['et g,ttr tr:]Il 'i'il-i1Il..i 1.1i IIr;:rr:trrrrr.lr'. lri-r
PROSIDING
KONFERENSI
NASIONAL
KE-
4
Volume
1
PENDIDIKAN
KELUARGA MUSLIM
MINORITAS
DI
YOGYAKARTA,
(sTUDr
KASUS Dr
DESA
BANJARASRI KALTBAWANG
KULON pROCO)
Yusron Masduki, M.
Nurul
Yamin
Program
Doktor
Psikologi Pendidikan lslam Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah YogyakarcaYogyakarta, lndonesia Email: yusronmasduki @gmail.com
Abstroct-Pendidikon
keluorgo Muslim
rninoritos bertanggungiawob uatuk menciPtokon llngkungon kondusif don islomrl, sehinggada|ot
menyiapkon anak yong sftolefidi
dalom hotinya tertondm iman dan ldom. Penciptoon lingkungonini
membowo kenikmotan dan kesejukon bagi keluarga, tidok teqpengorufi oleh budayo yoagdotang darinon
/Vlnslim. Nomun peloksonaon pendidikon keluarga, selalu bersinggungon dengan kelompok mayoritas non /Vluslim yong lebih dominon.Key word: Pendidikan Keluarga, Muslim, Minorftos.
l.
PendahuluanJumlah umat lslam
di
dunia sesungguhnya mencapai hampir seperempat jumlah penduduk dunia seluruhnya.Mereka
dnggal menyebardi
beberapa Negara, baik sebagai kelompok Mayoritas maupun minoritas. Sebagaimayoritas, umat
lslam
berada
di
44
negara seperti di Negara-negaraTimur
Tengah dan beberapa Negara diAsia.
Walaupun
90 %
masyarakatTimur
Tengah beragama lslam, mereka bukanlah negara defigan iumlah penduduk yang paling banyak beragama lslam. Ada empac ne8ara yang penduduknya paling banyak beragama lslam adalah lndonesia. Pakistan, Bangladesh,lndia
Sedangkan oranS-oranglslam yang
menetapdi
kawasan Eropa, Amerika, Rusia, Cina, Jepang dan negara-negara lain yang disebutkan di atas disebut dengan Muslim Minorias.rMenurut Tai al-Sirr Ahmad Harran, mendefinisikan minoritas Muslim dengan sekelompok orang Muslim yang
hidup
di
bawah kekuasaan pemerintah non-Muslim di tengah mayoritas masyarakat yang tidak beragama lslam, 2 Mereka hidupdi
negara di mana lslam merupakan agamayang bukan meniadi ruiukan aturan atau dan iuga bukan menjadi budaya mayoritas penduduknfa. Jumhh Muslim minoritas
ini
sangat signifikan. Ketika diestimasi iumlahtotal
penduduk
Muslim
se-dunia
diperkirakan 1.160.095.000iiwa
sekitar
336.420.000iiwa
hidup sebagai minoritas.3 Unruk kawasan Eropa dan Amerika, umat lslampng
hidup di daerah berpenduduk minoritasMuslim
merupakanhal
yang jamak ditemui, Menurutketua
Unionof
lslomic Otgonizotionin
Europe (UIOE),terdapa(
sekiar
15,84iuta
umat lslam;arg
hidup diEropa
Barat.Mereka
merupakan4,45
% dari
tocalpopulasi. Sedangkan
di
Amerika
Serikaq berdrarkantakiran
The Councilon
Americon lslomic Relotion (CIIR),iumlah mereka berkisar 6 sampai 7 juta iiwa.{
Merel<a pada umumnya kaum imigran, yang dari generasi
ke
generasitelah
berkewarga-negaraan di Negaratempat
merekahidup dan
bertempat ringal-Jumlahitu
tampaknya akanterus
membesar, sehinggadiperkirakan pada tahun 2050 satu dari lima orangEropa akan menjadi Muslim,
dan
padatahun zlffi,
U
%populasi masyarakat Eropa adalah Muslim.s
Di
Amsika Serikat, lslam iuga akan mengarah menladi agama rcrbesar ketiga setelah Kristen dan Yahudi.M.
Ali
Kectani menulisbuku
yang secara khususmembahas asal usul istilah minoritas Muslim p€r1+hb dan iumlahnya.6 Kettani berhasil dengan baik rnernoet minoritas berikuc
ini:
minoritas Muslimdi
Eropa thri Soviet,Cina,
lndia"Afrika,
Amerika, Asia Pasifilq&n
lainnya.
Kettani
memahamiminoritas
Muslim sdagai "bagianpenduduk
yang
berbeda karena
anggm:1a beragama lslamdan
seringkali diperlakukan berbeda", karena eksistensinya seb.gai bagian yang sedikit di arrrra kebanyakan penduduk. TKhusus
umat lslam
di
negara lslam dannqra
mayoritas
penduduknya beragama lslam, relatif tidak menemukan kendala dalam hubungannya dengan at'ilesi pendidikan lslam dalam kehidupan sehari-hari, permrc, di Negara tersebut pendidikan keluarga Muslim muncrd danberkembang, sehingga
bisa
diasumsikan, permasahtranpendidikan
keluarga Muslim
berkembang
rnarrng merupakan respon atas kondisiriil
yang dihadapi:tdt4
kaum Muslim di Negara tersebut memiliki wodd viewyang relative sama terhadap pentingnya pendidikan ldrraryr Muslim, sehingga konflik sosio-ethic cenderungminirds;
ket(o,
kemungkinan
adanya yertical closh
rntrra pemerintah dan kaum Muslim, serta horizontdl clos$uwa
kaum Muslim dan masyarakat non-Muslim sangat lcf,il. Kenyataan
di
atas
berbedaiika
pendidikan le&ra-ga Muslim berkembang di kalangan kaum Muslimminoritas
di
Negara sekuler, yang mana malsias
penduduknya adalah non-Muslim.
Begitu halryra keberadaan Muslim minoritas
d
Desa BanjarasriKec.
Kalibawang, Yogyakarta, penrldcar keluarga Muslim minoritas disesuaikan dengan ketxradur,Prosiding Kon{erensi Nasioml Ke-,(
diperlukan rerobosan unruk mencari format model dalam pendidikan keluarga bagi Muslim minoriras agar punya "idencitas
diri"
bagi anak dan
keluarga,agar
ddak terpengaruholeh
godaan,rayuan
dan
desakan dari kalangan mayoricas non-Muslim, lantas bagaimana modelpendidikan keluarga
Muslim dalam
menerapkan pendidikan keluarga.Kawasan
Sendangsono Kalibawang, merupakansegitiga emas
3
M,
Merapi,
Merbabudan
Menoreh. Sendangsono sebagai pusar ibadah Katolik di yogyakarra dan Jawa Tengah. Selaindi
tempar tersebug terdapar tempattidak
kalah banyaknya warganon
Muslim, yakni Desa Banjarasri yang berada di pinggir Sungai progo danPerbukitan Menoreh
jumlah
penduduk
Banlarasri berjumlah 4.642 iiwz, warga yang non Muslim 2.860 iiwa atau 687", Muslim 1.957 jiwa atau32%.8Dalam kondisi Muslim minoritas, masih
bisaberperan dalam
kegiatansosial
l<emasyarakaan, dan budaya. Komuniras Muslim Banjarasri memiliki semangar cukup tinggi dalam menyelengarakan pendidikan TpA danmajlis ra'lim di
Masiid
dan
Mushala
unruk mempertahankan aqidah. Namun pendidikan formal tidak ada satupun yang didirikan oleh umat lslam di sini. Lain halnya lembaga pendidil<annon
Muslimberdiri
TK,SD, SMP SMK serta Rumah Sakit, karena agama Karolik sudah masukdi
kawasan Mendut, Kalibawang dan Menorehsudah sejak rahun
I920
M
diprakarsaioleh
J.B.Prannthaler,
SJ.
seorang misionaris
berkebangsaan Jerman ditugaskan Kolonial Belandake
yogyakaru dan Jawa Tengah, sehingga keberadaan non Muslim ini besar pengaruhnya dengan membangun Patung Bunda perawanMaria
di
Sendangsonoahun
1927 hingga diresmikan tahun 1929 M.ll.
PermasalahanDalam penulisan ini ada tiga permasalahan pertoma, bagaimana relasi sosial dalam bentuk dan pola pendidikan keluarga Muslim minoritas; kedua, bagaimana moti\rasi
beragama
dalam melihat peluang
dan
antangan pendidikan keluarga Muslimminorias; ket(o,
mengapatidal< terjadi suatu konflik,
bahkan
tercipa
suatu kehidupan yang harmonisdi
Desa Banjarasri Kalibawang Kulon Progo Yogyakarta.lll.
Metodologi penelitian
Penelitian ini merupakan penelirian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi,
yang
bertuiuan
unulk mengetahui secaralebih
mendalam rentang pendidikan Keluarga Muslim Minorias di Desa Banjarasri Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta.,
lY.
PembahasanMenurur
Ensiklopedi O><forddalamDunia
lslam Modern, mendefinisikan Pendidikan lslam, yang&lam
al-Qur'an
(Q.S.Ali
1mran[3]:
Il0)
disebut pen6entukan karakter dalam pandangan Dunia lslam, menurw keluargaMuslim
untuk
memperkenalkan anak-anaknya denga,l semua peneguhuan sebagai saranauntuk
memahami paramerer-parameter dalamal-Qur'an bagi
hubungan konsrruksi denganAllah,
sesama manusia,&n
alam. Berdasarkandiktum
al-Qur'an, ,,Bacalah dengon nomoTuhonmu yang telah menciptakonmu,...ydng teloh
raalulr
(manusia) dengon pena" (QS
al
'Alaq[96]:
l-4)-
pngberarti
bahwa membaca adalahbelaiar
dan beramaldengan petunjuk
kitab suci
-
pendidibn
klam berkembang dari pelatihan komprehensif seperti *rhm komunitas lslam pertama (sekitar 623M)
ke studi4ama atau penanamannya dalam adat istiadat sosial.eAn-Nahlawi mendefinisikan pendidikan dari hfalol
Tarbiyy ah. Secara etimologis lafalotlorbt'yyoh
bersl
dari kata, pertomo,roba yorbu yangberarti:
bertambdr dantumbuh.keduo, rabya yorbo dengan wozn (benruk) tlrofyo yakhfo, berzrti: menjadi besar, dan ketigo, rabba
rrrffil
dengan
wozn
(bentuk)
moddoyomuddu, berani: memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, meni?Ea danmemelihara.ro
l''lenurut an-Nahlawi ketika akar kaca di aras dapat
dipahami
terdiri
4
unsur,
pertamo, meniaga danmemelihara
fitrah
anak
menielang baligh;
*edla, mengembangkanseluruh
potensi dan
kesiapan yangbermacam macam; ketrgo, mengarahkan seluruh
fir.fi
danpotensi menuju kepada kebaikan, kesempurraan Tang
layak
baginya;
keempot,proses
dilaksanakan secarabertahap, sebagaimana diisyaratkan oleh al-Baidh*i dan
ar-Raghib dengan sedikit demi sedikic". rr
Ramayulis mendefinisikan keluarga dalam
balcs
arab disebur ohlun"
Di
samping kata ohlun bisa mernr:liki pengertian keluarga adalah oli dan osyir. Kata ofilun berasaldari kata
ahila yangberarti
senang, suka, ataunlnrah-Menurut pendapat lain,
kaa
ohlun berasal dari kaa drdo yangberarri
menikah. Secaralebih
luas, ahlun adahhsekelompok
orang yang
disatukan
oleh
huhrgrn-hubungantertenru,
seperti hubungan darah(kdsga),
agama, pekeriaan, rumah atau negara.,,
Dalam al-Qur'an, kata ahlun disebutkan 227
kdl
menurut Mufidah, dari penyebuan sebanyak 227 igr l(rra ofilun memiliki riga pengerrian, yairu:
(l)
yang menufrrkpada
manusia).ang memiliki
perralian
darahau
perkawinan,seperti
ungkapan ohluolboit
atau seperti dalam ayat yang dibahas ini. Pengercian ini dalamlfu
lndonesia disebut keluarga;(2)
menuniuk padasmr
penduduk fang mempunyai wilayah-geografis atautcrpat
tinggal, seperti ucapan ohlu olnur'an. ahti yatsrib,
d*r
d
bolod.Dalam
bahasa sehari-haridisebut
wargaeru
penduduk;(3) menunjukkan pada status manusia serzra teologis seperri dhlu ol-dzikr, ahlu ot*itob, ohlu al-nr.,
d*t
aljannah dan sebagainya- 13
Menurut konsep lslam,
keluarga
adalahgsr
kesatuan hubunganantara laki-laki dan
pe{-e{np.Ertmelalui akad nikah menurut ajaran lslam. Dengan
&rp
ikatan akad pernikahan rersebut dimaksudl,an anak&n
keturunan yang dihasilkan menjadi sah secaralulorn
agama,l' keluarga merupakan miilieu pertama dan
rme
setiap individu dimanapun berinteraksi, mulai
tinghtard
dalam kehidupan sampai dewasa
unruk
mendzpd@r ketenangan dan kebahagiaan.Hai
orang-orangfang
beriman, peliharalah&trru
dan keluargamu
dari
api
neraka )rang bahanbdaqa
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat<r&Cet
Prosiding Konferensi Nasional Ke. 4
ri-
.ae'.
(e!.?s. den ddak mendurhakai Allah rerhadap;+a
yeng diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apayang
diperinrahkan. (Q.S. at-Tahrim [66]: 6).Orang cua arau
ibu
dan ayah memegang peranan penting dan berpengaruh atas sukses tidaknya pendidikan anak-anaknya. Sejak anak lahir, ibunya yang selalu ada di sampingnya.Oleh
karenaitu
ia meniru perangai ibunyadan
biasanya seorang anaklebih cinta
kepada ibunya.Apabila
ibu
itu
menialankan Eugasnya dengan baik pengaruh ayah terhadap anaknya besar pula.Di
mata anaknya ia seorang fang tertinggi gengsinya dan terpandaidi
antara orang-orang yang dikenalnya.Cara
ayah iru melakukan pekerjaan sehari-hari berpengaruh pada cara pekeriaan anaknya.rsAbdul Majid yang mengaakan:
.i
{.)h-:
"Fir
4srL.i
;-r*i la4!li:-e <_2*-
I..s:.pe
g}ijJi3 '"\r}l Seorang anak itu bergantung pada agama keluar6anya dan mengikutinfa.Orang
tua
harus dapat memberikan pengalaman yangbaik dan
bermanfaat bagi anak-anaknya.Hal
ini sebagaimana sabda Rasulullah:Tiada seorang manusia dilahirkan kecuali dilahirkan
atas
dasarfitrah,
maka
keduaorang
tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR. Muslim).Keberadaan keluarga Muslim perlu dipahami secara komprehensif, sehingga pendidikan keluarga belum tentu sama
di
satu tempat dengan tempat lain, karena dibatasi oleh latar belakang, sosial, budaya, berteda, begiru juga di kawasan mayoritas atau minoritas keluarga Muslirn tinggal dan rnenetap, sehingga perlu diketahui keberadaan umat lslam di berbagai kawasan atau atau teritorial terrentu.AIi
Kettani mengelompokkan berdasarkan asal usulhixoris
dan situasi sekarang, yakni:Pertama, yaitu mereka yang
dulu
:"nayoriks, tetapi belakangan kehilangan kekuasaan dan prestise, lalu melaluierosi dan
penyerapan menjadi minori(as,seperri
di Palestina, Etiopia, Boznia-Herregovina; keduo, mereka dahulunya minoritas sebagai penguasa, retapi kekuasaan mereka berakhir, dan merekatetap
sebzgai minoritas agama, contohnyadi
lndia dan
negara-negara Balkan; ketr'go, mereka adalah non Muslirn yang pindah ke apmalslam
dalam lingkungan yangnoh
muslim,seperti
di Srilangka.r6Pada Piagam Madinah, yang diadopsi
oleh
Negara lslampenama
didirikan Nabi Muhammad SAW: Orang-orang beriman dan kaum Muslirn Quraisy dan Yatsrib, serta orang-orang yang mengikuri dan bememu denganmerekq dan
beriuang denganmereka,
adalah satu komunitas yang padu (ummoh wohdahl.Pendidikan keluarga Muslim minoritas dimaksudkan
untuk
merespon fenomenakonfiik
etnis, sosial-budaya yang kerap munculdi
tengah masyarakat. Masyarakat di lndonesia hinggakini
ibarat api dalam sekam, suatu saat bisa muncul akibat suhu politik, agarna, sosial-budayapng
memanas,
memungkinkankonflik
tersebut
munculkembali, penyebab konflil<
tersebut
banyak tea$
kebanyakan disebabkan oleh perbedaan suku, agama, rasr
etnis dan budaya,lT Dalam
tataran
mikrokorrnos, perbedaan agamasudah
merupakankodrat
Tahan (sunotulloh)yang
tidak
bisa
dinafikkan keberadaanqra Secara implisit Tuhan sudah memberikan pesandcn
ardPentingnya keberagaman
(plurolime)
ini
d€nganmenciptakan berbagai macam
suku, ras,
budala danagama untuk saling kenal satu dengan lainnya.rs
Gambaran
dunia saat
ini
terasa
sempiq kaca Fururolog John Naisbit dan Alvin Tofler menggambarion dunia seperti itu.Dunia merupakan suatu karnpung besar@lobol village) sebagaimana yang dikemukakan o{eh ahli komunikasi Kanada, McLuhan.Di era globalisasi dervas ini kita tidak dapat melepaskan diri dari kehidupan global-rt
Samuel P. Huntington dalam the Aash
o@aim
sepercidikutip oleh Choirul
Mah{ud meramalkan rlan terjadinya benturan antar peradabah. Benturan aot tisa disebabkan olehfaktor politilg
sosial, budaya, ekslonriras,
bahkan agama.'o Periuanganhak
minoritasahn
berhasil jika komponen masyarakat mau merubah meniadi
masyarakat yang berperadaban. Karena dalam mas)"ardot
itulah,
hak-hak
untuk
berbeda diakui
dan
dihar5ai.Masyarakac lndonesia yang maiemuk, seringkali golorgan minoritas sering dipertentangkan dengan golongan Tzlrg
dominan acau
mayorias.
Kasus yang terjadidi
Earat misalnyakaum
Muslimdi
Barat,2r sering diperhladon secara tidak adil.Beragam persoalan dihadapi kaum Muslim minsins terus dilakukan untuk masa depan kaum Muslim minorias agar lebih baik Lebih lanjuc Tarig Ramadanz2
menpnlor
pentingnya melakukan pembacaan
baru
acas td<sd<sklasik,
menafsirkannyadalam
kontek
Barag
danmemperlihatkan penafsiran segar atas prinsip uniwrsd lslam berpotensi mendorong kaum Muslim mdalcJan integrasi secara
otentik
Dirasa perlu dalam praktek pendidikan ldan\
kik
formal, non formal dan
in
formal,
termasr.fttarr
pendidikan (masjiddan
mushola) seperti rnailistatn,
kuliah subuh, tadarus al-Qur'an, khuthbah ium'ar, TPd serta kegiatan pengaiian
rutin
memberikan andilolcp
besar dalam peningkatan kualias umat lslam, narnuo ?erludiformulasikan kembali agar pendidikan keluarga
Mu*n
minoritas dapat dipahami secara komprehensif, hrena akan berhadapan dengan komuniras yrang
berbeda-Menurut Jamal al-Din 'Athiyyah Muhammad, sracr kelompok dikacakan minoritas, pertomd, dari sisi
irlr&h
memang lebih sedikitdari
keseluruhan pendudr.rk ymg mayoritas;keduq
tidak
memiliki
dayadan
kdo@rt sehinggaperlu
diproteksi
hak-hakdan
kevaiiu"ga-ketigo,
memiliki
ciri
khas
keminoriusnnF
,rygmembedakan
dari
mayoritas, apakah aras dasar€rq+,
etnis, budaya, bahasa atau ap.ma.'3Menurut Salah Sultan, seorang pemerhati minorias Muslim dan pendukung hadirnya fiqh 'oqalliyy&
{*nip
oleh
Mawardi2a mengatakan,terma
minorias
Hu*n
tidak hanya dilihat dari sisi jumlah, tetapi iuga dari
hak&k
hukum yang mereka miliki. Menurutnya, ada dua
bem*
Prosiding Konferensi Nasioml Ke- 4
-rr:rc5
lt--sir-- Fr:s=s,
mrnorkas aCas dasar lurnlahJ:w? sebat"irnana ;ang ada
di
Erop4 Amerika, lndia, dan Cina; dan kedu4 minoriras a&$ dasar hak-hak hukum. Dalam kasus keduaini,
walaupun dalam posisi sebagaimayoricas,
kaum Muslim
mengalaminasib
seperti kebanyakanminoritas,
yakni
senantiasa mendapatkan pelecehan dan diskriminasi, Seperri di Kasmir, Chechnya Uzbel<istan, dan Azarbaijan.Landasan
teori
dalam pendidikan keluarga Muslim, Pertomo, pendapac Abdullah Seed,sepeti dikutip
oleh Mawardi, bahwa:Ada hambatan psikologis, sosial, politilq dan budaya yang cidak memungkinkan
umat
lslam melaksanakan aiaran agamanfa secara komprehensif, persis sama format dan bentuknya dengan apa yang dijalankandi
Negara-negaramuslim
atau
di
Negara
fang
mayoritas
warganya beragama lslam.Menurut
Abdullah Seed sebagaimanadikurip
oleh
Mawardi, dikarakan
bahwa
rerdapat persoalan "odjusting traditionol lslamic normto
wester contexts" (menyesuaikan norma-norrnalslam
tradisional dengan konteks Barat) yang dialamioleh
kebanyakan minoritas Muslim di Negara Barat.EKedu4 menurut sosiolog Belanda Van Niewenhuijze yang dikucip oleh A4rumardi:
Salah satu benrul< psikologi mayoritas Muslim tndonesia bahwa pada tahun 1980-an masyarakar mayoritas, rerapi dengan
sikap mental
minoriras. psikologiseperti
ini muncul karena pengalaman historis-
politis sejak zaman Belanda, ketika kaum muslimin mengalami marjinalisasi sosial dan polirik.26Berdasarkan dari kedua
teori
ini, bila diterapkan di Desa Banjarasri, dimungkinkan reori yang di aras sebagailandasan
untuk
mengkaji dalamp.nuraprn
pendidikan keluarga Muslim n{noritas 32%, sedangkannon
Muslim68 % di
Desa
Baniarasri,mengingat
masyarakat penduduknya ma),oriasNon
Muslim, sehingga apa yang dilakukan Muslim ini tidak seperti dilakukan dikebanyakan yang mayoritas Fluslim, ada kecenderungan mengikuti pola tradisi masyarakarauu
lingkungannya. Selain itu iuga imbas atau pengaruh psikologi mayoritas Muslim, namun mentalnya minoritas,hal
ini
karena masya.rakat dari rekam sejarah pada zaman Belandaumar
lslam yang selalu termarjinalkan.Menurut Azyumardi, di kalangan minoritas terdapat psikologi minoriros
-
yang dapat
meningkar meniadi exoggeroted fear - di dalamdiri
kaum muslimin mayoritas lndonesia terdapar semacam psikologr mdyoritds. Lagr-lagipsikologi semacam
itu
tumbuh dan berkembang karenafakor
his_toris, sosiologis,dan politis yang
sangar komplek,2T yang menjadikan semua waspada.Salah saru bentuk psikologi mayoritas Muslim di lndonesiadisebut
oleh
sosiolog
Belanda,CAO
van Niewenhuijze, pada 1980-an sebagai mojanty with minority complex, masyaraka mayorkas tetapi dengan sikap menal sebagai minoritas. Psikologi sepertiini
muncul karena pengalaman historis-
politis sejak zarnan Belanda kedka kaum muslimin mcrgalami mariinalisasi sosial, ekonomi, dan politik.l.
RelasiSosial
dalam l.lelihat Bentuk
fui
polaPendidikan
KeluargaMuslim
Minoritas-Relasi sosial dalam
bentuk dan pola
penddikan keluarga Muslimminoriras
Baniarasri dapat beriahn dengan baik, dapar diketahui aktif dalam penyeler6garaan pendidikan dalam benruk TPA" Majelis Ta.limd
masjiddan mushala, Majelis Ta'lim Ranting Muhammadifah dan
'Aisyiyah,
Majelis
Ta'lim
khusus
lvlu'ollaf, denganmenerapkan
pola
pembinaan keluarga yang dikern-as melalui program Qoryoh Toyyiboh.Pembinaan keluarga Muslim menerapkan program Qaryah Toyyiboh besar pengaruhnya terhadap kduargz,
meliputi:
pembinaan
keluarga
bahagia,
pembinaankeutuhan berkeluarga, pemenuhan
hak
dan keuaiibankeluarga.
serra
pembinaan
generasi muda
unt!& berkeluarga secara islami. Dalam program, tidak tranya pemberdayaan sumber daya manusia lewat pengajian aauta'lim
dalam penanaman aqidah, ibadah,akfihk
*an mu'amalah, namunjuga
ditekankan 6";gagai pelatihanbidang ekonomi,
keterampilan,
pendampingan danpemodalan sena pemberdafaan sumber daya
alam-Program Qoryoh Tayyiboh
ini
sebagai identius diribagi
keluargaMuslim
di
Banjarasri, diperlukan agarkeberadaan
Muslim
minoriks retap
ekis
dan daparbertahan
dari
keterancaman aqidah, budaya, dan bebanpsikologis
dari
komunicasmayoriran
non-Muslim di Banjarasri. Pendidikan keluargaMuslim
harus pun;,aidentitas jelas, agar pendidikan keluarga Muslim minoriras punya nyali sebagai seorirng Muslim yang membe&kan dengan masyarakac non Muslim. Keberadaan perdidilan keluarga Muslim minoritas menjadi daya tarik terssrdili
ketika
berhadapan dengankomunitas
mayoius non Muslimdi
Desa Ban.iarasri.Di
sini dilakukan keria yangektra
dari
komunias
Muslim,
sehinggaapa
FoCdilakukan dalam pendidikan keluarga selalu nren&fet rintanganlkererancaman secara
aqidah,
lbadalrsial
budaya
dalam
membangun
dan
memtangldrhn pendidikan keluarga Muslim.Hasil penelirian
di
Banjarasri dicemubn poh pendidikan yang cocok untuk menganarkan pendifihn keluarga, yakni program Qaryah Tayyibah,2s walhasd drhm komunitas Muslim minoritas dapat memicu serrranga danmemperkuat
resiliensi/daya
lenting
rmruk mempenahankan identicas bagi seorang Muslim.Kuatnya
kohesi kelompok Muslim minorias
fni, memberi nuansa kekompakan dalam proses p€rqqg:H-andan
pencerahan bagiwarga
Muslim melalui Fqgrrmpembinaan Qaryoh Toyyiboh,
program
ini
direrudo
semangat kelompok dalam rangka membentengi aqi&fr dari pengaruh non Muslim
di
Banjarasri. Adanyzkotui
kelompok Muslim minoriras
ini
digeraldon
*h
kelompok kecil-
Kelompokinilah
dapat
memerardan begitu banyak kegiaan atzu event{yent cerrens, &&m mempertahankan aqidah islamiyah.2.
Hotivasi
Beragama
dalam
Melihat
pdilzg
dan
Hambatan
dalam
Pendidikan
Ke|irga
Huslim
Minoritas
Pmsidirg Konferensi Nasional Ke 4
hi::!:{E :.e-€a-e
re.a-Ez
!tt_s.-
--.ctr_-=l
!..=a:?
:e-=.,:-<
pe Ez-,-n dan pendorong_ pertoma,3e6gzi
penggerakuntuk
memberikanenergi
kepada mas)?rakar Banjarasridalam
penyelenggarakanTp,\
Majelis
Ta'lim,
MajelisTa'lim
Muhammadiyah-Aisyiyah, MaielisTa'lim
khususMu'ollof serta
aktifitas
sosial lainnya; keduo, sebagai penentu arah dalam mewujudkan tujuan keluarga Muslim sakinah, mampu menggerakkanroda
komunitas keluarga
Muslim minoritas
untuk berkiprah secara aktif melalui program eoryoh Toyyibah, mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua; ketrga,mendorong segenap keluarga dan komponen masf?rakat
Muslim
minoritas
Baniarasri
unruk
melakukan aktifitasomor mo'ruf nahi mungkorKeberadaan keluarga Muslim
minorias
Banjarasri mempunyaikohesi cukup kuar,
mampu memberikan motivasi beragama, memberikan nilai tawar cukup tinggi, dalam posisi minorius-pun mampu menggerakkan potensi dalam berbagai aktifitas, begiru iuga mempunyai dayalenting
(resiliensi)yang
cul<upkuag seperri
semangar membangun, memakmurkan masjid, mushala, majelisa'lim,
dan TPA. Aktifitasini
untuk membenrengi aqidah sejak dini, sebagaiidentitas
seorang Muslimdi
tengah mayoricas non Muslim.Pendidikan keluarga Muslim minoritas, berpeluang
uncuk dapat
hidupberdampingan dengannon
Muslim dalam kegiaran sosial kemasyarakatan. Dalam peran sosialnon
Muslim
sebagai pemeluk agama mayoritas tidak dipermasalahkanoleh
komunitas
Muslim
minoritas, namunperan
sosialitu
justru
dipermasalahkan oleh kalangan yang berada di luar komunitas penerima dengan argumenq bahwa peran sosial itu hanya sebagai entry pointuntuk
peran-peranlain
di
luar kontek
peran
sosial. Walaupun demikianada
kecurigaan bahwa penetrasi keagamaan, cepar atau lambat akan reriadi dibalik peran sosial tersebuc Walhasil, relasi sosial anrara Muslim dan non Muslim tidak bisa steril dari adanya kecurigarrn atau seddaknya waspada.Tantangan secara ekstem, pertomq pengaruh sosial,
ekonomi
dan
budaya
dari non
Muslim
cukup mendominasi masyarakat Desa Banjarasri,di
antaranyapihak
non
muslimlebih siap
menjemputbola
dalam mengadakan Pela).anan sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, Sedangkan bidang budaya, sengaia membuattandingan
shalawatan,sepemi
shalaka
(Shalawaan Katolik) lebih mendominasi masyarakac Desa Banjarasri;kedua, pengaruh
dari
teknologimodem,
menjadikan keengganan/kemalasan dalam mengikuci pengajian, lebih senang rnemanfaarkan hand phone seienisnyadari
pada menghadiri pengajian.Tantangan secara intern, pertoma, masih rendahnya pendidikan sebagian masyarakat Muslinr sehingga akan mempengaruhi kesadaran
untuk
alctif
dalam berbagai kegiatan pengajianbelum optimal; kedto, belum
bisamenerima
perbedaan dikarenakan rendahnya ringkat pemahaman terhadap lslam yang masih parsial atau masih tekstual. Sedangkan tanangan dari ekstern, yakni pihak non Muslim jauh lebih siap untuk menjemput bola dalamUtca-,9 perayan-an
pendidilan, sosial,
kesefiar, dn
budayz- Bahlan dalam budaya dari non Muslim sengaia
dibuatkan tandingan
Shalawaran,
yakni
Sluhka (Shalawatan Karolik).3.
Tidak Teriadi
Suatu Kon{lik,
bahkanTrret ta
Suatu
Kehidupan Harmonis.
Relasi sosial anmra Muslim sebagai minoritasdengan pihak non Muslim sebagai pihak mayorins fidak per-nah
teriadi suatu konflik. Dalam hal ini ada keseuaian dengan
teori yang dikemukakan oleh Baron dan Byrne, bahrra:
Kelompok
mempunyaidua
tanda
psil<ologis, yakni perloma, anggo(a-anggotakelompol<
merasateriht
dengan kelompok
-
ada senseo{
betonging-
yang ridak dimiliki orang yang bukan anggota; kedua, nasibagota-anggota l<elompok saling bergantung sehingga hasil
siap
orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yanghin2e
juga
ada kesesuaian dengan pendapat Collin dan Raven sebagaimanadikutip
Jalaluddin Rahmag bahnakohesi kelompok
sebagai kekuatanyang men&org
anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam
dan
mencegahnya meninggalkankelompokx
Danmenurut Mc. David dan
Hahari
sebagaimana &uu-p Jalaluddin Rahmat,rr bahwa Kohesidiukur dan
tlr,tuma, ketercarikan anggota secara personal pada satu sarn lain;kedu4 keterarikan
anggota pada kegiatan dan fifigsi kelompok;ket(o,
sejauh mana anggota rertarik padakelompok
sebagaialat untuk
memuaskan kebutfianpersonalnya-Berdasarkan pada hasil penelitian ada kesegaian dengan pendapat
Alo
Uliweri,
bahwa inreraksi sosialmerupakan sebuah proses yang dilakukan oleh
semzrg
untuk menyatakan identitas dirinya kepada oranghir
&n
menerima pengakuan
atas
identias
dirinya,sdnga
terbentuk-perbedaan idendtas antara seseorang {deagm
orang lain.32
Dengan demikian, identitas
tidak
sefiEilarrrErca dicunjukkan oleh apa yang dimiliki,teapi
diceno.dan prlaoleh
pengakuan semuaorang
atau
sekelornpoft hin terhadap kica dalam situasi terrentu, yang padadavnp,
interaksi sosial merupakan perwujudan dari sikap
trrLfu
untuk bergaul, bertetangga, dan mau menerima dari pirak lain.Dalam interal.si sosial, tidak ada batasan pa&
orik
dan agama teffentu.Karena yang terpendng adalah
dop
sikap yang baik
dan
ridak benentangan dengan{ran
agama. Adan;,a hubungan antar manusiaatau relasi.rchsi sosial menentukan struktur dari suatu masyarakallMenurut McDavid dan Hahari sebagaimana
durip
Jalaluddin Rahmar,y bahwa :Kohesi
diukur
dari
petomo, ketertarikan .qgora secam personal pada saru sama lain; kedoo,keteruilqr
anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok; dankftr,
sejauh mana anggota tenarik pada kelompok sebagei:ht untuk memuaslqn kebutuhan personalnya.
Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi
Hrna
relasi sosial anara Muslim sebagai minoritas denganpilck non Muslim sebagai pihak mayoritas cidak pernah
rriadi
Prosiding Konferensi Nasional Ke- 4
suatu
konflik,
ada
keseuaiandengan
teori
yan1 dikemukakan oleh Baron dan Byrne.Namun peneliti menemukan ada
faktor
emosional, yakni antara Muslim dengan non Muslim, masih saudara dekat, tetangga dekar satu kampung, saru kecurunan, satu desa, satu etnis, dan lebih menonjolkan .lawa-nya dari pada agamanya, silaturahmi antaratokoh
agama seringdilakukan dalam rangka
memajukan
desa,
mata pencaharian sebagian besar masyarakat Banjarasri relatif sama, yakni petani sawah dan ladang, menjadikan dalam l<ebudayaan, tradisi dan kebiasaan-pun tidak jauh berbeda, menjadikan suasana patembayancukup baik,
sehingga masyarakar Desa Banjarasri tercermin dalam kehidupan yang harmonis antara Muslim dengan non Muslim.Y.
Simpulan
Berdasarl<an penelitian dicarik simpulan:
Pertomo,
relasi
sosial dalam
bentuk
dan
pola pendidikan keluarga Muslim minoriras Desa Baniarasri dapat berjalan dengan baik, halini
dapat diketahui dari aktifnya pendidikan dalam bentuk TPA" Majelis Ta'lim, MajelisTa'lim
Ranting Muhammadiyahdan
.Aisyiyah,Maielis Ta'lim khusus Mu'ollaf! dengan menerapkan pola pembinaan keluarga melalui
program
earyoh Tayyiboh, Programini
besar pengaruhnya dalam pola pembihaankeluarga,
meliputi:
pembinaan keluarga
bahagia, pernbinaan keutuhan berkeluarga, pemenuhanhak
dan kewajiban keluarga, serra pembinaan generasi muda untuk berkeluarga secara islami. Qoryah Toyyibafr ini, tidak hanya pemberdayaan SDMlewat
pengaiian dalam penanaman aqidah, ibadah, akhlak dan mu'amalah, namun dicekankanberbagai pelatihan bidang ekonomi,
keterampilan, pendampingandan
pemodalanserta
pemberdayaan sumberdaya alamnya.Keduo, modvasi beragama keluarga Muslim minoritas yang dilakukan, yakni: sebagai penggerak, pengarah dan pendorong. pertamo, sebagai penggerak sebagai energi kepada masyarakat dalam penyelenggarakan TpA, Maielis Ta'lim, Majlis Ta'lim khusus Mu'allof, serta aktifitas sosial keagamaan lainnfa; kedu4 sebagai penentu arah /cuiuan
atau
cita-cita keluarga
Muslim
sakinah,
dengan menggerakkan roda komunitas keluarga Muslim minoritas berkiprah secaraakrif
lewat program earyoh Tayyibah, mulai dari anal<-anak, rema,a. sampai orang tua di tengah lingkungannon
Muslim; kettgo, mendorong segenap keluargadan
komponen masyarakat Muslim minoritas melakukan aktifitas bermanfaar, unruk meningkatkan iman dan taqwa dengan ber-ornor mo'ruf nohi mungkar melalui pendidikan keluarga dan kemasyarakatan.Keluarga Muslim minoritas Banjarasri mempunyai
kohesi cukup
kua!
mampu
memberikan
motivasi beragama, memberikannihi
tawar
cukup tinggi, dalamposisi Muslim
minoritas-pun
mampu
menggerakkanpotensinya
dalam berbagai
aktificas,
begiru
iuga mempunyai daya lenting (resiliensr) cukup kuag seperri
dengan
semangat membangunserra
memakmurkan masjid dan mushala dengan segenap aktificas majelis ta'lim dan TPA-nya untuk membentengi aqidah islamiyah sejakdini,
sebagai identitasdiri
seorang Muslimdi
wrgah mayorias non Muslim.Dalam
pendidikan keluarga
Muslim
mirbdras, berpeluang dapat hidupberdampingan dengan non t*rslim dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan-&hm
peran sosial
non
Muslim
sebagai pemeluk agama mayoritas tidak dipermasalahkan oleh komunitasHdim
minoritas, namun peran sosial itu iustru dipermasahhkan
oleh
kalangan yang beradadi
luar
komuniras penerima dengan argumenq bahwa peran sosialitu
hanya sebagai entry point untuk peran-peran laindi
luar kontela peransosial- Walaupun demikian
ada
kecurigaan bafivrapenetrasi keagamaan,
cepat
arau lambat akan eriadidibalik peran sosial tersebut. Walhasil,
relasi sosialancaraMuslim dan non Muslim tidak bisa steril dari adanya
kecurigaan atau setidaknfa waspada.
Tantangan
ekstern,
pertamo, pengaruh ssial,ekonomi
dan
budaya
dari non
Muslim
adcrp mendominasi masyarakat DesaBanjarasri,
pihak nonmuslim
lebih
memberi
pelayanansosial,
kesehan,pendidikan,
dan
ekonomi.
Untuk
budaya
ssrgaiamembuat
tandingan
shalawatan(Shalawatan Kaolik) mendominasi masyarakat Banjarasri; keduo, pengaruhteknologi
modern,
meniadikan
kemalasan dalammengikuti ta'lim, lebih senang memanfaatkan hand ptrone seienisnya dari pada menghadiri pengaiian.
Tantangan inrern, pertomo, masih rendah pendidikaa sebagian masyarakat
Muslim,
berpengaruh rerfie&p kesadarandalam
berbagaikegiaan,
sehingga brkm optimal; keduo, belum siap menerima perbedaa& l<er€ria rendahnya pemahamanlslam masih parsial atau tekstrEl;Ketigo, Warga Banjarasri antara komunitas
ltrfim
dengan
non
Muslim tidakterjadi
suatu konflik,ffin
tercipta suaru
kehidupan
yang
harmonis-
l-ld
ini disebabkan olehfakor
emosional,yakni
masih sanfua dekat" bemetangga satu kampung, satu desa, saBJ Gmis,dan lebih
menoniolkan Jawa-nyadari
pada agararra, silaturahmi antaratokoh
agama sering dilakukan dCnn rangka memajukan Desa Baniarasri, mata pencrlwiilt sebagian besar masyarakat Baniarasri relatif sann, ydc* petani sawah dan ladang, menjadikan dalam kebuda*.
tradisi
dan kebiasaan-pun ddakjauh
berbedq seftergamasyarakat
Desa
Baniarasri
mempunyai
srlE{ur patembayan cukup baik dalam kehidupan secara harmonisantara
Muslim dengannon
Muslim.Untuk iru
pedu diberikan pemahaman kepada keluarga dan masfard<at, bahwa perbedaan agama jangan dijadikan sebagaipe*r*l
konflik antar
keluargadan
masyarakat,jusrru
adaqra perbedaanuntuk
saling menghormatidan
mgrerima perbedaan, sehinggaakan rercipra
kehidupanp.g
harmonis di masyarakac
Daftar
PustakaL.
Carl
Brown
dalam Ahmad
lmam
Marvard Fdl
Minoritas Fiqh alAqalliyat dan Evolusi fioqadr&l
d
Syarfah dori Konsep ke Pendekotsnffogydda:
LKIS, 20 r0)Taj Al-sirr Ahmad Harran, Hodhir ol-Alom ol-lslorni (Riyzd: Makabah Rusyd, 2007)
Prosiding Konfermsi Nrional Ke- 4
rcr.
l
"a-'?rgE:--c(|-Err
i4r
,vr,:,'r:s-
Rep.rEsfirEs ba:?iFf t|,c-ff.&,
ciajam Ahmad lmam Mawardi,Fah Minoritos:
fiqh
al-Aqalliyotdan
EvolusiMoqoshid olSyori'oh dori Konsep
ke
Pendekoran (Yogyakarta: LKIS, 20 I 0)Jamal
al-Din
'Athiyyah
Muhammad,
Nofiwo
Tofil Maghashid al-Syari' ah ('Aman: al-Ma'had al-'Alami li al-Fikr al-lslami, 2001)Ahmad lmam Mawardi, Figh Minoritos: Fiqh al Aqalliyat dan Evolusi Maqoshid al-Syori'ah
dari
Konsep ke Pendekoton (Yogyakarta: LKiS, 20 I 0)Azyr.rmardi Azra, Mukadimoh (akarca: Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis Sepetember 2008)
Baron, R.A dan
D.
Byme, Social PsycologyUnderstond Human lnteraction (Boston: Allyn and Bacon, lnc, te79)Alo
Liliweri,
Prasangkadan
Konflik: Komunikasi LintosBudoyo Masyorokot Muftikultur (Yogyakarta: LKiS, 2oos)
I
L. Carl
Brown
dalam Ahmad lmam Mawardi,Fiqh lvlinoritos Fiqh al-Aqotliyot dan Evolusi Maqashid al-Syari'oh
dori
Konsepke
Pendekoton fYogyakarca: LKIS, 201 0), hal- 4 I .2
Tal
Al-sir
Ahmad Harran,Hadhk
al-Atamol-Islonri (Riyad: Maktabah Rusyd, 2007), hal. 142.
'
Ta;
al-Sirr Ahmad Harran, Hadhira al-Alamol-lslomi
(Riyad: Maktabah Rusyd,2007),
hal.
143-147. Menurut perkiraan Ahmad Harran, jumlah umat lslam terus bertambah, demikian pula jumlah minorim< Muslim. Menurutnya, jumlah umat lslam se-dunia addah 23,2 %dari jumlah
total
penduduk bumi yang mencapai5
milyar iiwa.* Abd. A'la,
Pengembongonfrqfi
Minoritas, Represntcsi lslam yong menyejaroh, dalam Ahrnad lmamMawardi,
Fiqhllinoritos; tiqh
al-Aqalliyatdon
Evolusilvlaqoshid
al-Syari'ohdori
Konsep
ke
Pendekoton (Yogyakarta: LKIS,2010),
hal.
vii,
lihar
juga
Shamai Fishman,Fiqh
olAqalliyatA
Legal Theori{or
lvluslim tvlinority, (Penelitian tentang Dunia Muslim, SeriNo.
l,
Makalah
No.
2,
Oktober 2006),
Centeron
lslom, Democraq, and the Future of the r\4uslim World (Hudson Institut), hal. l-s Abd. A'la,
PengembongonFigh
&linoritog Representosi lslorn yong menyejorah, dalam AhEEd lmamMawardi Fiqh
Minoritos:
Fiqh ctlAqallryotdw
EvolusiMaqoshid alSyori'ah
dori
Konsep
ke
Peadekotan (Yogyakarca: LKiS, 2010), hal.Mi,
lihat
Oous Uras, A Greot Chollenge for European lntegrotion: rlluslim irlinorides", dalam Jumal Persception, (Autumn, 2008), hal.?0-5
M.
Ali
Kerani,
Muslim rtlinoritiesin
the WorldIoday, diteriemahkan oleh
Zarkowi
Suyuti dengan iudulA{rnoritcs
l4ustrn
d
Dunia Dewosoini
(Jakare
RaiaGrafindo Persada,2005), hal. l-3.
'
tbid.,...M. Ati Keaoni, hal. l-3.B
Sumber: Monografi Deso Bonjorosri Ka&orrong20t5
'
lohn L
Esposito, Ensiklopedi dolom Duntu lslam Modern, Cec Ke-2 Terj. (Bandung: Mizan,2002),lrrL?.g4-r0
Abdurrahman an-Nahlawi,Prinsipfrimp
DonMetode Pendirtikon lslom, (teri.) Herry Noer Ali, dari ludul asli Ushulut Torbiyyotil lslamiyoh
Wa
Asolibuha $ahrra: Logos Wacana llmu, 200l),
hal. 42."
lbid., hal. 42.''
lohn
L. Esposito, Ensiktopedi Oxford dotantunio lslam Modern, Terj. Cetakan ke 2 (Bandung: Miza&,XX)2), hal. 154.t3
lbid.,hal. l54.'t
MufidahCh,
Psikologi Keluarga lslorn {t{alang UIN Malang Press, 2008), hal.40.tt
lbid., hal. 40.'6
Aunur
Rahim Faqih, Bimbingon don (orseliog dalom lslam (Yograkarta: Ull Press, 2001 ), hal. 70.t1
Zak|vt;h Daradjat, llmu Pendidikon lslam, (tahrta:Bumi Aksara, 1996), hal. 38.
It
Abdul
Maiid,
Awomit ol-Torbryah dalam ShahihAbdul
Aziz
dan Abdul Majid,at
Torbiyah waTknrq
ol-Todris, Juz
l,
(Mesir: Dar al-Ma'arif, tr.), hal. 87.''
John L. Esposito, Ensik/opedi Axford dolom Dunialslam Modern, Jilid 4, Terlemah, (Bandung Penerbir l.lizan, 2002), Cet. 2, hal. 64.
20
Choirul
Ahmad,
Pendidikan
,lulds&rdl
(Yogyakanar Pustaka Pelalar, 20 I 3), hal. 4.
2r
Ahmad
Syafi
Ma'arif,
Moso Depan
dan
Kerukunon Berogama (Yogyakara: Kanisius, 201 0), IEI-
l.
" Sfufiq A.
Mughni,
Pendidikon
Ber0csisliultkukural, dalam
pengantar Pendidikan Muldrlfuralditulis Choirul
Mahfud
(Yogyakarta: Pustaka Bebiar, 2013), hal. vii."
Ibrd", hal. vii."
lbid., hal. viii.25 Thariq Ramadan, Western ftluslims ond the frrnre
of
lslam,Oxford
University, reriemah, (Kaum Minairas Muslimdi
Barat
Tantangandan
Masa Depan),&hrn
Jurnol Analisis
Vol.
12,
No.
l,
Juni
20 12, Danadruri (Lampung IAIN Raden lntan,2004), hal. 230.26
,br'd, hal- 23l.
27
Jamal al-Din 'Athiyyah Muhammad, Nafins
I4{
Maqhoshid alSyari'oh ('Aman: al-Ma'had al-'Alami li*Ekr
al-lslami, 2001), hal. 7-8.Prosiding Konferensi Nasional Ke 4
LKiS, 2010), hal. 43-44.
12
Baron, R.A dan D. Byrng
Sodsl-
Ahmad lmam Mawardi, FiqhMinoritos:
Fiqhal
Aqolliyot dan Evolusi Maqashid ol-Syari'ah dori Konsep ke Pendekaton (Yogyakarta:
LKiS,
2010), hal.
4.
Lihat, Abdullah Seed, Muslim Austro/ians, Their Belief, Practices ininstitutions (Cambera: Commonwealch of Ausrralia, 2004), hal. I
l.
r0
AzyumardiAzra,
Mukodimah (al<arca: GatraEdisi Khusus Beredar Kamis Sepetember 2008), hal. 5.
3r
AzyumardiAzr4
Mukaddimah(akarra:
Gatra Edisi Khusus beredar Kamis, 25 September 2008), hal. 5.
37
Qaryah Toyyibahmerupakan suatu perkampungan
atau
desadi
mana masyarakatnya menialankan ajaran Islam secara kaffah batk dalam hoblun minolloh maupun hablun minannos dalam segala aspek kehidupannya yangPsycology:U nderctand Hu man Interoction (Boston: Altyn and
Bacon, lnc, 1979), hal- 558.
31
lbid.,hal. 162.)t
lbid., hal. I 62.16
Alo
Liliweri,
Prosongko
dan
Konflik KornunikosiUntos Budoya Mosyorakot llultikuhur (Yogyakara: LKiS,
2005), hal. 127.
"
lbid.,hal.l7T.38
Baron,
R.A dan D.
Byrne,
Sodol
Psycology:U nderstond Hu man lnteraction (Boston: Altyn and
Bacon, lnc, 1979), hal.558.
3e
lbid., hal. 162.Prosiding Konferensi Nasional Ke-
{