• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Nasional Dan Penghitungannya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pendapatan Nasional Dan Penghitungannya"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Pendapatan Nasional Dan Penghitungannya

PERTEMUAN 3

Ekonomi Makro

By : BIDA SARI, SP, MSi [email protected]

(2)

Perhitung Pendapatan Nasional

Ada 3 pendekatan yang digunakan dalam menghitung pendapatan nasional:

1. Pendekatan Produksi

2. Pendekatan Pendapatan

3. Pendekatan Pengeluaran

(3)

I. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan Produksi

Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi meliputi penjumlahan nilai (harga dikalikan jumlah barang dan jasa) yang dihasilkan seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari industry, agraris, ekstraktif, jasa dan niaga selama satu

periode tertentu.

Y = (P1 x Q1) + (P2 x Q2) + … + (Pn x Qn)

Perhitungan pendekatan nasional dengan pendekatan produksi dilakukan dengan cara :

1) menghitung nilai barang akhir, atau

2) menjumlahkan semua nilai tambah (Value Added) dari semua sektor ekonomi selama satu periode tertentu ( biasanya dalam satu tahun ).

Nilai tambah adalah selisih antara nilai produksi (nilai output) dan nilai biaya ( nilai input) yang berupa bahan baku dan bahan

penolong dalam proses produksi.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(4)

Rumus menghitung pendapatan

nasional dengan pendekatan produksi

 Y = NTB1 + NTB2 + NTB3 + …. + NTBn

Keterangan :

Y = pendapatan nasional

NTB = Nilai Tambah dari setiap sektor ekonomi

(5)

CONTOH SOAL PENDEKATAN PRODUKSI

Menghitung pendapatan nasional dari industri pakaian jadi

Dengan demikian Nilai pakaian jadi adalah RP. 40.000,00, atau nilai yang tertera pada nilai akhir produksi dan atau penjumlahan nilai tambah dari pakaian jadi yang diwujudkan oleh keempat

kegiatan

Jenis Produsen KOMODITAS NILAI PRODUKSI NILAI TAMBAH

Produsen I Kapas RP. 20.000,00 RP. 20.000,00

Produsen II Benang RP. 25.000,00 RP. 5.000,00

Produsen III Kain RP. 30.000,00 RP. 5.000,00

Produsen IV Pakaian Jadi RP. 40.000,00 RP. 10.000,00

JUMLAH RP. 40.000,00

By : BIDA SARI, SP, MSi

(6)

Perhitung Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional dengan pendekatan produksi,dapat pula dihitung dengan menjumlah produksi seluruh sektor lapangan

usaha dalam kegiatan produksi, yang terlihat dalam table berikut:

Tabel 2.2. Perhitungan Pendapatan Nasional per Sektoral

(7)

II. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan Pendapatan/Penerimaan

Pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pendapatan / penerimaan dapat dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor – faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

Pendapatan/Peneimaannya berupa sewa (rent), upah (wage) bunga (interest), dan laba (profit).

By : BIDA SARI, SP, MSi

Y=National Income (NI)

(8)

CONTOH SOAL PENDEKATAN PENDAPATAN

Diketahui data pendapatan sebagai berikut ( dalam miliar rupiah ) : Sewa Tanah = RP. 60.000,00

Upah = RP. 350.000,00 Bunga Modal = RP. 50.000,00 Laba Usaha = RP. 30.000,00

Hitunglah pendapatan nasional menurut pendekatan pendapatan !

Jawaban :

Y = R + W + I + P

Y = 60.000 + 350.000 + 50.000 + 30.000 Y = RP. 490.000,00

(9)

Perhitung Pendapatan Nasional Pendekatan Pengeluaran

By : BIDA SARI, SP, MSi

W W R I P

(10)

III. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN PENDEKATAN PENGELUARAN (Expenditure Approach)

Pendapatan nasional yang dihitung dengan menggunakan pendekatan pengeluaran yaitu dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku ekonomi, yaitu.

1)

Pengeluaran dari rumah tangga konsumen adalah konsumsi rumah tangga (C),

2)

Pengeluaran perusahaan adalah investasi (I),

3)

Pengeluaran pemerintah adalah seluruh belanja pemerintah (G), dan

4)

Pengeluar luar negeri adalah ekspor netto (selisih ekspor-X dan impor-M),

Dengan menjumlahkan keseluruhan dari pengeluaran tersebut

dalam satu periode tertentu (biasanya dalam satu tahun) akan

diperoleh pendapatan nasional.

(11)

EMPAT KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL MENURUT METODE PENGELUARAN

1. Konsumsi ( Consumption ), yaitu pengeluaran yang dilakukan rumah tangga konsumen,yang ditulis dalam rumus dengan lambang C.

2. Investasi ( Investment ), yaitu pengeluaran yang dilakukan rumah tangga perusahaan/produsen, yang ditulis dalam rumus dengan

lambang I .

3. Pengeluaran pemerintah ( Government Expenditure ) , yaitu

pengeluaran yang dilakukan rumah tangga pemerintah, yang ditulis dalam rumus dengan lambang G .

4. Ekspor dan Impor ( Export-Import ) , yaitu pengeluaran yang

dilakukan rumah tangga luar negeri, yang ditulis dalam rumus dengan lambang X dan M.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(12)

RUMUS PENDEKATAN PENGELUARAN

Y = C + I + G + ( X – M )

KETERANGAN :

Y = Pendapatan Nasional

C = Pengeluaran konsumsi rumah tangga Konsumen ( RTK ) I = Pengeluaran Investasi rumah tangga Produsen ( RTP )

G = Pengeluaran pemerintah dari rumah tangga pemerintah ( RTG ) X = Ekspor

M = Impor

Y=Agregat Expenditure

Y= Gross National Product (GNP) = Produk Nasional Bruto (PNB)

(13)

CONTOH SOAL PENDEKATAN PENGELUARAN

Berdasarkan informasi yang diberikan pada soal diperoleh data berikut : Pengeluaran Konsumsi = RP. 25.000.000.000

Investasi Pengusaha = RP. 10.000.000.000 Ekspor = Rp. 17.000.000.000 Impor = RP. 7.000.000.000 Pengeluaran pemerintah = RP.30.000.000.000

Jawaban :

Pendapatan nasional : Y = C + I + G + ( X – M )

Y = 25 M + 10 M + 30 M + ( 17 M – 7 M )

Y = 75 M

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh besar pendapatan nasional adalah Rp. 75.000.000.000,00.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(14)

GNP ( Gross National Product ) atau PNB ( Pendapatan Nasional Bruto )

Produk nasional bruto merupakan ukuran pertama daripada hasil

perekonomian, perlu diperhatikan bahwa produk domestic bruto itu tidak memperhatikan produksi milik produk nasional bruto , dan angka dari

penjumlahan atau pengurangan PDB merupakan PNB .

RUMUS PNB :

Keterangan :

PFLN = Faktor produksi luar negeri yang ada dalam perekonomian.

PFDN = faktor produksi dalam negeri

PFDN = pendapatan faktor produksi neto = PFN dari LN (pendapatan faktor-faktor produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan faktor-faktor produksi yang dibayarkan ke luar negeri

PNB = PDB – PFLN + PFDN atau PNB = PDB + PFPN

(15)

Contoh :

Diketahui Produk Domestik Brutonya (PDB) Indonesia pada tahun 2013 adalah Rp. 131.101,6 milliar. Pendapatan/ Produk Neto terhadap luar negeri Rp.4.995,7 miliar .

Jawab :

GNP = GDP – PFPN

GNP = Rp. 131.101,6 milliar – Rp. 4.995,7 milliar GNP = Rp. 136.057,3 milliar

(16)

Tabel Perhitung Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Pengeluaran

- Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Rp xxx - Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Rp xxx - Pembentukan Modal Domestik Bruto Rp xxx

- Ekspor netto barang dan jasa Rp xxx

Jumlah GDP / PDB Rp xxx

- Ditambah pendapatan netto factor produksi

dari luar negeri (net factors income from abroad) Rp xxx

Jumlah GNP / PNB Rp xxx

- Dikurangi Pajak tidak langsung Rp (xxx)

- Dikurangkan penyusutan Rp (xxx)

Jumlah National Income Rp xxx

- Dikurangkan pajak langsung netto (pajak

langsung – pembayaran transfer) Rp (xxx) Pendapatan Disposable (Yd) Rp xxx

(17)

PENDAPATAN NASIONAL BRUTO NOMINAL ( GNP at market place )

Pendapatan nasional bruto nominal adalah produk domestic bruto yang dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku pada tahun yang bersangkutan.

Pendapatan nasional nominal ini belum disesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada tingkat harga atau inflasi, oleh karena itu GNP

nominal sering disebut sebagai produk domestic yang belum tersesuaikan (unadjusted GDP ).

Market GNP adalah istilah untuk GNP at market price atau GNP at current price , selain itu kita mengenal GNP menurut harga yang berlaku, ini disebut juga nomina GNP atau money GNP .

By : BIDA SARI, SP, MSi

(18)

PENDAPATAN NASIONAL BRUTO RIIL ( real GNP )

Pendapatan nasional bruto riil ini adalah sebutan lain dari GNP at price atau constant GNP atau deflated GNP, yakni GNP

menurut harga konstan .

Pendapatan nasional bruto riil adalah pendapatan nasional yang diukur dan dihitung berdasarkan harga constant dengan tingkat harga yang berlaku pada tahun dasar. Dengan kata lain sudah disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam tingkat inflasi dan oleh karena itu sering disebut sebagai produk domestic

yang tersesuaikan ( adjusted GDP )

(19)

RUMUS MENGHITUNG GNP NOMINAL DAN GNP RIIL

By : BIDA SARI, SP, MSi

𝑮𝑫𝑷 𝑵𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍 = 𝑮𝑫𝑷 𝒓𝒊𝒊𝒍 𝒙 𝑮𝑫𝑷 𝒅𝒆𝒇𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓

𝑮𝑫𝑷 𝒅𝒆𝒇𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓 =

𝑮𝑫𝑷 𝒏𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍

𝑮𝑫𝑷 𝒓𝒊𝒊𝒍

𝒙 𝟏𝟎𝟎

𝑮𝑫𝑷 𝒓𝒊𝒊𝒍 =

𝑮𝑫𝑷 𝒏𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍

𝑮𝑫𝑷 𝒅𝒆𝒇𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓

𝒙 𝟏𝟎𝟎

Jika tidak terdapat pendapatan faktor- faktor produksi yang diterima dari luar negeri atau pendapatan faktor-faktor produksi yang dibayarkan ke luar negeri maka GNP = GDP

𝑮𝑵𝑷 𝑵𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍 = 𝑮𝑵𝑷 𝒓𝒊𝒊𝒍 𝒙 𝑮𝑵𝑷 𝒅𝒆𝒇𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓

𝑮𝑵𝑷 𝒅𝒆𝒇𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓 =

𝑮𝑵𝑷 𝒏𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍

𝑮𝑵𝑷 𝒓𝒊𝒊𝒍

𝒙 𝟏𝟎𝟎

𝑮𝑵𝑷 𝒓𝒊𝒊𝒍 =

𝑮𝑵𝑷 𝒏𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍

𝑮𝑵𝑷 𝒅𝒆𝒇𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓

𝒙 𝟏𝟎𝟎

(20)

PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi dunia yang berlaku semenjak lebih dua abad yang lalu menimbulkan efek penting yang sangat menggalakkan , yaitu :

1.

Kemakmuran atau taraf hidup masyarakat makin meningkat

2.

Dapat menciptakan kesempatan kerja yang baru kepada penduduk yang terus bertambah jumlahnya

Dalam analisisi ekonomi, konsep pertumbuhan ekonomi dan

pembangunan ekonomi mempunyai pengertian yang berbeda

(21)

Contoh soal :

Pada GDP Nominal 2001, output berupa daging 1kg dengan harga/kg Rp.20 dan beras 1 kg

dengan harga/kg Rp.10. total GDP Nominal 2001 adalah : (1kg x Rp.20/kg) + (1 kg x Rp.10) = Rp.30

Pada GDP Nominal 2017, output berupa daging 2kg dengan harga/kg Rp.30, dan beras 2kg

dengan harga/kg Rp.15. Total GDP Nominal 2017 adalah :(2kg x Rp.30/kg) + (2 kg x Rp.15) = Rp.90.

Harga yang berlaku pada 2001 digunakan sebagai dasar penghitungan GDP Riil 2017.

Penghitungan GDP Riil 2017 merupakan kalkulasi output pada tahun berjalan dengan harga tahun dasar, sehingga penghitungannya: daging 2kg dengan harga/kg Rp.20 dan beras 2kg dengan harga/kg Rp.10. Total GDP Riil 2017 adalah : : (2kg x Rp.20/kg) + (2 kg x Rp.10) = Rp.60.

GDP Deflator = (GDP nominal 2017/GDP Riil 2017)x100 = (Rp.90/Rp.60)x100=150

GNP Deflator = 𝐆𝐍𝐏 𝐍𝐨𝐦𝐢𝐧𝐚𝐥

𝐆𝐍𝐏 𝐫𝐢𝐥𝐥 x 100

By : BIDA SARI, SP, MSi

GDP Deflator = 𝐆𝐃𝐏 𝐍𝐨𝐦𝐢𝐧𝐚𝐥

𝐆𝐃𝐏 𝐫𝐢𝐥𝐥 x 100

(22)

ANALISIS MENGENAI PERTUMBUHAN EKONOMI

Analisis mengenai pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam teori makroekonomi, analisis itu pada dasarnya

memperhatikan tentang kegiatan ekonomi negara dalam jangka panjang.

Ada dua hal penting , yang perlu diperhatikan dalam pertumbuhan ekonomi , yaitu :

1.

Faktor – faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi sesuatu Negara .

2.

Teori – teori yang menerangkan faktor penting yang menentukan

pertumbuhan

(23)

PERTUMBUHAN EKONOMI

Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya , pertumbuhan

ekonomi berarti perkembangan fiskal produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara, seperti pertambahan jumlah produksi barang industry, perkembangan infrastruktur , pertambahan jumlah sekolah, pertambahan produksi sektor jasa dan pertambahan produksi barang modal .

Dengan menggunakan berbagai jenis data produksi adalah sangat sukar untuk memberi gambaran tentang pertumbuhan ekonomi yang dicapai, oleh sebab itu memberikan suatu gambaran kasar tentang pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu negara, ukuran yang selalu digunakan adalah tingkat pertumbuhan pendapatan nasional riil yang dicapai.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(24)

PEMBANGUNAN EKONOMI (Economic Development)

Pembangunan ekonomi biasanya dikaitkan dengan

perkembangan ekonomi di Negara – Negara berkembang .

Pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi .

Dalam pembangunan ekonomi tingkat pendapatan perkapita terus – menerus meningkat , sedangkan

pertumbuhan ekonomi belum tentu diikuti oleh kenaikan

pendapatan per kapita .

(25)

Cara menghitung tingkat pertumbuhan

PDB negara Z pada tahun 2016 sebesar 40 miliar dan tahun 2017 meningkat menjadi Rp. 43,2 miliar. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi yang dicatat negara Z adalah ....

Jawab : 𝐺

𝑡

=

𝑃𝐷𝐵2017 𝑃𝐷𝐵− 𝑃𝐷𝐵2016

2016

X 100%

𝐺

𝑡

=

43,2 𝑀−40 𝑀

40 𝑀

x 100%

𝐺

𝑡

=

3,2 𝑀40 𝑀

x 100%

𝐺

𝑡

= 8,0 %

Pembahasan : berdasarkan informasi pada soal diperoleh informasi nilai PDB tahun 2016 adalah 40 M dan nilai PDB tahun 2017 adalah 43,2 serta pertumbuhan ekonomi yang dicatat negara Z adalah8,0%

By : BIDA SARI, SP, MSi

(26)

PENDAPATAN PER KAPITA SEBAGAI PENGUKUR KEMAKMURAN

Presentasi penduduk yang memiliki kendaraan , tingkat pendapatan mereka dan pemilikan harta-harta lain

merupakan petunjuk penting dalam melihat taraf kemakmuran yang dicapai.

Disamping itu , kemakmuran ditentukan pula oleh fasilitas untuk mendapatkan suplai listrik dan air minum yang

bersih , fasilitas pendidikan yang diperoleh dan taraf pendidikan yang dicapai , taraf kesehatan dan fasilitas

perobatan yang tersedia , keadaan perumahan masyarakat

miskin dan taraf perkembangan infrastruktur yang dicapai

.

(27)

MEMBANDINGKAN PENDAPATAN PER KAPITA

Dalam menunjukkan dan membandingkan tingkat kemakmuran suatu masyarakat digunakan data pendapatan perkapita dalam mata uang sendiri .

Data pendapatan nasional tidak dapat digunakan untuk

menggambarkan tingkat kemakmuran karena Negara mempunyai jumlah penduduk yang sangat berbeda .

Dalam menggunakan data pendapatan per kapita dalam

membandingkan tingkat kemakmuran di berbagai Negara, perlulah disadari bahwa perbandingan tersebut masih mempunyai banyak kelemahan .

Salah satu faktor yang menyebabkan ketidaktepatan cara

perbandingan yaitu adalah perbedaan dalam biaya hidup atau costs of living di antara berbagai Negara .

By : BIDA SARI, SP, MSi

(28)

CARA PERHITUNGAN PENDAPATAN PER KAPITA

Pendapatan per kapita , yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu Negara pada suatu masa tertentu . Nilai nya diperoleh dengan

membagi Nilai produk domestic Bruto ( PDB ) atau produk nasional Bruto ( PNB ) suatu tahun tertentu dengan jumlah penduduk pada tahun tersebut .

RUMUS MENCARI PENDAPATAN PER KAPITA :

PDB per Kapita = PDB : Jumlah Penduduk PNB Per Kapita = PNB : Jumlah Penduduk

Dalam menghitung pendapatan per kapita dua macam perhitungan dapat

dilakukan , yaitu berdasarkan harga yang berlaku dan harga tetap.

(29)

 Contoh :

Di sebuah negara, angka Gross National Product (GNP) pada tahun 2019 ini adalah adalah 1.300.567 miliar, dengan Jumlah penduduk di tahun yang sama sebanyak 262.000.000 juta jiwa. Berapakah nilai Pendapatan Perkapita

negara tersebut pada tahun 2019 ini?

Maka, nilai pendapatan perkapita yang dimiliki oleh negara tersebut pada tahun 2019 adalah :

GNP Per kapita = 1.300.567 milyar

262.000.000 jiwa

= 0.0049639961832061 atau GNP Per kapita = Rp 4.963.996 juta/jiwa

By : BIDA SARI, SP, MSi

(30)

Perhitungan pendapatan per kapita menurut harga yang berlaku penting untuk memberi gambaran mengenai kemampuan rata – rata dari penduduk Negara itu berbelanja dan membeli barang – barang dan jasa yang diperlukannya

Pendapatan per kapita menurut harga tetap perlu dihitung untuk menunjukkan perkembangan tingkat kemakmuran di suatu Negara

(31)

PERBANDINGAN KEMAKMURAN BERBAGAI NEGARA

Tiga aspek yang perlu diperhatikan , dalam membandingkan tingkat

kemakmuran di antara berbagai Negara , terutama di antara Negara maju dan Negara berkembang :

1. Perbandingan secara global diantara perbedaan kemakmuran penduduk dunia yang digolongkan kepada beberapa golongan pendapatan

2. Perbandingan yang terperinci diantara beberapa Negara terpilih di dunia ini.

3. Perbandingan pendapatan per kapita yang sudah disesuaikan dengan perbedaan biaya hidup dengan menggunakan purbasing power parity.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(32)

PENDAPATAN PER KAPITA BEBERAPA GOLONGAN NEGARA

PENDAPATAN PER KAPITA BERBAGAI GOLONGAN NEGARA

Kebanyakan Negara – Negara miskin baru mencapai kemerdekaan pada tahun – tahun sesudah perang dunia kedua . Semenjak merdeka mereka berusaha

mempercepat pertumbuhan ekonomi nya . Dan terdapat beberapa hambatan juga dalam mencapai cita – cita nya .

Golongan Negara Pendapatan per kapita

Jumlah penduduk

Persentasi

( DOLAR U.S ) ( JUTA ) DUNIA

Low income economies 430 2.510,6 40,9

Lower middle – income 1.240 2.164,5 35,3

Upper middle – income 4.460 503,7 8,2

High – income economies

26.710 955,0 15,6

JUMLAH 6.132,8 100

(33)

PENDAPATAN PER KAPITA BERBAGAI NEGARA

Berdasarkan data tahun 2001 , Di antara Negara kaya , Negara yang

pendapatan nya paling rendah adalah Spanyol ( berpendapat 14.860 dolar US ) dan yang paling tinggi adalah Switzerland ( dengan pendapatan perkapita

36.970 Dolar US )

Pendapatan perkapita Negara berpendapatan menengah golongan rendah berkisar di antara 600 dolar US hingga ke sekitar 2.600 dolar US , sedangkan golongan menengah yang berpendapatan tinggi , pendapatan per kapita

berada di sekitar 3.000 dolar US hingga 10.000 dolar US.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(34)

PENDAPATAN PER KAPITA DAN

“ PURCHASING POWER PARITY”

Pendapatan per kapita yang sudah disesuaikan dinamakan pendapatan perkapita persamaan daya beli ( pendapatan per kapita – ppp ) atau perkapita PPP – Purchasing Power Purity .

Contoh :

Di sebuah negara diketahui pendapatan perkapita nya adalah 202.000.000.000 sedang kan jumlah paritas daya beli ( purchasing power parity ) nya adalah 30 % dari jumlah pendapatan perkapita nya , tentukan jumlah pendapatan perkapita sesungguhnya !

Jadi pendapatan perkapita sesungguhnya adalah : 202.000.000.000 - 60.600.000.000 = 141.400.000.000

(35)

PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi pada prinsip nya menjelaskan perkembangan ekonomi , dan perubahan fundamental ekonomi suatu Negara dalam jangka panjang .

Pertumbuhan economic growth merupakan pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misalnya satu tahun .

Pertumbuhan ekonomi mempresentasikan adanya peningkatan

kapastitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu .

By : BIDA SARI, SP, MSi

(36)

FAKTOR PENTING DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI SUATU NEGARA

Tanah dan kekayaan alam

Faktor tanah dan kekayaan alam merupakan faktor yang dapt dengan mudah digunakan untuk mengembangkan perekonomian suatu Negara , Negara yang memiliki kekayaan alam yang tinggi maka lebih mudah mengembangkan

perekonomian nya dibanding dengan Negara yang kurang memiliki kekayaan alam.

Mutu tenaga kerja dan Penduduk

Mutu tenaga kerja dan masyarakat suatu Negara merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu Negara . Ilmu

pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga kerja dan penduduk akan mampu meningkatkan produktivitas yang tinggi .

(37)

Barang modal dan tingkat teknologi

Barang modal menjadi penting dalam perkembangan ekonomi karena dengan barang modal lah sebagian produk dari berbagai industri dihasilkan. Kemajuan teknologi juga memberikan peran yang sangat penting dalam memproduksi barang secara efisien

Sistem sosial dan sikap masyarakat

Di beberapa Negara berkembang , sistem sosial dan sikap masyarakat menjadi penghambat perkembangan ekonomi yang cukup serius , dengan beberapa adat istiadat tradisional masyarakat menolak untuk menggunakan cara atau alat

produksi yang lebih produktif dan efisien .

By : BIDA SARI, SP, MSi

(38)

TEORI – TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

TEORI PERTUMBUHAN KLASIK

Menurut pandangan ahli – ahli ekonomi klasik ada empat faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan ekonomi , yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok barang – barang modal , luas tanah dan kekayaan alam ,serta tingkat teknologi yang digunakan. Walaupun menyadari bahwa pertumbuhan

ekonomi , tergantung pada banyak faktor , ahli – ahli ekonomi klasik terutama menitikberatkan perhatiannya kepada pengaruh pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi.

TEORI SCHUMPETER

Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi . Di teori ini ditunjukan

bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus – menerus

membuat pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi

(39)

TEORI HARROD DOMAR

Dalam menganalisis mengenai masalah pertumbuhan ekonomi , teori Harrod – Domar bertujuan untuk menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh atau steady growth dalam jangka panjang . Domar menggunakan permisalan – permisalan berikut :

1. Barang modal telah mencapai kapasitas penuh

2. Tabungan adalah proporsional dengan pendapatan nasional

3. Rasio modal – produksi ( capital – output ratio ) tetap nilainya

4. Perekonomian terdiri dari dua sektor

TEORI PERTUMBUHAN NEO – KLASIK

Melihat dari sudut pandangan yang berbeda , yaitu dari segi penawaran . Mnurut teori ini , yang dikembangkan oleh Abramovits dan Solow – pertumbuhan ekonomi

tergantung kepada perkembangan faktor – faktor produksi . Faktor – faktor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam, kualitas tenaga kerja dan penduduk, barang modal dan teknologi, serta sistem dan sikap masyarakat.

By : BIDA SARI, SP, MSi

(40)

MASALAH PERKEMBANGAN DI NEGARA BERKEMBANG

Pertanian Tradisional

Adalah pertanian yang akrab lingkungan karena tidak memakai pestisisda, akan tetapi produksinya tidak mampu mengimbangi kebutuhan pangan penduduk yang jumlahnya terus bertambah.

Kekurangan dana modal dan dana fisikal

Kekurangan modal adalah salah satu ciri penting dari setiap negara yang memulai pembangunannya dan kekurangan ini bukan saja mengurangi kepesatan pembangunan perekonomian yang dapat dilaksanakan, tetapi juga menyebabkan kesukaran terhadap negara tersebut untuk keluar dari keadaan kemiskinan Fiskal digunkan untuk menjelaskan bentuk pendapatan negara atau kerajaan yang dikumpulkan dari masyarakat.

Peranan tenaga terampil dan berpendidikan

Perkemabangan siatem pendidikan merupakan suatu langka yang harus dilaksanakan pada waktu usaha pembangunan mulai dilakukan. Disamping itu mereka memerlukan

pengalaman untuk dapat menjalankan operasi kegiatan modern tersebut secara efisien.

Perkembangan penduduk pesat

Ekonomi bertambah, masyarakat bertambah, pengeluaran bertambah, pengangguran bertambah ,lahan pertanian menyempit

Masalah Intitusi , sosial , kebudayaan , dan politik

Bentuk perubahan institusional adalah penting untuk mempercepat dan mepertinggi efesiensi pembangunan ekonomi.

(41)

KEBIJAKAN MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN

Kebijakan Diversifasi kegiatan ekonomi

Kebijakan Diversifikasi adalah kebijakan pemerintah untuk membangun

perekonomian dengan cara mengembangkan kegiatan ekonomi di sector yang baru dan lebih modern seperti sector pertambangan , dan industry pengolahan , dan mengembangkan penanaman komoditi ekspor seperti kelapa sawit dan karet.

Mengembangkan infrastruktur

Negara berkembang yang miskin dan rendah pendapatan per kapita nya biasanya merupakan Negara pertanian tradisional yang sangat rendah . Produktivitas yang rendah ini merupakan penyebab pendapatan yang rendah. Perkembangan

infrastruktur haruskah selaras dengan pembangunan ekonomi. Pada tahap pembangunan yang rendah , infrastruktur yang diperlukan masih terbatas .

By : BIDA SARI, SP, MSi

(42)

Meningkatkan tabungan dan investasi

Pada tahap awal dari pembangunan tabungan yang dapat diciptakan masyarakat adalah jauh lebih rendah dari biaya yang diperlukan untuk mempercept

pembangunan. Oleh sebab itu pinjaman dan sumber keuangan lain dari luar Negara diperlukan biasanya pinjaman terutama diperlukan pemerintah untuk membangun infrastruktur yang perlu disediakan untuk mendorong perkembangan kegiatan ekonomi .

Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat

Dari segi pandangan maupun dari segi Negara secara keseluruhan , pendidikan merupakan satu investasi yang sangat berguna untuk pembangunan ekonomi . Disatu pihak , untuk memperoleh pendidikan memerlukan waktu dan uang . Akan tetapi , pada masa yang berikutnya , yaitu setelah pendidikan diperlukan ,

masyarakat dan individu akan memperoleh manfaat daripada peningkatan dalam taraf pendidikan.

(43)

Mengembangkan instusi yang mendorong pembangunan

Pembanguan ekonomi harus secara terus – menerus diikuti oleh pengembangan institusi – institusi yang dapat memberikan dorongan untuk berbagai kegiatan ekonomi. Dorongan ini untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat .

Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi

Kebijakan pemerintah yang konvensional yaitu kebijakan fiscal dan moneter.

Kebijakan fiscal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk megelola/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah – ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah ,

kebijakan moneter adalah alat yang digunakan oleh bank sentral untuk mengontrol kuantitas uang dalam perekonomian . Jadi kebijakan fiscal

mempunyai tujuan yang sama persis dengan kebijakan moneter . Perbedaan nya terletak pada instrument kebijakan nya . Jika dalam kebijakan moneter

pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar , maka dalam kebijakan fiscal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluarannya .

By : BIDA SARI, SP, MSi

(44)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah sarana pelayanan kesehatan swasta yang tersebar pada kabupaten/kota di Provinsi Bali pada tahun 2014 terjadi perubahan pada jumlah apotik dari 595 tahun 2013 menjadi 594

Akibat ketidakterawatan bangunan yang ditempati oleh para pedagang tradisional ini maka meninggalkan kesan yang negatif terhadap para pengunjung pasar tradisional itu

<enurut Briedman pendapat #Y$ merupakan penjumlahan antara pendapatan permanen #Yp$ dan pendapatan Transitoris #Y1$% Yang dimaksud dengan pendapatan permanen

Pengaplikasian dari perpaduan ketiga karakter ini akan menampilkan gereja yang feminin namun dengan perpaduan warna yang netral seperti cokelat untuk memberi

Karakteristik hujan yang ada di Kota Surakarta akan memberi gambaran intensitas curah hujan, baik harian maupun tahunan sehingga bisa dijadikan pertimbangan untuk

Budaya sekolah untuk memberi arah pada para warga sekolah dalam berfikir dan bertindak, budaya dalam konteks ini suatu rangkaian pengaruh pada bagaimana orang-orang

No.. BASJIEO PII.D NIP.. Penilaian terhadap kekuatan secara prdJabilistik pada struktur gJadak kapal dalam tugas akhir ini d;Jakukan dengan mempertimbangkan tekuk

l,64x dibandingkan tahun 2014 dan penurunan sebesar 0,51%.. jika dibandingkan tahun 2013. Selain itu, terjadi fluktuasi pada piutang di tahun 2015 yaitu kenaikan sebesar