• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kadar Logam Berat Pb, Cd, Cu, Cr dan Hg dalam Air dan Sedimen Kalimas Surabaya - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Kadar Logam Berat Pb, Cd, Cu, Cr dan Hg dalam Air dan Sedimen Kalimas Surabaya - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KADAR LOGAM BERAT Pb, Cd, Cu, Cr, dan Hg

DALAM AIR DAN SEDIMEN KALI MAS SURABAYA

Aulia Ariestya, 2008

Pembimbing: (I) Drs. R. Soediatmoko, (II) Drs. Ryanto Budiono

ABSTRAK

Semakin berkembangnya perindustrian jaman sekarang, semakin mendukung pula meningkatnya pencemaran terhadap lingkungan. Dalam hal ini adalah pencemaran logam berat Pb, Cd, Cu, Cr, dan Hg terhadap Kali Mas Surabaya. Penelitian ini menggunakan air dan sedimen dari Kali Mas Surabaya, karena kali ini digunakan sebagai baku air PDAM. Preparasi sampel yang digunakan adalah destruksi basah, dan kemudian diamati dengan menggunakan ICPS Fisons ARL 3410+. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada air sungai mengandung logam Pb (0,92-0,928 ppm), sedangkan logam lainnya tidak terdeteksi. Logam Pb dalam air tersebut telah melebihi baku mutu air kelas I menurut Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor: 02 tahun 2004, Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Menurut peraturan ini, batas maksimal Cd = 0,01 ppm; Cr = 0,05 ppm; Cu = 0,02 ppm; Hg = 0,002 ppm dan Pb = 0,03 ppm. Sedangkan pada sedimen, mengandung logam Pb (103,219-138,621 ppm), Cu (57,892-70,452 ppm), Cr (21,898-23,817 ppm), dan Hg (11,984-13,525 ppm), yang telah melebihi ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 1999, Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Menurut peraturan ini, batas maksimal Cd = 1,0 ppm; Cr = 5,0 ppm; Cu = 10,0 ppm; Hg = 0,2 ppm dan Pb = 5,0 ppm.

Kata kunci: Kadar logam berat, Kali Mas Surabaya, destruksi basah, ICPS Fisons ARL 3410+

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan logam berat Cd dan Hg pada sedimen di Sungai Ciliwung Jakarta yang masih jauh dari baku mutu IADC/CEDA 1997 disebabkan karena masukan beban cemaran

Jika dikaitkan dengan standar tersebut, maka kandungan logam berat Pb pada keempat stasiun berada dibawah baku mutu yang telah ditetapkan sehingga biota ikan yang ada

sedangkan kandungan logam berat untuk air laut di 4 titik lokasi penelitian menunjukkan bahwa kadar Pb melebihi ambang baku mutu MenLH No 51 2004 yakni sebesar 0,05 mg/l, kadar

51 Tahun 2004, yaitu tentang baku mutu air laut untuk biota laut yang digunakan untuk membandingkan hasil konsentrasi logam berat Pb dan Cu dalam air laut, dan Analisis

Konsen- trasi Pb dalam organ insang, hati dan limpa ikan selar tetengkek telah melebihi baku mutu sesuai SNI 7387:2009, sedangkan pada daging masih memenuhi baku

1) Dalam air sumur warga sekitar TPA Piyungan terbukti terkandung logam berat, baik yang masih dibawah angka baku mutu dan masih ada yang melebihi angka baku mutu. 2) Aliran air

Konsen- trasi Pb dalam organ insang, hati dan limpa ikan selar tetengkek telah melebihi baku mutu sesuai SNI 7387:2009, sedangkan pada daging masih memenuhi baku

Kesimpulan dari penelitian ini adalah logam Cd dan logam Pb sudah melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001,