• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengurai Ketergantungan Kedelai Impor di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Mengurai Ketergantungan Kedelai Impor di Indonesia"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Mengurai Ketergantungan Kedelai Impor di Indonesia

oleh Damia Liana*)

P

ada awal tahun 2021 ini

Indonesia dihebohkan oleh berita kenaikan harga kedelai impor yang menyebabkan para produsen tahu dan tempe melakukan mogok produksi karena naiknya harga produksi.

Penyebab naiknya harga kedelai impor ini adalah peningkatan harga kedelai di pasar internasional sebesar 9 persen yaitu dari USD11,92 per busel menjadi USD12,95 per busel, sehingga harga kedelai impor di Indonesia juga mengalami kenaikan dari Rp6.500- Rp7.000 per kg menjadi Rp9.200- Rp10.000 per kg (CNN Indonesia, 2021). Faktor utama dari naiknya harga kedelai impor adalah adanya lonjakan permintaan kedelai dari China kepada Amerika Serikat (AS) selaku eksportir kedelai terbesar di dunia, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton, sehingga menyebabkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan AS dan menghambat pasokan terhadap negara importir kedelai lainnya termasuk Indonesia. Selain itu, ongkos angkut kedelai impor juga mengalami kenaikan, kedelai impor yang biasanya dapat dikirim dalam waktu 3 minggu kini menjadi lebih lama yaitu menjadi 6-9 minggu akibat Covid-19 (CNBC, 2021).

Permasalahan terkait kedelai yang dialami Indonesia hingga saat ini

adalah masih kurangnya produksi kedelai dalam negeri sehingga masih mengandalkan kedelai impor. Jika dilihat dari data publikasi Kementerian Pertanian, kebutuhan akan kedelai mencapai 1,98 juta ton biji kering pada tahun 2018 sedangkan produksi dalam negeri pada tahun 2018 hanya mencapai 0,98 juta ton. Tingginya tingkat konsumsi kedelai ini membuat tingginya kebutuhan akan impor kedelai.

Ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor juga dapat menjadi ancaman bagi ketahanan pangan Indonesia karena kedelai merupakan sumber protein nabati utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia hingga saat ini (Kementerian Pertanian, 2019). Oleh karena itu, kedelai perlu menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Berdasarkan penjabaran di atas maka tulisan ini akan mengulas terkait ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Gambaran Produksi dan Impor Kedelai di Indonesia

Produksi kedelai dalam negeri dalam kurun waktu 5 tahun terakhir hampir selalu mengalami tren penurunan setiap tahunnya, yaitu dari 0,96 juta ton pada tahun 2015 turun hingga hanya Abstrak

Pada awal tahun 2021 ini, para perajin tahu dan tempe melakukan mogok produksi akibat melambungnya harga kedelai impor yang merupakan bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe. Permasalahan kedelai impor yang sering berulang ini terjadi kerena hingga saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada impor kedelai. Data Kementerian Pertanian mencatat bahwa kedelai menempati urutan kedua terbesar dalam impor komoditi subsektor tanaman pangan. Untuk itu Indonesia memerlukan alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri agar masalah kedelai impor tidak kembali terulang di masa mendatang dan Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya terhadap impor kedelai.

(2)

Gambar 2. Impor Kedelai Indonesia, 2015-2020*

Sumber: Kementerian Perdagangan, diolah

*) Januari - November 2020

Gambar 1. Produksi Kedelai Indonesia 2015-2019 (dalam juta ton)

Sumber: Kementerian Keuangan, 2021; diolah

mencapai 0,32 juta ton pada tahun 2020 (Gambar 1). Produksi kedelai dalam negeri ini masih sangat jauh dari kata memenuhi kebutuhan kedelai Indonesia.

Produksi kedelai dalam negeri rata- rata hanya mampu memenuhi sekitar 24 persen dari total kebutuhan kedelai Indonesia. Rata-rata kebutuhan kedelai Indonesia sekitar 2,8 juta ton per tahunnya (Kompas.com, 2021).

Untuk menutupi kekurangan kebutuhan kedelai karena minimnya produksi kedelai dalam negeri, maka Indonesia harus memenuhinya melalui impor.

Impor kedelai menempati urutan kedua terbesar dalam impor komoditi subsektor tanaman pangan setelah gandum. Kementerian Perdagangan mencatat total impor kedelai Indonesia hampir selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, yaitu dari 2,26 juta ton pada tahun 2015 menjadi 2,67 juta ton

pada tahun 2019. Sementara itu, pada tahun 2020, dari bulan Januari hingga November 2020 impor kedelai mencapai 2,32 juta ton dengan nilai transaksi mencapai USD932 juta (Gambar 2). Dari total impor kedelai tersebut negara pengekspor kedelai terbesar ke Indonesia adalah AS dengan total impor kedelai rata-rata sebesar 2,4 juta ton selama periode 2015-2019 dengan nilai transaksi rata-rata mencapai USD1 miliar. Sementara itu, pada tahun 2020 (Januari-November) impor kedelai dari AS mencapai 2,10 juta ton dengan nilai transaksi mencapai USD844,34 juta.

Negara kedua terbesar pengekspor kedelai ke Indonesia adalah Kanada dengan total impor kedelai rata-rata sebesar 45 ribu ton selama tahun 2015- 2019. Pada tahun 2020 impor kedelai dari Kanada mencapai 207 ribu ton dengan nilai transaksi mencapai USD84 juta. Selanjutnya disusul oleh negara tetangga yakni Malaysia sebagai negara ketiga pengekspor kedelai ke Indonesia yaitu sebesar 9 ribu ton selama periode 2015-2019 dan pada tahun 2020 impor kedelai dari Malaysia sebesar 6 ribu ton dengan nilai transaksi mencapai USD3 juta (Kementerian Perdagangan/

Kemendag, 2021).

Faktor yang Memengaruhi Tingginya Impor Kedelai di Indonesia

Tingginya impor kedelai yang dilakukan oleh Indonesia tentunya tidak terlepas dari semakin tingginya konsumsi

kedelai. Sementara itu, produksi kedelai mengalami penurunan akibat penurunan produktivitas kedelai dalam negeri.

Produktivitas kedelai dalam negeri selama 5 tahun terakhir rata-rata hanya mencapai 14,9 kuintal/hektar setiap tahunnya (Kementerian Pertanian, 2021). Rendahnya produktivitas dari tanaman kedelai ini disebabkan oleh semakin berkurangnya lahan untuk menanam kedelai. Merujuk pada data Statistik Pertanian tahun 2019 lahan tanam kedelai selama 5 tahun terakhir hampir selalu mengalami penurunan yaitu dari 654.394 hektar pada tahun 2013/2014 turun menjadi

(3)

termasuk komoditas Non-Lartas, yaitu tidak ada larangan terkait batasan waktu dan jumlah impor kedelai. Tarif bea masuk kedelai impor hingga saat ini masih nol persen sebagaimana aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 133/2013 (Detik.

com, 2021).

Namun pada dasarnya kedelai dalam negeri tak selalu memiliki kualitas di bawah kedelai impor. Walaupun kedelai dalam negeri tidak terlalu diminati oleh perajin tempe, namun kedelai dalam negeri lebih unggul untuk bahan baku pembuatan tahu. Risiko terhadap kesehatan untuk kedelai dalam negeri juga lebih rendah jika dibandingkan kedelai impor karena benihnya bukan merupakan benih transgenik. Kedelai dalam negeri memiliki umur tanam yang lebih singkat yaitu hanya berkisar 2,5-3 bulan, sementara masa tanam kedelai impor mencapai 5-6 bulan.

Untuk mengatasi tingginya harga

kedelai impor saat ini dan berkurangnya pasokan kedelai impor dari AS sebagai eksportir kedelai utama bagi Indonesia, pemerintah dapat mencari alternatif negara lain seperti Kanada dan Malaysia untuk impor kedelai dalam jangka

pendek. Namun tentunya pemerintah juga perlu meningkatkan produksi kedelai dalam negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia, sehingga diharapkan di masa mendatang

Indonesia dapat mewujudkan cita- citanya untuk swasembada kedelai.

Indonesia dahulu pernah mengalami swasembada kedelai yaitu pada tahun 1992, saat itu produksi kedelai dalam negeri mencapai 1,8 juta ton. Selain itu, pada tahun 2014, pemerintah juga menargetkan untuk swasembada pangan yang salah satunya merupakan kedelai. Namun swasembada kedelai di Indonesia masih terkendala oleh jumlah lahan yang terbatas, serta sistem drainase yang masih buruk sehingga menyebabkan kedelai tidak dapat tumbuh dengan baik di Indonesia (Antaranews.com, 2019).

653.205 hektar pada tahun 2014/2015, 626.041 pada tahun 2015/2016 dan terus turun hingga mencapai 369.038 pada tahun 2016/2017. Namun pada tahun 2017/2018 luas tanam kedelai mengalami kenaikan menjadi 784.440 sehingga produksi kedelai dalam negeri pada tahun 2018 juga turut mengalami kenaikan hingga 982.598 ton.

Faktor lain yang menyebabkan

Indonesia masih bergantung terhadap impor kedelai adalah harga jual kedelai lokal amat rendah dan sulit untuk mencari pasar. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 7/2020, harga kedelai dalam negeri sebesar Rp8.500 per kg sedangkan harga kedelai impor sebesar Rp6.550 per kg. Namun kenyataannya, aturan ini tidak terealisasi dengan baik, harga jual kedelai di tingkat petani masih rendah terutama jika dijual ke tengkulak.

Keadaan ini diperparah dengan kondisi pedagang lebih memilih kedelai impor.

Selain itu keuntungan dari menanam kedelai terbilang rendah. Ketiga hal ini mengakibatkan turunnya minat petani untuk menanam kedelai. Menurut data BPS pada tahun 2017, biaya produksi kedelai per musim tanam per hektar mencapai Rp9 juta sedangkan pendapatan dari hasil tanam kedelai hanya sebesar Rp10,2 juta, itu artinya petani hanya mendapat keuntungan sebesar Rp1,2 juta saja.

Kualitas kedelai dalam negeri saat ini juga masih belum mampu untuk bersaing dengan kedelai impor. Kualitas kedelai dalam negeri tidak diminati oleh para perajin tempe, karena biji kedelai yang ukurannya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan biji kedelai impor. Di samping itu, menurut Kementerian Pertanian, anggaran peningkatan produksi kedelai dinilai masih kurang yaitu hanya sebesar Rp180 miliar dari APBN dan hanya mampu disalurkan untuk 125 ribu hektar, sehingga dibutuhkan pendanaan lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut aturan Permendag No. 51/2013 tentang Impor Kedelai, importasi kedelai

(4)

Rekomendasi

Impor kedelai bukanlah satu-satunya solusi dalam memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri karena ketika terjadi permasalahan seperti kurangnya pasokan kedelai akibat kenaikan harga maka permasalahan klasik terkait impor kedelai akan kembali terjadi. Untuk itu, pemerintah membutuhkan solusi lain dalam memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, diantaranya: pertama mendorong produksi kedelai dalam negeri dengan memperluas area tanam kedelai sehingga produksi kedelai dalam negeri dapat kembali meningkat. Kedua, meningkatkan kualitas kedelai dalam negeri melalui pengembangan bibit unggul kedelai agar kedelai dalam negeri mampu bersaing dengan kedelai impor dari segi kualitas.

Daftar Pustaka

Antaranews.com. 2019. Kementan Ungkap Kendala Swasembada Kedelai.

Diakses dari https://www.antaranews.

com/berita/786422/kementan-ungkap- kendala-swasembada-kedelai pada 28 Januari 2021.

BPS. 2019. Nilai Produksi dan Biaya Produksi Budidaya Tanaman Padi, Jagung, Kedelai 2017.

Diaskes dari https://www.bps.

go.id/statictable/2019/04/10/2055/

nilai-produksi-dan-biaya-produksi- per-musim-tanam-per-hektar-

budidaya-tanaman-padi-sawah-padi- ladang-jagung-dan-kedelai-2017.html pada 28 Januari 2021

CNBC Indonesia. 2021. Kemendag Beberkan Penyebab Melonjaknya Harga Kedelai. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/

news/20210103123400-4-213100/

kemendag-beberkan-penyebab- melonjaknya-harga-kedelai pada 19 Januari 2021.

CNBC Indonesia. 2021. Tahu- Tempe Langka, Terus yang Salah Petani Kedelai Gitu?. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/

news/20210104144905-4-213360/tahu- tempe-langka-terus-yang-salah-petani- kedelai-gitu pada 19 Januari 2021.

CNN Indonesia. 2021. HKTI Ungkap alasan RI Bisa Ketergantungan Kedelai Impor. Diakses dari https://

www.cnnindonesia.com/ekono

mi/20210105131307-92-589634/hkti- ungkap-alasan-ri-bisa-ketergantungan- kedelai-impor pada 22 Januari 2021.

Detik.com. 2021. Cerita RI yang Dulu Semoat Swasembada Kedelai di 1990-1992. Diakses dari https://money.kompas.com/

read/2021/01/04/121221626/gaduh- kedelai-impor-masalah-klasik-yang- terus-berulang?page=all pada 22 Januari 2021.

Detik.com. 2021. Di Depan DPR, Kementan Bongkar Penyebab RI Tergantung Kedelai Impor. Diakses dari https://finance.detik.com/berita- ekonomi-bisnis/d-5332042/di-depan- dpr-kementan-bongkar-penyebab- ri-tergantung-kedelai-impor pada 20 Januari 2021.

Detik.com. 2021. RI Belum Bisa Lepas dari Kedelai Impor, Tahun Ini Capai 2,6 Juta Ton. Diakses dari https://

finance.detik.com/berita-ekonomi- bisnis/d-5333104/ri-belum-bisa-lepas- dari-kedelai-impor-tahun-ini-capai-26- juta-ton/2 pada 20 Januari 2021.

Kementerian Keuangan. 2021. Buku II Nota Keuangan Beserta APBN TA 2021.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 2021. Data Ekpor dan Impor Menurut HS 8 Digit Berdasarkan Negara.

Kementerian Pertanian. 2019. Analisis Kinerja Perdagangan Kedelai Vol. 8 No.

1C.

(5)

Kompas.com. 2020. Ironi Indonesia, Negeri Tempe, Kedelainya

Mayoritas Impor. Diakses dari https://money.kompas.com/

read/2020/08/23/071100726/ironi- indonesia-negeri-tempe-kedelainya- mayoritas-impor pada 19 Januari 2021.

Kompas.com. 2021. Mengapa Indonesia Begitu Bergantung Pada Kedelai Impor dari AS?. Diakses dari https://money.kompas.com/

read/2021/01/03/134256526/mengapa- indonesia-begitu-bergantung-pada- kedelai-impor-dari-as?page=all pada 20 Januari 2021.

Referensi

Dokumen terkait

LA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa

Dari hasil uji coaba lapangan pengembangan media audio visual menggunakan macromedia flash untuk siswa kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran IPS diperoleh

kredibilitas merek terhadap niat beli dengan mediasi kualitas yang dirasa. konsumen produk batik Jetis

sebagai efek negatif dari label yang membuat seseorang terpisah dari orang lain. 377) menjelaskan bahwa stigma dapat digambarkan. dari gabungan beberapa komponen yaitu

Pada saat teransformator memberikan output sisi positif dari gelombang AC maka dioda dalam keadaan forward bias hingga sisi positif dari gelombang AC tersebut

Ada hubungan yang signifikan antara tingkat kesegaran jasmani terhadap prestasi belajar Penjas siswa SMK Negeri 4

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Merger, Konsolidasi dan Akuisisi Bank, Merger adalah penggabungan dari 2 (dua) Bank atau

Posisi ini paralel dengan konsep Sozialen Rechtsstaat yang berkembang di Jerman Barat selepas Perang Dunia II, sehingga secara konseptual konsep Rechtsstaat yang dimaksud oleh