• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 PROFIL KABUPATEN WAY KANAN - DOCRPIJM b7d55ba28a BAB IV4 Profil Kabupaten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB 4 PROFIL KABUPATEN WAY KANAN - DOCRPIJM b7d55ba28a BAB IV4 Profil Kabupaten"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

PROFIL KABUPATEN WAY KANAN

Profil Kabupaten/Kota menggambarkan kondisi daerah dari berbagai aspek. Dari Profil

Kabupaten/Kota tersebut diharapkan dapat tercermin kondisi daerah terkait dengan Rencana

Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM). Profil Kabupaten/Kota

terdiri dari gambaran kondisi geografis dan administratif wilayah, gambaran mengenai demografi,

gambaran mengenai topografi wilayah, gambaran mengenai klimatologi, dan gambaran mengenai

kondisi sosial dan ekonomi.

4. 1. GAMBARAN GEOGRAFIS DAN ADMINISTRATIF WILAYAH

Secara administratif, Kabupaten Way Kanan pada awal terbentuknya di tahun 1999 terbagi dalam

6 (enam) wilayah kecamatan dengan jumlah desa atau kampung sebanyak 192 kampung, pada

tahun 2003 wilayah kecamatan menjadi 12 kecamatan dengan jumlah desa atau kampung

sebanyak 198 kampung. Kemudian hingga tahun 2005 terjadi pemekaran wilayah kecamatan

berdasarkan Keputusan Bupati Way Kanan Nomor :2 Tahun 2003 dan Peraturan Daerah Nomor : 2

Tahun 2005, sehingga jumlah kecamatan menjadi 14 (empat belas) kecamatan dengan jumlah

desa atau kampung sebanyak 210 kampung. Ibukota Way Kanan adalah Belambagan Umpu,

sedangkan Way Kanan Berbatasan dengan :

• Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatra Selatan • Selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara • Timur berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang • Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat

Pada tanggal 30 Agustus 2012 Bupati Way Kanan melantik 12 Kepala Kampung hasil pemekaran

sehingga total kampung di Kabupaten Way Kanan menjadi 222 kampung yang terdiri 216

kampung dan 6 kelurahan.

Secara geografis Kabupaten Way Kanan terletak pada posisi TB 104.170, BT 105.040, US 4.12, LS

(2)

Kabupaten Way Kanan mempunyai Kecamatan terluas dan terkecil, Kecamatan yang terluas

adalah Kecamatan Pakuan Ratu (± 14,80 %), sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Buay

Bahuga (± 2,09 %).

Tabel 4.1Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Menurut Kecamatan

Kabupaten Way Kanan

No Kecamatan Ibukota

Luas Wilayah

(KM2)

% Penduduk (Jiwa) %

Kepadatan

(Jiwa/Km2) %

1 Banjit Pasar Banjit 33.160 8.46 43.132 10.41 130 6.94 2 Baradatu Tiuh Balak Pasar 15.203 3.88 38.695 9.30 255 13.56 3 Gunung Labuhan Gunung Labuhan 11.522 2.94 27.535 6.63 239 12.79 4 Kasui Jaya Tinggi 15.020 3.83 30.102 7.33 200 10.83 5 Rebang Tangkas Gunung Sari 20.718 5.28 20.028 4.86 97 5.19 6 Blambangan Umpu Blambangan Umpu 53.306 13.59 55.356 13.47 104 5.63 7 Way Tuba Way Tuba 20.625 5.26 20.879 5.02 101 5.41 8 Negeri Agung Negeri Agung 56.298 14.36 34.199 8.02 61 3.17 9 Bahuga Mesir Ilir 10.083 2.57 9.847 2.37 71 5.25 10 Buay Bahuga Bumi Harjo 8.192 2.09 19.130 4.68 187 12.68 11 Bumi Agung Bumi Agung 18.925 4.83 24.913 6.02 189 7.05 12 Pakuan Ratu Pakuan Ratu 58.034 14.80 37.909 9.16 65 3.50 13 Negara Batin Negara Batin 34.840 8.88 34.568 8.28 99 5.25 14 Negeri Besar Negeri Besar 36.237 9.24 18.785 4.47 52 2.73 392.163 100 415.078 100 100

(3)
(4)

4. 2.

GAMBARAN DEMOGRAFI

Perkembangan kependudukan dan sosial budaya dalam perencanaan wilayah merupakan hal yang

sangat penting untuk di bahas. Pembahasan bab ini meliputi skenario pengembangan Kabupaten

Way Kanan, kondisi dan analisis kependudukan, kondisi sosial kemasyarakatan yang membahas

mengenai sejarah Kabupaten Way Kanan, sosial budaya dan evaluasi kinerja indikator

pembangunan sosial budaya.

Jumlah Penduduk Kabupaten Way Kanan berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2012

berjumlah 415.078 jiwa, yang terdiri dari 214.672 jiwa laki-laki dan 200.406 perempuan,

perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Way Kanan pada tahun

2012 berbanding 51,72 % untuk laki-laki dan 48,28 % untuk perempuan, sedangkan untuk

kecamatan yang jumlah penduduknya terbesar adalah Kecamatan Blambangan Umpu sedangkan

kecamatan yang terkecil adalah Kecamatan Bahuga.

Tabel 4.2Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin KabupatenWay Kanan

No Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah 2012

(Jiwa)

Sex Ratio

1 Banjit 22.317 20.815 43.132 107

2 Baradatu 19.692 19.003 38.695 104 3 Gunung Labuhan 14.012 13.523 27.535 104

4 Kasui 15.339 14.763 30.102 104

5 Rebang Tangkas 10.473 9.555 20.028 110 6 Blambangan Umpu 28.517 26.839 55.356 106 7 Way Tuba 10.866 10.013 20.879 109 8 Negeri Agung 17.668 16.531 34.199 107

9 Bahuga 5.015 4.832 9.847 104

10 Buay Bahuga 9.914 9.216 19.130 108 11 Bumi Agung 12.899 12.014 24.913 107 12 Pakuan Ratu 20.029 17.880 37.909 112 13 Negara Batin 18.191 16.377 34.568 111 14 Negeri Besar 9.740 9.045 18.785 108

Total 214.672 200.406 415.078

(5)

4. 3.

GAMBARAN TOPOGRAFI

Secara topografi, Kabupaten Way Kanan dapat dibagi menjadi 2 (dua) unittopografis, yaitu :

daerah topografis berbukit sampai bergunung dan daerah RiverBasin.

a. Topografi Berbukit Sampai Bergunung

Lereng-lereng yang curam atau terjal dengan ketinggian bervariasi antara 450 –1500 m dari

permukaan laut. Daerah ini meliputi Bukit Barisan yang umumnyaditutupi oleh vegetasi hutan

primer atau sekunder dengan puncak-puncaknyaantara lain: Bukit Barisan dan Bukit Pesagi.

b. Daerah River Basin

Di Kabupaten Way Kanan terdapat river basin sungai -sungai kecil.

Pada umumnya bentuk medan topografi Kabupaten Way Kanan terbagi atas 2(dua) bagian, yaitu :

- Sebelah barat lebih kurang 7 persen dari luas wilayah Kabupaten Way Kananmerupakan

rangkaian pegunungan Bukit Barisan, yang terdiri dari lereng-lerengyang curam atau terjal

dengan ketinggiannya bervariasi antara 450 – 1500 m daripermukaan laut, dan pada umumnya

ditutupi oleh vegetasi hutan primer atausekunder.

- Sebelah timur lebih kurang 93 persen dari luas wilayah Kabuapten Way Kananterbentang

dataran yang sebagian besar tertutup vulkanis awan gelap danterbentang sawah serta

perkebunan dataran rendah.

4. 4.

GAMBARAN GEOHIDROLOGI

Way Kanan memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan disektor pertanian. Sebagian besar

sungai -sungainya mengalir dari arah barat yangberbukit-bukit menuju ke arah Timur yang landai,

hal ini sangat potensial untukpengembangan irigasi. Sungai -sungai yang dimaksud antara lain:

a. Way Kanan dengan panjang lebih kurang 51 km dengan luas daerah aliran seluas1.198 km2.

b. Way Umpu dengan panjang lebih kurang 100 km dengan luas daerah aliran seluas1.179 km2.

c. Way Besay dengan panjang lebih kurang 113 km dengan luas daerah aliran seluas870 km2.

d. Way Giham dengan panjang lebih kurang 80 km dengan luas daerah aliran s eluas506 km2.

(6)

4. 5.

GAMBARAN GEOLOGI

Data tentang endapan mineral di Kabupaten Way Kanan belum banyakditemukan sehingga

besarnya potensi endapan bahan tambang belum banyakdiketahui secara pasti. Dari literatur dan

peta geologi dapat diinventarisir bahwa bahantambang utama yang ada di Kabupaten Way Kanan

adalah bahan galian C, diantaranya:

a. Andesit ;

Potensi bahan galian Andesit diperkirakan sebesar 176,9 juta m3 terdapat dibeberapa kecamatan,

seperti : Kecamatan Blambangan Umpu, Kecamatan WayTuba (Kampung Bukit Gemuruh),

Kecamatan Banjit (Kampung Jukuh Batu),Kecamatan Kasui, dan Kecamatan Baradatu (Kampung

Banjar Baru).

b. Riodasit ;

Kandungan bahan galian Riodasit diperkirakan sebesar 3 juta m3 terdapat diKecamatan

Blambangan Umpu.

c. Marmer ;

Besarnya kandungan bahan galian Marmer diperkirakan sekitar 15,8 juta m3terdapat di

Kecamatan Blambangan Umpu.

d. Zeolit ;

Bahan galian Zeolit diperkirakan sebesar 16,8 juta m3 terdapat di KecamatanBlambangan Umpu.

e.Phospat ;

Bahan galian Phospat terdapat di Kecamatan Blambangan Umpu, sedangkanbesarnya potensi

kandungan bahan galian ini belum diketahui.

f. Kaolin ;

Besarnya kandungan bahan galian Kaolin yang terdapat di Kampung Tanjung RayaGiham,

Kecamatan Blambangan Umpu diperkirakan sebesar 7,5 juta m3, sedangkandi tempat lain seperti

di Kecamatan Bahuga belum diketahui besarnya kandunganbahan galian tersebut.

g. Benthonite ;

Bahan galian ini diperkirakan memiliki kandungan sekitar 60 juta m3 terdapat diKecamatan

Blambangan Umpu.

h. Tufa ;

Volume bahan galian Tufa diperkirakan sebesar 123,6 juta m3 terdapat diKecamatan Blambangan

(7)

i. Pasir Batu (Sirtu) ;

Potensi bahan galian ini diperkirakan sebesar 1,3 juta m3, terdapat di KecamatanBlambangan

Umpu, Kecamatan Baradatu, dan Kecamatan Banjit.

j. Batu Gamping ;

Bahan galian ini diperkirakan terdapat di Kecamatan Blambangan Umpu, tetapibesarnya

kandungan Batu Gamping tersebut belum diketahui.

k. Lempung/Tanah Liat ;

Bahan galian Lempung/Tanah Liat ini diperkirakan memiliki kandungan sebesar 0,4juta m3

terdapat di Kecamatan Blambangan Umpu.

l. Basalt ;

Kandungan bahan galian Basalt diperkirakan sebesar 0.4 juta m3 terdapat diKecamatan Banjit

(Kampung Jukuh Batu).

4. 6. GAMBARAN KLIMATOLOGI

Daerah Kabupaten Way Kanan memilki iklim tropis dengan 2 (dua) musim yangselalu berganti

sepanjang tahun, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.Temperatur rata-rata di daerah ini

pada 30◦ C

4. 7. KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI

4.7.1

SUMBER DAYA MANUSIA

Paradigma baru dalam pembangunan menempatkan manusia sebagai titik sentral, dalam

kerangka ini maka pembangunan ditujukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam

semua proses dan kegiatan pembangunan untuk menuju kesejahteraannya.

Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan dalam menilai tingkat pencapaian pembangunan

manusia di suatu daerah adalah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam skala

regional. Komponen IPM yang meliputi angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama

sekolah, serta daya beli memperlihatkan angka yang bervariasi.

Perkembangan IPM Kabupaten Way Kanan setiap tahun mengalami peningkatan, nilai IPM tahun

2009 sebesar 68,0. Nilai IPM tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibanding dengan tahun

2008 yang nilai IPM nya sebesar 68,5. Peningkatan nilai IPM Kabupaten Way Kanan disebabkan

(8)

Kanan tahun 2009 secara nasional berada pada urutan 315 di antara 526 Kabupaten/Kota yang

ada di Indonesia. Peringkat tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dua tahun

sebelumnya yaitu tahun 2007 dan 2008 dimana IPM Kabupaten Way Kanan berada pada posisi

masing-masing 283 dan 304.

Tabel 4.2Indeks Komponen IPM Kabupaten Way Kanan Tahun 2005-2009

Indeks Komponen 2005 2006 2007 2008

Indeks Kelangsungan Hidup 72.5 72.8 68.9 69,1

Indeks Pengetahuan 77.2 77.2 77.2 77,5

Indeks Daya Beli 52.5 54.2 59,3 60,4

IPM 67.4 68.1 68,5 69,0

Sumber : BPS Kabupaten Way Kanan, Tahun 2010

Meskipun perkembanan IPM Kabupaten Way Kanan mengalami peningkatan, akan tetapi dalam

skala regional Propinsi Lampung posisi IPM Way Kanan tahun 2009 menempati peringkat ke 7

dari sepuluh kabupaten.

Tabel berikut memperlihatkan bahwa nilai IPM Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung dalam

kisaran terendah 68,2 (Kab. Lampung Barat) dan tertinggi 75,7 (Kota Metro). Hal ini menjadi

tantangan bagi Pemerintah Daerah untuk memberikan prioritas pembangunan pada sektor-sektor

yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Tabel 4.3IPM Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Tahun 2007-2009

No Kabupaten/Kota 2007 2008 2009

1. Lampung Barat 66,8 67,7 68,2

2. Tanggamus 69,0 69,6 70,2

3. Lampung Selatan 67,8 68,4 68,8

4. Lampung Timur 68,6 69,2 69,7

5. Lampung Tengah 69,1 69,4 69,9

6. Lampung Utara 68,5 69,0 69,4

7. Way Kanan 68,1 68,5 69,0

8. Tulang Bawang 68,2 68,6 69,1

9. Bandar Lampung 73,8 74,3 74,9

10. Metro 75,2 75,3 75,7

11. Provinsi Lampung 69,4 69,8 70,3

(9)

4.7.2 INFRASTRUKTUR

a. Infrastruktur Transportasi

Pada tahun 2009 jumlah sarana angkutan baik umum maupun pribadi di Kabupaten Way Kanan

adalah 17.690 unit, terdiri dari 16.784 unit sepeda motor, 109 unit sedan danstation wagon,109

unit bus dan 688 unit truk. Sepeda motor merupakan sarana umum yang paling dominan di

Kabupaten Way Kanan mencapai 94,8%; sedan, trukdiposisi kedua 3,88% sedangkan bus, sedan

danstation wagonmasing-masing0,6%.

Pertumbuhan sarana transportasi di Kabupaten Way Kananpada tahun 2009 secara berturut-turut

adalah sepeda motor 74,7%, sedan danstation wagon 71,55%, bus 80,7% dan Truk 73,98% atau

secara keseluruhan mengalami pertumbuhan sebesar 74,7%. Angkutan kereta api yang ada di

Kabupaten Way Kanan meliputi angkutan untuk penumpang dan barang, yang terdiri dari 4

stasiun.

Tabel 4.4Perkembangan Pembangunan Prasarana Jalan

Di Kabupaten Way Kanan

TAHUN NO STATUS

PANJANG JALAN ( KM )

KET ASPAL DIPERKERAS TANAH

TIDAK

TERINCI TOTAL

2008

1 Negara 81,9 0 0 0 81,9 2 Propinsi 185,75 0 10,6 168,12 364,47 3 Kabupaten 509,29 634,87 226,74 0 1370,9

2009

1 Negara 81,9 0 0 0 81,9 2 Propinsi 185,75 0 10,6 168,12 364,47 3 Kabupaten 630,03 574,43 198,85 1403,31

(10)

Tabel 4.5Dana Alokasi Khusus Bidang Pekerjaan Umum

TAHUN KEGIATAN LOKASI Volume

(Km)

2005 - Pemeliharan Rutin Jalan Kabupaten

- Pemeliharaan Periodik Jalan kabupaten

Tersebar Tersebar

88,38 12,72 2006 - Pemeliharaan Jalan Kabupaten

- Pembangunan Jembatan 2007 - Peningkatan/Pembangunan Jalan Kabupaten Tersebar 26,49 2008 - Peningkatan Jalan Kabupaten

- Pemeliharaan Jalan Kabupaten

Tersebar Tersebar

3,35 30,81 2009 - Peningkatan Jalan Kabupaten

- Pemeliharaan Jalan Kabupaten

Tersebar Tersebar

2,90 18,90

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum, Tahun 2010

A. Infrastruktur Energi

Listrik

Berdasarkan data dari PT. PLN (persero) Wilayah Lampung Cabang Kotabumi ranting Blambangan

Umpu, Pelayanan Listrik PLN di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2013 telah dapat menjangkau

107 Kampung/kelurahan yang tersebar di 12 Kecamatan dengan jumlah pelanggan 28.089

pelanggan.

Kebijakan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang selain mengembangkan energi listrik

yang berasal dari PLN juga akan dikembangkan energi alternatif yang berasal dari tenaga surya

dan mikro hidro.

B. Infrastruktur Ekonomi

1. Irigasi

Jumlah sarana irigasi di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2014 sebanyak 142 buah terdiri dari 2

(dua) buah irigasi teknis, 3 (tiga) buah irigasi semi teknis dan 137 buah irigasi kampung yang

(11)

Tabel 4.6Jenis Prasarana Irigasi/Pengairan Tahun 2011-2013

Teknis 2011 2012 2013 2014

Primer (M) 42.000 42.000 42.000 42.000 Dari Irigasi Komering 51.200 51.200 51.200 51.200 Sekunder (m) 41.500 41.500 41.500 41.500 Dari Irigasi Komering 43.000 43.000 43.000 43.000 Non Teknis (m) 22.500 28.000 31.000 30.500 Sawah Teririgasi (ha) 20.769 22.500 25.250 27.300 Dari irigasi Komering 5.547 5.547 5.547 5.547

Sumber: Dinas PSDA Kabupaten Way Kanan, Tahun 2014

2. Pasar

Infrastruktur perekonomian berupa pasar pada tahun 2012 sebanyak 38 pasar tradisional yang

tersebar di 14 Kecamatan. Dari keseluruhan pasar yang ada tersebut, sekitar 10 % pasar sudah

memiliki sarana dan prasarana yang memadahi, sedangkan 90 % nya merupakan pasar tradisional

dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas.

Tabel 4.7Sarana Perdagangan yang ada di Kabupaten Way Kanan Tahun 2012-2013

Sarana Perdagangan Tahun 2012 Tahun 2013

Pasar Tradisional 35 35

Pasar Lokal/Inpres 3 3

Pasar Grosir/Pertokoan -

-Sumber: Dinas Pasar, Pertamanan dan Kebersihan Kab. Way Kanan, Tahun 2014

C. Infrastruktur Sosial

1. Kesehatan

Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan dari tahun ke tahun terus ditingkatkan, akan tetapi

mutu pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan tersendiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa

faktor pendukung penting yang masih terbatas, seperti ratio dokter dan paramedis dengan jumlah

penduduk, kondisi rumah sakit umum belum didukung peralatan yang memadai dan aksesibilitas

ketempat pelayanan kesehatan, berikut ini adalah gambaran sarana kesehatan di Kabupaten Way

(12)

Tabel 4.8Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Way Kanan Tahun 2010-2013

Sarana Kesehatan 2010 2011 2012 2013 2014

Posyandu 397 401 411 416 418

Pollindes 111 111 111 120 110

Puskesmas

a. Puskesmas Induk dibagi menjadi

- Puskesmas Induk

Klinik/Praktek Dokter 16 38 45 50 59

Klinik KB - - - -

-Posyandu 397 401 411 416 418

Produk Obat Tradisional - - - -

-Sumber Data: Dinas Kesehatan Kab. Way Kanan, Tahun 2014

2. Air Bersih

Produksi air bersih pada tahun 2014 mencapai 246.888 m3. Volume air yang disalurkan 196.200

m3atau 79% dari total produksi. Jumlah pelanggan pada tahun 2014 tercatat 1.532 pelanggan. Jika

dikaitkan dengan pelayanan pada penduduk Kabupaten Way Kanan, angka tersebut baru

mencapai 71,33 %. Sebagian besar pelanggan adalah kelompok non niaga yang terdiri dari rumah

(13)

Tabel 4.9Kondisi Pengelolaan Air Bersih Kabupaten Way Kanan Tahun 2015

19.779 19.806 7.627 3.919 9.633 7.835

B.

1.

Data Eksisting

Jumlah SR Unit 394 285 287 69 251 118

2.

Persentase

Pelayanan % 11,95 8,63 22,58 10,56 15,63 9,04

3.

Kapasitas Terpasang LPD 15 13 10 3 20 3

4.

Kapasitas Terpakai LPD 14 10 7 2 7 2

5.

Kebocoran/NRW % 56,80 31,30 41,10 42,30 73,70 28,20

6.

Tarif Rata-Rata Rp./M3 810 719

753 975 644 830

7.

Biaya Produksi/HPP Rp./M3 1.265 688

1.888 647 110 1.005

Sumber: UPTD PAB Kabupaten Way Kanan, Tahun 2015

3. Telekomunikasi

Pada tahun 2013 jaringan Telekomunikasi di daerah Kabupaten Way Kanan telah melayani 3 (tiga)

Kecamatan dengan jumlah 1.176 SST. Selain itu telah dioperasionalkannya transmisi telepon

seluler oleh PT. Telkomsel, PT. Indosat, PT. Execelcomindo Pratama sehingga secara umum system

telekomunikasi telah menjangkau di 11 (sebelas) kecamatan yang ada di Kabupaten Way Kanan.

Sarana komunikasi radio merupakan sarana komunikasi elektronik secara missal yang sampai saat

ini masih banyak digemari masyarakat. Jumlah station radio swasta di wilayah Kabupaten Way

Kanan pada tahun 2013 mencapai 2 station yang tersebar di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Struktur perekonomian Kabupaten Way Kanan dicerminkan oleh data mengenai Produk Domestik

Regional Bruto (PDRB). Dengan demikian, akan terlihat gambaran perekonomian Kabupaten Way

Kanan, baik secara struktur maupun perkembangan sektor-sektornya.

Secara umum ada 9 (sembilan) sektor yang menopang perekonomian suatu daerah, sektor-sektor

(14)

 Sektor Pertanian

 Sektor Pertambangan dan Penggalian

 Sektor Industri Pengolahan

 Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih

 Sektor Bangunan

 Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran

 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi

 Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

 Sektor Jasa-jasa

Gambar 4.1PDRB Kabupaten Way Kanan Atas Dasar Harga Berlaku

Tahun 2010 – 2013 (Juta Rp.)

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa ada 3 (tiga) sektor terbesar yang memberikan

kontribusi yaitu pertanian, industri pengolahan tanpa migas dan jasa-jasa. Sektor pertanian

memberikan kontribusi sebesar Rp 992.168,77 industri pengolahan tanpa migas sebesar Rp

366.222,93 dan sektor jasa-jasa sebesar Rp. 228.800,55. Oleh sebab itu, sektor pertanian, industri

tanpa migas dan jasa sedapat mungkin dapat terus memberikan kontribusi terbesar dengan cara

antara lain seperti adanya subsidi untuk pengadaan pupuk serta bibit unggul, adanya pengelolaan

yang baik dalam pelayanan jasa-jasa yang ada. Adapun sektor yang memberikan kontribusi

(15)

Tabel 4.10Kontribusi Sektor-Sektor Terhadap PDRB Kabupaten Way Kanan Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2010 – 2013 (dalam %)

No Lapangan Usaha Tahun

2009 2010 2011 2012*) 2013**)

1 Pertanian 60,15 57,65 54,89 49,88 48,87

a. Tanaman Bahan Makanan 32,21 30,99 28,04 26,19 26,00 b. Tanaman Perkebunan 15,68 14,32 14,00 12,26 10,15 c. Peternakan 9,16 9,21 9,68 8,43 9,66 d. Kehutanan 2,79 2,84 2,89 2,61 2,59 e. Perikanan 0,29 0,28 0,27 0,38 0,47

2 Penggalian 1,99 2,48 2,71 2,70 2,38

a. Minyak dan gas bumi 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 b. Pertambangan tanpa minyak 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 c. Penggalian 1,99 2,48 2,71 2,70 2,38

3 Industri Pengolahan Tanpa Migas 11,18 12,37 13,77 15,01 18,04

a. Industri Migas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

1) Pengilangan Minyak Bumi 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2) Gas Alam Cair 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 b. Industri Tanpa Migas 11,18 12,37 13,77 15,01 18,04

1) Makanan, minuman dan Tembakau 2,65 2,47 2,31 3,12 3,07 2) Tekstil, Barang Kulit & Alas kaki 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 3) Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya 8,54 9,89 11,46 3,72 3,87 4) Kertas dan Barang Cetakan 0,00 0,00 0,00 0,04 0,03 5) Pupuk, Kimia & Barang dari karet 0,00 0,00 0,00 7,16 10,18 6) Semen & Barang Galian bukan logam 0,00 0,00 0,00 0,65 0,58 7) Logam dasar besi & baja 0,00 0,00 0,00 0,02 0,02 8) Alat angkutan, mesin & peralatannya 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 9) Barang Lainnya 0,00 0,00 0,00 0,29 0,27

4 Listrik & Air Bersih 0,14 0,15 0,14 0,13 0,12

a. Listrik 0,12 0,13 0,12 0,12 0,10 b. Gas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 b. Air Bersih 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02

5 Bangunan 4,59 4,45 4,43 3,84 3,71

6 Perdagangan, Hotel & Restoran 8,68 8,18 7,69 9,34 8,14

a. Perdagangan Besar & Eceran 8,40 7,91 7,44 9,11 7,89 b. Perhotelan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 c. Restoran/Rumah Makan 0,29 0,27 0,25 0,22 0,25

7 Pengangkutan & Komunikasi 2,73 3,29 4,43 4,03 3,67

a. Pengangkutan 1,92 2,50 3,60 3,14 2,68

1) Angkutan Rel 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2) Angkutan Jalan Rel 1,92 2,50 3,60 3,14 2,68 3) Angkutan Laut 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 4) Angkutan Sungai, Danau &

Penyebarannya 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 5) Angkutan Udara 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 6) Jasa Penunjang Angkutan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 b. Komunikasi 0,81 0,80 0,83 0,88 0,98

1) Pos dan Telekomunikasi 0,81 0,80 0,83 0,88 0,98 2) Jasa Penunjang Komunikasi 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 2,28 2,49 2,39 3,95 3,82

(16)

No Lapangan Usaha Tahun

2009 2010 2011 2012*) 2013**)

b. Lembaga Keuangan bukan Bank 0,08 0,08 0,08 0,10 0,09 c. Sewa Bangunan 2,04 2,23 2,12 3,65 3,37 d. Jasa Perusahaan 1,11 0,10 0,09 0,08 0,07

9 Jasa-jasa 8,26 8,94 9,56 11,10 11,27

a. Pemerintahan Umum 6,62 7,09 7,63 9,35 9,49

1) Administrasi Pemerintahan & Pertahanan 4,37 4,69 5,04 6,18 6,27 2) Jasa Pemerintah Lainnya 2,25 2,41 2,59 3,18 3,22 b. Swasta 1,64 1,84 1,93 1,75 1,78

1) Sosial Kemasyarakatan 0,45 0,48 0,51 0,55 0,66 2) Hiburan dan Rekreasi 0,02 0,03 0,03 0,04 0,03 3) Perorangan dan Rumah Tangga 1,16 1,33 1,39 1,17 1,09

Total 100 100 100 100 100

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA)

*Angka diperbaiki

**Angka sementara

SUMBER DAYA MANUSIA

Searah dengan pembangunan ekonomi yang telah berjalan, target pembangunan dapat dicapai

apabila seluruh faktor produksi bekerja dengan optimal dan pada skala yang efisien, selain itu

perlu digerakkan faktor produksi lainnya yang memperhatikan aspek dampak lingkungan. Salah

satu faktor produksi yang tersedia adalah Sumber Daya Manusia yang berkualitas, kualitas

Sumber Daya Manusia (SDM) sangat diperlukan di Kabupaten ini untuk mendorong pembangunan

ekonomi. Peningkatan Sumber Daya Manusia dapat dilakukan dengan tersedianya akses

pendidikan dasar untuk menunjang Program Wajib Belajar sembilan tahun serta tersedianya akses

kesehatan masyarakat melalui Puskesmas dan Posyandu urntuk keluarga tidak mampu serta

perlindungan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Di Kabupaten Way Kanan pembangunan sumber daya manusia masih berada di katagori

menengah kebawah, keadaan ini berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan penduduk yang

masih banyak dijumpai belum melek huruf, keadaan ini sangat berpengaruh pada kondisi sosial

ekonomi yang rawan dengan keadaan masyarakat yang miskin (Vicious Cycle). Rendahnya tingkat

pendidikan dan rawannya kondisi kesehatan serta keadaan ekonomi yang relatif tertinggal

menyebabkan kesulitan di dalambidang ekonomi, apabila mata rantai Sumber Daya Manusia yang

rendah, kerawanan didalam bidang kesehatandan mendorong terjadinya kesulitan di dalam

(17)

maka tingkat kemiskinan yang ada di Kabupaten Way Kanan semakin terpuruk. Indek

Pembangunan Manusia (IPM) dapat dijadikan indikator status pembangunan manusia , IPM

ditentukan oleh 3 variabel yaitu ;

1. Indek Kelangsungan Hidup

2. Indek Pengetahuan dan

3. Indek Daya Beli

IPM di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2013 mencapai 71,08 persen relatif lebih rendah dari

pada IPM rata-rata Provinsi Lampung yang telah mencapai 72,87 persen. Tingkat kesehatan

masyarakat di Kabupaten Way Kanan dapat diukur dari Indek Kelangsungan Hidup (IKH) yang

sudah relative baik yang mencapai 73,60 persen, keadaan ini didukung oleh ketersediaan Rumah

Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskesmas Perawatan, Puskesmas Induk dan Pembantu.

Kemampuan Daya Beli (KDB) masyarakat (purchasing power) adalah kemampuan daya beli yang

dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat Kabupaten Way Kanan. KDB dapat diukur dari

Indeks Daya Beli (IDB). Untuk Provinsi Lampung IDB 58,80 sedangkan IDB Kabupaten Way Kanan

56,70 rendahnya IDB ini disebabkan rendahnya pendapatan per kapita dan kondisi ekonomi di

Lampung tidak terlepas dari pengaruh krisis ekonomi dan kerisis keuangan global yang

memberikan imbas ke perekonomian lokal.

INFRASTUKTUR

Aksesibilitas dan letak geografis daerah sangat berpengaruh terhadap mobilitas pergerakan

masyarakat dan mobilitas faktor produksi, pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Way

Kanan telah memprioritaskan daya dukung perbaikan dan pembangunan infrastruktur ini.

Dengan dilaksanakan pembangunan sarana dan prasarana ini diharapkan produksi yang dihasilkan

oleh masyarakat di daerah yang potensial akan tetapi aksesibilitasnya rendah dapat menjadi lebih

lancar. Upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan aktifitas ekonomi masyarakat di daerah

terpencil dari daerah kantong-kantong produksi ke daerah pusat-pusat petumbuhan menjadi lebih

lancar.

Jalan adalah prasarana penting sebagai urat nadi dalam memenuhi aktifitas ekonomi masyarakat,

yang menghubungkan antar daerah. Panjang jalan di Kabupaten Way Kanan 2.124,64 km dan jalan

Kabupaten yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Way Kanan 1.774,83 km

(18)

onderlaag 423,27. Kondisi jalan di Kabupaten Way Kanan sampai tahun 2007 adalah sebagai

berikut :

- Kondisi jalan Baik 1.529,69 Km

- Kondisi jalan Sedang 373,08 Km

- Kondisi jalan Rusak 143,02 Km

- Kondisi Jalan Rusak Berat 78,85 Km

Selain sarana jalan sebagai penunjang transportasi, pemerintah memperhatikan permbuatan dan

pemeliharaan sarana jembatan. Infrastruktur lainnya adalah pembangunan sarana sosial yang

dibutuhkan masyarakat di daerah-daerah dan pembangunan sarana ibadah masyarakat di

desa-desa.

Menjabarkan kondisi-kondisi sosial yang menonjol seperti adat istiadat masyarakat

Kabupaten/Kota sedangka gambaran ekonomi menjabarkan data dan informasi kondisi ekonomi

daerah. Kondisi perekonomian daerah mencakup kondisi perkembangan PDRB, laju tingkat

investasi (ICOR), laju inflasi daerah, dan potensi ekonomi (pertanian, pertanian, industri,

Gambar

Tabel 4.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Menurut Kecamatan
Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin KabupatenWay Kanan
Tabel 4.2Indeks Komponen IPM Kabupaten Way Kanan Tahun 2005-2009
Tabel 4.4Perkembangan Pembangunan Prasarana Jalan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Budaya sebambangan saat ini masih menjadi adat istiadat masyarakat Lampung Pepadun di Kampung Cugah Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.. Kata Kunci: Eksistensi

j) Menyiapkan dan menyusun laporan serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat;.. Renstra Dinkes Kab Way Kanan Tahun 2016-2021 - 14 -

Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disebut BLUD, adalah UPT Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan yang dibentuk untuk memberikan pelayanan

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Way Kanan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Maksud dari Penetapan Indikator Kinerja Utama ( IKU ) Inspektorat Kabupaten Way Kanan adalah untuk memperoleh gambaran atau alat ukur mengenai tingkat

Daerah pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Dharmasraya tersebar pada 6 lokasi, yang terdiri dari 4 lokasi pasar dan 2 pusat keramaian, yaitu pasar Sungai Rumbai, pasar

Berdasarkan hal tersebut di atas, Inspektorat Kabupaten Way Kanan menetapkan suatu Indikator Kinerja Utama pada Renstra Inspektorat Daerah yang disusun berdasarkan

Skripsi ini membahas peran subsektor perkebunan tebu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Way