• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penambahan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) kultur tunggal pada kondisi salinitas dengan media zeolit terhadap pertumbuhan dan produksi lamtoro (Leucaena leucocephala)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penambahan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) kultur tunggal pada kondisi salinitas dengan media zeolit terhadap pertumbuhan dan produksi lamtoro (Leucaena leucocephala)"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Rekapitulasi sidik ragam memperlihatkan pemberian cendawan mikoriza arbuskula (CMA) sangat nyata mempengaruhi jumlah stolon panen 1 dan 3, jumlah individu, berat kering tajuk panen

[r]

[r]

Struktur infeksi di dalam akar berupa titik infeksi (entry point), hifa interselular, dan arbuskula; dan struktur infeksi di luar akar berupa hifa eksternal, spora dan

Jenis spora pada semua rhizosfer tanaman kakao, karet, kopi, dan kelapa sawit di dominasi oleh jenis Glomus dengan berbagai tipe yang berbeda (10 tipe). Glomus tipe 2

dengan adanya jenis spora hasil isolasi yang ditemukan pada sampel tanah dari CMA pada 9 sampel tanaman ketapang ( Terminallia catappa ) yang diamati. Keberadaan spora dan jenis

Berdasarkan hasil pengamatan dan data yang disajikan diatas diketahui bahwa pemberian mikoriza memiliki hasil yang lebih baik untuk tinggi tanaman, jumlah daun, dan

(1992) dan telah dipelajari oleh Mansur (2000) dengan teknik PDOC (Petri-dish Observation Chamber) bahwa setiap jenis CMA mempunyai pola kolonisasi yang berbeda sehingga