120 mg/kgBB, 240 mg/kgBB, dan

Chrysophyllum cainito dengan dosis 25 mg/kgBB P1, 50 mg/kgBB P2 dan 75 mg/kgBB P3 memberikan penurunan pada kadar gula darah tikus jantan wistar yang telah diinduksi aloksan dari

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pemberian ekstrak lidah buaya oral dapat menurunkan kadar glukosa darah post prandial (PP) dan meningkatkan kadar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih hutan dengan dosis 25 mg/kgBB tikus, 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB tikus memiliki kecenderungan untuk