• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJIAN MID SEMESTER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UJIAN MID SEMESTER"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGBANGUN DAN PENGUJIAN MESIN PERTANIAN (TPE 628)

REVIEW JURNAL

Oleh:

ANRI KURNIAWAN (15/389517/PTP/01433)

PASCASARJANA TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

(2)

Tugas 1

Review Abstrak

Assessment of Mechanical Harvesting of Tea And Its Viability For Use In Kenya

ABSTRAK

Pemanenan teh (Camellia sinensis) melibatkan penghapusan tender, tumbuh tunas dari permukaan semak teh. Dua proses dalam pemetikan teh: pemetikan kasar dan pemetikan yang baik. Dalam memetik yang baik hanya bud dan daun kedua dan ketiga dipetik, sedangkan untuk pemetikan kasar daun lebih dipetik dengan tunas. Untuk waktu yang lama pemetikan teh telah dilakukan dengan tangan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar negara produsen teh termasuk India, Jepang, China dan Papua New Guinea telah mengadopsi penggunaan mesin. Sebuah review penelitian yang dipublikasikan menunjukkan bahwa parameter kualitas secara kimia pada perubahan teh hitam yaitu dengan metode panen. Pemetikan teh dengan tangan kaya prekursor biokimia hijau daun dan memiliki isi yang lebih tinggi dari konstituen kualitas teh yang dibuat dari mesin petik teh. Penurunan kualitas terutama karena cedera mekanik dan pemetikan non-selektif dengan geser-panen. Penggunaan mesin meningkatkan rata-rata memetik dengan penurunan bersih dalam biaya produksi dibandingkan dengan pemetikan tangan. Sebuah analisis ekonomi dilakukan dalam penelitian ini membuktikan bahwa pemanenan mekanis teh adalah layak untuk diadopsi sangat baik di perkebunan di Kenya. Untuk menghindari penurunan kualitas, direkomendasikan bahwa mekanik panen teh harus dilakukan terutama selama masa puncak produksi.

Pembahasan

(3)

Kenya.

(4)

Tugas 2

Review Abastrak

Design and Development of A Conceptual Tea Leaf Harvesting Machine ABSTRAK

Budidaya teh di India memiliki sejarah panjang dari aplikasi dalam sistem obat tradisional serta untuk konsumsi. India telah membudidayakan dan mengkonsumsi teh selama ribuan tahun. Produksi komersial teh di India dimulai dengan kedatangan Inggris East India Company. Teh adalah minuman utama di India. Hal ini dianggap sebagai minuman termurah kedua setelah air. India dan China adalah produsen terbesar serta konsumen teh. Manufaktur teh dilakukan dengan mengolah daun teh. Daun teh dipetik dari tanaman dan diangkut ke pabrik untuk di proses. Untuk teh berkualitas baik hanya kuncup termasuk daun ketiga telah untuk dipetik dan diproses. Kekurangan dari buruh dan kenaikan upah membuat manajemen untuk memikirkan metode alternatif panen daun teh. Hal ini mengakibatkan mekanisasi pemetikan teh.

Penelitian harus dilakukan di antara orang-orang daun teh panen untuk memahami lebih lanjut tentang skenario ini. Penelitian dilakukan melalui studi produk, studi pasar, studi literatur, wawancara, studi pengguna, etnografi penelitian dll Kualitas fungsi penyebaran (QFD) disiapkan yang suara pelanggan diubah menjadi suara teknis. produk rinci spesifikasi desain (PDS) diciptakan sebagai per data ini dari QFD. pemetaan pikiran yang digunakan untuk membuat ide-ide. Lima Konsep yang dihasilkan menggunakan PDS siap. Menggunakan metode peringkat tertimbang, konsep terpilih yang memiliki sebagian besar kualitas yang tuntutan QFD.

Konsep akhir dipilih dengan bantuan metode peringkat tertimbang dan gambar rinci dibuat. Model Mock-up ukuran 1: 1 dibuat. Validasi produk telah dilakukan. Mock up Model yang memuaskan dengan untuk sebagian besar desainer dan pelanggan. Kebutuhan pengguna seperti ringan, visi yang tepat dari proses, mudah membersihkan dan servis bertemu melalui studi ini. Dari penelitian tersebut, konsep yang diajukan muncul untuk menunjukkan potensi penghematan dari 15% berat, dan karena itu mungkin harus menemukan penerimaan di lapangan.

Pembahasan

(5)

ergonomika, Quality Functional Deployment (QPD) dan Produk Design Specification (PDS) Keseluruhan literatur akhirnya memutuskan untuk memilih mesin petik teh tenaga batarei yang paling efektif digunakan. Setelah mengindenfikasi masalah kemudian dirumuskan consep alat yang sesuai, maka dibuatlah Konsep 1, Konsep 2, Konsep 3, Konsep 4 dan Konsep 5. Setelah itu dilakukan seleksi konsep dengan menggunakan beberapa paramater sehingga akhirnya terpilih Konsep 3 yang akan di prototyping. Setelah terpilih final consep maka dilakukan exploid view untuk menggamarkan bagian-bagian alat dan mekanisme kerja alat tersebut. Setelah model telah ditentukan maka dari itu kemudian dilakukan pembuatan Mesin Petik tenaga baterai tersebut maka jadilah alat yang diinginkan tersebut.

(6)

Tugas 3

Review Abstrak

Ab Initio Design And Prototyping Of A Tea Plucking Machine : A Case Study ABSTRAK

Paper ini menyajikan sebuah studi kasus perancangan dan prototipe dari mesin teh pemetikan untuk digunakan pada lanskap yang tidak rata untuk dampak yang signifikan dari hasil. Ab initio merancang mengharuskan seseorang untuk memahami proses pemanenan, mekanika memangkas atau memotong tender tunas, mengumpulkan data kekuatan dan kepadatan pucuk teh dan kemampuan operator dan menggunakan semua informasi dalam desain dan mekanisme mesin. Sejumlah konsep untuk mesin pemetikan dieksplorasi. Perangkat sederhana untuk pengukuran kekuatan tender tunas juga dikembangkan dan digunakan untuk memperoleh variasi statistik kekuatan tunas. Data ini kemudian digunakan sintesis untuk memilih konsep dimensi. Prototipe pertama dari mesin dibuat dan diuji di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme bekerja seperti yang diharapkan tetapi diperlukan perbaikan ergonomi dan aspek manufacturability.

Pembahasan

Penelitian ini membahas tentang pemetikan teh menggunakan hand plucking dibandingkan dengan beberapa alat yang telah dikembangkan di dunia yaitu Magic Carpet, Gunting Petik, K-Tech Harvester dan Microlite Harvester. Kemudian dianalis problem yang ada pada semua alat tersebut mulai dari motor, blade, colection, dan peralatan pembantu lain sehingga dapat menentukan konsep yang diinginkan. Kemudian ditentukan konsep generation untuk menentukan konsep terbaik dalam memenuhi pemetikan teh terutama pada lahan yang tidak rata. Kemudian konsep dievaluasi dalam beberapa hal diantaranya consep 1 : Sensing Plucker, consep 2: Swing Fork Plucker, consep 3: Belted Plate Plucker, consep 4: Swing For Plucker dan consep 5 : Comb Shear. Setelah itu dibuat detail desain pada Comb Shear Harvester, kemudian dilakukan estimasi experimen dalam parameter pucuk teh.

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Anggorowati (2008) pada Perkebunan Rumpun Sari Kemuning di Karanganyar setelah dilakukan analisis petik dapat diketahui bahwa petikan yang dilakukan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa hubungan patron klien yang terjadi antara pemetik teh dan pengelola perkebunan di

Rendahnya rata-rata kapasitas aktual hasil penelitian ini disebabkan karena lahan yang berbukit dengan kemiringan 40-60 o , mesin petik yang digunakan di impor

Penurunan volume ekspor teh berkaitan dengan jumlah produksi teh Indonesia yang juga semakin menurun karena areal perkebunan teh di Indonesia semakin banyak dialihfungsikan

Mengacu pada permasalahan yang dirumuskan, maka proposal skripsi yang berjudul “ Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong di daerah Wlingi – Jawa Timur

Pengukuran Getaran, Kebisingan dan Beban Kerja pada Penggunaan Mesin Petik Teh Kawasaki Tipe NV-60 di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Jawa Barat (Skripsi)..

DATA MATAKULIAH YANG DITAWARKAN DATA CALON PESERTA UJIAN DATA SET SOAL DESAIN LJU MESIN-3 (Jam-3) MESIN-1 (Jam -1) MESIN-2 (Jam-2) MESIN-4 (Jam-4) MESIN-5 (Jam-5) SERVER PLANET

Kondisi topografi dari lahan Perkebunan Jolotigo yang berbukit dan terjal serta berada pada ketinggian rendah hingga tinggi 400-1.250 m dpl maupun manajemen pengolahan tanah di