• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

63 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian

Pada pelaksanakan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 4 langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan melalui pelaksanaan tindakan yang dilakukan dalam penelitian.

4.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Prasiklus

Studi awal peneliti mengenai proses pembelajaran difokuskan pada motivasi siswa terhadap mata pelajaran IPA, khususnya pada materi sumber daya alam dan jenis-jenis pekerjaan. IPA di SD hendaknya membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu siswa terhadap sumber daya alam yang dengan mudahnya dapat mereka jumpai di sekitar mereka. Ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir dan mencari jawaban melalui pengamatan dan pengalaman langsung berdasarkan bukti yang ada di sekitar mereka. Rasa keingin tahuan mereka yang sangat besar tentu saja akan menjadi bermanfaat ketika guru mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Seperti kondisi awal penelitian bahwa selama ini pembelajaran hanya berpusat pada guru atau transfer ilmu pengetahuan saja dan dilakukan secara konvensioal dengan menyampaikan materi sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kebutuhan siswa, sehingga siswa akan mudah bosan jika terus-menerus dijejali materi tanpa adanya variasi dalam pembelajaran.Maka dari itu, hasil belajar yang terdapat pada prasiklus ini masih dianggap kurang.

Dalam kondisi awal pra siklus ini dapat diterangkan bahwa ketuntasan pembelajaran siswa yang masih tergolong rendah dan belum sesuai dengan jumlahyang diharapkan peneliti, yaitu dengan frekuensi siswa 16 (54%) dan ketidak tuntasan yang mencapai 15 (46%) siswa. Atau apabila dituangkan dalam diagram adalah sebagai berikut:

(2)

64 Diagram Presentase Kelulusan Pra Siklus

Siswa Kelas IV SD Keputon 01

Maka dari itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas, sebagaimana yang diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan motivasi bagi pengajar lain untuk lebih memberi variasi dalam melakukan pembelajaran. Tidak hanya itu, siswapun menjadi semangat dalam melakukan proses pembelajaran yang tidak monoton, sehingga hal ini dapat merangsang keinginan siswa untuk terus mempunyai rasa ingin tahu terhadap materi yang disampaikan, serta lebih giat dalam mengerjakan tugas IPA sumber daya alam karena siswa dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan oleh guru.

4.1.2. Deskripsi Tindakan Siklus 1 4.1.2.1. Perencanaan

Penelitian Tindakan Kelas pada siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Dari data informasi yang dapatkan dari guru kelas 4 melalui observasi maka perlu dilakukan diskusi dengan guru mengenai materi pembelajaran dan model yang akan dipakai seta media yang mendukung guna mendorong semangat siswa untuk aktif dalam belajar. Sebelum melaksanakan proses pembelajaran pada

tuntas 54% belum tuntas

(3)

65 pertemuan I peneliti menyiapkan instrumen atau segala sesuatu yang dapat mendukung proses pembelajaran seperti menyusun materi, membuat RPP, menyiapkan lembar evaluasi serta menyiapkan media yang mendukung dan sesuai dengan materi. Selain itu peneliti juga membuat lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas murid yang akan digunakan untuk observasi selama kegiatan pembelajaran.

Pada pembelajaran pertemuan I peneliti merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pokok bahasan “Sumber daya alam dan jenis-jenis pekerjaan kemudian menentukan tujuan pembelajaran dengan metode pembelajaran PBL berbantuan media gambar dapat mengetahui sumber daya alam menyebutkan contoh sumber daya alam yang ada di sekitar mereka. Setelah menentukan tujuan pembelajaran bersama guru menentukan lamanya waktu yang berlangsung. Peneliti juga menjelaskan pada guru tentang penggunaan metode PBL berbantuan media gambar, diawali dari menyampaikan materi, membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa siswa untuk melakukan games berbantuan media gambar yang mendukung, memberi waktu kepada siswa untuk bekerja sama dengan kelompoknya, memberikan penghargaan pada kelompok yang mengerjakan dengan cepat dan benar, memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk menunjukan hasilnya serta guru memberi penguatan terhadap hasil pembelajaran siswa.

Pada pertemuan II sebagai tindak lanjut dari pertemuan I. Pokok bahasan yang sampaikan guru hampir sama dengan pokok bahasan pada pertemuan pertama. Diawali dari mengulas materi pada pertemuan pertama, membentuk kelompok, mengadakan permainan kecil yaitu siswa mengerjakan soal yang diberikan guru, memberikan kesempatan pada siswa untuk menunjukan hasilnya serta memberi penguatan terhadap hasil pembelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan membagikan lembar evaluasi.

(4)

66 4.1.2.2. Pelaksanaan Tindakan

1. Pertemuan Pertama a. Kegiatan Awal

Pembelajaran IPA pada pertemuan pertama ini dimulai pada jam pelajaran ke 3. Guru terlebih dahulu mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti materi pembelajaran dan media yang mendukung. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam dan menyuruh ketua kelas untuk memimpin doa. Untuk mengecek kelengkapan siswa, guru melakukan presensi satu per satu, dan memeriksa alat tulis siswa apakah sudah siap atau belum. Untuk mengawali kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan “Apakah kalian tau dimana letak perkebunan teh?” pertanyaan ini ditujukan agar siswa dapat dapat terpancing dan berpikir bahwa perkebunan teh mayoritas ada di daerah pegunungan, sebagai penguatan bahwa sumber daya alam berupa pepohonan teh berasal dari hutan.

b. Kegiatan Inti

Setelah melakukan kegiatan apersepsi kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari, yaitu tentang sumber daya alam (SDA). Bahwa SDA yang dapat kita ketahui ini ada 3 macam asalnya, yaitu dari darat, laut, dan udara. Kemudian pada masing-masing asal SDA yang dijelaskan oleh guru, siswa di ajak untuk menyebutkan contoh jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan SDA tersebut. Contohnya seperti SDA yang berasal dari udara adalah angin, lalu pekerjaan yang berhubungan dengan angin adalah para pekerja pembangkit listrik yang mengandalkan angin sebagai penggerak kincir angin sehingga bisa menghasilkan listrik. Kemudian SDA yang berasal dari air, lalu perkerjaan yang berhubungan dengan air ini adalah nelayan, nelayan yang mengandalkan air di laut untuk menggerakkan perahunya untuk mencari ikan dan biasanya jenis pekerjaan ini ada di dataran rendah. SDA yang ketiga yaitu SDA yang berasal dari darat, seperti hewan dan tumbuhan seperti materi yang dibahas pada kegiatan apersepsi yaitu tentang letak perkebunan teh yang berada di daerah pegunungan adalah termasuk SDA alam yang berasal dari darat.

(5)

67 Sebelum guru membagikan gambar, terlebih dahulu siswa diajak untuk mebayangkan bagaimana deskripsi kebun teh yang akan mereka pelajari pada peretemuan ini. Seperti layaknya perkebunan lainnya yang juga bertempat di daerah pegunungan atau dataran tinggi, guru dan siswa melakukan tanya jawab seputar kebun teh. Kemudian guru membagikan gambar proses pembuatan teh, dari mulai pemangkasan batang pohon teh agar dapat tumbuh lagi daun teh muda, pemetikan daun teh, sampai proses pembuatan teh. Dari gambar-gambar urutan pembuatan teh, siswa diminta untuk menjelaskan atau mendeskripsikannya ke dalam buku catatan masing-masing. Siswa yang belum paham dengan gambar, dibantu guru untuk membahas apa yang dilakukan dalam gambar kemudian dituangkan ke dalam catatan.

Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan cara setiap siswa berhitung 1 sampai 5, mulai dari depan pojok kiri sampai selesai. Pembentukannya yaitu siswa yang mendapat nomor 1 berkumpul dengan siswa lainnya yang mendapat nomor urut 1, begitu seterusnya. Kemudian guru membagikan LKS yang berisikan gambar-gambar tiga jenis profesi dari tiga tempat yang berbeda kepada setiap kelompok. Tiga jenis profesi itu antara lain nelayan, petani, dan pemetik teh. Tiap-tiap gambar jenis profesi, diberikan tabel yang sudah diberi keterangan pekerjaan, tugas, dan tempat bekerja, yang mana siswa diajak untuk berdiskusi bersama teman sekelompoknya untuk menentukan nama pekerjaan seorang yang ada pada gambar, tugas dan tempat dimana biasanya pekerjaan itu berada. Pada permasalahan yang ada dalam soal LKS ini bertujuan agar siswa dapat terangsang dan berpikir bahwa daerah tempat tinggal juga dapat mempengaruhi jenis pekerjaannya. Sembari menunggu siswa untuk menyelesaikan tugasnya, guru berkeliling dan melakukan pengecekan, apakah ada kelompok yang kesusahan menyelesaikan tugasnya atau tidak. Kelompok yang selesai paling awal dan mengerjakan dengan benar diberi reward berupa nilai yang sesuai dengan pekerjaan mereka. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan tugas kelompoknya, sembari teman kelompok lain mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa yang lain mencatat informasi baru yang didapat dari presentasi tersebut.

(6)

68 c. Kegiatan Akhir

Setelah selesai bekerja kelompok, siswa kembali duduk di tempatnya masing-masing. Guru berdiskusi untuk meluruskan kesalah pahaman, memberikan penguatan kepada siswa. Pada tahap ketiga adalah konfirmasi, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dengan cara memberikan lembar kerja kepada masing-masing siswa. Pada kegaiatan penutup guru melakukan refleksi bersama siswa tentang berlangsungnya pembelajaran dan ditutup dengan berdoa.

2. Pertemuan Kedua a. Kegiatan Awal

Pada pertemuan kedua, Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam dan menyuruh ketua kelas untuk memimpindoa. Untuk mengecek kelengkapan siswa, guru melakukan presensi satu persatu, dan memeriksa alat tulis siswa apakah sudah siap atau belum. Untuk mengawali kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan “sumber daya alam apa sajakah yang ada di sekitar tempat tinggal kalian?” pada pertanyaan apersepsi ini ditujukan agar siswa ingat dengan pelajaran yang sudah di ajarkan pada pertemuan yang lalu, kemudian guru menghubungkannya dengan profesi yang berhubungan dengan SDA tersebut. Sebagian siswa dengan mudah menjawab pertanyaan dari guru, namun seperti SDA yang jauh dari tempat tinggal mereka, tak sedikit pula siswa kesulitan dalam menjawab pertanyaan guru. Kemudian disinilah fungsi guru sebagai fasilitator, yaitu dengan memfasilitasi siswa memberi rangsangan agar siswa dapat berpikir kemudian menjawab dan menyebutkan contoh dengan mudah.Setelah guru memberikan pertanyaan pada apersepsi dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari.

b. Kegiatan Inti

Guru menjelaskan tentang materi SDA dan jenis-jenis profesi, bahwa dimana letak SDA berada disitulah banyak terdapat tempat lapangan pekerjaan. Karena daerah tempat tinggal dapat mempengaruhi jenis pekerjaan. Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Agar tidak terjadi saling selisih antar siswa

(7)

69 satu dengan yang lainnya, siswa disuruh untuk berhitung satu sampai empat. Dari mulai siswa paling ujung depan hingga siswa paling ujung belakang. Pengelompokannya yaitu siswa yang mendapat angka hitung satu berkelompok dengan temannya yang juga mendapat nomor hitung satu, begitu seterusnya. Setelah siswa berkumpul bersama kelompoknya, kemudian guru memberi lembar LKS kepada siswa yang berisikan gambar seorang anak yang sedang berada dalam satu ruangan dengan berbagai macam perabotan kepada setiap kelompok. Pada gambar tersebut terlihat anak sedang duduk di kursi dengan meja yang tepat di depan beserta almari, dan terlihat korden yang menghiasi jendela. Disini siswa diminta untuk menyebutkan benda apa saja yang terdapat di ruangan tersebut, kemudian dari benda tersebut siswa diminta untuk menjelaskan dari bahan apa benda tersebut dibuat, serta dari SDA apa benda tersebut berasal. Siswa membedakan jenis profesi yang menghasilkan benda dan jenis profesi yang tidak menghasilkan benda (menghasilkan jasa) Guru membimbing siswa agar mampu memecahkan masalah dengan berdiskusi bersama kelompoknya.

Sembari menunggu siswa untuk menyelesaikan tugasnya, guru berkeliling dan melakukan pengecekan, apakah ada kelompok yang kesusahan menyelesaikan tugasnya atau tidak.Kelompok yang selesai paling awal dan mengerjakan dengan benar diberi reward berupa nilai yang sesuai dengan pekerjaan mereka. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan tugas kelompoknya, sembari teman kelompok lain mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa yang lain mencatat informasi baru yang didapat dari presentasi tersebut.

c. Kegiatan Akhir

Setelah selesai bekerja kelompok, siswa kembali duduk di tempatnya masing-masing. Guru berdiskusi untuk meluruskan kesalah pahaman, memberikan penguatan kepada siswa. Pada tahap ketiga adalah konfirmasi, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dengan cara memberikan lembar kerja kepada masing-masing siswa. Pada kegaiatan penutup guru melakukan refleksi bersama siswa tentang berlangsungnya pembelajaran dan ditutup dengan berdoa.

(8)

70 3. Pertemuan Ketiga

a. Kegiatan Awal

Dipertemuan ketiga ini,Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam dan menyuruh ketua kelas untuk memimpindoa. Untuk mengecek kelengkapan siswa, guru melakukan presensi satu per satu, dan memeriksa alat tulis siswa apakah sudah siap atau belum. Untuk mengawali kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan “Apa saja pekerjaan masyarakat di daerah tempat kalian tinggal?” Pada pertanyaan kali ini guru menunjuk satu persatu siswa untuk menjawab pertanyaan apersepsi yang diajukan oleh guru. Hal ini bertujuan agar guru dapat membangun mental dan kepercayaan diri siswa, terlihat beberapa siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan lantang dan percaya diri. Dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari.

b. Kegiatan Inti

Guru mengarahkan siswa untuk membagi kelas menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok akan diberi beberapa gambar jenis sumber daya alam yang nantinya akan dijodohkan dengan jenis-jenis pekerjaan yang ada di sampingnya.Setelah siswa berkumpul bersama kelompoknya, kemudian guru memberi LKS kepada siswa yang berisikan gambar-gambar sumber daya alam beserta jenis pekerjaannya. Dengan seksama siswa mengamati gambar yang telah dibagikan bersama kelompoknya. Guru mengarahkan siswa tentang pembelajaran berbantuan media gambar,yang dimana isinya adalah tentang penjodohan jenis pekerjaan dengan sumber daya alam yang tersedia. Siswa bekerja sama dengan kelompoknya berdiskusi tentang gambar dan menjodohkan jenis sumber daya alam dan jenis pekerjaannya yang sudah terteradalam kolom soal. Kelompok yang selesai paling awal dan mengerjakan dengan benar diberi reward berupa nilai yang sesuai dengan pekerjaan mereka kemudian mempresentasikannya. Setelah selesai bekerja kelompok, siswa kembali duduk di tempatnya masing-masing. Kemudian guru melakukan review tentang materi yang telah dipelajari pada satu pertemuan ini. Sesekali guru memberikan pertanyaan agar siswa tidak mudah lupa dengan materi yang telah diajarkan.

(9)

71 c. Kegiatan Akhir

Setelah waktu yang diberikan guru selesai, Guru bersama siswa membahas materi yang sudah di sampaikan, kemudian guru memberikan soal evaluasi untuk mengukur seberapa jauh siswa memahami materi yang telah dipelajari. Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang sudah dibahas.Lalu guru menutup pembelajaran dengandoa dan salam.

4.1.2.3. Observasi

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I, pada saat pra pembelajaran yang menggambarakan kesiapan ruangan dan kesiapan siswa mengikuti pembelajaran. Pada kegiatan awal guru melakukan presensi dan menyampaikan apresepsi serta tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, guru mengambarkan pembelajaran dengan menerapkan langkah-langkah model pembeljaran PBL berbantuan media gambar. kegiatan penutup guru menyampaikan kesimpulan, melakukan refleksi dan melakukan evaluasi. Dengan rincian pada tabel dibawah:

Tabel 4.1

Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus I

No Aspek yang diamati Keterangan

P1 P2 P3

I. Kegiatan awal Pembelajaran Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

1. Mengucapkan salam √ √ √

2. Mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan pembelajaran

√ √ √

3. Berdoa sebelum memulai pembelajaran √ √ √

4. Melakukan presensi √ √ √

5. Melakukan apersepsi √ √ √

6. Menyempaikan tujuan pembelajaran √ √ √

II. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

7. Menyampaikan materi sesuai dengan indikator

(10)

72 8. Membimbing siswa untuk membagi

kelompok

√ √ √

9. Membagikan materi pelajaran berupa gambar

√ √ √

10. Mengajak siswa untuk mengamati gambar

√ √ √

11. Membimbing siswa dalam melakukan permainan

√ √ √

12. Membimbing siswa untuk mencatat informasi baru

√ √ √

13. Memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk menunjukan hasil diskusinya

√ √ √

14. Mengajak siswa mencatat hasil diskusi kelompok

√ √ √

15. Memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi

√ √ √

16. Menyimpulkan hasil diskusi dari beberapa kelompok.

√ √ √

III. KEGIATAN AKHIR

PEMBELAJARAN

17. Bertanya jawab tentang materi yang telah diajarkan

√ √ √

18. Memberikan penguatan √ √ √

19. Menentukan kesimpulan √ √ √

20. Memberikan soal evaluasi √ √ √

Jumlah 17 3 18 2 20 -

Dalam pembelajaran siklus I masih terdapat kegiatan yang tidak dilakukan guru seperti tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, belum membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan, belum terlibat dalam aktivitas kelompok, belum mengkondisikan kelas pada saat pertemuan pertama. Tetapi guru sudah melaksanakan kegiatan dengan baik seperti melakukan apresepsi, memriksa kesiapan siswa, memberikan motivasi pada siswa agar semangat belajar. Guru menyampaikan materi dengan baik walaupun menggunakan bahasa yang campur. Guru memebrikan kesempatan apda siswa untuk aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru.

(11)

73 Tabel 4.2

Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I

No Aspek yang diamati Keterangan

P1 P2 P3

I. Kegiatan Awal Pembelajaran Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

1. Menjawab salam √ √ √

2. Mempersiapkan alat tulis dan buku pelajaran √ √ √

3. Berdoa sebelum memulai pembelajaran √ √ √

4. Termotivasi dan semangat belajar √ √ √ 5. Terlibat dalam kegiatan apersepsi dengan

menjawab pertanyaan yang diberikan

√ √

6. Mendengarkan saat guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai

√ √ √

II. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN √ √ √

7. Menerima materi sesuai dengan indikator √ √ √

8. Membentuk kelas menjadi beberapa kelompok

√ √ √

9. Mendapatkan materi pelajaran berupa gambar

√ √ √

10. Mengamati gambar bersama kelompok √ √ √

11. Melakukan permainan dengan tertib √ √ √

12. Mencatat informasi baru √ √ √

13. Melakukan presentasi √ √ √

14. Mencatat hasil diskusi kelompok √ √ √

15. Memperhatikan tanggapan guru √ √ √ √

16. Menyimpulkan hasil diskusi dari beberapa kelompok dengan bimbingan guru

√ √ √

III. KEGIATAN AKHIR PEMBELAJARAN √ √ √

17. Bertanya jawab tentang materi yang telah diajarkan

√ √

18. Menerima penguatan √ √ √

(12)

74

20. Menerima soal evaluasi √ √ √

Jumlah 17 3 19 1 20 -

Pada tabel observasi siswa siklus I di atas dapat dilihat bahwa ada tiga jumlah kegiatan siswa yang belum terlaksana pada pertemuan pertama, yaitu mencatat informasi baru, memperhatikan tanggapan guru, menyimpulkan hasil diskusi dari beberapa kelompok dengan bimbingan guru. Sedangkan pada pertemuan kedua ada satu aktivitas observasi siswa yang belum terlaksana yaitu memperhatikan tanggapan guru, dan pertemuan ketiga semua observasi aktivitas siswa telah terlaksana dengan baik karena sudah adanya perbaikan dari pertemuan pertama dan kedua.

4.1.2.4. Refleksi

Setelah selesai melaksanakan pembelajaran pada siklus I dari pertemuan pertama dan kedua, maka selanjutnya guru melakukan refleksi atas proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan dengan berdiskusi dari hasil evaluasi oleh guru kelas dan peneliti untuk mencari solusi dari apa permasalahan atau hambatan yang ada pada siklus I diantaranya:

a. Siswa masih bingung dengan penerapan model PBL yang digunakan.

b. Waktu yang digunakan belum efesien karena masih belum paham dengan langkah pembelajarannya.

c. Siswa masih ramai ketika diskusi kelompok berlangsung Karena siswa lebih mengutamakan berbicara dari pada berfikir untuk menyelesaikan masalah. d. Siswa enggan atau takut untuk menunjukan hasil kerja kelompoknya karena

takut salah dalam pekerjaannya.

Dari kekurangan tersebut maka peneliti dan guru kelas berdiskusi untuk mencari solusi guna memperbaiki kekurangan tersebut pada siklus II diantaranya:

a. Guru harus menjelaskan ulang langkah-langkah penerapan metode PBL pembelajaran sejara jelas agar siswa lebih paham.

(13)

75 b. Guru lebih meningkatkan lagi dengan memberikan arahan yang tegas agar siswa dalam bermain tidak mengulur-ulur waktu yang sudah di tetapkan agar waktu pembelajaran dapat efisien.

c. Guru lebih mengkondisikan kelas agar siswa tidak ramai dengan temannya. d. Guru harus memberikan motivasi dan membimbing siswa agar berani

menunjukan hasilnya dan mengutarakan pendapat.

4.1.3. Deskripsi Tindakan Siklus 1I 4.1.3.1. Perencanaan

Perencanaan pada siklus 2 ini dimulai dengan memperhatikan kekurangan atau permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1, sehingga pada siklus 2 ini kekurangan-kekurangan tersebut dapat menjadi dasar untuk pelaksanaan siklus 2 agar menjadi lebik baik.

Berdasarkan permasalahan yang dijumpai tersebut maka peneliti maka menyiapkan teknik untuk memperbaiki hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri Keputon 01 kecamatan Blado kabupaten Batang. Persiapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah pada siklus 1 berdasarkan hasil rencana mencari pemecahan masalah yang terjadi pada proses pembelajaran siklus 1 sehingga pada siklus 2 mendapatkan hasil yang memuaskan.

2. Penyusuanan rencana pelaksanaan pembelajaran beserta media, alat dan bahanyang dibutuhkan untuk perbaikan pembelajaran pada siklus 2 dengan menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan media gambar pada mata pelajaran IPA.

3. Penyususnan instrumen observasi yang digunakan sebagai panduan peneliti dalam mengamati pencapaian pengajar dan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan media gambar pada mata pelajaran IPA.

(14)

76 4. Penyusunan alat penilaian untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa

yang berupa tes dan lembar kerja siswa.

5. Peneliti melakukan pertemuan dengan guru mata pelajaran IPA untuk mendiskusikan tentang kegiatan yang akan dilakukan antara peneliti dan guru saat melakukan penelitian tindakan kelas. Tetapi sebelum penelitian tindakan dilakukan peneliti mendiskusikan permasalahan permasalahan pada siklus 1 untuk diperbaiki dan diberi masukan pada siklus 2 sehingga tidak terulang kembali. Kemudian peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus 2 ini ada lebih baik dari siklus 1.

4.1.3.2. Pelaksanaan Tindakan 1. Pertemuan Pertama a. Kegiatan Awal

Pertemuan pertama pada siklus kedua kegiatan pendahuluan dilakukan dalam alokasi waktu 10 menit diawali dengan guru memberikan salam serta mengkondisikan siswa siap melaksanakan pembelajaran dengan berdoa, guru mengabsen kehadiran siswa dan mengecek kesiapan siswa dalam melakukan pembelajaran hingga siswa benar-benar siap dalam mengikuti pelajaran, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan dalam pembelajaran pertemuan ketiga ini. Untuk mengawali kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan “apa sajakah jenis-jenis pekerjaan apa saja yang ada di dekat tempat tinggal kalian?” pertanyaan yang tergolong mudah karena hal-hal seperti pekerjaan sangat mudah ditemui di sekitar tempat tinggal siswa sehingga tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan kegiatan apersepsi ini.

b. Kegiatan Inti

Guru menyampaikan materi tentang jenis-jenis pekerjaan yang ada di sekitar tempat tinggal beserta teknologi yang digunakan dalam jenis pekerjaan tersebut. Disini siswa dirangsang pengetahuannya melalui pertanyaaan-pertanyaan seputar jenis pekerjaan, walaupun tidak semua tahu tentang jenis teknologi, namun dengan adanya gambar yang akan dibagikan guru ini diharapkan siswa

(15)

77 dapat berpikir dan mengerti tentang apa yang disampaikan oleh guru. Kemudian guru memperlihatkan 2 gambar kepada siswa. Kedua gambar tersebut sama-sama berprofesi sebagai tukang kayu, namun terdapat perbedaan pada kedua alat atau teknologi yang digunakan oleh kedua tukang kayu tersebut. Yaitu penggunaan gergaji mesin dan kapak untuk memotong kayu. Siswa diminta mengamati 2 buku catatan, yang mana jenis teknologi sederhana dan yang mana jenis teknologi modern. Sembari menunggu siswa untuk menyelesaikan tugasnya, guru berkeliling dan melakukan pengecekan, apakah ada siswa yang kesusahan menyelesaikan tugasnya atau tidak.Satu persatu siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas, sementara siswa yang lain mencatat informasi yang mereka dapat dari hasil presentasi temannya di depan kelas. Setelah siswa selesai melakukan presentasi, guru dan siswa menyimpulkan dari perbandingan kedua teknologi. Guru merangsang siswa agar mampu berpikir, dari penggunaan kedua teknologi tersebut, alat manakah yang mampu menghasilkan barang lebih banyak dan menghemat waktu.

c. Kegiatan Akhir

Setelah semua siswa menyelesaikan tugasnya, Guru berdiskusi untuk meluruskan kesalah pahaman dan memberikan penguatan kepada siswa. Pada tahap ketiga adalah konfirmasi, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dengan cara memberikan lembar kerja kepada masing-masing siswa. Pada kegaiatan penutup guru melakukan refleksi bersama siswa tentang berlangsungnya pembelajaran dan ditutup dengan berdoa.

2. Pertemuan Kedua a. Kegiatan Awal

Pada pertemuan kedua, Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam dan menyuruh ketua kelas untuk memimpin doa. Untuk mengecek kelengkapan siswa, guru melakukan presensi satu persatu, dan memeriksa alat tulis siswa apakah sudah siap atau belum. Untuk mengawali kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan “bagaimana sikap kalian dalam memanfaatkan air dalam kegiatan sehari-hari?” pada apersepsi kali ini ditujukan agar dapat menggali pengetahuan tentang air yang biasa mereka

(16)

78 gunakan pada kehidupan sehari-hari, diharapkan agar siswa dapat mengutarakan pikiran dengan apa yang biasa mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

Setelah tujuan pembelajaran tersampaikan, kemudian guru menenrangkan materi tentang air, bahwa air sangat dibutuhkan oleh kehidupan di bumi. Sumber air tersebut ada yang diperoleh dari air tanah, mata air, air sungai, danau, dan air laut. Sumber air di bumi tersebut berasal dari suatu siklus air. Panas matahari menguapkan air laut sehingga menjadi awan, dan kemudian menjadi hujan. Air hujan jatuh ke bumi, sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah dan mata air. Kemudian guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Agar tidak terjadi saling selisih antar siswa satu dengan yang lainnya, siswa disuruh untuk berhitung satu sampai empat. Dari mulai siswa paling ujung depan hingga siswa paling ujung belakang. Pengelompokannya yaitu siswa yang mendapat angka hitung satu berkelompok dengan temannya yang juga mendapat nomor hitung satu, begitu seterusnya. Guru membagikan LKS yang berisikan gambar tentang gambar manfaat sumber air untuk kehidupan kepada masing-masing kelompok, yaitu gambar seorang sedang mandi, cuci tangan dan mencuci sepeda. Guru meminta siswa bersama kelompoknya untuk mengamati gambar tersebut. Sesuai dengan gambar yang ada di LKS, siswa bersama kelompoknya diminta untuk mengisi kolom-kolom yang sudah disediakan. Yaitu cara-cara menghemat air demi kebutuhan sehari-hari, dan sikap kita dalam menggunakan air dengan cara yang tidak berlebihan. Guru membimbing siswa agar mampu memecahkan masalah dengan berdiskusi bersama kelompoknya.

Sembari menunggu siswa untuk menyelesaikan tugasnya, guru berkeliling dan melakukan pengecekan, apakah ada kelompok yang kesusahan menyelesaikan tugasnya atau tidak.Kelompok yang selesai paling awal dan mengerjakan dengan benar diberi reward berupa nilai yang sesuai dengan pekerjaan mereka. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan tugas kelompoknya, sembari teman kelompok lain mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa

(17)

79 yang lain mencatat informasi baru yang didapat dari presentasi tersebut. Setelah selesai bekerja kelompok, siswa kembali duduk di tempatnya masing-masing.

c. Kegiatan Akhir

Guru berdiskusi untuk meluruskan kesalah pahaman, memberikan penguatan kepada siswa. Pada tahap ketiga adalah konfirmasi, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dengan cara memberikan lembar kerja kepada masing-masing siswa. Pada kegaiatan penutup guru melakukan refleksi bersama siswa tentang berlangsungnya pembelajaran dan ditutup dengan berdoa.

3. Pertemuan Ketiga a. Kegiatan Awal

Dipertemuan ketiga ini,Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam dan menyuruh ketua kelas untuk memimpin doa. Untuk mengecek kelengkapan siswa, guru melakukan presensi satu per satu, dan memeriksa alat tulis siswa apakah sudah siap atau belum. Untuk mengawali kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan “masihkah kalian ingat tentang pelajaran pada pertemuan sebelumnya tentang sumber daya alam?” yang mana ditujukan agar siswa tetap ingat dengan materi SDA yang telah diajarkan oleh guru pada pertemuan sebelumnya. Dalam penggunaannya, SDA sendiri juga perlu dibatasi, karena ada SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan materi tentang cara melestarikan SDA. Bahwa SDA yang ada di sekitar ini kita menggunakannya secara terus menerus dan diluar batas kewajaran, maka lama-lama akan habis. Maka dari itu selain kita harus menjaga keseimbangan alam, kita juga harus menjaga SDA agar tetap lestari. Usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan cara menghemat atau dengan cara penanaman kembali. Kayu yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari apabila tidak dilakukan reboisasi atau penanaman kembali, yang terjadi adalah hutan kita makin lama akan menjadi gundul. Maka dari itu kita harus menerapkan upaya agar SDA tidak cepat habis.

(18)

80 Setelah dirasa cukup menerangkan materi, siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan cara setiap siswa berhitung 1 sampai 5, mulai dari depan pojok kiri sampai selesai. Pembentukannya yaitu siswa yang mendapat nomor 1 berkumpul dengan siswa lainnya yang mendapat nomor urut 1, begitu seterusnya. Kemudian guru membagikan LKS yang berisikan gambar-gambar SDA yang berbeda. Setiap kelompok diminta untuk berdiskusi tentang suatu SDA, kemudian dari SDA disebutkan macam-macam jenis teknologi sebagai cara pemanfaatannya untuk kehidupan sehari-hari, dalam pemanfaatannya siswa juga diminta bagaimana upaya untuk menghemat dan melerstarikan SDA tersebut. Setiap kelompok membuat laporan dalam kotak yang tersedia tentang diskusinya tentang sumber daya alam. Guru berkeliling untuk mengecek kelompok yang mengalami kesusahan dalam mengerjakan tugas kelompok tersebut. Kelompok yang selesai paling awal dan mengerjakan dengan benar diberi reward berupa nilai yang sesuai dengan pekerjaan mereka kemudian mempresentasikannya. Setelah selesai bekerja kelompok, siswa kembali duduk di tempatnya masing-masing. Kemudian guru melakukan review tentang materi yang telah dipelajari pada satu pertemuan ini. Sesekali guru memberikan pertanyaan agar siswa tidak mudah lupa dengan materi yang telah diajarkan.

c. Kegiatan Akhir

Setelah waktu yang diberikan guru selesai, Guru bersama siswa membahas materi yang sudah di sampaikan, kemudian guru memberikan soal evaluasi untuk mengukur seberapa jauh siswa memahami materi yang telah dipelajari. Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang sudah dibahas.Lalu guru menutup pembelajaran dengandoa dan salam.

4.1.3.3. Observasi

Hasil observasi siswa pada pembelajaran siklus II antara lain pada saat pra pembelajaran, kegiatan pembelajaran yaitu siswa memperhatikan materi yang disampaikan guru, permainan bersama dengan kelompoknya. Menyampaikan

(19)

81 hasil pembelajaran yang sudah dikerjakan bersama dengan kelompoknya. Dan kegiatan penutup. Dapat dilihat pada tabel observasi siswa:

Tabel 4.3

Hasil Observasi Aktifitas Guru pada Siklus II

No Aspek yang diamati Keterangan

P1 P2 P3

I. Kegiatan awal Pembelajaran Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

1. Mengucapkan salam √ √ √

2. Mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan pembelajaran

√ √ √

3. Berdoa sebelum memulai pembelajaran √ √ √

4. Melakukan presensi √ √ √

5. Melakukan apersepsi √ √ √

6. Menyempaikan tujuan pembelajaran √ √ √

II. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

7. Menyampaikan materi sesuai dengan indikator

√ √ √

8. Membimbing siswa untuk membagi kelompok

√ √ √

9. Membagikan materi pelajaran berupa gambar

√ √ √

10. Mengajak siswa untuk mengamati gambar

√ √ √

11. Membimbing siswa dalam melakukan permainan

√ √ √

12. Membimbing siswa untuk mencatat informasi baru

√ √ √

13. Memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk menunjukan hasil diskusinya

√ √ √

14. Mengajak siswa mencatat hasil diskusi kelompok

√ √ √

15. Memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi

(20)

82 16. Menyimpulkan hasil diskusi dari

beberapa kelompok.

√ √ √

III. KEGIATAN AKHIR

PEMBELAJARAN

√ √

17. Bertanya jawab tentang materi yang telah diajarkan

√ √ √

18. Memberikan penguatan

19. Menentukan kesimpulan √ √ √

20. Memberikan soal evaluasi √ √ √

Jumlah 18 2 19 1 20 -

Pada hasil observasi aktivitas guru pada siklus II ini sudah banyak peningkatan. Guru dapat menyampaikan materi sesuai indikator dengan baik, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Sehingga siswa paham akan apa yang akan disampaikan oleh guru selama pembelajaran berlangsung. Namun masih saja guru kurang bisa mendorong siswa untuk tetap aktif dalam pelajaran, karena mengingat karakter dan keberanian setiap siswa memang berbeda-beda. Tetapi dengan pembelajaran dengan model PBL ini diharapkan siswa menjadi lebih antusias dalam menyambut materi-materi yang akan disampaikan oleh guru dengan pembelajaran yang inovatif.

Tabel 4.4

Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II

No Aspek yang diamati Keterangan

P1 P2 P3

I. Kegiatan Awal Pembelajaran Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

1. Menjawab salam √ √ √

2. Mempersiapkan alat tulis dan buku pelajaran √ √ √

3. Berdoa sebelum memulai pembelajaran √ √ √

4. Termotivasi dan semangat belajar √ √ √ 5. Terlibat dalam kegiatan apersepsi dengan

menjawab pertanyaan yang diberikan

(21)

83

yang akan dicapai

II. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN √ √ √

7. Menerima materi sesuai dengan indikator √ √ √

8. Membentuk kelas menjadi beberapa kelompok

√ √ √

9. Menerima materi pelajaran berupa gambar √ √ √

10. Mengamati gambar bersama kelompok √ √

11. Melakukan permainan dengan tertib √ √ √

12. Mencatat informasi baru √ √ √

13. Melakukan presentasi √ √ √

14. Mencatat hasil diskusi kelompok √ √ √

15. Memperhatikan tanggapan guru √ √ √

16. Menyimpulkan hasil diskusi dari beberapa kelompok dengan bimbingan guru

√ √ √

III. KEGIATAN AKHIR PEMBELAJARAN √ √ √

17. Bertanya jawab tentang materi yang telah diajarkan

18. Menerima penguatan √ √ √

19. Menentukan kesimpulan √ √ √

20. Menerima soal evaluasi √ √ √

Jumlah 17 3 20 - 20 -

Dari hasil tabel aktivitas siswa diatas, siswa telah mengikuti pembelajaran dengan baik, hanya ada beberapa yang harus diperbaiki seperti siswa yang pasif menjadi lebih aktif menjawab pertanyaan dari guru maupun dalam kelompoknya. Didalam siklus I waktu pembelajaran kurang efisien. Lembar yang digunakan untuk observasi siklus II masih sama dengan lembar observasi pada siklus I.berikut merukapan hasil lembar observasi yang dilakukan pada siklus II pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III.

4.1.3.3. Refleksi

Setelah selesai melaksanakan pembelajaran pada siklus II dari pertemuan pertama dan kedua, maka selanjutnya guru melakukan refleksi atas proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan dengan berdiskusi

(22)

84 dari hasil evaluasi oleh guru kelas dan peneliti untuk mencari solusi dari apa permasalahan atau hambatan yang ada pada siklus I diantaranya:

a. Siswa masih bingung dengan penerapan model PBL yang digunakan.

b. Waktu yang digunakan belum efesien karena masih belum paham dengan langkah pembelajarannya.

c. Siswa masih ramai ketika diskusi kelompok berlangsung Karena siswa lebih mengutamakan berbicara dari pada berfikir untuk menyelesaikan masalah. d. Siswa enggan atau takut untuk menunjukan hasil kerja kelompoknya karena

takut salah dalam pekerjaannya.

Dari kekurangan tersebut maka peneliti dan guru kelas berdiskusi untuk mencari solusi guna memperbaiki kekurangan tersebut pada siklus II diantaranya:

a. Guru harus menjelaskan ulang langkah-langkah penerapan metode PBL pembelajaran sejara jelas agar siswa lebih paham.

b. Guru lebih meningkatkan lagi dengan memberikan arahan yang tegas agar siswa dalam bermain tidak mengulur-ulur waktu yang sudah di tetapkan agar waktu pembelajaran dapat efisien.

c. Guru lebih mengkondisikan kelas agar siswa tidak ramai dengan temannya. d. Guru harus memberikan motivasi dan membimbing siswa agar berani

menunjukan hasilnya dan mengutarakan pendapat.

4.2.Hasil Analisis Data

Setelah melakukan pembelajaran pada siklus I dan siklus II maka didapat data hasil penelitian sebagai berikut

4.2.1. Perbandingan Aktivitas Guru Pada PBL

Pada tahap observasi ini dilaksanakan pengamatanterhadap pelaksanaan tindakan yaitu model pembelajaran PBLberbantuan media gambardalam pembelajaran IPA. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran hingga akhir pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Pengamatan

(23)

85 dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran PBLsintak yang telah disusun. Pengamatan tidak hanya di tujukkan pada aktivitas siswa atau proses yang terjadi dalam proses pembelajaran, namun juga pada tindakan guru dalam pembelajaran. Berikut merupakan tabel perbandingan aktivitas guru pada kelas IV SD Keputon 01.

Tabel 4.5

Tabel Perbandingan Aktivitas Guru Pada Kelas IV SD Keputon 01

No Ativitas Guru Siklus I Siklus II

P1 P2 P3 P1 P2 P3

1. Dilakukan 18 19 21 18 20 21

2. Tidak dilakukan 3 2 - 3 1 -

Jumlah sintak 21 21 21 21 21 21

Pada tabel di atas dapat disebutkan bahwa terdapat perbandingan antara siklus I dan siklus II. Berdasarkan observasi pada siklus I di pertemuan pertama ini guru masih kurang dalam merangsang siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, karena kurangnya penguasaan kelas sehingga masih ada siswa yang luput dari perhatian guru tentang pemahaman materinya. Tetapi guru sudah melaksanakan kegiatan dengan baik seperti melakukan apresepsi, memeriksa kesiapan siswa, memberikan motivasi pada siswa agar semangat belajar. Dari hasil refleksi pada siklus I, pembelajaran pada siklus II ini sudah lebih baik. Dalam pembelajaran guru melakukan lengkah-lanngkah sesuai dengan model pemebelajaran PBL dengan baik tidak ada yang terlewatkan, khususnya pada pertemuan ke 3. Guru menyampaikan materi dengan bahasa indonesia dengan jelas. Pada pertemuan ketiga guru memberikan rangkuman materi dengan melibatkan siswa. dan memberikan evaluasi serta mengamati dengan teliti ketika siswa mengerjakan. Menurut hasil perbandingan tabel di atas, dapat disajikan dengan bentuk diagram sebagai berikut:

(24)

86 4.2.2. Perbandingan Aktivitas Siswa Pada PBL

Lembar perbandingan observasi aktivitas siswa dalam pelajaran IPA saat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBLberbantuan media gambar antara siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel Perbandingan Aktivitas Siswa Pada Kelas IV SD Keputon 01

No Aktivitas Siswa Siklus I Siklus II P1 P2 P3 P1 P2 P3

1. Dilakukan 19 20 21 19 21 21

2. Tidak dilakukan 3 1 - 3 - -

Jumlah sintak 21 21 21 21 21 21

Berdasarkan hasil observasi pembelajaran seluruh pembalajaran terlaksana dengan baik. Tetapi, pada pertemuan pertama ini respon siswa masih kurang. Siswa masih cenderung pasif dalam pembelajaran, masih banyak siswa yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi. Siswa belum berani berpartisipasi dalam mengemukakan pendapatnya dalam kelompok. Selain itu, siswa belum fokus

0 5 10 15 20 25 P1 P2 P3 P1 P2 P3

Diagram Perbandingan Aktivitas Guru Pada Kelas IV SD Keputon 01

Siklus I Siklus II

Dilakukan Tidak dilakukan

(25)

87 dalam mengikuti pelajaran sehingga guru mengambil tindakan untuk memberikan tugas menyimpulkan hasil pembelajaran pada akhir pembelajaran.

Dari pembelajaran pada siklus II siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik. Diantaranya menyiapkan alat belajar, menempati tempat duduk dengan rapi, mendengarkan dengan cermat penjelasan guru. Aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru, tidak bingung lagi dengan PBL berbantuan media gambar yang diterapkan. Aktif bekerja sama dengan kelompoknya, berantusias dalam permainan bersama dengan kelompoknya, perwakilan kelompok berani menunjukan hasil kerjanya dengan percaya diri, membuat rangkuman materi dengan bantuan guru dan mengerjakan evaluasi dengan baik. Siswa juga lebih antusias dalam menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru tentang materi yang telah disampaikan. Menurut hasil perbandingan tabel di atas, dapat disajikan dengan bentuk diagram sebagai berikut:

4.2.3. Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II

Pada analisis ketuntasan hasil belajar IPA pada siklus I dan siklus II disajikan pada tabel berikut. Berdasarkan tabel data hasil belajar IPA siklus I terdapat 13 siswa yang belum mencapai KKM dan 18 siswa sudah mencapai

0 5 10 15 20 25 P1 P2 P3 P1 P2 P3

Diagram Perbandingan Aktivitas Siswa Pada Kelas IV SD Keputon 01 Siklus I Siklus II

Dilakukan Tidak dilakukan

(26)

88 KKM. Dengan nilai maksimum 80 dan nilai minimum 50. Setelah mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA pada siklus I, berikut ini juga disajikan tabel analisis ketuntasan siklus II untuk mengetahui peningkatan ketuntasan pada hasil pembelajaran IPA.

Tabel 4.7

Analisis Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siklus II Siswa Kelas IV SDN Keputon 01

No. Ketuntasan Belajar

Nilai Pra Siklus Siklus I Siklus II

F % F % F % 1. Tuntas ≥ 70 17 54% 18 59% 26 86% 2. Tidak Tuntas ˂ 70 14 46% 13 41% 5 14% Jumlah 31 100% 31 100% 31 100% Maksimum 75 85 90 Minimum 40 50 70 Rata-rata 62,5 72,9 78,82

Hasil belajar IPA kelas IV SDN Keputon 01 Kecamatan Blado Kabupaten Batang pada mata pelajaran IPA pada masa pra siklus masih rendah, yaitu dengan nilai rata-rata kelas 62,5 atau prosentase ketuntasan 54%. Pembelajaran yang kurang melibatkan siswa untuk aktif menyebabkan siswa menjadi pasif dalam mengikuti pembelajaran. sebelum dilakukan tindakan penelitian terdapat siswa yang belum mencapai KKM yang ditentukan guru yaitu 70. Kemudian dilakukan tindakan siklus I.Peningkatan siswa yang tuntas tersebut terbukti dengan kondisi awal masih banyak siswa yang belum tuntas setelah dilakukan tindakan di siklus 1 jumlah siswa yang meningkat adalah adalah sebanyak 18 siswa yang terlihat dari hasil posttest siklus 1. Kemudian pada siklus 2 juga terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 26 siswa dari 30 siswa telah mencapai kriteria ketuntasan

(27)

89 minimal (KKM)≥70. Setelah dilakukan refleksi pada siklus I maka dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II hasil belajar siswa sudah baik mencapai sempurna terdapat 4 siswa yang belum mencapai KKM. Perbandingan ketuntasan hasil belajar tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Hasil belajar IPA dengan model pembelajaran PBL berbantuan media gambar telah mencapai 85% siswa tuntas mencapai KKM yang sudah di tetapkan guru.

Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBLberbantuan media gambardapat meningkatkan hasil belajar siswa.

4.3.Pembahasan

Berdasarkan analisis data kegiatan pembelajaran siswa kelas IV SDN Keputon 01 terlihat bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkan model pembelajaran PBL berbantuan media gambar. Dengan nilai rata-rata 68,82 sebelum dilakukan penelitian. Dan setelah diadakan penelitian pada siklus I hasilnya meningkat mencapai rata-rata 72,9 dengan nilai tertinggi 80 dan terendah

F % F % F %

Pra Siklus Siklus I Siklus II

16 54% 18 59% 16 86% 14 46% 12 41% 4 14%

Perbandingan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Keputon 01 Pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

(28)

90 50. Dalam siklus I masih terdapat siswa yang belum mencapai KKM pembelajara telah berasil dengan indikator keberhasilan ≥ 71 dengan tingkat keberhasilan sebanyak 18 siswa dari keseluruhan siswa yang berjumlah 30 terdapat 13 siswa yang belum tuntas karena belum paham dengan metode yang diterapkan guru. Sehingga siswa belum antusias mengikuti pembelajaran. masih kurang aktif mejawab pertanyaan dari guru, kurang ikut andil dalam pembelajaran kelompok. Dan kurang memperhatikan materi.

Kekurangan siswa seperti belum mengerti tentang model yang diterapkan guru. Siswa masih ramai saat pembelajaran berlangsung, siswa masih takut maju kedepan kelas untuk membacahan hasil kelompoknya. Kekurangan yang terdapat pada siklus I selanjutnya diperbaiki pada pembelajaran siklus II. Siswa tadinya kurang antusias mengikuti pembelajaran pada siklus I sekarang sudah lebih antusisa pada siklus II, siswa menjadi lebih aktif untuk bertanya jawab, lebih aktif dalam berdiskusi kelompok, memperhatikan teman saat menunjukan hasi kerja kelompoknya. hasil pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan pada pembelajaran IPA mencapai 86% dan nilai sudah ≥71 meskipun masih terdapat satu anak yang belum mencapai KKM. Pada siklus II rata-rata nilai adalah 72,9 nilai tertinggi 90 dan terendah 71.

Dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung keaktifan siswa selama pembelajaran cukup besar. Siswa lebih aktif dalam mengikuti langkah-langkah pembelajaran, dengan menggunakan model PBL berbantuan media gambar ternyata lebih memberikan pembelajaran yang menarik. Pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru namun siswa juga berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran. setelah dilakukan siklus I dan siklus II siswa lebih mengerti pada pembelajaran IPA materi sumber daya alam dan jenis-jenis pekerjaan.

Penelitian yang telah dilakukan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Rati Ni Yayan (2014) dalam penelitiannya terbukti bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Perbedaan penelitian yang dilakukan

(29)

91 antara peneliti sebelumnya dengan penelitian ini adalah penelitian sebelumnya hanya menggunakan langkah-langkah model pembelajaran Problem Based Learning saja. Pada penelitian kali ini, peneliti juga menggunakan media gambar dan memodifikasi kedalam langkah-langkah model pembelajaran Problem Based Learning. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 19,50. (2) Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong rendah dengan rata-rata (M) 12,25. Hal ini terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

Gambar

Tabel Perbandingan Aktivitas Siswa  Pada Kelas IV SD Keputon 01
Diagram Perbandingan Aktivitas Siswa   Pada Kelas IV SD Keputon 01  Siklus I              Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan embrio mencit ( Mus musculus ) adalah perkembangan embrio yang akan diamati yaitu jumlah fetus per induk, berat badan fetus dan panjang fetus. mencit (

1. Menurut analisa aspek legal, aspek fisik dan pemilihan alternatif, properti komersial yang dapat diperuntukkan pada lahan dan bangunan Lamongan Plaza antara

PESTEL adalah singkatan untuk politik (political), ekonomi (economical), sosial budaya (sosiocultural), teknologi (technollogical), lingkungan hidup (environment), dan hukum

KUBERDIRI (JANJI PENEBUS) Key - D Words and Music by Yoshua Perwirana, Maya Setiawan & Dita Soedarsono. Verses from “Standing on the Promises”

Sistem pakar yang didesain dengan e2gLite Expert System Shell untuk diagnosis penyakit THT, dapat bekerja sesuai yang diharapkan. Sistem dapat mengidentifikasikan 23 jenis penyakit

berhadap dengan hukum, peran guru sangat besar tentu melalui sebuah dialetika yang dikenal dengan sebutan memanusiakan hubungan. pendidikan karakter yang diimbangi

kebijakan bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak;i) melaksanakan fasilitasi urusan kegiatan bidang kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak; j)