• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Sejarah dan Perkembangan UKM Batik Trusmi dan Toko Asofa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III Sejarah dan Perkembangan UKM Batik Trusmi dan Toko Asofa"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

51 A. Sejarah Desa Trusmi Kulon52

Trusmi berada di daerah Kabupaten Cirebon, Desa yang hingga saat ini telah menjadi sentra bisnis batik dan menjadi objek wisata batik dan belanja batik. Desa ini terletak sekitar 5 km dari pusat kota Cirebon. Batik trusmi mulai ada sejak abad ke 14. Asal muasal Desa Trusmi yaitu suatu daerah dimana saat itu tumbuh banyak tumbuhan dan pepohonan, pada saat itu ketika para warga menebang tumbuhan tersebut namun seketika itu juga tumbuhan itu tumbuh kembali.

Sehingga tanah tersebut dinamakan Desa Trusmi yang berasal dari kata terus semi atau terus bersemi yang akhirnya berkembang hingga saat ini menjadi desa batik Cirebon. Pada Waktu Mbah kuwu Cirebon yang bernama Pangeran Cakrabuana hijrah dari Cirebon ke sebuah daerah yang sekarang disebut Trusmi, mbah Kuwu Cirebon berganti pakaian memakai baju kyai yang tugasnya menyebarkan ajaran agama Islam. Hingga sekarang ia dikenal dengan nama Mbah Buyut Trusmi.

Mbah Buyut Trusmi adalah putra dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi yang datang ke Trusmi disamping menyebarkan agama Islam juga untuk memperbaiki lingkungan kehidupan masyarakat dengan mengajarkan cara- cara bercocok tanam. Pangeran Manggarajati (Bung Cikal) putra pertama Pangeran Carbon Girang, yang di tinggal mati ayahnya ketika Bung Cikal kecil. Kemudian Bung Cikal diangkat anak oleh Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan diasuh oleh Mbah Buyut Trusmi.

Kesaktian Bung Cikal sudah terlihat sejak masih kecil yang sakti mandraguna. Salah satu kebiasaan Bung Cikal adalah sering merusak tanaman yang ditanam oleh Mbah Buyut Trusmi. Teguran dan Nasehat

52 Data dari Desa Trusmi Kulon Cirebon (berbentuk buku)

(2)

Mbah Buyut Trusmi selalu tidak dihiraukannya, namun yang mengherankan, setiap tanaman yang dirusak Bung Cikal tumbuh dan bersemi kembali sehingga lama kelamaan pedukuhan itu dinamakan TRUSMI yang berarti terus bersemi. (Pedukuhan Trusmi berubah menjadi sebuah Desa di perkirakan tahun 1925, bersamaan dengan meletusnya perang Diponegoro).

Bung Cilkal meninggal ketika menginjak usia remaja dan dimakamkan di puncak Gunung Ciremai. Konon pada akhir zaman akan lahir Ratu Adil, titisan dari Pangeran Bung Cikal. Setelah Mbah Buyut Trusmi meninggal, ia digantikan Ki Gede Trusmi, orang yang ditaklukkan Mbah Buyut Trusmi, dimana kepemimpinan Trusmi dilanjutkan oleh keturunan Ki Gede Trusmi secara turun temurun.

Desa Trusmi termasuk wilayah Kecamatan Weru, dan telah dimekarkan menjadi dua yaitu Desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon. Situs Ki Buyut Trusmi merupakan peninggalan Mbah Buyut Trusmi terletak di Trusmi Wetan. Bangunannya terdiri dari Pendopo, Pekuncen, Mesjid Kuno, Witana, Pekulaha atau Kolam, Jinem, Makam Buyut Trusmi dam Pemakaman Umum.

Situs Buyut Trusmi dipelihara dan dikelola oleh keturunan dari Ki Gede Trusmi hingga sekarang, yang semuannya berjumlah 17 orang yang terdiri dari 1 orang pemimpin, 4 orang kyai, 4 orang juru kunci, 4 orang kaum atau pengelola mesjid, dan 4 orang pembantu atau kemit. Acara tradisional yang masih tetap dilestarikan sampai sekarang diantaranya adalah Arak-arakan, Memayu, Ganti Welit dan Trusmian atau Selawean yaitu acara memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Makam Ki Gede Trusmi (makam mbah buyut Trusmi) makam buyut Trusmi Makam buyut Trusmi adalah makam panyiar agama Islam di Cirebon letak makam buyut trusmi berada di Desa Trusmi Plered atau penghasil kerajinan batik Trusmi kabupaten Cirebon. Di dalam komplek makam buyut trusmi terdapat berbagai makam-makam lainnya yang di keramatkan, juga terdapat dua buah kolam pemandian.

(3)

Makam buyut Trusmi suasananya adem akan terasa disini apalagi bangunan arsitektur makam buyut Trusmi yang unik, biasanya tempat ini selalu mengadakan pergantian suhunan atau atap makam yang terbuat dari kayu setahun sekali, setiap harinya para peziarah dari berbagai daerah banyak yang mengunjungi makam buyut Trusmi terutama saat pergantian atap makam, tempat ini padat ramai oleh para pedagang juga pengunjung makam buyut Trusmi adalah sebuah susunan bata merah berbentuk setengah lingkaran yang memisahkan bagian depan dengan bagian tengah kompleks Kramat Buyut Trusmi.

Kramat Buyut Trusmi Sebuah gapura setinggi pinggang orang dewasa dikomplek Kramat Buyut Trusmi. Jika anda datang ke Kramat Buyut Trusmi, masuklah ke dalam area ini karena terdapat sebuah tengara di balik gapura rendah yang tidak sempat lihat. Kramat Buyut Trusmi sebuah bedug yang biasa dipukul sebagai penanda masuk waktu sholat, diletakkan menggantung, diikat oleh sepasang tambang, yang berada di dalam sebuah masjid tua di bagian kanan komplek Kramat Buyut Trusmi.

Kramat Buyut Trusmi Bagian mihrab Masjid Kramat Buyut Trusmi dengan mimbar dan tiang soko guru berukir sulur daun dan pepohonan.

Kramat Buyut Trusmi Tulisan Arab pada dinding yang berada di atas daun pintu masuk ke dalam masjid Kramat Buyut Trusmi. Tanggal 30 Juli 1969 tampaknya adalah tanggal dilakukannya kegiatan perbaikan masjid Kramat Buyut Trusmi ini. Kramat Buyut Trusmi sebuah tulisan berangka tahun 1957, yang menunjukkan salah satu tahun dimana perbaikan dilakukan dikomplek Kramat Buyut Trusmi.

Ki Buyut Trusmi adalah putra pertama Prabu Siliwangi. Sebelumnya ia bernama Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana, pendiri kerajaan Cirebon. Setelah Ki Buyut Trusmi menyerahkan keraton yang sekarang menjadi Keraton Kasepuhan ke Sunan Gunung Jati, Ki Buyut pun pindah ke daerah Trusmi ini pada tahun 1470 dan membangun komplek ini pada tahun 1481. Prabu Siliwangi konon memiliki tiga orang anak.

(4)

Anak pertama adalah Pangeran Walangsungsang, anak kedua bernama Rara Santang (Ibunda Sunan Gunung Jati) dan anak ketiga bernama Pangeran Raja sengara yang kabarnya dikuburkan di daerah Garut. Menurut cerita Haji Ahmad, setelah ditinggalkan oleh puteri Cina, Sunan Gunung Jati kawin dengan beberapa orang lagi namun tidak ada yang cocok, barulah ia merasa cocok setelah dinikahkan dengan anak Ki Buyut Trusmi yang bernama Pakungwati.

Oleh karena itu keratin Kasultanan Cirebon disebut Keraton Pakungwati, sebelum berubah namanya menjadi Keraton Kasepuhan.

Kramat Buyut Trusmi Komplek Kramat Buyut Trusmi ini luasnya diperkirakan sekitar 3600 m2, meskipun menurut Haji Ahmad tidak ada data resminya. Kramat Buyut Trusmi sangat dihormati oleh masyarakat setempat, karena Ki Buyut Trusmi dipercaya sebagai sesepuh Trusmi yang sangat berjasa dalam mengembangkan dan mempopulerkan tradisi kerajinan membatik di daerah Trusmi ini.

Batik Trusmi dipengaruhi oleh batik pesisiran dan keratonan. Batik pesisiran ditandai dengan warna-warna cerah dan terang, seperti merah, kuning, hijau, dan biru, serta bermotif bebas yang melambangkan kehidupan masyarakat pesisir, seperti kegiatan masyarakat dan motif flora serta fauna.

Sedangkan batik keratonan terlihat pada warna dasar krem, hitam, biru tua, dan cokelat soga, bermotif keraton, seperti mega mendung, singa barong, ayam hutan dan beberapa motif lainnya. Kramat Buyut Trusmi Kampung Dalem, Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Weru, Cirebon GPS: -6.70048, 108.51289.

Asal usul Desa Trusmi jadi Desa batik adalah ketika pada saat itu Sultan kraton menyuruh orang trusmi untuk membuat batik seperti miliknya tanpa diberi contoh batiknya, dia hanya di perbolehkan melihat motifnya saja. Pada saat waktu yang sudah ditentukan oleh masyarakat Trusmi tersebut membawa batik yang sudah beliau buat kepada sultan, lalu dia meminta contoh yang asli dan meminta sultan untuk membandingkannya, oleh karena batik yang dia buat sangat mirip dengan

(5)

yang aslinya maka sultan tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang telah dibuat oleh orang Trusmi tersebut. akhirnya sultan mengakui bahwa orang Trusmi sangat pandai membuat batik.

B. Letak Geografis dan Sosiokultural Desa Trusmi Kulon

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Data Pokok Desa atau Kelurahan

Tahun 2015

Kode Desa (PUM) 3209362004

Desa/kelurahan Trusmi Kulon

Kecamatan Plered

Kabupaten/Kota Cirebon

Provinsi Jawa Barat

Tahun Pembentukan 1985

Luas Desa/Kelurahan (Ha) 58,457200

Penetapan Batas Ada

Dasar Hukum Perdes No.

Dasar Hukum Perda No.

Peta Wilayah Ada

Koordinat 108.518535 BT / -6.698469 LS

T i p o l o g i Perindustrian/Jasa

K l a s i f i k a s i Swadaya

K a t e g o r i Mula

(6)

Batas Wilayah:

a. Desa/Kelurahan Sebelah Wotgali b. Desa/Kelurahan Sebelah Selatan Weru Lor

c. Desa/Kelurahan Sebelah Timur Trusmi Wetan/Weru Lor d. Desa/Kelurahan Sebelah Barat Wotgali/Weru Lor

1. Sturktur Organisai Desa Trusmi Kulon

Adapun struktur organisasinya sebagai berikut:

Kuwu Abdul Tolib

Kasie Pemerintah

Sudarman

Kasie ek.Bang Toto Arsito

Kasie pemberdayaan

masyarakat Asmawi

Kaur Program

Ahmad Yusron

Kaur Umum

Dian Fatriliyani

Kaur Keuangan

Junifa

Bendahara Febianto Sekdes

Hadirman

Kadus III Achmadi Subrata Kadus II

Teti Nurjusa Kadus I

Minarsih

(7)

2. Nama-nama Showroom yang ada di Desa Trusmi Kulon sebelum berkembang53

Tabel 3.1 Nama-nama showroom Batik sebelum berkembang

No Nama Showroom Pemilik Keteranga

1. Batik Katura Katura

2. Batik Ibr H. Rusima atau Ibnu 3. Batik Annur H. Rosimo

4. Batik Asofa H. Bachroni Tempat

Penelitian 5. Batik Nofa Hj. Elya Rosa

6. Batik Nedi Masina H. Masnedi Masina 7. Batik Ninik Ichsan Hj. Ninik Masinah 8. Batik Jaya Hendi H. Nartimo

Sebelum terjadi perkembangan usaha batik yang menentukan, terutama di daerah Trusmi Cirebon di Desa Trusmi Kulon hanya terdapat 8 showroom batik saja. Diikuti dengan adanya imbas perekonomian di Indonesia yang mengalami penurunan. Namun, bukan usaha jika belum pernah terhempas badai. Lebih dari puluhan tahun sukses menjual batik melalui showroom tempat pajangan batik produksi Trusmi Cirebon, badai itu datang pada 2007 lalu.

Ditengarai karena krisis moneter yang terjadi di Indonesia, ditambah dengan kondisi keamanan yang tidak kondusif, membuat pelanggan- pelanggannya berhenti dan mengurangi order batik produksi ditandai dengan sedikitnya showroom yang ada di lokasi Trusmi Cirebon. Belum menggeliatnya pasaran produksi batik Trusmi Cirebon dikarenakan kurangnya promosi dan dukungan pemerintah di kala itu. Banyak

53 Hasil wawancara dengan bapak Sudarman, kasie pemerintahan dan pembinaan masyarakat, pada tanggal 14 Mei 2016 pukul 11.40 WIB.

(8)

kekurangan yang harus dibenahi mulai dari sarana media promosi yang belum modern seperti sekarang ini baik lewat e-mail, web site, internet facebook ataupun twitter dan kurang gencarnya pemasangan-pemasangan alat-alat promo seperti bilboard, baligho, spanduk sebagai ajang promo batik Cirebon, yang mengutamakan kemudahan bagi pengusaha-pengusaha Cirebon serta tidak mempersulit dalam perijinan pemasangan alat-alat promo tersebut.

Ditambah lagi belum adanya kesadaran dari pemerintah kabupaten dan kota Cirebon sendiri untuk mengembangkan produk andalan kota cirebon selain kuliner seperti empal gentong, terasi, krupuk melarat dan krupuk lambak (kulit kerbau), serta hasil kerajinan rotan Plumbon, hasil kerajinan kerang-kerangan laut yang bisa mengekspor sampai ke Jepang dan Eropa, manisan atau asinan atau oleh-oleh Cirebon yang seharusnya dibarengi dengan promosi hasil batik Trusmi Cirebon, yang kala itu hanya berjalan sendiri-sendiri tidak saling mendukung seperti sekarang, dimana ada empal gentong atau oleh-oleh Cirebon dipasangi juga bilboard, spanduk yang menonjolkan pengenalan hasil usaha kerajinan batik Trusmi dan promosi yang sedemikian gencar untuk menyelamatkan kerajinan usaha batik Trusmi Cirebon yang akan kalah bersaing jika tidak ada perbaikan-perbaikan dari segi desain yang semakin modern dan tidak monoton tapi tetap dengan harga bersaing.

Dalam pameran-pameran batik yang sering diadakan di Indonesia maupun luar negeri. Pameran-pameran batik yang diadakan di Bali misalnya seharusnya merupakan kesempatan yang menguntungkan dan wajib diikuti oleh para pengusaha-pengusaha batik Cirebon agar bisa ikut mengenalkan produk tidak hanya mengandalkan showroom-showroom di wilayah lokal saja tapi juga membuka cabang showroom di Bali serta kota-kota besar lainnya.

Selain mempertahankan ciri khas batik Trusmi Cirebon seperti motif mega mendungnya kita juga bisa mengembang motif lainnya dengan alat- alat yang lebih modern agar produksi bisa ditingkatkan dari tahun ke tahun.

(9)

Ajang hari batik nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia baru- baru yaitu tanggal 2 Oktober, telah mulai digencarkan di Cirebon dengan pentas-pentas busana (fashion show) kreasi batik Trusmi Cirebon yang pada saat itu juga belum ada dan desainer-desainer batik modern dan kontemporer pada saat itu belum banyak seperti sekarang. Dimana pada saat sekarang setiap hari batik nasional, diadakan pentas busana (fashion show) oleh peragawati-peragawati dari kota Cirebon sendiri yang mengenakan hasil desainer dan kreasi batik Trusmi Cirebon dan diarak melalui jalan jalan protokol cirebon.

C. Perkembangan UKM Batik di Desa Trusmi Kulon54

Tabel 3.2 Nama-nama showroom Batik sesudah berkembang

No Nama Showroom Pemilik Keterangan

1. Batik Tfn Iin Rinitarjina 2. Batik Katura Katura

3. Batik Kurnia Hj. Satuni 4. Batik Raja H. Ibnu Riyanto 5. Batik Rayyan H. Fredi

6. Batik Family Gus

7. Batik Buchori H. Buchori 8. Batik Abi Imad H. Torija 9. Batik Dua Putri Hj. Eriyah 10. Batik Sugeng

Madmil

Sugeng

11. Batik Heygen Hj. Ninik 12. Batik Naufal H. Diding

54 Hasil wawancara dengan bapak Sudarman, kasie pemerintahan dan pembinaan masyarakat, pada tanggal 14 April 2016 pukul 09.40 WIB.

(10)

13. Batik Ibr H. Rusima atau Ibnu 14. Batik Annur H. Rosimo

15. Batik Oman H. Budiarso 16 Batik Irnasaridewi Hj. Irna 17. Batik Retno Rahayu H. Masita 18. Batik Buana Mas H. Agus

19. Batik Asofa H. Bachroni tempat

penelitian 20. Batik Badrun Jaya Hj. Asmuri

21. Batik Rtn Ma’man

22. Batik Hafiyan H. Hery Kismo 23. Batik Salma H. Gumelar 24. Batik Wening H. Adi

25. Batik Lia Endid Masina 26. Batik Nofa Hj. Elya Rosa 27. Batik Azliyah (Batik

Ike)

Cepi Candra

28. Batik Mustika Hj. Atika 29. Batik Maina Hj. Lilis 30. Batik Kiki H. Kusjaya

31. Batik Budi Masina H. Budiarto Masina 32. Batik Anggon H. Wediyanto Masina 33. Batik Putri Masina Hj. Uka Masina 34. Batik Nedi Masina H. Masnedi Masina 35. Batik Ninik Ichsan Hj. Ninik Masinah 36. Batik Jaya Hendi H. Nartimo

37. Batik Krisna Suka

38. Batik Bilqis Usman atau Nafiah 39. Batik Zafira Lia

40. Batik Ayunda kuwu Iman

(11)

Dengan semakin terkenalnya motif mega mendung di seluruh Indonesia dan luar negeri diikuti dengan semakin meningkatnya permintaan pasar akan batik Trusmi Cirebon serta kreasi dari pengusaha-pengusaha batik trusmi cirebon yang semakin banyak dan menarik dari mulai baju sekolah, baju pegawai PNS, baju perusahaan atau instansi pemerintah dan baju anak.

Serta gencarnya promosi batik Cirebon dengan pentas-pentas yang memamerkan busana batik Cirebon oleh peragawati-peragawati remaja dari Cirebon pada saat-saat tertentu dan dukungan pemerintah kota Cirebon sendiri.

Maka semakin banyak showroom-showroom yang bermunculan di wilayah Trusmi Cirebon. Tidak hanya satu tapi puluhan showroom baru bermunculan ada yang berasal dari luar Cirebon yang sengaja meniti karir dan membuka usaha maupun dari pengusaha Cirebon sendiri. Bahkan sekarang banyak toko-toko dengan ruang showroom yang luas dan nyaman serta dilengkapi kolam renang dan fasilitas ruangan ber AC serta tempat parkir luas dan ruang tamu yang mewah disediakan sebagai pelengkap untuk menjamu para pembeli kalangan atas yang kebanyakan datang dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, sambil berwisata di Cirebon maupun turis asing yang singgah di Cirebon. Dari kalangan menengah hingga kalangan atas banyak memesan maupun membeli dengan partai besar hasil kreasi batik Trusmi Cirebon baik untuk dijual kembali maupun untuk dipakai sendiri sembari membeli oleh-oleh khas Cirebon.

Dampak dari perdagangan ini mulai berkembang beberapa tahun yang lalu dan berhasil mengangkat perekonomian Cirebon khususnya pasar batik Trusmi Cirebon dan tentunya semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta bagi tenaga kerja Cirebon. Bahkan ada showroom dengan menyediakan Caffe dan Restaurant serta memamerkan hasil kerajinan Cirebon yang lainnya seperi anyaman rotan, kuliner, serta kerajinan tangan dari kerang laut. Yang tak lupa juga dengan dukungan pemerintah kabupaten dan kota Cirebon agar para guru dan pegawai PNS, serta pegawai

(12)

Swasta mengenakan baju batik motif mega mendung dengan berbagai kreasi pada hari-hari tertentu seperti hari Jum’at, yang tentunya akan meningkatkan pendapatan toko-toko showroom di Trusmi Cirebon.

Bahkan disediakan pula suatu stand atau pameran yang mengajarkan cara membatik secara tradisional khususnya membatik motif batik khas Cirebon mega mendung. Dengan semakin banyak dan berkembangnya showroom-showroom yang semakin banyak dan terfasilitasi dengan baik dan mewah bisa mengangkat nama Cirebon di kancah Internasional maupun Nasional sebagai penghasil batik khas mega mendung yang mempunyai ciri khas tertentu baik segi corak maupun kreasi-kreasi dari desainernya sendiri.

Pada saat ini sudah ada kerjasama antara Jepang dan Indonesia di Trusmi Cirebon agar mahasiswa Jepang bisa belajar cara membatik dari mulai bahan dasar sampai hasil akhir busana batik dalam rangka acara pertukaran pelajar yang mendapatkan beasiswa antar negara. Bahkan ada promo spanduk yang menawarkan kemudahan dan diskon apabila menfoto spanduk tersebut mendapat diskon hingga 25%.

Di setiap rumah makan, kedai nasi jamblang, warung bakso ternama, serta rumah-rumah makan besar selalu tersebar spanduk batik trusmi dengan ciri khas tersendiri. Dan di setiap Hotel berbintang, kantor besar maupun kantor perbankan seperti BRI, BNI, BCA dan sebagainya selalu terdapat hiasan lukisan dinding yang menampilkan corak batik mega mendung berbagai warna yang ditempat di Front Office atau Teller. Hal itu menandakan adanya dukungan dari pemerintah daerah sendiri untuk ikut berperan mengembangkan batik Trusmi Cirebon agar bisa dikenal oleh para nasabah maupun turis-turis yang berkunjung ke hotel-hotel yang nantinya bisa berkunjung pada showroom-showroom yang sudah tersedia sedemikian banyak di daerah Trusmi Cirebon.

Apalagi dengan persiapan-persiapan penyambutan dari sisi interior maupun eksterior dan lahan parkir yang cukup serta fasilitas-fasilitas lainnya yang menunjang tamu untuk merasa lebih nyaman dalam

(13)

berkunjung seperti toilet, tempat bermain atau ruang tunggu yang cukup mewah dan memadai di setiap showroomnya.

D. Profil Toko Batik Asofa Cirebon

Toko batik Asofa berada di kawasan Desa Trusmi. Usaha batik ini terletak di RT 06 dan RW 02 Desa Trusmi Kulon Cirebon. Usaha batik ini didirikan pada tahun 2002, lalu usaha batik ini membuka cabang pada tahun 2007 yang letaknya tidak jauh dari toko pusatnya di RT 06 dan RW 02.

Toko batik Asofa Cirebon sudah berdiri selama 14 tahun hingga sekarang masih bisa memproduksi batik.

Karyawan toko batik Asofa berjumlah 20 orang, karyawan yang ada di toko Asofa tersebar di pusat dan di cabang. Di toko pusat berjumlah 12 orang dan di toko cabang berjumlah 8 orang. Persediaan batik di toko Asofa diperoleh dari pengrajin lokal yang datang dari toko ke toko lainnya dan ada yang datang dari luar kota juga seperti Pekalongan. Toko Asofa menjual jenis batik tulis dan cetak, baik dari bahan kain, bahan yang sudah dijahit menjadi pakaian dan celana.

Alasan pemilik toko Asofa mendirikan usaha batik yaitu karena dari Desa Trusmi memang desa yang sebagian besar memproduksi batik. Selain itu pemilik toko Asofa ingin mengangkat budaya daerah Cirebon yang khas dengan batik bermotif mega mendungnya, tidak hanya batik mendung saja tetapi batik-batik dengan model dan motif yang lain.

Toko batik Asofa Cirebon ini merupakan usaha yang turun-temurun, berawal dari usaha keluarga atau usaha orang tuanya lalu diturunkan kepada anaknya yaitu bapak H. Bachroni, S.Ag. Pemilik toko batik Asofa yaitu bapak H. Bachroni yang berasal dari Desa Trusmi. Dan sebagian besar karyawan yang ada di toko batik Asofa pun berasal dari Desa Trusmi.55

Modal yang diperoleh untuk menjalankan usaha bapak H. Bachroni yang usaha turun menurun dari keluarganya melakukan pembiayaan atau

55 Hasil wawancara dengan bapak Bachroni, pemilik toko batik Asofa, pada tanggal 14 April 2016 pukul 11.10 WIB

(14)

pinjaman dari bank BCA kurang lebih 50%, dana orang tua kurang lebih sekitar 40% dan modal anaknya yaitu bapak H. Bachroni sendiri kurang lebih 10%. Perbulannya mendapatkan penghasilan kira-kira 100 juta secara kotor karena hasil dari penghasilan tersebut dibagi kedalam biaya lainnya seperti gaji karyawannya, bayar listrik juga menyetok barang lain dari luar kota seperti Pekalongan dan tidak tertinggal pula hasil keuntungan yang didapatkan oleh bapak H. Bachroni menyisihkan untuk bersedekah dan berbagi ke panti asuhan atau panti sosial.56

E. Nama-nama Produk Yang Dijual Toko Asofa

Tabel 3.3 Nama-nama produk yang dijual toko Asofa

Jenis atau bahan 1. Hem katun biasa dan tanpa hem 2. Hem katun pakai puring

3. Hem halus

4. Blus anak dan dewasa

5. Daster anak dan dewasa ( dari daster panjang dan pendek) 6. Bahan biasa (untuk atasan dan bawahan)

7. Bahan halus (untuk atasan dan bawahan)

56 Hasil wawancara dengan bapak Bachroni, pemilik toko batik Asofa, pada tanggal 25 Mei 2016 pukul 11.00 WIB

Referensi

Dokumen terkait

Variabel bebas atau variabel X di artikan sebagai variabel yang akan mempengaruhi secara positif maupun negative terhadap variabel tidal bebas yang ditentukan dalam penelitian

RPJMD Kabupaten Bandung Barat 2008-2013 | 2-39 Pengembangan kawasan lindung yang meliputi luas 48.334,40 ha (36,95%) diarahkan dengan mengembangkan kawasan lindung yang

Pemerintah Daerah tahun 2015 yang telah diaudit oleh BPK untuk variabel ukuran Pemerintah Daerah (size), penghargaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang diolah dari berbagai

merupakan produk legal, sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku dengan semangat otonomi daerah. "Untuk itu pemerintah Kota Serang diharapkan jangan sampai

Dalam bentuk Bantuan hibah ODA, Jepang memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia diantaranya berupa : rencana perluasan politeknik elektro Surabaya dengan

Iklan merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan barang atau produk, perkhidmatan, peluang pekerjaan, inspirasi dan maklumat kepada yang ingin disampaikan.(Jefkins, 1992)

Sektor Unggulan Kabupaten/Kota Dari hasil perhitungan SLQ dan DLQ tersebut, dapat dinyatakan untuk setiap daerah yang diusulkan pemerintah daerah propinsi sebagai kawasan andalan KEKI

PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENGELUARAN PEMERINTAH, DAN INVESTASI TERHADAP PERKEMBANGAN INDEKS GINI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA SELATAN SKRIPSI Disusun untuk