ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP RAGAM PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DALAM KELUARGA (Studi Kasus Masyarakat Desa Purworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun)
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
(berumur kurang dari 18 tahun) melakukan akad nikah dengan seorang di bawah umur, maka orang tua anak itu atau walinya, yang mendorong terjadinya perkawinan itu, atau
Internasional dapat menjadi aktor mandiri berdasarkan haknya.Misalnya saja dapat kita lihat dari kasus pernikahan anak di bawah umur yang ada di India dimana UNICEF
Pernikahan di bawah umur menurut Khoiruddin Nasution hanya berlaku untuk Rasulullah SAW adalah karena itu merupakan keistimewaan atau kekhususan yang diberikan oleh Allah kepada
Hasil penelitian menunjukkan bahwa imajinasi pernikahan di bawah umur dalam cerpen “Si Minem Beranak Bayi” karya Ahmad Tohari dan cerpen Pramoedya Ananta Toer
Pernikahan di bawah umur juga menjadi bahan pembicaraan bagi masyarakat sekitar, hal ini berdasarkan yang penulis amati dari masyarakat Nagari Padang Laweh bahwa
Dasar penetapan hukum pernikahan anak perempuan yatim di bawah umur oleh selain wali mujbir menurut Imam Abu Hanifah ini dengan berhujjah menggunakan Hadits Nabi SAW, bahwasanya
Prinsip dasar untuk melakukan pernikahan di bawah umur karena adanya penyimpangan terhadap adat dalam pribahasa adat Gayo adalah “orom tuhen kite gere berdosa, orom manusie kite gere
Makalah tentang strategi komunikasi pemerintah Rembang dalam menurunkan angka pernikahan anak di bawah umur, dengan analisis dan studi kasus yang