Identifikasi Pola Aliran Sungai Bawah Tanah di Mudal, Pracimantoro dengan Metode Geolistrik
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
dibandingkan dengan jumlah anomali pada lintasan-lintasan sebelumnya. Hasil Filter Karous-Hjelt ini selanjutnya dicocokkan dengan hasil inversi.. Pada kedalaman 0-5 meter
Sehingga dari hasil pengukuran di lapangan yang diteliti pada line AB ini dapat kita katakana bahwa tidak terdapat aliran air tanah, ataupun dapat kita katakana bahwa
Anomali yang ada pada lintasan 4 memiliki kedalaman yang sama sekitar 0 – 1 meter, dengan diasumsikan kecepatan gelombang pada material yang sama. yaitu Pasir Kering
Lintasan 3 merupakan lintasan yang memotong lintasan 2 dan aliran sungai seperti tampak pada Gambar 3.3, titik perpotongan tersebut berada di antara jarak 420 – 440
Berdasarkan hasil filter dapat diketahui terdapatnya sebuah pola aliran sungai bawah tanah.Jika titik ketinggian topografi di atas anomali pada masing-masing lintasan digabungkan,
Zona potensi likuifaksi lintasan UBH ini terdapat pada kedalaman kurang dari 15 meter, karena lintasan ini terletak pada tepi pantai sehingga terjadi intrusi air laut kedaratan
Berdasarkan hasil filter dapat diketahui terdapatnya sebuah pola aliran sungai bawah tanah.Jika titik ketinggian topografi di atas anomali pada masing-masing lintasan digabungkan,
yang merupakan akuifer baik dan satuan batupasir lempungan. Bagian Tengah-Selatan Bagian ini meliputi Kp. Tamanjaya) dan Kp. Pada bagian ini sampai kedalaman sekitar 10 meter