BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini merupakan bentuk yang digunakan dalam melakukan

Teks penuh

(1)

43 Metode penelitian adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran ilmu atau pemecahan suatu masalah dan pada dasarnya menggunakan metode ilmiah (Notoadmojo, 2012).

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian ini merupakan bentuk yang digunakan dalam melakukan prosedur penelitian. Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi. Penelitian korelasi sendiri bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara variabel. Dalam penelitian ini melibatkan minimal dua variabel.

Desain penelitian ini menggunakan korelasional Cross Sectional yaitu mempelajari, mencari atau membuktikan adanya hubungan (Causal) dengan faktor – faktor yang diduga menyebabkan timbulnya masalah.

3.2 Populasi, Sampel, Sampling 3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2008). Populasi sendiri merupakan seluruh objek atau objek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti (Hidayat, 2007).

Populasi dalam penelitian ini adalah semua jumlah Perawat diruang operasi RSUD Kabupaten Kediri, yang melakukan pemberian posisi bedah sejumlah 20 Perawat.

(2)

3.2.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2008). Dinamakan penelitian sampel yaitu peneliti bermaksud untuk mengangkat hasil penelitian sampel tersebut. Peneliti melakukan penelitian ini, keadaan subjek didalam populasi sudah benar-benar homogen(Arikunto,2006).

3.2.3 Sampling

Sampling adalah suatu cara yang ditempuh dengan pengambilan sampel yang benar – benar sesuai dengan keseluruhan obyek penelitian (Nursalam, 2008). Teknik sampling penelitian ini adalah Total sampling. Total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi (Sugiyono, 2008). Alasan mengambil total sampling karena jumlah populasi 20 perawat, dan jumlah populasi yang kurang dari 100, jadi seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya (Sugiyono, 2008). Kriteria sampel sangat membantu penelitian untuk mengurangi hasil penelitian, apabila terdapat variabel yang ternyata mempunyai pengaruh variabel yang diteliti. Kriteria sampel dapat dibedakan menjadi dua yaitu inklusi dan eksklusi.

a. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti. Pertimbangan ilmiah harus menjadi pedoman dalam menentukan kriteria inklusi. Kriteria Inklusi pada penelitian ini adalah :

1. Perawat yang bertugas diruang kamar operasi RSUD Kabupaten Kediri 2. Perawat yang bersedia menandatangani menjadi responden.

(3)

3. Perawat tetap yang bekerja dikamar operasi minimal 1 tahun masa kerja.

4. Perawat yang pernah mengikuti pelatihan & seminar perioperatif sebelumnya.

5. Perawat yang tidak sedang dalam kondisi cuti, sakit atau sedang mengikuti tugas belajar.

6. Perawat yang berpendidikan minimal DIII Keperawatan. b. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang tidak memenuhi kriteria inklusi dari studi, karena berbagai sebab (Nursalam, 2008). Kriteria Eksklusi dalam penelitian ini adalah :

1. Perawat yang menolak berpasrtisipasi dalam penelitian ini. 2. Perawat selain dari ruang operasi di RSUD Kabupaten Kediri.

3. Perawat yang menolak menandatangani lembar perstujuan responden. 3.3 Variabel Penelitian

3.3.1 Variabel Independen

Variabel Independent ini merupakan kegiatan stimulus yang dimanipulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada variabel dependen.variabel bebas biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur untuk diketahui hubungan dan pengaruhnya terhadap variabel lain(Nursalam, 2008).

Variabel independent ini merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen. Variabel ini dikenal dengan variabel bebas artinya bebas dalam mempengaruhi variabel lain (Alimul A, 2008). Dalam variabel ini adalah Pengetahuan dan Sikap Perawat.

(4)

3.3.2 Variabel Dependent

Variabel dependent adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (Setiadi, 2013). Variabel ni tergantung dari variabel bebas terhadap perubahan (Alimul A, 2008). Variabel dependent ini adalah ketepatan melakukan tindakan posisi bedah diruang operasi.

3.4 Definisi Oprasional

Definisi operasional adalah merupakan penjelasan semua variabel dan istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara operasionalsehingga akhirnya mempermudah pembaca dalam mengartiakn makna penelitan(Setiadi, 2013).

No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Scooring 1. 2. Pengetahuan Perawat Sikap Perawat Pengetahuan yaitu pemahaman perawat tentang prosedur tindakan pemberian posisi dikamar operasi, resiko jika tidak menerapkan prosedur tindakan pecegahan resiko cidera dikamar operasi, dan alat atau sarana yang

dibutuhkan dalam menerapkan prosedur tersebut.

Sikap Perawat yaitu tanggapan Perawat terhadap penerapan prosedur tindakan pencegahan resiko cedera dikamar operasi. Kuesioner Chek List Ordinal Nominal 1) Pengetahuan baik skor 76-100% (16-20) 2) Pengetahuan cukup skor 51-75% (10-15) 3) Pengetahuan kurang skor <51% (< 10). Jika Skor T > 32,65, termasuk sikap yang Positif.

Jika Skor T < 32,65, termasuk sikap Negatif. Tabel 3.1 Definisi Operasional

(5)

3.5 Tempat Dan Waktu Penelitian 3.5.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan dikamar operasi RSUD Kabupaten Kediri. 3.5.2 Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21-27 Mei 2017. 3.6 Pengumpulan Data

3.6.1 Instrumen Pengumpulan

Instrumen pengumpulan data merupakan kegiatan penelitian untuk mengumpulkan data sebelum melakukan pengumpulan data (Hidayat, 2008). Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner (lampiran) untuk variabel pengetahuan, chek list (lampiran) untuk variabel sikap dan lembar observasi (lampiran) untuk ketapatan pemberian posisi bedah.

3.6.2 Metode Pengumpulan Data

Dengan teknik observasi partisipatif, peneliti mengobservasi secara langsung dan juga dengan bantuan enumerator yang sebelumnya dilatih terlebih 3.

Ketepatan Pemberian Posisi Bedah

Kesesuaian tindakan atau kegiatan dengan pemberian posisi bedah yang meliputi:

1) Pemberian posisi terlentang (Supine) adalah 2) Pemberian posisi litotomi 3) Pemberian posisi menyamping (Lateral) 4) Pemberian posisi telungkup (Prone) 5) Pemberian posisi duduk.

Chek List Ordinal 1) Dilakukan maka mendapatkan prosentase (60-100%) 2) Tidak dilakukan, mendapatkan prosentase (10-50%)

(6)

dahulu dan melakukan persamaan persepsi tentang pemberian posisi bedah dimana responden tersebut tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi. Setalah mendapatkan data tentang pemberian posisi bedah kemudian semua Perawat yang ada di ruang operasi diberikan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap Perawat untuk mendapatkan data tentang pengetahuan dan sikap Perawat, soal dikerjakan sendiri dan dijawab sesuai dengan pengetahuan masing-masing Perawat.

3.6.3 Langkah-Langkah Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Mengurus surat izin study pendahuluan untuk penyusunan proposal penelitian dikantor Jurusan Keperawatan Poltekkes pada tanggal 31 Oktober 2016.

2) Mengirimkan surat izin study pendahuluan pada bagian Diklat Rumah Sakit “Kabupaten Kediri” Kediri pada tanggal 07 Februari 2017.

3) Menunggu jawaban surat persetujuan study pendahuluan dari Diklat Rumah Sakit “Kabupaten Kediri” Kediri.

4) Melakukan study pendahuluan diruang Instalasi Bedah Sentral di Rumah Sakit “Kabupaten Kediri” pada tanggal 02 Mei 2017.

5) Mengurus Ethical Clearen apabila sudah melaksanakan ujian proposal.

6) Perawat yang memiliki kriteria inklusi dalam penelitian dan diberi penjelasan mengenai tujuan, teknik pelaksanaan,risiko, kerahasiaan data mengenai penelitian yang akan dilakukan.

(7)

7) Mengobservasi pelaksanaan pemberian posisi bedah yang dilakukan perawat pada saat memberikan posisi bedah.

8) Perawat diminta untuk menandatangani informed consent sebagai bukti persetujuan responden.

9) Memberikan kuesioner tentang pengetahuan pemberian posisi bedah serta lembar chek list untuk sikap.

10) Menghitung hasil nilai kuesioner yang didapat dan hasil ketepatan yang dilakukan oleh responden.

3.7 Pengolahan Data 3.7.1 Pengolahan Data

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, maka dikerjakan oleh peneliti dan mengelola data (Arikunto,2006). Langkah-langkah pengolahan data yang dilakukan peneliti yaitu:

1. Setalah melakukan observasi pada Perawat pelaksana diruang operasi RSUD Kabupaten Kediri., maka peneliti memberikan coding terhadap hasil observasi yang telah dilakukan pada pemberian posisi bedah.

2. Setelah dilakukan observasi pada pemberian posisi bedah, maka peneliti akan menghitung jumlah skor, peneliti akan memberikan coding berdasarkan hasil dari observasi. Apabila “YA” maka diberi skor 2, dan jika “TIDAK” dinilai 1, maka skor tertinggi adalah berjumlah 16. Kemudian dikelompokkan berdasarkan tepat atau tidak tepat. Jika tepat maka mendapatkan prosentase 60-100 %, sedangkan tidak tepat 10-50%. 3. Setelah membagikan kuesioner serta pernyataan tentang pengetahuan dan

(8)

dengan kategori apabila pengetahuan Perawat “baik” maka diberi nilai 3, “cukup” diberi nilai 2, dan “kurang” diberi nilai 1 dengan jumlah 20. Untuk pernyataan sikap sendiri apabila positif maka diberi nilai 2, dan negatif diberi nilai 1 dengan berjumlah 10.

3.7.2 Analisa Data

Menggunakan analisa data penelitian korelasi yaitu bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, berarti eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu (Arikunto,2006).

3.7.2.1 Univariat

Analisa univariat dalam penelitian ini menggunakan skala data ordinal dan nominal (Notoadmojo, 2012). Analisis univariat pada penelitian ini, mendiskripsikan distribusi umum Perawat yaitu usia, pendidikan, umur, pernah mengikuti pelatihan dan seminar perioperatif. Dengan menghitung prosentase dari nilai pengetahuan dan pemberian posisi bedah. Rumus yang digunakan adalah:

Keterangan : P : Skor.

Sp : Jumlah jawaban benar. Sm : Jumlah semua jawaban benar.

Untuk sikap menggunakan skala likert diberi pilihan SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Cara untuk memberikan interpretasi terhadap skor individual dalam skala ranting yang djumlahkan adalah

(9)

dengan membandingkan skor tersebut dengan harga rata-rata atau mean skor kelompok dimana responden itu termasuk. Perbandingan relatif ini akan menghasilkan interpretasi skor individual sebagai lebih atau kurang favourable dibandingkan dengan rata-rata kelompoknya. Agar perbandingan ini menjadi arti, haruslah dinyatakan dalam satuan deviasi standart kelompok, yang berarti harus mengubah skor individual menjadi skor standart. Dalam variabel ini menggunakan hitungan skor standart dengan menggunakan model Likert Skor– T, yaitu :

Keterangan :

X : Skor responden pada skala sikap yang hendak diubah menjadi skor T X : Mean Skor kelompok

s : Deviasi standart skor kelompok t tetapi masing-masing harga tersebut.

Skor T tidak tergantung pada banyaknya pernyataan, akan tetapi tergantung tergantung pada mean dan deviasi standart pada skor kelompok. Jika skor T yang didapat lebih besar dari nilai mean maka mempunyai sikap cenderung lebih favourable atau positif. Sebaliknya jika skor T yang didapat lebih kecil dari nilai mean maka mempunyai sikap cenderung Unfavourable atau negatif.

3.7.2.2 Bivariat

Analisa bivariat dilakukan untuk mencari hubungan antara dua atau lebih variabel independent dengan satu atau lebih variabel dependent. Untuk pengujian hubungan antara pengetahuan dan pemberian posisi bedah dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Untuk menguji hubungan antara sikap dengan

(10)

pemberian posisi bedah menggunakan uji korelasi Koefisiensi Kontingansi. Untuk menguji hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan ketepatan pemberian posisi bedah menggunakan uji Person. Di RSUD Kabupaten Kediri, dengan menggunakan bantuan program computer SPSS versi 22 yang menggunakan uji korelasi dengan nilai signifikan  = 0,05 (Sugiono, 2010). Tabel 3.2

Interpretasi Koefisien Korelasi (Sugiyono, 2008)

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,040 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat

Dari data yang diperoleh kemudian diinterpretasikan secara kualitatif dengan kategori sebagai berikut (Arikunto, 2008) :

100% : seluruhnya 76% - 99% : hampir seluruhnya 51% - 75% : sebagian besar 50% : setengahnya 26% - 49% : hampir setengahnya 1%-25% : sebagian kecil 0% : tidak satupun 3.7.2.3 Penyajian Data

Data ditampilkan dalam bentuk diagram pie, tabel kemudian diinterpretasikan secara narasi, dengan menjelaskan hubungan antara pengetahuan dan sikap Perawat dengan ketepatan pemberian posisi bedah, kemudian dibuat

(11)

kesimpulan secara umum yang ditulis secara ringkas dan jelas serta dapat memberikan penjelasan terhadap masalah yang diteliti.

3.8 Etika Penelitian

Telah lulus Etika Penelitian dengan nomor register : 313/KEPK-POLKESMA/2017.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :