• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI 211/IX MENDALO DARAT SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI 211/IX MENDALO DARAT SKRIPSI"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

MENDALO DARAT

SKRIPSI

OLEH ULI NABELA NIM A1D117142

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

(2)

i

PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS II

SEKOLAH DASAR NEGERI 211/IX MENDALO DARAT

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Jambi

Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar

oleh Uli Nabela NIM A1D117142

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

(3)

ii

Pembelajaran Jarak Jauh Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang disusun oleh

Uli Nabela, Nomor Induk Mahasiswa A1D117142 telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

Jambi, 18 Februari 2021 Pembimbing I

Drs. Faizal Chan, S.Pd., M.Si NIP. 196311081988061001

Jambi, 25 Februari 2021 Pembimbing II

Hendra Budiono, S.Pd., M.Pd NIK. 201512051033

(4)

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Pada

Pembelajaran Jarak Jauh Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang disusun oleh

Uli Nabela, Nomor Induk Mahasiswa A1D117142 telah dipertahankan di depan tim penguji pada 30 Maret 2021.

Tim Penguji

1. Drs. Faizal Chan, S.Pd., M.Si Ketua NIP. 196311081988061001

2. Hendra Budiono, S.Pd., M.Pd Sekretaris NIDK. 201512051033

Mengetahui,

Ketua Program Studi

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Drs. Faizal Chan, S.Pd., M.Si NIP. 196311081988061001

(5)
(6)

v

MOTTO

“Keberhasilan Tidak Akan Datang Tanpa Usaha dan Tekad Yang Kuat“ “Teruslah Berusaha”

“Jika Tidak Bisa Terbang, Maka Berlarilah. Jika Tidak Bisa Berlari, Maka Berjalanlah, Jika Tidak Bisa Berjalan, Maka Merangkaklah.

Asalkan Tidak Berhenti Berusaha Untuk Mencapai Tujuan”

Skripsi ini kupersembahkan untuk ayahanda dan ibunda tercinta, Bapak Harmaini dan Ibu Ramiana dan adik tersayang. Terima kasih ayahanda dan ibunda yang telah bekerja keras untuk menyekolahkanku hingga ke perguruan tinggi, dan semua ini tidak luput dari do’a dan perjuangan kedua orang tua yang tidak kenal lelah untukku. Terima kasih untuk segala perjuangan, do’a dan dukungan hingga mengantarkan aku pada tahap ini. Ayahanda dan ibunda tersayang, semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan kasih sayang Nya seperti cinta dan kasih sayang yang ayahanda dan ibunda berikan kepadaku.

Skripsi ini juga kupersembahkan untuk keluarga yang selalu memberikan dukungan dan menjadi panutan yang baik untukku.

(7)

vi

Pembelajaran Jarak Jauh Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,

Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar, FKIP Universitas Jambi. Pembimbing: (I) Drs. Faizal Chan, S.Pd., M.Si., (II) Hendra Budiono, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: Peran Orang Tua, Mendampingi Anak, Pembelajaran jarak jauh

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat pada Januari-Februari 2021. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu orang tua siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis model Miles and Huberman dengan menggunakan 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini yaitu orang tua siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat telah berperan aktif dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh. Bentuk peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh adalah menyediakan fasilitas belajar, memberikan motivasi, mengawasi anak dalam belajar, dan membantu mengatasi kesulitan belajar. Memberikan semangat dan dukungan serta memberikan hadiah, meluangkan waktu untuk mendampingi anak, dan menanyakan kesulitan anak saat belajar serta memberikan pengetahuan kepada anak.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat adalah menyediakan fasilitas belajar, memberikan motivasi, mengawasi anak dalam belajar, dan membantu mengatasi kesulitan belajar.

(8)

vii

KATA PENGANTAR

Bismillahhirohmanirrohim, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Pada Pembelajaran Jarak Jauh Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi.

Pada penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari adanya dukungan, motivasi, bimbingan, dan juga bantuan dari segala pihak kepada penulis. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tiada terkira kepada Bapak Drs.Faizal Chan, S.Pd., M.Si sebagai pembimbing I dan Bapak Hendra Budiono, S.Pd., M.Pd.sebagai pembimbing II, yang selalu berusaha membimbing, memberikan motivasi, dan pengorbanan tenaga serta waktunya kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan tugas akhir.

Selain itu, dalam kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. rer. nat. Asrial, M.Si selaku Dekan FKIP Universitas Jambi, Bapak Drs. H. Syahrial, M.Ed., Ph.D selaku Wakil Dekan I FKIP Universitas Jambi, Bapak Dr. Yantoro, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar, Bapak Drs. Faizal Chan, S.Pd, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas, Bapak Ahmad Hariandi, S.Pd.I, M.Ag selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Jambi yang tidak pernah lelah berusaha memberikan yang terbaik kepada seluruh mahasiswa. Serta seluruh dosen Program Studi Pendidikan

(9)

viii

Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Jambi yang telah memberikan ilmunya, penulis sampaikan rasa ucapan terima kasih yang dalam. Semoga kelak menjadi ladang pahala untuk Bapak dan Ibu. Kepada seluruh Staf Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Jambi, penulis mengucapkan terima kasih.

Teristimewa, penulis persembahkan kepada kedua orang tua tercinta dan tersayang Ayahanda Harmaini dan Ibunda Ramiana yang telah memberikan dukungan serta do’a yang tiada henti-hentinya, penulis sampaikan terima kasih yang sangat mendalam telah menjadi orang tua luar biasa yang selalu memberikan dukungan disetiap langkah. Terimakasih kepada adik tersayang Hanifa Aulia. Terima kasih kepada keluarga tercinta (nenek, kakek, paman, dan bibi), terima kasih sahabat tercinta serta kerabat dan seluruh teman-teman seperjuangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2017 yang telah memberikan dukungan dan bantuannya selama mengikuti perkuliahan dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih atas bantuan dan do’anya untuk penulis sehingga membantu dalam penyusunan skripsi ini.

Jambi, Februari 2021

(10)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

SURAT PERNYATAAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN TEORETIK 2.1 Kajian Teori ... 6

2.1.1 Pengertian Peran Orang Tua ... 6

2.1.2 Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak ... 8

2.1.3 Faktor Yang Mempengaruhi Peranan Orang Tua ... 9

2.1.4 Pembelajaran Jarak Jauh ... 11

2.2 Penelitian yang relevan ... 12

2.3 Kerangka berpikir ... 14

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 16

3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 16

3.3 Data dan Sumber Data ... 16

3.4 Informan Penelitian ... 17

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 17

3.5.1 Observasi ... 17

3.5.2 Wawancara ... 18

3.5.3 Dokumentasi ... 19

3.6 Uji Validitas Data ... 19

3.7 Teknik Analisis Data... 20

3.8 Prosedur Penelitian ... 21

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Lokasi/Objek Penelitian ... 22

4.1.1 Profil Sekolah... 22

4.1.2 Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah... 23

4.2 Deskripsi Temuan ... 25

4.2.1 Menyediakan Fasilitas Belajar ... 25

4.2.2 Memberikan Motivasi ... 29

4.2.3 Mengawasi Anak Dalam Belajar ... 32

(11)

x

4.3 Pembahasan... 36

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 39

5.2 Implikasi ... 40

5.3 Saran ... 40

DAFTAR RUJUKAN ... 41

(12)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Kisi-kisi Pedoman Observasi ... 18 3.2 Kisi-kisi Pedoman Wawancara ... 18 4.1 Profil Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat ... 22

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Bagan Kerangka Berpikir ... 15

4.1 Orang Tua Menyediakan Handphone ... 26

4.2 Orang Tua Menyediakan Buku Pelajaran dan Alat Tulis ... 27

4.3 Orang Tua Mendampingi Anak Dalam Pembelajaran ... 29

4.4 Orang Tua Memberikan Semangat Kepada Anak ... 30

4.5 Orang Tua Memberikan Hadiah Kepada Anak ... 31

4.6 Orang Tua Yang Meluangkan Waktu Untuk Mendampingi Anak ... 33

4.7 Orang Tua Membantu Anak dalam Mengerjakan Tugas ... 34

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Hasil Observasi ... 44

2. Hail Wawancara Orang Tua ... 45

3. Surat Izin Melaksanakan Penelitian ... 46

4. Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Penelitian ... 48

5. Dokumentasi Wawancara ... 52

(15)

1

1.1 Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan merupakan sebuah usaha yang dilakukan seseorang secara sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran menjadi aktif, sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pembelajaran adalah suatu interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada sebuah lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan proses belajar mengajar melalui proses mengalami sesuatu yang diciptakan dalam rancangan proses pembelajaran yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku individu.

Saat ini seluruh dunia sedang dilanda wabah atau virus yang dikenal dengan Covid 19. WHO 2020 (Direktur Jendral Organisasi Kesehatan) menyatakan bahwa virus corona merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa hingga menyebabkan penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome

(16)

2

negara Indonesia harus tetap waspada dan melakukan kegiatan di rumah saja, serta harus menjaga jarak agar memperlambat penyebaran Covid 19.

Adanya pandemi Covid 19 membuat semua sarana ditutup sementara, termasuk kegiatan belajar dan mengajar. Peserta didik diminta untuk melakukan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran jarak jauh, hal tersebut dilakukan demi kesehatan dan keselamatan bersama. Sehubungan dengan Surat Edaran Kemendikbud No.4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid 19, kegiatan pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan di tempat masing-masing antara guru dan siswa tanpa harus bertemu langsung, sehingga pada masa pandemi covid 19 tetap bisa menjalankan kegiatan pembelajaran, yaitu dengan melakukan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dicirikan dengan keterpisahan antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan satu atau lebih media sebagai alat untuk menyatukannya (Munir, 2009:21).

Pembelajaran jarak jauh merupakan pendidikan yang proses pembelajarannya antara guru dan siswa tidak bertatap muka secara langsung. Berdasarkan Permendikbud No. 119 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah, menyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya tidak bertatap muka langsung dengan pendidik dan proses pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar yaitu melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran.

Dengan diterapkannya pembelajaran jarak jauh tentu sangat berdampak pada orang tua, dimana orang tua harus mendampingi anaknya selama pembelajaran berlangsung. Terdapat berbagai pendapat mengenai hal ini, banyak orang tua yang

(17)

merasa keberatan ketika anak belajar di rumah, karena dirumah anak merasa bukan waktunya belajar tetapi mereka lebih suka bermain. Pada awalnya banyak orang tua yang menolak pembelajaran jarak jauh untuk anaknya karena mereka masing-masing dengan teknologi, namun seiring berjalannya waktu orang tua menerima pembelajaran jarak jauh.

Mengingat pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar bagi kemampuan anak pada lingkup pendidikan. Salah satu penelitian yang dilakukan Valeza (2017) menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menentukan prestasi anak dalam belajar sangatlah besar. Pendidikan anak yang tidak dengan bimbingan orang tuanya dapat menyebabkan anak kurang atau bahkan tidak berhasil dalam belajarnya. Orang tua yang memberi perhatian pada anaknya terutama pada kegiatan belajar dirumah akan membuat anak lebih giat dan menjadi lebih semangat dalam belajar, karena ia tahu bahwa orang tua memilki keinginan yang sma dengan dirinya yaitu menginginkan untuk maju.

Karakteristik orang tua akan mempengaruhi kemampuannya dalam melaksanakan peran sebagai orang tua dan tingkat sensistifitas orang tua terhadap anak-anaknya. Adapun faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua yaitu lingkungan sekitar, budaya, dan pendidikan orang tua (Edward, 2006). Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak, pada saat diterapkannya pembelajaran jarak jauh sangat diperlukan keterlibatan orang tua secara lebih maksimal, orang tua dan guru akan lebih aktif bekerja sama ketika mendampingi anaknya di rumah. Pada pembelajaran jarak jauh pentingnya pendampingan orang tua

(18)

4

yaitu dapat meningkatkan keharmonisan antara anak dan orang tua serta meningkatkan semangat belajar anak.

Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh. Berdasarkan observasi awal di sekolah tersebut yang dilaksanakan pada Hari Selasa Tanggal 13 Oktober 2020 di kelas II bahwa pembelajaran jarak jauh yang di laksanakan tidak berjalan dengan baik, dikarenakan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Kendala tersebut yaitu orang tua yang harus bekerja, orang tua yang tidak memahami materi pelajaran, kuota dan sinyal internet yang tidak memadai, bahkan beberapa siswa tidak memiliki

gadget. Hal tersebut menyebabkan materi pembelajaran tidak tersampaikan dengan

baik sehingga banyak siswa yang kurang mengerti dan merasa tidak terbimbing dengan baik dalam memahami pembelajaran yang diberikan. Oleh karena itu, peran orang tua sebagai pengganti guru dirumah sangat di butuhkan dalam membimbing anaknya selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Pada

Pembelajaran Jarak Jauh Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat “

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat?”

(19)

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dipaparkan, tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain sebagai berikut:

1.4.1 Manfaat teoritis

a. Untuk menambah wawasan penelitian tentang peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.

b. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengadakan penelitian yang mendalam.

c. Memberikan informasi akurat yang berkaitan dengan peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.

1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan masukan serta pertimbangan tentang bagaimana peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II SD Negeri 211/IX Mendalo darat.

(20)

6

BAB II

KAJIAN TEORETIK 2.1 Kajian Teori

2.1.1 Peran Orang Tua

Jalur pendidikan adalah tempat yang dipilih oleh peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa jalur pendidikan adalah tempat yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Peran orang tua sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan belajar. Soekanto (2002:243) menyatakan bahwa “peran merupakan suatu kedudukan, jika seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia sedang menjalankan peranan”. Selanjutnya Ahmadi (2008) menyatakan bahwa “peranan adalah suatu pengharapan manusia terhadap sikap dan perbuatan dalam situasi tertentu berdasarkan fungsi sosial”. Peran merupakan perilaku yang semestinya dilakukan oleh seseorang yang menempati suatu posisi di dalam status sosial. Status dan peranan tidak bisa dipisahkan, hal tersebut dikarenakan tidak ada peranan tanpa status dan tidak ada status tanpa peranan.

Sutarto (2009) mengemukakan tiga komponen peran, yaitu sebagai berikut: (1) Konsepsi peran, yaitu kepercayaan seseorang tentang apa yang dilakukan dengan suatu situasi tertentu. (2) Harapan peran, yaitu harapan orang lain terhadap seseorang yang menduduki suatu posisi tertentu. (3) Pelaksanaan peran, yaitu tindakan yang seharusnya dilakukan oleh seseorang menduduki suatu posisi tertentu.

(21)

Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Peranan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peranan yang merupakan suatu lembaga keluarga yang didalamnya berfungsi sebagai pembimbing anak, yaitu peranan orang tua. Peranan orang tua lebih diartikan peranan keluarga.

Orang tua adalah pendidik pertama bagi anaknya, karena dari orang tualah anak petama kali mendapatkan pendidikan. Dengan demikian pendidikan pertama bagi anak berasal dari keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam proses perkembangan anaknya. Fadlillah (2012:35) menyatakan bahwa “baik atau buruknya didikan yang orang tua berikan akan berdampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak itu sendiri. Segala tingkah laku yang muncul pada diri anak akan mencontoh kedua orang tuanya”. Oleh karena itu, orang tua memiliki peranan yang sangat penting bagi anaknya.

Ditinjau dari pendidikan, keluarga atau orang tua merupakan satu kesatuan hidup (sistem sosial) dan mengkondisikan rumah tetap dalam situasi belajar. Sebagai salah satu kesatuan hidup bersama (sistem sosial), tentu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Pada hakikatnya orang tua merupakan madrasah pertama bagi anaknya yang kemudian ditambah serta disempurnakan oleh sekolah.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua adalah cara-cara yang digunakan orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak.

(22)

8

2.1.2 Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak

Pendampingan anak di dalam keluarga merupakan suatu usaha yang dilakukan keluarga dengan mendampingi anak untuk memenuhi kebutuhan dan pemecahan masalah (Saputri, 2017:10). Selanjutnya Prasetyo (2018:9) menyatakan bahwa “pendampingan orang tua dalam proses belajar anak adalah usaha orang tua untuk menemani, memberikan motivasi, pengawasan serta memberikan fasilitas”. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendampingan orang tua adalah suatu usaha yang dilakukan oleh orang tua dalam membantu mengatasi kesulitan belajar, memberikan motivasi, memberikan pengawasan serta memberikan fasilitas belajar.

Hwie (2018) menyatakan bahwa beberapa aspek yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam membantu belajar anak, yaitu sebagai berikut:

1. Menyediakan fasilitas belajar

Fasilitas belajar yang dimaksud adalah tempat belajar, alat tulis, buku pelajaran, dan sebagainya. Fasilitas belajar ini dapat menunjang anak dalam proses belajar.

2. Memberikan motivasi

Motivasi anak dalam pembelajaran merupakan sesuatu yang sangat penting, dengan adanya motivasi atau dorongan dari orang tua maka anak akan lebih semangat dalam belajar.

3. Mengawasi anak dalam belajar

Pengawasan orang tua sangat diperlukan dalam mengawasi kegiatan belajar anak, dengan adanya pengawasan tersebut orang tua bisa mengetahui perkembangan belajar anak.

(23)

4. Membantu mengatasi kesulitan belajar

Untuk membantu dalam proses pendidikan, orang tua ikut serta dalam proses belajar termasuk mengetahui cara yang digunakan untuk membantu anak pada saat belajar. Dengan pengetahuan orang tua yang banyak maka semakin banyak pula materi yang diberikan kepada anaknya.

Mendampingi anak ketika belajar adalah sesuatu yang sangat penting, karena dapat membangun kedekatan antara orang tua dengan anak, belajar mengajaknya berdiskusi agar mengetahui bagaimana pola berpikir anak.

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peranan Orang Tua

Menurut Valeza (2017:32-39) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi orang tua dalam melakukan bimbingan belajar terhadap anak di rumah, yaitu sebagai berikut:

1. Latar belakang pendidikan orang tua

Pada umumnya orang tua yang berpendidikan tinggi lebih luas pengetahuan, pengalaman, dan pandangannya dibandingkan dengan orang tua yang berpendidikan rendah dalam melaksanakan kewajiban terhadap anaknya. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan orang tua yang berpendidikan rendah sangat memperhatikan pendidikan anaknya.

2. Tingkat ekonomi orang tua

Keadaan ekonomi orang tua sangat mempengaruhi keberadaan bimbingan terhadap anaknya, sekalipun hal tersebut tidak dapat diberlakukan kepada semua orang tua. Pada umumnya orang tua yang mempunyai ekonomi menengah ke atas lebih memungkinkan untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan anak-anaknya dalam belajar.

(24)

10

3. Jenis pekerjaan orang tua

Waktu dan kesempatan orang tua untuk mendidik anaknya mempunyai keterkaitan dengan pekerjaan orang tua. Orang tua memiliki pekerjaan yang berbeda-beda, sehingga ada orang tua yang dapat membagi waktu dengan baik dan ada orang tua yang tidak dapat membagi waktu dengan baik.

4. Waktu yang tersedia

Orang tua dengan berbagai kegiatan mereka semestinya tetap meluangkan waktu untuk dapat berkomunikasi dan memberikan bimbingan dalam berbagai hal, terutama dalam bimbingan belajar di rumah.

5. Jumlah anggota keluarga

Jumlah anggota keluarga mempengaruhi orang tua pada saat mendampingi anak belajar di rumah. Jumlah anggota yang terlalu banyak dalam sebuah rumah akan membuat suasana rumah menjadi gaduh, sehingga sulit bagi anak untuk belajar dan berkonsentrasi pada pelajaran yang sedang di pelajarinya.

2.1.4 Pembelajaran jarak jauh

Pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan dengan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan guru dengan peserta didik (Miarso, 2004:34). Selanjutnya Setiadi (2005) menyatakan bahwa “pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didik terpisah dengan pendidik, sehingga pendidikan tidak dilakukan dengan cara tatap muka”. Sehingga penyajian materi pembelajaran kepada peserta didik harus melalui suatu media.

Pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran yang menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pendidik dan peserta didik. Berdasarkan Permendikbud No. 119 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan

(25)

Pendidikan Jarak Jauh Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah menyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber serta menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadinya interaksi. Pembelajaran jarak jauh adalah ketika proses pembelajaran tidak terjadinya tatap muka langsung antara pendidik dan peserta didik. Komunikasi berlangsung dua arah dengan menggunakan media seperti gadget, video dan sebagainya.

Holmberg (2008) menyatakan bahwa “pendidikan jarak jauh dicirikan dengan adanya keterpisahan antara guru/instruktur dengan peserta didik dan adanya penggunaan satu atau lebih media sebagai alat untuk menyatukannya”. Media yang digunakan berupa rekaman audio, televisi, video, gadget, web cam, video conference, email dan jejaring sosial berbasis internet lainnya.

Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran jarak jauh merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa tanpa bertatap muka secara langsung di kelas, melainkan menggunakan media pembelajaran yang membantu dalam komunikasi jarak jauh sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung.

2.1 Penelitian Yang Relevan

1. Skripsi oleh Heriyani (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Peran Orang Tua dalam Mendampingi Belajar Anak Mata Pelajaran Agama Islam Siswa Kelas IV MI Ma’rif Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2009/2010” menyimpulkan bahwa dalam membimbing belajar anak orang tua dapat berperan sebagai pendidik, pelindung, motivator, fasilitator, dan pembimbing.

(26)

12

Adapun terdapat persamaan penelitian yang dilaksanakan oleh Heriyani dan peneliti adalah penggunaan metode Triangulasi. Penelitian yang dilaksanakan oleh Heriyani lebih fokus pada peran orang tua dalam membimbing belajar anak mata pelajaran agama islam, sedangkan penelitian yang peneliti laksanakan lebih fokus kepada peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.

2. Penelitian oleh Anggy Giri Prawiyogi yang berjudul “Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Pembelajaran Siswa di SD IT Cendekia Purwakarta”. Penelitian ini menyimpulkan tentang keefektifitasan pembelajaran jarak jauh. Bahwa pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di SD IT Cendekia Purwakarta dengan beberapa metode yang telah digunakan cukup efektif untuk dilakukan.

Adapun persamaan penelitian yang dilakukan oleh Anggy Giri Prawiyogi dengan peneliatian yang peneliti lakukan adalah adanya kesesuaian topik yang diteliti, yaitu pembelajaran jarak jauh. Penelitian yang dilaksanakan oleh Anngy Giri Prawiyogi lebih fokus pada efektifitas pembelajaran jarak jauh, sedangkan penelitian yang peneliti laksanakan lebih fokus pada perang orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.

3. Penelitian oleh Anita Wardani (2020) dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Kendala Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar Di Rumah Pada Masa Pandemic Covid-19” menyimpulkan bahwa kendala-kendala orang tua dalam mendampingi anak adalah orang tua tidak sabar dalam mendampingi anak saat belajar di rumah, kesulitan orang tua dalam

(27)

mengoperasikan gadget dan tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anak karena harus bekerja.

Adapun persamaan penelitian Anita dengan peneliti adalah meneliti tentang pembelajaran di rumah atau pembelajaran jarak jauh. Penelitian yang dilaksanakan oleh Anita Wardani adalah lebih fokus pada kendala-kendala orang tua dalam mendampingi anak. Sedangkan penelitian yang peneliti laksanakan lebih focus kepada peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.

2.3 Kerangka Berpikir

Sejak dunia dilanda wabah atau virus yang dikenal dengan Covid 19, semua sarana ditutup sementara termasuk kegiatan belajar dan mengajar sehingga pembelajaran tatap muka saat ini sulit untuk diterapkan. Untuk memperlambat penyebaran covid 19 maka salah satu pembelajaran yang bisa diterapkan adalah pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh adalah metode pembelajaran yang digunakan ketika siswa dan guru tidak selalu melakukan interaksi tatap muka secara bersamaan di sekolah. Pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tidak selalu berjalan dengan baik, sehingga diperlukan peran orang orang sebagai pengganti guru dirumah untuk membimbing anaknya selama proses pembelajaran. Adapun peran orang tua dalam mendampingi anak yaitu menyediakan fasilitas belajar, memberikan motivasi, mengawasi anak dalam belajar, dan membantu mengatasi kesulitan belajar.

(28)

14

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Pembelajaran Jarak Jauh

Peran Orang tua

Menyediakan fasilitas belajar Memberikan motivasi Mengawasi anak dalam belajar Membantu mengatasi kesulitan belajar

(29)

15

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 211/III Mendalo Darat yang berlokasi di Desa Mendalo Indah Kelurahan Mendalo Darat Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil 2020/2021.

3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument (Sugiyono, 2016:9). Data yang dikumpulkan langsung dari sumbernya, peneliti menjadi bagian dari instrument pokok analisisnya, data berupa kata-kata dalam kalimat atau gambar sebagai temuan, fakta dan data penelitian. Pendekatan ini dilakukan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah dan berkelanjutan sehingga didapatkan data deskriptif yang informatif. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi yaitu penelitian yang didasarkan pada kejadian atau fenomena terkait peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat.

3.3 Data dan Sumber Data

Untuk memperoleh dan mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, peneliti menggolongkan data menjadi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh peneliti dari hasil observasi dan wawancara dengan orang tua

(30)

16

siswa yang dilakukan secara langsung, Sedangkan data sekunder diperoleh peneliti dari dokumentasi-dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian ini. Sumber data dalam penelitian ini adalah narasumber yang merupakan orang tua dari siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat.

3.4 Informan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memilih informan yang dianggap relevan dengan tujuan dari penelitian, agar diperoleh informasi yang tepat dan akurat. Hal tersebut dilatarbelakangi atas pengamatan yang dilakukan mengenai peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di sekolah dasar. Informan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu 4 orang tua siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat yang telah mendampingi anak pada siang hari selama pembelajaran jarak jauh.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan upaya yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan topik penelitian. Pada penelitian ini, peneliti sebagai Human Instrument (Instrumen Manusia) yang mana dalam penelitian, peneliti berperan sebagai instrumen itu sendiri selama proses pengambilan data hingga data tersebut jenuh. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.

3.5.1 Observasi

Observasi merupakan kegiatan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian untuk melihat kegiatan yang dilakukan. Observasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan dalam menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan (Satori, dkk. 2012:105).

(31)

Dalam penelitian ini, peneliti akan melaksanakan observasi terkait dengan peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II SD Negeri 211/IX Mendalo darat.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pedoman Observasi

Indikator Sub indikator Deskripsi

Menyediakan fasilitas belajar • Menyediakan handpone dan kuota internet

• Menyediakan buku pelajaran dan alat tulis • Menciptakan rumah sebagai

tempat belajar yang nyaman

Memberikan motivasi • Memberikan semangat serta

dukungan kepada anak • Memberikan hadiah ketika

anak mengikuti

pembelajaran dengan baik Mengawasi anak dalam belajar • meluangkan waktu untuk

mendampingi anak Membantu mengatasi kesulitan

belajar

• Memberikan pengetahuan kepada anak

• Menanyakan kesulitan kepada anak saat belajar

Sumber: Dimodifikasi dari Slameto, 2010 3.5.2 Wawancara

Wawancara menurut Esterberg dalam Sugiyono (2014:317) merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam satu topik tertentu. Wawancara dilakukan kepada orang tua kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pedoman Wawancara

Variable Indikator Jumlah butir Nomor pertanyaan

Peran orang tua dalam

mendampingi anak

Menyediakan fasilitas belajar 3 1,2,3

Memberikan motivasi 2 4,5

Mengawasi anak dalam belajar

3 6,7,8

Membantu mengatasi kesulitan belajar

2 9,10

(32)

18

3.5.3 Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data sebagai pelengkap dari teknik wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara menganalisa dan menghimpun dokumen pendukung, baik tertulis, gambar maupun secara elektronik (Sukmadinata, 2010:211).

Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah dokumentasi dalam bentuk catatan, foto-foto maupun video yang terkait dengan peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat.

3.6 Uji Validitas Data

Peneliti menggunakan teknik triangulasi data dalam menguji keabsahan atau validitas data yang di peroleh. Triangulasi adalah teknik pengujian keabsahan data penelitian yang menggunakan sesuatu dari luar sebagai pengecekan dan perbandingan data tersebut (Sugiyono, 2010:345).

Sesuai dengan teori tersebut, teknik triangulasi ditujukan untuk mengecek kebenaran data yang diperoleh tentang peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh kelas II SD Negeri 211/IX Mendalo Darat yang di peroleh dari proses observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung sehingga dapat dipertanggung jawabkan.

3.7 Teknik Analisis Data

Di dalam penelitian kualitatif, tahap analisis data dilakukan selama pengumpulan data hingga berakhir pada waktu tertentu. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga tuntas,

(33)

sehingga diperoleh data yang bersifat jenuh, ditandai dengan tidak di perolehlagi data atau informasi yang berbeda.

Aktivitas analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis data model Miles and Huberman yang meliputi:

1. Reduksi data (Reduction)

Reduksi data merupakan proses berpikir dengan wawasan yang dimiliki untuk merangkum, memilih data, dan memfokuskan topic untuk memperoleh gambaran yang tepat tentang penelitian. Pada tahap ini peneliti meringkas melalui penyeleksian data yang diperoleh dari penelitian. Hal ini dilakukan untuk memfokuskan dan mengorganisir data yang sesuai dengan topik penelitian.

2. Penyajian data (Display)

Setelah melalui proses reduksi data, perlu dilakukan penyajian data untuk mempermudah dan memahami penelitian serta menentukan kinerja selanjutnya dalam penelitian. Penyajian data dapat berupa data deskriptif seperti tabel, grafik, gambar dan sebagainya. Penyajian data dapat mempermudah pengambilan data yang tepat.

3. Verifikasi data (Verivication)

Langkah terakhir dalam menganalisis data adalah proses verifikasi data untuk memberikan kesimpulan berdasarkan data yang didapat. Semua data yang diperoleh pada saat penelitian dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan berupa teori baru.

(34)

20

3.8 Prosedur Penelitian

1) Tahap persiapan

Pada tahap persiapan diawali dengan kegiatan studi pendahuluan. Studi pendahuluan yaitu kegiatan kunjungan awal yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang topik penelitian. Setelah studi pendahuluan, penulis mengajukan proposal penelitian yang telah dilengkapi dengan rumusan masalah, tujuan penelitian, serta model penelitian

2) Tahap pelaksanaan

a. Menetapkan subjek penelitian

b. Melaksanakan kegiatan penelitian meliputi kegiatan wawancara c. Mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan pada saat penelitian 3) Tahap penyelesaian

a. Meganalisis data hasil penelitian yaitu dengan mengumpulkan data, mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

(35)

21

4.1 Deskripsi Lokasi/Objek Penelitian 4.1.1 Profil Sekolah

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat, beralamatkan di Desa Mendalo Indah, Kelurahan Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat terakreditasi B. Dalam pelaksanaan pembelajaran Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat menggunakan kurikulum 2013.

Tabel 4.1 Profil Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat

No Identitas sekolah

1 Nama Sekolah Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat

2 Tanggal SK Pendirian 1910-01-01

3 NPSN 10502882

4 Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar

5 Status Sekolah Negeri

6 Alamat Sekolah Desa Mendalo Indah

7 Kode Pos 36361

8 Kelurahan Mendalo Darat

9 Kecamatan Jambi Luar Kota

10 Kabupaten/Kota Muaro Jambi

11 Provinsi Jambi

12 Negara Indonesia

13 Luas Tanah (m²) 5,250

14 Status Kepemilikan Pemerintah Daerah

15 Kurikulum 2013

16 Waktu Penyelenggaraan Pagi/6 Hari

4.1.2 Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah 1. Visi

Visi Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat adalah “Unggul Dalam Berwawasan Global Berdasarkan Imtak Dan Iptek”

(36)

22

2. Misi

Misi Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat adalah sebagai berikut: 1. Menanamkan keyakinan akidah melalui pengajaran agama islam dan

budaya sebagai sumber kearifan dalam bertindak.

2. Menumbuhkan semangat keunggulan pada seluruh warga.

3. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam menyusun program kegiatan.

4. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, bagi siswa sesuai prestasi masing-masing.

5. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara optimal.

Berdasarkan data yang dipaparkan didapatkan bahwa visi dan misi dari Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat mengedepankan prestasi baik dari peserta didik, guru, maupun kepala sekolahnya dengan berdasarkan iman dan takwa.

3. Tujuan Sekolah

Tujuan Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat adalah sebagai berikut: 1. Membina siswa agar memiliki pendidikan dasar.

2. Mendidik siswa agar mampu membedakan mana yang terbaik diantara yang baik.

3. Siswa memiliki integritas tinggi dan disiplin.

4. Siswa aktif dalam kegiatan dan kreatif dalam pendidikan serta terampil dalam ilmu pengetahuan.

(37)

6. Siswa mencintai lingkungan yang sehat.

Berdasarkan tujuan dari Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat sudah sejalan dengan visi dan misi sekolah sesuai yang diharapkan. Tujuan sekolah juga sudah menyesuaikan dengan kondisi dimana peserta didik dituntut untuk memiliki dasar-dasar agama dan akhlak yang mulia, serta melek teknologi agar dapat bersaing di tengah perkembangan Iptek yang semakin luas sebagai tuntutan hidup di masa sekarang.

4.2 Deskripsi Temuan

Data peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat diperoleh berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun peran orang tua yang didapat selama proses penelitian dijabarkan sebagai berikut:

4.2.1 Menyediakan fasilitas belajar

1. Menyediakan handphone dan kuota internet

Berdasarkan hasil observasi Jumat, (15/01/21) di Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat terlihat orang tua dalam pembelajaran menyediakan handphone dan juga kuota internet agar dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dengan disediakannya handphone dan kuota internet maka siswa dapat mengakses internet sehingga memudahkan siswa untuk menerima informasi mengenai pembelajaran yang disampaikan oleh guru melalui grup WhatsApp.

Mengenai penyediaan handphone dan kuota internet tersebut peneliti melakukan wawancara dengan orang tua siswa untuk mengetahui lebih dalam

(38)

24

data yang di dapatkan. Berkaitan dengan hal tersebut orang tua siswa menyatakan bahwa:

“Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini kami harus menyediakan

handphone dan juga kuota internet, karena semua informasi mengenai pembelajaran

didapatkan melalui handphone dan juga guru mengirimkan tugas melalui Whatsapp yang harus diakses demgan kuota internet” Ibu P. (Wawancara, 15/01/21)

Gambar 4.1 Orang tua menyediakan handphone dan kuota internet

Berdasarkan paparan yang telah dijelaskan peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran jarak jauh handphone dan kuota internet merupakan fasilitas yang sangat penting agar dapat mengakses internet. Oleh sebab itu peran orang tua sangatlah penting dalam menyediakan

handphone yang terhubung dengan jaringan internet, dikarenakan handphone tanpa jaringan internet tidak dapat digunakan pada

pembelajaran jarak jauh.

2. Menyediakan buku pelajaran dan alat tulis

Fasilitas selanjutnya yang harus disediakan oleh orang tua adalah menyediakan buku pelajaran dan alat tulis. Berdasarkan hasil observasi Sabtu, (16/01/21) terlihat bahwa orang tua menyediakan buku pelajaran dan

(39)

alat tulis. Adapun buku yang disediakan yaitu buku siswa, buku tentang operasi hitung, dan buku dongeng. Buku tentang operasi hitung dipilih karena anak yang kurang mampu mengerjakan operasi hitung sedangkan buku dongeng dipilih agar anak gemar membaca. Alat tulis yang disediakan oleh orang tua yaitu buku tulis, pensil, penggaris, dan penghapus.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang merupakan orang tua siswa diperoleh data sebagai berikut:

“Kami juga membelikan buku untuk anak selain dari buku siswa yang disediakan dari sekolah, buku tentang operasi hitung dan juga buku dongeng agar anak gemar membaca dan belajar” Ibu AR. “Untuk alat tulis tentu kami sediakan, yaitu buku tulis, pensil, penggaris, dan penghapus jika bukunya habis langsung di beli lagi” Ibu ES. (Wawancara, 16/01/21)

Gambar 4.2 Orang tua menyediakan buku pelajaran dan alat tulis

Berdasarkan paparan yang telah disampaikan peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran jarak jauh orang tua menyediakan buku pelajaran selain buku yang disediakan dari sekolah, yaitu buku tentang operasi hitung dan buku dongeng. Buku tersebut dipilih agar anak gemar membaca dan belajar. Orang tua juga menyediakan alat tulis. Sehingga proses pembelajaran berjalan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

(40)

26

3. Menciptakan rumah sebagai tempat belajar yang nyaman

Pada pembelajaran jarak jauh, rumah merupakan tempat pembelajaran berlangsung, sehingga dibutuhkan peran orang tua dalam menciptakan rumah sebagai tempat belajar yang nyaman. Berdasarkan observasi pada hari Sabtu, (23/01/21) terlihat bahwa pada saat pembelajaran berlangsung hanya terdapat orang tua dan anak serta tidak terdapat kebisingan. Bagi anak yang memiliki adik dan kakak orang tua mendampingi pada saat adik sedang tidur dan kakak pergi bermain, orang tua tidak menyalakan televisi, dan rumah dalam keadaan bersih. Sehingga pada saat pembelajaran berlangsung anak lebih fokus belajar dan tidak terdapat suara bising.

Berdasarkan wawancara dengan informan yang merupakan orang tua siswa diperoleh data sebagai berikut:

“Pada saat pembelajaran berlangsung, televisi saya matikan dan juga rumah dalam keadaan bersih agar anak lebih fokus dalam belajar” Ibu ES. “Saya pada saat mendampingi anak dalam pembelajaran adiknya saya minta untuk tidur dan kakaknyanya pergi bermain, sehingga anak fokus untuk belajar dan tidak ada suara bising” Ibu AR. (Wawancara, 23/01/21)

(41)

Peneliti menyimpulkan bahwa menciptakan rumah sebagai tempat belajar yang nyaman merupakan hal yang sangat penting, karena di dalam rumah terdapat beberapa anggota keluarga dan juga benda-benda yang menciptakan kebisingan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Dengan orang tua yang menciptakan rumah sebagai tempat belajar yang nyaman, maka pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

4.2.2 Memberikan motivasi

1. Memberikan semangat serta dukungan kepada anak

Berdasarkan observasi Sabtu, (23/01/21) yang dilakukan oleh peneliti terhadap orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh terlihat sesekali orang tua memberikan semangat serta dukungan kepada anak. Dukungan dan semangat yang diberikan orang tua yaitu berupa ucapan yang dapat memotivasi anak dalam belajar, sehingga pada pembelajaran jarak jauh anak tidak merasa bosan dan anak semangat untuk belajar.

Mengenai memberikan semangat serta dukungan kepada anak, peneliti melakukan wawancara dengan orang tua siswa yang menyatakan data sebagai berikut:

“Semangat yang saya berikan yaitu berupa ucapan jangan malas, harus belajar agar pintar” Ibu ES. “Semangat yang saya berikan ke anak yaitu harus semangat belajar agar mendapatkan nilai yang bagus” Ibu AR. “Anak tentu membutuhkan semangat dan dukungan apalagi pada pembelajaran jarak jauh ini anak merasa bosan, saya memberikan semangat yaitu dengan ucapan walaupun belajar dari rumah harus tetap semangat agar dapat menggapai cita-cita” Ibu P. “Semangat yang saya berikan yaitu harus belajar agar pintar” Ibu B. (Wawancara, 23/01/21)

(42)

28

Gambar 4.4 orang tua memberikan semangat kepada anak

Berdasarkan paparan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa semangat serta dukungan yang diberikan oleh orang tua merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya semangat serta dukungan yang diberikan oleh orang tua maka anak akan lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. Semangat serta dukungan tersebut diberikan orang tua sesekali saat pembelajaran berlangsung.

2. Memberikan hadiah ketika anak mengikuti pembelajaran dengan baik

Berdasarkan observasi Kamis, (28/01/21) yang dilakukan peneliti, terlihat orang tua memberikan hadiah kepada anak ketika anak mampu menyelesaikan tugas dengan baik, ketika anak mendapatkan hasil belajar yang baik dan ketika anak mengikuti pembelajaran dengan disiplin. Adapun hadiah yang diberikan orang tua yaitu berupa uang dan cemilan. Orang tua memberikan hadiah kepada anak agar anak lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran.

(43)

Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua siswa didapatkan data sebagai berikut:

“Ketika anak mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan mendapatkan hasil belajar yang baik maka saya memberikannya hadiah berupa cemilan agar anak semangat lagi untuk belajar” Ibu AR. “Saya memberikannya hadiah ketika ia mengikuti pembelajaran dengan disiplin. Dengan diberikan hadiah mereka semangat untuk belajar, Hadiahnya berupa uang.” Ibu B. (Wawancara, 28/01/21)

Gambar 4.5 Orang tua memberikan hadiah kepada anak

Peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran jarak jauh orang tua memberikan hadiah kepada anak agar anak lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dengan diberikannya hadiah kepada anak memungkinkan anak untuk lebih semangat dalam belajar dan anak mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan baik.

4.2.3 Mengawasi anak dalam belajar

1. Meluangkan waktu untuk mendampingi anak

Berdasarkan observasi pada hari Senin, (01/02/21) yang dilakukan peneliti, tampak orang tua yang selalu mendampingi dan mengawasi anak saat pembelajaran berlangsung. Bentuk pendampingan orang tua yaitu orang

(44)

30

tua yang meluangkan waktu untuk mendampingi anak. Tidak hanya mendampingi anak, tetapi juga memberikan pengawasan kepada anak. Bentuk pengawasan orang tua yaitu mengawasi dalam penggunaan

handphone. Hal tersebut dilakukan agar anak benar-benar terawasi dan

terbimbing dengan baik. Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari orang tua maka anak akan fokus dalam belajar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua siswa diperoleh data sebagai berikut:

“Saya selalu mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh berlangsung” Ibu ES. “Selama pembelajaran jarak jauh saya selalu mendampingi anak, hal yang selalu saya awasi adalah dalam penggunaan handphone karena jika saya tidak mendampinginya bisa saja anak membuka aplikasi yang lain” Ibu AR. “Mau tidak mau saya harus mendampingi anak, karena ini merupakan kewajiban sebagai orang tua, saya yang berprofesi sebagai pedagang selalu meluangkan waktu untuk mendampingi anak” Ibu P. “Saya selalu mendampingi anak dalam pembelajaran karena jika tidak saya dampingi dan tidak diawasi anak lebih memilih untuk bermain dan tidak fokus pada pelajaran” Ibu B. (Wawancara, 01/02/21)

Gambar 4.6 Orang tua yang meluangkan waktu untuk mendampingi anak

Peneliti menyimpulkan bahwa pada pembelajaran jarak jauh pengawasan dari orang tua merupakan hal yang sangat penting. Pada pembelajaran jarak jauh orang tua selalu meluangkan waktu untuk

(45)

mendampingi anak, hal tersebut dibuktikan dengan orang tua yang selalu memberikan pengawasan kepada anak selama pembelajaran berlangsung. Bentuk pengawasan orang tua yaitu mengawasi anak dalam penggunaan

handphone.

4.2.4 Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar

1. Memberikan pengetahuan kepada anak

Berdasarkan observasi Selasa, (02/02/21) yang dilakukan peneliti tampak orang tua yang mampu memberikan jawaban ketika anak bertanya kepadanya, serta orang tua yang memberikan pengetahuan baru kepada anaknya. Orang tua ikut serta menambah wawasan dan pengetahuan selama pembelajaran jarak jauh berlangsung, hal tersebut dilakukan untuk membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan mencari informasi mengenai cara mengajar anak di rumah. Pengetahuan tersebut orang tua dapatkan dari berbagai sumber, seperti google dan youtube

Berdasarkan wawancara dengan orang tua siswa diperoleh data sebagai berikut:

“Pada pembelajaran jarak jauh kami sedikit banyaknya ikut serta menambah pengetahuan kami” Ibu B. “Cara mengajar guru dan kami di rumah tentu berbeda sehingga kami perlu menambah pengetahuan kami” Ibu P. “Saya mencari referensi dari google, youtube untuk membantu menjawab pertanyaan yang diberikan anak kepada saya dan juga saya memberikan pengetahuan yang saya dapatkan kepada anak” Ibu ES. “Saya juga banyak belajar untuk membantu anak dalam mengerjakan tugasnya” Ibu AR. (Wawancara, 02/02/21)

(46)

32

Gambar 4.7 Orang tua membantu anak dalam mengerjakan tugas

Peneliti menyimpulkan bahwa orang tua ikut serta menambah wawasan dan pengetahuan selama pembelajaran jarak jauh berlangsung. Hal tersebut dilakukan orang tua untuk membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan mencari informasi mengenai cara mengajar anak di rumah. Pengetahuan tersebut orang tua dapatkan dari berbagai sumber, seperti google dan youtube. Orang tua memberikan pengetahuan yang didapatkan kepada anak sehingga anak mendapatkan pengetahuan baru. 2. Menanyakan kesulitan anak saat belajar

Berdasarkan observasi Selasa, (23/01/21) yang dilakukan peneliti tampak sesekali orang tua menanyakan kesulitan dan hambatan kepada anak. Hal tersebut dilakukan orang tua karena anak yang terlihat bingung. Pada saat pembelajaran jarak jauh kesulitan yang dialami anak yaitu anak kurang memahami materi pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan dengan anak yang

(47)

tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Untuk mengatasi hal tersebut orang tua mencari informasi melalui google dan youtube.

Berdasarkan wawancara dengan orang tua siswa diperoleh data sebagai berikut:

“Kesulitan anak dalam pembelajaran jarak jauh ini adalah anak kurang memahami materi pembelajaran, anak terlihat bingung dalam mengerjakan tugas, dan anak bertanya kepada saya” Ibu P. “Saat pembelajaran saya selalu menanyakan kesulitan anak saat belajar dan sebisa mungkin saya mengatasinya” Ibu B. “Kesulitan anak dalam pembelajaran jarak jauh ini adalah anak tidak memahami materi pembelajaran, cara saya mengatasinya saya mencari informasi melalui google dan youtube” Ibu ES. (Wawancara, 23/01/21)

Gambar 4.8 orang tua menanyakan kesulitan belajar anak

Berdasarkan paparan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa orang tua menanyakan kesulitan anak saat belajar, karena apabila orang tua tidak menanyakannya maka pembelajaran tidak dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Dengan orang tua yang menanyakan kesulitan belajar kepada anak maka orang tua dapat mengatasi kesulitan tersebut dengan baik. Orang tua membantu mengatasi kesulitan belajar anak dengan mencari informasi melalui google dan youtube.

(48)

34

4.3 Pembahasan

Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam mendampingi anak. Adapun peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh yaitu menyediakan fasilitas belajar, memberikan motivasi, mengawasi kegiatan belajar anak, dan membantu mengatasi kesulitan belajar.

Pertama, menyediakan fasilitas belajar. Orang tua telah menyediakan fasilitas belajar, seperti handphone, kuota internet, buku pelajaran, dan alat tulis. Dengan fasilitas belajar yang disediakan oleh orang tua, maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sehingga anak dapat dengan baik menerima pembelajaran dari guru. Menurut Djamarah (2006:46) fasilitas adalah segala sesuatu yang memudahkan anak. Dengan fasilitas belajar yang mendukung maka proses pembelajaran akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya menurut Hwie (2018) menyediakan fasilitas belajar yang dimaksud adalah menyediakan tempat belajar, alat tulis, buku pelajaran, handphone, kuota internet, dan sebagainya.

Kedua, memberikan motivasi. Pada pembelajaran jarak jauh motivasi sangat berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik. Karena pada pembelajaran jarak jauh anak merasa jenuh dan bosan dalam pembelajaran, sehingga dengan pemberian motivasi dapat menambah mood mereka dalam belajar. Belajar merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat dimana saja dan kapan saja baik di lingkungan sekolah ataupun dalam masyarakat, namun dalam belajar

(49)

diperlukan niat dan dukungan agar hasil dalam belajar tersebut dapat dipahami dan diingat. Dorongan dan niat tersebut dapat tumbuh dengan adanya motivasi yang mana bisa dari orang itu sendiri maupun dari orang lain.

Menurut Sunarya (2018:1-2) motivasi belajar merupakan faktor penting dalam pembelajaran karena dapat mendorong, menggerak, dan mengarahkan peserta didik. Menuurut Slameto (2010) bahwa orang tua memilki andil dalam mendukung keberhasilan anaknya terutama dalam hal motivasi anaknya dalam belajar. Motivasi yang diberikan orang tua tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga dalam bentuk lain. Selain memberikan motivasi dalam bentuk ucapan orang tua juga memberikan anak motivasi dalam bentuk reward atau hadiah.

Menurut (Purwanto, 2009:182) reward adalah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Tujuan dari pemberian reward menurut Rosyid (2018:44) adalah sebagai motivasi peserta didik untuk mencapai prestasi. Dengan adanya pemberian reward atau hadiah maka anak akan lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran.

Ketiga, mengawasi anak dalam belajar. Peran orang tua selanjutnya dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh adalah mengawasi anak dalam belajar, bentuk pengawasan yang dapat orang tua berikan adalah dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anak. Sesibuk apapun orang tua dengan berbagai kegiatan mereka, semestinya tetap meluangkan waktu untuk dapat berkomunikasi dan memberikan bimbingan dalam berbagai hal, terutama dalam pembelajaran jarak jauh (Valeza, 2017:37). Dengan orang tua yang meluangkan

(50)

36

waktu untuk mendampingi anak, maka anak dapat mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya. Bentuk pengawasan orang tua yaitu orang tua yang mengawasi anak dalam penggunaan handphone, karena jika anak tidak didampingi dalam penggunaan handphone maka anak akan membuka aplikasi lain yang terdapat pada handphone yang dapat menyebabkan anak tidak mengikuti pembelajaran dengan baik.

Keempat, membantu mengatasi kesulitan belajar. Selain mengawasi, orang tua juga berperan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar. Untuk membantu mengatasi kesulitan belajar tentu orang tua harus menambah pengetahuan dan wawasan untuk membantu anak dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan orang tua juga harus menanyakan kesulitan belajar pada anak, sehingga orang tua dapat membantu memecahkan kesulitan tersebut. Menurut Hwie (dalam Prasetyo, 2018: 23) orang tua perlu mengenal atau mengetahui kesulitan belajar. Karena dengan mengetahui kesulitan tersebut orang tua mampu menyelesaikannya. Apabila orang tua tidak mengenali kesulitan yang dihadapi anak dalam belajar, maka proses belajar anak akan terhambat. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan orang tua mencari informasi melalui google, youtube, dan lain sebagainya. Dengan informasi yang didapatkan orang tua dari berbagai sumber maka orang tua dapat membantu mengatasi kesulitan belajar pada anak dan dapat memberikan pengetahuan pada anak.

(51)

37

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengenai Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Pada Pembelajaran Jarak Jauh Di Kelas II Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat dapat diambil kesimpulan orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh. Bentuk peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh yaitu menyediakan fasilitas belajar, memberikan motivasi, mengawasi anak dalam belajar, dan membantu mengatasi kesulitan belajar.

Orang tua telah menyediakan fasilitas belajar seperti menyediakan

handphone, kuota internet, buku pelajaran dan alat tulis untuk menujang proses

pembelaaran jarak jauh. Agar anak tidak merasa jenuh dan bosan selama pembelajaran jarak jauh berlangsung orang tua memberikan motivasi serta hadiah kepada anak agar anak lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dalam pelaksanaan jarak jauh tidak lepas dari pengawasan orang tua, untuk mengawasi anak dalam belajar orang tua harus meluangkan waktu untuk mendampingi anak dalam belajar agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Dalam proses pembelajaran jarak jauh anak mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran sehingga dibutuhkan bantuan dari orang tua untuk mengatasinya. Untuk mengatasi kesulitan tersebut orang tua menambah pengetahuan dan wawasan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar pada anak.

(52)

38

5.2 Implikasi

Penelitian ini berguna untuk menambah wawasan dan informasi mengenai peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh di sekolah dasar, dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran, serta dapat menjadi bahan evaluasi bagi orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.

5.3 Saran

1. Orang tua sebaiknya selalu mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh.

2. Orang tua sebaiknya mencari solusi mengenai cara membangkitkan motivasi anak untuk belajar sehingga anak tetap semangat melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

3. Orang tua sebaiknya memberikan hukuman ketika anak tidak mengerjakan tugas dengan baik.

(53)

39

Kesiapan Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPA. LENSA (Lentera Sains), Vol. 8 (1): 19-27.

Cahyati, N & Rita, K. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemic Covid-19. Journal Golden Age, Vol. 4 (1): 152-159. Djamarah, S.B. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta

Iftitah, L, S & Mardiyana. (2020). Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak di Rumah Selama Pandemic Covid-19. JCE (Journal of Childhood Education). Vol.4 (2): 71-81.

Komariah, A & Djam’an, S. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Kurniati, E, Dina, K, N, A & Fitri, A. (2020). Analisis Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Dimasa Pandemic Covid 19. Jurnal Obsesi: Jurnal

Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 5 (1): 241-256.

Lilawati, A. (2020). Peran Orang Tua Dalam Mendukung Kegiatan Pembelajaran di Rumah Pada Masa Pandemi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 5 (1): 549-558.

Moeloeng, L.J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Doskarya. Munir, D & IT, M. (2009). Pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi

dan komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Novrinda, N.K & Yulidesni. (2017). Peran orang tua dalam pendidikan anak usia

dini ditinjau dari latar belakang pendidikan. Jurnal Potensia. Vol 2 (1).

Prawiyogi, A. G. Purwanugraha, A., Fakhry, G., & Firmansyah, M. (2020). Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Pembelajaran Siswa di SDIT Cendikia Purwakarta. Jurnal Pendidikan Dasar, Vol 11 (1): 94-101.

Roida, P. & Yuni, F. Analisa Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran

Jarak Jauh di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19. Jisamar: Journal of Information System, Applied, Management, Accounting And Research, Vol

4(2): 30-36.

Samsudin, (2019). Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak. Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, Vol 1 (2):50-61.

Slameto, (2010). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

(54)

40

Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,

dan R & D. Bandung: Alfabeta

Suyono, H. (2016). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Wardani, A & Yulia, A. (2020). Analisis Kendala Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal

Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 5 (1): 772-782

Yuangga, K & Sunarsi, D. (2020). Pengembangan Media dan Strategi Pembelajaran Untuk Mengatasi Permasalahan Pembelajaran Jarak Jauh di Pandemi Covid-19.

(55)
(56)

42

Lampiran 1. Hasil Observasi

Indikator Sub Indikator Deskripsi

Menyediakan fasilitas belajar

Menyediakan handphone dan kuota internet

Berdasarkan observasi yang dilaksanakan peneliti terlihat bahwa orang tua telah menyediakan handphone dan juga kuota internet

Menyediakan buku pelajaran dan alat tulis

Berdasarkan hasil observasi peneliti terlihat bahwa orang tua menyediakan buku pelajaran dan alat tulis. Selain buku pelajaran yang disediakan oleh sekolah orang tua juga menyediakan buku bacaan, seperti buku dongeng agar anak gemar untuk membaca. Untuk alat tulis jika bukunya habis maka langsung dibeli lagi sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancer Menciptakan rumah sebagai

tempat belajar yang nyaman

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti bahwa saat pembelajaran berlangsung hanya ada orang tua dan anak dan juga tidak ada kebisingan. Pada saat pembelajaran berlangsung rumah juga dalam keadaan bersih. Hal tersebut dilakukan orang tua agar anak lebih fokus dalam pembelajaran Memberikan

motivasi

Memberikan semangat serta dukungan kepada anak

Berdasarkan pengamatan peneliti terlihat bahwa orang tua sesekali memberikan semangat serta dukungan kepada anak agar anak lebih semnagt untuk belajar. Semangat yang diberikan orang tua yaitu berupa ucapan

Memberikan hadiah ketika anak mengikuti

pembelajaran dengan baik

Berdasarkan observasi peneliti terlihat bahwa orang tua memberikan hadiah kepada anak saat anak mengikuti pembelajaran dengan baik, hal tersebut dilakukan orang tua

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pedoman Observasi
Tabel 4.1 Profil Sekolah Dasar Negeri 211/IX Mendalo Darat
Gambar 4.1 Orang tua menyediakan handphone dan kuota internet
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut secara normatif yaitu dengan cara pengumpulan data sekunder atau data yang diperoleh dari

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan terdapat beberapa masalah yang terjadi pada anak dalam pembelajaran jarak jauh seperti belum terbiasa

Setelah mengkaji proses pembelajaran yaitu mengenai keterampilan guru, aktivitas peserta didik, dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA melalui model problem based

Peran dalam pembelajaran yang sebelum pandemi dilakukan oleh guru, saat ini porsi peran orang tua menjadi lebih besar dalam mendampingi anak belajar di rumah.. Sekolah yang

Permendikbud Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Buku Teks Pelajaran sebagai

Kriteria: Ketepatan, kesesuaian, ketelitian dan ketajaman mengolah dan menganalisis data Kemampuan menjelaskan filosofi keilmuan terkait bahan kajian/materi pelajaran

di Bali memiliki cara yang bersumber dari sastra agama dan kearifan lokal dalam menyikapi wabah dengan mengembalikan keseimbangan alam semesta secara niskala, antara

diri atau kepribadian anak. Karakteristik perkembangan sosial dan kepribadian anak-anak, remaja serta implikasinya dalam pendidikan. Perkembangan sosial merupakan