• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ISI CONTENT ANALYSIS BUKU SEKOL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS ISI CONTENT ANALYSIS BUKU SEKOL"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS ISI (CONTENT ANALYSIS) BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN

KESEHATAN KELAS 4 SD

ABSTRAK

Ahmad Quroni, Tandiyo Rahayu, Setya Rahayu

Program Studi Pendidikan Olahraga Pascasarjana Universitas Negeri Semarang achquroni@gmail.com

Penelitian ini bertujuan menganalisis, (1) Tingkat kelayakan isi; dan (2) Tingkat kelayakan penyajian buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SD Kelas 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dengan desain kuantitatif dan dokumen (buku teks pelajaran) sebagai objeknya, dengan metode teknik analisis isi (content analysis).Penentuan sampel menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian analisis isi buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kelas 4 SD karangan Dedi Kurniadi dan Suro Prapanca skor total 180 (83,33%) kategori baik sekali. sedangkan untuk kelayakan teknik penyajian materi skor totalnya 159 (92,44 %), Sedangkan buku karangan Eso Suwarso dan Sumarya skor total 178 (82,41%) kategori baik sekali. kelayakan penyajian materi skor total 157 (91,28%) kategori baik sekali.Kesimpulan, buku teks Karangan Dedi Kurniadi-Suro Prapanca dan Eso Suwarso-Sumarya dapat disimpulkan bahwa kedua buku teks tersebut untuk tingkat kelayakan isi dan kelayakan penyajiannya pada kategori baik sekali,

Kata Kunci: Analisis Isi (content analysis), BSE, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

ABSTRACT

This study aims to analyse: (1) The feasibility level; and (2) the feasibility level of presentation in the BSE on Physical Education, Sport and Health in Elementary School Grade 4. This study uses a descriptive research approach with quantitative designs and documents (textbooks) as its object; the method is content analysis techniques. Determination ofsample uses purposive sampling.The results of analysis on the contents of BSE textbooks on Physical Education, Sport and Health in Elementary School 4th grade written by Dedi Kurniadi and Suro prapanca has total score 180 (83.33%) very good categorywhile the feasibility of material presenting techniques total score 159 (92.44%),While the BSE textbook on Physical Education, Sport and Health in Elementary School 4th grade written by Eso Suwarso and Sumarya its total score was 178 (82.4%) with very good categorywhile the feasibility of material presentation techniques; its score 157 (91.28%), The conclusion BSE textbook on Physical Education, Sport and Health in Elementary School Grade 4 written by Dedi-Suro Kurniadi prapanca and Eso-Sumarya Suwarso can be concluded that both textbooks for the contents feasibility and contents presentation feasibility with excellent category

▸ Baca selengkapnya: hasil analisis isi proposal

(2)

PENDAHULUAN

Komponen penting dalam pelaksanaan pendidikan adalah adanya konsep kurikulum yang jelas, dan harus didukung dengan keberadaan buku mata pelajaran atau buku teks yang memadai dan mudah dipahami. Buku teks merupakan instrumen penting untuk menghasilkan output pendidikan bermutu dan berkualitas. Sebagai perangkat pembelajaran yang mutlak harus dimiliki oleh komponen pendidikan, buku teks sangat penting dalam memacu, memajukan dan mencerdaskan peserta didik. (Kemendikbud, 2012)

Keberadaan buku teks memang tidak dipungkiri dapat mempermudah dan meng-efektifkan proses penyampaian materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Buku teks terkadang menjadi bacaan yang kurang diminati. Bahkan ada anggapan dikalangan para siswa bahwa sebagian buku teks tertentu sulit dipahami karena keberadaan meterinya kurang relevan dengan tujuan dan makna pembejaran (Hasil wawancara dengan guru SD 1 Sekotong, Lombok Barat, 25 April 2013)

Menurut Banks dalam Aim Abdulkarim, (2007) “melihat bahwa kebanyakan buku teks dikritik sangat membosankan dalam penyajiannya. Buku-buku tersebut lebih mempertimbangkan aspek pasar daripada nili-nilai pendidikannya. Meskipun demikian, para guru tetap mempercayai isi buku teks telah diperiksa oleh para ahli dan telah melewati seleksi yang ketat oleh instansi terkait pemerintah”.Gervey dan Krug mengemukakan bahwa “For Intelegent classroom use a texbook or any reference book should be compared with other text. Statement should be questions should be identified”. Disamping itu guru hanya mempercayai bahwa penyajian buku teks yang demikian itu sudah merupakan tuntutan kurikulum. Atas dasar kenyataan tersebut, maka dapat dipahami bahwa peran buku teks sangat dominan dalam pelajaran.(Aim Abdulkarim, 2007).

(3)

Tabel 1. Daftar ragam buku sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Kelas 4 di 10 SD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2012

NO KECAMATAN NAMA SEKOLAH NAMA BUKU TEKS YANG DIGUNAKAN

1 Sekotong SDN 1 Sekotong

- Mari Sehat Bergembira 4 (Ngatiyono, Dyan Putri, Raswanti)

- Pendidikan Jasmani ORKES, Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan (Deni Kurniadi, Suro Prapanca)

2 Lembar SDN 2 Lembar

- Mari Belajar Pendidikan Jasmani & Olahraga (Mufid Najib, Sulhan)

8 Lingsar SDN 2 Lingsar - Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan (Eso Suawarso, Sumarya)

9 Narmada SDN 1 Narmada

- Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan (Eso Suawarso, Sumarya)

- Mari Belajar Pendidikan Jasmani & Olahraga (Mufid Najib, Sulhan)

10 Batu Layar SDN 2 Batu Layar

- Pendidikan Jasmani ORKES, Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan (Deni Kurniadi Suro Prapanca)

(Sumber : Hasil survey penelitian tanggal 12 Maret 2012)

(4)

khususnya dari segi isi maupun segi penyajiannya. Misalnya pada penyajian buku Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan BSE Kelas 4 karangan Eso Suwarso-Sumarya.

Ditemukan pada Pelajaran 1 pokok bahasan Permainan dan Olahraga gambar persepsi awal yang disajikan berupa gambar permainan sepak bola sementara yang menjadi pokok bahasan selanjutnya adalah tentang permainan bola kasti.

Dari segi tulisan terlihat masih sering ditemukan penulisan yang salah khususnya dalam kata-kata atau istilah dalam olahraga.

Misalnya Pada buku Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan SD kelas 4 Karangan Eso Suwarso-Sumarya masih ditemukan penulisan istilah “jogging” yang tidak pas dan tidak konsisten penulisannya menurut aturan penulisan buku.

Berdasarkan hasil observasi awal, batasan penelitian ini yaitu analisis isi dari buku teks pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk Sekolah Dasar (SD) khususnya kelas 4 yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, dengan rumusan masalah; (1) bagaimanakah tingkat kelayakan isi Buku Sekolah Elektronik (BSE) Penjasorkes SD Kelas 4 yang ditinjau dari tingkat kesesuaian isi dengan dengan kurikulum yang mendukung tercapainya SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar), tingkat keakuratan materi, tingkat kemutakhiran materi, tingkat kesesuaian dengan kehidupan anak, tingkat kepekaan terhadap nilai-nilai Penjasorkes dan tingkat keberadaan materi pendukungnya?; (2) bagaimanakah tingkat kelayakan penyajian dalam Buku Sekolah Elektronik Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SD Kelas 4 yang ditinjau dari segi teknik penyajian materi, penyajian materi pembelajaran, dan kelengkapan penyajiannya?.

(5)

Menurut Chambliss dan Calfee dalam Wahyu Wardani, (2010) menjelaskan bahwa buku pelajaran adalah alat bantu siswa memahami dan belajar dari hal-hal yang dibaca. Buku pelajaran juga merupakan alat bantu memahami dunia (di luar dirinya). Buku pelajaran memiliki kekuatan yang luar biasa besar terhadap perubahan otak. Buku pelajaran dapat mengubah otak siswa. Kekuatan buku pelajaran yang mempengaruhi pengetahuan anak dan nilai adalah suatu asumsi agar buku pelajaran harus disusun secara bermutu.

Menurut B.P Sitepu (2012) apabila dilihat dari isi dan penyajiannya, buku teks pelajaran berfungsi sebagai pedoman manual bagi siswa dalam belajar dan bagi guru dalam membelajarkan siswa untuk bidang studi atau mata pelajaran tertentu. Pedoman belajar bagi siswa berarti siswa menggunakannya sebagai acuan utama; (1) mempersiapkan diri secara individu atau kelompok sebelum kegiatan belajar di kelas; (2) berinteraksi dalam proses pembelajaran di kelas; (3) mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, dan (4) mempersiapkan diri untuk tes atau ujian formatif dan sumatif. Sedangkan fungsi bagi guru, buku teks pelajaran dipergunakan dalam; (1) membuat desain pembelajaran, (2) mempersiapkan sumber-sumber belajar lain; (3) mengembangkan bahan belajar yang kontekstual; (4) memberikan tugas dan; (5) menyusun evaluasi.

Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau buku elektronik (e-book) merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersedian buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. (Masnur Muslich, 2010)

Kriteria kelayakan isi buku teks menurut Masnur Muslich bahwa kelayakan isi, ada tiga indikator yang harus diperhatikan, yaitu; (1) kesesuaian uraian materi dengan standar komptensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam kurikulum mata pelajaran yang bersangkutan; (2) keakuratan materi; (3) materi pendukung pembelajaran. Dalam hal kelayakan penyajian, ada tiga indikator yang harus diperhatikan, yaitu, (1) Teknik Penyajian, (2) Penyajian Pembelajaran, (3) Kelengkapan penyajian.

(6)

perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila. (Cholik Mutohir,2002)

Menurut Depdiknas (2003) Tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan; (1) Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani; (2) Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama; (3) menumbuhkan kemampuan berpikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran pendidikan jasmani, (4) Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis melalui aktivitas jasmani; (5) Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi sebagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air), dan pendidikan luar kelas (outdoor education); (7) mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya untuk mengembangkan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani; (8) mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dari orang lain; (9) Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat; (10) mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.

Hakikat Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah bagaimana membantu parasiswa dapat menjalani proses pertumbuhan danperkembangan secara optimal baik secara fisik, motorik,mental dan sosial. Belajar, seperti apa yang ditulis (Rusli Lutan: 2001) adalah “perubahan perilaku sebagai hasil daripengalaman, bukan karena pengaruh faktor keturunanatau kematangan.”Pada hakikatnya ”Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah sebagai proses pendidikan melalui via gerak insani (human movement) yang dapat berupa aktivitas jasmani, permainan atau olahraga untuk mencapai tujuan pendidikan” (Rusli Lutan, 2001).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif dan dokumen (buku teks pelajaran) sebagai objeknya, dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis).

(7)

dengan SK dan KD; (2) Keakuratan Materi; (3) Kemutakhiran materi; (4) Kesesuaian dengan kehidupan anak; (5) Kepekaan terhadap nilai-nilai Penjasorkes; (6) Materi pendukung dan kelayakan penyajian yang terdiri dari 3 (tiga) komponen yaitu; (1) Komponen teknik penyajian; (2) Penyajian materi pembelajaran; (3) Kelengkapan Penyajian Pembelajaran.

Tempat penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan mengambil sampel buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan SD kelas 4 dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Lombok Barat Populasi dalam penelitian ini adalah buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan SD Kelas 4 yang telah beredar. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu dengan mempertimbangkan bahwa buku teks tersebut paling banyak digunakan di SD Negeri di Kabupaten Lombok Barat.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pengamatan (observasi) yaitu dengan melakukan analisis langsung terhadap buku-buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan SD kelas 4 berdasarkan katogorisasi yang telah ditentukan terlebih dahulu, dan menggunakan teknik dokumen.

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik pengolahan data deskriptif yaitu dengan cara menjelaskan suatu permasalahan, gejala atau kejadian sebagaimana adanya, dan bukan menguji kebenaran hipotesis. Data dalam penelitian ini berupa data tentang kelayakan isi dan kelayakan penyajian.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut; (1) mendeskripsikan dan mengidentifikasi tingkat kesesuaian atau kelayakan isi materi yang terdapat dalam buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan SD Kelas 4 dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kurikulum yang berlaku (dalam hal ini BSNP); (2) mendeskripsikan tingkat kelayakan penyajian pada buku teks BSE Pendidikan Jasmani Olahraga, dan Kesehatan SD kelas 4 dan menghitungnya tingkat kebenaran konsep dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

% =

100%

(Arikunto. 1997) Keterangan:

(8)

Tabel 2. Kategori Pensekoran Buku Teks Pendidikan jasmani Kelas SD Kelas 4

SKOR MAKNA

81.25% - 100% Layak dengan predikat sangat bagus

62,50% - 81,25% Layak dengan predikat bagus

43,75% - 62,50% Layak dengan predikat cukup

25.00% - 43,75% Tidak layak (TL)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis data di atas tentang kelayakan isi dan kelayakan penyajian buku teks Penjasorkes BSE Kelas 4 SD Karangan Dedi Kurniadi-Suro Prapanca dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel 3. Tabel Hasil Analisis Data Kelayakan Isi dan Kelayakan Buku Teks Dedi Kurniadi-Suro Prapanca

I. KELAYAKAN ISI

NO KOMPONEN SKOR Prosen Kategori

A Kesesuaian Materi Dengan SK dan KD 53 88.33% Baik sekali

B Keakuratan Materi 63 78.75% Baik

C Kemutakhiran Materi 36 81.82% Baik sekali

D Kesesuian Dengan Kehidupan Anak 10 83.33% Baik sekali E Kepekaan Terhadap Nilai-Nilai Penjasorkes 7 87.50% Baik sekali

F Materi Pendukung 11 91.67% Baik sekali

Total Skor 180

Baik sekali

Prosentase 83.33%

II. TEKNIK PENYAJIAN MATERI

NO KOMPONEN SKOR Prosen Kategori

G Teknik Penyajian Materi 53 94.64% Baik sekali

H Penyajian Materi Pembelajaran 68 89.47% Baik sekali

I Kelengkapan Penyajian 38 95.00% Baik sekali

Total Skor 159

Baik sekali

Prosentase 92.44%

(Sumber Hasil Penelitian Buku Teks BSE Penjas Kelas IV SD Th. 2013)

(9)

88,33 %, b) keakuratan materi skornya adalah 63 atau 78,75 %, c) kemutakhiran materi skornya adalah 36 atau 81,82 %, d) kesesuaian dengan kehidupan anak skornya yaitu 10 atau 83,33 %, e) kepekaan terhadap nilai-nilai penjasorkes skornya yaitu 7 atau 87,50 %, f) materi pendukung skornya yaitu 11 atau 91,67 %, sedangkan untuk kelayakan teknik penyajian materi skor totalnya adalah 159 atau 92,44 %, hal ini diketahui dari tiga sub komponen kelayakan penyajian yang terdiri dari a) teknik penyajian materi skornya adalah 53 atau 94,64 %, b) penyajian materi pembelajaran skornya adalah 68 atau 89,47 %, c) kelengkapan penyajian skornya adalah 38 atau 95 %.

Tabel 4.Tabel Hasil Analisis Data Kelayakan Isi dan Kelayakan Penyajian Buku Teks Eso Suwarso-Sumarya

I. KELAYAKAN ISI

NO KOMPONEN SKOR Prosen Kategori

A Kesesuaian Materi Dengan SK dan KD 52 86.67% Baik sekali

B Keakuratan Materi 60 75.00% Baik

C Kemutakhiran Materi 36 81.82% Baik sekali

D Kesesuaian Dengan Kehidupan Anak 10 83.33% Baik sekali E Kepekaan Terhadap Nilai-Nilai Penjasorkes 8 100% Baik sekali

F Materi Pendukung 12 100% Baik sekali

Total Skor 178

Baik sekali

Prosentase 82.41%

II. TEKNIK PENYAJIAN MATERI

NO KOMPONEN SKOR Prosen Kategori

G Teknik Penyajian Materi 52 92.86% Baik sekali

H Penyajian Materi Pembelajaran 66 86.84% Baik sekali

I Kelengkapan Penyajian 39 97.50% Baik sekali

Total Skor 157

Baik sekali

Prosentase 91.28%

(Sumber Hasil Penelitian Buku Teks BSE Penjas Kelas IV SD Th. 2013)

(10)

totalnya adalah 157 atau 91,28 %, hal ini diketahui dari tiga sub komponen kelayakan penyajian yang terdiri dari a) teknik penyajian materi skornya adalah 52 atau 92,86 %, b) penyajian materi pembelajaran skornya adalah 66 atau 86,84 %, c) kelengkapan penyajian skornya adalah 39 atau 97,50 %

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis kelayakan isi dan kelayakan penyajian pada kedua buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan BSE kelas 4 SD yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional adalah; (1) Analisis Isi (content analysis) yang ditinjau dari tingkat kelayakan isi buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan BSE kelas 4 SD Karangan Dedi Kurniadi-Suro Prapanca skor 180 atau 83.33% kategori Baik Sekali, sedangkan buku teks karangan Eso Suwarso-Sumarnya skor 178 atau 82.41% kategori Baik Sekali; (2) Analisis isi (content analysis) yang ditinjau dari tingkat kelayakan penyajian buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan BSE kelas 4 SDKarangan Dedi Kurniadi-Suro Prapanca skor 159 atau 92.44% kategori Baik Sekali, sedangkan buku teks karangan Eso Suwarso-Sumarnya skor 157 atau 91.28% kategori Baik Sekali,

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Abdulkarim, Aim 2007, Analisis Buku Teks dan Implikasinya Dalam Meberdayakan Keterampilan Berfikir Siswa. Jurnal Forum Kependidikan, Volume 26. Nomor 2. Universitas Pendidikan Indonesia Press

Arikunto,Suharsimi 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Edisi 2, Jakarta, Bumi Aksara

Lutan, Rusli 2001, Mengajar Pendidikan Jasmani, Pendekatan Pendidikan Gerak di Sekolah Dasar, Depdiknas

Lutan, Rusli, 2001, Pembelajaran Keterampilan dan Konsep Olahraga di Sekolah Dasar, Depdiknas

Lutan, Rusli, 2005. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Sekolah: Penguasaan Kompetensi Dalam Konteks Budaya Gerak. Makalah. Disampaikan padaLokakarya Penyusunan Standar Kompetensi Guru Penjas. Cipayung. Direktorat Tenaga Kependidikan. Diknas. 2005.

L. Berg, Bruce 2008. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (7th Edition). Pearson Education

Mutohir, Toho Cholik 2002. Gagasan-gagasan tentang Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Surbaya, Unesa University Press.

Muslich, Masnur 2010 TEXT BOOK, Penulisan Buku Teks, Jakarta : Bumi Aksara

MENDIKNAS. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Salinan tidak diterbitkan. Jakarta: DEPDIKNAS

Rukmana, Anin, 2008, Jurnal Pendidikan Dasar Nomor: 9, April 2008, Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia, UPI Press. Bandung

Sitepu, B.P. 2012. Penulisan Buku Teks Pelajaran, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional 2005, Pedoman Pengembangan Buku

Pelajaran, Jakarta: Pusat Perbukuan

(12)

Gambar

Tabel 1. Daftar ragam buku sekolah Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Kelas 4 di 10 SD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2012
Tabel 2. Kategori Pensekoran Buku Teks Pendidikan jasmani Kelas SD Kelas 4
Tabel 4.Tabel Hasil Analisis Data Kelayakan Isi dan Kelayakan Penyajian Buku Teks Eso Suwarso-Sumarya

Referensi

Dokumen terkait

Suatu rahmat dan anugerah dari Allah SWT yang sepatutnya penulis syukuri, karena berkat qudrat, iradat, taufiq dan hidayah-Nya penulis dapat merampungkan skripsi

Mesin pendingin pada penelitian ini menggunakan model pemanasan lanjut dan pendinginan lanjut adalah dengan melilitkan pipa kapiler sepanjang 180 cm di pipa saluran keluar

Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi, artinya penetapan metode

Materi perkuliahan dimulai dengan latihan membuat garis, bidang, bentuk geometris, menggambar benda-benda disekitar kita, menggambar binatang dan

Mata kuliah Desain Produk 2 ini adalah merupakan mata kuliah yang diorientasikan pada pengenalan, pemahaman dan pendalaman pada bentuk-bentuk dan jenis-jenis produk. Mahasiswa

Berdasarkan fenomena yang terjadi, maka telah dilakukan penelitian tentang: “Hubungan Persepsi Siswa Pada Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Dalam Materi Pokok

[r]

- hasil : 50% Kabupaten/Kota yang melaksanakan program pemberantasan penyakit bersumber binatang mencapai target indikator utama program yaitu minimal 90% kasus Flu