DAFTAR PUSTAKA Sumber buku
Ferbey, AD. How To Produce Succesful Advertising, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 1997.
Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar, Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2004.
Bungin, Burhan. Imaji Media Massa, Yogyakarta : Penerbit jendela, 2001.
Clow & Baack. Integrated Advertising, Promotion, and Marketing Communication. Jakarta. 2009.
Hidayat, Dedy N. Paradigma dan Metodologi Penelitian social empiric klasik Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, Jakarta. 2003. E. Kristi Poerwandari. Pendekatan Kualitatif Untuk penelitian Perilaku Manusia,
Depok. 2007.
Kasali, Rhenald. Manajemen Periklanan : Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. 1995.
Khasali, Renald. Manajemen Periklanan. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti, 1992. Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran, jilid 1 dan 2, Jakarta : PT. Indeks
Kelompok Gramedia, 2005.
Kriyantono, Rachmat, Teknik Praktis Riset Komunikasi. Malang : Prenada Media Group, 2009.
Liliweri, Alo. Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan, Bandung : PT. Citra Aditya. 1992.
Lwin, May dan Jim Aitchison. Clueless In Advertising. Jakarta. 2005.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif. . Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2006.
Morrisan. Periklanan : Komunikasi Pemasaran Terpadu. Tangerang : Penerbit Ramdina Perkasa, 2007.
Noviani, Ratna. Jalan Tengah Memahami Iklan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2002.
xiii
Shimp, Terence A. Periklanan Promosi, Aspek Tambahan, Komunikasi Terjemahan. Jakarta : Penerbit Erlangga, 2004.
Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian. Bandung. : Alfabeta, 2007.
Sutisna. Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2001.
Pawito. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta : LKIS Pelangi Nusantara, 2007.
Patton, Michael Quinn. Qualitative Research and Evaluation Methods, 3rd Edition, California : Thousand Oaks Sage Publications Inc. 2002.
Widyatama, Rendra. Pengantar Periklanan. Jakarta : Buana Pustaka Indonesia, 2005.
Yin, Robert K. Studi Kasus : Disain dan Metode. M. Djauzi Mudjakir (Penerjemah). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003.
Sumber Internet
www.bisniskeuangan.kompas.com (diakses 17 April 2015) www.marketing.co.id (diakses 17 April 2015)
https://enggiagarcia.wordpress.com/2012/02/03/media-above-the-line-dan-media-below-the-line/ (diakses 2 Februari 2016)
www. iier.org.au/ iier16/mackenzie.html (diakses 12 Februari 2016)
SumberLain
TRANSKIP WAWANCARA
Pertanyaan di ajukan kepada Bapak Ade Kurniawan selaku Media Director Layar 7 sebagai penanggung jawab dalam campaign Gudang Garam Gold period 2015 & Ibu Devi Yuliana selaku media planner sebagai pelaksana dan pengeksekusi dalam campaign Gudang Garam Gold period 2015
Didalam dunia kerja apa yang dimaksud perencanaan media (media plan)?
“suatu proses dalam merancang kampanye periklanan untuk klien, bagaimana pesan komunikasi itu dibangun kita buat sebaik mungkin dengan mempertimbangkan aspek efektifitas dan efisiensi dan yang paling penting adalah bagaimana menjawab kebutuhan dari klien akan produknya, bisa menyampaikan pesan iklan melalui media yang tepat sasaran”
Dalam campaign GG Gold apa saja produk kompetitornya?
“produk kompetitor dari produk GG Gold ini adalah rokok kretek dengan kelas menengah ke atas diantara lain Dji Sam Soe, Djarum Clavo, dan Sampoerna Hijau”
Dalam prosesnya apa saja yang dilakukan dalam pembuatan media planTV GG Gold? “setelah menerima media brief GG Gold maka langkah yang kita lakukan adalah :
1. Melakukan brainstroming
proses bertukar pikirannya antar individu pada media department dalam menelaah media brief yang diberikan.
2. Menganalisis audience sasaran
berpikir tentang strategi dan data pendukung yang diperlukan seperti :
- Analisa target audience dan perumusannya secara benar
- data kompetitor, habbits, data listenership/readership/viewership media yang
akan digunakan
- analisa data kualiatatif/psikografis kalau datanya tersedia.
xv
Hal-hal apa saja yang akan dicapai dari campaign ini yang berkaitan dengan media plan seperti TARPs, Reach, Freq, CPRP yang nanti akan dipertanggungjawabkan setelah campaign
4. media strategy dan tactic
tahapan yang sangat menentukan kemana arah planning itu mau dibawa, jalan mana yang mau ditempuh untuk memenuhi Media Objective yang telah ditetapkan, great idea apa yang akan dimunculkan.
5. Media selection
proses pemilihan atau penyaringan media tersebut, beberapa point yang dikira masih belum relevan dengan kebutuhan campaign akan dieliminasi atau diganti. dalam hal ini faktor eksternal sangat mempengaruhi keputusannya.
6. Schedulling
Pembuatan timeline dari media plan, baik berupa media grid ataupun berupa detail plan
7. Summary media plan
Rekapan dari seluruh kegiatan media plan GG Gold akan terlihat disini, seperti apa campaign yang akan dilakukan oleh klien yang dipilih oleh media department. 8. Penyajian dalam format presentasi
Hasil dari semua kegiatan media planner yang telah dilakukan akan tersaji dalam bentuk presentasi atau power point, format presentasi dalam hal ini merupakan representasi dari apa yang dilakukan sejauh ini”
Bagaimana mekanisme pada saat menerima brief?
Bapak Ade Pada tahap menerima brief saya bertanggung-jawab dengan kepentingan penerimaan brief dari GG Gold, sebisa mungkin jika tidak ada halangan saya akan berusaha untuk datang menerima brief tersebut, akan tetapi jika ada kebutuhan lain pada saat penerimaan brief saya dapat diwakilkan, namun itu tergantung dalam konteks yang seperti apa briefnya, jika brief untuk pitching maka saya akan lebih prioritaskan, jika hanya kebutuhan maintance maka dapat diwakilkan
terkadang juga penyampaian media brief juga dilakukan via email oleh klien, akan tetapi ada postitif negatif yang didapat jika dilakukan melalui email yakni negatifnya apa yang kita terima melalui email kita asumsikan sendiri tanpa bisa langsung diklarifikasi, dan positifnya adalah mengirit waktu dan tenaga untuk hadir ke klien
Bagaimana proses Brainstroming dilakukan?
Bapak Ade mengatakan proses brainstroming dilakukan oleh internal team dimana saling bertukar pikirannya antar individu yang ada selama di dalam jalur yang sudah ditentukan, saya tidak sendiri dalam menentukan kerangka seperti apa yang akan dijalankan ada media planner yang mengeksekusi dan media buyer yang memonitor produk yang sedang campaign, jadi perpaduan antar pikiran inilah yang akan membuat sebuah campaign GG Gold menjadi lebih matang
Ibu Devi Mengatakan pada kesempatan brainstroming ini kita membuat keputusan mengambil posisi 1,3, 5 di beberapa station agar dapat terlihat oleh penonton, pemilihan posisi diharapkan jadi solusi untuk campaign GG Gold kali ini
Bagaimana menentukan audiens sasaran dari media plan tersebut?
Bapak Ade : “media planner yang melakukan tahapan Analysis harus bisa menguasai software baik adquest maupun arianna untuk mencari data penunjang dalam pembuatan media plan, karena data-data tersebut menjadi acuan atau pedoman dari pembuatan media plan GG Gold, data kompetitor, media consumption habbit, serta performance dari televisi yang kemudian akan dianalisis untuk disesuaikan dengan kebutuhan iklan GG Gold”
Ibu Devi :“dalam menjalani proses pengerjaan analis media plan saya sebagai media planner harus bisa mengetahui dan menguasai software yaitu adquest dan arianna yang menunjang untuk pengerjaan proses media plan tersebut terutama dalam pencarian data yang berkaitan dengan target audience yang akan disasar nantinya, data kompetitor selama campaign biaya yang dikeluarkan, station televisi yang digunakan, program yang digunakan, pencapaian GRP, spot yang tayang sampai dengan performance dari televisi itu sendiri rating, share, maupun Indexnya.”
“proses analisis membutuhkan data dari software yang bisa mengetahui kebutuhan akan campaign, dalam campaign GG Gold ini kami mencari rating, share, dan index dari posisi 1, 3, 5 dalam commercial break agar bisa menguatkan keputusan akan pembelian posisi tayang dan dari data yang kami dapat untuk posisi tersebut memang untuk ratingnya cukup tinggi dibandingkan setelahnya”
xvii
Bapak Ade : “seorang media planner akan memperhatikan beberapa point yang akan di evaluasi nanti setelah campaign, maka dari itu disini media planner mesti benar-benar jeli dalam melihat media objective, target yang terlalu tinggi nanti akan sulit dicapai selama campaign sedangkan target yang terlalu rendah akan berpengaruh kepada penilaian klien. Oleh karena itu segala sesuatu yang berhubungan dengan TARPS, REACH, FREKUENSI, dan CPRP mesti dipertimbangkan pemilihannya”.
Ibu Devi : “saya membuat target perencanaan media GG Gold ini dengan TARPs tinggi dengan frekunsi yang sering agar dapat terlihat dimasyarakat, kebutuhan komunikasi produk tersebut agar bisa dikenal, untuk targetnya sendiri kami mematok level GRP di angka 300 pada saat launching sedangkan pada saat maintance angkanya sekitar 200 GRP angka tersebut merupakan benchmark dari level GRP produk SKT, untuk total dari pencapaian kami selama campaign adalah 6.000 GRP dengan menggunakan 9 channel agar bisa maksimal”.
Bagaimana menetapkan strategi medianya?
Bapak Ade : “media strategy dan taktik menjadi penting untuk dapat diperhatikan karena alasannya akan menentukan tercapai atau tidak nya nanti media objective yang telah ditentukan, untuk GG Gold ini kami mengambil keputusan strategi yang akan digunakan adalah program-program dengan pencapaian rating dan share yang tinggi di setiap station televisi sedangkan taktiknya adalah membatasi tayangan iklan sampai dengan pukul 24.00 setiap malamnya hal tersebut dieksekusi agar pencapaian CPRP yang murah disetiap programnya agar dapat mencukupi kebutuhan media objectice yang telah ditentukan”.
Ibu Devi : “untuk media strategi yang digunakan mengacu kepada hasil dari analisis target audience yang kita lakukan tadi dimana kami akan maksimal menggunakan channel yang tertinggi yakni TRANS, SCTV, RCTI, IVM, TRANS 7, MNCTV, GTV, ANTV dan TV ONE. Pemilihan kesemua channel tersebut dikarenakan agar mendapatkan reach dan impact yang maksimum dalam hal ini untuk memenuhi media objective yang di targetkan tadi”. Bagaimana proses media selectionnya?
Ibu Devi : “masukan dari station atau orang yang netral bisa mempengaruhi keputusan kami dalam menjalankan media strategy dan tactic, hal ini dapat menyesuaikan dengan kebutuhan campaign. Kita tidak baku terhadap pilihan yang kita buat sebelumnya, semua masukan kita tampung dan dapat kita gunakan”.
“ada beberapa program pada tahap media selection yang tidak bisa digunakan dan kita ganti dengan program yang mempunyai rating dan share yang yang kurang lebihnya agar bisa menggantikan target yang kita telah buat”.
Bagaimana menetapkan jadwal medianya (schedulling)?
Ibu Devi : “kebutuhan klien akan proses scheduling terbagi dua ada yang meminta master media plan saja , ada juga yang dengan detail media plan. Untuk detail media plan klien akan kritis dalam melihatnya bagaimana iklan akan ditempatkan dan disalurkan dapat diubah-ubah disini tergantung kebutuhannya, media schedule yang dimintan klien berupa media grid dan detail plan karena klien menyampaikan ingin melihat seperti apa komposisi dan waktu dari media plan tersebut, pada campaign GG Gold ini kami menggunakan metode schedulling flighting dimana akan ada period ketika brand campaign dan period ketika brand tidak campaign”.
Apa dan Bagaimana bentuk summary media plan / perencanaan media tersebut?
Ibu Devi : “proses yang paling menyita waktu adalah kegiatan summary media plan ini, klien akan merevisi apa yang telah kita buat, beberapa kebijakan yang dipunyai oleh GG menjadikan proses eksekusi menjadi tertahan, seperti hanya boleh 1 iklan dalam 1 break brand yang sama, maksimal 3 brand yang berbeda dalam 1 break iklan, hal ini tergantung dari keputusan klien. Kami selaku pihak yang ditunjuk untuk membuat media plannya harus mengikuti kebijakan yang ada”.
Apa dan Bagaimana bentuk penyajian dalam format presentasi tersebut?
Bapak Ade : “proses yang tidak kalah penting dalam proses media plan adalah presentasi atau penyajian data yang sudah kita buat kepada klien, bagaimana kita menampilkan secara ringkas apa yang sudah kita kerjakan tanpa mengurangi inti dari maksud secara keseluruhan dengan maksud klien dapat mengerti dengan baik”.
“secara keseluruhan proses media plan merupakan kerja seluruh tim yang ada didalamnya setiap individu turut andil membangun campaign yang akan dilaksanakan, masing-masing
xix
punya porsinya sendiri-sendiri yang saling berkesinambungan dalam membangun sebuah campaign”.