• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2011"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Disampaikan dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2011

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2011

Jakarta, Agustus 2010 Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

(2)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

2

POKOK BAHASAN

Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah

• Reformasi 1998 - Mendatang

• Prioritas Nasional RPJMN 2010-2014

• Tata Kelola dan Sinergi Pusat Daerah

1

Prioritas RKP 2011

• Perekonomian Nasional

• Tantangan Pembangunan

• Tema RKP 2011

• Alokasi pada Prioritas 2011

• Alokasi 16 Besar K/L 2011

• Sasaran Pembangunan Infrastruktur 2011

• Sasaran Energi 2011

2

Percepatan Penyerapan Anggaran

• Latar Belakang Percepatan Penyerapan Anggaran

• Langkah Percepatan Anggaran

3

Lampiran

Highlights Prioritas RKP 2011

• Langkah Percepatan Anggaran

4

(3)

ARAH KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

1

(4)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

4

REFORMASI: MENUJU MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

• REFORMASI GELOMBANG PERTAMA (1998-2008)

– TRANSISI DEMOKRASI, dengan sistem check and balance antara legislatif, yudikatif, dan judikatif.

– DESENTRALISASI yang sangat ekspansif (demokrasi langsung, desentralisasi fiskal)

– PENYELESAIAN KONFLIK di Aceh, reformasi politik di

Papua, dan membangun perdamaian yang berkelanjutan di daerah-daerah pasca-konflik.

• REFORMASI GELOMBANG KEDUA

– Mempertegas haluan, memacu laju perubahan.

– Jangka pendek: de-bottlenecking.

– Jangka Menengah: Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional 2010-2014.

4

(5)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

5

PRIORITAS NASIONAL RPJMN 2010-2014

RKP 2010 RKP 2011

PENEKANAN SESUAI TEMA

“PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKEADILAN

DIDUKUNG PEMANTAPAN TATA KELOLA DAN SINERGI PUSAT DAERAH”

RKP 2012 RKP 2013 RKP 2014

RPJMN 2010-2014

1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan

3 Kesehatan

4 Penanggulangan Kemiskinan 5

6 Infrastruktur

7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 Energi

9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, &

Pasca-konflik

11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi

Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Bidang Perekonomian

Bidang Kesejahteraan Rakyat 12

13 14

Sudah jelas dan konkrit sasaran dan K/L Pelaksana :

Program

Kegiatan

Outcome

Output

Pendanaan Indikatif Ketahanan Pangan

PEMULIHAN PEREKONOMIAN

NASIONAL DAN PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN

RAKYAT

DITENTUKAN DALAM PROSES PENYUSUNAN

RKP 2012

DITENTUKAN DALAM PROSES PENYUSUNAN

RKP 2013

DITENTUKAN DALAM PROSES PENYUSUNAN

RKP 2014

• Inpres 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan

Prioritas Pembangunan Nasional

• Inpres 3/2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan

(6)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

6

TATA KELOLA DAN

SINERGI PUSAT-DAERAH

Tata Kelola (Governance)

Kualitas Birokrasi dan SDM Aparatur

(Responsif, transparan dan

akuntabel)

Sinergi Pusat dan Daerah

Pengelolaan Kebijakan dan

Sumber

Pendanaan ( APBN/APBD)

Sasaran Pembangunan

Nasional

(7)

PRIORITAS RKP TAHUN 2011

2

(8)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

8

Pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 5,5% per tahun, dengan pendapatan per kapita yang terus meningkat . . .

0.8 4.9

3.6

4.5 4.8 5

5.7 5.5

6.3 6.0

4.5

0 1 2 3 4 5 6 7

1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

Pertumbuhan Ekonomi 1999-2009 (%)

Menurun karena krisis global, tidak banyak negara yang mengalami

pertumbuhan positif Tertinggi setelah krisis tahun 1998

PEREKONOMIAN NASIONAL

1166

1093 478

689 807

772 922

1098 1186

1318 1663

1938

2270 2590

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

PDB per Kapita

(Harga Berlaku, USD)

(9)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

9

TANTANGAN PEMBANGUNAN

. . . angka pengangguran menurun ke 7,4% dan angka kemiskinan menjadi 13,3%.

Ke depan tingkat kemiskinan dan pengangguran akan terus diupayakan menurun

4.4 4.3 5.1 6.0 5.8 8.0

9.1 9.9 10.3 11.9

10.9 10.0

9.4 9.0 8.6 4.9 4.7

5.5

6.4 6.1 8.1

9.1

9.7 9.9 11.2

10.3 9.1

8.4 7.9 7.4

0 2 4 6 8 10 12

0 2 4 6 8 10 12

1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Pengangguran 1996-2010

Jumlah Pengangguran Terbuka Tingkat Pengangguran Terbuka (%)

49.5 47.9

38.7 37.9 38.4 37.3

36.1 35.1 39.3

37.2

35 32.5 31.0 24.2 23.4

19.1

18.4 18.2 17.4

16.7 16 17.7

16.6 15.4

14.1 13.3

0 5 10 15 20 25 30

0 10 20 30 40 50 60

1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Kemiskinan 1998-2010

Jumlah Penduduk Miskin (juta orang) Persentase (%)

(10)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

10

TEMA RKP 2011

“P ERCEPATAN P ERTUMBUHAN E KONOMI Y ANG B ERKEADILAN D IDUKUNG P EMANTAPAN T ATA K ELOLA DAN S INERGI P USAT

D AERAH

RKP 2010

PEMULIHAN PEREKONOMIAN NASIONAL DAN PEMELIHARAAN

KESEJAHTERAAN RAKYAT

TINGKAT PERTUMBUHAN Pertumb. Ek. (%) : 5,8

KUALITAS PERTUMBUHAN Tk. Pengangguran (%) : 7,6 Tk. Kemiskinan (%) : 12,0 -13,5

RKP 2011

PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKEADILAN DIDUKUNG PEMANTAPAN TATA KELOLA DAN SINERGI

PUSAT DAERAH

TINGKAT PERTUMBUHAN Pertumb. Ek. (%) : 6,3

KUALITAS PERTUMBUHAN INKLUSIF DAN BERKEADILAN Tk. Pengangguran (%) : 7,0 Tk. Kemiskinan (%) : 11,5 - 12,5

(11)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

11

ALOKASI PADA PRIORITAS 2011

PRIORITAS/SUBSTANSI INTI ALOKASI K/L SUBSIDI/PSO PEMBIAYAAN TOTAL

PRIORITAS 1 : REFORMASI BIROKRASI DAN TATAKELOLA 1.377,4 0,0 0,0 1.377,4 *)

PRIORITAS 2 : PENDIDIKAN 52.532,3 0,0 0,0 52.532,3

PRIORITAS 3 : KESEHATAN 11.484,2 50,0 0,0 11.534,2

PRIORITAS 4 : PENANGGULANGAN KEMISKINAN 31.321,1 16.011,9 2.000,0 49.333,0

PRIORITAS 5 : KETAHANAN PANGAN 18.657,4 19.434,8 0,0 38.092,2

PRIORITAS 6 : INFRASTRUKTUR 43.446,5 2.752,6 17.377,9 63.577,0

PRIORITAS 7 : IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA 1.801,2 104,0 0,0 1.905,2

PRIORITAS 8 : ENERGI 10.927,0 0,0 0,0 10.927,0

PRIORITAS 9 : LINGKUNGAN HIDUP DAN PENGELOLAAN BENCANA 4.712,5 0,0 0,0 4.712,5 PRIORITAS 10 : DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR, DAN

PASCA-KONFLIK 11.849,5 0,0 0,0 11.849,5

PRIORITAS 11 : KEBUDAYAAN, KREATIFITAS, DAN INOVASI TEKNOLOGI 484,7 0,0 0,0 484,7 PRIORITAS LAINNYA DI BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEMANAN,

BIDANG PEREKONOMIAN, DAN BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 5.857,1 0,0 0,0 5.857,1 TOTAL ALOKASI PADA PRIORITAS 194.450,9 38.353,3 19.377,9 252.182,1

*) Tidak termasuk remunerasi akibat dari Reformasi Birokrasi

(Rp Miliar)

(12)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

12

ALOKASI 16 BESAR K/L 2011

KEMENTERIAN/LEMBAGA SHARE 2011 (%)

% KENAIKAN

16 K/L TERBESAR 84,8 20,2

SUMBER DAYA MANUSIA 26,2 3,7 Kem. Pendidikan Nasional 12,3 -8,8

Kem. Agama 7,6 13,9

Kem. Kesehatan 6,4 22,7

PERTAHANAN DAN KEAMANAN 17,9 5,7

Kem. Pertahanan 11,0 6,8

Kepolisian RI 6,9 4,1

INFRASTRUKTUR, PERTANIAN,

KELAUTAN DAN KEHUTANAN 32,6 56,4

Kem. PU 13,8 62,4

Kem. Perhubungan 5,2 35,0

Kem. ESDM 3,7 94,2

Kem. Pertanian 4,1 109,0

Kem. Dalam Negeri 3,2 5,8

Kem. Kelautan dan Perikanan 1,2 49,3

Kem. Kehutanan 1,4 77,2

PEMERINTAHAN UMUM 8,0 7,6

Kem. Keuangan 4,0 7,7

Mahkamah Agung 1,5 16,0

Kem. Luar Negeri 1,4 1,3

Kem. Hukum dan HAM 1,2 5,3

61 K/L LAINNYA 15,2 23,5

TOTAL 100,0 20,7

• Sesuai dengan tema RKP 2011 (mempercepat

pertumbuhan ekonomi), kelompok infrastruktur, pertanian, kelautan dan kehutanan mengalami kenaikan paling besar (56,4%) dari tahun 2010

Upaya pro-enviroment ditunjukkan dengan kenaikan alokasi Kem. Kehutanan sebesar 77,2%

Pro-Growth; Pro-Job; Pro-Poor; Pro-Environment

62.5 33.0

133.8 73.5

107.6

50.6 30.7

85.5 69.5

103.8

0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 125.0 150.0

61 K/L LAINNYA PEMERINTAHAN UMUM INFRASTRUKTUR, PERTANIAN, KELAUTAN DAN

KEHUTANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN SUMBER DAYA MANUSIA

ALOKASI 16 BESAR K/L 2011

2010 2011

*) Termasuk kenaikan Rp 3,1 T untuk Kemenpera (Rp 1,9 T) dan BKKBN (Rp 1,2 T)

**) Terdapat pemindahan alokasi untuk BOS sebesar Rp 16,8 T

*)

**)

(13)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

13

1. Mendukung ketahanan pangan nasional.

2. Meningkatkan keterhubungan

antarwilayah (domestic connectivity)

3. Memperkuat virtual domestic

interconnectivity (Indonesia connected)

4. Meningkatkan akses RT terhadap hunian yang didukung prasarana dan sarana dasar permukiman

6. Ketersediaan Air Baku dan Pengendalian Banjir

SASARAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR 2011

Penyediaan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan.

MENINGKATKAN PELAYANAN SARANA DAN PRASARANA SESUAI SPM

Penyediaan sarana dan prasarana yang mampu menjamin kelancaran distribusi barang, jasa, dan informasi untuk

meningkatkan daya saing produk nasional.

MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIIL

Pengembangan infrastruktur yang dapat memenuhi pemulihan biaya melalui struktur tarif yang mempertimbangkan aspek sosio-ekonomi dan kemampuan daya beli masyarakat.

MENINGKATKAN KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA (KPS)

ARAH KEBIJAKAN

Meningkat dan optimalnya layanan irigasi dan rawa seluas

3,34 juta hektar

• Kapasitas jalan meningkat 2.830 Km

• Pem. Pelabuhan Tg.Priok, Belawan dan 7 pel. lainnya

•Jasa akses telekomunikasi di 33.259 desa, internet di 5.748

kecamatan dg tingkat pencapaian 20%, Regional Internet Exchange di 10 kota, Community Access Point di 222

kec;

• Pembangunan rusunawa 170 TB;

subsidi perumahan sebanyak 92.927 unit

• Penyediaan air minum (187 L/detik untuk 63 juta jiwa penduduk)

• Pembangunan sarpras air limbah sistem off-site dan on-site bagi 1,11

juta jiwa penduduk

Meningkatnya, prasarana air baku kapasitas 5,89

m3/det

S A S A R A N

(14)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

14

SASARAN ENERGI 2011

1998- s/d sekarang

Potensi PLTP 27.000 MW

Tuntutan dunia internasional

& masyarakat akan energi bersih Kapasitas terpasang PLTP

1.000 MW

Penambahan kapasitas terpasang PLTP sebesar

5.000 MW

5 tahun ke depan

STRATEGI PENGEMBANGAN ENERGI GEOTHERMAL

ENERGI 2011

Peningkatan kapasitas pembangkit listrik 5.279 MW Meningkatnya rasio elektrifikasi 70,4%

(dari 67,2% di 2010) Peningkatan pemanfaatan energi panas bumi PLTP 158 MW

(15)

LANGKAH PERCEPATAN

PENYERAPAN ANGGARAN

3

(16)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

16

LATAR BELAKANG PERCEPATAN PENYERAPAN ANGGARAN

• Penyerapan belanja berjalan lambat (utamanya belanja modal) dan masih menumpuk di akhir tahun sehingga mengakibatkan :

– Dampak ke perekonomian kurang optimal – Kualitas pekerjaan tidak sesuai harapan

0 10 20 30 40 50

Q1 Q2 Q3 Q4

Actual vs Revised Budget (APBN-P) (%)

Penyerapan belanja pemerintah pusat

2007 2008 2009

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Penyerapan belanja modal K/L

Monthly 2007 Monthly 2008 Monthly 2009 Monthly 2010

Bulanan 2007 Bulanan 2009

Bulanan 2008

(17)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

17

LANGKAH PERCEPATAN PENYERAPAN

Penerbitan Revisi Keppres No. 80 Tahun 2003 (Perpres No. 54 Tahun 2010)

Perbaikan Peraturan/Ketentuan/SOP Penganggaran

Meningkatkan Insentif bagi pejabat perbendaharaan K/L

Peningkatan Pelatihan SDM K/L untuk meningkatkan

kemampuan perencanaan, penganggaran dan pengadaan

Peningkatan sosialisasi berbagai peraturan, ketentuan dan

SOP perencanaan, penganggaran dan pengadaan.

(18)

TERIMA KASIH

(19)

LAMPIRAN

4

(20)

HIGHLIGHTS PRIORITAS

RKP 2011

(21)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

21

PENDANAAN K/L RAPBN 2011

SUMBER PENDANAAN

2010 RAPBN

2011 APBN APBN-P

RUPIAH MURNI 294,3 320,4 353,4

PHLN 24,3 24,3 28,7

PDN 1,0 1,0 1,0

PNBP/BLU 20,5 20,5 27,3

TOTAL 340,1 366,2 410,4

(Triliun Rupiah)

(22)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

22

HIGHLIGHTS RKP 2011

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN) PERANAN DAERAH

PRIORITAS 1 : REFORMASI BIROKRASI Penyusunan dan pelaksanaan

kebijakan reformasi birokrasi

100% K/L yang melaksanakan

Reformasi Birokrasi sesuai kebijakan nasional

Menyusun Grand Design reformasi birokrasi di daerah

Harmonisasi regulasi Jumlah Perda yang dikaji (9.000 perda)

Pengendalian penyusunan perda

Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK)

Jumlah penduduk yang menerima e- KTP (24,8 juta jiwa di 75 kab/kota)

Penguatan unit Pemda untuk administrasi

kependudukan di kab/kota sampai kecamatan

PRIORITAS 2 : PENDIDIKAN Penyediaan subsidi Pendidikan dasar dan menengah (BOS)

Jumlah siswa (44,5juta siswa) • Penyediaan data siswa penerima BOS;

• Pengawasan pelaksanaan.

(23)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

23

HIGHLIGHTS RKP 2011

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN PERANAN DAERAH

PRIORITAS 3 : KESEHATAN Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)

Jumlah puskesmas (8.608 puskesmas)

• Penyediaan data puskesmas penerima BOK;

• Pengawasan pelaksanaan Pengembangan kebijakan dan

pembinaan kesertaan ber-KB

Jumlah klinik KB Pemerintah dan

swasta (23.500 klinik KB) Memperkuat unit Pemda untuk pelayanan KB di kab/kota PRIORITAS 4 : PENANGGULANGAN KEMISKINAN

PNPM Mandiri Cakupan penerapan PNPMdan

Penguatan PNPM (1.500 desa, 10.948 kelurahan; 5.453 kec dan 75 kab tertinggal)

Sinkronisasi kegiatan daerah dengan PNPM

Bantuan Tunai Bersyarat 1,1 juta RTSM yang mendapatkan

Bantuan Tunai Bersyarat PKH (RTSM) • Memastikan fasilitas kesehatan dan pendidikan siap untuk mendukung pelaksanaan PKH

• Melakukan koordinasi pelaksanaan semua pihak terkait

PRIORITAS 5 : KETAHANAN PANGAN

Perluasan areal pertanian Luasan perluasan (519.570 ha) Menyusun perda-perda untuk implementasi UU 41/2001 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Pengembangan pelabuhan perikanan Jumlah pelabuhan perikanan (973

pelabuhan) Pemilihan dan penetapan lokasi

pelabuhan

(24)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

24

HIGHLIGHTS RKP 2011

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN) PERANAN DAERAH

PRIORITAS 6 : INFRASTRUKTUR Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan Nasional

Pembangunan jalan lintas Sumetera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT dan Papua (2.830 km)

Peningkatan jalan provinsi dan kab/kota yang terintegrasi dengan jalan nasional/lintas serta

dukungan penyediaan lahan Pembangunan pelabuhan Pelabuhan Tg.Priok, Belawan dan 7

pel. Lainnya (Dumai, Balikpapan/

Kariangau, Manado, Bitung, Ambon, Jayapura dan Sorong)

Penyediaan lahan dan

pembangunan prasarana sisi darat

Perencanaan tata Ruang Wilayah Nasional

Jumlah rencana tata ruang yang telah

disinkronkan (33 RTRW) Penyelesaian RTRW propinsi dan RTRW kab/kota

PRIORITAS 7 : IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA Koordinasi Pengembangan Penataan

Ruang dan Pengembangan Wilayah

Persentase peraturan pelaksanan UU KEK yang terselesaikan (70%)

Menyusun Perda yang mendukung pelaksanaan KEK

PRIORITAS 8 : ENERGI

Peningkatan rasio elektrifikasi 70,4% Ijin prinsip lokasi, dukungan penyediaan lahan, persetujuan AMDAL, persetujuan penggunaan kawasan hutan, RTRW, dan lelang wilayah kerja panas bumi

pertambangan Peningkatan pemanfaatan energi

panas bumi (geothermal)

PLTP 158 MW

(25)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

25

HIGHLIGHTS RKP 2011

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN) PERANAN DAERAH

PRIORITAS 9 : LINGKUNGAN HIDUP DAN PENGELOLAAN BENCANA

Penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan Fasilitasi dan pelaksanaan rehabilitasi hutan, magrove, gambut ,rawa, lahan kritis dan hutan kota (642.000 ha)

• Mengoptimalkan rehabilitasi kawasan hutan kritis dan DAS;

• Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan

PRIORITAS 10 : DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR DAN PASCA KONFLIK Pengembangan kebijakan,

koordinasi, dan fasilitasi daerah tertinggal di kawasan perbatasan

Meningkatnya kondisi perekonomian kawasan perbatasan (khususnya di 27 kab/kota yang tergolong daerah tertinggal)

• Menyiapkan rencana pengembangan ekonomi

• Menyiapkan kelembagaan pengelolaan perbatasan

PRIORITAS 11 : KEBUDAYAAN, KREATIFITAS DAN INOVASI TEKNOLOGI Pengembangan Pengelolaan

Peninggalan Kepurbakalaan dan permuseuman

Penetapan dan pembentukan

pengelolaan terpadu 3 cagar budaya dan 30 museum yang direvitalisasi

• Penyediaan data cagar budaya dan museum

• Pengawasan pelaksanaan pengelolaan cagar budaya dan revitalisasi museum

(26)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

26

HIGHLIGHTS RKP 2011

KEGIATAN INDIKATOR (KELUARAN) PERANAN DAERAH

PRIORITAS LAINNYA

Produksi Alutsista Industri dalam negeri

Kapasitas jumlah produksi Alutsista industri dalam negeri yang

direalisasikan (24 persen)

---

Penanganan terorisme melalui deradikalisasi

Jumlah forum sosialisasi

pengembangan nilai kebangsaan dan beroperasinya BNPT

Ikut mendukung dan mengawasi pembinaan kelompok radikal

Pembinaan, penempatan, dan perlindungan TKI Luar Negeri

100% calon TKI terlayani Rekrutmen, fasilitasi pengurusan dokumen dan pelayanan

penempatan Peningkatan PNPM Mandiri Bidang

Pariwisata

450 desa wisata •Menentukan lokasi sasaran

•Mensinergikan PNPM Mandiri Pariwisata dengan PNPM Mandiri lainnya

•Pembinaan lembaga keswadayaan masyarakat

(27)

LANGKAH PERCEPATAN

PENYERAPAN ANGGARAN

(28)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

28

PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYERAPAN

Masalah perencanaan anggaran dan persiapan pelaksanaan

Masalah pada eksekusi anggaran sepanjang tahun anggaran

Masalah pada eksekusi anggaran pada

akhir tahun anggaran

(29)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

29

LANGKAH PERCEPATAN PENYERAPAN 1. Penerbitan Revisi Keppres No. 80 Tahun 2003

(Perpres No. 54 Tahun 2010)

• Ruang Lingkup – Pendanaan dengan PHLN

• Pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP)

Keharusan melaksanakan E-Procurement

• Delegasi kewenangan dan tanggung jawab lebih besar ke PA

• Memperkuat keberpihakan pada usaha kecil:

• Adanya ketentuan untuk pengadaan barang/jasa hasil kreatifitas, gagasan, inovasi, riset, produk seni-budaya

• Lebih fleksibel dalam menghadapi bencana dan keadaan darurat:

• Penunjukan Langsung untuk barang/jasa khusus:

• Pengadaan di luar negeri

• Kontrak Tahun Jamak :

• Preferensi Harga dan Tingkat Komponen Dalam Negeri

• Sanggah dan Sanggahan Banding:

• Konsep Ramah Lingkungan

(30)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

30

LANJUTAN . . .

2. Perbaikan Peraturan/Ketentuan/SOP Penganggaran

• Amandemen Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN untuk aturan multiyears contract dan penunjukan pejabat perbendaharaan K/L yang tidak

perlu setiap tahun.

• Menetapkan RPMK tentang norma waktu penyelesaian SPP dan SPM oleh K/L yang diarahkan selesai dalam 12 hari  Percepatan pencairan anggaran

• Mengintegrasikan proses administrasi SAPSK dan DIPA

mulai TA 2011  Memperpendek proses administrasi

(31)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

31

LANJUTAN . . .

3. Meningkatkan Insentif bagi pejabat

perbendaharaan K/L  meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pejabat

perbendaharaan (PPK, Bendahara, Panitia Pengadaan, Pejabat Verifikasi, dan

Pejabat Penerbit SPM)

• Meningkatkan Standar Biaya Umum (SBU) bagi pejabat perbendaharaan

• Mempertimbangkan jabatan fungsional bagi pejabat

perbendaharaan

(32)

KEMENTERIAN PPN/

BAPPENAS

32

4. Peningkatan Pelatihan SDM K/L untuk meningkatkan kemampuan perencanaan, penganggaran dan

pengadaan (termasuk penyusunan Procurement Plan dan Disbursement Plan, penyusunan TOR dan FS )

LANJUTAN . . .

5. Peningkatan sosialisasi berbagai peraturan, ketentuan dan SOP perencanaan, penganggaran dan pengadaan .

• Sosialisasi Revisi Keppres No. 80 tahun 2003

• Sosialisasi pemerosesan SP2D oleh Ditjen Perbendaharaan sudah distandarkan yaitu dalam satu jam selesai

• Sosialisasi PMK tentang Pedoman

Penyusunan dan Penelaahan RKAKL yang

komprehensif.

Referensi

Dokumen terkait

 perlindungan kesehatan dan lain  –   lain, juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis-menulis, buku-buku d an lain-lain.

kepada-Nya serta percaya dengan apa yang telah Allah janjikan, maka tidak diragukan lagi bahwa orang itu akan mendapatkan ketenangan di dalam hatinya dan

Berdasarkan posisi kasus sebagaimana telah diuraikan diatas, maka telah terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan, hal ini berdasarkan

Guru merupakan pekerjaan profesi, karenanya Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) telah menerapkan kurikulum yang berdasarkan kompetensi. Kompetensi guru mencakup

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat penurunan yang bermakna model pelatihan anaerobik dalam menurunkan kelebihan berat badan atlet judo

DAFTAR NAMA PESERTA PLPG TAHAP VI RAYON XII UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG..

Pada pasien imunokompeten, keratokonjungti- vitis morbili hanya meninggalkan sedikit atau sama sekali tanpa sekuel, namun pada pasien kurang gizi atau imunokompromis, penyakit

• Jika pada suatu saat, penulis menemukan kesalahan atau ketidaktepatan yang signifikan dalam naskah yang diajukan, maka kesalahan atau ketidaktepatan harus dilaporkan ke