• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Perkembangan Penggunaan Alat Bukti Dalam Pembuktian Tindak Pidana Dewasa Ini.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Perkembangan Penggunaan Alat Bukti Dalam Pembuktian Tindak Pidana Dewasa Ini."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menjadi salah satu sumber hukum dalam proses pembuktian. Pembuktian merupakan

3.2 Pembuktian dalam Putusan Perkara Pidana Nomor 1102/Pid.B/2012/PN.Jr tidak sesuai dengan Ketentuan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

Ketentuan yang di atur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terhdap Pasal 66 adalah terdakwa tidak dibebani

Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 atau biasa disebut dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).Peraturan yang menjadi dasar bagi pelaksanaan hukum acara pidana

Teori ini juga dianut oleh (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) KUHAP dan (Herzienne Inlands Reglement) HIR, dalam teori ini dinyatakan bahwa pembuktian harus

 Instrumen Hukum Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP Undang-Undang No.8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana KUHAP Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14

Teori pembuktian menurut undang-undang secara negatif negatief wettelijkTeori ini juga dianut oleh Kitab Undang- undang Hukum Acara Pidana KUHAP dan Herzienne Inlands ReglementHIR,

PW.07.03 Tahun 1982 tentang Pedoman Pelaksanaan Kitab Undang- undang Hukum Acara Pidana menyatakan: Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau