• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

KOMISI INFORMASI PUSAT

REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN

Nomor: 056/III/KIP-PS-M-A/2012

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA

1. IDENTITAS

[1,1] Komisi informasi Pusat Republik Indonesia yang memeriksa, memutus, dan menjatuhkan putusan dalam Sengketa Informasi Publik Nomor Registrasi: 056/I1/KIP- PS/2012 yang diajukan oleh:

Nama : Lembaga Swadaya Masyarakat Sarvodaya

Alamat : Jalan Bambu Hitam No. 28A, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta,

selanjutnya disebut sebagai Pemohon,

Terhadap

Nama : Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta Alamat : Jalan D.l Panjaitan No. 10. Kebon Nanas, Jakarta Timur

Yang di dalam persidangan, H. Muhaimin Luthfie selaku Kepala Kantor Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta melalui Surat Tugas Nomor: Kw.09.1/42Kp.02.1/40/2013 memberikan kuasa kepada:

1. H. Latifudin, S,Ag, M.A; selaku Kepala Sub Bagian Hukmas& KUB 2. Alexander Patti Selano, S.H., M.H; selaku Pengawas Kristen Kankemenag 3. Teguh Amin Pujiyono, S.H; selaku Pelaksana pada Seksi Haji

4. Ahmad Furqon Kusuma Y, S.Si; selaku Pelaksana pada Sub Bagian Hukmas & KUB 5. Husni Anggoro, M.Si; selaku Pelaksana pada Sub Bagian Hukmas & KUB; dan

(2)

6. Mardiyah. S.H; selaku Pelaksana pada Sub Bagian Hukmas & KUB

Selanjutnya pada tanggal 30 Januari 2013, Drs. H. Makhrus, M.Ag, Kepala Bagian Tata Usaha atas nama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Tugas Nomor: lCw.09,1 /2/Kp.01,1/514/2013 memberikan kuasa kepada:

1. Ahmad Furqon Kusuma Yudha, M.Si; selaku Pelaksana Subbag Hukmas dan KUB 2. Husni Anggoro, M.Si; selaku Pelaksana pada Sub Bagian Hukmas & KUB

3. Ranita Erlanti Harahap, S.Sos; selaku Pelaksana pada Sub Bagian Hukmas & KUB; dan

4. Mardiyah, S.H; selaku Pelaksana pada Subbag Hukmas dan KUB selanjutnya disebut sebagai Termohon.

[1.2] Telah membaca surat permohonan Pemohon; Telah mendengar keterangan Pemohon; Telah membaca keterangan Termohon; Telah memeriksa bukti-bukti dari Pemohon; Telah memeriksa bukti-bukti dari Termohon;

2. DUDUK PERKARA

A. Pendahuluan

[2.1] Menimbang bahwa Pemohon telah menyampaikan permohonan penyelesaian sengketa intormasi publik kepada Komisi Informasi Pusat yang diterima pada tanggal 8 Maret 2012 yang diterima dengan registrasi Sengketa Nomor: 056/III/KIP-PS/20I2.

Kronologi

[2.2] Pada tanggal 3 dan 24 November 2011, Pemohon mengajukan permohonan informasi kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta melalui surat Nomor: 13/DPP- KPODI/XI/2011 dan surat Nomor: 102/DPP-KPODI/XI/201 I. Informasi yang diminta adalah salinan dokumen lengkap realisasi anggaran bantuan sosial tahun 2010 dan 201! melinnti nama dan alamat penerima termasuk kuitansi.

[2.3] Karena tidak mendapatkan jawaban dari Termohon, pada tanggal 13 Januari 2012. Pemohon mengajukan surat keberatan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama melalui surat Nomor: 009/DPP.KPODI/1/20I2.

(3)

[2.4] Karena tidak juga mendapatkan tanggapan, pada 8 Maret 2012 Pemohon mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi kepada Komisi Informasi Pusat.

[2.5] Telah diadakan mediasi pada tanggal 17 September 2012 namun Pemohon menarik diri dan mediasi. Oleh karena itu, proses penyelesaian sengketa dilanjutkan melalui ajudikasi.

Alasan Permohonan Informasi atau Tujuan Penggunaan Informasi

[2.6] Sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku kontrol sosial masyarakat.

Alasan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi

[2.7] Termohon tidak menanggapi permohonan dan keberatan Pemohon.

Petitum

[2.8] Meminta Komisi Informasi Pusat menyatakan informasi yang dimohon adalah informasi yang bersifat terbuka sehingga wajib diberikan kepada Pemohon.

B. Alat Bukti Keterangan Pemohon

[2.9] Menimbang bahwa di persidangan Pemohon menyatakan keterangan sebagai berikut: 1. Bahwa permintaan yang Pemohon ajukan ke Kanwil Agama DKI Jakarta terkait

dengan belanja Bansos yang dikelola Kanwil DKI Jakarta Tahun Anggaran 2010. Pemohon memang memiliki data mengenai Bansos tapi Pemohon ingin melihat apakah Kanwil memiliki Bansos yang lain.

2. Bahwa Pemohon ingin mengetahui kemana saja realisasi dana bansos tersebut sehingga masyarakat mengetahui sejauh mana manfaatnya dan jika dimungkinkan realisasinya sedetail mungkin sehigga alur uang negara jelas sesuai rencana yang ditetapkan

3. Bahwa Pemohon meminta data tahun 2010 dan tahun 2011.

4. Bahwa secara khusus Pemohon membutuhkan informasi nama lembaga dan alamat lembaganya bukan nama pribadi.

(4)

[2.10] Menimbang bahwa Pemohon mengajukan bukti surat/tertulis sebagai berikut:

Bukti P-l Salinan Akta Pendirian Lembaga Swadaya Masyarakat Sarvodaya (LSM Sarvodaya) Komisi Pemantau Otonomi Daerah Indonesia Nomor 1120 tanggal 14 Agustus 2004 dengan Notaris Jauhar Arifin, S.H.

Bukti P-2 Salinan permohonan informasi kepada Termohon tertanggal 3 dan 24 November 2011 dengan surat Nomor: 13/DPP-KPODI/X1/201 I dan surat Nomor: 102/DPP-KPODI/XI/201 1.

Bukti P-3 Salinan surat keberatan kepada Termohon tertanggal 13 Januari 2012 dengan Nomor Surat: 009/DPP.KPODI/I/2012.

Bukti P-4 Salinan surat permohonan penyelesaian sengketa informasi kepada Komisi Informasi Pusat pada tanggal 8 Maret 2012.

[2.11] Bahwa berdasarkan dalil-dalil yang diuraikan di atas dan bukti terlampir. Pemohon meminta kepada Majelis Komisioner agar memberikan putusan:

1. Primer

a. Mengabulkan permohonan Pemohon.

b. Memerintahkan Termohon untuk menyerahkan salinan informasi yang diminta Pemohon.

2. Subsider

Memberikan putusan lain yang seadil-adilnya menurut rasa keadilan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keterangan Termohon

[2.12] Menimbang bahwa di persidangan Termohon memberikan pernyataan sebagai berikut: 1. Bahwa mekanisme penyaluran dana bansos itu di kanwil untuk Bansos diserahkan

kepada Bidang-bidang. Ada 5 bidang, tidak semua punya dana Bansos.

2. Bahwa dana bansos tersebut ada di Kanwil namun kebijakannya ada di masing- masing bidang.

3. Bahwa pelaporan bansos tersebut ada di masing-masing bidang bekerjasama dengan satker. Laporan penyaluran dana bansos tersebut juga ada di Kanwil.

(5)

4. Bahwa di sektor pendidikan ada bantuan siswa miskin ke sekolah madrasah swasta. Sementara itu, untuk negeri tidak ada di Termohon, ada penanggungjawabnya sendiri KPA Kepala Madrasah di sekolah masing-masing,

5. Bahwa di Kanwil Agama DKI Jakarta ada 5 bidang yaitu: (1) Bidang Urusan Agama Islam; (2) Bidang Haji; (3) Bidang Mapenda yang menaungi Pendidikan Madrasah; (4) Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Pekapontren); (5) Bidang Penamas (Pendidikan Agama Pada Masyarakat) yang menaungi Masjid. Sementara untuk Bantuan Sosial ada tiga bidang yaitu: (1) Bidang Mapenda, Mapenda terkait bansos untuk Madrasah swasta di DKI Jakarta; (2) Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Pekapontren), dan (3) Bidang Penamas.

6. Bahwa bentuk realisasi pengelolaan dananya itu adalah bukti transfer. Sejak tahun 2008, Termohon sudah menjalankan Peraturan Menkeu, langsung transfer ke pihak penerima. Sementara kalau transfer ke Madrasah harus ada ketentuan NPWP, Yayasan, dan penerima sertifikat wakaf. Tidak boleh atas nama pribadi. Sementara untuk Pondok Pesantren ada di pendidikan Pondok Pesantren yakni Diniyah, Salafiyah. Bahwa Penamas itu bantuan mesjid, langsung transfer juga.

7. Bahw'a bentuk daftar yang dimiliki Termohon adalah data penerima berupa nama dan alamat lembaga serta bukti transfer.

8. Bahwa pda prinsipnya Termohon tidak keberatan untuk memberikan informasi yang dikuasai Termohon kepada Pemohon.

9. Bahwa bentuk laporan ke pusat itu adalah hardcopy laporan keuangan yang telah diaudit oleh BPK dan BPKP.

10. Bahwa pada prinsipnya Termohon tidak keberatan untuk memberikan informasi vang dikuasai Termohon kepada Pemohon.

1 I. Untuk bantuan FKUB, ada laporan pertanggungjawaban dari penerima dana namun Termohon tidak tahu apakah seluruh penerima bantuan memiliki laporan pertanggungjawabannya.

12. Bahwa terkait Bantuan Siswa Miskin, akan diberikan tergantung jumlah siswa yang ada di madrasah. Ada nama-nama siswa yang diusulkan oleh pihak madrasah swasta. 13. Bahwa kalau di Pemda, Dinas Pendidikan menaungi bansos di sekolah umum dan

anggar&nnya di Dinas Pendidikan. Kalau di Kanwil Agama (Termohon), Sekolah memiliki PPK, bendahara dan satker sendiri sehingga tidak boleh menerima bantuan. Dan Bansos sudah diberikan di APBN Madrasah tersebut.

(6)

Surat-Surat Termohon

[2.13] Menimbang bahwa Termohon mengajukan bukti surat/tertulis sebagai berikut:

Bukti T -1 Surat Tugas Nomor: Kw.09. l/42Kp.02.1/40/2013 dan Surat Tugas Nomor: Kw.09.1 /2/Kp.01.1/514/2013 dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta H. Muhaimin Luthfie.

Bukti T-2 Petunjuk Teknis Keuangan BOS (halaman vi sampai dengan halaman 44)

[2.14] Menimbang bahwa dari seluruh dalil-dalil yang diuraikan di atas. Termohon memohon kepada Majelis Komisioner untuk memberikan putusan lain yang seadil-adilnya menurut rasa keadilan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. KESIMPULAN PARA PIHAK

Kesimpulan Pemohon

[3.1] Menimbang Pemohon tidak menyampaikan kesimpulan secara tertulis.

Kesimpulan Termohon

[3.2] Menimbang 1 ermohon tidak menyampaikan kesimpulan secara tertulis.

4. PERTIMBANGAN HUKUM

[4.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan adalah mengenai permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik sebagaimana diatur Pasal 35 ayat (1) huruf c, Pasal 36 ayat (2), dan Pasal 37 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) jimcto Pasal 3 ayat (2) huruf b dan Pasal 3 ayat (3) huruf b Peraturan Komisi Informasi Nomor 2 Tahun 2010 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik (Perki PPSIP).

[4.2] Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok permohonan, Majelis Komisioner akan mempertimbangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:

(7)

2. kedudukan hukum (legal standing) Termohon.

3. kewenangan Komisi Informasi Pusat untuk memeriksa, memutus, dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo.

Terhadap ketiga ha f tersebut di atas. Majelis berpendapat sebagai berikut:

A. Kedudukan Hukum (Legal Standing) Pemohon

[4-3] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 12, Pasal 35 ayat (1) huruf c, Pasal 36 ayat (1), Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) UU KIP juncto Pasal 1 angka 8, Pasal 30 ayat (1) huruf c, Pasal 30 ayat (2), Pasal 35 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik (Perki SLIP) juncto Pasal I angka 6, Pasal I angka 7, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 11 Perki PPSIP, yang pada pokoknya Pemohon merupakan Pemohon Informasi Publik yang telah mengajukan permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Pusat setelah terlebih dahulu menempuh upaya keberatan kepada Termohon,

[4.4] Menimbang bahwa berdasarkan fakta permohonan:

1. Pemohon adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Sarvodaya berdasarkan Salinan Akta Pendirian Lembaga Swadaya Masyarakat Sarvodaya (LSM Sarvodaya) Komisi Pemantau Otonomi Daerah Indonesia Nomor 1120 tanggal 14 Agustus 2004 dengan Notaris Jauhar Arifin, S.H. (Bukti P-l).

2. Pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik pada tanggal 3 dan 24 November 2011. (Bukti P-2),

3. Pemohon telah mengajukan keberatan kepada Termohon pada tanggal 13 Januari 2012. (Bukti P-3).

4. Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Pusat pada tanggal 8 Maret 2012. (Bukti P-4).

[4.5] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4. 3] dan [4. 4] tersebut Majelis berpendapat bahwa Pemohon memenuhi syarat kedudukan hukum (legal standing).

(8)

[4.6] Menimbang bahwa Pasal 1 angka 7 Perki PPSIP menyatakan bahwa Termohon Penyelesaian Sengketa Informasi Publik adalah Badan Publik yang diwakili oleh atasan PPID.

[4.7] Menimbang bahwa Pasal 1 angka 3 UU KIP jimcto Pasal 1 angka 3 Perki SLIP jimcto

Pasal 1 angka 2 Perki PPSIP menyatakan bahwa:

Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi non pemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

[4.8] Menimbang bahwa Termohon adalah bagian dari Badan Publik Pusat Kementerian Agama Republik Indonesia.

[4.9] Menimbang keterangan sebagaimana dimaksud paragraf [4.7] dan paragraf [4.8], Majelis berpendapat bahwa Termohon merupakan Badan Publik yang dikenai kewajiban sebagaimana dimaksud di dalam UU KIP.

C. Kewenangan Komisi Informasi Pusat

[4.10] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal I angka 5 UU KIP, Pasal 26 ayat (1) huruf a UU KIP, Pasal 27 ayat (1) huruf a, b, c, dan d UU KIP, Pasal 35 ayat (I) huruf c UU KIP juneto

Pasal 3 ayat (2) huruf b dan Pasal 3 ayat (3) huruf b Perki PPSIP pada pokoknya mengatur Komisi Informasi berwenang menyelesaikan Sengketa Informasi Publik melalui ajudikasi.

[4.11] Menimbang bahwa permohonan a quo merupakan permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang menyangkut penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) huruf c UU KIP juneto Pasal 3 ayat (3) huruf b dan Pasal 3 ayat (4) Perki PPSIP.

[4.12] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada [4.10] dan [4.11] Majelis berpendapat bahwa Komisi Informasi berwenang memeriksa, memutus, dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo.

(9)

[4.13] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 27 ayat (2) UU K1Pjuncto Pasal 4 ayat (I) Perki PPSIP pada pokoknya mengatur bahwa Komisi Informasi Pusat berwenang menyelesaikan Sengketa Informasi Publik apabila permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik menyangkut Badan Publik Pusat.

[4.14] Menimbang bahwa Termohon merupakan bagian dari Badan Publik Pusat yang berkedudukan di Provinsi DKI Jakarta.

[4.15] Menimbang bahwa berdasarkan uraian [4.13] sampai dengan [4.14] Majelis berpendapat bahwa Komisi Informasi Pusat berwenang memeriksa, memutus, dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo, selanjutnya Majelis akan mempertimbangkan pokok permohonan.

D. Pokok Permohonan

[4.16] Menimbang bahwa dari fakta hukum, baik dalil Pemohon, jawaban Termohon serta bukti surat, Majelis menemukan fakta hukum yang diakui para pihak, sebagai berikut:

1. Fakta hukum dan dalil-dalil permohonan Pemohon yang tidak dibantah oleh Termohon, karenanya fakta hukum tersebut menjadi hukum bagi Pemohon dan Termohon sehingga hal tersebut tidak perlu dibuktikan lagi, yaitu:

a. Pemohon telah mengajukan permohonan Informasi Publik sebagaimana diuraikan dalam Duduk Perkara;

b. Pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada Termohon sebagaimana diuraikan dalam Duduk Perkara;

c. Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan dari Termohon sebagaimana diuraikan dalam Duduk Perkara;

2. Bahwa Pemohon telah menegaskan bahwa informasi yang diminta adalah informasi sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.2];

3. Bahwa selain fakta hukum atau hal-hal yang diakui para pihak, dalam persidangan juga terdapat fakta hukum atau hal-hal yang menjadi pokok perselisihan, yaitu alasan penolakan permohonan Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada paragraf sebelumnya.

(10)

[4.17] Menimbang Pemohon memohon informasi salinan dokumen lengkap r e a lis t anggaran bantuan sosial tahun 2010 dan 2011 meliputi nama dan alamat penerima termasuk kuitansi.

[4.18] Menimbang di dalam persidangan Pemohon menyatakan bahwa untuk informasi alamat, yang Pemohon butuhkan hanyalah informasi alamat lembaga penerima bantuan sosial, bukan alamat pribadi penerima bantuan sosial

[4.19] Bahwa di dalam persidangan Termohon menjelaskan bahwa bantuan sosial hanya ada di 3 (tiga) bidang dari 5 (lima) bidang di Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, yaitu bidang Mapenda untuk sekolah-sekolah Madrasah, Penamas (Penerangan Masyrakat) dan bidang Urais (Urusan Agama Islam).

[4.20] Bahwa Termohon juga menjelaskan bahwa informasi laporan penyaluran dana bantuan sosial dari 3 (tiga) bidang tersebut dikuasai oleh Termohon.

[4.21] Menimbang pada tanggal 19 Februari, Termohon meminjamkan contoh dokumen berupa Laporan Akhir Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2011 kepada Majelis Komisioner.

[4.22] Menimbang bahwa dari dokumen a quo, ditemukan informasi tentang rekapitulasi dan pertanggungjawaban dana BOS termasuk penerima dan alamat untuk tahun 2011 di Bidang Mapenda.

[4.23] Menimbang Termohon menyatakan bahwa bentuk realisasi pengelolaan dana yang dikuasai oleh Termohon adalah bukti transfer

[4.24] Menimbang bahwa Pemohon di dalam persidangan tidak menyatakan keberatan atas bentuk realisasi pengelolaan dana sesuai dengan yang dikuasai oleh Termohon.

[4.25] Menimbang Pasal 9 ayat (2) huruf c UU K1P pada pokoknya menyatakan bahwa Informasi Publik yang wajib diumumkan secara berkala oleh Setiap Badan Publik adalah meliputi: (c) informasi mengenai laporan keuangan.

(11)

[4.26] Menimbang Pasal 11 ayat ( I) huruf d angka 1 Perki SLIP menyatakan:

Setiap Badan Publik wajib mengumumkan secara berkala Informasi Publik yang sekurang-kurangnya terdiri atas: (d) ringkasan laporan keuangan yang sekurang- kurangnya terdiri atas: (I) rencana dan laporan realisasi anggaran.

[4.27] Menimbang Pasal 13 ayat (I) huruf c Perki SLIP menyatakan:

Setiap Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang sekurang- kurangnya terdiri atas: (c) seluruh informasi lengkap yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11.

[4.28] Menimbang di dalam persidangan Termohon menyatakan bahwa pada prinsipnya Termohon tidak keberatan untuk memberikan informasi yang dikuasai kepada Pemohon.

[4.29] Menimbang keterangan sebagaimana dimaksud pada paragraf [4.18] sampai dengan paragraf [4.28], Majelis berpendapat dalil Termohon semula yang menolak memberikan informasi adalah tidak berdasarkan hukum.

5. KESIMPULAN MAJELIS

Berdasarkan seluruh uraian dan takta hukum di atas, Majelis Komisioner berkesimpulan: [5.!] Komisi Informasi Pusat berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara

a quo.

[5.2] Pemohon memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan dalam perkara a quo.

6. AMAR PUTUSAN Memutuskan, [6.1] Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian.

[6.2] Menyatakan bahwa: Informasi yang diminta Pemohon berupa salinan dokumen lengkap realisasi anggaran bantuan sosial tahun 2010 dan 2011 yang meliputi: nama individu penerima, nama lembaga dan alamat lembaga penerima, serta bukti transfer pada Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapenda), Bidang Penerangan Masyarakat (Penamas), dan Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Pekapontren) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta adalah informasi yang terbuka.

(12)

[6.3] Memerintahkan Termohon untuk memberikan informasi sebagaimana dimaksud pada paragraf [6.2] kepada Pemohon dalam waktu selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sejak putusan diterima oleh Termohon.

Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Komisioner yaitu Abdul Rahman Ma mun selaku Ketua merangkap Anggota, Ramly Amin Simboion dan Henny S. Widyaningsih masing-masing sebagai Anggota, pada hari Rabu, 20 Februari 2013 dan diucapkan dalam Sidang terbuka untuk umum pada hari Kamis, 21 Februari 2013 oleh Majelis Komisioner yang nama-namanya tersebut di atas, dengan didampingi oleh Ramian Achmad sebagai Petugas Kepaniteraan, serta dihadiri oleh Pemohon dan Termohon.

Anggota Majelis Anggota Majelis

(Henny S. Widyaningsih)

Petugas Kepaniteraan

(13)

Untuk Salinan Putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya diumumkan kepada masyarakat berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Pasal 61 ayat (5) dan ayat (6) Peraturan Komisi Informasi Nomor 2 Tahun 2010 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

Referensi

Dokumen terkait

Ekstraksi dengan pelarut organik pada umumnya digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air, terutama untuk mengekstraksi minyak atsiri

Kebugaran jasmani juga sangat erat hubungannya dengan volume dan kualitas udara yang kita hirup, ini dijelaskan dalam beberapa penelitian yang membahas pengaruh minat fisik

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN CSR DAN GCG SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI KASUS PERUSAHAAN PERTAMBANGAN.. PERIODE 2009

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi dan pengakuan Termohon diperoleh fakta bahwa Termohon tidak lagi dapat memberikan keturunan dan melayani Pemohon dalam

Mengenai semangat kapitalisme, menurut Marx, hakekat manusia sebagai suatu spesies makhluk hidup adalah mengolah alam melalui kerja yang disebutnya dengan produksi, yaitu suatu

Dari hasil penelitian pembahasan tentang penggunaan RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) sebagai pengganti sebagian agregat pada campuran laston AC- WC (Asphalt Concrete

Berdasarkan tinjauan teoritis dan penelitian terdahulu yang telah diuraikan maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: terdapat pengaruh yang signifikan Pembiayaan Qardh (QR),

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa program belajar yang dirancang dan diajarkan, sesuai dengan perkembangan pengetahuan terbaru tentang otak