PERANAN Hj. ROHANI DARUS DANIL TERHADAP
PEMBANGUNAN KOTA TEBING TINGGI
(1990-2000)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada
Jurusan Pendidikan Sejarah
OLEH :
WAHYU RAHMADHANI
NIM : 3123321059
JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i ABSTRAK
WAHYU RAHMADHANI 3123321059. PERANAN HJ. ROHANI DARUS DANIL TERHADAP PEMBANGUNAN KOTA TEBING TINGGI (1990-2000). SKRIPSI S-1. JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH. FAKULTAS ILMU SOSIAL. 2016.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi pembangunan yang terjadi pada masa pemerintahan Hj. Rohani Darus Danil sebegai walikota Tebing Tinggi dari tahun 1990 sampai tahun 2000. Untuk memperoleh data yang di perlukan sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif- kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, selain itu peneliti juga menggunakan studi pustaka(library research) dengan menggunakan berbagai buku-buku, arsip dan data – data yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian yang di peroleh bahwa Hj. Rohani Darus Danil yang merupakan walikota perempuan pertama di Indonesia itu sudah memimpin Kota Tebing selama dua periode atau selama sepuluh tahun lamanya. Selama masa kepemimpinannya, beliau berhasi mendapat banyak penghargaan untuk Tebing Tinggi dengan program-program yang telah dibuatnya. Salah satu penghargaan yang mencolok ialah penghargaan Adipura yang diperoleh sebanyak tiga kali selama pemerintahannya dan ada beberapa penghargaan lainnya. Selain itu ada juga pembangunan secara fisik yakni pembangunan perkantoran yang terdapat di Jl. Gunung Leuseur yang dibangun pada masa pemerintahan Hj. Rohani Darus Danil sebagai walikota Tebing Tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa keadaan pembangunan yang terjadi pada masa pemerintahan Hj. Rohani Darus Danil sebagai walikota Tebing Tinggi selama dua periode kepemimpinan beliau berjalan dengan baik dengan banyak pro dan kontra didalam pemerintahannya.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan pertolonganNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi yang berjudul “Peranan Hj. Rohani Darus Danil Terhadap Pembangunan
Kota Tebing Tinggi (1990-2000)”. Adapun tujuan Skripsi ini disusun yaitu sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini banyak mengalami kendala. Penulis sudah berusaha semaksimal mungkin didalam menyelesaikan skripsi ini walaupun penulis menyadari bahwa masih memiliki kekurangan didalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan agar para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk melengkapi skripsi ini.
Didalam menyelesaikan penyusunan Skripsi ini, penulis menghadapi beberapa kendala namun berkat bantuan, bimbingan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada:
1. Kedua orang tua saya, ayahanda Miskun dan ibunda Juriah. Penghormatan dan penghargaan setinggi-tinggi nya saya berikan kepada mereka. Karena dengan kasih sayang, dukungan dan doa yang tak henti dari mereka saya bisa menyelesaikan tulisan ini.
2. Abangda Kopda. Arif Tirtana dan istrinya Desi Fitriani serta abangda Arif Kurniawan yang selalu memberi dukungan, baik moril maupun materil, semangat dan doa hingga terselesaikanya tulisan ini.
3. Bapak Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan 4. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
5. Bapak dan Ibu pembantu Dekan di lingkungan Fakultas
6. Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah sekarang. Seorang pemimpin yang patut dicontoh, selalu memperhatikan dan mengerti keadaan mahasiswa, mengajari dan mengarahkan layaknya anak sendiri.
7. Bapak Syahrul Nizar Saragih, M. Hum, MA selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah terimakasih banyak selama ini telah mengurusi dan membantu dalam melengkapi perlengkapan administrasi saya.
iii
buat pemikiran-pemikiran bapak yang telah membantu mengembangkan pemikiran penulis. Terima kasih juga buat bimbingan, arahan dan masukan-masukan yang selama ini bapak berikan kepada saya hingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tulisan ini.
9. Bapak Dr. Hidayat, M. Si Selaku dosen pembimbing akademik dan penguji penulis yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis selama masa perkuliahan.
10.Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si selaku dosen penguji ahli yang banyak memberikan masukan positif dalam pengembangan skripsi ini.
11.Bapak Pristi Suhendro Lukitoyo, S.Hum. M.Si.selaku dosen penguji bebas yang telah banyak memberi inspirasi bagi penulis.
12.Bapak dan ibu dosen lainnya yang ada di Jurusan Pendidikan Sejarah, Ibu Flores Tanjung, Pak Tappil Rambe, Pak Ponirin, Pak Pulung, Bu Syamsidar, Bu Hafnita dan seluruh Dosen lainnya yang telah memberikan ilmu dan pengalaman kepada peneliti selama mengikuti perkuliahan di Universitas Negeri Medan.
13.Teman seperjuangan My Big Barbie Lely Susana Sihombing, S.Pd.yang tak pernah bosan membimbing dan menemani penulis selama proses pengerjaan skripsi.
14.Untuk keluarga PPLT Pegajahan yang selalu mendukung penulis. Fitri, Septi, Mersi, Ziyah, Neneng, Ratu, Hoprin, dan Miko. Terima kasih atas doa dan dukungan teman-teman semuanya. Kerinduan saat-saat bersama kalian.
15.Kawan-kawan A dan B Non Reguler 2012, Ida, Ziah, Ade, Nani, Kak Sella, Daniel, Roma, Tame, Janita, Yasri, Fauzi, Echa, dan semuanya yang telah menemani penulis dari semester pertama perkuliahan. Terkhusus untuk saudara Fakhri Muliawan Situmorang, S.Pd. yang telah membimbing dan membantu penulis diawal pengerjaan penulisan karya ilmiah ini.Terima kasih untuk semua dukungannya selama ini.
16.Kawan-kawan A Reguler 2012, Della, Ella, Lely, Susan, Frieda, Omy, Novika, Yeni, Afni, Rioby, Arifin, Hendro, Wido, Nico, Imam, Wendy, Wiranda, Mada, Dhiah, Kak Neneng dan Bayu. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini, senyum, canda, tawa, marah kalian telah memberikan warna dalam kehidupan saya sehari-hari dikampus.
iv
Terakhir, untuk seluruh instansi pemerintahan yang ada di Kota Tebing Tinggi, Kesbangpol Linmas Kota Tebing Tinggi, Bappeda Tebing Tinggi, dan seluruh informan yang begitu banyak membantu saya. Saya ucapkan terima kasih. Peneliti meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadi bahan masukan bagi yang membacanya, khususnya di wilayah fakultas ilmu sosial.
Medan, Agustus 2016 Peneliti
v
1.1.Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2.Identifikasi Masalah ... 3
2.1.3. Konsep Konsep Pembangunan ... 7
2.1.4. Kota Tebing Tinggi ... 8
2.2. Kerangka Berpikir ... 10
2.3. Hipotesis ... 11
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 12
3.1. Metode Penelitian ... 12
3.2. Lokasi Penelitian ... 12
3.3. Sumber Data ... 13
3.4. Defenisi Operasional ... 14
3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 15
3.6. Teknik Analisis Data ... 15
BAB IV PEMBAHASAN ... 17
4.1 Sejarah Kota Tebing Tinggi ... 17
vi
4.1.2 Kota Tebing Tinggi ... 18
4.2 Pelaksanaan Pembangunan Kota Tebing Tinggi Pada Masa Sebelum dan Sesudah Pemerintahan Hj. Rohani Darus Danil ... 26
4.2.1. Pelaksanaan Pembangunan Kota Tebing Tinggi Pada Masa Drs. RupaiPeranginangin (1985-1990) ... 26
4.2.2 Pelaksanaan Pembangunan Kota Tebing Tinggi Pada Masa Pemerintahan Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan (2000-2010) ... 32
4.3. Peranan Hj. Rohani Darus Daniel dalam pembangunan Kota Tebing Tinggi ... 36
4.3.1. Perjalanan Hidup Hj. Rohani Darus Danil ... 36
4.3.2. Peranan Hj. Rohani Darus Danil Dalam Pembangunan Bidang Pemerintahan Di TebingTinggi ... 46
4.3.3. PerananHj. Rohani Darus Danil Dalam Pembangunan Bidang Kemasyarakatan Di Tebing Tinggi ... 49
4.3.4. Peranan Hj. Rohani Darus Danil Dalam Pembangunan Sarana dan Prasarana Di TebingTinggi ... 51
BAB V PENUTUP ... 55
5.1 Kesimpulan ... 55
5.2 Saran ... 58
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Pedoman Wawancara
Lampiran 2 Biodata Narasumber
12 BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Kota Tebing Tinggi adalah sebuah kota kecil yang pada masa Hindia
Belanda berstatus pemerintahan kotamadya, yang ada di Sumatera Timur. Dan
sekarang ini dikenal dengan nama Sumatera Utara. Letak geografis wilayah
pemerintahan Kota Tebing Tinggi sendiri merupakan kota yang berbatasan
dengan wilayah pemeritahan Kabupaten Serdang Bedagai atau orang awam
menyebutnya kota dalam kota karena lokasinya yang terletak ditengah-tengah
Kabupaten Serdang Bedagai. Selain itu, Pemerintahan Kota Tebing Tinggi ini
juga dikelilingi oleh beberapa perkebunan yang berada di wilayah Kabupaten
Serdang Bedagai seperti Perkebunan Pabatu, Perkebunan Paya Pinang Rambutan,
Perkebunan Bandar Bejambu, Perkebunan Tanah Bersih dan sebagainya.
Sebelum masuknya periode pemerintahan Ibu Hj. Rohani Darus Danil
sebagai walikota pada tahun 1990, Tebing Tinggi dipimpin terlebih dahulu oleh
Walikota yang bernama Drs. Rupai Perangin-angin selama satu periode yakni dari
tahun 1985 sampai 1990. Yang mana pada masa pemerintahan Drs. Rupai
Peranging-angin keadaan Kota Tebing Tinggi sudah mulai mengalami
pembangungan. Mulai dari hal perbaikan jalan-jalan, dan pendirian beberapa
fasilitas umum lainnya. Dan pada masa pemerintahan Drs. Rupai perangin-angin
2
Memasuki era dibawah pimpinan Hj. Rohani Darus Danil. Sebagai walikota
perempuan pertama di Indonesia. Beliau terpilih menjadi walikota Tebing Tinggi
pada tahun 1990 melalui pemilihan yang dilakukan DPRD dan Hj. Rohani Darus
Danil berhasil menang lalu menjabat sebagai walikota Tebing Tinggi sebanyak
dua periode lamanya (1990 s/d 1995 dan 1996-2000). Pembangunan di wilayah
pemerintahan Kota Tebing Tinggi pada masa pemerintahan Hj. Rohani Darus
Danil terbilang sangat baik. Pembangunan jalan-jalan mulai dilakukan diawal
pemerintahannya. Pengembangan dalam hal ekonomi juga baik, dikarenakan pada
awal tahun 1991 mulai berdiri beberapa swalayan. Dan pada tahun 1990-an
bioskop modern 21 mulai berkembang yang mana masyarakat menyebutnya
dengan sebutan bioskop kembar. Selain itu, pada pemerintahan Hj. Rohani Darus
Danil ini juga banyak melakukan perbaikan pada taman-taman kota di Tebing
Tinggi, kebersihan kota menjadi lebih baik, kemudian penataan kota untuk para
pedagang pun menjadi lebih teratur dan tertata rapi.
Kemudian di masa pemerintahannya yang kedua, beliau mendapat
pengahargaan Piala Adipura salama tiga kali berturut-turut. Yang semakin
membuktikan kinerjanya yang layak untuk diperhitungkan sebagai Walikota
perempuan pertama Indonesia. Dengan adanya piala Adipura tersebut, Hj. Rohani
Darus Danil telah membuktikan bahwa beliau telah membawa wilayah
pemerintahan Kota Tebing Tinggi menjadi wilayah pemerintahan yang bersih dan
tertata rapi. Hal ini tentu menjadikan Kota Tebing Tinggi dipandang sebagai kota
yang menonjol dalam bidang pembangunan serta Kota Adiwiyata Pada masa Orde
3
sekolah guna membantu masyarakat yang tak hanya berasal dari Tebing Tinggi
tetapi juga yang berasal dari Hinterland Tebing Tinggi.
Keberadaan Hj. Rohani Darus Danil dalam pembangunan di Kota Tebing
Tinggi di masa Orde baru, kini menjadi sebuah fenomena menarik untuk dikaji.
Minimnya penulisan tentang peranan Hj. Rohani Darus Danil, merupakan alasan
lain mengapa penelitian ini perlu untuk dilakukan. Oleh karena itu peneliti
mengambil tema yang berjudul “Peranan Hj. Rohani Darus Danil Terhadap
Pembangunan Kota Tebing Tinggi (1990-2000)”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi identifikasi
masalah adalah:
1. Sejarah terbentuknya kota Tebing Tinggi?
2. Pelaksanaan pembangunan Kota Tebing Tinggi sebelum Hj. Rohani
Darus Danil menjadi Walikota Tebing Tinggi?
3. Pelaksanaan pembangunan Kota Tebing Tinggi setelah Hj. Rohani
Darus Danil menjadi Walikota Tebing Tinggi?
4. Peranan Hj. Rohani Darus Danil dalam pembangunan Kota Tebing
4
1.3. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadirumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana sejarah terbentuknya kota Tebing Tinggi?
2. Bagaimana pelaksanaan pembangunan Kota Tebing Tinggi sebelum
Hj. Rohani Darus Danil menjadi Walikota Tebing Tinggi?
3. Bagaimana pelaksanaan pembangunan Kota Tebing Tinggi setelah Hj.
Rohani Darus Danil menjadi Walikota Tebing Tinggi?
4. Bagaimana Peranan Hj. Rohani Darus Danil dalam pembangunan
Kota Tebing Tinggi?
1.4. Tujuan Penelitian
Menetapkan tujuan penelitian merupakan hal yang sangat penting, karena
setiap penelitian yang dilakukan harus memiliki tujuan tertentu. Dengan
berpedoman kepada tujuannya, maka akan lebih mempermudah mencapai sasaran
yang diharapkan. Dengan demikian yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejarah terbentuknya kota Tebing Tinggi.
2. Untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan Kota Tebing Tinggi
sebelum Hj. Rohani Darus Danil menjadi Walikota Tebing Tinggi
3. Untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan Kota Tebing Tinggi
setelah Hj. Rohani Darus Danil menjadi Walikota Tebing Tinggi.
4. Untuk mengetahui Peranan Hj. Rohani Darus Danil dalam
5
1.5. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang ingin diperoleh sesudah melaksanakan penelitian
ini adalah :
1. Menambah wawasan peneliti tentang Peranan Hj. Rohani Darus Danil
Terhadap Pembangunan Kota Tebing Tinggi (1990-2000).
2. Untuk menambah pengetahuan atau informasi bagi para pembaca baik dari
kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum tentang Peranan Hj.
Rohani Darus Danil Terhadap Pembangunan Kota Tebing Tinggi
(1990-2000).
3. Memperkaya informasi bagi masyarakat khususnya di Tebing Tinggi
untuk mengetahui Peranan Hj. Rohani Darus Danil Terhadap
Pembangunan Kota Tebing Tinggi (1990-2000).
4. Memperkaya informasi bagi akademisi UNIMED, khusunya jurusan
Pendidikan Sejarah untuk dapat kiranya mengetahui dan memahami
mengenai Peranan Hj. Rohani Darus Danil Terhadap Pembangunan Kota
Tebing Tinggi (1990-2000).
5. Sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi peneliti lain yang
bermaksud mengadakan penelitian dalam masalah yang sama.
6. Menambah daftar bacaan kepustakaan ilmiah UNIMED khususnya
55 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Sejarah Tebing Tinggi bermula dari kisah rakyat yang secara turun
temurun diceritakan oleh para orang tua. Berawal dari seorang dari
Simalungun bernama Datuk Bandar Kajum meninggalkan kampungnya
dengan melintasi daerah Padang bersama dengan keluarga dan
pengikutnya yang lalu bermukim dan menetap di sebuah tebing di tepi
sungai yang kini disebut sebagai Tebing Tinggi. Tanggal lahir kota Tebing
Tinggi sendiri masih dalam perdebatan. Dikarenakan ada dua pendapat
berbeda yang mempermasalahkan tanggal tersebut. Dalam salah satu arsip
menyebutkan bahwa Tebing Tinggi menjadi tempat tinggal pada tahun
1864. Yang oleh sebagian tokoh disebutkan bahwa tahun 1864 tersebutlah
tahun lahirnya Kota Tebing Tinggi. Namun mereka yang keturunan atau
yang masih memiliki hubungan dengan Kerajaan Padang akan
menyebutkan tahun 1917 adalah tahun lahirnya Tebing Tinggi
2. Sebelum memasuki pemerintahan kota Tebing Tinggi dibawah
kepemimpinan Hj. Rohani Darus Danil, kota Tebing Tinggi dipimpin oleh
Drs. Rupa Peranginangin. Pada masa kepemimpinan beliau ada beberapa
keberhasilas dalam pembangunan, antara lain perbaikan infrastruktur lalu
56
melewati kota Tebing Tinggi. Selain itu Drs. Rupai Peranginangin juga
berhasil membuka isolasi kota untuk menghidupkan ekonomi
masyarakatnya, pada masa kepimimpinan beliau juga telah dibangun
beberapa taman kota demi terwujudnya City of Garden yang beliau
impikan. Selain itu, sebagai seorang ekonom, pada masa kepemimpinan
beliau perekonomian juga perlahan membaik.
3. Setelah kepemimpinan Hj. Rohani Darus Danil berakhir, kota Tebing
Tinggi dipimpin oleh Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan yang juga berhasil
mendapat kepercayaan masyarakat Tebing Tinggi untuk memeimpin kota
tersebut selama dua periode lamanya (2000/2005 dan 2006/2010). Pada
awal masa kepemimpinannya, beliau berhasil menorehkan prestasi dalam
bidang kesehatan. Terbukti dengan RSUD yang berada di Jl. Kumpulan
Pane. Pada masa kedua kepemimpinannya, beliau melakukan
pembangunan di sektor pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan
menengah. Beliau merevitalisasi bangunan-bangunan sekolah tersebut
menjadi nyaman bagi siswa-siswa. Geliat sektor usaha mikro kecil dan
menengah juga kian terasa. Pertumbuhan dunia perbankan, di samping
unit pembiayaan ekonomi lainnya di Kota Tebing Tinggi jadi salah satu
indikator, kota itu memiliki potensi ekonomi cukup signifikan. Terobosan
lain yang pantas diapresiasi positif, adalah pemikiran Pemko Tebing
Tinggi menggerakan potensi usaha mikro melalui model “Gramer Bank”,
Milyaran dana tanpa bunga, dilimpahkan pada usaha mikro guna
penguatan permodalan mereka. Hasilnya cukup signifikan, ribuan usaha
57
4. Memasuki pemerintahan Hj. Rohani Darus Danil sebagai walikota. Hj.
Rohani Darus Danil sebagai salah seorang putri Melayu yang lahir pada
tahun 1938 merupakan sosok seseorang wanita yang mandiri, disiplin,
berpendirian teguh, tegas, cerdas dan berpenampilan cukup tomboy. Sejak
bangku sekolah, beliau telah memperlihatkan bahwa beliau memiliki
prestasi yang baik. Beliau mengeyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR)
Hitam, lalu sekitar tahun 1953 beliau melanjutkan pendidikannya di SMP
Jentera di Tanjung Pura. Selepas SMP, Hj. Rohani Darus Danil
melanjutkan pendidikannya di Medan dan masuk ke SMA Prayatna di
Jalan Jati dan lulus pada tahun 1960. Setelah lulus SMA, beliau
melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
(UGM) di Yogyakarta. Jenjang karir yang dilalui oleh Hj. Rohani Darus
Danil juga cukup panjang. Beliau beberapa kali menjabat sebagai Kepala
Bagian di suatu lembaga pemerintahan dan juga cukup aktif dalam
lingkungan kepartaian sebelum akhirnya menjabat sebagai Walikota.
Dalam masa kepemimpinannya, beliau membuat sebuah sejarah baru di
Indonesia karena beliau merupakan Walikota perempuan pertama di
Indonesia. Semasa memimpin Tebing Tinggi selama dua periode
(1990-1995 dan 1996-2000) beliau juga mendapat julukan sebagai perempuan si
tangan besi karena ketegasannya dalam memimpin. Cukup banyak
perubahan yang terjadi selama kepemimpinan Hj. Rohani Darus Danil,
antara lain pembangunan perkantoran yang ada di Jl. Gunung Leuser,
menjadikan Kota Tebing Tinggi sebagai tempat tebuka bagi masyarakat
58
Tinggi. Selain itu pada masa kepemimpinan beliau, taman-taman kota di
Kota Tebing Tinggi lebih tertata rapi dan bersih. Namun, pada masa beliau
juga banyak situs-situs sejarah mulai tak diperhatikan. Contohnya adalah
jembatan yang menjadi lokasi penting peristiwa berdarah 13 Desember
1945 sudah tidak terlihat lagi. Pembangunan sarana dan prasarana berupa
pelebaran dan perbaikan jalan pun dilakukan pada masa pemerintahan
beliau. Pembangunan yang beliau lakukan juga berhasil menjadikan Kota
Tebing Tinggi sebagai daerah jalur lintas yang menguntungkan tidak
hanya bagi masyarakatnya saja, tetapi juga bagi masyarakat yang berasal
dari luar daerah Kota Tebing Tinggi. Pada masa kepemimpinan Hj. Rohani
Darus Danil pula, Kota Tebing Tinggi berhasil memperoleh penghargaan
Adipura sebanyak tiga kali atas kebersihan dan kerapian penataan kotanya.
5.2 Saran
1. Banyak pernyataan yang timbul seputar gender dalam kehidupan
sehari-hari. Terutama posisi perempuan dalam kehidupan sehari-harinya, bahkan
dalam kegiatan sosial apalagi hal birokrasi. Pada masa dimana emansipasi
masih tabu didengar, Hj. Rohani Darus Danil berhasil menghancurkan
pernyataan bahwa perempuan harus dirumah mengurus rumah tangga saja.
Beliau menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berprestasi tidak hanya
didalam rumah tangga saja melainkan juga dalam kehidupan
bersosialisasi. Untuk itu bagi setiap perempuan hendaklah berani
memberikan gubrakan positif tak hanya bagi kaumnya tapi juga bagi
59
2. Fakta sejarah dapat dipahami dengan baik hanya jika terlebih dahulu
memahami kondisi yang melatarbelakanginya. Dalam sejarah, setiap
dokumen yang berkaitan dengan peristiwa penting wajib untuk
didokumentasikan atau disimpan sebagai bukti konkrit sebuah peristiwa.
Namun, selama penelitian berlangsung peneliti mendapat kesulitan untuk
mendapatkan dokumen-dokumen penting seputar pembangunan yang
terjadi pada masa Hj. Rohani Darus Danil dengan berbagai alasan yang
diutarakan oleh pihak Pemerintah Kota. Dan yang lebih miris lagi adalah
mereka mengatakan bahwa ada namanya ‘penghapusan data’ setiap
sepuluh tahun sekali. Jadi, disini peneliti memberi saran untuk setiap
dokumen penting yang berkaitan dengan keberlangsungannya suatu fakta
sejarah di sebuah daerah, maka akan lebih baik disediakan ruang khusus
untuk tempat penyimpanan dokumen-dokumen penting. Apalagi dokumen
tentang pembangunan suatu daerah.
3. Bagi para perempuan yang memiliki kebulatan tekad dan keinginan kuat
untuk melakukan perubahan, saat ini bukan waktunya lagi untuk berdiam
diri saja. Dan tak hanya untuk kaum perempuan saja, tapi bagi setiap anak
bangsa yang memiliki keinginan dan kemantapan hati untuk merubah.
Mulailah beraksi dari hal kecil. Teruslah berjuang demi hal positif yang
ingin kita raih. Abaikan semua cemoohan. Jangan jadikan kekurangan
materi menjengkali langkah kita untuk terus berkarya.
4. Dalam bukunya, Cora Vreede-de Stuers (2008 : 103) mengatakan
60
kesetaraan antara kebebasan yang diajarkan di sekolah dan pengekangan
yang berasal dari adat, perempuan Indonesia setidaknya telah diakui
keberadaannya dalam kehidupan sosial pada abad kedua puluh. Ini
didukung pula dengan meningkatnya jumlah kaum muda yang bertekad
menjamin kemerdekaan dan keberadaan Indonesia.
Itu sebabnya berbanggalah menjadi salah satu bagian dari perempuan
Indonesia, meski masih sulit mewujudkan kesetaraan gender dengan kaum
lelaki, setidaknya kaum perempuan Indonesia telah diakui keberadaannya.
Sejarah pergerakan perempuan di Indonesia ditandai oleh usaha
mengemansipasi dirinya sendiri dalam semua segi kehidupan untuk
menjadi mitra lelaki. Ia akan menjadi sukse ketika kata “emansipasi”
61
DAFTAR PUSTAKA
Balga, Ramdhy Al, dkk. 2013. Menjawab Tantangan Menuju Kemandirian. Tebing Tinggi : Geliat Anak Bangsa.
Bintarto.1984. Interaksi Desa-Kota dan permasalahannya. Ghalia Indonesia; Jakarta Timur
Harahap, Syahrin. 2014. Metodologi Studi Tokoh dan Penulisan Biografi. Prenada : Jakarta
Khalik, Abdul. 2014. Negeri Padang Tebing Tinggi Dari Masa Ke Masa Kerajaan Padang dan Kota Tebing Tinggi Sejak Berdirinya Hingga Kini. Medan : Wal Ashri Art.
Kuntowijoyo, (2003), Metodologi Sejarah. PT. Tiara Wacana : Yogyakarta
Nasution, Farizal. 2012. Tebingtinggi Tempo Doeloe. Medan : CV. Mitra.
Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia : Bogor
Nurgiyantoro, Burhan. 2012. Teori Pengkajian Fiksi. Gajah Mada University Press : Yogyakarta
Pemerintah Kota Tebing Tinggi, 2001. Tebing Tinggi Selayang Pandang. Pemkot : Tebing Tinggi
Rasyid, Harun Al, dkk. 2000. Rohani Darus Danil Mendobrak Tradisi. Medan : Consortium for Policy Review and Advocacy (COPRA).Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu pengantar. PT Raja Grafindo Persada; jakarta
Stuers, Cora Vreede-De. 2008. Sejarah Perempuan Indonesia. Gerakan & Pencapaian. Jakarta : Komunitas Bambu.
Sugiharto. 2008. Pembangunan dan Pengembangan Wilayah. USUpress : Medan
Syamsudin, Helius. 2012. Metodologi Sejarah. Ombak : Yogyakarta
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis. Angkasa: Bandung