• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Abu Serasah Daun Acacia mangium Willd. dan Pemberian Pupnk NPK (Phonska) Terhadap Pertumbuhan Semai Acacia mangium Willd. pada Tanah Podsolik Merah Kuning

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Pemberian Abu Serasah Daun Acacia mangium Willd. dan Pemberian Pupnk NPK (Phonska) Terhadap Pertumbuhan Semai Acacia mangium Willd. pada Tanah Podsolik Merah Kuning"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Berdasarkan hasil-hasil penelit ian t erhadap kayu, kulit dan daun mangium yang mencakup sif at dasar maupun t eknologi pengolahannya yang t erangkum dalam high light ini,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon bibit akasia (Acacia mangium Wild.) terhadap komposisi unsur hara NPK serta menemukan dosis yang tepat

Hal ini diduga disebabkan karena kadar air yang lebih rendah pada perlakuan interval penyiraman setiap 12 hari, menyebabkan menurunnya infeksi mikoriza pada akar semai

Hal ini diduga disebabkan karena kadar air yang lebih rendah pada perlakuan interval penyiraman setiap 12 hari, menyebabkan menurunnya infeksi mikoriza pada akar semai

tersebut sesuai dengan penelitian ini, dimana pemberian pupuk fosfor dosis (T 2 ) 25 g/ polybag atau 50 kg/ha menunjukkan pertambahan tinggi terbaik, jika

60 kg/ha menunjukkan pertambahan tinggi yang tidak berbanding lurus dengan pertambahan tinggi, diduga unsur hara yang dibutuhkan tanaman lebih dari cukup akibat

Sebaliknya, menurut tiga posisi horisontal dari empulur ke arah luar di dalam dolok, memperlihatkan perbedaan yang sangat nyata P = 0,01, pada nilai berat jenis basah maupun berat jenis