i
JUDUL
(RANCANG BANGUN TELEMEDIS KADAR GLUKOSA
BERBASIS INTERNET OF THINKS)
Disusun dalam Memenuhi
Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S1) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Semarang
YUSRAKA DIMAS AL IMAN C.411.15.0025
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEMARANG
SEMARANG
2019
v
Glukosa merupakan kelompok senyawa karbohidrat sederhana atau monosakarida. Melihat rasio Dokter di Indonesia masih satu banding 5.000 penduduk. Indonesia adalah kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan (17.000 pulau). Sehingga untuk menempatkan dokter ahli di seluruh pulau jelas memiliki kendala tersendiri. Menurut WHO penyakit mematikan adalah serangan jantung, stroke di mana salah satunya terjadi kerena komplikasi diabetes. Hal ini harus diperhatian khusus terutama pada diabetes dalam pemerikasaan rutin kadar glukosa pada tubuh.
Oleh karena itu, untuk memudahkan pemeriksaan dan pengambilan sampel darah maka perlu direkayasa suatu alat yang dapat mengukur konsentrasi gula darah, yang lebih praktis dan akurat dengan membaca resistansi gula pada darah berbasis Internet Of Things. Prinsip kerja pengambilan sempel data menggunakan sensor resistasi dimana sensor tersebut membaca nilai resistansi kadar gula darah dalam tubuh. Data hasil akan diproses kemudian dikirim melalui wifi ESP8266 ke server. Penggunaan Internet Of Thing sebagai mode pengiriman data dalam penggunaan jaringan memerlukan interaksi antar seseorang. Data proses juga dapat di lihat melaui LCD yang bertujuan agar data yang dikirim sama dengan data yang ada pada alat. Metode ini dapat memudahkan para dokter spesialis terutama Glukosa untuk memonitoring pasien dalam jarak antar pulau. Alat yang dibuat memiliki batas ukur sebesar 30-300mg/Dl dengan persentase kesalahan maksimum 4,7% dan dapat ditampilkan langsung melalui IOT ( Interner of Things ).
vi
Glucose is a group of compounds or simple carbohydrates Monosaccharides. Look at the ratio of doctors in Indonesia is still one appeal of 5,000 residents. Indonesia is Indonesia's geographical conditions in the form of Islands (17,000 islands). So to put experts in the entire island clearly has its own constraints.According to WHO the deadly disease is heart attack, strokes in which one of them occurred because the complications of diabetes.This should be a special diperhatian mainly on diabetes in pemerikasaan routine glucose levels in the body.
Therefore, to facilitate inspection and the taking of a blood sample it is necessary an engineered tool that can measure the blood sugar concentration, the more practical and accurately by reading the resistance of sugar in the blood-based Internet Of Things.The working principle of the retrieval of sensor data using resistasi sempel where the sensor reads the value of the resistance of blood sugar levels in the body.Data will be processed and then shipped via wifi ESP8266 to the server.The use of the Internet Of Thing as the delivery mode data in network usage requires the interaction of a person.Process data can also be seen via the LCD that aims so that the data sent is equal to the existing data on the device.This method can facilitate the specialist mainly Glucose to monitor patients in the distances between the Islands.Tool created has a limited measure of 30-300 mg/Dl with a maximum error percentage of 4.7% and can be shown directly through IOT (Interner of Things).
vii
Dengan mengucap segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, karunia dan hidayah-Nya, penulis diberi kekuatan untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini. Sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir. Penulis tugas Akhir ini dimaksudkan guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Jenjang Pendidikan Sarjana (S-1) Program Studi Teknik Elektro fakultas Teknik Universitas Semarang.
Dengan telah selesainya Laporan Tugas Akhir ini yang tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak lain secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu perkenalkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Andy Kridasusila, SE, MM, selaku Rektor Universitas Semarang. 2. Bapak Purwanto, ST, MT, selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Semarang
3. Ibu Titik Nurhayati, ST,M.Eng, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Semarang.
4. Bapak Andi Kurniawan N,ST, MT Selaku Dosen Pembimbing I yang telah bersedia menluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan, saran, dan bimbingan materi serta kemudahan yang memungkinkan dalam terselesaikannya penyusunan Tugas Akhir ini.
5. Ibu Sri Heranurweni, ST, MT selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan, saran, dan
viii
terselesaikannya penyusunan Tugas Akhir ini.
6. Orang tua, kakak dan adik tercinta, yang selalu memberikan doa restunya serta yang menjadi sumber motivasi untuk menyelesaikan jejang sarjana ini. 7. Kawan-kawan aktivitas Laboratorium Elektronika Dasar, Laboratorium Instalasi, Laboratorium Mikrokontroler, dan Bengkel Kerja Workshop yang telah berbagi ilmu selama ini.
8. Teman-teman sharing “TIM ROBOT USM” serta Rekan-rekan Teknik Elektro dari tahun 2015 sampai dengan 2019, terima kasih banyak atas kerjasama dan bantuannya selama ini semoga menjadi kenangan tersendiri untuk melanjutkan masa depan yang cukup panjang untuk meraih kesuseksesan di dunia dan bekal di akhirat kelak.
9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.
10. Teman-teman seperjuangan S1 Teknik Elektro Angktan 2015.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini tidak sesempurna sebagaimana yang diharapkan, untuk itu saran dan kritik sangat diharapkan demi menyusun skipsi ini. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk para akademisi, praktisi ataupun untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Akhir kata penulis mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan yang ada pada penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat baagi semua.
Semarang, Januari 2019
ix
TUGAS AKHIR ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
LEMBAR PERSETUJUAN REVISI ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
PRAKATA ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I ... 1
PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Perumusan Masalahan ... 2
1.3 Tujuan Tugas Akhir ... 3
1.4 Batasan Masalah ... 3
1.5 Metodologi Penelitian ... 3
1.6 Sistematika Penulisan ... 5
BAB II ... 7
TINJAUAN PUSTAKA... 7
2.1 Definisi Telemedis Kadar Glukosa Berbasis IOT ... 9
2.1.1 Penyakit diabetes tipe 1 ... 10
2.1.2 Penyakit Diabetes tipe 2 ... 10
2.2 Sensor Resistansi (Autocheck) ... 11
2.3 Mikrokontroler ATMega8 ... 11
2.3.1 Pin Masukkan dan Keluaran Arduino Uno ... 13
2.3.2 Sumber Daya dan Pin Tegangan Arduino Uno ... 14
2.3.3 Memori Program ... 16
2.3.4 Memori Data ... 16
2.3.5 Mamori Data EEPROM ... 17
2.4 ESP8266 ... 17
x
2.6.1 Nama domain (domain name/URL – Uniform Resource Locator) . 21
2.6.2 Rumah Tempat Website (Web Hosting) ... 21
2.6.3 Bahasa Program (Script Program) ... 22
2.6.4 Desain Website... 22 2.6.5 Publikasi website ... 23 2.6.6 Pemeliharaan website ... 23 BAB III... 25 METODE PENELITIAN ... 25 3.1 Jenis Penelitian ... 25 3.2 Materi Penelitian ... 25 3.3 Perancangan Alat ... 26
3.3.1 Penjelasan Sistem Diagram Blok ... 26
3.3.2 Keterangan masing – masing Diagram Blok : ... 28
3.4 Perancangan Hardware ... 29
3.4.1 Perancangan Rangkaian Atmega8... 29
3.4.2 Perancangan Rangkaian Power Supply ... 30
3.4.3 Perancangan Sensor Resistansi (Autocheck) ... 30
3.4.4 Perancangan Rangkaian LCD ... 31
3.4.5 Perancangan Rangkaian ESP8266 ... 31
3.4.1 Perancangan Desain Alat ... 32
3.5 Perancangan Software ... 34
3.5.1 Perancangan Telemedicine pada Arduino ... 34
3.5.2 Perancangan Telemedicine pada Web Server ... 38
3.6 Diagram Alir ... 42
3.7 Penjelasan Diagram Alir (Flow Chart) ... 43
BAB IV ... 44
PENGUJIAN DAN ANALISA... 44
4.1 Pengujian Perangkat Keras ... 44
4.1.1 Pengujian Liquid Crystal Display ( LCD ) ... 44
4.1.2 Pengujian Sensor Resistansi (Autocheck) ... 47
4.1.3 Pengujian Catu Daya ... 50
4.1.4 Pengujian Koneksi Arduino dengan Modul Wifi ESP8266 ... 53
4.2 Pengujian Perangkat Lunak ... 53
xi BAB V ... 63 KESIMPULAN ... 63 5.1 Kesimpulan ... 63 5.2 Saran ... 64 DAFTAR PUSTAKA ... 65 LAMPIRAN ... 68
xii
Gambar 2.1 Sensor Resistansi (Autocheck) ... 11
Gambar 2.2 Arduino Uno (Baxter et al., 2008) ... 13
Gambar 2.3 Peta Memori Program ATmega 328 (Baxter et al., 2008). ... 16
Gambar 2.4 Peta Memori ATmega 328 (Baxter et al., 2008). ... 17
Gambar 2.5 ESP8266 (Yuliansyah, 2016) ... 18
Gambar 2.6 Bentuk LCD 16x2 Karakter (Vishay, 2012) ... 19
Gambar 3.1 (a) Blok diagram pengiriman data, (b) Penerima data ... 26
Gambar 3.2 Perencanaan Rangkaian Atmega8 ... 29
Gambar 3.3 Prancangan Rangkaian Power Supply... 30
Gambar 3.4 Perancangan Rangkaian Sensor Resistansi (Autocheck) ... 30
Gambar 3.5 Perancangan Rangkaian LCD ... 31
Gambar 3.6 Perancangan Modul ESP 8266 ... 31
Gambar 3.7 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak depan ... 32
Gambar 3.8 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak samping ... 32
Gambar 3.9 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak atas ... 33
Gambar 3. 10 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak samping atas ... 33
Gambar 3.11 Tampilan utama Software Arduino ... 34
Gambar 3.12 Contoh Program Arduino Blink ... 36
Gambar 3.13 Pilih board yang digunakan ... 37
Gambar 3.14 Status bar ... 38
Gambar 3.15 Perancangan GUI Web Secara Online (Sistem Monitoring) ... 38
xiii
Gambar 3.18 Pemilihan tabel dan mencoba membuat tabel ... 40
Gambar 3.19 Coding pada w3schools.com ... 40
Gambar 3.20 Hasil tabel Data Telemedicine ... 41
Gambar 3.21 Diagram Alir ... 42
Gamabar 4.1 tampilan LCD ... 47
Gamabar 4.2 (a)Hasil Sesudah Kalibrasi pada Serial Monitor Arduino, (b) Hasil pada autocheck 3 in 1 ... 50
Gamabar 4.3 Pengujian Rangkaian Power Supply ... 50
Gamabar 4.4 Pengukuran Tegangan Input ... 51
Gamabar 4.5 Pengukuran Tegangan IC LM7805 ... 51
Gamabar 4.6 Pengukuran Tegangan IC LM7809 ... 52
Gamabar 4.7 Tampilan hasil program Arduino ... 54
Gamabar 4.8 Tampilan hasil program Web... 59
xiv
Tabel 2.1Kriteria Diagnosis Untuk Gangguan Kadar Gula Darah (Gripp, Ennis
and Napoli, 2013) ... 10
Tabel 2.2 Sensor Resistansi (Autocheck) ... 11
Tabel 2.3 Daftar AT-Command (Yuliansyah, 2016) ... 19
Tabel 2.4 Konfigurasi Pin LCD 16 x 2 Secara Fungsional (Vishay, 2012) ... 20
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran pada I2C LCD... 45
Tabel 4.2 pengujian Sensor Resistansi (Autocheck). ... 47
Tabel 4.3 Hasil Rangkaian Pengujian Rangkaian Input Catu Daya ... 51
Tabel 4.4 Hasil Rangkaian Pengujian Rangkaian Output Catu Daya ... 51
Tabel 4.5 Hasil Tegangan Input dan Output Modul ESP8266... 53
Tabel 4.6 Pengujian dan hasil pengukuran ... 59
Tabel 4.7 hasil prosentase kesalahan alat pada darah puasa ... 60
xv
Lampiran 1. Source Code HTML ... 68
Lampiran 2. Source Code DataBase MySQL ... 71
Lampiran 3. Source Code Koneksi ke DataBase ... 71
Lampiran 4. Source Code Arduino ... 73
Lampiran 5. Photo Alat ... 83
Lampiran 6. Photo Alat Tampak Atas... 83
Lampiran 7. Photo Alat Tampak Depan ... 84
Lampiran 8. Photo Alat Tampak Samping ... 84
Lampiran 9. Photo Alat Tampak Samping Atas ... 85
Lampiran 10. Rangkaian Keseluruhan ... 85
Lampiran 11. Skema alat... 86
Lampiran 12. Rangkaian Photo Alat ... 86
Lampiran 13. Langakah 1 Ujicoba Alat ... 87
Lampiran 14. Langakah 2 Ujicoba Alat ... 87
Lampiran 15. Langakah 3 Ujicoba Alat ... 88
Lampiran 16. Langakah 4 Ujicoba Alat ... 88
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Melihat rasio Dokter di Indonesia masih satu banding 5.000 penduduk. Jika dibandingkan dengan Malaysia, rasio dokter di Malaysia satu berbanding 700 jiwa. Permasalahan lainnya yang dihadapi Indonesia adalah kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan (17.000 pulau). Sehingga untuk menempatkan dokter ahli di seluruh pulau jelas memiliki kendala tersendiri. Sebagian besar dokter ahli lebih memilih berada di pusat-pusat perkotaan besar, khususnya ibu kota provinsi. Masyarakat yang berada di kabupaten, kecamatan, atau desa apalagi di daerah perbatasan mau tak mau harus cukup puas dilayani oleh dokter yang bukan spesialis atau bahkan mantri dan perawat (Luti, Hasanbasri and Lazuardi, 2012). Menut WHO penyakit mematikan adalah serangan jantung, stroke di mana salah satunya terjadi kerena komplikasi diabetes. Dimana hal ini harus lebih diperhatikan dalam pemerintah untuk memberikan perhatian lebih agar dapat mengontrol tingkat penyakit kususnya diabetes.
Pada penelitian sebelumnya yaitu menggunakan serat optik bundel sebagai komponen sensor. Pengukuran didasarkan atas metode optik dengan memanfaatkan sifat serapan glukosa darah terhadap radiasi cahaya laser dengan panjang gelombang 1,9 μm. Pengukuran dilakukan dengan menempatkan sampel di dalam kuvet dan melewatkan cahaya laser 1,9 μm, kemudian ditransmisikan kedalam serat optik bundel dan selanjutnya diterima oleh detektor optik (power-meter)(Ninik Irawati, 2013). Pada penelitaian selanjutnya dengan menggunakan modul ESP8266 dan arduino
dalam mengambil data dari alat digital rumah sakit untuk dishering ke dalam komputer untuk dilakukan monitoring pada pasien (Satoto et al., 2017a). Dari penelitian tersebut dapat dikembangkan dalam mengambil keterbatansan pembacaan sensor dan pembacaan lingkup dari rumah sakit menjadi antar pulau dimana dapat juga dimonitoring secara jarak jauh dan
real team.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada penulis ingin membuat alat untuk mempermudah seorang dokter untuk mengawasi pasien terutama pada glukosa. Dengan mengembangkan kedua penelitian dan memanfaat jaringan internet mempermudah dalam pengawasan termasuk daerah terpencil.
Pada pembuatan tugas akhir ini, penulis akan merancang alat telemedis kadar glukosa berbasis IOT. Penulis berharap supaya alat ini dapat mempermudah untuk seseorang dokter mengawasi dan melayani masyarakat terutama daerah tepencil untuk mengkonsultasikan kadar glukosa pada masyarakat.
1.2 Perumusan Masalahan
Dengan melihat latar belakang masalah yang ada, pembuatan pengering ikan asin berbasis arduino.
1. Bagaimana membuat alat pendeteksi gula darah yang dapat terhubung ke server?
2. Bagaimana cara kerja telemedis kadar gula darah berbasis Internet Of
1.3 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan dari pembuatan tugas akhir dengan juadul “
RANCANG
BANGUN TELEMEDIS KADAR GLUKOSA BERBASIS
INTERNET OF THINGS” :
1. Membuat sistem yang dapat mengirim data sensor dari pasien ke server menggunakan Internet of Things.
2. Mengetahui cara karja sensor yang mendeteksi kadar gula darah dengan berbasis Internet of Things.
1.4 Batasan Masalah
Dalam penulisan tugas akhir ini penulis memberikan batasan – batasan masalah yang nantinya tidak menimbulkan melebarnya topik pembahasan.
Pembuatan telemedis kadar glukosa berbasis IOT ditentukan batasan – batasan masalah sebagai berikut:
a. Software pemrograman bahasa C.
b. Pembahasan mengenai komponen pendukung yang meliputi: sensor darah, module Wifi, Arduino, dan komponen lain yang digunakan dalam rancang bangun telemedis kadar glukosa berbasis Internet of Things.
1.5 Metodologi Penelitian
Untuk mencapai tujuan yang maksimal dari tugas akhir ini, maka dibutuhkan suatu metode atau urutan untuk memperjelas seluruh permasalahan yang akan dikemukakan dalam penelitian tugas akhir ini. Oleh karena itu penulis menentukan langkah – langkah yang dapat
memaksimalkan penelitian tugas akhir, metode yaang digunakan antara lain:
1. Metodologi Pengamatan ( Observasi )
Metode dengan mengadakan pengamatan langsung ke suatu obyek yang akan diteliti. Dalam hal ini telah diadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek yang akan menjadi pokok bahasan. Adapun tujuan dari observasi ini supaya didapatkan masukan dan informasi yang diperlukan, sehingga dalam penyususnan Tugas Akir ini tidak terjadi salah satu pengertian dengan keadaan yang sebenarnya.
2. Metodologi Studi Pustaka
Metode studi pustaka adalah suatu metode yang dilakukan dengan membandingkan buku – buku atau literatur – literatur yang berkaitan dengan pokok pembahasan. Faktor penunjang yang penting dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah kebutuhan akan referensi dan literatur – literatur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dibaca buku – buku maupun sumber pustaka lain sebagai sumber informasi yag berkaitan dengan pokok bahasan tentang telemedis kadar glukosa berbasis Internet of Things.
3. Metodologi Perancangan Sistem
Metode perancangan adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara menggambar setasa dan perencanaan sistem yang akan digunakan dalam telemedis kadar glukosa berbasis Internet of Things.
4. Metodologi Pembuatan Sistem
Metode ini dilakukan untuk pembuatan alatnya secara nyata sesuai dengan perancangan yang sudah dibuat.
5. Pengujian dan Analisa Sistem
Metode ini digunakan untuk menguji alat dan kestabilannya, dan menjadi koreksi bila alat tidak berjalan sesuai dengan yang ada dalam perencanaan.
6. Pembuatan Laporan
Metode ini digunakan untuk membuat laporan hasil dari pembuatan alat dan pengujian alat, dimana metode ini merupakan tahap terakhir dalam pembuatan tugas akhir.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penyusunan laporan tugas akhir adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan atau menjelaskan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penulisan, pembatasan masalah metodologi penelitian dan sistematika penulisan laporan tugas akhir.
BAB II LANDASAN TEORI
Menjelaskan dan menerapkan dasar-dasar teori yang menunjang pembahasan terhadap masalah yang dibahas.
BAB III PERENCANAAN SISTEM
Memberikan gambaran tentang perencanaan rangkaian yang diajukan dan implementasi terhadap rangkaian yang dibuat. BAB IV HASIL DAN ANALISA
Dalam bab ini akan dibahas analisa tentang hasil pendataan dengan landasan teori. Disamping itu juga dibahas mengenai permasalahan-permasalahan yang timbul selama proses pembuatan dan uji coba alat.
BAB V PENUTUP
Dalam bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang berhubungan dengan permasalahan yang telah di bahas.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Septian Prastyo Aji yang berasal dari Indonesia melakukan penelitaian telemedicine pemantau infus pasien di rumah sakit untuk mencegah keterlambatan secara intravena dengan pemantauan tetes infus ini menggunakan besi sebagai kerangka kerja dan diimplementasikan pada 500 ml infus menggunakan set infus makro dengan tingkat keberhasilan hingga 97,13% (Aji, 2017). Budi Dwi Satoto dan Achmad Yasid yang berasal dari Indonesia melakukan penelitaian data tekanan darah pasien diperoleh dari tensimeter digital dengan ESP8266 ke server, Hasil proses pemompaan, menghitung systole, diastole dan heart beat serta transfer data ESP8266 adalah 28-30 detik dengan probabilitas data yang dapat ditransfer sukses adalah berkisar 88-90% (Satoto et al., 2017). Eko Satria dan Wildian Suryana yang berasal dari Indonesia melakukan penelitaian kadar gula darah dengan non-invasive, yaitu alat yang dapat mengukur kadar gula darah tanpa harus menguji dan memeriksa darah secara langsung tetapi menggunakan urine sebagai spesimen dan Alat yang dibuat mempunyai kesalahan relatif maksimum sebesar 9,8% (Satria and Wildian, 2013). Pada penenlitian Syahril dalam penelitiannya mengatakan bahwa alat telemedicine elektronik kesehatan masih terbatas digunakan, itupun hanya ada pada rumah sakit tertentu, untuk pemakaian masyarakat umum masih sangat t---erbatas(Syahril, 2013).
Jonathan Prabowo dan Yaya Suryana yang berasal dari Indonesia melakukan penelitaian kadar gula darah dengan Sistem Instrumentasi alat
ukur kadar gula darah non invasive berbasiskan arduino dengan monitoring menggunakan perhitungan nilai konsentrasi larutan dan dengan refraksi bidang getar gelombang cahaya oleh sensor Photodiode dan LED 1600 L dan tanpa melukai pasien dengan sistem Gelombang cahaya melewati jari dan direspon oleh sensor photodiode dengan mempunyai kesalahan relatif maksimum sebesar 10% (Prabowo et al., 2016). Riza Tamridho yang berasal dari Indonesia melakukan penelitaian kadar gula darah dengan mekayasa suatu alat yang dapat mengukur konsentrasi gula darah yang lebih praktis dan akurat dengan menggunakan prinsip spektroskopi, Prinsip spektroskopi didasarkan pada absorbsi sinar oleh molekul sehingga terjadi proses eksitasi dan de-eksitasi elektron pada molekul sehingga dapat dilakukan pengukuran spektrum absorbsi dari suatu senyawa mempunyai kesalahan relatif maksimum sebesar 10,37% (Tamridho et al., 2008).
Penelitian telemedicine kadar gula darah menggunakan darah sebagai deteksi penyakit gula darah dengan mengirimkan data secara online menggunakan web server. Penelitian sebelumnya mendeteksi menngunkan metode non invasive tetapi tidak dikirim secara jauh data hasil pemeriksaaan. Pengiriman data menggunkan Internet of Things pada penelitian sebelumnya menggunkan ESP8266 tetapi hanya digunakan untuk lingkup rumah sakit. Pada penelitian rancang bangun telemedicine kadar gula darah berbasis Internet of Things dapat mengirimkan hasil data pengecekan gula darah ke dalam web server menggunakan modul ESP8266, dan dapat diakses secara langsung melalui web browser yang terhubung dengan wifi ESP8266 dan ditampilkan pada LCD 20x4.
2.1 Definisi Telemedis Kadar Glukosa Berbasis IOT
Telemedis Kadar Glukosa Berbasis IOT merupakan trobosan terbaru dalam perkembangan teknologi. Dalam dunia kedokteran masih minimnya tenaga ahli dalam pengontrolan glukosa yang mengakibatkan masyarakat pada daerah terpencil jauh dari penanggulangan dokter ahli. Bertujuan menggunakan teknologi IOT supanya dapat di dunakan dalam pemeriksaan secara online. Hal ini bertujuan pemerataan dalam pemeriksaan terhadap nilai glukosa pada manusia semakin tinggi dan dapat di tanggulangi sejak dini di kota maupun di desa terpencil. Perkembangan Telemedis Kadar Glukosa Berbasis IOT diharapkan dapat diterapkan di bidang instrumentasi kesehatan yang memiliki fungsi yang dapat memudahkan dokter ahli dalam penyuluhan dan pengontrolan kadar glukosa masyarakat daerah perkotaan maupun daerah terpencil secara online.
Glukosa merupakan kelompok senyawa karbohidrat sederhana atau monosakarida. Di alam, glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Glukosa berfungsi sebagai sumber energi untuk sel-sel otak, sel saraf, dan sel darah merah. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi yang tetap, yaitu antara 70-100 mg tiap 100 ml darah. Glukosa darah ini dapat bertambah setelah kita makan makanan sumber karbohidrat, namun setelah kira-kira 2 jam setelah makan, jumlah darah akan kembali seperti semula (Gripp, Ennis and Napoli, 2013).
Ada 2 jenis tipe utama dalam penyakit diabetes yaitu (M.E., 1883):
2.1.1 Penyakit diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita penyakit diabetes harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderita penyakit diabetes ini adalah anak-anak & remaja.
2.1.2 Penyakit Diabetes tipe 2
Penyakit diabetes ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe penyakit diabetes ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat penyakit diabetes dalam keluarga.
Kriteria diagnosis untuk gangguan kadar gula darah. Pada ketetapan terakhir yang dikeluarkan oleh WHO (Dalam pertemuan tahun 2005) ditunjukan pada Tabel 2.1:
Tabel 2.1 Kriteria Diagnosis Untuk Gangguan Kadar Gula Darah (Gripp, Ennis and Napoli, 2013)
Metode Pengukuran
Kondisi Kadar Gula dalam Darah
Normal Diabetes IGT IFG
Gula Darah Puasa
< 6.1 mmol/l ≥ 7.0 mmol/l < 7.0 mmol/l 6.1 ≤ X < 7.0 mmol/l < 110 mg/dl ≥ 126 mg/dl < 126 mg/dl 110 ≤ X < 126 mg/dl Gula Darah 2 Jam Setelah Makan < 7.8 mmol/l ≥ 11.1 mmol/l 7.8 ≤ X < 11.1 mmol/l < 7.8 mmol/l < 140 mg/dl ≥ 200 mg/dl 140 ≤ X < 200 mg/dl < 140 mg/dl
Ada kondisi dimana seseorang mengalami gangguan kadar gula dalam darahnya dan dimasukkan dalam kelompok IGT (Impaired Glocose
Tolerance = Toleransi Glukosa Terganggu). IGT oleh WHO didefinisikan
sebagai kondisi dimana seseorang mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit diabetes walaupun ada kasus yang menunjukkan kadar gula darah dapat kembali ke keadaan normal. Ada juga kelompok IFT (Impaired Fasting
Glucose = Glukosa Puasa Terganggu). IFG sendiri mempunyai kedudukan
hampir sama dengan IGT. Bukan entitas penyakit akan tetapi sebuah kondisi dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara optimal dan terdapatnya gangguan mekanisme penekanan pengeluaran gula dari hati ke dalam darah (Gripp, Ennis and Napoli, 2013).
2.2 Sensor Resistansi (Autocheck)
Gambar 2.1 Sensor Resistansi (Autocheck)
Tabel 2.2 Sensor Resistansi (Autocheck) No Function Response
1 Tegangan 329 mV
2 Arus 21 mA
3 DATA 69,8 mV
2.3 Mikrokontroler ATMega8
Arduino uno adalah arduino yang menggunakan mikrokontroler Atmega328. Arduino Uno memiliki 14 pin digital ( 6 pin dapat digunakan
sebagai output PWM ), 6 input analog, 16MHz osilator kristal, sebuah koneksi USB, sebuah konektor sumber tegangan, sebuah header ICSP, dan sebuah tombol reset. Arduino Uno memuat segala hal yang dibutuhkan untuk mendukung sebuah mikrokontroler. Hanya dengan menghubungkan ke sebuah komputer melalui USB atau memberikan tegangan DC dari baterai atau adaptor dari AC ke DC sudah dapat membuatnya bekerja. Arduino Uni menggunakan Atmega16U2 yang diprogram sebagai USB-to-serial-converter untuk komunikasi serial ke komputer melalui port USB(Baxter et al., 2008). Tampak dari atas dari arduino dapat dililat pada gambar:
Mikrokontroler : Atmega328 Tegangan operasi : 5V
Tegangan Input ( recommended ) : 7 – 12 V Tegangan input ( limit ) : 6 – 20 V
Pin digital I/O : 14 ( 6 diantaranya pin PWM ) Pin analog input : 6
Arus DC per pin I/O : 40mA Arus DC untuk pin 3.3V : 150mA
Flash Memory : 32 KB dengan 0.5 KB digunakan untuk bootloader SRAM : 2KB
EEPROM : 1KB
Gambar 2.2 Arduino Uno (Baxter et al., 2008)
2.3.1 Pin Masukkan dan Keluaran Arduino Uno
Masing – masing dari 14 pin digital arduino uno dapat digunakan sebagai masukkan atau keluaran menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(), dan digitalRead(). Setiap pin beroperasi pada tegangan 5Volt. Setiap pin mempu menerima atau menghasilkan arus maksimum semesar 40mA dan memiliki resistor pull-up internal ( diputus secara default ) sebesar 20 – 30 Kohm. Sebagai tambahan, beberapa pin masukkan digital memiliki kegunaan khusus yaitu: Komunikasi serial : pin 0 ( RX ) dan pin 1 ( TX ), digunakan untuk
menerima ( RX ) dan mengirim ( TX ) data secara serial.
External interupt : pin 2 dan pin 3 dapat dikonfigurasikan untuk memicu sebuah interrupt pada nilai rendah, sisi naik atau turun, atau pada saat terjadi perubahan nilai.
Pulse-width modulation ( PWM ) : pin 3,5,6,9,10 dan 11, menyediakan keluaran PWM – 8 bit dengan menggunakan fungsi analogWrite().
Serial Peripheral Interface ( SPI ) : pin 10 ( SS ), 11 ( MOSI ), 12 ( MISO ), dan 13 ( SCK ), pin ini mendukung komunikasi SPI dengan menggunakan SPI library.
LED : pin 13, terdapat built-in LED yang terhubung ke pin digital 13. Ketika pin bernilai HIGH maka LED menyala, sebaliknya ketika pin bernilai LOW maka LED akan padam.
Arduino memiliki 6 masukkan analog yang diberi label A0 samapai A5, setiap pin menyediakan resolusi sebanyak 10 bit ( 1024 nilai yang berada ). Secara default pin mengukur nilai tegangan dari ground ( 0V ) hingga 5V, walaupun begitu dimungkinkan untuk mengganti nilai batas atas dengan menggunakan pin AREF dan fungsi AnalogReference(). Sebagai tambahan beberapa pin masukkan analog memiliki fungsi khusus yaitu pin A4 ( SDA ) dan pin 5 ( SCL ) yang digunakan untuk komunikasi Two Wire Interface ( TWI ) atau Inter
Integrated Circuit ( I2C ) dengan menggunakan Wire Library (Baxter et al., 2008).
2.3.2 Sumber Daya dan Pin Tegangan Arduino Uno
Arduino uno dapat diberi daya melalui koneksi USB (
Universal Serial Bus ) atau melalui power supply external. Jika arduino
uno diubungkan ke kedua sumber daya tersebut secara bersamaan maka arduino uno akan memilih salah satu sumber daya secara otomatis untuk digunakan. Power supplay external ( yang bukan melalui USB ) dapat berasal dari adaptor AC ke DC atau baterai. Adaptor dapat dihubungkan ke soket power pada arduino uno. Jika menggunakan
baterai, ujung kaber yang dihubungkan ke baterai dimaasukkan kedalam pin GND dan Vin yang berada pada konektor power.
Arduino uno dapat beroperasi pada tegangan 6 sampai 20 Volt. Jika arduino diberi tegangan di bawah 7 Volt, maka pin 5 Volt akan menyediakan tegangan di bawah 5 Volt dan arduino uno mungkin bekerja tidak stabil. Jika diberikan tegangan melebihi 12 Volt, penstabil tegangan kemungkinan akan menjadi terlalu panas dan merusak arduino uno. Tegangan rekomendasi yang diberikan ke arduino uno berkisar antara - 12 Volt (Baxter et al., 2008).
Pin – pin tegangan pada arduino uno adalah sebagai berikut:
Vin adalah pin untuk mengalirkan sumber tegangan ke arduino uno ketika menggunakan sumber daya eksternal ( selain dari koneksi USB atau sumber daya yang teregulasi lainnya ). Sumber tegangan juga dapat disediakan melalui pin ini jika sumber daya yang digunakan untuk arduino uno dialirkan melalui soket power.
5V adalah pin yang menyediakan tegangan teregulasi sebesar 5 Volt berasal dari regulator tegangan pada arduino uno.
3.3V adalah pin yang menyediakan tegangan teregulasi sebesar 3.3 Volt berasal dari regulator tegangan pada rduino uno.
GND adalah pin ground Peta Memori Arduino Uno
Arduino uno adalah arduino board yang menggunakan mikrokontroler ATmega328. Maka peta memori arduino uno sama dengan peta memori pada mikrokontroler ATmega328.
2.3.3 Memori Program
ATmega328 memiliki 32K byte On-chip In-system Reprogrammablle Flash Memory untuk menyimpan program. Memori
flash dibagi dibagi kedalam dua bagian, yaitu bagian program
bootloader dan aplikasi seperti itu dapat dilihat pada gambar.
Bootloader adalah program kecil yang bekerja pada saat sistem dimulai yang dapat memasukkan seluruh program aplikasi ke dalam memori prosesor.
Gambar 2.3 Peta Memori Program ATmega 328 (Baxter et al., 2008).
2.3.4 Memori Data
Memori data ATmega328 terbagi menjadi 4 bagian, yaitu 32 lokasi untuk register umum, 64 lokasi untuk register I/O, 160 lokasi untuk register I/O tembahan dan sisanya 2048 lokasi untuk data SRAM internal. Register umum menempati alamat terbawah yaitu 0x0000 sampai 0x001F. Register I/O menempati 64 alamat berikutnya mulai 0x0020 sampai 0x005F. Register I/O tambahan menempati 160 alamat berikutnya mulai dari 0x0060 hingga 0x00FF. Sisa alamat berikutnya
mulai dari 0x0100 hingga 0x08FF digunakan untuk SRAM internal. Peta memori data ATmega 328 dapat dilihat pada gambar.
Gambar 2.4 Peta Memori ATmega 328 (Baxter et al., 2008).
2.3.5 Mamori Data EEPROM
Arduino uno terdiri dari 1Kbyte memori data EEPROM. Pada memori EEPROM, data dapat ditulis / dibaca kembali ketika catu daya dimatikan, data terakhir yang ditulis pada memori EEPROM masih tersimpan pada memori ini, atau dengan kata lain memori EEPROM bersifat nonvolatile. Alamat EEPROM dimulai dari 0x000 hingga 0x3FF(Baxter et al., 2008).
2.4 ESP8266
Modul wireless ESP8266 merupakan modul low-cost Wi-Fi dengan dukungan penuh untuk penggunaan TCP/IP. Modul ini di produksi oleh
pihak ketiga dari modul ini mengeluarkan modul ESP-01, modul ini menggunakan AT-Command untuk konfigurasinya. Harga yang murah, penggunaan daya yang rendah dan dimensi modul yang kecil menarik banyak developer untuk ikut mengembangkan modul ini lebih jauh. Pada Oktober 2014, Espressif mengeluarkan software development kit (SDK) yang memungkinkan lebih banyak developer untuk mengembangkan modul ini. Modul ESP-01 memiliki form factor 2x4 DIL dengan dimensi 14,3 x 24,8 mm. Catu daya yang dibutuhkan adalah 3,3 volt (Yuliansyah, 2016)
Gambar 2.5 ESP8266 (Yuliansyah, 2016)
2.4.1 AT-Commad
Modul wireless ESP8266 yang digunakan pada penelitian ini memiliki firmware bawaan pabrik yang mendukung perintah AT-Command. Sekumpulan daftar dari Hayes command merupakan deskripsi dari AT-Command. Hayes command dikembangkan oleh Dennis Hayes pada tahun 1981 sebagai daftar perintah untuk melakukan konfigurasi modem dengan menggunakan jalur serial interface. Berikut ini contoh beberapa perintah ATCommand berserta fungsinya pada modul ESP8266.
Tabel 2.3 Daftar AT-Command (Yuliansyah, 2016)
AT - Command Function Response
AT Working OK
AT+RST Restart OK [System Ready, Vendor:
www.ai-thinker.com]
AT+GMR Firnware
Version
AT+GMR0018000902 OK
AT+CWLAP List Access
Poin AT+CWLAP +CWLAP:(4,"AP 1",38,"70:62:b8:6f:6 d:58",1) +CWLAP:(4,"AP 2",83,"f8:7b:8c:1e:7c :6d",1) OK AT+CWJAP? AT+CWJAP=" SSID","PASS" Join Access Point Query AT+CWJAP? +CWJAP:"AP 1" OK 2.5 LCD
LCD adalah perangkat optik elektronik termodulasi terdiri dari sejumlah segmen diisi dengan kristal cair dan tersusun di depan sumber cahaya (lampu) atau reflektor untuk menghasilkan gambar dalam warna atau monokrom. Yang paling fleksibel menggunakan sebuah array dari piksel kecil. Bentuk dan ukuran modul- modul berbasis karakter banyak ragamnya, salah satu variasi bentuk dan ukuran yang tersedia dan dipergunakan pada peralatan ini adalah 16 x 2 karakter (panjang 16, baris 2, karakter 32) dan 16 pin. Bentuk LCD 16 x 2 ditunjukkan oleh Gambar 2.8.
Gambar 2.6 Bentuk LCD 16x2 Karakter (Vishay, 2012)
Konfigurasi pin LCD 16x2 secara fungsional dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut:
Tabel 2.4 Konfigurasi Pin LCD 16 x 2 Secara Fungsional (Vishay, 2012) Pin
Number Symbol Function
1 Vss GND
2 Vdd +3V atau +5V
3 Vo Pengaturan Kecerahan
4 RS H/L Register Select Signal
5 R/W H/L Read/Write Signal
6 E H → L Enable Signal
7 DB0 H/L Data Bus Line
8 DB1 H/L Data Bus Line
9 DB2 H/L Data Bus Line
10 DB3 H/L Data Bus Line
11 DB4 H/L Data Bus Line
12 DB5 H/L Data Bus Line
13 DB6 H/L Data Bus Line
14 DB7 H/L Data Bus Line
15 A (anoda) /Vee Tegangan positif backlight 16 K (katoda) Tegangan negatif backlight
2.6 WEBSITE
Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, teks, gambar diam atau bergerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling berkait dimana masing masing dihubungkan dengan jaringan jaringan halaman (hyperlink) (Utama, 2011).
Unsur Unsur Website atau Situs
Untuk menyediakan keberadaan sebuat website, maka harus tersedia unsur-unsur penunjangnya, adalah sebagai berikut :
2.6.1 Nama domain (domain name/URL – Uniform Resource Locator)
Pengertian nama domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah wesite pada dunia internet. Contoh http://www. unsri.ac.id/ dan http://www. detik.com/. Nama domain diperjualbelikan secara bebas di internet dengan status sewa tahunan. Nama domain sendiri mempunyai identifikasi ekstensi/akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi keberadaan website tersebut, contoh nama domain berekstensi lokasi negara Indonesia adalah co.id (untuk nama domain website perusahaan), ac.id (nama domain website pendidikan), go.id (nama domain website instansi pemerintahan), or.id (nama domain
website organisasi).
2.6.2 Rumah Tempat Website (Web Hosting)
Pengertian Web Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website. Web Hosting juga juga diperoleh dengan menyewa besarnya hosting ditentukan ruangan
harddisk dengan ukuran MB (Mega Byte) atau GB (Giga Byte). Lama penyewaan web hosting rata rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan perusahaan penyewa web hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun luar negeri.
2.6.3 Bahasa Program (Script Program)
Bahasa program adalah bahasa yang digunakan unuk menerjemahkan setiap perintah dalam website pada saat diakses. Jenis bahasa program sangat menentukan statis, dinamis, atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat website semakin dinamis dan interaktif serta terlihat bagus. Beragam bahasa program saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas website. Jenis jenis bahasa program yang banyak dipakai para desainer website antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java Applets, dan sebagainya. Bahasa dasar yang yang dipakai setiap situs adalah HTML, sedangkan PHP, ASP, JSP dan lainnya merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs (Yuliansyah, 2016). Bahasa program ASP, PHP, JSP atau lainnya bisa dibuat sendiri. Bahasa program ini biasanya digunakan untuk membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi, email, mailing list, dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat.
2.6.4 Desain Website
Setelah melakukan penyewaan domain name dan web hosting serta penguasaan bahasa program, unsur website yang penting adalah dan utama adalah desain. Desain website menentukan kualitas dan keindahan sebuah
website. Untuk membuat website biasanya dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa website designer. Perlu diketahui bahwa kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas designer.
2.6.5 Publikasi website
Keberadaan situs tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh pengunjung internet. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi. Publikasi situs di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pamflet, selebaran, baliho dan lain sebagainya, tapi cara ini bias dikatakan masih kurang efektif dan sangat terbatas. Cara yang biasanya dilakukan dan paling efektif dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui search engine seperti yahoo, google, dan sebagainya. Cara publikasi di search engine ada yang gratis dan ada pula yang membayar, yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama untuk bias masuk dan dikenali di search engine terkenal seperti yahoo dan google. Cara efektif publikasi adalah dengan membayar walaupun harus sedikit mengeluarkan buaya, akan tetapi situs dapat cepat masuk ke search engine dan dikenal oleh pengunjung.
2.6.6 Pemeliharaan website
Untuk mendukung kelanjutan dari situs diperlukan pemeliharaan setiap waktu sesuai yang diinginkan seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar dan lain sebagainya, tanpa pemeliharaan yang baik situs akan terkesan membosankan atau monoton juga akan segera ditinggalkan pengunjung. Pemeliharaan situs dapat dilakukan per periode tertentu seperti
tiap hari, tiap minggu, atau sebulan sekali secara rutin atau secara periodic tergantung kebutuhan. Pemeliharaan rutin biasanya dipakai oleh situs situs berita, penyedia artikel, organisasi atau lembaga pemerintah, sedangkan pemeliharaan periodic biasanya untuk situs situs penjualan, dan sebagainya.
25
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunkan untuk pembuatan tugas akhir ini adalah eksperimen. Eksperimen yang dibuat berupa pendeteksi gula darah dalam tubuh manusia secara langsung berbasis Internet .
3.2 Materi Penelitian
Objek penelitian berupa proses untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh manusia menggunakan sensor penghantar, LCD, ESP8266 dan mikrokontroler Atmega 8 kemudian kadar gula darah dalam tubuh dari data ADC di konversi untuk tampil di LCD dan dikirim melalui ESP8266 ke web. Alat akan berjalan maka diperlukan :
1. Komponen
- 1 buah arduino - 1 Power Supply - 1 buah LCD 16x4
- 1 buah Sensor Resistansi (Autocheck) - ESP8266
- Website
- EasyTouch Glucometer. Alat
2. Alat yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut: - Multimeter
- Solder - Osiloskop - Tang potong - Obeng - Peper Autocek - Sempel darah 3.3 Perancangan Alat
Gambar dibawah ini merupakan perencanaan penelitian yang akan dilakukan dan digambarkan dalam bentuk blok perencanaan alat.
Gambar 3.1 Perencanaan Diagram Blok
Gambar 3.1 (a) Blok diagram pengiriman data, (b) Penerima data
3.3.1 Penjelasan Sistem Diagram Blok
Cara Kerja dari blok diagram diatas adalah setelah alat ON power supply memberikan tegangan DC 5V DC ke semua rangkaian. Sensor Resistansi (Autocheck) mendeteksi sample darah yang membaca nilai serum dan tegangan kerja sensor. Data sensor akan muncul pada LCD. Data kemudian dikirim melalui wifi modul ESP8266 dan diterima pada web server yang dapat termonitor melalui internet browser.
Input berupa sampel darah yang di latakkan pada kaca preparat dibaca menggunakan sensor infrared dan photodiode yang bekerja pada tegangan
Sensor Resistansi (Autocheck) Arduino Uno ESP8266 Wif Internet LCD Web erver Sampel Darah A B
sebesar 2v dengan arus sebesar 0,33mA. Sensor photodioda sebagai input dengan masukan tegangan 5 volt dari arduino dan pin input A0 (pin analog). Pemrosesan pembacaan sensor dilakukan menggunakan arduino uno berbasis Atmega328 dengan kecepatan pembacaan data 16 MHz dan dilengkapi 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM serta 6 pin input analog. Pembacaan sensor melalui pin analog A1 dengan 10 resolusi antara nilai 0 – 1024 yang berbeda. Hasil dari pemrosesan data di tampilkan pada LCD dan dikirim melalui ESP8266 sebagai Internet of Things yang diterima pada internet web broser. I2C LCD sebagai pengendali secara serial sinkron dengan protokol I2C/IIC (Inter
Integrated Circuit) atau TWI (Two Wire Interface). Pengubahan jalur kendali
dari paraller ke serial (I2C) menggunakan modul I2C converter mengurangi penggunaan pin yang bayak, I2C hanya membutuhkan 2 jalur kabel SDA dan SCL, serta kabel vcc dan ground untuk menghidupkan LCD. SDA (Serial Data) dihubungkan dengan pin A4, SCL (Serial Clock) dihubungkan dengan pin A5 pada arduino. Tampilan pada LCD berupa nilai hasil pembacaan sensor. Pengiriman data melalui modul ESP8266 dengan pembuatan koneksi TPC/IP, pin yang digunakan vcc 3,3 volt / 5 volt, Tx (transmiter) yang dihubungkan dengan Tx arduino sebagai pengiriman data dari arduino, Rx (receved) yang berguna menangkap data dari Rx arduino, dan pin data GPIO ESP8266 di hubungkan dengan pin digital 2, dan 3 arduino. Pengiriman data dari ESP8266 ke internent dapat dihubungkan pada internet browser.
Telemedicine adalah pemakaian telekomunikasi untuk memberikan
dari suatu tempat ke tempat lain dapat dilakukan dengan pasien ke dokter ahli tanpa harus bertemu secara langsung. Penelitian telemedicine glukosa menampilkan data pasien dengan kode pasien, tanggal dan waktu pengecekan, glukosa dalam miligram / desiliter yang dilengkapi dengan penjelasan normal atau tidaknya pasien tersebut terhadap kandungan glukosa yang berlebih. Telemedicine pada web broser akan tampil menampilkan gabungan antara tiga hasil deteksi berupa golongan darah, kadar asam urat, glukosa yang terdapat pada pasien. Hasil yang ditampilkan dapat berupa semua data golongan darah, kadar asam urat, dan glukosa, begitu juga data yang tampil berupa data hasil golongan darah, asam urat atau glukosa. Monitoring dapat dilakukan denagan dilihat melui tampilan LCD pada alat dan web broser yang dapat dijangkau melalui komputer, laptop, atau smartphone dimana pengaksesan memalui kode IP dari pengirim ESP8266.
3.3.2 Keterangan masing – masing Diagram Blok :
Sampel Darah
Digunakan sebagai bahan awal untuk pengujian alat yang akan diterapkan.
Sensor Resistansi (Autocheck)
Digunakan sebagai tedeksi sampel darah dengan hasil nilai ADC yang dimiliki oleh bahan sampel darah, bahan sensor tersebut menggunakan Sensor Resistansi (Autocheck), dengan mengambil hasil Resistansi dimana akan menghasilkan nilai ADC yang diterima oleh arduino.
Mikrokontroler
Digunakan sebagai pengolahan data yang berisikan rumus – rumus dan perhitungan, kemudian hasil yang telah diolah akan
diteruskan langsung ke server dengan menggunakan jaringan internet yang sudah dirangkai di mikrokontroler.
LCD 20x4
Digunakan sebagai tampilan proses data sebelum memasuki Web Server.
Web
Digunakan sebagai penerima hasil data yang telah diolah oleh mikrokontroler. Didalam server sudah berisikan sebuah tabel, maka dengan otomatis didalam tabel akan terisi dengan sendirinya dengan kode script yang telah dituliskan di mikrokontroler.
3.4 Perancangan Hardware
3.4.1 Perancangan Rangkaian Atmega8
Atmega8 merupakan komponen terpenting atau bagian utama dalam alat pendeteksi kadar gula darah dalam tubuh manusia. Atmega 8 ini merupakan pemberi perintah untuk LCD, LED serta photodiode.
3.4.2 Perancangan Rangkaian Power Supply
Power supply atau catu daya merupakan komponen yang berfungsi sebagai pemberi daya atau tegangan pada rangkaian. Tegangan yang diperlukan untuk melakukan kerja dari setiap rangkaian sebesar 9 volt, serta tegangan yang dibutuhkan oleh Atmega8 sebesar 9 volt.
Gambar 3.3 Prancangan Rangkaian Power Supply
3.4.3 Perancangan Sensor Resistansi (Autocheck)
Sensor Resistansi (Autocheck) merupakan sensor yang digunakan untuk mengetahui berapa kadar gula darah dalam tubuh. Sensor Resistansi (Autocheck) membaca nilai adc di bantu oleh resistansi kekentalan darah. Nilai ADC yang dibaca oleh Sensor Resistansi (Autocheck) akan dikonversi menjadi hasil gula darah yang ada dalam tubuh melalui mikrokontroler.
3.4.4 Perancangan Rangkaian LCD
LCD di dalam alat ini berguna utuk menampilakan nilai kadar gula dalam tubuh yang telah dibaca oleh photodiode, data yang di baca oleh photodiode merupakan data ADC kemudian di konversi menjadi nilai kadar gula darah dalam tubuh.
Gambar 3.5 Perancangan Rangkaian LCD
3.4.5 Perancangan Rangkaian ESP8266
Gambar 3.6 Perancangan Modul ESP 8266
Perancangan Modul ESP 8266 dapat dilihat pada Gambar diatas, pin ESP 8266 terdiri dari GND, GPIO2, GPIO0, RXD, VCC, RST, CH_PD, dan
TXD. Fungsi pin yang paling utama dalam perancangan Modul ESP 8266 ke Arduino Uno yaitu pada pin GND, dan VCC. Serta pin RX yang berfungsi untuk penerima data pada server dan untuk TX yang berfungsi untuk mengirimkan data pada server. Modul ESP8266 dapat bekerja dengan cara memasukan alamat IP pada program yang tertera di serial Arduino Uno atau di Script/ Koding ketika memprogram Arduino.
3.4.1 Perancangan Desain Alat
Gambar 3.7 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak depan
Gambar 3.9 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak atas
Gambar 3. 10 Alat Pendeteksi Glukosa Tampak samping atas
Ukuran Alat Pendeteksi Golongan Darah :
Panjang : 15 cm Lebar : 10 cm Tinggi : 5 cm Berat : 0.5 Kg
3.5 Perancangan Software
3.5.1 Perancangan Telemedicine pada Arduino
Perancangan software merupakan salah satu bagian penting dalam penelitian ini, karena setiap sistem Alat Pendeteksi Golongan Darah diatur berdasarkan program yang disimpan dalam mikrokontroler Arduino. Program kompiler yang digunakan adalah 1.6.9. Arduino 1.6.9 merupakan Arduino
Integrated Development Enviroment ( IDE ) yang digunakan di Windows, Mac,
OS, dan Linux, Software Arduino environment ditulis dalam bahasa Java dengan didasarkan pada processing. Bahasa pemrograman Arduino didasarkan pada bahasa pemrogaman C. Program yang sudah dibuat akan diisikan ke dalam sebuah EEPROM yang ada didalam mikrokontroler, sehingga program tersebut sudah dapat dijalankan oleh mikrokontroler.
Gambar 3.11 Tampilan utama Software Arduino
Memasukan program kedalam sebuah mikrokontroler ATMega328, dibutuhkan sebuah perantara agar program yang dibuat dapat berjalan pada
mikrokontroller ATMega328 pada board Arduino uno. Cara memasukan program lewat board Arduino langkah – langkahnya yaitu :
1. Instal Software Arduino
Download dan install software arduino nya, karena sohware ini lah yang akan digunakan untuk memasukan program yang telah dibuat ke dalam mikrokontroler yang dipakai pada alat yang akan dirancang.
2. Hubungkan Board Arduino
Sotiware arduino terinstal di komputer, selanjutnya hubungkan board arduino ke komputer dengan menggunakan kabel USB. Ketika sudah tersambung ke komputer LED yang berwama hijau pada board arduino akan menyala.
3. Instalasi Drivers
Instalasi driver untuk Arduino Uno dengan Windows 7, 8, 10, Vista atau XP: a. Hubungkan board dan tunggu Windows untuk memulai proses instalasi
driver. Setelah beberapa saat, proses ini akan gagal, walaupun sudah melakukan yang terbaik.
b. Pilih pada Start Menu dan buka Control Panel.
c. Control Panel, masuk kc menu System and Security. Kemudian klik pada System.Setelah tampilan System muncul, buka Device Manager.
d. Ports ( COM & LPT ), muncul sebuah port terbuka dengan nama “Arduino Uno ( COM “x” )”.
e. Pilih pada port “Arduino Uno ( COM”x” )” dan pilih Opsi “Update Driver Software”
g. Terakhir, masuk dan pilih tile driver Uno, dengan nama “ArduinoUNOjnf’, terletak di dalam folder “Drivers” pada Sohware Arduino yang telah didownload.
h. Windows akan meneruskan instalasi driver
4. Jalankan Software Arduino
Klik dua kali pada shortcut aplikasi arduino yang telah diinstall tadi, biasanya shortcut akan muncul di layar desktop atau bisa juga dengan mencari pada folder software anduino yang diinstall tadi ( arduino.exe ).
5. Buka Contoh LED Blink
Buka contoh program LED Blink : File > Examples > 1.Basic > Blink
Gambar 3.12 Contoh Program Arduino Blink
6. Pilih Board yang kita gunakan
Memilih opsi pada menu Tools > Board yang sesuai dengan board Arduino yang dipakai
Gambar 3.13 Pilih board yang digunakan
7. Pilih serial port
Memilih opsi pada menu Tools > Pilih port serial yang digunakan oleh board Arduino pada menu Tools > Serial Port. COM3 atau yang lebih tinggi ( COMl dan COM2 biasanya sudah direservasi untuk serial port hardware ). Dapat melepaskan koneksi ke board Arduino dan buka kembali menu tadi, pilihan yang menghilang harusnya adalah board Arduino. Koneksikan kembali boardnya dan pilih serial port yang sesuai.
8. Upload Program
Sekarang hanya tinggal klik tombol “Upload" pada soaware. Tunggu beberapa saat dapat melihat led TX dan RX pada board berkelap - kelip. Bila upload berhasil akan ada pesan “Done uploading.” yang muncul pada status bar.
Gambar 3.14 Status bar
Beberapa saat setelah upload selesai, dapat melihat pin 13 ( L ) LED pada board mulai berkelip – kelip ( Warna Orange ).
3.5.2 Perancangan Telemedicine pada Web Server
Telemedicine adalah layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh (Telemedicine is health care carried out at a distance), transfer data medik elektronik dari satu lokasi ke lokasi lainnya (telemedicine is the transfer of
electrical medical data from one location to another) praktik kesehatan dengan
memakai komunikasi audio, visual, dan data. Termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran data medis dan diskusi ilmiah jarak jauh. Perancangan dilakukan melalui web secara online menggunakan
w3schools.com untuk menentukan bentuk data yang akan diterima dari sensor.
Perancangan GUI Web Secara Online (Sistem Monitoring):
Gambar 3.15 Perancangan GUI Web Secara Online (Sistem Monitoring)
Tanggal
Jam Akses
Golongan Darah
Asam Urat
Gula Darah
Pembuatan Sistem Monitoring pada cPanel
Gambar 3.16 Tampilan awal pada cPanel
Pemilihan Tipe Server yang Digunakan “HTML”
Pembuatan Tabel “Pilih public HTML › riset”
Gambar 3.18 Pemilihan tabel dan mencoba membuat tabel
Pembuatan Program dengan Memasukkan coding
Hasil Setelah di Run pada web server
3.6 Diagram Alir
Gambar 3.21 Diagram Alir If ESP8266 kirim data Mulai Inisialisasi Sensor Infrared & Photodiode Proses Pembacaan data Sensor Web Server Tampil data &
LCD
Selesai YA
3.7 Penjelasan Diagram Alir (Flow Chart)
1. Start
Digunakan untuk memulai sistem pada ARDUINO
2. Inisialisasi
Digunakan untuk mengirim sejumlah instruksi untuk identifikasi 3. Sensor Infrared dan Photodioda
Membaca sempel darah untuk menentukan kadar glokosa dalam tubuh. 4. Proses Pembacaan data?
Pemrosesan data dari sensor oleh arduino yang kemudian dikirim melalui ESP8266.
5. If ESP8266 kirim data?
Jika ya ESP8266 mengirim data asam urat ke web server.
Jika tidak kembali ke pemrosesan pada arduino sebelum dikirim melalui ESP8266.
6. Web server tampil data & LCD
Data glukosa dari sensor akan tampil pada web server sebagai monitoring, dan tampil pada LCD.
44
BAB IV
PENGUJIAN DAN ANALISA
Bab ini membahas tentang hasil dan sistem yang telah di rancang dan dibuat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sudahkah sistem ini memenuhi kriteria yang diinginkan oleh pembuat.
Pengujian dilakukan pada masing – masing blok yang bertujuan untuk mengetahui kerja dari masing – masing blok rangkaian, sehingga dapat diketahui sudahkah masing – masing blok rangkaian melakukan fungsinya dengan baik. Dilanjutkan dengan pengujian secara keseluruhan.
Pengujian dari alat ini terdiri dari 3 bagian utama yaitu: 1. Pengujian perangkat keras
2. Pengujian perangkat lunak. 3. Pengujian alat tersebut.
4.1 Pengujian Perangkat Keras
4.1.1 Pengujian Liquid Crystal Display ( LCD )
Pengujian LCD (Liquid Crystal Display) bertujuan untuk mengetahui apakah LCD dapat menampilkan data – data program yang nantinya akan tampil di layar LCD. LCD 20x4 mempunyai karakter 16 pin dihubungkan pada I2C yang memiliki 4 pin yang dihubungkan langsung ke Arduino Uno sebagai keluaran hasil percobaan dan mempermudah pengujian.
Penggunaan pin pada LCD I2C, ada beberapa pin yang digunakan sebagai pin pengirim dan penerima data yaitu SDA, SCL, VCC, serta Ground.
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran pada I2C LCD No Pin I2C
LCD
Pin Arduino Output Tegangan (Volt) Kondisi LOW Output Tegangan (Volt) Kondisi HIGH 1 VCC 5V 0 4.96 2 GND GND 0 0 3 SDA A4 0 3,38 4 SCL A5 0 3,32 Keterangan Tabel.4.1 :
1. Tegangan keluaran tanpa beban, diukur pada keluaran batterai, dimana idealnya tegangan keluaran dari batterai adalah tepat 5 Volt, tetapi karena ada unsur ketidak sempurnaan produk, maka toleransi penyimpangan sebesar:
2. Tegangan keluaran tanpa beban, diukur pada keluaran SDA atau A4, dimana idealnya tegangan keluaran dari SDA adalah tepat 3,3 Volt, tetapi karena ada unsur ketidak sempurnaan produk, maka toleransi penyimpangan sebesar: Toleransi = (5.00 – 4.96) x 100 % = 0,8% 5.00 Toleransi = (3,3 – 3,38) x 100 % = |-2,42| % 3,3 = 2,42 %
3. Tegangan keluaran tanpa beban, diukur pada keluaran SDA atau A4, dimana idealnya tegangan keluaran dari SDA adalah tepat 3,3 Volt, tetapi karena ada unsur ketidak sempurnaan produk, maka toleransi penyimpangan sebesar:
Program yang digunakan atampilan LCD adalah ssebagai berikut: #include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,20,4); void setup() {
lcd.init(); lcd.backlight();
void loop() {lcd.setCursor(0,1); lcd.print(" Kadar Gula: "); lcd.setCursor(0,2);
lcd.print(" mg/dl "); delay(5000);
}
Setelah program di upload kedalam mikrokontroler menampilakan hasil tulisan yang diinginkan “Kadar Gula “ dan satuan gula darah yaitu “mg/dL”. Dapat disimpulkan bahwa rangkaian tampilan LCD dalam kondisi baik.
Toleransi = (3,3 – 3,32) x 100 % = |-0,6| % 3,3
Gamabar 4.1 tampilan LCD
4.1.2 Pengujian Sensor Resistansi (Autocheck)
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur tegangan output ketika tampa darah dan dengan memasukan darah pada Sensor Resistansi (Autocheck). Hasil pengukuran dapat dilihat dari tabel dibawah ini;
Tabel 4.2 pengujian Sensor Resistansi (Autocheck).
No Kondisi Tegangan Output
1 Tampa Darah 4,69 Volt
2 Menggunakan Darah 2,8 Volt
Setelah melihat hasil pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Sensor Resistansi akan menghasilkan tegangan maksimal ketika tidak terkena oleh Darah sedangkan ketika Sensor Resistansi terhadang terkena oleh darah akan menghasilkan tegangan yang sangat kecil bahkan dapat mendekati nilai 1.
Pembacaan darah bertahan 1 menit setelah 1 menit maka darah akan beku dan tidak dapat di baca kembali. Dalam pembacaan diperlukan darah segar dan memerlukan running semalam 15 detik supanya didapatkan nilai yang maksimal.
int sensorPin = A0; int powerPin = 6; void setup() {
pinMode(powerPin, OUTPUT); // jadikan pin power sebagai output digitalWrite(powerPin, LOW); // default bernilai LOW
Serial.begin(9600); // mulai komunikasi serial }
void loop() {
Serial.print("Gula Darah: "); Serial.print(bacaSensor()); Serial.println(" mg/dL");
delay(5000); // baca setiap 5 detik }
int bacaSensor() {
digitalWrite(powerPin, HIGH); // hidupkan power delay(500);
// baca nilai analog dari sensor int nilaiSensor = analogRead();
digitalWrite(powerPin, LOW); // Matikan power
return Tegangan Sensor/2 – 295; // Nilai toleransi sensor Resistansi }
Pengujian antara alat kesehatan autocheck 3 in 1 dengan alat yang dibuat terdapat perbedaan sehingga pengkali brasian dilakukan agar mendapat hasil yang baik. Hasil sebelum kalibrasi pada alat kesehatan
autocheck 3 in 1 yaitu 99 mg/dl, sedangkan pada alat yang dibuat 96 mg/dl
maka perlu kalibrasi sensor terlebih dahulu. Persamaan Kalibrasi :
Y = x/2 – 295
Ket: Y = Kalibrasi
X = Tegangan Sensor Pengujian Program :
Tegangan Sensor = Nilai analogRead() Kalibrasi = Tegangan Sensor/2 – 298
Dimana akan di dapatkan nilai ADC sebesar 1023 yang akan di convert menjadi nilai hasil gula darah dengan nilai range kisaran 30 – 300 dengan perubahan nilai ADC 235. Berikut salah satu contoh perhitungan dari salah satu percobaan dengan nilai ADC awal adalah 1023 – 235 = 788 .
Hasil pengujian setelah kalibrasi didapatkan nilai yang sama dengan alat pembanding autocheck 3 in 1.
Setelah program di upload kedalam Arduino menampilakan hasil nilai dari pembacaan sensor Resistansi jika nilai digital atau buttom berlogika 1 dan akan menampilkan “(bacaSensor())”, “Kadar Gula” dan satuan gula darah yaitu “mg/dL”. Dapat disimpulkan dan di bandingkan bahwa sensor Resistansi dalam kondisi baik dan memiliki nilai ketepatan pada Autocheck sebesar 3%.
Nilai gula darah = 788 – 295 = 96 mg/dl 2
(a) (b)
Gamabar 4.2 (a)Hasil Sesudah Kalibrasi pada Serial Monitor Arduino, (b) Hasil pada autocheck 3 in 1
4.1.3 Pengujian Catu Daya
Pengujian rangkaian power supply / catu daya bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan keluaran dari IC regulator LM7805 dan LM7809 yang digunakan untuk mencatu seluruh rangkaian.
Rangkaian power supply / catu daya digunakan 2 buah IC regulator, yaitu LM7805, dan LM7809. Pengujian dilakukan dengan memberikan tegangan DC yang dihubungkan pada kaki masukan masing-masing IC tersebut, kemudian keluaran dari IC regulator diukur dengan menggunakan voltmeter. Hasil pengukuran keluaran IC regulator dapat dilihat pada Tabel 4.2 dan tegangan input pada Tabel 4.1
Tabel 4.3 Hasil Rangkaian Pengujian Rangkaian Input Catu Daya Tegangan Input Target yang harus dicapai Hasil yang didapat Hasil Pengujian Baterrai Li-Po 12 V 12 volt 11,98 volt Gamabar 4.4 Pengukuran Tegangan Input
Tabel 4.4 Hasil Rangkaian Pengujian Rangkaian Output Catu Daya IC Regulator Target yang harus dicapai Hasil yang didapat Hasil Pengujian LM7805 5 volt 5 ,08volt Gamabar 4.5 Pengukuran Tegangan IC LM7805
IC Regulator Target yang harus dicapai Hasil yang didapat Hasil Pengujian LM7809 9 volt 9,15 volt Gamabar 4.6 Pengukuran Tegangan IC LM7809 Keterangan Tabel.4.3 dan 4.4 :
1. Tegangan keluaran tanpa beban, diukur pada keluaran batterai, dimana idealnya tegangan keluaran dari batterai adalah tepat 12 Volt, tetapi karena ada unsur ketidak sempurnaan produk, maka toleransi penyimpangan sebesar:
2. Tegangan keluaran tanpa beban, diukur pada keluaran IC-LM7809, dimana idealnya tegangan keluaran dari IC-LM7809 adalah tepat 9 Volt, tetapi karena ada unsur ketidak sempurnaan produk, maka toleransi penyimpangan sebesar: Toleransi = (12.00 – 11.98) x 100 % = 0,167% 12.00 Toleransi = ( 9 – 9,15) x 100 % = |-1,67| % 9 = 1,67 %
Dilihat dari hasil setelah melakukakn pengujian catu daya, sesuai dengan yang diingikan. Tegangan ini oleh arduino diberikan kepada arduino sebesar 9 volt,oleh arduino digunakan untuk memberikan tegangan kepada LCD, dan Photodioda.
4.1.4 Pengujian Koneksi Arduino dengan Modul Wifi ESP8266
Pengujian koneksi arduino dengan modul wifi dengan pembacaan tegangan Input dan Output pada ESP8266 dapat dilakukan dengan mengukur tegangan pada VCC dan GND yang terdapat pada Modul ESP8266, dapat dilihat hasil pengukuran dari Tabel 4.6 Hasil Tegangan Input dan Output Modul ESP8266.
Tabel 4.5 Hasil Tegangan Input dan Output Modul ESP8266
Pengukuran tegangan input ditentukan sebelum pengiman data ke
Web Server, sedangkan tegangan output ditentukan ketika Modul ESP8266
mengirimkan data hasilnya ke Web Server.
4.2 Pengujian Perangkat Lunak
Pengujian program pada arduino sensor resistasi dan ESP8266 data yang akan di kirim ke dalam Web Server.
Program arduino pada sensor resistasi dan ESP8266 untuk komunikasi data pada Internet of Thing.
void gulaDarah() { for (int i=15; i>0; i--) {
Tegangan (Volt)
Input 4,98
delay(100); //Serial.print(i); //if(i > 1) Serial.print(", "); //else Serial.println(""); dataGula += bacaGula(); } dataGula = dataGula/15; Serial.print("Gula Darah: "); Serial.print(dataGula);
Serial.print(" mg/dL. "); Serial.println("Kirim data.. "); kirimData("guladarah",String(dataGula));
// baca setiap 5 detik delay(1000);
Serial.println("Masukan Darah: "); }
Pengujian penyimpanan hasil data ke Web Server yang telah disediakan dapat diakses langsung dengan mengetik alamat Web yaitu
https://telemedice.eriset.org/index.php.
Program web untuk komunikasi data pada Internet Of Thing. <?php $page = $_SERVER['PHP_SELF']; $sec = "1"; ?> <!DOCTYPE html> <html> <head>
<meta http-equiv="refresh" content="<?php echo $sec?>;URL='<?php echo $page?>'">
<!--<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1"> <!-- -->
<title>TELEMEDICINE</title>
<link rel="stylesheet" href="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/font-awesome/4.7.0/css/font-awesome.min.css"> <style> .header img { float: left; width: 90px; height: 100px; } .header h1 {