Implementasi Koneksi INternet Menggunakan Speedy Akses Broadband Berbasis ADSL

77  18  Download (0)

Teks penuh

(1)

BERBASIS ADSL

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

APIP NUGRAHA

10107699

DANI FERANA PUTRA

10107718

ARYANTO

10107756

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)
(3)

i Assalamu’alaikum Wr.Wb

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah SWT pencipta dan pemelihara alam semesta. Yang

menguasai segala kekuasaan, pemilik segala ilmu baik yang sifatnya lahiriah

(fenomena) maupun yang bersifat bathiniah (numena). Dengan sifat Maha

Pengasih dan Penyayang-Nya memberikan kekuasaan, ilmu kepada siapa yang

dikehendaki.

Atas kehendak-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini

dengan judul “IMPLEMENTASI KONEKSI INTERNET MENGGUNAKAN SPEEDY ACCESS BROADBAND BERBASIS ADSL”. Penyusunan laporan kerja praktek ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi nilai matakuliah

kerja praktek Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika pada Fakultas

Teknik dan Ilmu Komputer.

Maksud dan tujuan dari pembuatan laporan kerja praktek ini adalah agar

dapat memberikan informasi yang konkret mengenai akses internet cepat dengan

menggunakan SPEEDY Access Broadband yang berbasis teknologi ADSL dan

Memudahkan pegawai Telkom dalam menyampaikan informasi.

Didalam penyusunan laporan kerja praktek ini, penulis menyadari bahwa

masih ada kekurangan sebagai akibat dari keterbatasan ilmu dan referensi yang

dimiliki. Tetapi penulis akan terus berusaha menyempurnakan laporan kerja

(4)

ii

baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga penulisan laporan kerja

praktek ini selesai tepat pada waktunya. Dengan segala hormat penulis ucapkan

terima kasih kepada:

1. Bapak Iskandar Ikbal, S.T., selaku dosen pembimbing, terima kasih telah

memberikan arahan dan ilmu yang bermanfaat dalam penyusunan laporan

kerja praktek ini.

2. Bapak Ade Kosasih selaku Ketua STO Telkom Rajawali, terima kasih atas

kerja samanya dan memberikan tempat untuk dapat melakukan kerja praktek .

3. Ayah, Bunda, Kakak dan Adikku yang tak henti-hentinya memberikan doa

dan semangat.

4. Ibu Gatri, Pak Akhmad, Pak Agus dan seluruh karyawan Telkom DIVA

Rajawali, serta semua teman-teman satu angkatan 2007“thank’s for all” . Hanya Allah SWT yang mampu memberikan balasan yang setimpal atas

semua kebaikan dan ketulusan hati yang diberikan kepada penulis dalam

penyelesaian penyusunan laporan kerja praktek ini. Akhir kata penulis berharap

semoga laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat, dan penulis akan sangat

bahagia apabila pembaca memberikan saran dan masukan yang positif guna untuk

perbaikan laporan kerja praktek ini dimasa yang akan datang.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Bandung, 5 Desember 2010

(5)

iii LEMBAR JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

2.1 Perumusan Masalah ... 2

3.1 Maksud dan Tujuan ... 2

3.1.1 Maksud ... 2

3.1.2 Tujuan ... 2

4.1 Batasan Masalah ... 2

5.1 Metode Penelitian ... 3

(6)

iv

2.1.1 Sejarah Instansi ... 5

2.1.2 Logo Instansi ... 9

2.1.3 Badan Hukum Instansi ... 11

2.1.4 Struktur Organisasi dan Job Description ... 14

2.2 Landasan Teori ... 16

2.2.1 Struktur Jaringan ... 18

2.2.2 Kabel Tembaga ... 18

2.2.3 Band Pass Filter (BPF) ... 19

2.2.4 Dasar Teknologi x-DSL ... 22

2.2.5 x-DSL Family ... 25

BAB III PEMBAHASAN ... 33

3.1 JARLOKAT (Jaringan Lokal Akses Tembaga) ... 33

3.2 Instalasi dan Setting Speedy ... 36

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 62

4.1 Kesimpulan ... 62

4.2 Saran ... 63

(7)

v

Tabel 2.1 Harga Bit A, Bit B dan Bit C ... 20

Tabel 2.2 Harga Bit W, Bit X, Bit Y, dan Bit Z ... 20

Tabel 2.3 Family x-DSL ... 25

Tabel 3.1 Konduktivitas Dan Resistansi Kawat ... 36

Tabel 3.2 Status Modem ADSL ... 57

Tabel 3.3 Gangguan Komputer Lokal ... 59

(8)

vi

Gambar 2.1 Logo Instansi ……... 10

Gambar 2.2 Struktur Organisasi ... 12

Gambar 2.3 Jaringan Lokal Akses ……….. 14

Gambar 2.4 Jaringan Antar STO ……….... 18

Gambar 2.5 Penyaringan Frekuensi Suara ……….………. 19

Gambar 2.6 Proses Sampling ……….………. 19

Gambar 2.7 Proses Kuantisasi ……… 19

Gambar 2.8 Coding ………. 20

Gambar 2.9 Grafik Segmen Pengisian Bit ……….. 21

Gambar 2.10 Konfigurasi Jaringan Modern ……….………….. 22

Gambar 2.11 Ilustrasi Foto HDSL ……….…………. 25

Gambar 2.12 Konfigurasi ADSL …………..……….. 33

Gambar 3.1 Konfigurasi JARLOKAT tidak Murni ……… 34

Gambar 3.2 Konfigurasi Dasar PCM-4 ……….. 35

Gambar 3.3 Hubungan RGCL Pada Kawat Tembaga ………... 36

Gambar 3.4 Konfigurasi dan terminal SPEEDY ……… 37

Gambar 3.5 Konfigurasi CPE ………. 38

Gambar 3.6 Spliter ……….. 40

Gambar 3.7 Modem ADSL ... 40

(9)

vii

Gambar 3.11 Bridge/ USB ……….. 43

Gambar 3.12 Modem Internal ... 44

Gambar 3.13 Modem Internal ... 44

Gambar 3.14 HyperTerminal ……….. 45

Gambar 3.15 Set Up Modem Zyx ………... 45

Gambar 3.16 Set Up Modem Zyxel ……… 46

Gambar 3.17 Login ………. 47

Gambar 3.18 Instalasi CPE ……… 47

Gambar 3.19 Rangkaian CPE ... 48

Gambar 3.20 Setting Network Connection ………. 49

Gambar 3.21 Setting TCP/IP ……….. 50

Gambar 3.22 Setting Internet Connection ……….. 50

Gambar 3.23 Setting LAN ……….. 51

Gambar 3.24 Melihat Konfigurasi ……….. 52

Gambar 3.25 Cek Koneksi ... 52

Gambar 3.26 Modem ADSL ………... 55

Gambar 3.27 Jendela Utama ………... 55

Gambar 3.28 Login User ……… 56

Gambar 3.29 Segmen Gangguan ……… 56

(10)

viii

Lampiran A Tampilan Hasil Pengujian Jaringan ... A-1

Lampiran B Surat Balasan Penelitian ... A-1

Lampiran C Daftar Kehadiran Kerja Praktek ... B-1

(11)

1 1. 1 Latar Belakang Masalah

Pada zaman millenium seperti sekarang ini, kebutuhan telekomunikasi

bukan lagi hanya menyangkut kebutuhan voice tetapi telah beralih ke kebutuhan

komunikasi data yang serba praktis dan cepat, untuk itu diperlukan suatu

teknologi yang mampu mentransmisi sinyal sebesar 2 Mbps.

Perkembangan jaringan telekomunikasi di dunia dan bahkan di Indonesia

sedang menuju ke suatu jaringan multimedia bidang lebar. Hal ini disebabkan

oleh tuntutan akan tersediannya pelayanan telekomunikasi yang berkualitas dan

berkapasitas besar. Dengan alasan tersebut, maka implementasi Jaringan Digital

tidak bisa dihindarkan. Masalah utama pada jaringan telekomunikasi adalah

tersedianya media informasi yang berkapasitas tinggi. Secara umum dapat

diterima bahwa serat optik adalah solusinya.

Dengan perkembangan teknologi material dan optoelectronics saat ini,

memungkinkan kita untuk membuat komponen-komponen telekomunikasi

internet dengan kecepatan akses tinggi dan harga terjangkau, sehingga SPEEDY

(12)

1. 2 Perumusan Masalah

Permasalahan yang timbul dari penulisan ini adalah :

a) Tidak semua jaringan telepon bisa dipasang speedy karena speedy

berbasis kabel tembaga murni (Mulai dari MDF sampai ke pesawat

telepon).

b) Pengetahuan masyarakat luas mengenai pengoptimalan penggunaan

komputer dan layanan internet cepat masih kurang .

1. 3 Maksud dan Tujuan

1.3.1. Maksud

Maksud dari penulisan ini adalah agar dapat memberikan informasi yang

konkret mengenai akses internet cepat dengan menggunakan SPEEDY Access

Broadband yang berbasis teknologi ADSL.

1.3.2. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah

sebagai berikut :

 Memudahkan pegawai Telkom dalam menyampaikan informasi

 Sebagai Laporan Kerja Praktek Mahasiswa

1. 4 Batasan Masalah

Mengingat begitu kompleksnya masalah telekomunikasi yang ada di

Telkom, maka penulis hanya membatasi pembahasan sekitar layanan SPEEDY

(13)

1. 5 Metode Penelitian

Penulisan dilakukan dengan studi literatur mulai dari pengumpulan data,

analisa hingga pengambilan kesimpulan. semuanya mengacu kepada

konsep-konsep dan referensi yang ada. Secara garis besar, langkah yang ditempuh dalam

penulisan meliputi:

a) Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan terjun langsung kelapangan

(observasi) saat melaksanakan kerja praktek di TELKOM, dan mencari

referensi yang berkaitan dengan topik ini yang terdiri dari buku, makalah,

jurnal dan lain sebagainya.

b) Identifikasi Masalah

Masalah dapat ditentukan rnelalui latar belakang yang telah ada

sebelumnya. Masalah mencakup hal yang akan diangkat serta dibahas

dalam tulisan ini. Masalah merupakan pokok terpenting dalam penulisan

ini.

c) Pembahasan Masalah

Masalah dapat dibahas melalui data-data yang telah didapat. Data yang

telah terkumpul akan sangat menunjang dalam menemukan pemecahan

dan masalah yang diangkat.

d) Kesimpulan

Setelah masalah dibahas maka akan didapatkan hasil dan solusi dari

permasalahan tersebut. Secara garis besar hasil penulisan ini akan

(14)

1. 6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan yang digunakan adalah :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis memberikan gambaran secara jelas mengenai latar

belakang permasalahan, sejarah singkat, pembatasan masalah, tujuan dan maksud,

metodelogi penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini penulis membahas teori-teori dasar dan tinjauan pustaka yang

mendukung materi.

BAB III PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi tentang pembahasan pokok permasalahan yang yang

yang menjadi inti dari laporan kerja praktek ini.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini berisikan kesimpulan dan saran sebagai masukan terhadap

apa yang telah dijelaskan sebelumnya.

(15)

5

Pada zaman millenium seperti sekarang ini, kebutuhan telekomunikasi bukan lagi hanya menyangkut kebutuhan voice tetapi telah beralih ke kebutuhan komunikasi data yang serba praktis dan cepat, untuk itu diperlukan suatu teknologi yang mampu mentransmisi sinyal sebesar 2 Mbps.

Perkembangan jaringan telekomunikasi di dunia dan bahkan di Indonesia sedang menuju ke suatu jaringan multimedia bidang lebar. Hal ini disebabkan oleh tuntutan akan tersediannya pelayanan telekomunikasi yang berkualitas dan berkapasitas besar. Dengan alasan tersebut, maka implementasi Jaringan Digital tidak bisa dihindarkan. Masalah utama pada jaringan telekomunikasi adalah tersedianya media informasi yang berkapasitas tinggi. Secara umum dapat diterima bahwa serat optik adalah solusinya.

Dengan perkembangan teknologi material dan optoelectronics saat ini, memungkinkan kita untuk membuat komponen-komponen telekomunikasi internet dengan kecepatan akses tinggi dan harga terjangkau, sehingga SPEEDY Broadband Access menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat saat ini.

2. 1 Profil Tempat Kerja Praktek

2.1.1. Sejarah Telkom

(16)

menyelenggarakan jasa–jasa pos dan telekomunikasi yang didirikan dengan Staatsblad No. 52 tahun 1884. Penyelenggaraan telekomunikasi oleh swasta ini berlangsung sampai tahun 1906 dan sejak itu diambil alih oleh pemerintah Belanda dengan berdasarkan kepada Staatblad No. 395 tahun 1906. Sejak itu berdirilah Post Telegraaf en Telefoondienst, atau disebut PTT Dienst yang pada tahun 1927 ditetapkan sebagai perusahaan negara pemerintah Hindia Belanda.

Jawatan PTT berlangsung sampai dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang (Perpu) No. 19 tahun 1960, yang menetapkan jawatan PTT untuk tetap menjadi perusahaan negara. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 240 tahun 1961 Perusahaan Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya pemerintah memandang perlu untuk membagi PN. Pos dan Telekomunikasi menjadi dua Perusahaan Negara yang berdiri sendiri, yakni berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1965 dibentuk PN. Pos dan Giro dan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1965 didirikan PN. Telekomunikasi.

(17)

yang saat itu berstatus perusahaan asing, bagian dari American Cable & Radio Corporation, sebuah perusahaan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat. Seluruh saham PT. INDOSAT dengan modal asing tersebut, pada akhir tahun 1980 dibeli oleh Negara Republik Indonesia dan untukk selanjutnya dikeluarkan peraturan pemerintah No. 53 tahun 1980, yang isinya perubahan atas Perusahaan Pemerintah No. 22 tahun 1974. Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 53 tahun 1980, PERUMTEL ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan INDOSAT sebagai penyelenggara telekomunikasi jasa luar negeri. Namun saat ini INDOSAT telah dijual oleh pemerintah Republik Indonesia ke Singapura.

Memasuki Repelita V pemerintah merasakan perlunya percepatan pembangunan telekomunikasi, kaarena sebagai infrastruktur diharapkan dapat memacu pembangunan di sektor lainnya. Untuk itu berdasarkkan peraturan pemerintah No. 25 tahun 1991, maka dibentuk perusahaan umum (PERUM) dialihkan menjadi perusahaan perseroan (PERSERO) Telekomunikasi Indonesia dengan sebutan TELKOM.

Perubahan di lingkungan TELKOM juga terus berlangsung seperti perubahan bentuk perusahaan sejak dari jawatan, perusahaan umum, perusahaan perseroan (PERSERO) sampai menjadi perusahaan publik. Bahkan secara makro, penyelenggaraan yang semula menjadi monopoli pemerintah secara berangsung angsur diberlakukan privatisasi dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

(18)

menjadi efisien dan efektif, karena terjadi pemisahan bidang antara bidang usaha utama (core business) ; bidang usaha terkait dan bidang usaha penunjang. Sebagai hasil restrukturisasi, sejak 1 juli 1995 organisasi TELKOM terdiri dari tujuh divisi regional dan satu divisi network yang keduanya mengelola bidang usaha utama. Antara lain:

 Divisi Regional Sumatera, terdiri dari: Aceh, Sumatera Utara,

Medan, Lampung, Sumatera Barat, Riau Daratan, Riau Kepulauan, Sumatera Bagian Selatan.

 Divisi Regional Jakarta

 Divisi Regional Jawa Barat

 Divisi Regional Jawa Tengah

 Divisi Regional Jawa Timur

 Divisi Regional Kalimantan

(19)

2.1.2. Logo Instansi

Gambar 2.1Logo Instansi

Pada tanggal 23 Oktober 2009 yang lalu PT.Telekomunikasi Indonesia merayakan ulang-tahunnya yang ke 153 tahun. Sekaligus pada tanggal itu pula dilaksanakan soft launching suatu transformasi dan perubahan landscape bisnis Telkom. Suatu perubahan landscape bisnis dari bisnis Informasi dan komunikasi menjadi Telecommunication, Information, Media and Edutainment (TIME). Hal ini dikukuhkan dengan positioning Telkom yang baru yaitu life confident dengan taglinenya The World In Your Hand.

(20)

 Lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan

dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment)..

 Tangan yang meraih ke luar. Simbol ini mencerminkan

pertumbuhan dan ekspansi ke luar.

 Jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan, perhatian,

serta kepercayaan dan hubungan yang erat.

 Kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit yang

maknanya adalah perubahan dan awal yang baru.

 Telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai

masa depan.

Adapun warna – warna yang digunakan adalah :

 Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan

pengalaman yang tinggi

 Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang

atraktif, hangat, dan dinamis

 Infinite sky blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah

mencerminkan inovasi dan peluang yang tak berhingga untuk masa depan.

(21)

sangat besar. Namun itu juga harus bersaing dengan kompetitor lain dari merebutkan pasar dan pelanggan.

perubahan bisnis Telkom menyeluruh dan terintegrasi yang melibatkan empat aspek dasar perusahaan. Yakni, transformasi bisnis, infrastruktur, sistem dan model operasi, serta transformasi sumber daya manusia. yang menjadi pertanyaan Apakah Telkom sudah siap dengan perubahan itu ? Kebijakan manajerial dan Strategik (Telkom ways) Budaya Organisasi, Perkembangan Teknologi. Apalagi dengan perkembangan new wave era (web 2.0) dan destructive Technology yang menyebabkan suatu tren cepatnya suatu laju untuk mengalami perubahan. jika tidak ingin tertinggal dan kalah bersaing dengan yang lain, yang penting dalam melakukan transformasi bisnis ini yang tetap jadi patokan adalah pelanggan. Seperti yang diketahui perusahaan ini bergerak di bidang jasa teknologi, komunikasi dan informasi maka yang menjadi tujuan utama dari perusahaan adalah pencapaian kepuasaan pelanggan. Dalam bidang jasa kepuasan pelanggan sangat menentukan. Sekali pelanggan dikecewakan, maka persepsi dan citra suatu produk di mata pelanggan akan berkurang.

2.1.3. Badan Hukum Instansi

(22)

itulah berdirilah Post Telegraafen Telefoodients atau disebut PTT-Dients, yang kemudian ditetapkan sebagai perusahaan negara pada tahun 1927. Pada perkembangan selanjutnya dengan ordonansi tahun 1931, PT Telkom ditetapkan sebagai perusahaan negara mulai 1 Januari 1932. Karena pemerintah mengeluarkan perpu No.19 tahun 1960 tentang perusahaan negara, maka PT Telkom berubah menjadi PN Pos Dan Telekomunikasi dengan peraturan pemerintah No. 240 tahun 1961.

Pada tahun 1965 pemerintah memecah penanganan jasa pos dan jasa telekomunikasi secara terpisah dengan peraturan pemerintah No. 29 dan 30 tahun 1965. Sejak saat itulah berdirilah PN pos dan Giro dengan PP No. 29 dan PN Telekomunikasi dengan PP No. 30. Kemudian mulai tanggal 28 April 1970 statusnya berubah menjadi perusahaan umum dalam negeri.

(23)

internasional. Dalam rangka meningkatkan jasa pelayanan telekomunikasi untuk umum, pemerintah mengeluarkan PP No. 53 tahun 1980 tentang telekomunikasi untuk umum yang isinya tentang perubahan atas PP No. 22 tahun 1974. Berdasarkan PP No . 53 tahun 1980, perumtel ditetapkan sebagai badan usaha yang berwenang menyelenggarakan telekomunikasi untuk umum dan PT Indosat ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi untuk umum internasional.

(24)

2.1.1. Struktur Organisasi dan Job Description

a. Struktur Organisasi

Gambar 2.2 Struktur Organisasi

b. Job Description

 Mitra Outsourcing

1. POTS

o Kunjungan ke Pelanggan o Pelaksanaan Perbaikan 2. Speedy

o Kunjungan ke Pelanggan o Pelaksanaan Perbaikan

 MDF

(25)

3. Pemeliharaan Jumpering

 FRAM

1. Perencanaan dan Pembangunan seluruh Jaringan

 CAM

1. Memenuhi Permintaan Repair Kabel Sekunder 2. Memenuhi Permintaan penggeseran tiang telpon

 PSB POTS dan Speedy

1. Memenuhi permintaan pemasangan telpon dan Speedy

 GANGGUAN DSL

1. Monitoring Ticket ( gangguan) 2. Konfirmasi Pelanggan

3. Kunjungan ke Pelanggan 4. Pelaksanaan Perbaikan

 CCAN

1. Monitoring Ticket ( gangguan) 2. Konfirmasi Pelanggan

(26)

2. 2 Landasan Teori

2.2.1. Struktur Jaringan

Jaringan merupakan suatu media untuk menyalurkan informasi yang telah dirubah menjadi getaran listrik, terbuat dari bahan yang mempunyai daya hantar listrik yang baik misalnya: logam mulia (Na, Mg, Al, Ar), tembaga (Cu), besi (Fe). Adapun jaringan terdiri dari beberapa jenis, antara lain : jaringan lokal dan junction.

a) JARINGAN LOKAL

Pada jaringan lokal terdapat jaringan langganan yang menghubungkan sejumlah pesawat telepon ke sentral telpon/ penyambung. Untuk mengatahui bentuknya dapat kita lihat pada gambar dibawah ini:

MDF

SENTRAL

Saluran Primer Saluran Skunder Saluran Penanggal RK

DP

Pelanggan

Gambar 2.3 Jaringan Lokal Akses

Keterangan:

 MDF (Main Distribution Frame)

(27)

 RK (Rumah Kabel)

RK sering juga disebut juga dengan CCP (Croee Conection Point) merupakan terminal sekunder. RK dapat disebut sebagai titik hubung yang fleksibel antara kabel primer dan kabel sekunder. Disamping itu RK juga mempunyai fungsi sebagai titik inspeksi dalam rangka pemeliharaan. Kapasitas RK ada yang 800 pairs, 1600 pairs dan 2400 pairs.

 DP (Distribution Point)

Sering disebut dengan Kotak pembagi (KP), merupakan terminal kabel yang berkapasitas 10 pair atau 20 pair namun ada juga yang lebih. Bersamaan dengan band width yang lebih besar. Untuk memecahkan masalah ini peralatan tambahan yang dinamakan HDSL (High bit rate Digital Line Subcriber) dipasang pada jaringan eksisting. HDSL dipakai sebagai sebuah solusi untuk memenuhi permintaan pelayanan dengan bit rate (2 Mbps) pada jaringan lokal kabel metalik.

b) JUNCTION (SISTEM TRANSMISI ANTAR STO)

(28)

Gambar 2.4Jaringan Antar STO

Subsistem terminal dapat berupa : pesawat telepon, pesawat teleprinter, terminal komputer, dan lain-lain. Fungsi dari peralatan terminal adalah untuk mengubah informasi yang akan dikirim menjadi sinyal-sinyal listrik dengan karakteristik tertentu. Proses ini terjadi pada sisi pengirim. Pada sisi penerima sinyal-sinyal listrik tersebut akan diubah kembali menjadi bentuk aslinya.

2.2.2. Kabel Tembaga

a) Kabel multipair polythelene, terdiri dari :

 Kabel tanah dibagi menjadi 2, yakni: kabel tanah tanam langsung, dan

Kabel duct.  Kabel udara

(29)

2.2.3. Band Pass Filter (BPF)

Gambar 2.5 Penyaringan Frekuensi Suara

Fungsi Band Pass Filter (BPF) :

1. Menyaring sinyal voice yang diharapkan 2. Menghilangkan / membatasi Noise

a) Sampling

Gambar 2.6 Proses Sampling

f = 1 / T atau T = 1 / f Maka T = 1/8000 = 125 uS

b) Quantizing

Proses pemberian harga berupa level tegangan terhadap setiap pulsa keluaran dari pulsa PAM.

(30)

c) Coding

Proses pengubah dari sinyal analog yang sudah dikuantisasi menjadi sinyal digital, dimana setiap pulsa PAM yang sudah dikuantisasi, dikodekan menjadi 8 Bit ( binary digit / Byte ) secara serial

Gambar 2.8Coding

Tabel 2.1 Harga Bit A, Bit B dan Bit C

(31)

Gambar 2.9Grafik Segmen pengisian bit

Cara pengisian 8 Bit tiap tiap Time Slot, dari gambar sebelumnya terlihat bahwa :

1. Polaritas positip, maka bit S adalah “ 1 “

2. Berada pada Segmen ke “ 0 “, maka bit A = 0 , bit B =0 dan bit C = 0 (lihat tabel.1)

3. Dan berada pada Interval ke “ 7 “, maka bit W = 0, bit X = 1, bit Y = 1 dan bit Z = 1 (lihat tabel 2)

(32)

2.2.4. Dasar Teknologi x-DSL

Jenis jaringan akses dari aspek media transmisi : 1. Berbasis tembaga (murni , tidak murni) 2. Berbasis optik (OAN , HFC)

3. Berbasis radio (WLL, RURAL, Celular) Dari aspek bandwidth :

1. Sistem Narrowband yang menyediakan layanan voice dan data dengan

kecepatan rendah (64 Kbps).

2. Sistem Wideband yang menyediakan layanan voice dan data dengan kecepatan sedang (64 kb/s < bitrate < 2048 Kbps)

3. Sistem Broadband yang menyediakan layanan voice dan data dengan kecepatan tinggi (≥2,048 Mbps).

(33)

Kondisi JARLOKAT saat ini:

1. Jumlah jaringan akses tembaga sangat besar, sehingga ditinjau dari aspek ekonomi sangat menguntungkan untuk dioptimalkan

2. Bandwidth transmisinya masih terbatas < 4 kHz hanya untuk informasi suara dengan jarak 5 s/d 10 km

3. Sebagian besar hanya digunakan untuk komunikasi suara

4. Bandwidth 4 kHz yang digunakan adalah bandwidth tanpa modulasi, sehingga masih ada “ruang” untuk meningkatkan kapasitas dengan menggunakan teknik modulasi tertentu.

5. Hasil survey hanya sekitar 30 % yang memenuhi syarat untuk menyalurkan layanan non POTS/Multi media

Teknologi x-DSL merupakan salah satu cara mengoptimalkan jaringan kabel tembaga yang sudah ada.

Teknologi x-DSL

1. DSL adalah Teknologi akses yang menggunakan saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband.

2. x-DSL singkatan umum untuk berbagai jenis DSL atau Digital Subscriber Line.

3. “x” berarti tipe/jenis teknologi ; HDSL, ADSL, IDSL, SDSL, VDSL, dll.

(34)

5. x-DSL menyediakan bandwidth frekwensi secara dedicated (no-share bandwidth)

Bandwitdh frekwensi dengan type teknologi x-DSL tertentu dibagi 2 :  Band frekwensi rendah (0 s/d 4 KHz) untuk menyalurkan suara

(voice)

 Band frekwensi tinggi (38 KHz s/d 1,1 MHz) untuk menyalurkan data

Ditinjau dari aspek layanan dan operasional :

1. x-DSL mempunyai Bite Rate yang tinggi (asymetric dan symetric) 2. x-DSL dapat melayani multi media akses (suara, data, video) secara

simultan.

3. x-DSL menggunakan aplikasi Mode IP dan ATM

4. x-DSL memanfaatkan jaringan tembaga (saluran telepon eksisting/ yang telah terpasang)

5. x-DSL mudah dipasang dan langsung dapat dipakai 6. x-DSL mudah diinstalasi

Kelebihan x-DSL :

1. Menggunakan infrastruktur (kabel pair) eksisting.

2. Layanan dapat seketika diberikan kepada setiap pelanggan yang telah mempunyai sambungan telepon baik perumahan maupun

bisnis/perkantoran.

3. Tidak perlu meng-upgrade sentral seperti layanan ISDN, karena trafik DSL tidak masuk ke sentral.

(35)

5. Mampu memberikan kanal akses digital kecepatan tinggi secara dedicated untuk setiap pelanggan (128 Kbps s/d 8 Mbps).

2.2.5. x-DSL Family

Tabel 2.4Family x-DSL Layanan x-DSL :

 POTS (analog voice)

 Internet / fast internet

 Broadcast TV

 VoD, MoD, KoD

 Audio / video conference

 Tele-education / distance learning

(36)

 VoDSL (Voice over DSL); VOIP based

 Interactive services (online game, tele-shopping, tele-medicine, etc.)

a) HDSL

 HDSL (High Bit-Rate Digital Subscriber Line) merupakan

teknologi aplikasi pada jaringan lokal tembaga untuk menyalurkan layanan E1 (2Mbps).

 Kapasitas kabel yang digunakan adalah 2 pair kabel dan

aplikasi ini juga dapat diintegrasikan dengan perangkat lain untuk menghasilkan layanan yang lebih kecil dari 2 Mbps

 Berbasis kabel tembaga 2 pair

 Bt rate per pair 1.168 Kbps menggunakan rek E1/2.048 Mbps

 Bit rate per pair 784 Kbps menggunakan rek T1/1.544 Mbps

 Berbasis kabel tembaga 3 pair

 Bit rate per pair 784 Kbps menggunakan rek E1/2.048 Mbps

 Berbasis kabel tembaga 1 pair

 Disebut sebagai SHDSL (Single Pair HDSL), menggunakan

rek E1/2.048 Mbps, SHDSL/ SDSL dan G.SHDSL adalah merupakan varian dari HDSL.

 Perbedaan HDSL dengan SHDSL/SDSL:

 HDSL, jika disambungkan ke telepon pelanggan menggunakan

(37)

Gambar 2.11 Ilustrasi foto HDSL

Karakteristik HDSL :

 Kecepatan akses data : 1,5 Mbps atau 2 Mbps

 Jumlah pair kabel : 2 atau 3 pair kabel

 Transmission rate : simetrik.

 Kode saluran : 2B1Q

 Interface : G.703, V.35, X-21, dll.

Jangkauan HDSL :

 4 km : untuk kabel berdiameter 0.4 mm

6 km : untuk kabel berdiameter 0.6 mm

(38)

b) SDSL ( symetric digital subscriber line)

 Kecepatan akses data : 2 Mbps

 Jumlah pair kabel : 1 pair kabel

 Transmission rate : simetrik (Downstream=Upstream=2 Mbps)

 Multi Rate (Adjustable Rate)

 Interface : Ethernet

c) GSHDSL

 Kecepatan akses data : 2 Mbps

 Jumlah pair kabel : 1 pair kabel

 Transmission rate : simetrik (Downstream=Upstream=2 Mbps)

 Rate Adaptive (HDSL tidak Rate Adaptive)

 Interface : Ethernet

d) IDSL (ISDN Digital Subscriber Line)

IDSL (ISDN Digital Subscriber Line) adalah perangkat aktif di jaringan akses pelanggan yang dipergunakan untuk mendukung implementasi layanan Multimedia pada jaringan yang mempunyai fasilitas ISDN (Integrated Service Digital Network)

Karakteristik IDSL :

 Menggunakan 1 pair kabel.

 Kecepatan transmisi : simetrik 128 Kbps (2B + D) & 1984

Kbps (30 B + D)

 Frekwensi Band : 10 KHz – 50 KHz

 Line Code : 2B1Q

(39)

 Aplikasi : untuk komunikasi data & voice

e) VDSL

VDSL (Very High Bit rate Digital Subscriber Line) adalah perangkat aktif di jaringan akses pelanggan yang dipergunakan untuk mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.

 Merupakan generasi baru dari HDSL maupun ADSL.

 Kapasitas transmisi VDSL jauh lebih besar dari pada ADSL

maupun HDSL (bandwidth antara 10 s/d 30 MHz) dengan besarnya bandwidth frekuensi yang disalurkan jarak jangkauannya relatif lebih pendek.

 Disamping Transmisi Symetrik VDSL juga Asymetrik sebagai

option.

 Aplikasi ini digunakan untuk menyalurkan layanan broadband.

 Bit rate untuk symetrical transmission 13 Mb/s dan 26 Mb/s

sedangkan untuk asymetrical transmission downstream/upstream 52 Mbps/6,4 Mbps, 26 Mbps/3,2Mbps dan 13 Mbps/1,6 Mbps tergantung dari kondisi loop (kabel) dan noise.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan VDSL adalah :

 Menggunakan kabel tembaga eksisting atau kabel tembaga baru.

 Menghemat Investasi penggelaran jaringan baru.

(40)

 Mendukung transmisi data berkecapatan tinggi hingga 52 Mb/s

untuk downstream dan 6,4Mb/s arah upstream.

 Dapat disambungkan ke jaringan telekomunikasi yang ada, misal;

jaringan optik diterminasi di tingkat Distribution Area untuk selanjut di sambungkan ke end user menggunakan teknologi VDSL.

Jenis layanan yang dapat di-support oleh VDSL meliputi :

 Video On Demand (VOD).

 Permainan (games)

 Interactive education

 Penyaluran berita-berita elektronik.

 Disamping itu ada pelanggan-pelanggan tertentu yang menginginkan

dua buah “setup boxes” untuk mendapatkan layanan-layanan dari sentral telepon dan layanan dari perusahaan TV kabel.

Karakteristik VDSL :

 Kecepatan akses : sd. 52 Mbps

 Jumlah pair kabel : 1 pair kabel.

 Kode Saluran : CAP/QAM

 Simetrik dan atau Asimetrik (tergantung vendor)

 Mode asimetrik 52 Mbps/6,4 Mbps, 26 Mbps/3,2Mbps dan 13

Mbps/1,6 Mbps (downstream/up-stream)

 Mode simetrik sd. 25 Mb/s (upstream =downstream)

 Merupakan pengembangan dari HDSL dan ADSL. Hanya digunakan

(41)

 VDSL dapat digunakan bersama-sama dengan FTTC (OAN).

f) ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line): teknologi akses, yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan, menggunakan media jaringan akses kabel tembaga 1 pair. ADSL dapat mensupport pengiriman data dari 1,5 sampai 9 Mbps saat menerima data atau lebih dikenal dengan downstream rate dan dari 16 sampai 640 Kbps saat mengirim data atau lebih dikenal dengan upstream rate. ADSL membutuhkan modem khusus ADSL. ADSL sangat populer dewasa ini di hampir seluruh belahan dunia yang juga lebih dikenal sebagai jenis dari teknologi Internet Broadband.

Teknologi ADSL sendiri menggunakan skema modulasi yang cukup rumit untuk memasukkan data ke dalam kabel tembaga. Sering dikenal dengan sebutan last-mile technology karena teknologi ini hanya digunakan untuk koneksi dari STO (Sentral Telepon Otomat) ke perumahan dan perkantoran, bukan di antara sentral-sentral telepon.

 Disebut asimetrik karena rate / kecepatan transmisi dari sentral ke

pelanggan (dowstream) tidak sama dengan rate transmisi dari arah pelanggan ke sentral (upstream)

 Aplikasi ini digunakan untuk menyalurkan layanan broadband .

 Bit rate downstream 8 Mb/s, upstream 640 kb/s,

Keuntungan 1. Simultan

(42)

simultan. Ini berarti anda dapat Surfing internet dan menggunakan Telepon atau Fax pada saat bersamaan. Ini akan memberikan kepuasan bagi Anda untuk menikmati High-Speed Internet Access tanpa kehilangan kontak telepon dengan relasi Anda.

2. Stabil

Kecepatan koneksi lebih stabil karena masing-masing pemakai ADSL mempunyai jalur tersendiri hingga ke peralatan multiplexer di sisi Telkom. Kecepatan tidak terpengaruh oleh pertambahan jumlah pelanggan yang akses bersamaan.

3. Optimal

Berbagai aplikasi multimedia masa depan, akan dapat dinikmati dengan kualitas serta kenyamanan yang optimal. Anda bisa mulai menjelajahi dunia Internet masa depan, Internet 3D - yang padat dengan animasi-video-musik.

4. Tersedia

Dapat menggunakan saluran telepon yang ada (akses tembaga) 5. Cepat dalam proses instalasi

Konfigurasi ADSL

(43)

33

3. 1 JARLOKAT (Jaringan Lokal Akses Tembaga)

JARLOKAT adalah suatu bentuk jaringan akses yang konfigurasinya

dimulai dari terminal blok vertikal pada rangka pembagi utama (MDF), baik yang

hanya menggunakan perangkat lain untuk meningkatkan unjuk kerjanya.

JARLOKAT tidak murni adalah jaringan lokal akses tembaga yang dalam

operasionalnya menggunakan tambahan teknologi atau perangkat lainnya untuk

meningkatkan performansinya.

Gambar 3.1Konfigurasi JARLOKAT tidak Murni

Mekanisme akses dari pelanggan menuju sentral lokal pada JARLOKAT

tidak murni harus bersifat transparan terhadap layanan yang dicakup. Kemampuan

akses (misalnya kecepatan akses dan jenis layanan) ditentukan oleh jenis

teknologi/ perangkat yang ditambahkan.

Tujuan dari penambahan perangkat adalah untuk meningkatkan kapasitas

atau kemampuan pada jaringan kabel tembaga. Terdapat beberapa macam, antara

lain:

1. Penggandaan saluran atau Pair Gain: berupa perangkat digital (PCM) dan

kapasitasnya bermacam-macam (2,4,...,16), yang sudah banyak dipakai

(44)

2. X – DSL yang meliputi: High bit rate Digital Subscriber Line (HDSL),

ISDN Digital Subscriber Line (IDSL), Asymetrical Digital Subscriber

Line (ADSL), Very High bit rate Digital Subscriber Line (VDSL).

a1,b1

Gambar 3.2 Konfigurasi Dasar PCM-4

Walaupun penambahan perangkat biasa meningkatkan kapasitas atau

kemampuan pada jaringan kabel tembaga, tetapi hal ini bisa membahayakan

perangkat lain sebab penambahan perangkat seperti PCM, HDSL, dan lainnya

memerlukan catuan yang besar, dan mengingat penempatan perangkat tersebut

berada di luar sehingga mengakibatkan perangkat ini mudah untuk terbakar/ rusak

karena ganguan seperti tersebar petir.

a) Satuan Redaman

(45)

P1= Power Sisi Kirim

P2= Power Sisi Terima

1 never = 8,686 dB

Gambar 3.3Hubungan RGCL Pada Kawat Tembaga

Kabel tembaga tidak hanya digunakan untuk band frekuensi suara tapi

juga PCM dan X – DSL. Dibanding fiber optic band frekuensi untuk kabel

metalik sangat sempit.

b) Resistansi (R)

Seluruh konduktor mempunyai resistansi berapapun besarnya

konduktivitas, nilai resistansi bertambah besar sebanding dengan panjang

kabel dan berbanding terbalik dengan luas penampang kabel. Kuantitas R

biasanya menggambarkan ketidak sempurnaan Konduktor.

(46)

3. 2 Instalasi dan Setting Speedy

Gambar 3.4Konfigurasi dan terminal SPEEDY

Keterangan Ganbar :

 ISP : Internet Service Provider adalah penyedia layanan akses internet

bagi pelanggan

 BRAS : Broadband Remote Access Server berfungsi untuk

pengelolaan pelanggan seperti menyediakan IP address ke pelanggan,

melakukan autentifikasi username dan password pelanggan.

 DSLAM : Digital Subscriber Line Access Multiplexer.

 Perangkat utama pengatur trafik incoming dan outgoing perangkat

modem ADSL dan Internet Gateway

 Sebagai interface/antarmuka antara sejumlah pelanggan ADSL dengan

penyedia jaringan data/ISP

 SENTRAL TELEPON : berfungsi melakukan penyambungan layanan

(47)

 MODEM : Modulator de modulator berfungsi mengkonversi format

analog ke digital dan sebaliknya antara PC dengan jaringan akses

tembaga

 SPLITTER/FILTER : Berfungsi memisahkan frekuensi tinggi (untuk

data) dan frekuensi rendah (untuk suara)

a) Customer Premises Equipment (CPE) dan Kelengkapannya

Konfigurasi CPE :

1. Splitter/Microfilter

2. Modem ADSL

3. Konektor

4. Server/Terminal (PC)

5. Telephone Handset

Gambar 3.5Konfigurasi CPE

CPE adalah kependekan dari Customer Premises Equipment. Yang dalam

bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Perangkat yang berada disisi pelanggan.

CPE untuk layanan Speedy Broadband Access terdiri dari beberapa komponen

Perangkat yang harus disediakan oleh pengguna SPEEDY :

(48)

o Memory (RAM), minimal sebesar 64 MB

o Hard Disk, minimal sebesar 3 GB

o Modem atau Router ADSL yang direkomendasikan TELKOM

o Saluran telepon eksisting yang akan digunakan (bila belum ada atau

belum memungkinkan maka dibutuhkan pasang baru saluran telepon)

KOMPUTER

Komputer berasal dari bahasa Yunani yaitu COMPUTA yang dalam

bahasa Inggrisnya berarti “Mesin Hitung”. Komputer saat ini sudah banyak

digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, dari mulai komputer yang

berada dirumah, kantor-kantor, WARNET dsb. Penggunaannyapun beragam,

tapi kebanyakan komputer dipakai sebagai sarana kerja yang mendukung

kelancaran tugas dan fungsi seseorang dalam menjalankan tugasnya, bahkan

saat ini Komputer merupakan sarana penting untuk mendapatkan informasi

melalui jaringan Internet.

SPLITTER

Splitter adalah komponen dari CPE yang berfungsi memisahkan atau

menduplikasi frekuensi yang membawa informasi baik itu voice maupun data.

Voice dibawa oleh frekuensi 0 – 4 KHz akan diarahkan menuju ke terminal

telepon pada sisi ROT dan ke Sentral Telepon Lokal pada sisi COT,

sedangkan Data dibawa oleh frekuensi 26 KHz – 1,1 MHz akan diarahkan ke

Modem pada sisi ROT dan ke DSLAM pada sisi ROT Terdiri dari 3 port, 1

port RJ11 untuk dihubungkan ke Roset, 1 port RJ11 dihubungkan ke telepon

(49)

Gambar 3.6Spliter

MODEM ADSL

Modem adalah salah satu komponen dari CPE yang berfungsi

melakukan modulasi dan demodulasi sinyal informasi. Dengan adanya

kebijakan “Liberalisasi Terminal” pelanggan Speedy diberi kebebasan

memilih merk modem yang beredar dipasaran. Modem ADSL terdiri dari dua

tipe yaitu Bridge dan Router

Gambar 3.7Modem ADSL

KONEKTOR

Konektor adalah komponen dari CPE yang berfungsi sebagai interface

antara dua kondisi yang berbeda. Pada umumnya terdapat tiga buah konektor

yang digunakan Speedy yaitu RJ45, RJ11, USB dan DB9.

(50)

KABEL

 Kabel UTP atau unshielded twisted pairs, terdiri dari 4 pair kabel

tembaga dan menggunakan RJ45 sebaga konektornya. Kabel ini

digunakan untuk menghubungkan modem dengan komputer melalui

port ethernet.

 Jenis UTP berdasarkan throughput, umumnya ada 2, yaitu:

 10 Base-T : throughput max 10 Mbps

 100 Base-T : throughput max 100 Mbps

Jenis UTP berdasarkan tipe koneksi umumnya juga ada 2, yaitu:

 Cross Over type : Biasanya digunakan untuk menghubungkan dua

device jaringan pada layer yang sama. Contoh: Router – Router,

Switch – Switch, PC – PC.

 Straight type : Digunakan untuk menghubungkan dua device jaringan

pada layer yang berbeda. Contoh: PC – Hub, Hub – Router

Universal Serial Bus (USB)

Menghubungkan modem dengan PC melalui port USB pada

PC/laptop. Perlu setting TCP/IP pada komputer untuk berkomunikasi dengan

modem.

(51)

MANUAL BOOK/CD INSTALLER

CD Installer, CD installer merupakan paket dari modem sebagai

pelengkap yang digunakan untuk menginstalasi driver modem (USB Cable),

selain itu berisi tentang petunjuk manual dari modem yang bersangkutan.

Manual Book , adalah petunjuk menual dalam bentuk buku. Pada

manual book bisa didapatkan informasi tentang IP address , username dan

password untuk masuk ke “Configuration Manager”

b) Jenis Modem

Berdasarkan Fungsinya

ROUTER

Modem jenis ini dapat terhubung ke RAS baik dengan IP statik

maupun dengan user/password (dynamic)

Spesifikasi:

 ANSI T1.413, G.DMT (G.992.1), G.Lite (G.992.2)

 RFC1483R (MPoA), RFC2364 (PPPoA/PPPoE)

 Encapsulation LLC, VC

 TCP/IP, NAT

 Support IP WAN/LAN statik/dinamik

(52)

BRIDGE/USB

Modem yang hanya mensupport protokol Dial-in, tidak bisa untuk

konfigurasi statik. Modem jenis ini terhubung ke RAS melalui proses

autentikasi di RADIUS.

Spesifikasi:

• ANSI T1.413, G.DMT (G.992.1),G.Lite (G.992.2)

• RFC2364: PPPoA/PPPoE

• TCP/IP,NAT

• Encapsulation LLC, VC

• Support IP WAN/LAN dinamik

Gambar 3.11Bridge/ USB

Berdasarkan Letaknya

INTERNAL MODEM

 Merupakan device berupa card yang terpasang pada motherboard PC yang berfungsi sebagai network Card sekaligus Modem Router

ADSL

 Spesifikasi:

 berbentuk card PCI/AGP yang dipasang ke motherboard komputer

(53)

Gambar 3.12Modem Internal

EXTERNAL MODEM

Modem yang terpisah dari perangkat PC yang biasanya dilengkapi

aksesoris seperti kabel interface untuk menghubungkan PC dengan

Modem

Gambar 3.13Modem Internal

Berdasarkan Aplikasi Setting

 http (web based)

 telnet

 windows wizard

 CD installer

 hyperterminal

c) Metode setting modem

 HyperTerminal

(54)

 Parameter COM yang dikonfigurasi tergantung dari masing-masing modem. Parameter tersebut antara lain: Bits per second, Flow Control,

dll.

Gambar 3.14HyperTerminal

 Contoh Set Up Modem Zyxel ( dengan Console)

1. Start program  accessories  communication hyperterminal

2. Ketik : console 

3. Pilih pada “connect using” : COM1 

4. Klik “Restore Default”

(55)

 Contoh Set Up Modem Zyxel ( dengan Telnet)

Sampel : Zyxel Prestige 650R-A1

• Start run Telnet 192.168.1.1 

• Password = 1234

• Setting LAN ketik : 3 2

• Setting ATM/IP ketik : 4

• Lihat Status ketik : 24 1

Gambar 3.16Set Up Modem Zyxel

Sampel : Modem SpeedStream 4060

• Install CD Driver USB

• Setup Parameter Modem melalui CD

(56)

Gambar 3.17 Login

d) Instalasi CPE

Gambar 3.18Instalasi CPE

Langkah I : Periksa kelengkapan CPE yang ada. Untuk kelengkapan

modem biasanya terdiri dari 1 paket yaitu ; Modem ADSL, Power

Adaptor, Kabel UTP, Kabel RJ11, CD Installer, Splitter, Buku manual dan

(57)

Langkah ke II : Baca buku manual yang tersedia dengan seksama,

perhatikan alamat atau IP Address modem, Username dan Password

modem yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya

Langkah III : Hubungkan komputer dengan modem ADSL menggunakan

kabel UTP yang tersedia dengan memasukan konektor RJ45 pada port

ethernet pada kedua device tersebut.

Langkah IV : Hubungkan Roset dengan Splitter pada port line

menggunakan RJ11, Splitter dengan telepon pada port Phone dan Splitter

dengan Modem pada port DSL.

Langkah V : Hubungkan kabel power adaptor dari modem ADSL ke

catuan listrik, kemudian tekan tombol power “ON”

Gambar 3.19Rangkaian CPE

 Tunggu beberapa saat. Apabila ada pesan “Local Area Connection Is Now

Connected” yang muncul pada layar komputer sebelah kanan bawah, hal

ini menandakan bahwa komputer dan modem telah terhubung dengan

(58)

e) Setting Komputer

Menggunakan Windows ’XP’(Aplikasi http/web based)

Gambar 3.20Setting Network Connection

Network Connection (1/2)

 Pilih Start Control Panel Network Connection

 Double klik pada icon “Local Area Connection”

 Pilih atau klik pada “Internet Protocol (TCP/IP)” kemudian klik

tombol “Properties”

 Kosongkan IP Address dengan mengklik Radio Button “Obtain an IP

address automatically

 Isikan DNS Telkom ;

Preferred DNS server : 202.134.0.155

(59)

 Jika DNS “Auto Detect” , kosongkan DNS

 Kemudian klik tombol “OK”

Gambar 3.21Setting TCP/IP

 Pilih Start Control Panel Internet Option

 Pilih Menu Bar “Connection” dan klik tombol “LAN Setting

(60)

 Klik Automattically detect settings

 Kosongkan address proxies server dengan mengkosongkan tanda pada

kotak “Use proxies server for your LAN”

 Klik tombol “OK

Gambar 3.23Setting LAN

 Bacalah buku petunjuk manual dengan seksama untuk mengetahui IP

Address Modem/ Gateway, username dan password

 Melihat Konfigurasi (Perintah DOS) : Pilih menu Start run , ketikan

(61)

Gambar 3.24Melihat Konfigurasi

 Ketikan perintah DOS : ipconfig perhatikan IP address merupakan

alamat komputer dan Gateway sebagai alamat Modem

 Cek Koneksi :

Untuk memastikan koneksi modem dengan komputer terhubung

baik,ketikan perintah “ping <IP gateway/modem>” lalu Perhatikan hasilnya !!

(62)

f) Setting Modem

Konfigurasi LAN

 IP Address LAN (Private)

 Subnet mask

 IP Address Gateway

 DHCP

 NAT

 IP Address WAN (Public)

 DNS

Hal-hal Yang Diperlu DiperhatiakanDalam Set Up Modem

Konektor

Khususnya untuk UTP, perlu diperhatikan apakah menggunakan

Cross over Type atau Straight. Jenis UTP yang harus digunakan dapat

Lampu yang menunjukkan Modem terhubung ke Catu daya.

(63)

Lampu yang menunjukkan koneksi ADSL (Link/ WAN/ DSL/ Line/

ACT). Jika lampu ini blinking berarti modem masih dalam proses

sinkronisasi. Setelah sinkron, lampu tidak blinking lagi (nyala permanent).

Ada beberapa Merk modem menambah satu lampu lagi yang diberi label

“SYNC“ (Synchronization) untuk menunjukkan proses sinkronisasi sinyal

ADSL pada modem.

TCP/IP LED

Beberapa modem menyertakan lampu ini untuk menunjukkan bahwa

Modem telah terhubung ke internet dan siap browsing. Lampu ini juga biasa

diberi label “ACT“ atau “PPPoA/PPPoE“. Lampu ini akan menyala setelah

proses setup Modem selesai dan pelanggan terhubung ke ISP.

 Parameter setting modem

NAT - Class Service (UBR)

DNS - Gateway

 Parameter setting Speedy

 Username bersifat unik

(64)

 Alcatel :

VPI : 8, VCI : 35 , PPP : LLC

 Siemens :

VPI : 1, VCI : 33 ,PPP : VCMUX

Gambar 3.26 Modem ADSL

Langkah-langkah Setting Modem ADSL

Speedstream

Buka browser interner (Internet Explorer). Ketikan :

HTTP:// 192.168.254.254, lalu tekan enter.

(65)

 Pilih Login pada sebelah kiri layar.

 Pada kolom password ketikan admin, lalu tekan OK.

Gambar 3.28 Login User

g) Gangguan SPEEDY

Segmentasi gangguan

(66)

Gangguan yang mungkin terjadi :

CPE (Modem, PC, Intalasi)

Jarlokat yang digunakan sebagai saluran xDSL.

Network Element (DSLAM, BRAS, RADIUS)

Penyedia layanan seperti ISP, Server DNS

Memulai mengatasi gangguan :

Gambar 3.30Troubleshooting

Status modem ADSL

(67)
(68)
(69)

Gangguan pada modem ADSL

Tabel 3.4Gangguan pada Modem ADSL

gangguan logika :

 Pemeriksaan dimulai dari layer 1 (physical layer), layer 2 (data link/ATM

layer), dan layer 3 (TCP/IP over ATM)

 Pemeriksaan dimulai dari level atas ke level bawah (downstream

approach)

Terstruktur, mudah analisis

Wasting time

(70)

Cepat, sesuai dengan kondisi lapangan

Sulit menganalisis bila terjadi kesalahan

Hal-hal yang mempengaruhi kecepatan akses:

 Konfigurasi PC yang buruk

– hardware conflicts, under-powered PC, unoptimized network

setting, corrupted Win9X installation, etc

http://www.dslreports.com/tweaks

 Packet loss

– TCP retransmission, slowing down, and data lost

 Overloading of an ISP gateway

– Up link bandwidth ISP tak ada yang memadai

– Location of ISP (ISP peering partner)

 Web Servers connectivity

 Server yang tidak comply dengan ADSL speed

 Peak hour versus off-peak

 current load of the server

 peak hour: morning, lunch, late-evening

 Hop counts and latency

 Jumlah hop (routers) antara user and tujuan menimbulkan kemungkinan

koneksi yang buruk dan packet loss

http://rescomp.stanford.edu/~cheshire/rants/Latency.html

(71)

Bit rate aplikasi :

 Bit rate MP3, wav, wma sekitar 50 kbps

 Bit rate CD quality 200-250 kbps

 Standard windows wav, wma

 Bit rate Uncompressed video 472 Mbps

 Bit rate MPEG1: 1,2 Mbps for VCD

 Bit rate MPEG2: 4-6 Mbps for DVD

 Bit rate MPEG4: 64 kbps for medium resolution video conferencing

 Bit rate Email: 9,6 – 56 kbps

(72)

62 4. 1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, penulis dapat mengambil

beberapa kesimpulan, antara lain :

1. Pada zaman modern seperti sekarang ini, kebutuhan telekomunikasi bukan

lagi hanya menyangkut kebutuhan voice tetapi telah beralih ke kebutuhan

komunikasi data yang serba praktis, cepat, dan murah. ADSL dapat

mensupport pengiriman data dari 1,5 sampai 9 Mbps saat menerima data atau

lebih dikenal dengan downstream rate dan dari 16 sampai 640 Kbps saat

mengirim data atau lebih dikenal dengan upstream rate.

2. Tidak semua jaringan telepon dapat menggunakan layanan speedy karena

speedy berbasis tembaga murni.

3. Line telepon yang dihubungkan ke modem ADSL melalui spliter tidak boleh

line telepon yang sudah diparalel. Jika pelanggan ingin paralel telepon atau

menggunakan PABX, line yang digunakan adalah line telepon keluaran

spliter.

4. ADSL memberikan kemampuan Internet dan Voice/Fax secara simultan. Ini

berarti anda dapat Surfing internet dan menggunakan Telepon atau Fax pada

saat bersamaan. Ini akan memberikan kepuasan bagi Anda untuk menikmati

High-Speed Internet Access tanpa kehilangan kontak telepon dengan relasi

(73)

5. Kecepatan koneksi lebih stabil karena masing-masing pemakai ADSL

mempunyai jalur tersendiri hingga ke peralatan multiplexer di sisi Telkom.

Kecepatan tidak terpengaruh oleh pertambahan jumlah pelanggan yang akses

bersamaan.

6. Berbagai aplikasi multimedia masa depan, akan dapat dinikmati dengan

kualitas serta kenyamanan yang optimal. Anda bisa mulai menjelajahi dunia

Internet masa depan, Internet 3D - yang padat dengan animasi-video-musik.

7. Dapat menggunakan saluran telepon yang ada sehingga pelanggan dapat

mengakses internet tanpa mengganggu line telepon.

4. 2 Saran

Beberapa hal berikut penulis harapkan dapat menjadi masukan bagi PT.

TELKOM untuk kemajuannya di masa yang akan datang, antara lain :

1. Mengingat banyaknya manfaat yang didapat dengan pengimplementasian

fiber optik, maka penulis menyarankan agar PT. TELKOM sebaiknya

menggunakan media serat optik pada semua jaringannya tidak hanya dari

MDF ke RK, tapi juga hingga ke DP.

2. Gunakan Firewall dan Anti Virus pada komputer yang digunakan untuk

mengakses Internet SPEEDY.

3. Melakukan pengembangan teknologi dari teknologi yang sudah ada sekarang.

Baik peluncuran produk baru dan peningkatan fitur teknologi yang sudah

(74)

64

Sugiono, Dr., Prof., (2010), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D,

Alfabeta, Bandung.

Ilham Perdana, (2008), Petunjuk Penulisan Ilmiah, Perumusan Masalah,

Pengumpulan Data Penelitian, Petunjuk Tata Tulis Ilmiah, Handout

Metodologi Penelitian.

(75)

Data Pribadi

SLTP N 1 Pulau Panggung

SMK N 1 Gadingrejo

S1 UNIKOM (Teknik Informatika)

Pengalaman Kerja

1. Teknisi Komputer di NEROC

2. Magang di Divisi Access PT. TELKO (Juli 2010 s/d Agustus 2010)

3. Pembangunan Aplikasi Pejualan & Gudang untuk STOKISS INDONESIA (Nopember 2010)

Kemampuan

Bahasa Pemrograman

Aplikasi Komputer Yang Dikuasai

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebe Apip Nugraha

10107699

IF-15/2007

Islam

Airnaningan, 12 April 1988

Jl. Tubagus Ismail Dalam No. 7 Rt.03 Rw.07 Bandung 40132

081541181373

elektra_3328@yahoo.com

Olah Raga (Futsal, Renang), Tour Wisata

Hidup Optimis Matipun Optimis

Th 1994-2000

Th 2000-2003

Th 2003-2006

ormatika) Sekarang

Teknisi Komputer di NEROCOM Bandarlampung (Januari 2007 s/d April 2007) ccess PT. TELKOM bagian Truble Ticket Speedy

s/d Agustus 2010)

plikasi Pejualan & Gudang untuk STOKISS di PT. FRISIAN FLAG INDONESIA (Nopember 2010)

riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Hormat saya, t.03 Rw.07

(Futsal, Renang), Tour Wisata

April 2007)

di PT. FRISIAN FLAG

(76)

Data Pribadi

Nama Dani Ferana Putra

NIM 10107718

Kelas/Angkatan IF-15/2007

Agama Islam

Tempat, Tanggal Lahir Bandung, 20 Maret 1989

Alamat Jl. Kopo Gg. Sukaleueur I No.547B Rt.02/07

Bandung 40232 Leave Nothing But Print Foot

Riwayat Pendidikan

SD N 12 Giri Kencana Th 1995-2001

SLTP N 1 D3 Th 2001-2004

SMA N 1 Ketahun Th 2004-2007

S1 UNIKOM (Teknik Informatika) Sekarang

Pengalaman Kerja

1. Magang di Divisi Access PT. TELKOM bagian Trouble Ticket Speedy (Juli 2010 s/d Agustus 2010)

Aplikasi Komputer Yang Dikuasai - Microsoft Office

- Adobe Dreamweaver

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Hormat saya,

(77)

Data Pribadi

Nama

Aryanto

NIM

10107756

Kelas/Angkatan

IF-15/2007

Agama

Islam

Tempat, Tanggal Lahir

Giri Kencana, 14 April 1988

Alamat

Jl. Tubagus Ismail Dalam No. 23 Rt.05 Rw.07

Bandung 40132

No Telp

082115426868

Email

ar11_raflesi@yahoo.com

Hobi

Dengar Musik

Moto

Tak Ada Yang Abadi, Tak Ada Yang Sempurna

Riwayat Pendidikan

SD N 12 Giri Kencana

Th 1995-2001

SLTP N 1 D3

Th 2001-2004

SMA N 1 Ketahun

Th 2004-2007

S1 UNIKOM (Teknik Informatika)

Sekarang

Pengalaman Kerja

1.

Magang di Divisi Access PT. TELKOM bagian Truble Ticket Speedy (Juli 2010 s/d

Agustus 2010)

Aplikasi Komputer Yang Dikuasai

-

Microsoft Office

-

NetBeans

-

Adobe Dreamweaver

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Hormat saya,

Figur

Tabel 2.1 Harga Bit A, Bit B dan Bit C

Tabel 2.1

Harga Bit A, Bit B dan Bit C p.30
Gambar 2.8 Coding

Gambar 2.8

Coding p.30
Gambar 2.9 Grafik Segmen pengisian bit

Gambar 2.9

Grafik Segmen pengisian bit p.31
Tabel 2.4 Family x-DSL

Tabel 2.4

Family x-DSL p.35
Gambar 2.11  Ilustrasi foto HDSL

Gambar 2.11

Ilustrasi foto HDSL p.37
Tabel 3.1 Konduktivitas Dan Resistansi Kawat

Tabel 3.1

Konduktivitas Dan Resistansi Kawat p.45
Gambar 3.5 Konfigurasi CPE

Gambar 3.5

Konfigurasi CPE p.47
Gambar 3.7 Modem ADSL

Gambar 3.7

Modem ADSL p.49
Gambar 3.6 Spliter

Gambar 3.6

Spliter p.49
Gambar 3.8 Konektor

Gambar 3.8

Konektor p.49
Gambar 3.12 Modem Internal

Gambar 3.12

Modem Internal p.53
Gambar 3.15 Set Up Modem Zyx

Gambar 3.15

Set Up Modem Zyx p.54
Gambar 3.16 Set Up Modem Zyxel

Gambar 3.16

Set Up Modem Zyxel p.55
Gambar 3.17 Login

Gambar 3.17

Login p.56
Gambar 3.18 Instalasi  CPE

Gambar 3.18

Instalasi CPE p.56
Gambar 3.19 Rangkaian CPE

Gambar 3.19

Rangkaian CPE p.57
Gambar 3.20 Setting Network Connection

Gambar 3.20

Setting Network Connection p.58
Gambar 3.21 Setting TCP/IP

Gambar 3.21

Setting TCP/IP p.59
Gambar 3.22 Setting Internet Connection

Gambar 3.22

Setting Internet Connection p.59
Gambar 3.23 Setting LAN

Gambar 3.23

Setting LAN p.60
Gambar 3.25 Cek Koneksi

Gambar 3.25

Cek Koneksi p.61
Gambar 3.24 Melihat Konfigurasi

Gambar 3.24

Melihat Konfigurasi p.61
Gambar 3.27 Jendela Utama

Gambar 3.27

Jendela Utama p.64
Gambar 3.26 Modem ADSL

Gambar 3.26

Modem ADSL p.64
Gambar 3.29 Segmen Gangguan

Gambar 3.29

Segmen Gangguan p.65
Gambar 3.28 Login User

Gambar 3.28

Login User p.65
Gambar 3.30 Troubleshooting

Gambar 3.30

Troubleshooting p.66
Tabel 3.2 Status Modem ADSL

Tabel 3.2

Status Modem ADSL p.66
Tabel 3.3 Gangguan komputer lokal

Tabel 3.3

Gangguan komputer lokal p.68
Tabel 3.4 Gangguan pada Modem ADSL

Tabel 3.4

Gangguan pada Modem ADSL p.69

Referensi

Memperbarui...