• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)

2.1.1 Definisi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)

Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat adalah suatu perilaku kesehatan yang dilakukan dengan dasar kesadaran diri baik dari anggota keluarga maupun dari pribadi seseorang itu sendiri yang melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan berperilaku menjaga kesehatan diri.PHBS bisa diterapkan disemua kalangan usia baik dari balita hingga dewasa atau lansia (Lukas, Agustino 2017).

2.1.2 Tatanan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)

Didalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat terdapat beberapa tatanan yang menjadi acuhan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti :

1. Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Lingkungan Sekolah.

Perilaku hidup bersih dan sehat dilakukan di sekolah yang mana mengajarkan pendidikan kesehatan kepada anak sekolah baik di tingkat sekolah PAUD maupun tingkat SMA, mengenai bagaimana cara menjaga kebersihkan baik dilingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah sehingga mengurangi perkembangan penyakit dan penyebaran penyakit. Pemberian pendidikan PHBS di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu hal yang bisa dijadikan sebagai tenpat untuk melaksanakan pendidikan kesehatan yang sangat efektif dikarenakan sangat mudah untuk menjangkau anak-anak sekolah dimana mereka telah di ajarkan oleh tenaga pendidik mengenai hal-hal yang baik dalam menjaga kebersihan diri. Selain itu mereka juga masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan sehingga mudah untuk membimbing dan menanamkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah seperti cara mencuci tangan yang baik dan benar dengan mengikuti 6 langkah cuci tangan atau membawa hansanitizer, mengajarkan untuk mengkonsumsi jajanan sehat atau membawa bekal dari rumah, meningkatkan imunitas tubuh, membersihkan diri dan lingkungan, memakai masker, menggunakan jamban yang bersih, melakukan olaraga yang teratur, melakukan aktivitas di bawah sinar matahari ≤ 10 menit, membersihkan seluruh peralatan sekolah agar terhidar dari virus covid-19 (Rastini and Marwati 2018).

2. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga atau rumah tangga

Perilaku hidup bersih dan sehat dilingkungan keluarga merupakan suatu upaya

(2)

untuk memperdayaan atau mengajarkan dan menggerakkan anggota keluarga yang ada di rumah tangga sehingga mereka tahu, mau dna mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dan berperan aktif melaksanakan dan menjaga kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker dan membersihkan diri setelah berpergian (Kemenkes 2012b).

3. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di insitusi kesehatan

Perilaku hidup bersih dan sehat di insitusi kesehatan merupakan suatu gerakan untuk mengberdayakan dan menghimbau baik pasien,masyarakat,pengunjung dan petugas kesehatan agar mau dan mampu untuk mempraktikan dan melaksanakan program perilaku hidup bersih dan sehat serta dapat berperan aktif dalam mewujudkan insitusi kesehatan yang unggul serta dapat mencegah pernyebaran penyakit dengan menerapakan protokol kesehatan (Kemenkes 2012a).

3. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat ditempat tempat umum

Perilaku hidup bersih dan sehat di tempat umum meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan air yang bersih, menggunakan jamban di tempat umum, membuang sampah pada tempatnya.

4. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja meliputi apa saja yang akan dilakukan oleh kariyawan di tmpat kerja dan selalu menerapkan kebersihan diri dan lingkungan.

2.1.3 Jenis – Jenis PHBS

Di dalam jenis-jenis phbs ada beberapa hal yang diajarkan kepada anak untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak baik di lingkungan rumah maupun di sekolah seperti :

1. Melakukan kegiatan cuci tangan mengunakan air yang mengalir dan tak lupa menggunakan sabun untuk membersihkan tangan dari virus,kuman dan bakteri.

2. tidak sembarang mengkonsumsi jajanan disekolah dan mengutamakan memakan atau membeli jajan yang sehat atau membawa bekal dari rumah.

(3)

3. selalu memakai jamban atau toilet yang bersih dan sehat

4. rutin melakukan olahraga baik dirumah maupun disekolah atau beraktivitas di bawah sinar matahari.

5. Memakai masker

6. Menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan 2.1.4 Manfaat PHBS Pada Anak

1. Terciptalah perilaku hidup yang bersih dan sehat pada siswa baik disekolah maupun dirumah agar telindungi dan terhindar dari berbagai penyakit baik virus, maupun bakteri.

2. dengan lingkungan yang bersih membuat siswa semakin bersemangat dalam belajar dikarenakan merasa nyaman dalam lingkungan yang bersih.

3. selain itu citra sekolah pun semakin meningkat dan bisa mengikuti berbagai perlombaan kebersihan antar sekolah.

4. dan sekolah bisa dijadikan sebagai percontohan dalam hal kebersih dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa,guru dan seluruh jajaran yang ada disekolah.

2.1.5 Indikator PHBS

1. Indikator PHBS Di Sekolah

a. sering melakukan mencuci tangan menggunakan air dan memakai sabun baik sebelum beraktifitas maupun sesudah beraktifitas.

b. Memperhatikan saat ingin Mengkonsumsi jajanan, dan pilih jajanan sehat yang ada dikantin sekolah atau membawa bekal dari rumah.

c. Tidak lupa Menggunakan fasilitas jamban bersih dan sehat

d. Rutin Melaksanakan olahraga secara teratur atau beraktivitas di bawah sinar matahari

e. Memakai masker

f. Menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan (Lina, 2017 & Anhusadar, 2021).

2. Indikator PHBS Di Rumah Tangga

(4)

a. Memakai masker

b. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah c. Mencuci peralatan rumah

d. tidak lupa mencuci tangan setiap sebelum atau sesudah beraktiifitas menggunakan air dan sabun

e. selalu memberantas jentik-jentik nyamuk genangan-genangan air disekitar rumah f. selalu mengkonsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan g. tidak lupa melakukan aktifitas olahraga setiap hari

h. hindari merokok baik di rumah maupun di mana saja dan menerapkan protokol kesehatan (Natsir, 2019 & Anhusadar, 2021).

3. Indikator PHBS Di Insitusi Kesehatan

a. Selalu mengutamakan kesehatan dengan meningkatkan dan memelihara kesehatan diri

b. Tidak mengkonsumsi rokok, alkohol dan lainnya

c. Selalu rutin melaksanakan aktivitas fisik seperti rutin berolah raga d. Selalu mengkonsumsi makanan yang kaya gizi atau gizi yang seimbang e. Upayakan tidak melupakan mencuci tangan setiap saat

f. Upayakan mengurangi berkontak fisi dengan keluarga agar bisa menghindari penyebabaran virus,bakteri dan kuman kepada anggota keluarga.

g. Senantiasa berdoa untuk kesembuhan dan pemulihan (Tiraihati 2018).

4. Indikator PHBS di tempat umum

a. Selalu menggunakan fasilitas umum yang bersih dan higienis b. Menggunakan fasilitas jmban yang bersih di tempat umum c. Selalu membuang sampah pada tempatnya yang telah disediakan.

d. Menjaga lingkungan tetap bersih dan selalu mencuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum

5. Indikator PHBS di tempat kerja a. Tidak merokok di dalam ruang kerja

b. Selalu mengkonsumsi makanan higienis yang tersedia di kantin dan warung

(5)

sekitar tempat kerja dan selalu mengutamakan kesehatan

c. Sebisa mungkin melakukan olah raga baik olahraga ringan maupun berat baik dilingkungan kantor ataupun di rumah

d. Mengutamakan CTPS (cuci tangan pakai sabun) baik sebelum ketempat kerja maupun saat di lingkungan kerja (Pandelaki and Kandou 2015).

2.2 Konsep Pengetahuan 2.2.1 Definisi Pengetahuan

Pengetahuan atau kepandaian yang di miliki seseorang baik berupa pengetahuan umum maupun pengetahuan tentang segala hal termasuk jenis kebatinan maupun berkenaan dengan alam semesta dan sebagianya. Adapun pengetahuan termasuk informsi yang dimiliki atau yang diketahui melalu perantara atau pengalam dan kejadian yang di alami. Pengetahuan adalah seseorang yang mengetahui hal-hal tertentu ataupun segalanya, serta seseorang yang memiliki kepandaian dalam suatu hal yang telah dipelajarinya. Atau pengetahuan adalah seseorang yang mengetahui segala sesuatu hal yang belum tersusun secala sistematis atau belum diuji dengan valid atau shahih.

2.2.2 Tingkat Pengetahuan

Tingkatan pengetahuan pada domain kongnitif dibedakan menjadi 6 tingkatan yaitu :

1. Tahu

Merupakan tingkatan pengetahuan yang paling bawah atau rendah. Dimana tahu adalah seseorang yang dapat mengingat kembali suatu materi yang diketahui atua yang telah dipelajari dimana seseorang tersebut dapat menyebutkan , mengdefinisikan, menguraikan dan menyatakan terkait hal tersebut.

2. Memahami

Merupakan suatu kemampun yang dimiliki oleh seseorang dalam menjelaskan dan menginterprestasikan mengenai objek yang dilihat dan di ketahuinnya.

3. Penerapan

Merupakan suatu kemampun yang dimiliki dalam menggunakan materi yang di pelajari pada situasi atau kondisi tertentu dengan hukum-hukum, rumus-rumus dan mentode dari situasi yang nyata.

4. Analisis

Merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menguraikan objek

(6)

kedalam bagian-bagian yang lebih kecil dan masih dalam suatu struktur objek dan masih terkait satu sama lain. Seperti dapat membuat bagan, membedakan , memisahkan dan mengadopsi perilaku.

5. Sintesis

Merupakan kemampuan seseorang dalma menghubungkan bagian-bagian dalam bentuk keseluruhan yang baru diketahui serta menyusun formulasi yang ada.

6. Evaluasi

Merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan penilaian terhadap suatu objek dengan mengevaluasi kembali terkait kriteria yang telah disusun sendiri.

2.2.3 Pengetahuan Ibu

Pengatahuan ibu akan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang harus di miliki oleh seorang ibu agar bisa melindungi anak dari penyebaran virus dan penyakit. Peran seorang ibu yang memiliki pengetahuan sangatlah penting agar mudah menerapkaan dan membimbing anak agar bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ibu yang memiliki pengetahuan rendah akan penerpaan PHBS akan membiasakan dan membiarkan anak-anaknya menumbuhkan kebiasaan yang kurnag bersih dan tidak sehat sertta tidak baik bagi kesehatan anak.

Secara umum setiap individu mengetahui bagaimana cara berperilaku hidup bersih dan sehat, namun dikarenakan keterbatasan informasi dalam penerapan hal tersbut menyebabkan individu lalai dan melupakan bahwa pentingnya menerapkan hal tersebut. Sama halnya dengan orang tua, dari penelitian sebelumnya oleh damayanti (2014) dalam jurnal (Lukas, Agustino 2017), menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan ibu terhadap perilaku hidup bersih dan sehat masih tergolong sangat rendah.

Di indonesia kebanyakan orang tua khususnya seorang Ibu yang memiliki pengetahuan mengenai PHBS sampai saat ini masih sangat rendah. Baik melaksanakan PHBS di rumah, disekolah maupun dilingkungan rumah juga jarang menerapkan PHBS. Hal tersebutlah yang menyebabkan ketersinambungan antara penerapan PHBS pada anak dengan pengetahuan PHBS pada ibu atau orang tua.

Seorang ibu yang memiliki pengetahuan luas mengenai PHBS akan sangat tanggap dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat tersebut terkhusus bagi anak-anak mereka baik di lingkungan rumah, disekolah maupun dirumah, sehingga anak-anak mereka pun juga menerapkah hal-hal yang di ajarkan oleh ibunya. Begitupula bagi seorang ibu yang tidak memiliki pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat akan berdampak pada anak yang tidak menerapakan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga

(7)

anak-anak yang tidak menerapkan PHBS seperti tidak mencuci tangan saat sebelum makan maupun sesudah makan, atau menggunakan jamban yang bersih sehingga menyebabkan mereka mudah terserang penyakit, virus dan bakteri baik penyakit yang ringan kedalam pencernaan mereka maupun penyakit yang tergolong berat atau mereka menyebabkan pencemaran lingkungan.

Peningkatan pengetahuan seorang ibu yang memiliki balita dengan masalah kesehatan dapat mengikuti penyuluhan atau pendidikan kesehatan agar adapat mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan pada anak. Dan di dalam pendidikan atau penyuluhan ini sangat baik serta bermanfaat bagi seorang ibu dengan mempunyai balita atau anak-anak (Norhasanah, Rosita 2017).

2.3. Pendidikan Kesehatan

2.3.1 Definisi Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan merupakan sebuah langka dalam melakukan perubahan pada diri seseorang dalam mencapai tujuan pemeliharaan kesehatan baik pada indovidu maupun pada masyarakat atau orang lain. Pendidikan kesehatan suatu upaya yang memotivasi seseorang untuk melakukan hal yang positif maupun belajar hal yang bermanfaat. Biasanya cara yang digunakan adalah cara umum untuk mendidik dan mengajarkan seseorang menegenai pendidikan kesehatan dengan mengajarkan bagaimana cara menjaga kesehatan, cara mencuci tangan dan lainnya (Aulia et al. 2018).

Menurut Wiboyo dalam jurnal (Mawan, Indriwati 2017), penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada kelompok masyarakat merupakan suatu upaya atau strategi untul menperdayakan masyarakat khususnya rumah anggota rumah tangga agar bisa berperan aktif dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, sehingga masyarakat mampu untuk menerapkan PHBS baik dilingkungan rumah maupun dilingkungan pekerjaan. Dan pendidikan kesehatan ini bisa tertanam pada diri masyarakat indonesia sampai kapanpun dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari penyakit,virus dan bakteri.

Pendidikan kesehatan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan megikuti prinsip prinsip belajar untuk menyampaikan suatu keadaan dimana seseorang,keluarga, kelompok atua masyarakat sekitar dengan keseluruhan yang ingin mencapai hidup yang sehat, dengan mengajarkan cara menjaga kesehatan (Norhasanah, Rosita 2017).

2.3.2 Jenis – Jenis Media Pendidikan Kesehatan

Dalam melakukan promosi atau mengajarkan pendidikan kesehatan pada anak bisa

(8)

melalui beberapa media pendidikan kesehatan diantaranya : A. Media Cetak

1. Media Leaflet adalah jenis media yang biasa digunakan dalam mempromosikan atau mengajarakan mengenai pendidikan kesehatan dimana media leaflet ini berbentuk seperti kertas yang bertulisan mengenai pendidikan kesehatan dan dibagaikan pada subjek yang di inginkan atua sasaran yang diinginkan.

2. Media Flipchart adalah jenis media yang terdiri dari bahan kertas yang berisi informasi terkaid materi-materi yang akan disampaikan kepada orang lain.

3. Media power point adalah media yang di susun dengan materi-materi yang akan disampaikan dan biasanya menambahkan aksen gambar untuk menarik perhatian orang lain.

4. Media Booklet adalah media yang disusun berupa tulisan dan gambar dalam menyampaikan sebuah informasi terkait pendidikan kesehatan (Haryani and Sahar 2016).

5. Buku panduan PHBS adalah sebuah media yang digunakan untuk menyampaikan iinformasi berbentuk cetakan buku dengan beberapa usur didalamnya seperti cara mencuci tangan pakai sabun, makan buah dan sayur setiap hari dan lain-lain (Aulia et al. 2018).

B. Media elektronik

1. Media video adalah suatu pengajaran melalui video dengan di tayangkan dan di tangkap oleh panca indra terutama mata dan telingga dalam menangkap sebuah informasi yang disampaikan (Mulyadi 2018).

2. Radio dan televisi adalah salah satu media dalam mempromosikan atau menyampakai suatu informasi baik berupa suara yang direkam atau pun gambar dari seseorang dalam menyampaikan informasi (Haryani, Sri Sahar 2016).

3. Media audiovisual adalah media yang menyampaikan suatu informasi dengan berupa suara dan biasanya berupa gambar juga dan di sampaikan kepada sasaran dalam pemberian media kesehatan (Haryani, Sri Sahar 2016).

2.3.3 Manfaat Dalam Penerapan Pendidikan Kesehatan

1. Masyarakat yang menerapkan pendidikan kesehatan akan mencapai suatu

(9)

perubahan baik dari perilaku maupun cara menjalankan kehidupan yang bersih dan sehat .

2. Masyarakat bisa memperoleh berbagai informasi terkait penerapan hidup bersih dan sehat melalui pendidikan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan agar masyarakat mengetahui cara melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

3. Pendidikan kesehatan juga bisa mengubah perilaku seorang individu maupun kelompok masyarakat dalam melakukan perilaku hidup bersih dansehat guna menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit baik dari virum maupun bakteri (Aulia et al. 2018).

2.3.4 Pentingnya Pendidikan Kesehatan

1. Pentingnya pemberian pendidikan kesehatan kepada seseorang agar bisa memotifasi dan mengajarkan hal hal yang bisa membangun dan mengubah perilaku hidup bersih dan sehat agar bisa terhindar dalam serangan penyakit.

2. Selain itu juga bisa mendidik sesorang dengan tegas dalam menjaga kesehatan diri mereka sendiri dan orang lain agar tidak menularkan penyakit pada orang lain (Aulia et al. 2018).

3. Dan juga bisa menanamkan kepada seseorang dan maasyarakat dalam menerapkan nilai-nilai karakter pada diri mereka dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat agar mereka bisa menumbuhkan dan menanamkan pada diri mereka bagaimana cara berperilaku hidup bersih dan sehat (Rimba Mawan, Agni , Indriwati, Sri Endah 2017).

2.3.5 Tujuan Pendidikan kesehatan

Melakukan pendidikan kesehatan tentunya memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan dan mempertahankan derajat kesehatan masyarakat agar masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan serta memastikan masyarakat melakukan pendidikan kesehatan agar masyarakat terhindar dari paparan penyebaran penyakit dan tentunya di zaman sekarang yaitu penyebaran covid-19(Norhasanah 2017).

2.3.6 Penerapan Pendidikan kesehatan

(10)

Penerapan pendidikan kesehatan bagi seseorang yang memperoleh

pendidikan kesehatan sangat mendapatkan beragam manfaat seperti memperoleh pengetahuan kesehatan dalam menjaga kesehatan dan merapakan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu seseorang yang memperoleh pendidikan kesehatan bisa membagikan informasi yang didapatkan kepada orang lain baik orang tua, anak,saudara ataupun keluarga lainnya agar bisa menjaga mereka terhindar dari berbagai ancaman penyakit.

2.3.7 Sasaran Pendidikan kesehatan

Dalam melakukan pendidikan kesehatan ada beberapa aspek dalam melakukan dan menyetujui sasaran kita dalam melakukan pendidikan kesehatan dan berikut sasaran yang bisa kita berikan pendidikan kesehatan :

1. kelompok sasaran anak-anak sekolah mulai dari sekolah Paud, SD,SMP dan SMA 2. kelompok mahasiswa perguruan tinggi

3. kelompok masyarakat awam

4. kelompok orang tua baik bekerja sebagai buruh maupun sebagai pejabat tinggi negara juga bisa menjadi kelompok sasaran dalam melakukan pendidikan kesehatan tergantung dari kita yang menentukan kelompok mana yang akan menjadi sasaran kita serta mampu memberikan informasi agar bisa meningkatkan perkembangan dan mengubah pengetahuan baik dari tidak mengetahui apa-apa menjadi tahu dalam berbagai aspek seperti aspek knowledge,attitude,dan practice serta dapat dipraktekan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari

5. pasien dan tenaga kesehatan yang ada dirumah sakit

6. petugas kebersihan dan keamana di rumah sakit (Aswadi et al. 2017).

2.3.8 Langkah-Langkah Pendidikan kesehatan

1. Menentukan wawasan atau materi apa yang akan kita gunakan dalam melakukan pendidikan kesehatan dan disetujui oleh seluruh pihak yang berwenang.

2. Mendukung dan melakukan pemilihan media untuk pendidikan kesehatan dari setiap materi yang diajukan oleh kelompok seperti mengajukan bagaimana melakukan edukasi dengan melakukan oleh raga,menyediakan air bersih dan lainnya dan media apa yang akan digunakan.

3. Melakukan gerakan atau penyusunan materi melalu media yang dipilih untuk mempercepat proses pendidikan kesehatan kepada masyarakat atau individu.

(11)

4. Melakukan terjun langsung kepada masyarakat atau individu dalam pendidikan kesehatan guna meningkatkan dan mempertahankan kondisi kesehatan yang mandiri.

5. Setelah melakukan pendidikan kesehatan tenaga kesehatan juga bisa membuat perubahan dalam pemikiran masyarakat atau individu mengenai cara menjaga kesehatan mereka dengan menggunakan fasilitas kesehatan (Nadra 2016).

2.3.9 Ruang Lingkup Pendidikan kesehatan

1. Tempat pendidikan baik di pendidikan kesehatan maupun bukan pendidikan kesehatan

2. Lingkungan tempat kerja baik di perkantoran maupun dilingkungan terbuka.

3. Lingkungan politik atau organisasi

4. Lingkungan perumahan yang terdapat pemukiman masyarakat atau individu

5. Lingkungan rumah sakit dan lainnya (Nadra 2018).

2.3.10 Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan kesehatan

1. Di pengaruhi oleh metode yang gunakan saat melakukan pendidikan kesehatan.

2. Cara atau alat bantu yang digunakan oleh seseorang serta apakah yang digunakan dapat dimengerti oleh masyarakat atau individu yang menjadi sasaran pendidikan kesehatan.

3. Pemilihan metode juga harus sesuai dengan bagaiaman kondisi lingkungannya serta pihak-pihak mana saja yang menjadi sasaran yang akan dilakukan pendidikan kesehatan.

4. Tetap mematuhi peraturan atau standar yang berlaku dalam melakukan pendidikan kesehatan (Nadra 2018)n.

2.3.11 Strategi pendidikan kesehatan

Strategi dalam melaksanakan pendidikan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di lakukan terhadap seluruh aspek, dimana hal tersebut mengacu pada piagam ottawa (ottawa charter). Piagam tersebut memiliki 3 langkah yang harus dilakukan agar pendidikan kesehatan berjalan lancar. Langkah tersebut meliputi

(12)

advokasi, bina suasanan, dan pemberdayaan. Dari ketiga langkah ini bisa dilaksanakan dalam bentuk tindakan dan biasanya tindakan yang dilakukan adalah melakukan perkembangan kebijakan kesehatan sebagai salah satu upaya untuk menetapkan suatu kebijakan dan selalu memperhatikan dampak yang akan timbul. Dan selain itu juga membangun lingkungan yang mendukung sehingga berbagai sector yang dapat melaksanakan seluruh kegiatan yang dilakukan dilingkungan yang sehat (Lina 2017).

2.3.12 Metode Pendidikan kesehatan

Metode dalam pendidikan kesehatan bisa dipilih oleh organisasi atau indovidu yang akan melakukan pendidikan kesehatan pada masyarakat dengan beberapa metode berikut :

1. Metode langsung atau dengan lisan

Metode langsung bisa dengan menggunakan media elektronik dimana seseorang bisa menvideo diri mereka yang sedang melakukan pendidikan kesehatan dengan berbicara secara langsung dengan menghadap kekamera yang sedang merekam mereka. Selain itu bisa melakukan siaran secara langsung di radio atau televisi, ataupun melakukan pendidikan kesehatan secara langsung dengan tatap muka bersama masyarakat yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan tersebut (Haryani and Sahar 2016).

2. Metode Tidak Langsung Atau Non Lisan

Pendidikan kesehatan bisa juga melalui metode non lisan dengan cara menerbitkan leaflet, flipchart, power point, booklet, dan panduan buku PHBS dimana media- media tersebut diterbitkan menggunakan media kertas denganbertulisan materi-materi pendidikan kesehatan di bisa dibaca oleh masyarakat yang menjadi sasaran pendidikan kesehatan.

2.3.13 Media Pendidikan kesehatan

A. Media pendidikan kesehatan bisa melalui beberapa media yang mana di bedakan menjadi 2 media sepertinya :

1. Media cetak

Media leaflet adalah jenis media yang bisa digunakan dalam mempromosikan atau mengajarkan mengenai pendidikan kesehatan dimana terdiri dari media kertas yang bertulisan mengenai pendidikan kesehatan.

2. Media flipchart

merupakan jenis media yang terdiri dari bahan kertas yang berisi informasi

(13)

menganai pendidikan kesehatan yang akan disampaikan (Suwarno, Shaluhiyah, and Prabamurti 2017).

3. Media booklet

adalah media yang dibuat dengan media kertas yang berisi materi-materi disertai gambar mengenai pendidikan kesehatan (Haryani and Sahar 2016).

4. Selain itu bisa juga menggunakan buku panduan PHBS dengan media kertas yang berisi materi atau berbentuk cetakan yang berisi tatacara,indikator dari PHBS (Destanul Aulia and Sri Fajar Ayu 2018).

5. Media elaktronik

Media video merupakan media pengajaran melalui video dengan di tayangkan dan di tangkap melalui panca indra terutama mata dan telingan dalam menangkap informasi yang disampaikan (Mulyadi 2018).

6. Media radio dan televisi dengan media yang mempromosikan atau menyampaikan suatu informasi baik berupa suara yang direkam atau pun gambar diri seseorang yang sedang menyampaikan informasi tersebut (Haryani, Sri Sahar 2016).

7. Media audiovisual adalah media yang menyampaikan suatu informasi dengan berupa suara dan biasanya berupa gambar juga dan disampaikan kepada sasaran dalam pemberian media kesehatan (Haryani, Sri Sahar 2016).

B. Pendidikan kesehatan Dengan Media Video Dan Booklet 1. Media Video

a. Definis Media Video

Media video adalah media pengajaran melalui media video dengan di tayangkan dan ditangkap memalui panca indra terutama mata dan telinga dalam menangkap informasi yang disampaikan dan memuat materi-materi mengenai pendidikan kesehatan (Mulyadi 2018). Video biasanya terdiri dari audio visual yang yang dikombinasi oleh gambar atau objek dari suatu pembahasan atau materi yang akan di angkat dalam melaksanakan pendidikan kesehatan, dan ditampilkan dengan daya tarik sehingga para penontonnya bisa menangkap hal yang bisa diambil dan di terapkan.

b. Langkah-langkah pembuatan media video

1. Pertama kita harus melakukan Analyze (analisi) dimana kita harus menganalisis, mengamati dan melihat serta mencari informasi mengenai segala macam

permasalahan yang ada di lapangan mengenai hal apa yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

(14)

2. Kedua kita bisa melakukan design dimana mulai mengolah data analisi yang telah kita lakukan dan menentukan atau mendesain suatu produk video yang akan kita gunakan dalam melakukan pendidikan kesehatan.

3. Ketiga bisa melakukan develop yang mana mengembangkan rancangan sebelumnya dengan memiilih dan menentukan software apa yang akan kita gunakan seperti softwer powtoon, softwer movie maker danlainnya.

4. Keempat adalah melakukan tahap implementasi dimana kita mulai mencoba produk yang telah selesai di desain. Seperti mulai mempromosikan dan memberikan pengajaran kepada sasaran yang akan kita ambil dalam menerapkan video pendidikan kesehatan yang telah kita bikin.

5. Kelima melakukan evaluasi dengan mengevaluai kembali hasil yang bisa kita ambil dalam hal bagaimana dan seperti apa sasaran atau orang yang melihat video yang kita buat dan melihat apakah ada hal yang bisa diambil dan menerapkan materi yang kita sampaikan (Mawan, Indriwati 2017).

2. Media Booklet

a. Definisi Media Booklet

Media booklet adalah suatu media yang dibuat dengan media kertas yang mana berisi materi materi yang disertai gambar gambar mengenai pendidikan kesehatan.

b. Manfaat media booklet

1. Menjadikan sebagai media komunikasi yang membantu sasaran pendidikan baik Paud,TK hingga SMA maupun masyarakat awam dalam belajar dengan cepat dan mudah.

2. Membuat masyarakat atau individu yang membacanya tertarik dan ingin lebih mengetahui serta menguasai pesan-pesan yang terkandung di dalam booklet dan bisa mengamalkan kepada individu lainnya.

3. Lebih mempermudah dalam mencari informasi serta mudah memahami setiap informasi yang disampaikan.

c. Langkah-langkah pembuatan media booklet

Sama halnya dengan media video kita juga harus mengikuti 5 langkah agar terciptanya media booklet seperti :

(15)

1. Melakukan analisis dengan melihat dan menentukan tema apa yang akan kita ambil.

2. Kedua kita bisa memilih design seperti apa yang akan kita gunakan agar bisa menjadi daya tarik para pembaca.

3. Ketiga kita mulai mengolah data yang kita kumpulkan dan mulai menciptakan booklet sekreaktif mungkin agar menjadi daya tarik dari booklet kita, dan kita bisa menggunakan softwer photoshop dan lainnya.

4. Keempat mulai meakukan tahap implementasi dimana kita mulai mendatangi sasaran kita dan menjelaskan isi dari produk media booklet yang telah kita buat.

5. Terakhir mulai melakaukan tahap evalusi dari hasil yang telah kita sampaikan dengan menanyakan apakah ada pesan yang bisa di ambil oleh sasaran kita.

2.3.14 Pendidikan kesehatan Pada Anak

Pendidikan kesehatan pada anak bisa berupa cara mengajarkan dan mengigatkan anak dalam menerapkan dan membentuk kebiasaan seperti:

1. Membiasakan anak atau siswa disekolah dalam menyikat gigi baik sebelum tidur maupun sesudah makan.

2. Selalu menerapkan mencuci tangan dengan sabun baik sebelum makan, sesudah makan maupun sesudah beraktifitas diluar rumah.

3. Selalu senantiasa membersihkan kuku jari ruangan dan jari kaki serta sering menyisir rambut agar terhindar dari kotoran dan debu.

4. Lalu mengajarkan dan mempromosikan kegiatan makan sayur dan buah-buahan setiap hari

2.4 Konsep Covid-19 2.4.1 Definisi Covid-19

Coronavirus merupakan suatu virus yang berukuran kecil 120-160 nm. Virus RNA ini menginfeksi hewan namun bisa menyebar ke manusia. Ada beberapa jenis coronavirus yang menginfeksi manusia seperti : alphacoronavirus 229E, alphacoronavirus NL63, betacoronavirus OC43, betacoronavirus HKU1, severe acute respiratory illness coronavirus (SARS-CoV), dan Middle east respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV), dan yang terbaru adalah covid-19 dimana termasuk dalam genus betacoronavirus. Analisis filogenetik yang di lakukan menunjukkan bahwa virus covid-

(16)

19 ini termasuk dalam subgenus coronavirus yang menyebabkan wabah seve acute repiratory illnes (SARS) pada tahun 2002-2004 yang lalu. Virus SARS-Cov-2 memiliki kemiripan dengan coronavirus yang berasa dari kalelawar namun bermutasi dan menginfeksi manusia dan di duga bahwa mamalia dan burung adalah reservoir perantara

2.4.2 Cara Penularan Covid-19

Cara penularan covid-19 dengan perkembangan yang cukup pesat dan menginfeksi manusia melalui udara yang di hirup melalui hidung dan mulut serta selaput mata. Maka demikian banyak peneliti yang mengatakakan untuk menghindari menyentuh daerah mata hidung dan mulut. Selain itu penularan juga terjadi melalu kotak langsung yang dilakukan atau droplet. Dimana individu yang bisa terinfeksi adalah individu yang berhubungan dekat dengan orang yang positif covid-19.

2.4.3 Tanda dan gejala covid-19

Individu yang terdeteksi positif covid-19 akan merasakan beberapa tanda dan gejala yang sangat menganggu, dan adapun tanda gejalanya seperti :

1. Merasakan gangguan pernafasan akut 2. Demam yang dirasakan

3. Batuk-batuk 4. Sesak nafas

Masa inkubasi dari gejala yang di timbulkan sekitar 5-6 hari dan biasanya sampai dengan 14 hari. Rata-rata kasus covid-19 yang ditemukan bisa menyebabkan pneumonia sindrom pernafasan akut , gagal ginjl dan bisa menyebabkan kematian.

Dan tanda klinis yang ditemukan rata rata menyebabkan demam dan kesullitan bernafas serta hasil rontgen menunjukan adanya infltrat pneumonia pada paru-paru.

2.4.4 Cara Pencegahan Covid-19

Cara penjegahan yang bisa dilakukan denga selalu menjaga tangan tetap bersih dengan selalu mencuci tangan memakai sabun dan membawa handsanitizer saat berpergian keluar rumah. Serta selalau memakai makser dan menjaga kebersihan diri maupun rumah. Dan tak lupa menjaga imunitas tubuh dengan menggkonsumsi suplemen vitamin bagi tubuh (wulandari,dkk. 2020).

2.4.5 Penerapan PHBS Di Masa Pandemi Covid-19

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sangat diperlukan dimasa pandemi covid-19 ini, dikarenakan penyebaran virus corona yang telah di teliti membuktikan

(17)

bahwa penyebabran virus bisa melalui sentuhan atau tangan yang telah

menyentuh tempat-tempat umum, selain itu bisa melalui udara yang dihirup melalui panca indra penciuman atau hidung dan memasuki paru-paru yang menyebabkan terjadinya sesak, dan juga bisa melalui selaput mata dan masuk menembus kornea menyerang bagian otak. Hal ini yang menyebabkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sangat di butuhkan di masa pandemi covid-19 sehingga dengan adanya pendidikan kesehatan mengenai PHBS dapat membantu masyarakat dalam mencegah penularan dan mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna melindungi diri dari paparan dan penyebaran virus corona (Kemenkes 2020).

Referensi

Dokumen terkait

Prevalensi AI Provinsi Sumbar 3,8%, ini menunjukkan bahwa diwilayah Provinsi Sumbar masih ditemukan virus AI yaitu di Kabupaten Agam, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten

Universitas Widyatama berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat disamping melaksanakan pendidikan dan pengajaran sebagaimana diamanahkan

Tesis dengan judul “ Manajemen Pemberdayaan Pengawas Dalam Rangka Menunjang Kebijakan Pemerintah Tentang Otonomi Bidang Pendidikan Di Kabupaten Kebumen “ ini disusun untuk

 Paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup  Paragraf deduktif, induktif, gabungan, atau paragraf tanpa

#romosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran diri, oleh untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong diri sendiri

Terdapat 1 Program yaitu Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelola Keuangan Sekretariat Daerah dengan Kegiatan Konsolidasi Pelaksanaan Pengelolaan Administrasi

Memenuhi hak-hak jasmani dan ruhani dengan menjaga kesehatan makan makanan yang baik dan halal, menghindari makanan yang haram, minuman keras atau obat-obatan

Dengan teknologi multimedia dapat digunakan sebagai media pembuatan video profil “Vihara Dhama Sundara” yang menjadi media informasi dan promosi agar dikenal oleh masyarakat