• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UD. TERINGAS DI LAMONGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UD. TERINGAS DI LAMONGAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UD. TERINGAS DI LAMONGAN

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu PersyaratanMencapai Derajad Sarjana Ekonomi

Oleh:

Alex Hubbi Ibad 201110160311258

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UD. TERINGAS DI LAMONGAN

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu PersyaratanMencapai Derajad Sarjana Ekonomi

Oleh: Alex Hubbi Ibad 201110160311258

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikumWr. Wb.

Syukur Alhamdulillah , Segala puji syukur penulis panjatkan ke kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini tepat pada waktunya.

Penelitian dengan judul "Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Pada UD.Teringas Di Lamongan",yang disusun untuk memenuhi serta melengkapi syarat memperoleh gelar sarjana di bidang Ekonomi, program studi Manajemen pada Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas akhir ini tidak lepas dari hambatan serta kesulitan. Namun, Dalam penyusunan skripsi ini penulis berusaha memberi sebaik mungkin, penulis menyadari akan kemampuan dan keterbatasan pengetahuan serta pengalaman penulis. Skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Berkat bimbingan, nasehat, dorongan serta saran-saran dari berbagai pihak khususnya dosen pembimbing segala permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih yang tulus dan mendalam kepada kepada yang terhormat dibawah ini :

1. Bapak Drs. Fauzan M.pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Bapak Dr. H. Nazaruddin Malik, M.,Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Bapak Dr. Marsudi, MM, selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

(11)

5. Bapak Drs. Eko Handayanto, M.M. selaku wali kelas E Manajemen yang telah memberikan nasehat dan dorongan

6. Ibu Nurul Asfiah,Dra., M.M. selaku dosen pembimbing satu yang disela-sela kesibukannya bersedia meluangkan waktu dan dengan penuh kesabaran dalam membimbing tugas akhir ini.

7. Ibu Triningsih Sri Supriyati, Dra.,M.P.. selaku pembimbing dua yang dengan senang telah banyak membantu dalam hal konsultasi serta memberikan bimbingan dengan penuh ketulusan.

8. Terima kasih kepada segenap dosen manajemen yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membimbing saya dari awal masuk kuliah sampai tugas akhirnya ini selesai.

9. Terima kasih kepada ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya dan kesehatan dan tak lupa saya selalu ber doa keepadanya.

10. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang selalu iklas merawat dari kecil hinga sebesar ini selalu sabar sudah mendoakan saya dan selalu memenuhi kebutuhan saya selama ini hingga mendapatkan gelar Sarjana. Saya Sayang Ibuk Abah Love You.

(12)

Penulis percaya bahwa budi baik yang mendorong serta kerjasama yang telah penulis terima dari Bapak / Ibu / Saudara/i pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.Akhirnya penulis berharap semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi pengembang ilmu pengetahuan dunia dan bagi dunia perindustrian khusunya pada sektor pengembangan sumber daya manusia.

WassalamualaikumWr. Wb.

Malang,16 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

(13)

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... iv

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

ABSTRAK ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 11

C. Pembatasan Masalah ... 11

D. Tujuan Penelitian ... 11

E. Manfaat Penelitian ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penetian Terdahulu ... 13

B. Landasan Teori ... 14

1. kinerja ... 14

a. Pengertian Kinerja ... 14

b. Pengukuran Kinerja ... 15

c. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Kinerja ... 16

2. Kepuasan Kerja... 18

a. Pengertian Kepuasan kerja ... 18

b. Indikator Kepuasan Kerja ... 20

c. Hubungan Kepuasan Kerja dan Kinerja ... 23

d. Kerangka Pikir ... 24

e. Hipotesis Penelitian ... 26

BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Dan Jenis Penelitian ... 27

B. Definisi Operasional Variabel penelitian ... 27

1. Variabel Bebas ... 27

(14)

C. Populasi dan Sampel ... 30

D. Sumber Data ... 31

1. Data Primer ... 31

2. Data Sekunder ... 32

E. Teknik Pengumpulan Data ... 32

1. Kuesinoer ... 32

2. Observasi... 32

F. pengukuran Data ... 33

G. Pengujian Instrumen Penelitian ... 35

1. Uji Validitas ... 35

2. Uji Reabilitas ... 36

H. Teknik Analis Data ... 37

1. Rentang Skala ... 37

2. Regresi Linier Sederhana ... 38

I. Uji Hipotesis ... 39

1. Uji T ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 41

1. Gambar Umum Perusahaan ... 41

2. Struktur Organisasi ... 41

3. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja ... 42

B. Karakteristik Responden ... 43

1. Jenis Kelamin ... 43

2. Usia ... 43

3. Pendidikan Terakhir responden ... 44

4. Status Responden ... 45

5. Masa Kerja Responden ... 45

C. Uji Instrumen Penelitian ... 46

1. Hasil Uji Validitas ... 46

2. Hasil Uji Reliabilitas ... 47

D. Hasil Analisis Data ... 48

(15)

2. Analisis regresi linier sederhana ... 51

E. Uji Hipotesis ... 53

1.Uji t ... 53

F. Pembahasan Hasil Penelitian ... 54

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 59

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 :data capaian kerja pada UD. Teringas tahun 2013 ...2

Tabel 2 :data capaian kerja pada UD. Teringas tahun 2014 ...3

Tabel 3 :data upah / gaji ...9

Tabel 4 :Penelitian Terdahulu ... 14

Tabel 5 :Definisi Operasional variabel ...31

Tabel 6 :rentang skala penilaian kepuasan kerja dan kinerja ...38

Tabel 7 :karakteristik responden jenis kelamin ...43

Tabel 8 :Data Usia Responden ...44

Tabel 9 :Pendidikan Terakhir Responden ...44

Tabel 10:Status Responden ...45

Tabel 11 Masa Kerja Respoden ...45

Tabel 12 :Uji Validitas Variabel dan reabilitas Kepuasan ...46

Tabel 13 :Uji Validitas Variabel dan reabilitas Kinerja...47

Tabel 14 :Rentang SkalaVariabel Kinerja ...48

Tabel 15 :Rentang SkalaVariabel Kepuasan...50

(17)

DAFTAR GAMBAR

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Anwar Prabu Mangkunegara, (2002), Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung

A. Anwar Prabu Mangkunegara. 2006. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Jakarta: Refika Aditama

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Ke Tujuh PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Mangkunegara, AA. Anwar Prabu, (2000). Manajemen Sumber Daya ManusiaPerusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung

Achmad Kuncoro, Engkos dan Ridwan, 2008, “ Análisis jalur (Path Análisis), Edisi kedua, Penerbit Alfabeta, Bandung

Arikunto, Suharismi. (2006). Prosedur Penelitian: suatu Pendekatan Praktik edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta

Bangun, Wilson, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, Erlangga, Bandung

Davis, Keith dan John W. Newstrom,1985 Perilaku Dalam Organisasi, Jilid I, Edisi 7, Erlangga, Jakarta

Darmawan. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Darojatul Ulya (2005) “Analisis Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengam Kinerja Karyawan Pada PT Cides Persada Consultant”.

.Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi, (Alih Bahasa V.A Yuwono, dkk),Edisi Bahasa Indonesia, Yogyakarta: ANDI.

Martoyo, Susilo. 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi 5, Cetakan Pertama, BPFE Yogyakarta.

Noor (2001), “Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Seafer General Foods, Kendal”

Robbins, Stephen P. (2003). Perilaku organisasi. Jakarta : PT. Indeks Kelompok GRAMEDIA

Robbins, Stephen. P. 2006. Perilaku Organisasi (alih bahasa Drs. Benjamin Molan), Edisi Bahasa Indonesia, Klaten: PT INT AN SEJATI

Robert L. Mathis & John H. Jackson, Human Resources Management, Edisi sepuluh, Penerbit Salemba Empat, 2006.

Singarimbun, M. Dan Effendi, s. 1999. Metode penelitian survey. Yogyakarta : pustaka LP3S Indonesia.

Singarimbun, M. dan Effendi, S., (2006), Metode Penelitian Survai, Cetakan Kedelapanbelas, Penerbit Pustaka LP3ES, Jakarta

Sugiyono, (2002). Statistik Untuk Penelitian, Bandung: CV ALFABETA

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Umar, Husein, 2001. Riset Akuntansi: Metode Riset Sebagai Cara Penelitian Ilmiah,

Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Veithzal, Rivai, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan .PT.Raja Grafindo Persada: Jakarta.

.Veithzal, Rivai, 2010, Manajemen Sumber Daya Manausia Untuk Perusahaan: Dari Teori Ke Praktik, Raja Wali Pres: Jakarta.

(20)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Banyak faktor yang menyebabkan kesuksesan suatu perusahaan dalam

mencapai tujuannya. Faktor-faktor tersebut antara lain: bahan baku yang

melimpah dan bermutu, teknologi yang maju, strategi perusahaan yang tepat,

modal financial, dan tentu saja faktor manusialah yang membuat sumber-sumber

daya tersebut mempunyai nilai tambah, dan berdaya saing.Bekerja diperlukan

untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mengubah keadaan yang diinginkan

dalam hidupnya, yaitu untuk hidup lebih baik dan mapan.Kinerja merupakan

keberhasilan seorang karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung

jawab yang diberikan dari perusahaan tempatnya bekerja.Kinerja karyawan

berkaitan dengan suatu pencapaian, hasil dan usaha yang dilakukan karyawan

sehingga dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi

kepada perusahaan dalam situasi tertentu. Menurut Bangun Wilson (2012:231)

kinerja adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan

persyaratan-persyaratan pekerjaan..

Kinerja karyawan yang merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang

karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya dapat berujud, dilihat, dihitung

jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat

dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu

produk barang atau jasa, bisa juga merupakan penemuan atas prosedur kerja yang

(21)

2

tahun. Pencapaian dan kegagalan pemenuhan target produksi akan diolah sebagai

data pencapaian indikator kerja. Pencapaian dan kegagalan kerja akan dijelaskan

pada Tabel 1.1

Tabel 1.1 Data Capaian Kerja Pada UD. Teringas Tahun 2013

Bulan Target Realisasi Selisih Prosntase

Januari 11.000,00 11.316,50 316,50 2,88%

Februari 11.000,00 11.481,25 481,25 4,38%

Maret 10.000,00 9.898,00 102,00 1,02%

April 10.000,00 9.058,25 941,75 9,42%

Mei 10.000,00 9.567,00 433,00 4,33%

Juni 9.000,00 8.777,25 222,75 2,48%

Juli 9.000,00 8.734,50 265,50 2,95%

Agustus 9.000,00 8.316,50 683,50 7,59%

September 9.000,00 8.607,75 392,25 4,36%

Oktober 11.000,00 11.557,75 557,75 5,07%

November 11.000,00 11.605,50 605,50 5,50%

Desember 11.000,00 11.003,75 3,75 0,03%

rata-rata 10.083,33 9.993,67 417,13 4,17% Sumber UD.Teringas

Data diatas menjelaskan tentang pencapaian dan kegagalan kinerja

karyawan pada tahun 2013..Berdasarkan data tabel 1.1, Dapat dilihat bahwa

tingkat realisasi/target yang tercapai hanya berada di bulan Oktober

sampaifebruari dari tahun 2013, untuk bulan januari target produksi sebesar

11.000,00 sedangkan realisasinya 11.316,50 jadi selisih 316,50 untuk

presentasinya 2,88% telah terjadi peningkatan. Dantingkat realisasi/target yang

tidak tercapai berada dibulan selanjutnya yaitu bulan Maret sampai bulan

September dari tahun 2013. Untuk bulanMaret target produksi sebesar 10.000,00

(22)

3

penurunan. Untuk rata-rata target sebesar 10.083,33. Realisasi 9.993,67 . selisih

417,13 . prosentase 4,17%.

Tabel 1.2 Data Capaian Kerja Pada UD. Teringas Tahun 2014

Bulan Target realisasi Selisih Prosentase

Januari 11.000,00 11.875,50 875,50 7,96%

Februari 11.000,00 11.038,75 38,75 0,35%

Maret 10.000,00 9.549,00 451,00 4,51%

April 10.000,00 9.201,00 799,00 7,99%

Mei 10.000,00 9.569,00 431,00 4,31%

Juni 9.000,00 8.059,50 940,50 10,45%

Juli 9.000,00 8.712,25 287,75 3,20%

Agustus 9.000,00 8.733,00 267,00 2,97%

September 9.000,00 8.059,50 940,50 10,45%

Oktober 11.000,00 11.059,50 59,50 0,54%

November 11.000,00 11.202,00 202,00 1,84%

Desember 11.000,00 11.224,50 224,50 2,04%

rata-rata 10.083,33 9.856,96 459,75 4,72%

Sumber:UD Teringas

Data diatas menjelaskan tentang pencapaian dan kegagalan kinerja

karyawan pada tahun 2014.Berdasarkan data tabel 1.2, Dapat dilihat bahwa

tingkat realisasi/target yang tercapai hanya berada di bulan Oktober sampai

februari dari tahun2014, untuk bulan januari target produksi sebesar 11.000,00

sedangkan realisasinya 11.875,50 jadi selisih 875,50 untuk presentasinya 7,96%

telah terjadi peningkatan.sedangkan tingkat realisasi/target yang tidak tercapai

berada dibulan selanjutnya yaitu bulan Maret sampai bulan September dari tahun

2014. Untuk bulanMaret target produksi sebesar 10.000,00 sedangkan realisasi

(23)

4

rata-rata target sebesar 10.083,33. Realisasi 9.856,96. Selisih 459,75. prosentase

4,72%.Melihat dari tabel di atas sebagian besar target yang di standarkan

perbulan oleh perusahaan tidak sesuai dengan target yang di harapkan oleh

perusahaan, maka perusahaan berusaha mengupayakan bagaimana karyawan bisa

mencapai target yang di inginkan perusahaan agar tercapainya kepuasan kerja.

Beras merupakan komoditas yang sangat penting bagi kehidupan bangsa di

Indonesia, dapat dikaji peranannya dalam aspek budaya, sosial, ekonomi, bahkan

politik.Produksi, prossesing dan distribusi beras merupakan salah satu sumber

pendapatan dan tenaga kerja besar dalam perekonomian Indonesia.

Jumlah pekerjaan yang di terima oleh karyawan pada masing-masing telah

di tetapkan.jumlahberas yang harus diselesaikan sesuai target yang telah

ditentukan perusahaan yaitu 8,000,00 – 11,000,00 produksi Beras per bulan.

Dimana karyawan sering tidak mencapai target tersebut. Untuk kualitas beras

yang dihasilkan pada UD Teringas sering terdapat kutu di karenakan masa

penyimpanan terlalu lama karena penjuaan produksinya jangka panjang,Untuk

ketepatan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan keseluruhan proses

produksi, dimana dengan waktu yang ada karyawan harus dapat menyelesaikan

target perusahaan. Karyawan masih belum bisa melakukakan penyelesaian

pekerjaan tepat waktu seperti yang telah ditargetkan. Untuk dapat menyelesaikan

target yang ada karyawan harus bisa menghasilkan jumlah beras 340 – 366

karung beras perharinya, tapi karyawan hanya bisa menghasilkan 300 – 320 beras

perharinya.Tingkat kehadiran menentukan seberapa efektif dan efesien pekerjaan

(24)

5

apabila di kerjakan dengan jumlah pekerja seperti biasanyasehinga terhambatnya

jadwal produksi, dan untuk keterangan ketidakhadiran karyawan di UD Teringas

seringkali mangkir dalam pekerjaan. Sebagian besar karyawan tersebut

diakibatkan karena kurangya responsibility terhadap tugas yang dilakukan

sehingga berpengaruh terhadap proses pekerjaan selanjutnya.

Mengingat dari pentingnya faktor manusia sebagai faktor utama dalam

kesuksesan suatu perusahaan, maka perusahaan harus lebih memperhatikan dan

memahami kebutuhan hidup dan tujuan kerja karyawan.Adapun kebutuhan

manusia dibagi menjadi dua.Kebutuhan yang pertama adalah kebutuhan

jasmaniah atau kebutuhan fisik pokok, yaitu kebutuhan yang berkaitan langsung

dengan kelangsungan hidup seperti makan, minum, tidur, udara, suhu yang

cukup.Kedua adalah kebutuhan rohaniah, kebutuhan sosial, dan psikologi, seperti

persaingan, harga diri, penonjolan diri, memberi, memiliki dan menerima kasih

sayang dan lain-lain. Salah satu cara untuk memenuhi berbagai kebutuhan

tersebut adalah bergabung dalam perusahaan dan bekerja.

Pada saat seseorang memasuki suatu perusahaan tentunya karyawan

mempunyai harapan bahwa dengan keanggotaannya diperusahaan, karyawan

dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan hidupnya, dimana perusahaan

memberikan penghargaan atas sumbangan waktu, tenaga, pikiran yang telah

karyawan kontribusikan kepada perusahaan.Penghargaan dapat berupa

kompensasi yang memadai, jaminan pekerjaan dan kondisi kerja yang aman dan

nyaman.Seperti pernyataan diatas, bahwa kebutuhan hidup harus terpenuhi, jika

(25)

6

mempengaruhi perilaku bekerjanya, dimana karyawan dapat menjadi tidak

produktif, keluar dari perusahaan, bahkan dapat lebih buruk lagi yaitu bersikap

destruktif atau merusak. Jadi dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan

salah satu sikap kerja yang penting, dimana kepuasan kerja dapat mencerminkan

kesehatan psikologis dan emosional, mempunyai dampak terhadap kinerja

karyawan dan tingkat absensi maupun keluar masuknya karyawan.Apabila dengan

terpenuhinya kepuasan kerja karyawan maka semakin besar pula kinerja yang

dihasilkan karyawan dalam perusahaan.

Hal ini sesuai dengan pendapat Robbins (2006) yang menyatakan mengenai

kepuasan kerja pada kinerja karyawan. Karyawan yang merasa puas akan

pekerjaannya memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membicarakan

hal-hal positif tentang organisasinya, membantu yang lain, dan kinerja pekerjaan

mereka melampaui perkiraan normal.Kepuasan dalam pekerjaan didefinisikan

sebagai kepuasan kerja yang dinikmati dalam pekerjaan dengan memperoleh

pujian hasil kerja, penempatan, perlakukan, dan suasana lingkungan kerja.

Sementara kepuasan kerja diluar pekerjaan adalah kepuasan yang dinikmati di

luar pekerjaan dengan besarnya balas jasa yang akan diterima dari hasil kerjanya

agar dapat memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, kombinasi kepuasan dalam

dan luar pekerjaan adalah kepuasan kerja yang dicerminkan oleh sikap emosional

yang seimbang antara balas jasa dengan pelaksanaan pekerjaannyaKepuasan

dalam pekerjaan didefinisikan sebagai kepuasan kerja yang dinikmati dalam

pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan, perlakukan, dan

(26)

7

kepuasan yang dinikmati di luar pekerjaan dengan besarnya balas jasa yang

akanditerima dari hasil kerjanya agar dapat memenuhi kebutuhan. Dengan

demikian, kombinasi kepuasan dalam dan luar pekerjaan adalah kepuasan kerja

yang dicerminkan oleh sikap emosional yang seimbang antara balas jasa dengan

pelaksanaan pekerjaannya

UD.Teringasmerupakan sebuah industri yang bekerja dibidang produksi

beras. Perusahaan ini memiliki target produksi yang harus dipenuhi setiap

bulannya, dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dengan dukungan karyawan

yang profesional. Dalam upaya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki para

karyawan yaitu perusahaan memberikan kepuasan kerja kepada para

karyawan.Bentuk-bentuk upaya perusahaan memaksimalkan potensi individu

terkait dengan kepuasan kerja yang diberikan selama ini adalah sebisa mungkin

memberikan pekerjaan yang menantang melebihi kemampuan. Dengan kata

lainkaryawan cenderung tidak menyukai pekerjaan yang menantang walaupun

tuntutan perusahaankarena sudah ada bagian pekerjaan sendiri-sendiri.

Perusahaan telah memberikan upah/gaji karyawan sebesar Rp.1.075.000

Dimana tidak semua karyawan merasa puas dengan gaji yang mereka

peroleh,terdapat karyawan yang merasa sudah puas dengan gaji yang diperoleh

Karena dengan gaji yang sebesar mereka peroleh beberapa diantaranya telah dapat

memenuhi kebutuhan pokok mereka dan terdapat sebagian besar karyawan yang

belum merasa puas dengan gaji mereka karena dengan beban kerja dan tuntutan

yang mereka terima tidak sebanding dengan upah yang di terima sehingga belum

(27)

8

Peluang karyawan untuk mendapatkan kenaikan jabatan dalam hierarki

dapat menimbulkan kepuasan kerja, dan kebanggaan pribadi, akan tetapi di

perusahaan ini tidak terdapat promosi jabatan. Dimana karyawan belum puas

dengan jabatan mereka, dikarenakan karyawan yang sudah bekerja selama

bertahun-tahun tidak memiliki peluang untuk naik jabatan. Jadi tidak ada

perubahan posisi jabatan dari awal karyawan masuk sampai dengan karyawan

bekerja selama puluhan tahun.

Sikap atasan terhadap bawahan dalam memberikan bantuan dan

berkomunikasi secara personal akan mempengaruhi kepuasan kerja. Disini

karyawan merasa puas dengan sikap atasan yang sering memberikan bantuan dan

dapat berkomunikasi dengan baik. Kepedulian atasan terhadap bawahannya dalam

memperhatikan tentang saran dan keluhan yang bawahan sampaikan akan

menciptakan kepuasan kerja yang lebih tinggi. Dimana tidak semua karyawan

merasa puas dengan sikap atasan yang perduli dengan keluhan terkait dengan

pekerjaan mereka dan saran yang mereka sampaikan.yang berhubungan dengan

sarana dan prasarana maupun hal lain yang dapat meningkatkan kinerja Karena

terdapat karyawan yang merasa tidak diperdulikan dalam menyampaikan keluhan

dan saran mereka.Rekan kerja yang mendukung satu sama lain terbentuk rasa

kekeluargaan dan memiliki antar anggota. Rekan kerja dapat menimbulkan

kepuasan kerja bagi individu karyawan apabila didukung dengan rekan kerja

yang baik dan kerja sama. Karyawantidak merasa puas dengan rekan kerja

mereka, dimana karyawan tidak saling membantu satu sama lain,tidak adanya

(28)

9

Kondisi kerja yang nyaman merupakan faktor lain yang mengurusi

kepuasan kerja bila kondisi kerjanya baik, bersih, nyaman, sirkulasi udara , tidak

bising maka karyawan akan melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun

karyawan tidak merasa puas dengan kondisi kerja yang ada dikarenakan seringnya

karyawan yang mengeluh dengan kondisi kerja yang tidak nyamancontohnya

dalam proses pemecahan kulit beras mesin penggerak dan mesin pemecah kulit

dihidupkan maka karyawan merasa bising karena suara dari mesin pemecahan

kulit itu sangat keras sekali sehingga membuat karyawan merasa bising. Proses

pemecah kulit berjalan baik bila butir gabah pada beras pecah kulit tidak ada.

Namun bila masih banyak butir gabah maka karyawan harus bekerja 2 kali agar

gabah pada beras kulit tidak ada dan mesin harus distel kembali struktur rubber

roll dan kecepatan putarannya.

Tabel 1.3 Data Upah / Gaji Karyawan UD. Teringas

Sumber : UD Teringas

Dari tabel 1.3 di atas dapat di ketahui bahwa upah / gaji karyawan UD.

Teringas. Berdasarkan data Tabel 1.3, tahun 2013 - 2015 gaji upah sebesar

1.075.000 ada persamaan gaji / upah dari tahun 2013-2015.

Tahun Gaji / Upah

2013 1.075.000

2014 1.075.000

(29)

10

Gaji bagi beberapa orang lebih penting daripada apa pun yang diberikan

perusahaan. Gaji memberikan karyawan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan

hidup yang mendasar maupun kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi.Karyawan

melihat gaji sebagai refleksi dari bagaimana manajmen memandang kontribusi

mereka terhadap perusahaan.

Dimana tidak semua karyawan merasa puas dengan gaji yang mereka

peroleh,terdapat karyawan yang merasa sudah puas dengan gaji yang diperoleh

Karena dengan gaji yang sebesar mereka peroleh beberapa diantaranya telah dapat

memenuhi kebutuhan pokok mereka dan terdapat sebagian besar karyawan yang

belum merasa puas dengan gaji mereka karena dengan beban kerja yang mereka

lakukan tidak sebanding dengan upah yang di terima sehingga belum bisa

memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Berdasarkan masalah yang telah dijelaskan diatas di UD.Teringasakan

dijadikan obyek penelitian. Melalui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja

karyawan tersebut akan menjadikan karyawan memahami atas upaya untuk

menciptakan kepuasan dalam bekerja diperusahaan. Pada sisi yang lain hasil

tersebut juga dapat mencerminkan atas segala bentuk upaya perusahaan untuk

memberikan jaminan kepuasan kerja karyawan sesuai dengan harapan karyawan

dan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Maka berdasarkan latar belakang

masalah tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul

‘’Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada UD.

(30)

11

B. Rumusan Masalah

Dari penjelasan diatas maka rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kepuasan kerja karyawan di UD.Teringas?

2. Bagaimana kinerja karyawan di UD.Teringas?

3. Apakah kepuasan kerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja

karyawanUD.Teringas?

C. Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini peneliti memberikan batasan agar pokok permasalahan

yang diteliti tidak melebar dari fokus dengan menggunakan teori kepuasan kerja

Luthans, teori kinerja menggunakan Wilson Bangun dan obyek penelitian adalah

karyawan yang sudah bermasa kerja lebih dari 1 tahun.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai

berikut:

1. Untuk mendeskripsikankepuasan kerja karyawan di UD.Teringas.

2. Untuk mendeskripsikan kinerja karyawan di UD.Teringas

3. Untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di

UD.Teringas.

E. Manfaat Penelitian

(31)

12

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk mengevaluasi

kepuasan kerja karyawan sehingga kinerja karyawan dapat meningkat.

2. Bagi Peneliti Lain

Sebagai bahan acuan, dan tambahan wawasan bagi peneliti selanjutnya

terutama yang berkenaan dengan Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja

Gambar

Gambar 2 :Struktur Organisasi UD. Teringas Lamongan ...........................42
Tabel 1.1 Data Capaian Kerja Pada UD. Teringas Tahun 2013
Tabel 1.2 Data Capaian Kerja Pada UD. Teringas Tahun 2014
Tabel 1.3 Data Upah / Gaji Karyawan UD. Teringas

Referensi

Dokumen terkait

karyawan karena merasa tidak puas dengan gaji yang diterima ataupun karyawan. yang merasa tertekan karena melakukan pekerjaan terlalu berat pada tidak

Hasil penyebaran kuisioner pada faktor iklim organisasi diperoleh persentase tertinggi karyawan yang bisa digolongkan merasa kurang puas disebabkan oleh komunikasi antara pimpinan

Karyawan yang merasa tidak puas akan berusaha untuk mencari penghargaan lain yang lebih besar sehingga besar keinginan mereka untuk pindah kerja, selain itu karyawan yang

77.. Karyawan operasional yang merasa tidak puas terhadap faktor pay merasa tidak puas dengan imbalan, tunjangan dan uang prestasi yang mereka terima dari perusahaan dan

Berdasarkan pendapat responden tersebut terlihat bahwa dari keseluruhan karyawan sebagian besar merasa pekerjaan yang dijalankan sudah sesuai dengan keahlian yang

Karyawan yang merasa tidak puas akan berusaha untuk mencari penghargaan lain yang lebih besar sehingga besar keinginan mereka untuk pindah kerja, selain itu karyawan yang

baik Berdasarkan pada tabel 3 Kepuasan organisasional dari analisis data yang telah diedarkan menyatakan dalan hasil bahwa karyawan merasa puas terhadap gaji dan tunjangan

Kepuasan Kerja X2 Gaji 1 Gaji yang saya terima sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan kepada saya, sehingga saya merasa puas 2 Gaji yang saya teriman sudah layak dan saya merasa