KAMUS KOMPETENSI PT Hay Group Desember 2005
DAFTAR ISI
KOMPETENSI HALAMAN
1 Dorongan Berprestasi (ACH) 1
2 Pemikiran Analitis (AT) 2
3 Pemikiran Konseptual (CT) 3
4 Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) 4
5 Mengembangkan Orang Lain (DEV) 5
6 Pengarahan (DIR) 6
7 Fleksibilitas (FLX) 7
8 Dampak dan Pengaruh (IMP) 8
9 Pencarian Informasi (INF) 9
10 Inisiatif (INT) 10
11 Integritas (ING) 11
12 Pengertian antar Pribadi (IU) 12
13 Kesadaran Organisasi (OA) 13
14 Komitmen Organisasi (OC) 14
15 Membina Hubungan (RB) 15
16 Percaya Diri (SCF) 16
17 Kepemimpinan Kelompok (TL) 17
18 Kerjasama (TW) 18
19 Kepemimpinan Perubahan (CL) 19
20 Peduli Terhadap Ketelitian & Keakuratan (CO) 20
21 Pengendalian Diri (SCT) 21
22 Concern for Health, Safety and Environment (CSE) 22
23 Strategic Orientation (SO) 23
Dorongan Berprestasi (Achievement Orientation – ACH)
Noncumulative
Linear Definisi
Adalah keinginan/tekad untuk bekerja dengan baik atau melampaui suatu standar prestasi. Standar tersebut dapat berupa prestasi diri sendiri di masa lampau (improvement); suatu ukuran yang obyektif (results orientation); prestasi kerja yang melebihi orang lain
(competitiveness); sasaran yang menantang yang ditetapkan seseorang; atau sesuatu yang belum dilakukan orang lain (innovation).
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 Level 6
Berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya
Menetapkan standar prestasi yang ingin dicapai
Meningkatkan kinerja Menetapkan dan mencapai sasaran yang menantang
Mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan analisis manfaat-biaya (cos-
benefit analysis)Mengambil risiko wirausaha yang diperhitungkan
Berusaha mengerjakan pekerjaan dengan baik atau benar
Menyelesaikan pekerjaan secara tuntas
Mencoba bekerja dengan baik atau benar
Merasa tidak puas bila melihat ketidak-efisienan (misalnya mengeluh karena waktu yang terbuang)
Bekerja untuk mencapai standar dan mengukur hasil kerja berdasarkan standar tertentu, yang tidak ditentukan orang lain
Menekankan pada cara baru untuk mencapai target tertentu
Membuat perubahan spesifik dalam sistem atau metode kerja untuk meningkatkan kinerja
Melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, dengan biaya lebih rendah;
atau meningkatkan kualitas, kepuasan pelanggan, moral atau pendapatan
Berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang lebih efektif dari sebelumnya;
mencari cara baru yang lebih baik dalam melakukan pekerjaan
Membandingkan secara spesifik adanya peningkatan kinerja yang berarti setelah beberapa lama (misalnya
“ketika saya ambil alih, efisiensi masih 20% - sekarang sudah 85%)
Menantang berarti sulit untuk dicapai, tapi bukannya tidak mungkin
Menetapkan suatu standar yang tinggi, yang belum pernah dicapai sebelumnya
Membuat keputusan, menetapkan prioritas atau memilih sasaran berdasarkan perhitungan input dan output
Secara eksplisit menyatakan pertimbangan keuntungan, return-on- investment atau analisis cost-benefit.
Menganalisa dan mengambil keputusan berdasarkan
optimalisasi hasil bisnis (analisa manfaat- baiaya ini tidak harus berupa angka-angka)
Menginvestasikan sumber daya dan waktu yang signifikan (dalam situasi yang tidak pasti) untuk meningkatkan kinerja (misalnya membuat produk baru atau mengembangkan bisnis baru)
Mengambil keputusan berdasarkan risiko yang diperhitungkan untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih besar dari perubahan bisnis biasa
Secara signifikan mengubah bisnis yang stagnan menjadi penghasil pendapatan utama
Dimensi: Tingkat kesukaran bekerja untuk mencapai dan/atau melampaui standar kinerja
HayGroup 1
Pemikiran Analitis (Analytical Thinking – AT)
Cumulative
Exponential Definisi
Adalah kemampuan pemahaman situasi/masalah dengan menguraikannya menjadi bagian-bagian kecil secara logis, atau melacak implikasi dari masalah atau situasi tersebut secara bertahap. Termasuk di dalamnya menyusun bagian-bagian tersebut secara sistematis;
membuat perbandingan dari aspek-aspek yang berbeda; menetapkan prioritas secara rasional; mengidentifikasi urutan waktu kejadian, hubungan Sebab-Akibat atau hubungan Jika-Maka. Pemikiran Analitis merupakan hal yang sangat penting dalam mengambil keputusan yang efektif and menetapkan prioritas dengan sumber daya dan waktu yang terbatas untuk mencapai sasaran bisnis.
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4
Menguraikan masalah Melihat hubungan tunggal Melihat hubungan ganda Membuat rencana atau analisa yang kompleks
Menguraikan suatu masalah atau situasi menjadi daftar tugas atau kegiatan sederhana
Menyusun daftar masalah tanpa urutan prioritas atau bobot
Memilah-milah masalah/situasi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
Menjelaskan suatu pemikiran atau implikasi dari suatu situasi (“Pertama, Kedua, …” atau “a,b, …”)
Melihat hubungan sebab akibat yang sederhana antar dua bagian, misalnya A mengakibatkan B
Mengidentifikasi hubungan yang logis, misalnya jika A maka B
Memisahkan situasi menjadi dua bagian: pro dan kontra.
Mengurutkan daftar tugas berdasarkan urutan kepentingannya/prioritas
Menganalisa hal-hal yang paling utama dari suatu problem atau situasi
Membuat hubungan ganda (multiple), mengidentifikasi beberapa faktor penyebab yang potensial atau
konsekuensi-konsekuensi dari berbagai tindakan misalnya: A menyebabkan B, B menyebabkan C dan C menyebabkan D
Menganalisa hubungan antara beberapa bagian dari suatu masalah atau situasi
Mengantisipasi hambatan yang akan muncul dan berpikir ke depan untuk langkah selanjutnya
Mengidentifikasi bagian-bagian dari suatu permasalahan yang kompleks dan menguraikannya menjadi bagian yang detil, serta menunjukkan hubungan sebab akibat untuk masing-masing bagian
Mengupas akar permasalahan secara sangat detil dan kompleks
Menggunakan beberapa teknik analisa untuk menguraikan permasalahan yang kompleks
Menggunakan beberapa teknik analisa untuk mengidentifikasi beberapa solusi dan memberi bobot untuk setiap solusi
Dimensi: Tingkat kesulitan dalam menguraikan masalah dan pemikiran sebab akibat
Pemikiran Konseptual (Conceptual Thinking – CT)
Cumulative
Exponential Definisi
Adalah kemampuan untuk mengidentifikasi pola atau hubungan antar situasi yang tidak nampak dengan jelas kaitannya satu dengan yang lain. Ini termasuk kemampuan untuk mengidentifikasi isu mendasar pada permasalahan yang rumit, menyimpulkan informasi yang beragam dan tidak lengkap menjadi sesuatu yang jelas, serta menciptakan konsep-konsep baru. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan kreativitas, penalaran konseptual atau induktif. Pemikiran Konseptual dapat dibentuk dari pengalaman kerja serta
pengetahuan teknis dan bisnis, yang mengakibatkan karyawan dapat melihat kejelasan dalam situasi bisnis untuk menentukan langkah berikutnya.
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5
Menggunakan aturan-aturan dasar
Mengenali pola berdasarkan pengalaman
Mengaplikasikan teori atau konsep yang kompleks
Menjelaskan masalah atau situasi yang kompleks
Menciptakan konsep-konsep baru
Menggunakan aturan sederhana, nalar dan pengalaman masa lampau dalam mengenali suatu masalah atau situasi
Mengenali jika suatu peristiwa sekarang sama persis dengan peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau (”Hal ini mengingatkan saya pada ...”)
Mengantisipasi bagaimana seseorang bereaksi terhadap suatu permasalahan; berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan orang tersebut
Menggunakan aturan yang sudah dikenali secara umum (rule of thumb) dalam menganalisa situasi sekarang (”Saya memprediksi hasilnya akan menjadi seperti ...”)
Mampu mengenali pola, tren atau ketidaksesuaian, ketika melihat suatu informasi atau situasi; dapat menggunakan analogi untuk membantu pemahaman
Mengenali jika suatu peristiwa yang sekarang terjadi mempunyai kesamaan atau berbeda dengan peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau; dapatmengidentifikasi persamaan dan perbedaannya
Mengambil kesimpulan berdasarkan kesamaan dan perbedaan antar satu situasi dengan yang lainnya
Menerapkan pengetahuan dari teori atau tren masa lalu dalam melihat situasi sekarang
Mengaplikasi dan memodifikasi konsep/metode kompleks yang telah dipelajari untukmemecahkan permasalahan bisnis (misalahnya analisa demografi, analisa pasar)
Mengenali pola kecenderungan pada data yang kompleks dengan menggunakan pengetahuan mengenai tren dan situasi di masa lalu
Melihat gambaran yang lebih besar (bigger picture), pola, tren atau bagian-bagian yang tidak nampak jelas
Membuat situasi atau ide yang kompleks menjadi jelas,sederhana dan mudah dimengerti
Menggabungkan ide, permasalahan dan observasi menjadi penjelasan yang jelas dan berguna sehingga dapat dimengerti orang lain
Menyampaikan observasi atau pengetahuan yang kompleks dengan cara yang lebih sederhana
Memadukan ide-ide dan informasi serta membuat gambaran yang lebih besar menjadi lebih lengkap dan jelas
Membuat konsep baru (yang tidak tampak jelas bagi orang lain dan yang tidak dipelajari dari pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya) untuk menjelaskan situasi atau memecahkan masalah
Memikirkan sesuatu dengan cara yang sama sekali baru(Breakthrough thinking)
Merubah paradigma dan memulai cara pemikiran yang baruDimensi: Pemahaman atau inovasi dalam mengenali pola (pattern recognition)
HayGroup 3
Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation – CSO)
Noncumulative
Linear Definisi
Adalah keinginan untuk membantu atau melayani pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Artinya berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan dapat diartikan secara luas, yaitu meliputi pelanggan eksternal (customer dalam arti sebenarnya) atau pelanggan internal (end-user di dalam organisasi). Fokus dari kompetensi ini adalah berusaha memahami kebutuhan orang lain, bukan untuk pemahaman mengenai pikiran/perasaan orang secara umum (kompetensi Pengertian Antar Pribadi – IU) dan melakukan sesuatu untuk membantu atau memberikan pelayanan pada orang tersebut, bukan mempengaruhi mereka untuk mendukung tujuan pribadi (kompetensi Dampak dan Pengaruh – IMP).
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 Level 6
Menindaklanjuti kebutuhan pelanggan secara tepat
Memelihara komunikasi yang jelas dengan pelanggan
Mengambil tanggung jawab untuk
menyelesaikan masalah pelanggan
Bertindak lebih untuk pelanggan
Menanggapi kebutuhan mendasar pelanggan
Menggunakan perspektif jangka panjang dalam menjawab masalah pelanggan
Menindaklanjuti permintaan, pertanyaan, dan keluhan pelanggan
Mengusahakan agar pelanggan selalu mengetahui kemajuan dari penyelesaian permasalahan yang dikeluhkan
Memberikan informasi terkini tentang segala sesuatu yang relevan kepada pelanggan
Memelihara komunikasi dua arah yang jelas mengenai apa yang diharapkan ke dua belah pihak
Memantau kepuasan pelanggan
Memberikan pelayanan yang ramah dan menyenangkan
Dengan segera memperbaiki dan menyelesaikan masalah pelayanan yang terjadi tanpa menunjukkan sikap membela diri
Tidak melemparkan atau lepas tangan bila ada masalah dari pelanggannya
Menyediakan diri setiap saat untuk membantu pelanggan, terutama pada saat pelanggan sedang dalam masa kritis (misalnya, menyediakan waktu dan usaha yang lebih untuk pelanggan pada saat dibutuhkan)
Melakukan tindakan konkrit yang memberi nilai tambah bagi pelanggan
Bertindak lebih dari yang biasa diharapkan pelanggan
Mengetahui bisnis pelanggan dan/atau mencari informasi mengenai kebutuhan mendasar yang sesungguhnya dari pelanggan, lebih dari apa yang pernah diutarakan pelanggan tersebut
Menyesuaikan jasa atau produk yang ada dengan kebutuhan mendasar pelanggan (memakai perspektif pelanggan)
Mencari cara untuk mengidentifikasi dan mengakomodasi hal-hal yang sesungguhnya dibutuhkan oleh pelanggan
Bersedia mengeluarkan biaya saat ini demi terciptanya hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan pelanggan
Mencari cara-cara yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang untuk pelanggan
Bertindak sebagai penasehat terpercaya bagi pelanggan; terlibat dalam proses pengambilan keputusan di pihak pelangganMengembangkan Orang Lain (Developing Others – DEV)
Noncumulative
Linear Definisi
Adalah keinginan tulus untuk mendorong proses belajar dan pengembangan orang lain untuk jangka panjang sesuai dengan kebutuhannya. Inti dari kompetensi ini terletak pada niat untuk mengembangkan orang lain, bukan pengembangan yang memang seharusnya dilakukan dalam posisi formalnya. Biasanya pengembangan ini ditujukan secara spesifik pada satu orang tetapi bisa juga pada sekelompok orang dengan tujuan yang spesifik. Karyawan yang mempunyai kompetensi ini menciptakan lingkungan kerja yang mendukung proses belajar dan memberikan kesempatan serta umpan balik dan bimbingan untuk pengembangan pribadi.
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5
Menyatakan harapan positif terhadap pengembangan orang lain
Memberikan instruksi secara detail dan/atau memberikan contoh
Memberikan penjelasan dan dukungan untuk
pengembangan orang lain
Memberikan umpan balik dan dukungan untuk
pengembangan orang lain
Melakukan bimbingan secara mendalam
Memberikan pandangan atau menyatakan harapan yang positif tentang pengembangan masa depan seseorang yang mungkin dilihat orang lain tidak potensial
Percaya bahwa pada dasarnya orang lain memiliki keinginan dan kemampuan untuk belajar atau meningkatkan kinerja mereka
Memberi instruksi rinci dan/atau on-the-job demonstration
Memberitahukan caramengerjakan sesuatu, memberi saran yang spesifik dan bermanfaat
Memberi arahan dan demonstrasi dengan penjelasan atau rasional sebagai strategi pelatihan
Memberi dukungan praktis untuk memudahkan pekerjaan bawahan (memberi tambahan sumber daya, alat, informasi, saran ahli)
Mengajukan pertanyaan, memberi tes atau menggunakan metode lain untuk memastikan bahwa orang tersebut telah memahami penjelasan yang diberikan
Memberi umpan balik yang spesifik, baik positif maupun negatif untuk tujuan pengembangan orang lain
Memberikan umpan balik negatif tentang perilaku bukan tentang pribadi
Memberikan harapan positif untuk kinerja di masa datang ketika memberikan umpan balik untuk perbaikan
Memberikan saran pribadi untuk perbaikan
Mengatur penugasan yang sesuai, pelatihan formal atau pengalaman lain yang berguna untuk membantu proses pembelajaran danpengembangan karir seseorang
Memahami dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan seseorang dan merancang atau membuat program/materi baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut
Memberikan arahan dan rekomendasi untuk orang lain mengenai peningkatan prestasi dan karir
Merancang pendekatan-pendekatan baru untuk orang lain agar dapat mengembangkan karir dan prestasi kerja
Dimensi: Kedalaman dan intensitas dari usaha untuk mengembangkan orang lain
HayGroup 5
Pengarahan (Directiveness – DIR)
Noncumulative
Linear Definisi
Adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti kehendaknya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan dari jabatan secara efektif dan pada tempatnya, dengan tetap mengingat kepentingan jangka panjang perusahaan. Kompetensi ini termasuk juga
“memberitahu orang lain apa yang harus dilakukannya” dalam nada yang bervariasi mulai dari tegas sampai meminta atau bahkan mengancam. Bila disertai dengan alasan atau bujukan, perilaku ini masuk ke kompetensi Dampak dan Pengaruh, bukan Pengarahan.
Kompetensi ini digunakan untuk menghasilkan fokus dan kejelasan mengenai standar yang berlaku dan hasil kerja yang diharapkan di perusahaan serta memberdayakan orang lain untuk bertanggungjawab terhadap kontribusinya di dalam pencapaian sasaran perusahaan.
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5
Memberikan pengarahan dan petunjuk
Menetapkan batasan Menuntut kinerja yang tinggi Memantau standar kinerja yang jelas
Bertindak tegas terhadap permasalah kinerja
Memberikan petunjuk dan menjelaskan tugas secara rinci
Memberitahukan persyaratan atau kebutuhan suatu tugas dengan jelas
Mendelegasikan rincian tugas- tugas rutin
Memberikan penjelasan kepada individu dan/atau tim mengenai apa yang diharapkan dari mereka dalam pekerjaannya
Dengan tegas mengatakan “tidak”terhadap permintaan yang tidak masuk akal
Menentukan batasan terhadap perilaku orang lain (misalnya“Begini cara saya berperilaku di perusahaan ini. Jika anda ingin bekerja di sini, maka saya mengharapkan anda untuk …”)
Memberikan pilihan kepada orang lain yang memaksa mereka untuk melakukannya (misalnya “Saya mengatakan kepada mereka untuk dapat mengambil keputusan dalam 2 minggu, jika tidak saya akan menaikkan masalah ini ke atasan”)
Menetapkan standar kerja yang jelas; hasil kerja yang diharapkan dan bagaimana mengukur kinerjanya
Menuntut standar kinerja yang baru, berbeda, dan lebih tinggi;dengan sedikit input dari orang lain
Menuntut standar kinerja dan kualitas kerja yang tinggi;memberikan arahan sampai pekerjaannya memenuhi standar yang disyaratkan
Meminta dengan tegas untuk mematuhi permintaan atau perintah dengan pengawasan yang ketat (misalnya ”Saya mengatakan kepadanya bahwa perilakunya tidak dapat diterima dan dia tidak diperbolehkan untuk melakukannya sekali lagi”)
Secara terang-terangan, di depan umum memantau kinerja dengan membandingkannya dengan standar yang sudah jelas
Mengemukakan kinerja yang tidak sesuai secara langsung dan terbuka kepada orang lain serta menyatakan konsekuensi yang akan dihadapi orang tersebut jika pencapaiannya terus-menerus tidak berhasil
Memberi peringatan yang jelas atau menyatakan konsekuensi terhadap hasil kerja individu yang tidak sesuai dengan standar kinerja yang sudah baku
Menggunakan hukuman atau konsekuensi; tidak ragu untuk memecat
Melakukan tindakan secara tegas untuk memecat karyawan yang secara terus-menerus mempunyai permasalahan kinerjaKeluwesan (Flexibility – FLX)
Noncumulative
Linear Definisi
Fleksibilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan efektif dalam situasi yang berbeda, dan dengan berbagai individu atau kelompok. Kompetensi ini membutuhkan kemampuan memahami dan menghargai pandangan yang berbeda dan bertentangan mengenai suatu isu, menyesuaikan pendekatan karena suatu perubahan lingkungan, dan dapat menerima dengan mudah perubahan dalam organisasi atau persyaratan jabatan. Termasuk di dalamnya kemauan untuk mengubah perilaku dan bekerja secara efektif di dalam situasi yang berbeda dan dengan individu-individu yang berbeda-beda.
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4
Menerima kebutuhan untuk bersikap fleksibel
Menerapkan peraturan atau prosedur dengan luwes
Menyesuaikan taktik sesuai dengan kebutuhan atau situasi
Menyesuaikan strategi sesuai dengan kebutuhan dan situasi
Bersedia untuk mengubah gagasan atau pandangan berdasarkan informasi baru atau bukti baru yang bertentangan
Menghargai dan memahami sudut pandang orang lain
Menerima pendapat orang lain yang mungkin berbeda dengan
pendapatnya sendiri
Pada situasi yang spesifik, dapat menyesuaikan peraturan atau prosedur normal secara luwes untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dan/atau mencapai tujuan organisasi;
sepanjang tidak menyimpang dari kebijakan perusahaan
Mengubah perilaku atau pendekatan supaya sesuai dengan situasi yang ada dan orang lain
Melakukan penyesuaian tindakan atau perilaku berdasarkan situasi;
sensitif terhadap perbedaan budaya
Sambil mempertahankan rencana atau strategi secara keseluruhan, merubah pendekatan mengenai bagaimana mencapai rencana tersebut
Mengubah keseluruhan rencana, sasaran, atau proyek (misalnya mengenai apa yang ingin dicapai) untuk menyesuaikannya dengan situasi yang ada
Membuat perubahan sementara atau berjangka pendek pada perusahaan atau pelanggan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan dan situasi
Dimensi: Besarnya perubahan yang dilakukan
HayGroup 7
Dampak dan Pengaruh (Impact and Influence – IMP)
Cumulative Linear (Levels 1-3) Exponential (Levels 4-6)
Definisi
Adalah usaha untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya. Kompetensi ini didasarkan pada keinginan untuk mempengaruhi atau menimbulkan dampak pada orang lain dimana ia memiliki tujuan pribadi tertentu, kesan tertentu yang ingin ditampilkan dan tindakan tertentu yang ia ingin orang lain lakukan. Termasuk di dalamnya adalah penggunaan pendekatan yang paling tepat untuk mendapatkan dukungan dan kerjasama untuk mencapai sasaran bisnis tertentu.
INDIKATOR PERILAKU
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 Level 6
Menyatakan keinginan untuk mempengaruhi tetapi tidak melakukan tindakan
Melakukan satu tindakan untuk mempengaruhi
Melakukan beberapa tindakan untuk mempengaruhi
Memperhitungkan dampak dari tindakan atau perkataan
Menggunakan pengaruh tidak langsung
Menggunakan strategi mempengaruhi yang kompleks
Menyatakan intensi untuk menimbulkan pengaruh atau dampak tertentu terhadap seseorang
Menyatakan perhatian akan reputasi, status, penampilan, dll., tetapi tidak melakukan tindakan apapun
Membujuk secara langsung dalam diskusi atau presentasi
Menggunakan alasan dan data
Menggunakan contoh- contoh konkrit, alat peraga, alat bantu audio-visual, dll
Tidak melakukan tindakan nyata untuk mengadaptasi perilaku atau pembicaraan sesuai dengan minat dan tingkatan hadirin
Melakukan dual atau lebih tindakan (langkah- langkah persuasi) untuk membujuk tanpa berusahamenyesuaikan dengan tingkatan dan minat hadirin
Termasuk secara seksamamempersiapkan data untuk presentasi
Memberikan dua atau lebih argumen yang berbeda dalam diskusi atau presentasi
Menyesuaikan diskusi atau pembicaraan agar sesuai dengan minat dan tingkatan hadirin
Mengantisipasi dampak dari tindakan persuasi terhadap kesan orang lain pada dirinya
Mengambil tindakan yang dramatis atau dipikirkan terlebih dahulu secara masak-masak untuk menimbulkan kesan tertentu
Menjual ide dengan menghubungkannya dengan nilai-nilai dan kebutuhan orang lain
Menggunakan serangkaian pengaruh tidak langsung:“mempengaruhi A supaya ia mempengaruhi B sehingga B akan mempengaruhi C”.
Mengambil tindakan untuk mempengaruhi, setiap langkah disesuaikan dengan hadirin
Menggunakan ahli atau pihak ketiga untuk mempengaruhi
Menggunakan hubungan formal dan tidak formal untuk mendapatkan dukungan terhadap ide
Menyusun strategi untuk mempengaruhi pihak tertentu seperti melakukan lobi-lobi, membangun dukungan ’di balik layar’
Menggunakan strategi koalisi dan memadukan unsur politis untuk mendukung pengambilan keputusan
Mempunyaipemahaman yang mendalam mengenai budaya yang berbeda-beda dan menggunakan gaya yang sesuai untuk mendapatkan komitmen