354 DAFTAR KEPUSTAKAAN
Abdilah S, Ubed. 2002. Politik Identitas Etnis Pergulatan Tanda Tanpa Akhir.
Magelang: Indonesiatera.
Abdullah, Irwan. 2002. ”Studi Mobilitas Penduduk, Antara Masa Kini dan Masa Depan”, dalam Mobilitas Penduduk Indonesia Tinjauan Lintas Disiplin (ed.) Tukiran dkk,. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada. Hal. 22-25.
_____________. 2009. ”Dunia Tanpa Batas: Tantangan Metode Antropologi dalam Pemahaman Masyarakat” dalam Kontruksi dan Reproduksi Kebudayaan.
Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Ahmed, Ishtiaq. 1997. Exit, Voice and citizenship”, in Tomas Hammar, Brochmann G., Tamas K., Faist T (eds.), International Migration, Immobility and Development:
a Multidisciplinary Perspective. Oxford: berg
Altheide, David. L. 2009. ”Kriteria untuk Menilai Validitasi Interpretif dalam Penelitian Kualitatif” dalam Handbook of Qualitatif Research (Terj) Norman K Denzin dan Yvonna S. Lincoln. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Alomae, Yacob Male. 2012. Komunitas Pelintas Batas Perbatasan Republik Indonesia- Papua New Guinea, Skripsi S1 Program Studi Geografi. Jayapura; Universitas Cenderawasih.
Alua, Agus A. 2006. Karakteristik Dasar Agama-Agama Melanesia. Jayapura: STFT Fajar Timur.
Aswatini. 2005. Mobilitas Internasional Penduduk di Wilayah Perbatasan Indonesia.
Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Atkinson, Paul and Martyn Hammersley. 2009. “Etnografi dan Observasi Partisipan”, dalam Handbook of Qualitative Research (ed.) Norman K Denzin dan Yvonna S. Lincoln. Jogjakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 317-320.
Baal, J. Van. 1988. Sejarah Dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya (Hingga Dekade 1970) Jilid 2. Jakarta: PT Gramedia.
Bacthiar, Harsja, W. 1963. ”Sejarah Irian Barat”, dalam Penduduk Irian Barat (ed.) Koentjaraningrat dkk., Jakarta: PT Penerbitan Universitas. Hal. 44-50.
355 Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi. Papua. 2003. Pengaturan Khusus Bagi Kegiatan Lintas Batas Tradisional dan Kebiasaan Antara Republik Indonesia dan Papua New Guinea. Jayapura: Proyek Pendataan dan Pembinaan Masyarakat Perbatasan di Kabupaten Jayapura, Merauke dan Jayawijaya.
___________ 2008. Perbatasan Negara di Provinsi Papua, Jayapura: Badan Perbatasan dan Kerjasama Daerah Propinsi Papua.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2006. Selayang Pandang Kawasan Perbatasan Provinsi Papua, Jayapura: Bidang Perencanaan Wilayah Sub Bidang Perbatasan.
Badan Pemberdayaan Kampung. 2007. Rencana Strategis Pembangunan Kampung (Respek) Provinsi Papua. Jayapura: Pemda Tingkat I Papua.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan. 2008. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 Tentang Wilayah Negara. Jakarta: BNPP
Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, 2011. Menata Perbatasan Indonesia – PNG, dalam Semangat Baru Mengubah Wajah Perbatasan Negara, Refleksi dan Proyeksi. Jakarta: BNPP
Badan Pusat Statistik Propinsi Papua. 2006. Papua Dalam Angka. Jayapura: Pemda Tk.
I Prop. Papua
Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kota Jayapura, 2009.
Profil Kawasan Perbatasan Antar Negara Kota Jayapura, 2009
Bandiyono, Suko. 2004. Mobilitas Penduduk Di Perbatasan Papua-PNG, Sebuah Peluang dan Tantangan. Jakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPK-LIPI.
Basow, Susan Adepujo, 1984. Sex Role Streotypes, Tradisition and Alternatives, Wodsworth, California.
Belshaw, Cyril S. 1981. Tukar Menukar Tradisional dan Pasar Modern. Jakarta:
Penerbit PT Gramedia.
Bhakti, Ikrar Nusa. 2005. “Hak Menentukan Diri Sendiri Jenis Baru di Papua Pilihan antara Kemerdekaan dan Otonomi” dalam Konflik Kekerasan Internal Tinjauan Sejarah, Ekonomi Politik dan Kebijakan di Asia Pasifik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
356 Birahy, Ressy Maurits. 1998. Dampak Tingginya Mas Kawin Terhadap Kelangsungan Perkawinan pada Masyarakat Skouw Desa Skouw Mabo, Skripsi Sekolah Tinggi Teologi GKI Izaak Samuel Kijsne, Abepura Jayapura.
Boelaar, J. 1987. ”Sistem Nilai Budaya Berbagai Suku Irian Jaya dalam Kaitannya dengan Pembangunan”, dalam Pembangunan Masyarakat Pedalaman Irian Jaya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
________. 1986. Manusia Irian. Jakarta: PT Gramedia.
Bohannan, Paul dan Mark Glazer. 1988. High Point In Anthropology. USA: Alfred A.
Knopf, Inc.
Brandewie, Ernesr. 2000. Tempat Orang Besar dalam Masyarakat Hagen Tradisional di Dataran Tinggi Tengah Nugini, dalam Pendekatan Antropologi Politik Pada Perilaku Politik. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Budhisantoso. 2001. Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dalam rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Ditinjau Dari Perspektif Antropologi Budaya.
Jakarta: Departemnen Sosial RI.
Budisanto, Y. 1986. Antropologi Politik Georges Balandier. Jakarta: CV. Rajawali
Cassirer, Ernst. 1987. Manusia dan Kebudayaan: Sebuah Esei tentang Manusia diindonesiakan oleh Alois A. Nugraha. Jakarta: Penerbit PT Gramedia
Chiswick, Barry R. 2000. „Are Immigration Favourably Self Selected? An Economic Analysis‟, dalam Coroline B. Brettel dan James F. Hollified (ed), Migration Theory. Talking Across Disipline. New York: Routledge.
Cole, J. W. 1997. “Anthropology Comes Part Way Home: Community Studies in Europe”, Dalam Annual Review of Anthropology, No. 6, hal. 349-378.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi kedua. Jakarta: Penerbit Balai Pustaka.
Djohan, Eniarti. 1996. Mobilitas Sosial Budaya Masyarakat Skou di Perbatasan Papua Utara. Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Djohan, Eniarti & Herry Yogaswara, 1998. Hubungan Sosial Budaya Penduduk Perbatasan Indonesia dan PNG: kekerabatan, ekonomi dan mobilitas. Paper
357 Semiloka Nasional Membangun Manusia Berkualitas Di Kawasan Timur Indonesia: Menghadapi Era Globalisasi, Manado 18-19 Februari 1998.
_________________________________, 1998. “Kondisi Daerah Perbatasan Indonesia- Malaysia di Kalimantan Timur‟, dalam Aswatini Raharto (ed): Mobilitas Penduduk Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur.
Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Hal. 11-64.
Diner, Hasia R. 2000. „History and Study of Immigration‟, dalam Caroline B. Brettell dan James F. Hollifield (ed), Migration Theory. Talking Across Diciplin, New York: Routledge.
Erari, Karel Phil. 1999. Tanah Kita, Hidup Kita. Hubungan Manusia dan Tanah di Irian Jaya Sebagai Persoalan Teologis. Jakarta: Pustakan Sinar Harapan.
Faturochman. 2002. ”Nasib Migran dan Dominasi Konsep-konsep Migrasi Internasional” dalam Mobilitas Penduduk Indonesia Tinjauan Lintas Disiplin.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Fernandes, Bekti. 2006. Perbatasan Negara (RI-PNG) di Provinsi Papua. Jayapura:
Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Propinsi Papua
Filstead. 1970. Introduction dalam W.J. Filstead (Ed.). Qualitative Methodology.
Chicago: Markham.
Garna, K. Judistira, 1999. Metode Penelitian: Pendekatan Kualitatif, Bandung:
Akademika.
Ghazali, Adeng Muchtar. 2011. Antropologi Agama Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan dan Agama. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Giay, Benny. 2000. Menuju Papua Baru, Beberapa Pokok Pikiran Sekitar Emansipasi Orang Papua. Jayapura: Penerbit Deiyai.
Hadi, Syamsul dkk., 2007. Disintegrasi Pasca Orde Baru, Negara, Konflik Lokal dan Dinamika Internasional. Jakarta: Centra for International Realations Sudies Fisip UI bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia.
Harahap, Bazar dkk. 2005. Tanah Ulayat dalam Sistem Pertanahan Nasional. Jakarta:
Yayasan Peduli Pengembangan Daerah (SANDIPEDA).
358 Hariyanto, Giri. 2007. Di Ujung Timur NKRI antara Pengabdian dan Pengorbanan.
Jayapura: Kantor Imigrasi Klas I Jayapura
Haviland, wiiliand A. 1988. Antropologi Edisi Keempat, Jakarta: Erlangga
Hauser, Philip M. and Otis Dudley Duncan. 1966. The Study of Population: An Inventaory and Appraisal. Chicago: The University of Chicago Press.
Heisler, Barbara Schmitter. 2000. „The Sociology of Immigration‟, dalam Migration Theory. Talking Across Disiclines. New York: Routledge
Herskovits, Melville J. 2006. “Organisasi sosial: Struktur Sosial” dalam Pokok-pokok Antropologi Budaya Edit T.O. Ihromi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Hugo, Graeme J. 1993. ”Internal Migration Of Women in Developing Countries” dalam Proceding of the United Nations Expert Meeting on the Feminization of Internal Migration. New York: United Nations.
Irianto, Sulistyowati. 2011. Akses Keadilan dan Migrasi Global, Kisah Perempuan Indonesia Pekerja Domestik di Uni Emirat Arab. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Kaplan, David dan Robert A. Manners 2002. Teori Budaya (terj) Pengantar PM.
Laksono. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Keban, Yeremias T. 1995. Profil Kemiskinan di Nusa Tenggara Timur dalam Ketimpangan Distribusi Pendapatan. Jakarta: Prisma No. 10
Keely, Charles B. 2000. „Demography and International Migration‟, dalam Caroline B.
Brettel dan James F. Hollifield (ed), Migration Theory. Talking Across Dicipline. New York: Routledge
Keesing, Roger M. 1999. Antropologi Budaya Suatu Perspektif Kontemporer. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Kluchkhohn, Clyde. 1952. Velues and Value Orientation in the Theory of Action: an Exploration in Definition and Classification” dalam Tarcott Parson dan Edward E. Shill(eds), Toward a General Theory of Action. Cambridge: Harvard University Press.
359 Koentjaraningrat. 1963. ”Reaksi Penduduk Terhadap Perubahan Zaman”, dalam Penduduk Irian Barat (ed.) Koentjaraningrat dkk., Jakarta: PT Penerbitan Universitas.
_____________.1971. ”Kebudayaan Pantai Utara Irian Jaya” dalam Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.
_____________. 972. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.
_____________, 1981. Antropologi Sosial. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
_____________, 1982. Reaksi Penduduk Irian Jaya Terhadap Perubahan Zaman, Masalah-masalah Pembangunan, Bunga Rampai Antropologi Terapan. Jakarta:
LP3ES.
_____________, 1984. Kamus Istilah Antropologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
_____________. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
_____________. 1993. ”Reaksi Penduduk Asli Terhadap Pembangunan dan Perubahan”, dalam Irian Jaya Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
____________, 1993. Masalah Kesukubangsaan Dan Integrasi Nasional. Jakarta: UI- PRESS.
Krey, Yohanna Iriani. 1997. Faktor-faktor Budaya yang mempengaruhi Tingkat Kealpaan Murid SDN Inpres Skouw di Desa Skouw Mabo Kecamatan Abepura, Skripsi Jurusan Antropologi Fisip Uncen Jayapura.
Kuper, Adam. 1996. Pokok dan Tokoh Antropologi. Jakarta: Penerbit Bhratara.
Laksono, P.M et.al. 2000. Perempuan di Hutan Mangrove Kearifan Ekologis Masyarakat Papua. Yogyakarta: Galang Press.
________________. 2001. Kepulauan Padaido Haruskah Habis Terkuras. Penerbit:
KEHATI, PSAP UGM dan RUMSRAM.
360 La Pona. 1996. Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Internasional (Legal) RI – PNG (Studi Kasus: di Desa Skouw Yambe dan Skouw Mabo). Jayapura: Universitas Cenderawasih.
_______. 2000. ”Struktur Sosial Penduduk dan Pembangunan Kependudukan di Tanah Papua Kedepan”, dalam Bulletin Populasi Papua Edisi I. Jayapura: Universitas Cenderawasih.
La Usman. 2001. Strategi Wanita Dani di Daerah Rantau: Kasus Wanita Pedagang di Kelurahan Asano Kota Jayapura. Yogyakarta: Tesis S2 Antropologi UGM.
Lauer, Robert H. 1993. Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Lee, Everet. 1966. A Theory of Migration. Demography, vol. 3, No.1. Hal. 47-57.
Lemit-UNCEN, 2007. Kajian Sosial Ekonomi Di Kawasan Perbatasan Papua: Pada Distrik Muara Tami Kota Jayapura dan Distrik Waris Kabupaten Kereom.
Jayapura: BAPPEDA Propinsi Papua
Levaan, Avelinus. 2013. Etnosentrisme dan Politik Representasi di Era Otonomi Khusus Papua. Jogyakarta: Disertasi Kajian Budaya dan Media UGM.
Mabogunje, A.L. 1970. Systems Approach to a Theory of Rural-Urban Migration, Geographical Analysis. The Ohio State University Press. Vol.2, Hal. 1-8.
Mair, Lucy. 1977. An Introduction to Social Anthropology. Oxford: Clarendon Press.
Makbon, H. E. 1995. “Kebijakan Pembangunan Daerah Irian Jaya Dalam Repelita IV”, dalam Proseding Seminar Membangun Masyarakat Irian Jaya (ed.) Yulfita Rahardjo. Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan LIPI.
Malinowski, Bronislaw. 1944. A Scientific Theory of Culture and Other Essays. Chapel Hill: University of North Carolina Press.
___________________. 1948. Magic, Science and Religion and Others Essays.
Glencoe: The Free Press.
Mampioper, A. Dominggus, 2009. “Dari Kolonisasi Sampai Transmigrasi di Tanah Papua”, diakses pada tanggal 5 Februari 2009 dari [email protected]
361 Manan, M. „Azzam dan Thung Ju Lan. 2011. Nasionalisme dan Ketahanan Budaya Indonesia: Sebuah Pengantar dalam Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia Sebuah Tantangan. Jakarta: LIPI Press bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia.
Manan, Imran. 1989. Antropologi Pendidikan. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Manning, Chris dan Ros Garnault, 1979. Perubahan Sosial Ekonomi di Irian Jaya.
Jakarta: Penerbit PT Gramedia.
Mantra, I. B. 1995. Mobilitas Penduduk Sirkulasi dari Desa Ke Kota di Indonesia.
Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.
Mansoben, Johsz R. 1995. “Kebinekaan Sistem Kepemimpinan di Propinsi Irian Jaya”, dalam Membangun Masyarakat Irian Jaya. Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan LIPI.
_____________. 1995. Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya. Jakarta: LIPI-RUL.
_____________. 2008. ”Perbatasan RI-PNG Butuh Kearifan Lokal”, Makalah disampaikan pada Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Penanganan Wilayah Perbatasan RI-PNG, yang diselenggarakan Badan Perbatasan dan Kerjasama Daerah Propinsi Papua di Jayapura.
Marzali, Amri. 2005. Antropologi & Pembangunan Indonesia. Jakarta: Prenada Media.
Moleong, Lexy J. 1990. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mosse, Julia, C. 1996. Gender dan Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mubyarto, 1995. Transmigrasi dan Pembangunan Irian Jaya, dalam Dinamika Perubahan Sosial Ekonomi Pedesaan. Yogyakarta: Aditya Media .
Mukmin, Abinowo, 1996. 20 Tahun KBRI Port Moresby, Hubungan Bilateral RI-PNG Masalah Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Pertanahan Keamanan. Port Moresby: Kunsulat RI.
Muller, Kal 2008. Mengenal Papua, dicetak dan diperbanyak di Indonesia: Daisy World Books
362 Munir Rozy. 1988. Mobilitas Tenaga kerja Indonesia ke Sabah. Jakarta: Pusat
Penelitian Pranata Pembangunan, Lembaga penelitian Universitas Indonesia.
Nunem, OFM, Alfons Van. 1994 Aspek-aspek sosial budaya dalam proses integrasi, Kebudayaan dan Pembangunan di Irian Jaya, E.K.M. Masinambow & Paul Haenem (ed.). Jakarta: LIPI-RUI. Hal. 39-48
Ondi, Hendrikus Abraham dkk. 2007. Suara Dari Papua, Identifikasi Kebutuhan Masyarakat Asli Papua, Seri III: Resolusi Konflik. Jayapura: Yayasan Akatiga.
Partersip, Kemitraan. 2011. Rumusan Rekomendasi Kebijakan Pengelolaan Perbatasan di Papua. Jakarta: Kemitraan Partnersip.
Petocz, Ronald G. 1987. Konservasi Alam Dan Pembangunan Di Irian Jaya, (terj.
Slamet Soeseni). Jakarta: PT. Temprint.
Pelly, Usman dan Asih Menanti. 1994. Teori-Teori Sosial Budaya. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pos Pelaporan Lintas Batas, 2009. Daftar Registrasi Pendaftaran Pelintas Batas Skouw- Wutung. Jayapura: PPLB.
Poerwanto, Hari. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Perspektif Antropologi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Poespowardojo, Soerjanto. 1989. Strategi Kebudayaan Suatu Pendekatan Filosofis.
Jakarta: Penerbit PT Gramedia.
Preston, Rosemary. 1992. „Refugees in Papua New Guinea: Government Response and Assistance, 1984-1988, International Migration Review, vol. XXVI, No. 3:
8843-876
Puwanto, Wawan H. 2010. Papua 100 Tahun Ke Depan. Jakarta: Cipta Mandiri Bangsa.
Rahab, Amiruddin Al. 2006. ”Operasi-operasi Militer Di Papua: Pagar Makan Tanaman”, dalam Jurnal Penelitian Politik, Vol. 3/No.1. Jakarta: LIPI.
Rappaport, R.A. 1971. ”Ritual Regulation of Environvental Relation among a New Guinea People”, dalam Man in Adaption: The Institutional Frame work, Cohen Y.A. (ed.). New York: Aldine Atherton. Hal. 226-235.
363 Redfield, R. 1969. Peasant, Society and Culture. New York: Holt Rinehard and
Winston.
Ridwan, 1990. ”Partisipasi Wanita Irian Dalam Pembangunan”, Laporan Penelitian.
Jayapura: Universitas Cenderawasih.
Saefullah, Djadja Asep. 2002. ”Migrasi, Perubahan Sosial, dan Potensi Konflik” dalam Mobilitas Penduduk Indonesia Tinjauan Lintas Disiplin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Saifuddin, Achmad Fedyani. 2005. Antropologi Kontemporer Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Frenada Media.
Sairin, Sjafri. 2002. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia: Perspektif Antropologi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
__________ dkk. 2002. Pengantar Antropologi Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Sanggenafa, Nafi. 2009. ”Integrasi Nasional dan Penguatan Negara dalam Perspektif
Antropologi”, dalam Kumpulan Tulisan Koentjaraningrat Memorial Lectures I- V/2004-2008 Perspektif Budaya. Jakarta: Rajawali Press.
Safkaur, Yuliance. 2004. Pemanfaatan Tumbuhan Sandang, Pangan dan papan oleh Masyarakat Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Jayapura: Universitas Cenderawasih.
Samakori, Habel. 2005. Ketahanan Budaya Masyarakat Skou Sae. Jayapura: Universitas Cenderawasih Jayapura.
Schoorl, J. W. 1997. Kebudayaan dan Perubahan Suku Muyu dalam Arus Modernisasi Irian Jaya. Jakarta: KITVL dan Gramedia.
Scott, J. C. 1972. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara.
Jakarta: LP3ES.
Setia, Hadi Tunggal, SH (Penghimpun). 2006. Undang-Undang Otonomi Khusus &
Nanggroe Aceh Darussalam beserta Peraturan Pelaksanaannya. Jakarta:
Havarindo.
Setiadi. 2000. ”Antropologi dan Studi Migrasi Internasional”, dalam Humaniora No.
1/2000. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya UGM.
364 Sedyawati, Edi. 1980. Pengantar dalam beberapa Masalah Perkembangan Kesenian
Indonesia Dewasa ini. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Setiawan, Bayu dan Herry Yogaswara. 1998. “Proses Mobilitas Penduduk di Wilayah Perbatasan Indonesia Timor Leste”, dalam Aswatini Raharto (ed): Mobilitas Penduduk Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur.
Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Hal. 87-118.
Siagian, J. 1995. Mobilitas Peduduk Lintas Perbatasan: Kasus Kalimantan Barat- Serawak Majalah Prisma, 1 Januari.
Smith, J.K., & Heshusius, 1986. “Closing Down the Consersation: The End of Quantitative-Qualitative Debate Among Educational Inquiries” dalam Educational Researcher, No. 15, hlm. 4-12
Snel, Eric and Ricchard Staring. 2001. “Poverty, migration and Coping Strategis”
Focaal 38: 7-22.
Soedjatmiko. 1984. “Dimensi-Dimensi Struktural Kemiskinan” dalam Kemiskinan Struktural, Suatu Bunga Rampai. Jakarta: PT Sangkala Pulsar. Hal. 45.
__________. 1987. “Nilai-Nilai Tradisional Dalam Proses Pembangunan” dalam Kebudayaan dan Pembangunan Sebuah Pendekatan Terhadap Antropologi Terapan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Soekardjo, R.G. 1987. Antropologi Politik, Suatu Orientasi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sokoy, Freddy. 2008. Mekanisme Rasa Aman (MRA) yang Berbasis Kebudayaan Dan Pemberdayaan Pengetahuan dan Kearifan Lokal Dalam Perspektif Pembangunan Sosial Kultural. Jayapura: UPT Museum Loka Bina Universitas Cenderawasih.
Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi (terj.). Jogyakarta: PT Tiara Wacana.
Srini, Susana. 1999. ”Gender di Jayawijaya, Harapan dan Kenyataan” Makalah disampaikan pada seminar sehari tentang kesetaraan gender Dalam Masyarakat Irian Jaya, yang diselenggarakan PKBI Irian Jaya di Jayapura, tanggal 14 Desember.
Standing Guy. 1991. Konsep-konsep Mobilitas di Negara Sedang Berkembang.
Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Kependudukan UGM
365 Strauss, Herman. 1989. ”Penafsiran Etis-Kristen” dalam Kargoisme di Melanesia Suatu studi tentang Sejarah dan Teologi Kultus Kargo oleh Dr. John G. Strelan bekerja sama dengan Drs. Jan. A. Godschalk. Jayapura: Pusat Studi Irian Jaya.
Strelan, G. John. 1989. Kargoisme di Melanesia Suatu Studi tentang Sejarah dan Teologi Kultus Kargo. Jayapura: Pusat Studi Irian Jaya.
Suhardi. 2009. Alam–Religi Solidaritas Sosial di Papua dan Jawa: Terawang Antropologi. Jogyakarta: Scholarship for Intercultural Studies Program/Program Beastudi Kajian Antarbudaya Pusat Studi Asia Pasifik Universitas Gadjah Mada.
Sumardiman, Adi. 1992. ”Wilayah Indonesia dan Dasar Hukumnya” dalam Buku 1 Perbatasan Indonesia Papua New Guinea. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Sumule, Agus. 2003. Mencari Jalan Tengah Otonomi Khusus Provinsi Papua. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
Suparlan, Parsudi. 1995. ”Keaneragaman Kebudayaan Irian Jaya, Strategi Pembangunan dan Transformasi Orang Irian ke Dalam Masyarakat Indonesia”, dalam Proseding Seminar Membangun Masyarakat Irian Jaya. Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
_____________.1997. Paradigma Naturalistik dalam Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif dan Penggunaannya, Majalah Antropologi Indonesia, No.
53. Vol. 21. Jakarta: Jurusan Antropologi FISIP-UI.
Suriadireja, Kahpi, 1987. Pengembangan Irian Jaya Ditinjau dari Segi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Masyarakat Pedalaman Irian Jaya, (Ed) Manuel Kasiepo dkk. Jakarta: Pustaka Sinar harapan.
Sutaarga, Amir dan Koentjaraningrat. 1993. Kebinekaan Ras Penduduk Irian Jaya dalam Irian Jaya Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Penerbit Djambatan.
---, 1963, ”Ciri-ciri Antropologi Fisik Penduduk Pribumi”, dalam Penduduk Irian Jaya Ed. Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachhtiar. Jakarta:
PT. Penerbitan Universitas.
Tekege, Petrus. 2007. Perempuan Papua Dulu, Sekarang dan Masa Depan dalam Kehidupan Adat dan Fenomena Pembangunan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
366 Tirtosudarmo, Riwanto. 2011. ”Nasionalisme dan Ketahanan Budaya: Beberapa Catatan dari Perspektif Demografis”, dalam Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia sebuah tantangan. Jakarta: LIPI Press bekerja sama dengan yayasan Obor Indonesia.
Tunggal, Hadi Setia. 2005. Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam berserta Peraturan Pelaksanaannya. Jakarta: Harvarindo.
Turner, Jonathan H and Alexandra Maryanski. 2010. Fungsionalisme (terj). Jogjakarta:
Pustaka Pelajar.
Unit Pelaksana Teknis. Museum Loka Budaya. 2005. Pengenalan Etnografi Papua Propinsi Papua. Jayapura: Universitas Cenderawasih.
Usmany, Desy Polla. 2011. Dampak Pembagian Pulau Nieuw Guinea Terhadap Masyarakat Perbatasan Papua dan PNG di Skouw Jayapura dan Wutung.
Jayapura: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional
Veplum, Dirk. 2008. Partisipasi Komunitas Lokal Terhadap Pembangunan Wilayah Perbatasan Antara Republik Indonesia dan Papua New Guinea di Provinsi Papua (RI-PNG). Jayapura: Universitas Cenderawasih.
___________, 2010. Pemberdayaan Komunitas Lokal Terhadap Pembangunan Wilayah Perbatasan Antara Republik Indonesia dan Papua New Guinea di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Jayapura: Universitas Cenderawasih.
Wangke, Humphrey. 2008. Pengelolaan Perbatasan RI-PNG: Perspektif Keamanan Ekonomi. Jakarta: Pusat Pengkajian, Pengelolaan Data dan Informasi (P3DI) Sekretariat Jenderal DPR-RI.
Warren, Carol. 2002. “Membangkitkan Hak Ulayat: Pemetaan Partisipatif, Kedaulatan Masyarakat Adat, dan Peranan Mediatornya pada Era Reformasi” dalam Berebut Tanah Beberapa Kajian Berperspektif Kampus dan Kampung. Yogyakarta:
Insist Press.
Wattie, Anna Maria. 2002. Bukan Sekedar Uang: Pendekatan Deprivasi Relasi dalam Migrasi, dalam Mobilitas Penduduk Indonesia, Tinjauan Lintas Disiplin (ed.) Tukiran dkk. Jogjakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM
367 Wenehen, Agust, 2000. Sosio-Kultural Pertanahan Di Kawasan Perbatasan Papua:
Studi Pada Orang Walsa dan Fermanggem Di Kecamatan Waris-Jayapura.
Jayapura: Kerjasama Mennonite Central Committee (MCC) Canada dan Uncen.
_____________, 2007. Kondisi Sosial Ekonomi dan Lingkungan di Kawasan Perbatasan Papua, Studi di Ditrik Muara Tami (Kota Jayapura) dan Distrik Waris (Kabupaten Keerom) Provinsi Papua. Jayapura: Kemitraan: BP3D Provinsi Papua Dan Lembaga Penelitian Universitas Cenderawasih.
______________, 2009. Pelintas Batas dan Dinamika Sosial di Kawasan Perbatasan Papua. Jayapura: Universitas Cenderawasih.
Wersemetawar, G.F. 2005. Analisis Tentang Status Tanah di Wilayah Perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea Berdasarkan Hukum Internasiona, Skripsi.
Jayapura: Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih.
Widjoyo, Muridan S. dkk. 2009. Papua Road Map, Negotiating the Past, Improving the Present and Securing the Future. Jakarta: Serpico.
Wilis, K.G. 1974. Problem in Migration Analysis. Westmead: Saxon House.
Zaelany, Andy A dan Augustina, 1995. ”Mobilitas Penduduk Kepulauan Sangihe- Talaud: Tinjauan Sejarah”, dalam Raharto, Aswatini (ed): Migrasi Kembali Orang Sangir-Talaud dari Pulau-pulau di Wilayah Filipina. Seri Penelitian PPT-LIPI No 2/1995. Jakarta: Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Hal 17-40.
Zollner, Siegried. 2006. Budaya Papua dalam Transisi: Ancaman Akibat Modernisasi – Jawanisasi dan Diskrimisasi, dalam Theodor Rathgeber (ed), Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya di Papua Barat: Studi Realitas Sosial dan Perspektif Politik.
Jakarta: Pustaka Sinas Harapan.