• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TINJAUAN DATA LOKASI SURAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV TINJAUAN DATA LOKASI SURAKARTA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

63

BAB IV

TINJAUAN DATA LOKASI SURAKARTA

Bab tinjauan data akan menjabarkan terkait dengan tinjauan data lokasi perencanaan dan perancangan Klinik Veteriner Terpadu di Surakarta berdasarkan potensi pada tapak yang sudah dipilih.

4.1. Tinjauan Kota Surakarta 4.1.1. Geografi

4.1.1.1. Letak dan Luas Wilayah

Gambar 60. Peta Kota Surakarta Sumber: Direktorat Pekerjaan Umum

Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Luas total wilayah Kota Surakarta 44,04 m2. Kota Surakarta terletak di antara 110o45’15” BT dan 7o36’00” – 7o56’00” LS. Secara administrasi batas wilayah Kota Surakarta adalah:

- Batas Utara :Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali - Batas Selatan :Kabupaten Sukoharjo

- Batas Timur :Kabupaten Karanganyar

- Batas Barat :Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali

Kota Surakarta terbagi dalam 5 kecamatan, 54 kelurahan, dengan jumlah RW sebanyak 626, dan RT 2.784. Jumlah RW dan RT paling besar adalah Kecamatan Banjarsari dan paling kecil adalah Kecamatan Serengan.

(2)

64 Tabel 11. Pembagian Wilayah Administrasi Surakarta

Kecamatan

Luas Wilayah

(km2)

Persentase Luas Wilayah terhadap Luas

Kota

Kelurahan RW RT

Laweyan 8,64 19,62 11 105 458

Serengan 3,19 7,24 7 72 312

Pasar Kliwon 4,82 10,95 10 101 436

Jebres 12,58 28,56 11 153 649

Banjarsari 14,81 33,63 15 195 929

Kota Surakarta 44,04 100,00 54 626 2784

Sumber: (BPS Kota Surakarta, 2021)

Kota Surakarta memiliki jumlah penduduk sebanyak 522.364 jiwa pada tahun 2020. Penduduk berjenis kelamin perempuan jumlahnya lebih banyak daripada penduduk berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 265.321 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 257.043 jiwa.

Laju pertumbuhan di Kota Surakarta per tahun 2010-2020 adalah sebesar 0,44%.

Kecamatan Pasar Kliwon merupakan kecamatan yang paling padat dengan kepadatan penduduk sebesar 16.289,83/km2, sedangkan Kecamatan Laweyan memiliki kepadatan penduduk yang paling rendah yaitu sebesar 10.245,83/ km2.

Tabel 12. Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk di Surakarta

Kecamatan Penduduk

Laju Pertumbuhan Penduduk Per Tahun

2010-2020

Presentase Penduduk

Kepadatan (jiwa/km2)

Laweyan 88.524 0.27 16.95 10.245,83

Serengan 47.778 0.88 9.15 14.997,43

Pasar Kliwon 78.517 0.54 15.03 16.289,83

Jebres 138.775 0.05 26.57 11.031,40

Banjarsari 168.770 0.68 32.31 11.395,68

Kota Surakarta 522.364 0.44 100 11.861,16

Sumber: (BPS Kota Surakarta, 2021)

(3)

65 4.1.1.2. Klimatologi

Kota Surakarta beriklim tropis. Suhu rata-rata bulanan Kota Surakarta tahun 2020 mencapai 27,32oC dengan suhu tertinggi pada bulan September dengan suhu 28,2oC. Rata- rata curah hujan bulanan tahun 2020 Kota Surakarta adalah 142 mm dengan curah hujan tertinggi di bulan Januari dengan 275,3 mm.

4.1.1.3. Topografi dan Morfologi

Kota Surakarta terletak pada ketinggian antara 80-120 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kemiringan lahan antara 0% sampai 15%. Terletak pada 2 gunung berapi.

Gunung Lawu di sebelah timur dan Gunung Merapi pada sebelah barat. Berikut adalah kemiringan lahan pada tiap kecamatan di Kota Surakarta:

Tabel 13. Kemiringan Lahan Tiap Kecamatan di Kota Surakarta

Kecamatan Tinggi Tempat (m) di Atas Permukaan Laut Kemiringan Tanah

Laweyan 90-100 0-2%

Serengan 80-100 0-2%

Pasar Kliwon 80-95 0-2%

Jebres 90-120 2-15%

Banjarsari 85-100 0-2%

Kota Surakarta 80-120 0-15%

Sumber: Sippa.ciptakarya

4.1.1.4. Geologi

Geologi dan Jenis Tanah Kota Surakarta terdiri dari Aluvium (AL), Formasi Notopuro (NP), Formasi Kabuh (KB) da Batuan Vulkanik Muda (YV) (RPJM, Kota Surakarta):

- Aluvium (AL), satuan batuan yang terdiri dari lempung, lumpur, lanau, pasir, kerikil, kerakal, dan berangkal. Terdapat di Kota Suakarta bagian tengah hingga selatan yaitu di sebelah timur Jalan Jenderal Ahmad Yani, ke utara hingga Kali Pepe, ke timur hingga Stasiun Solo Balapan dan sebagaian sampai Bengawan Solo.

- Formasi Notopuro (NP), batuan ini terdiri dari konglomerat, batupasir, lanau, dan lempung. Terdapat di bagian timur laut Kota Surakarta yaitu di sebelah utara hingga Kantor Lurah Mojosongo dan ke timur hingga Bengawan Solo.

- Formasi Kabuh (KB), batuan terdiri dari breksi vulkanik, tuff sandstone, dan konglomerat. Terdapat di utara Kantor Lurah Mojosongo hingga Kali Kebo.

- Batuan Vulkanik Muda (YV), batuan terdiri dari endapan lahar hingga Vulkan Merapi. Terdapat di bagian barat dan utara Kota Surakarta, di sebelah Jalan

(4)

66 Jenderal Ahmad Yani dan di selatan dan barat Kali Pepe serta di tepi Kali Premulung.

4.1.2. Rencana Pengembangan Kota Surakarta1

Gambar 61. RTRW Kota Surakarta Sumber: Sippa.ciptakarya

4.1.2.1. Kawasan Lindung Pasal

Pelestarian fungsi lingkungan hidup, pengendalian pencemaran, dan kerusakan lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Penyediaan RTH Kota 30% dari luas wilayah kota. Pembatasan perkembangan dan memulihkan secara bertahap kawasan lindung akibat kegiatan budidaya. Merevitalisasi kawasan cagar budaya.

Pada Pasal 35 tentang Rencana Pengembangan Kawasan Lindung disebutkan, Kawasan Lindung meliputi:

4.1.2.1.1. Kawasan Perlindungan Setempat

Kawasan perlindungan setempat meliputi Kawasan sempadan Sungai Bengawan Solo, Kali Jenes, Kali Anyar, Kali Sumber, Kali Gajahputih, Kali Pepe, Kali ingko, Kali Brojo, Kali Boro, Kali Pelem Wulung. Luas Kawasan perlindungan setempat kurang lebih 401 ha. Rencana pengembangan dengan mempertahankan fungsi sempadan sungai dan perkembangannya, mengembalikan fungsi sempadan sungai di seluruh wilayah kota sebagai RTH secara bertahap, dan merehabilitasi Kawasan sempadan sungai yang mengalami penurunan fungsi.

1 Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomer 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta Tahun 2011-2031

(5)

67 4.1.2.1.2. RTH

Penyediaan minimal RTH 35% dikembangkan RTH privat minimal 10% dan RTH Publik 20% dari luas wilayah kota.

4.1.2.1.3. Kawasan Cagar Budaya

Kawasan cagar buaya seluas 81 ha yang terbagi dalam kelompok Kawasan dan kelompok bangunan. Pengembangan Kawasan cagar budaya melalui pengelmabangan jalur khusus wisata, pelestarian cagar budaya yang mengalami penurunan fungsi dan kondisi bangunan.

4.1.2.1.4. Kawasan Rawan Bencana Alam

Kawasan rawan bencana alam meliputi Kawasan rawan bencana banjir meliputi Kawasan sepanjang sisi Sungai Bengawan Solo dan sekirarnya. Rencana pengolahan Kawasan rawan bencana banjir adalah normalisasi sungai, penguatan tanggul sungai, pemeliharaan kolam retensi, dan revitalisasi drainase perkotaan.

4.1.2.2. Kawasan Budidaya

4.1.2.2.1. Kawasan Peruntukan Industri

Kawasan peruntukan industri meliputi industri rumah tangga dan industri kreatif.

Kawasan peruntukan industri meliputi penetapan kegiatan industri ramah lingkungan dan harus dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah. Pengembangan kawasan industri yang didukung oleh jalur penyangga antar fungsi Kawasan.

4.1.2.2.2. Kawasan Peruntukan Pariwisata

Kawasan peruntukan pariwista terdiri dari pariwisata cagar budaya dan nilai-nilai tradisional, pariwisata sejarah, pariwisata belanja dan pariwisata kuliner serta transportasi pariwisata. Pengolahan Kawasan peruntukan pariwisata meliputi pengembangan pola perjalanan wisata kota. Pengembangan kegiatan pendukung yang meliputi hotel, restoran, pusat penukaran uang asing, pusat souvenir, dan oleh-oleh. Pengembangan lebih lanjut diatur dalam rencana induk pariwisata.

4.1.2.2.3. Kawasan Peruntukan Pemukiman

Kawasan peruntukan pemukiman dikembangkan seluas 2.275 ha yang tersebar di seluruh wilayah kota meliputi Kawasan pemukiman kepadatan tinggi, sedang, dan rendah.

Terdapat pengembangan perumahan vertical berupa Rumah Susun Sewa di Kecamatan Jebres dan Kecamatan Serengan.

(6)

68 4.1.2.2.4. Kawasan Peruntukan Perdagangan dan Jasa

Kawasan peruntukan perdaganagan dan jasa meliputi:

- Pasar tradisional, di wilayah Kelurahan Kauman, Kelurahan Kemlayan, Kelurahan Semanggi, Kelurahan Sudiroprajan, Kelurahan Nusukan, Kelurahan Danusuman, Kelurahan Panjang, Kelurahan Purwosari, Kelurahan Karangasem, Kelurahan Manahan, Kelurahan Sriwedari, Kelurahan Ketelan, Kelurahan Keprabon, Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Pasarkliwon.

- Pasar perbelanjaan, pengembangan perdagangan skala regional kota di Kelurahan Stabelan- Kecamatan Banjarsari, Kelurahan Danusuman, Kelurahan Serengan, Kelurahan Kedung Lumbu-Kecamatan Pasarkliwon dan Kelurahan Panularan- Kecamatan Laweyan berupa perdagangan grosir dan pasar besar; dan Kawasan perdanganagan berbentuk rumah toko di sepanjang jalan protokol.

- Toko modern, pengembangan pusat perbelanjaan dan toko modern di wilayah kota yang penempatanya ditetapkan dalam Peraturan Walikota.

4.1.2.2.5. Kawasan Peruntukan Perkantoran

Kawasan peruntukan perkantoran dikembangkan seluas 19 ha, pengembangan Kawasan perkantoran sebagai berikut:

- Kawasan I seluas 1 (satu) ha, yaitu di Kecamatan Laweyan;

- Kawasan II seluas 6 (enam) ha, yaitu di Kecamatan Banjarsari seluas 5 (lima) ha dan Kecamatan Laweyan seluas 1 (satu) ha;

- Kawasan V seluas 4 (empat) ha yaitu di Kecamatan Jebres; dan - Kawasan VI seluas 8 (delapan) ha yaitu di Kecamatan Pasarkliwon.

4.1.2.2.6. Kawasan RTNH

Kawasan RTNH dikembangkan seluas 7 ha yang tersebar di seluruh wilayah kota.

4.1.2.2.7. Kawasan Peruntukan Kegiatan Sektor Informal

Kawasan peruntukan kegiatan sektor informal meliputi ruang yang sudah ditetapkan sebagai ruang relokasi dan pengelompokan PKL oleh Pemerintah Daerah, ruang sekitae pusat perdagangan disediakan oleh pemilik pusat perdagangaan bentuk dari Coorporate Social Responsibility. Ruang penyelenggaraan acara Pemerintahan Daerah sebagai pasar malah di Jalan Diponegoro dan Jalan Gator Subroto. Persebaran ruang adalah sebagai berikut:

- Kawasan I yaitu di Kelurahan Kedunglumbu, Kelurahan Jayengan, Kelurahan Keratonan dan Kelurahan Sriwedari-Kecamatan Pasarkliwon;

- Kawasan II yaitu di Kelurahan Purwosari-Kecamatan Laweyan;

(7)

69 - Kawasan V yaitu di Kelurahan Jebres dan Kelurahan Purwodiningratan-

Kecamatan Jebres;

- Kawasan VI yaitu di Kelurahan Manahan, Kelurahan Kepatihan Kulon, Kelurahan Nusukan-Kecamatan Banjarsari; dan

- Penentuan lokasi untuk kegiatan sektor informal lebih lanjut ditetapkan dengan Peraturan Walikota.

Kawasan Peruntukan lainnya:

- Pertanian

Kawasan peruntukan pertanian seluas sekitar 111 ha yang terletak di Kecamatan Laweyan, Kecamatan Banjarsari, dan Kecamatan Jebres, terdiri dari lahan pertanian basah dan lahan pertanian kering yang ditetapkan dan dipertahankan sebagai kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

- Perikanan

Kawasan perikanan budidaya dialokasikan di perairan umum darat tersebar di Kelurahan Manahan, Kelurahan Sumber, Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari dan Kelurahan Mojosongo-Kecamatan Jebres.

- Pelayanan umum

Kawasan peruntukan lain pelayanan umum yang meliputi pendidikan, kesehatan dan peribadatan sebagaimana dikembangkan di seluruh wilayah kota.

- Pertahanan dan keamanan

Kawasan peruntukan lain pertahanan dan keamanan dikembangkan di seluruh wilayah kota.

4.1.2.3. Kawasan Strategis

Kawasan strategis memeperhatikan Kawasan strategis nasional, provinsi, dan kota.

Kawasan strategis kota dari aspek ekonomi meliputi koridor Jalan Jend. Gatot Subroto dan Sebagian ruas jalan Dr. Rajiman (Coyudan) Kelurahan Kemlayan-Kecamatan Serengan dan koridor rencana jalan lingkar Utara yang melewati Kelurahan Mojosongo-Kecamatan Jebres, Kelurahan Nusukan, Kelurahan Kadipiro dan Keluarahan Banyuanyar-Kecamatan Banjarsari.

Kawasan strategi dari sudut kepentingan sosial budaya diarahkan di Kawasan Keraton Kesunanan, Keraton Mangkunegara, dan Taman Sriwedari. Kawasan strategi kota kepentingan ilmu pengetahuan di Kawasan Solo Techno Park, dan Kawasan strategis kota dari sudut kepentingan lingkungan di Kawasan Satwa Taru Jurug.

(8)

70 Gambar 62. Peta Kawasan Strategis Kota Surakarta

Sumber: Sippa.ciptakarya

4.1.3. Rencana Struktur Ruang Kota Surakarta2

Rencana struktur ruang wilayah kota diwujudkan berdasarkan arahan pengembangan sistem pusat pelayanan kota dan arahan sistem jaringan prasarana wilayah kota. Rencana sistem pusat pelayanan kota meliputi Pusat Pelayanan Kota (PPK), Sub Pusat Pelayanan Kota (SPK), dan Pusat Lingkungan (PL). PPK Surakarta berada di Pasarkliwon sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, budaya, wisata, dan industri kreatif.

- SPK kawasan I adalah Kelurahan Kemlayan yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Jebres, sebagian wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, sebagian wilayah Kecamatan Serengan dan sebagian wilayah Kecamatan Laweyan, dengan fungsi pelayanan pariwisata budaya, perdagangan dan jasa, olah raga, dan industri kreatif.

- SPK kawasan II adalah Kelurahan Purwosari yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Laweyan dan sebagian wilayah Kecamatan Banjarsari, dengan fungsi pelayanan pariwisata, olah raga, dan industri kreatif.

- SPK kawasan III adalah Kelurahan Nusukan yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Banjarsari dengan fungsi pelayanan permukiman, perdagangan, dan jasa.

2 Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomer 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta Tahun 2011-2031

(9)

71 - SPK kawasan IV adalah Kelurahan Mojosongo yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Jebres dan sebagian wilayah Kecamatan Banjarsari, dengan fungsi pelayanan permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecil dan industri ringan.

- SPK kawasan V adalah Kelurahan Jebres yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Jebres dan sebagian wilayah Kecamatan Banjarsari, dengan fungsi pelayanan pariwisata, pendidikan tinggi, dan industri kreatif.

- SPK kawasan VI adalah Kelurahan Stabelan yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Jebres, sebagian wilayah Kecamatan Banjarsari, sebagian wilayah Kecamatan Laweyan dan sebagian wilayah Kecamatan Pasarkliwon, dengan fungsi pelayanan pemerintahan, pariwisata budaya, dan perdagangan dan jasa.

Tabel 14. SPK Surakarta

SPK Kecamatan Tercakup Arahan Fungsi Kawasan

I

Kec. Jebres, Kec. Laweyan, Kec. Pasar Kliwon, Kec. Serengan

Pariwisata, Perdagangan dan Jasa, Olah Raga/RTH

II Kec. Banjarsari, Kec. Laweyan Pariwisata, Olah Raga/RTH

III Kec. Banjarsari Permukiman, Perdagangan/Jasa

IV Kec. Jebres, Kec. Banjarsari Permukiman, Perdaganagan/Jasa V Kec. Jebres, Kec. Banjarsari Pariwisata, Pendidikan Tinggi, Industri

VI

Kec. Banjarsari, Kec. Laweyan, Kec. Jebres, Kec. Pasar Kliwon

Pemerintahan, Pariwisata, Perdagangan/Jasa Sumber: RTRW Kota Surakarta 2011-2031

Pusat Lingkungan Kota Surakarta dibagi 6 kawasan sebagai berikut:

- PL kawasan I adalah Kelurahan Sriwedari, Kelurahan Sangkrah dan Kelurahan Baluwarti, dengan pelayanan pariwisata (budaya), perdagangan dan jasa, olah raga serta industri kreatif.;

- PL kawasan II adalah Kelurahan Sondakan; Kelurahan Jajar dan Kelurahan Manahan, dengan pelayanan pariwisata, olah raga dan perdagangan/jasa, serta industri kreatif;

- PL kawasan III adalah Kelurahan Banyuanyar, Kelurahan Sumber dan Kelurahan Kadipiro, dengan pelayanan permukiman, perdagangan dan jasa;

- PL kawasan IV adalah Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Nusukan, dengan pelayanan permukiman, perdagangan dan jasa, industri kecil dan industri;

(10)

72 - PL kawasan V adalah Kelurahan Jebres, Kelurahan Pucangsawit dan Kelurahan

Jagalan, dengan pelayanan pariwisata, pendidikan tinggi dan industri kreatif; dan - PL kawasan VI adalah Kelurahan Gilingan, Kelurahan Setabelan, Kelurahan

Kampung Baru, dan Kelurahan Mangkubumen, dengan pelayanan pemerintahan, pariwisata budaya, perdagangan dan jasa.

Tabel 15. Pembagian PL Kota Surakarta

PL Kecamatan Tercakup Arahan Fungsi Kawasan

I

Kelurahan Sriwedari, Kelurahan Sangkrah, Kelurahan Baluwarti

Pariwisata (budaya), Perdagangan dan Jasa, Olahraga dan Industri Kreatif

II

Kelurahan Sondakan, Kelurahan Jajar, Kelurahan Manahan

Pariwisata, Olah Raga, Perdagangan dan Jasa, Industri Kreatif

III Kelurahan Banyuanyar, Kelurahan Sumber, Kelurahan Kadipiro

Permukiman, Perdagangan dan Jasa

IV

Kelurahan Mojosongo, Kelurahan Nususkan Pemukiman, Perdagangan dan Jasa, Industri Kecil dan Industri

V

Kelurahan Jebres, Kelurahan Pucangsait, Kelurahan Jagalan

Pariwisata, Pendidikan Tinggi, Industri Kreatif

VI

Kelurahan Gilingan, Kelurahan Setabelan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Mangkubumen

Pemerintahan, Pariwisata Budaya, Perdagangan dan Jasa

Sumber: RTRW Kota Surakarta 2011-2031

4.1.4. Rencana Umum Tata Ruang3

Gambar 63. Peta Rencana Umum Tata Ruang Kota Surakarta Sumber: RTRW Kota Surakarta 2011-2031

3 Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomer 8 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung

(11)

73 4.1.4.1. Koefisien Dasar Bangunan (KDB)

Tabel 16. Koefisien Dasar Bangunan Kota Surakarta

Luas Kavling KDB Maksimal

KDH Minimal

KRTNH

Maksimal Keterangan

< 100 85 6 9 1-2 lapis (12 meter)

Luas Kavling KDB Maksimal

KDH Minimal

KRTNH

Maksimal Keterangan

100 200 80 11 9 1-2 lapis (12 meter)

200 300 75 15 10 1-2 lapis (12 meter)

300 400 70 19 11 1-3 lapis (16 meter)

400 <… 65 23 12 1-4 lapis (20 meter)

Sumber: Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomer 08 Tahun 2006

4.1.4.2. Koefisien Lantai Bangunan (KLB)

Penentuan Ketinggian Bangunan dan KLB ditetapkan dengan jumlah luas lantai bangunan dan luas persil pada setiap fungsi lahan yang disesuaikan dengan fungsi jaringan jalan. Ketinggian Bangunan dan KLB pada setiap fungsi jaringan jalan sebagai berikut:

4.1.4.2.1. Jalan Arteri Primer, KLB yang ditetapkan:

4.1.4.2.1.1. Perumahan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 4.1.4.2.1.2. Perkantoran maksimal 4 lantai dan KLB 2,4 4.1.4.2.1.3. Perdagangan dan Jasa

- Supermarket maksimal 4 lantai dan KLB 2,4 - Minimarket maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 - Hotel minimal 9 lantai dan KLB 4,2

- Apartemen minimal 9, maksimal 30 lantai (124m) dan KLB 5,4 - Pertokoan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8

- Pasar maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 4.1.4.2.1.4. Fasilitas umum

- Pendidikan maksimal 5 lantai dan KLB 3,0 - Peribadatan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 - Kesehatan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8

- Bangunan Pelayanan Umum maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 4.1.4.2.1.5. Industri maksimal 3 lantai dan KLB 1,5

4.1.4.2.2. Jalan Arteri Sekunder, KLB yang ditetapkan:

4.1.4.2.2.1. Perumahan maksimal 3 lantai dan KLB 0,6 4.1.4.2.2.2. Perkantoran maksimal 4 lantai dan KLB 2,0

(12)

74 4.1.4.2.2.3. Perdagangan dan jasa

- Supermarket maksimal 4 lantai dan KLB 2,4 - Minimarket maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 - Hotel minimal 7 lantai dan KLB 4,2

- Apartemen maksimal 20 lantai dan KLB 4,2 - Pertokoan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 - Pasar maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 4.1.4.2.2.4. Fasilitas umum

- Pendidikan maksimal 5 lantai dan KLB 3,0 - Peribadatan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 - Kesehatan maksimal 3 lantai dan KLB 1,8

- Bangunan Pelayanan Umum maksimal 3 lantai dan KLB 1,8 4.1.4.2.2.5. Industri maksimal 3 lantai dan KLB 1,5

4.1.4.3. Garis Sempadan Bangunan (GSB)

Garis sempadan muka bangunan terhadap sempadan jalan dihitung dari as jalan sampai dinding terluar bangunan yang besarnya berdasarkan fungsi jalan sebagai berikut:

4.1.4.3.1. Jalan Arteri Primer, GSB yang ditetapkan:

4.1.4.3.1.1. Perumahan 18 meter 4.1.4.3.1.2. Perkantoran 18 meter 4.1.4.3.1.3. Perdagangan dan Jasa

- Supermarket 18 meter - Minimarket 18 meter - Hotel 18 meter - Apartemen 18 meter - Pertokoan 18 meter - Pasar 18 meter 4.1.4.3.1.4. Fasilitas umum

- Pendidikan 18 meter - Peribadatan 18 meter - Kesehatan 18 meter

- Bangunan Pelayanan Umum 18 meter 4.1.4.3.1.5. Industri 30 meter

4.1.4.3.2. Jalan Arteri Sekunder, KLB yang ditetapkan:

4.1.4.3.2.1. Perumahan 12 meter

(13)

75 4.1.4.3.2.2. Perkantoran 12 meter

4.1.4.3.2.3. Perdagangan dan jasa - Supermarket 12 meter - Minimarket 12 meter - Hotel 12 meter - Apartemen 12 meter - Pertokoan 12 meter - Pasar 12 meter 4.1.4.3.2.4. Fasilitas umum

- Pendidikan 12 meter - Peribadatan 12 meter - Kesehatan 12 meter - Bangunan 12 meter 4.1.4.3.2.5. Industri 32 meter 4.1.4.4. RTH

Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada luas Kawasan minimum adalah 30%.

4.2. Fasilitas Kesehatan Hewan di Kota Surakarta 4.2.1. Klinik Hewan KHJ Solo

Klinik ini berlokasi di Jalan Menteri Supeno No.7 Surakarta. Klinik ini memiliki fasilitas gawat darurat. Selain itu juga memiliki fasilitas ruang periksa, ruang inap, laboratorium, dan grooming.

4.2.2. Puskeswan Klinik Hewan

Puskeswan Kota Surakarta berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Surakarta. Klinik ini memiliki fasilitas ruang periksa, ruang inap, ruang operasi, dan ruang grooming. Pelayanan di Puskeswan menggunakan sistem website untuk pendaftaraan dan pendataan.

4.2.3. Klinik Hewan Kawatan

Klinik Hewan Kawatan berlokasi di Jalan Muh. Yamin 95 Surakarta. Klinik ini memiliki fasilitas ruang periksa, rawat inap, titipan sehat, dan fasilitas melahirkan untuk hewan peliharaan.

4.2.4. Klinik Hewan Keprabon

Klinik ini berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan Keprabon Surakarta. Klinik ini memiliki fasilitas ruang periksa, ruang operasi, dan ruang grooming. Klinik ini belum memiliki fasilitas rawat inap.

(14)

76 4.2.5. Solo Animal Care

Klinik ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomer 36 Surakarta. Klinik ini memiliki fasiliatas ruang periksa, vaksinasi hewan, usg hewan, dan grooming. Klinik ini juga memiliki fasilitas antar jemput bagi pemilik yang tidak bisa mengunjungi lokasi solo animal care sendiri.

Gambar

Gambar 60. Peta Kota Surakarta  Sumber: Direktorat Pekerjaan Umum
Tabel 12. Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk di Surakarta
Tabel 13. Kemiringan Lahan Tiap Kecamatan di Kota Surakarta
Gambar 61. RTRW Kota Surakarta  Sumber: Sippa.ciptakarya
+4

Referensi

Dokumen terkait

mengenai pemberian ASI terhadap status gizi bayi usia 6-24 bulan di. Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon,

ALI MUSTOPIK, D0110008, Implementasi Program Raskinda (Beras Miskin Daerah di Kota Surakarta (Studi Kasus Pada Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Kota

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui ketersediaan dan ketercukupan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres tahun 2017 (2)

Kelurahan Tuah Karya merupakan salah satu kelurahan yang ada pada wilayah kecamatan tampan Kota Pekanbaru, dan posisi geografisnya terletak pada sebelah barat dari Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru memiliki dua belas kecamatan yaitu Kecamatan Tampan yang terdiri dari empat kelurahan yaitu Kelurahan Simpang Baru, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kelurahan

Untuk meningkatkan kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Jalan Imam Bonjol – Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Kampungbaru, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta,

EVALUASI SALURAN DRAINASE KELURAHAN SANGKRAH KECAMATAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA TUGAS AKHIR DisusunSebagai Salah SatuSyaratMemperolehGelar Ahli Madya A.Md.. Pada Program

Wirengan Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah; - Bahwa diketahui seorang pria dengan ciri-ciri berdasarkan rekaman CCTV Close Circuit