KELIMPAHAN POPULASI WERENG BATANG COKLAT PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DENGAN PEMBERIAN ZEOLIT DAN PENERAPAN KONSEP PHT.

12 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i SKRIPSI

KELIMPAHAN POPULASI WERENG BATANG COKLAT PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DENGAN PEMBERIAN ZEOLIT DAN

PENERAPAN KONSEP PHT

Oleh Ndaru Priasmoro

H0709078

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2013

(2)

ii

KELIMPAHAN POPULASI WERENG BATANG COKLAT PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DENGAN PEMBERIAN ZEOLIT DAN

PENERAPAN KONSEP PHT

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Derajat Sarjana Pertanian

di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

Oleh Ndaru Priasmoro

H0709078

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2013

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan limpahan karunia, nikmat dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Kelimpahan Populasi Wereng Batang Coklat Pada Beberapa Varietas Padi Dengan Pemberian Zeolit Dan Penerapan Konsep PHT”. Skripsi ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Dr. Ir. Hadiwiyono, M.Si selaku Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Prof. Dr. Ir. Sholahuddin, MS selaku Dosen Pembimbing Utama dan Ir. Ato Sulistyo, MP selaku Dosen Pembimbing Pendamping atas semangat, dorongan, bimbingan, dan arahan dalam penelitian maupun penyusunan skripsi ini.

4. Ir. Retno Wijayanti, M.Si selaku Dosen Pembahas yang telah memberikan bantuan, masukan, dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

5. Keluarga tercinta, Bapak, Ibu serta Saudaraku atas doa serta motivasinya. 6. Pak Sulis, Mbak Risma, Sidiq Dwi Warsito, Sulistyo Dwi Setyorini, dan

Teman-teman Agroteknologi 2009 (KETAN) yang membantu dalam segala hal.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan karya ini. Penulis berharap, semoga skripsi ini bermanfaat bagi banyak pihak.

Surakarta, Juni 2013 Penulis

(6)

vi

D. Manfaat Penelitian ... 4

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

C. Perancangan Penelitian ... 12

D. Pelaksanaan Penelitian... 13

E. Pengamatan Peubah ... 15

F. Analisis Data ... 16

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 17

A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian ... 17

(7)

vii

2. Tingkat Kerusakan Tanaman ... 27

3. Tinggi Tanaman ... 35

4. Jumlah Anakan ... 39

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 43

A. Kesimpulan ... 43

B. Saran ... 43

DAFTAR PUSTAKA ... 44

LAMPIRAN ... 48

(8)

viii DAFTAR TABEL

Nomor Dalam Teks 1. Rata-rata populasi nimfa wereng batang coklat pada pemberian zeolit

dan penerapan konsep PHT ...19 2. Rata-rata populasi nimfa wereng batang coklat pada perlakuan macam

varietas ...20 3. Rata-rata populasi imago wereng batang coklat pada pemberian zeolit

dan penerapan konsep PHT ...23 4. Rata-rata populasi imago wereng batang coklat pada perlakuan macam

varietas ...25 5. Interaksi antar perlakuan terhadap populasi imago wereng batang coklat ...26 6. Rata-rata skor kerusakan tanaman pada pemberian zeolit dan penerapan

konsep PHT ...30 7. Rata-rata skor kerusakan tanaman pada perlakuan macam varietas ...32 8. Interaksi antar perlakuan terhadap skor kerusakan tanaman ...34 9. Rata-rata tinggi tanaman pada pemberian zeolit dan penerapan konsep

PHT ...37 10.Rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan macam varietas ...37 11.Rata-rata jumlah anakan padi pada pemberian zeolit dan penerapan

konsep PHT ...39 12.Rata-rata jumlah anakan padi pada perlakuan macam varietas ...40 13.Interaksi antar perlakuan terhadap jumlah anakan ...42

Halaman

(9)

ix

Nomor Dalam Lampiran

14.Analisis sidik ragam populasi nimfa WBC ...48

15.Rekapan rata-rata populasi imago wereng batang coklat 2-11 MST ...49

16.Analisis sidik ragam populasi imago WBC ...49

17.Data rekapan rata-rata skor kerusakan tanaman padi 2-11 MST ...51

18.Analisis sidik ragam skor kerusakan tanaman ...51

19.Data rekapan rata-rata tinggi tanaman padi 2-11 MST ...53

20.Analisis sidik ragam rata-rata tinggi tanaman ...54

21.Data rekapan rata-rata jumlah anakan tanaman padi 2-11 MST ...56

22.Analisis sidik ragam rata-rata jumlah anakan padi ...56 Halaman

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Nomor Dalam Teks Halaman

1. Rata-rata populasi wereng batang coklat fase nimfa ...18

2. Rata-rata populasi wereng batang coklat fase imago ...21

3. Persentase tingkat kerusakan tanaman padi akibat serangan wereng batang coklat ...28

4. Rata-rata tinggi tanaman padi...36

5. Rata-rata tinggi tanaman padi pada pengamatan 9 MST ...39

6.

Rata-rata jumlah anakan tanaman padi ...41

Dalam Lampiran Halaman 7. Tanaman padi kering ...63

8. Tanaman padi tumbuh kerdil ...63

9. Tanah sawah mengalami kekeringan ...63

10.Tanaman padi tampak kering ...64

11.Tanaman padi varietas Sunggal perlakuan PHT (V3PHT) ...64

(11)

xi RINGKASAN

KELIMPAHAN POPULASI WERENG BATANG COKLAT PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DENGAN PEMBERIAN ZEOLIT DAN PENERAPAN KONSEP PHT. Skripsi: Ndaru Priasmoro (H0709078). Pembimbing: Sholahuddin, Ato Sulistyo, Retno Wijayanti. Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Padi merupakan tanaman pangan utama yang dibudidayakan oleh sebagian besar petani di Indonesia. Salah satu faktor pembatas dalam pengembangan budidaya tanaman padi adalah serangan hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stal.). Berbagai metode pengendalian yang sudah direkomendasikan, seperti kultur teknis, pengendalian hayati, penggunaan insektisida termasuk juga pengendalian hama terpadu, dianggap belum bisa mengatasi permasalahan hama ini. Oleh karena itu diperlukan metode pengendalian lain yang aman secara lingkungan dan dapat mengendalikan populasi wereng batang coklat secara efektif. Salah satunya dengan pengendalian menggunakan zeolit. Penggunaan zeolit merupakan pengendalian populasi hama secara tidak langsung melalui peningkatan ketahanan tanaman Penelitian ini bertujuan melakukan pengkajian mengenai potensi zeolit untuk pengendalian populasi wereng batang coklat.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2012 di lahan persawahan di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan bentuk pengendalian sebagai petak utama dan macam varietas sebagai anak petak. Terdapat delapan kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sembilan kali. Analisis data dilakukan dengan uji F pada taraf 5% dan apabila beda nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan taraf nyata 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberiaan zeolit berhubungan dengan populasi imago wereng batang coklat, namun tidak berpengaruh terhadap populasi nimfa wereng batang coklat. Terdapat hubungan antara perlakuan macam varietas dengan bentuk pengendalian. Namun hal tersebut cenderung terjadi pada saat tanaman padi berumur 6 MST. Pada pengamatan 6 MST penerapan konsep pengendalian hama secara terpadu justru menunjukkan populasi yang lebih tinggi dibanding pada pemberian zeolit. Pada pengamatan 6 MST, pemberian zeolit tidak mampu menurunkan tingkat kerusakan pada tanaman padi. Pemberian zeolit pada budidaya padi secara umum memiliki hubungan dengan tinggi tanaman dan jumlah anakan padi. Pemberian zeolit dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian populasi wereng batang coklat sekaligus meningkatkan pertumbuhan tanaman padi.

(12)

xii SUMMARY

STUDY POPULATION ABUNDANCE OF BROWN PLANTHOPPER ON SOME RICE VARIETIES WITH ZEOLITE AND APPLICATION OF IPM. Thesis-S1: Ndaru Priasmoro (H0709078). Advisers: Sholahuddin, Ato Sulistyo, Retno Wijayanti. Study Program: Agrotechnology, Agriculture Faculty, Sebelas Maret University (UNS) Surakarta.

Rice is the major crop of most farmers in Indonesia. One of the limiting factors in rice cultivation is brown planthoppers (Nilaparvata lugens Stal.). Various methods to control, such as cropping technic, biological control, insecticides including integrated pest management have not been able to overcome this problem. Therefore it need an alternative methods of control which safe environmentally and be able to control brown planthopper populations effectively. One of them is by using zeolite. Zeolite is pest populations control by increase plant resistance. This research was supposed to study the potential of zeolites to control brown planthopper population.

This research was carried out on May until November 2012 in the rice fields in Joho, Mojolaban, Sukoharjo. This research was held in Split Plot Design, zeolite and IPM as main plot and varieties as subplot. There are eight combinations of treatments which have nine repeated. Data were analyzed by F test and DMRT at 5% level.

The results showed that zeolite treatment had correlation with adult brown planthopper populations, but had no effect on the nymph of brown planthopper. There was a correlation between varieties and control methods. But it was likely occured at 6 weeks after replanting observation. At 6 weeks after replanting observation, application of integrated pest management (IPM) indicate a higher population than zeolite. At 6 weeks after replanting observation, the zeolite were not able to reduce the level of damage to the rice crop. Addition of zeolite in rice farming had correlation with plant height and number of tillers of rice. The addition of zeolites can be used as an alternative to control brown planthopper population and to increase the growth of rice plant.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...