1
BAB III
PROFIL GAPOKTAN
PELAKSANA KEGIATAN P-LDPM PROVINSI GORONTALO
Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan : 37 (Tiga Puluh Tujuh) Gapoktan
Kabupaten Gorontalo : 7 (Tujuh) Gapoktan
Kabupaten Bone Bolango : 6 (Enam) Gapoktan
Kabupaten Boalemo : 8 (Delapan) Gapoktan
Kabupaten Pohuwato : 10 (Sepuluh) Gapoktan
Kabupaten Gorontalo Utara : 6 (Enam) Gapoktan
2
PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN GORONTALO
Jumlah Gapoktan Yang di Berdayakan: 7 (Tujuh) Gapoktan
Tahun 2009 : 4 (Empat) Gapoktan
Tahun 2011 : 2 (Dua) Gapoktan
Tahun 2012 : 1 (Satu) Gapoktan
3 PROFIL GAPOKTAN MAJU BERSAMA
Nama Gapoktan : Maju Bersama
Alamat : Desa Polohungo Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Husin Daulina
Jumlah Kelompok : 14 Kelompok Tani (Poktan) Jumlah Anggota : 350 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan :
Gapoktan Maju Bersama adalah gabungan dảri kelompok-kelompok tani yang ada di desa polohungo yang terbentuk atas dasar inisiatif dải anggota Poktan dengan tujuan mempersatukan dan memfasilitasi kelompok- kelompok pertanian. pembentukan Gapoktan ini dilaksanakan pada tanggal 16 maret 2007.
Kepemilikan Aset : (1) Kantor Gapoktan; (2) Gudang Penyimpanan (BANSOS); (3) Lantai Jemur (4) Alat dan Mesin Pertanian, seperti Hand Traktor, Hand Sprayer, Selep Jagung, Alat jahit, Timbangan dan pemipil jagung. Modal yang dimiliki Gapoktan untuk kegiatan Distribusi sebesar Rp 63.998.000,- uang di rekening Rp. 10.000.000,- dan stok digudang sebanyak 20.858 Kg, untuk kegiatan cadangan pangan Jumlah beras yang tersalur kepada anggota sebesar 1.143 Kg dan uang yang ada di tangan bendahara sejumlah Rp. 17.000.000,-.
4 Aspek Kinerja Unit Distribusi
Kinerja yang dicapai dari unit distribusi :
Jual beli jagung ke tingkat petani anggota mengurangi adanya kebiasaan petani dengan menjual jagung ke tengkulak dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani pada saat panen raya yang cenderung mengalami penurunan dibawah HPP.
melakukan aktivitas pembangunan sarana prasarana, pengembangan usaha dan penyediaan pangan.
Memperluas jejaring kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan di dalam maupun diluar wilayahnya.
meningkatkan pendapatan hasil pertanian masyarakat dan mempermudah pendistribusian hasil pertanian.
Nilai tambah dilakukan dengan kegiatan jual beli jagung pipilan dari petani anggota seharga Rp. 2.500/Kg kemudian dilakukan penjemuran untuk menurunkan kadar air jagung guna memperoleh harga jual lebih.
jagung yang sudah dikeringkan dikemas kedalam karung ukuran 50 Kg dan siap untuk dijual ke mitra usaha yang ada diwilayahnya seharga Rp. 3.100/Kg dilokasi mitra usaha.
Gapoktan Polohungo merupakan sentra produksi jagung. dengan luas areal lahan kering untuk pertanaman jagung 1.148 Ha dan lahan basah/sawah 52 Ha.
Modal awal yang di terima senilai Rp. 160 Juta dan sampai dengan saat ini telah berkembang menjadi Rp. 225 Juta jadi keuntungan yang diperoleh sampai dengan saat ini sejumlah Rp. 65 Juta.
5 Aspek Kinerja Cadangan Pangan
Kegiatan unit Cadangan pangan dengan permodalan awal Rp 25.000.000,- yang disusun dalam RUG digunakan untuk pengisian stok gudang berupa beras. stok beras saat ini yang tersalur keanggota 1.143 kg. kegiatan Unit cadangan pangan selama ini hanya sebatas sebagai cadangan pangan untuk menghadapi musim paceklik atau dipinjamkan ke anggota yang
membutuhkan. Akan tetapi dengan kondisi wilayah yang aman sehingga dari unit cadangan pangan hanya memperbarui stok barang tiap 3 bulan sekali, agar stok yang ada terjamin mutunya dan masih bernilai minimal dapat di kembalikan sesuai jumlah yang di belanjakan.
6
PROFIL GAPOKTAN PANDAN WANGI
Nama Gapoktan : Pandan Wangi
Alamat : Desa Dumati dan Desa Tuladenggi Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Sri Sulastri Modjo
Jumlah Kelompok : 12 Kelompok tani (Poktan) Jumlah Anggota : 367 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan :
Pembentukan Gapoktan Pandan Wangi dilaksanakan pada Tanggal 17 April 2007 melalui beberapa usulan yang disepakati bersama. Kepemilikan Aset : (1) Kantor Gapoktan; (2) Gudang Penyimpanan (BANSOS); (3) Alat dan Mesin Pertanian, seperti lantai jemur, hand tractor dan mesin perontok padi. Modal yang dimiliki Gapoktan sebesar Rp 208 juta terdiri atas Rp 186 juta untuk kegiatan Unit Distribusi Pangan dan Rp 22 juta untuk kegiatan pengelolaan cadangan pangan, Selain itu masih memiliki stock beras sejumlah 8.128 kg, Gabah 2.000 Kg dan jagung 6.209 Kg.
Aspek Kinerja Unit Distribusi
Kinerja yang dicapai dari unit distribusi :
Jual beli gabah, beras, dan jagung ke tingkat petani anggota mengurangi adanya kebiasaan petani dengan menjual gabah, beras dan jagung kepada tengkulak, menjaga stabilitas
7 harga di tingkat petani pada saat panen raya yang cenderung mengalami penurunan dibawah HPP.
Kerjasama dengan merangkul petani atau buru tani dimasukkan dalam kepengurusan gapoktan.
Memperluas jejaring kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan di dalam maupun diluar wilayah (Bolangmongondow, manado, dan palu)
Nilai tambah dilakukan dengan kegiatan jual beli Gabah dari petani anggota kemudian diproses menjadi beras yang kemudian dikemas kedalam karung 50 Kg, dan menjual sekam yang dikemas dengan karung.
Selain jual beli gabah/beras juga melakukan kegiatan jual beli jagung. Jagung tersebut dibeli Rp 2.700/Kg yang diambil dari anggota petani jagung, dan mengambil sedikit keuntungan dari mesin pemipil jagung yang dimiliki Gapoktan untuk dipinjamkan ke anggota melalui jasa peminjaman yang telah disepakati bersama.
Pelaksanaan kegiatan jual beli jagung dilakukan dengan memanfaatkan potensi wilayah berupa lahan kering 40 Ha dengan produktivitas 4-5 ton/ha. Jagung yang dibeli diproses menjadi jagung pipil kering yang dijual Rp.
3.200/Kg ke Gudang Perusahan Penampung Jagung dan sebagian permintaan dari mitra diproses menjadi beras jagung, Pemasaran berkembang ke luar wilayah untuk memenuhi permintaan konsumsi masyarakat dan untuk pakan ternak oleh peternak ayam dengan harga Rp. 4.500 /Kg.
selain itu jagung tersebut sebagian dijadikan sebagai bahan makanan olahan dari jagung seperti pia jagung, kue donat yang terbuat dari tepung jagung hasil olahan Gapoktan dan dikemas di dalam toples atau plastik
8 makanan untuk kemudian dipasarkan guna memperoleh nilai tambah.
Aspek Kinerja Cadangan Pangan
Kegiatan unit Cadangan pangan dengan permodalan awal Rp 20.119.000,- yang disusun dalam RUG digunakan untuk pengisian stok gudang berupa Beras. Jumlah stok beras saat ini 1.320 kg dan 2.125 Kg masih tersalur ke anggota dengan pengembalian setip pinjaman 50 Kg beras ddikembalikan menjadi 55 Kg beras
dikenakan jasa 5 Kg setiap pinjaman 50 Kg. sesuai dengan kesepakatan anggota. kegiatan Unit cadangan pangan selama ini hanya sebatas sebagai cadangan untuk menghadapi musim paceklik atau dipinjamkan ke anggota yang membutuhkan. Tetapi dengan kondisi iklim mendukung untuk melakukan budidaya sehingga stok yang berada aman sehingga dari unit cadangan pangan hanya memperbarui stok barang tiap 3 bulan sekali.
9
PROFIL GAPOKTAN HUYULA
Nama Gapoktan : Huyula
Alamat : Desa Tabongo Barat Kec. Tabongo, Kab. Gorontalo Tahun Bansos : 2011
Ketua : Drs. Idris Ahmad Jumlah Kelompok : 10 (Poktan) Jumlah Anggota : 250 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan :
Gapoktan Huyula merupakan Gapoktan yang mendapatkan dana Bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Tahun 2011.
Kepemilikan Aset Gapoktan yaitu Gudang penyimpanan cadangan pangan. Pada Tahun 2011 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Huyula menerima modal awal sejumlah Rp. 150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
45.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 95.000.000,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp.
10.000.000,-. Pada Tahun 2012 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk
pengembangan unit usaha sejumlah Rp. 75.000.000,-, akan tetapi dana tersebut belum dapat dicairkan karena tidak dimanfaatkannya gudang oleh Gapoktan dan lambatnya
10 perputaran modal awal Tahap Penumbuhan khususnya pada kegiatan Cadangan Pangan.
Aspek Distribusi Pangan:
Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi terdapat Stok Beras sebanyak 3.800 Kg dan uang di Kas sejumlah Rp. 8.110.000,- sebagian Beras disalurkan dengan cara dititipkan ke pedagang kecil (Kios) sebanyak 2.500 Kg, sebagian disalurkan ke Wilayah Kec. Batudaa Pantai sebanyak 2000 Kg, dan wilayah Kec. Bone Pantai sebanyak 6.000 Kg melalui pembayaran tunda sampai dengan stok beras habis terjual, terdapat pula beras yang dipinjamkan ke anggota Gapoktan sebanyak 2020 Kg.
Aspek Cadangan Pangan:
Untuk Kegiatan Cadangan Pangan, stok cadangan pangan yang ada di Gapoktan sebanyak 320 Kg dan jumlah cadangan pangan yang disalurkan ke anggota sebanyak 1.700 Kg sehingga total beras yang saat ini dikelola unit cadangan pangan sebanyak 2020 Kg.
11
PROFIL GAPOKTAN HELUMO
Nama Gapoktan : Helumo
Alamat : Desa Dulohupa Kec. Telaga Biru, Kab. Gorontalo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Harsono Said Jumlah Kelompok : 6 (Poktan) Jumlah Anggota : 197 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Helumo merupakan penerima dana Bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Tahun 2009. Kepemilikan aset Gapoktan 1) Gudang Penyimpanan Cadangan pangan, 2) Lantai jemur, 3) Sekretariat Gapoktan, dan, 4) Timbangan. Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Helumo menerima modal awal sejumlah Rp.
150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp. 45.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 77.430.000,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp. 22.570.000,-. Pada Tahun 2010 memasuki Tahap Pengembangan
kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp. 75.000.000,-,
Aspek Kinerja Distribusi Pangan:
12 Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi tidak terdapat Stok di gudang, uang di Kas sejumlah Rp. 127.558.700,-. Masih aktif melakukan pembelian dan penjualan di unit distribusi.
Aspek Kinerja Cadangan Pangan:
Untuk Kegiatan Cadangan Pangan, tidak ada stok di gudang, jumlah beras cadangan pangan yang disalurkan ke anggota sebanyak 1.439 Kg.
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Terdapat permasalahan antara pengurus Gapoktan yang lama dan pengurus Gapoktan yang baru, dalam hal ini ketua Gapoktan lama dan Ketua Gapoktan yang baru. Pada Tahun 2009 terdapat beras Gapoktan yang disalurkan ke anggota dan dipakai oleh Ketua Gapoktan lama sebanyak 3.070 Kg, dan sampai dengan saat ini belum ada pengembalian serta pertanggungjawabannya. Tim Pembina Provinsi pada saat itu telah meminta pertanggung jawaban dari ketua Gapoktan lama akan tetapi ketua Gapoktan tersebut beberapa kali dikunjungi oleh Tim Pembina Provinsi tidak berada di tempat, dan kabarnya telah berpindah tempat diluar wilayah Provinsi Gorontalo (Manado). Untuk keberlanjutan kegiatan tersebut melalui arahan Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis kabupaten, Gapoktan mengadakan pergantian pengurus dalam hal ini ketua Gapoktan, dengan diadakannya pergantian ketua yang baru kegiatan P-LDPM pada Gapoktan Helumo berjalan lancar sebagaimana mestinya.
Pada saat ini (2015), ketua Gapoktan yang lama telah kembali menetap di Desa tersebut, dan mencoba memprovokasi pengurus Gapoktan yang baru dengan anggota Gapoktan mengenai pemanfaatan dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pembelian dan penjualan beras anggota Gapoktan, bukan untuk di bagi habis ke anggota seperti yang disampaikan oleh Ketua Gapoktan yang lama.
13 Menindaklanjuti permasalahan tersebut pengurus Gapoktan Helumo yang baru, merencanakan pertemuan bersama anggota dengan menghadirkan Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten untuk dapat meluruskan arah dan tujuan dari Kegiatan Penguatan-LDPM, serta dapat bertindak tegas kepada Ketua Gapoktan yang lama untuk dimintai pertanggung jawaban terhadap permasalahan di atas.
14
PROFIL GAPOKTAN MAJU BERSAMA
Nama Gapoktan : Maju Bersama
Alamat : Desa Pone Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Adnan Luneto Jumlah Kelompok : 10 (Poktan) Jumlah Anggota : 382 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Maju Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
45.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 78.225.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 26.775.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan (tidak digunakan).
Aspek Kinerja Unit Distribusi:
Kondisi saat ini pengelolaan Kegiatan Distribusi dan Cadangan Pangan pada Gapoktan Maju Bersama yakni, tidak terdapat stok baik Distribusi maupun Cadangan Pangan, terdapat pinjaman beras oleh pedagang/mitra usaha senilai Rp. 42.500.000 dan uang di Rekening sejumlah Rp. 77.900.000,- merupakan dana tahap pengembangan yang belum sempat dicairkan. Tedapat pula uang sejumlah Rp. 29.600.000 yang dikelola oleh Ketua Gapoktan tapi tidak ada kejelasan dari pengelolaan dana tersebut, dan
15 pinjaman uang sejumlah Rp. 2.000.000 oleh ketua beserta pinjaman pendamping sejumlah Rp. 11.000.000 yang sampai dengan saat ini (2015) belum dikembalikan sepenuhnya.
Aspek Kinerja Unit Cadangan Pangan:
Kegiatan Cadangan Pangan Gapoktan Maju Bersama macet, pengelolaan Cadangan Pangan diambil alih oleh Ketua Gapoktan, terdapat beras Cadangan Pangan sebanyak 1.640 Kg yang dikelola oleh ketua Gapoktan dan sampai dengan saat ini tidak jelas keberadaannya.
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Jika dilihat dari keberadaan pengelolaan kegiatan di masing-masing unit, pelaksanaannya tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan. Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten saat melakukan monitoring Gapoktan, ketua Gapoktan tidak bersedia untuk ditemui.
Menurut keterangan dari pengurus Gapoktan yakni sekretaris dan bendahara, terdapat masalah intern antara pengurus Gapoktan dimana Ketua Gapoktan tidak mengijinkan pengurus menggunakan gudang, pengelolaan unit cadangan pangan sepenuhnya diambil alih oleh Ketua dan sudah tidak jelas lagi keberadaannya.
Mengatasi permasalahan tersebut Tim Pembina Provinsi bersama Tim Teknis Kabupaten telah berulang kali mengunjungi Ketua Gapoktan tetapi tidak pernah ditemui. Selain itu Tim Teknis Kabupaten telah menyurati Ketua Gapoktan tersebut tapi tidak ada respon dari Ketua Gapoktan.
16
PROFIL GAPOKTAN MENTARI JAYA
Nama Gapoktan : Mentari Jaya
Alamat : Desa Bandung Rejo Kec. Boliyohuto Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2011
Ketua : Darson Rivai Jumlah Kelompok : 6 (Poktan) Jumlah Anggota : 101 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Mentari Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2011. Tahap Penumbuhan 2011 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
45.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 85.000.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 20.000.000. Tahap Pengembangan 2012 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Kantor Sekretariat Gapoktan 2) Gudang Penyimpanan, 3) Lantai Jemur, dan 4) Alsintan.
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
17 Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Mentari Jaya telah berkembang.
Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas Unit Distribusi sejumlah Rp. 209.670.500 dan unit Cadangan Pangan Rp. 12.600.000.
PROFIL GAPOKTAN HARAPAN TANI
Nama Gapoktan : Harapan Tani
Alamat : Desa Molowahu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo Tahun Bansos : 2012
Ketua : Rusdin Paus Jumlah Kelompok : 6 (Poktan) Jumlah Anggota : 60 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Harapan Tani merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2012. Tahap Penumbuhan 2012 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
45.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 95.002.500, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 9.997.500 Tahap Pengembangan 2013 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp.
75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan (Gilingan Padi, Timbangan, hand Traktor dll).
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
18 Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Harapan Tani telah berkembang.
Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas unit Distribusi sejumlah Rp. 119.122.000 dan unit Cadangan Pangan sejumlah Rp. 19.789.000. dana Tahap Pengembangan belum dicairkan karena Gapoktan belum melaksanakan RAT dan terdapat masalah tentang hibah tanah.
Permasalahan dan Upaya Tidak Lanjut:
Terdapat permasalahan intern antara Ketua Gapoktan dan pengurus masing-masing unit, dimana seluruh pengelolaan dana ditangani oleh Ketua Gapoktan. pada saat RAT yang dilaksanakan pada bulan November 2014 terjadi pergantian pengurus dalam hal ini Ketua Gapoktan. pada saat Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten mengadakan monitoring, kegiatan Gapoktan belum stabil karena mantan ketua Gapoktan belum sepenuhnya mengembalikan aset Gapoktan ke pengurus yang baru, dan ketua Gapoktan meminta waktu 1 bulan ke pengurus yang baru sejak tanggal 30 Januari 2015. untuk dapat merampungkan administrasi Gapoktan dan menyerahkan segala kepemilikan aset Gapoktan.
19
PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN BONE BOLANGO
Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan: 6 (Enam) Gapoktan
Tahun 2009 : 3 (Tiga) Gapoktan
Tahun 2011 : 1 (Satu) Gapoktan
Tahun 2012 : 2 (Dua) Gapoktan
20
PROFIL GAPOKTAN LESTARI JAYA
Nama Gapoktan : Lestari Jaya
Alamat : Desa Meranti Kec. Tapa, Kab. Bone Bolango Tahun Bansos : 2009
Ketua : Yudin Deluku Jumlah Kelompok : 4 (Poktan) Jumlah Anggota : 110 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan:
Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Lestari Jaya menerima modal awal sejumlah Rp.
155.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 83.999.700,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp.
21.000.300,-. Pada Tahun 2010 memasuki
Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp. 75.000.000,-. Aset yang dimiliki yaitu Gudang penyimpanan cadangan pangan.
Kegiatan Unit Distribusi Pangan dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Kondisi saat ini kegiatan Distribusi maupun Cadangan Pangan pada Gapoktan Lestari Jaya tidak aktif lagi karena bermasalah. Ketua Gapoktan menyalahgunakan dana Bansos P-LDPM, dan Tim Pembina Provinsi telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan menyampaikan kepada ketua Gapoktan untuk dapat mengembalikan dana
21 Bansos P-LDPM sejumlah Rp. 105.000.000,- yang dipergunakan tidak sesuai dengan peruntukannya dan membuat surat pernyataan pengembalian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh Tim Pembina Provinsi. Akan tetapi hingga saat ini dana Bansos tersebut belum sepenuhnya dikembalikan, dan Ketua gapoktan sulit ditemui oleh Tim Pembina Provinsi.
Untuk mengatasi hal tersebut Tim Pembina Provinsi bersama-sama dengan Tim Teknis kabupaten akan bertindak tegas kepada ketua Gapoktan tersebut dan merencanakan untuk membuatkan surat panggilan kepada Ketua Gapoktan Lestari Jaya ke Provinsi untuk dimintakan pertanggung jawabannya.
22
PROFIL GAPOKTAN USAHA BERSAMA
Nama Gapoktan : Usaha Bersama
Alamat : Desa Talulobutu Selatan Kec. Tapa, Kab. Bone Bolango Tahun Bansos : 2009
Ketua : Rahman Ui Jumlah Kelompok : 4 (Poktan) Jumlah Anggota : 71 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan:
Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Usaha Bersama menerima modal awal sejumlah Rp.
150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
48.840.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 91.690.000,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp.
8.310.000,-. Pada Tahun 2010 memasuki
Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp. 75.000.000,-,. Aset yang dimiliki yaitu;1) Gudang penyimpanan cadangan pangan, 2) Sekretariat, dan 3) timbangan.
Aspek Kinerja Distribusi Pangan:
Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi, Stok yang ada di Gudang sebanyak 600 Kg, terdapat beras yang dipinjamkan ke anggota sebanyak 1.250 Kg, hal ini tentunya tidak sesuai dengan Pedum Kegiatan P-LDPM akan tetapi untuk
23 mengatasi kerusakan beras yang disebabkan oleh penyimpanan beras yang terlalu lama akibat dari lambannya pemasaran dan harga jual yang rendah maka Tim Pembina Provinsi memperbolehkan hal tersebut.
Aspek Kinerja Cadangan Pangan:
Untuk kegiatan Cadangan Pangan mengalami kendala yakni banyak beras yang dipinjamkan ke anggota belum dikembalikan sampai dengan waktu yang telah ditentukan sehingga lambat perputarannya. Sebagian telah dikembalikan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan jasa yang telah ditetapkan.
Jumlah beras Cadangan Pangan yang tersalur di anggota sebanyak 1.275 Kg dan yang macet di anggota/ belum dikembalikan sebanyak 300 Kg. stok Cadangan Pangan yang tersedia di Gudang saat ini sebanyak 250 Kg.
Upaya Tindak Lanjut Permasalahan:
Untuk mengatasi hal ini Tim Pembina Provinsi mengarahkan pengurus Gapoktan agar bersikap aktif dalam pengelolaan kegiatan distribusi dan cadangan pangan, serta bertindak tegas kepada anggota Gapoktan khususnya bagi anggota yang menungga/belum mengembalikan cadangan pangan.
24
PROFIL GAPOKTAN BOTULO
Nama Gapoktan : Botulo
Alamat : Desa Lomaya Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango Tahun Bansos : 2009
Ketua : Piter Mohamad
Jumlah Kelompok : 10 Kelompok tani (Poktan):
Jumlah Anggota : 80 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan :
Gapoktan Botulo merupakan uasulan dảri kelompok tani Luyu II dan Kelompok Tani Hidayah yang berada di Desa Boidu, sehingga pada tanggal 12 September 2006 terbentuklah Gapoktan “Botulo” dan pada tahun 2007 terjadi pemekaran menjadi Desa Lomaya dan Desa Boidu letak Gapoktan Botulo berada di wilayah Desa Lomaya.
Kepemilikan Aset : (1) Kantor Gapoktan;
(2) Gudang Penyimpanan (BANSOS); (3) Alat dan Mesin Pertanian, seperti Hand Tracktor,
Hand Sprayer, Pompa Air, dan Pemipil Jagung. Modal yang dimiliki Gapoktan Pada Tahun 2009 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Botulo menerima modal awal sejumlah Rp. 150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 91.175.900,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp. 8.824.100,-. Pada Tahun 2010 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp. 75.000.000,-,
25 Aspek Kinerja Unit Distribusi
Kinerja yang dicapai dari unit distribusi :
Stabilnya harga pangan di tingkat petani, baik di musim paceklik maupun di musim panen raya, sehingga kebutuhan akan pangan dapat selalu tersedia
Pengurus Gapoktan lebih memahami cara manajemen pengelolaan dana administrasi dan pembukuan.
Memperluas jejaring kerjasama dengan mitra usaha yang saling menguntungkan di dalam maupun diluar wilayah (Kotamobagu-Sulawesi Utara)
Pengurus Gapoktan memiliki peluang dalam pengembangan usaha kedepan baik untuk kegiatan usaha tani Distribusi dan Pemasaran sampai kegiatan selanjutnya yang dapat memberikan dampak pada kesejahteraan petani.
Kondisi saat ini untuk kegiatan Distribusi, Stok yang ada di Gudang sebanyak 450 Kg, dan uang di kas unit distribusi sejumlah Rp. 35.000.000,-. Pengurus Gapoktan menggunakan sebagian dana yang diambil dari keuntungan kegiatan pembelian dan penjualan beras pada unit usaha distribusi untuk pengadaan Saprodi dengan total biaya Rp. 80.000.000,- hal ini telah menyalahi ketentuan karena perputaran modal yang digunakan untuk kegiatan pembelian dan penjualan beras pada unit distribusi kurang dari modal awal senilai Rp. 175.000.000,- dan di khawatirkan pada awalnya program kegiatan Penguatan-LDPM akan beralih menjadi kegiatan Saprodi Gapoktan.
untuk Kegiatan Cadangan Pangan terdapat Stok beras di Gudang sebanyak 150 Kg dan beras yang tersalur ke anggota sebanyak 2.000 Kg.
Aspek Kinerja Cadangan Pangan:
pemanfaatan dana untuk kegiatan unit cadangan pangan sejak bergulirnya dana bantuan sosial P-LDPM awal tahun 2010, dimana bendahara unit cadangan pangan menerima dari
26 bendahara umum untuk pengelolaan cadangan pangan yang akan disalurkan kepada anggota dengan sistem peminjaman oleh anggota sebesar Rp. 8.824.100,- sampai dengan saat ini yang tesalurkan di anggota sebanyak 1800 Kg, jika diuangkan sejumlah Rp.
12.600.000,- dan stok yang berada di gudang sebanyak 200 Kg. Stock diwilayah Gapoktan terjaga sehingga tidak terjadi kelangkaan hasil produksi. Tersedianya cadangan pangan, sehingga anggota lebih mudah mendapatkan pinjaman beras ketika terjadi paceklik atau menjelang panen raya berikutnya.
Upaya Tindak Lanjut Permasalahan:
Tim Pembina Provinsi memperbolehkan hal tersebut karena merupakan suatu bentuk pengembangan dari usaha Gapoktan, asalkan tidak mengabaikan kegiatan utama dari pelaksanaan program Penguatan-LDPM, dengan cara mengambil keuntungan dari kegiatan Distribusi untuk dikembangkan ke usaha lainnya.
27
PROFIL GAPOKTAN IDAMAN
Nama Gapoktan : Idaman
Alamat : Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun Bansos : 2011
Ketua : Ismail Hadjarati Jumlah Kelompok : 11 (Poktan):
Jumlah Anggota : 210 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan:
Pada Tahun 2011 memasuki Tahap Penumbuhan Gapoktan Idaman menerima modal awal sejumlah Rp. 150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 81.750.000,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp.
18.250.000,-.
Pada Tahun 2012 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha Distribusi sejumlah Rp. 75.000.000,-, tetapi dana tersebut belum dicairkan karena pengelolaan kegiatannya bermasalah. Aset yang dimiliki yaitu; 1) Kantor Gapoktan, 2) Gudang Penyimpanan, dan 3) Alat mesin pertanian
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Posisi uang di Rekening Gapoktan saat ini sejumlah Rp. 135.939.979,- masih terdapat beras yang dipinjamkan ke anggota dan
28 belum di kembalikan senilai Rp.
39.060.000,-. Dan stok beras di gudang sebanyak 565 Kg.
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
kekurangan dana sejumlah Rp. 27.590.000,- pada kegiatan unit usaha distribusi tahun 2013 dan ketua tidak dapat membuktikan penggunaan dana tersebut sehingga Tim Pembina Provinsi meminta pertanggung jawaban Ketua Gapoktan dengan membuat surat pernyataan bersedia untuk mengembalikan dana Gapoktan yang
terpakai sesuai dengan waktu yang telah disepakati, dan sampai dengan saat ini dana yang telah dikembalikan ke Rekening Gapoktan sejumlah Rp. 19.500.000,- masih kurang Rp. 8.000.000,- lagi yang harus dikembalikan.
Posisi uang di Rekening Gapoktan saat ini sejumlah Rp. 135.939.979,- masih terdapat beras yang dipinjamkan ke anggota dan belum di kembalikan senilai Rp. 39.060.000,-.
Dan stok beras di gudang sebanyak 565 Kg.
29
PROFIL GAPOKTAN HUYULA
Nama Gapoktan : Huyula
Alamat : Desa Huntu Selatan Kec. Bulango Selatan Kab. Bone Bolango Tahun Bansos : 2012
Ketua : Parid Harun Jumlah Kelompok : 4 (Poktan):
Jumlah Anggota : 145 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Pada tahun 2012 Gapoktan Huyula menerima modal awal sejumlah Rp.
150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 80.000.000,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp.
20.000.000,-. Pada Tahun 2013 memasuki
Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha sejumlah Rp. 75.000.000,-, tetapi dana tersebut belum dicairkan karena mengalami kendala pada kegiatan Unit Usaha Distribusi dalam hal pemasaran beras dan belum melaksanakan RAT.
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Pengelolaan kegiatan pembelian dan penjualan sempat mengalami kendala karena pengurus Gapoktan pada tahun 2013, membeli beras dengan harga yang tinggi dan
30 ketika menjualnya, harga beras turun dari harga pembelian sebelumnya,
Upaya Tindak Lanjut Permasalahan:
untuk mengantisipasi hal tersebut pengurus Gapoktan berinisiatif untuk menyimpan berasnya sampai dengan harga beras stabil atau naik sehingga Gapoktan tidak akan mengalami kerugian, akan tetapi selang beberapa bulan beras disimpan harga di pasaran tidak mengalami perubahan dan kondisi beras saat itu sudah mulai mengalami kerusakan, pada saat Tim Pembina Provinsi melakukan kunjungan lapangan pada Gapoktan Huyula terdapat stok beras yang kondisinya sudah mulai rusak karena permasalahan diatas, melihat hal tersebut Tim Pembina memberikan arahan kepada pengurus Gapoktan agar segera menjual berasnya dengan harga dibawah karena di khawatirkan Gapoktan akan mengalami kerugian yang lebih besar apabila tidak segera dijual setidaknya masih ada dana Gapoktan yang bisa diselamatkan. Dan untuk menghindari kerugian Pengurus Gapoktan meminjamkan beras tersebut ke anggotanya.
Pada Tahun 2014 Gapoktan Huyula telah melaksanakan RAT atas arahan dari Tim Pembina Provinsi sebagai salah satu syarat untuk pencairan dana Tahap Pengembangan. Dalam RAT yang telah dilaksanakn Gapoktan sempat mengganti kepengurusannya pada bulan Desember 2014, dan pengurus yang lama telah menyerahkan aset Gapoktan ke Pengurus yang baru melalui Berita Acara Serah Terima dengan posisi saat ini untuk kegiatan Distribusi terdapat uang di kas sejumlah Rp. 21.107.544, beras yang dipinjamkan ke anggota tetapi belum ada pengembalian sebanyak 4.300 Kg, dan stok beras di gudang sebanyak 2.600 Kg.
untuk kegiatan Cadangan Pangan jumlah cadangan pangan yang tersalur ke anggota sebanyak 2.745 Kg. posisi uang di rekening Gapoktan saat ini sejumlah Rp.
76.732.456,-.
Sampai dengan saat ini belum ada kegiatan yang dilaksanakn oleh pengurus yang baru karena masih menunggu SK Penetapan Pengurus Gapoktan Baru dari pihak Desa setempat, dan Tim Pembina Provinsi menyarankan agar Pengurus Gapoktan baik yang lama maupun yang baru segera menyelesaikan proses penggantian
31 pengurus khusunya menyangkut administrasi kepengurusan Gapoktan, agar kegiatan Gapoktan tidak terbengkalai.
PROFIL GAPOKTAN MAWAR JAYA LESTARI
Nama Gapoktan : Mawar Jaya Lestari
Alamat : Desa Iloheluma Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun Bansos : 2012
Ketua : Agussalim R. Ladjo Jumlah Kelompok : 5 (Poktan):
Jumlah Anggota : Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Pada tahun 2012 Gapoktan Mawar Jaya Lestari menerima modal awal sejumlah Rp. 150.000.000,- dengan alokasi modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000,-, untuk unit usaha distribusi sejumlah Rp. 79.994.000,-, dan untuk unit usaha cadangan pangan sejumlah Rp. 19.994.800,-.
Pada Tahun 2013 memasuki Tahap Pengembangan kembali mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan unit usaha sejumlah Rp. 75.000.000,-, tetapi dana tersebut belum dicairkan karena pada tahun 2013 Gapoktan mengalami kendala pada kegiatan Unit Usaha Distribusi dalam hal pemasaran beras dan belum melaksanakan RAT. Terdapat beras Gapoktan yang rusak akibat lama tersimpan di gudang dan untuk mengantisipasi hal tersebut pengurus meminjamkan beras tersebut ke anggota.
32
Pada bulan Desember tahun 2014 pengurus Gapoktan telah melaksanakan RAT sesuai dengan arahan dari Tim Pembina Provinsi pada saat pembinaan teknis sebagai salah satu syarat untuk memanfaatkan dana Tahap Pengembangan, dan sebagian besar beras yang dipinjamkan ke anggota pada kegiatan unit usaha distribusi telah dikembalikan, sehingga kegiatan pembelian dan penjualan beras Gapoktan telah berjalan dengan baik bahkan Gapoktan sudah mampu bermitra usaha sampai ke luar wilayah Provinsi Gorontalo (Sulut).
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Posisi saat ini terdapat stok beras di gudang sebanyak 4.050 Kg dan uang di kas untuk unit distribusi sejumlah Rp. 32.400.000,- dan pada kegiatan cadangan pangan beras cadangan pangan yang telah dikembalikan anggota sebnyak 1.100 Kg dan saat ini beras yang masih tersalur ke anggota sebanyak 1.525 Kg.
Untuk mencairkan dana Bansos Tahap Pengembangan Gapoktan harus mengajukan RUG ke Tim Teknis Kabupaten untuk dimintakan Rekomendasi Pencairan dan selanjutnya Tim Teknis Kabupaten meminta persetujuan Tim Pembina Provinsi untuk mencairkan dana tersebut, dan saat ini pengurus Gapoktan sementara membuat RUG yang akan diajukan kepada Tim Teknis Kabupaten dan Tim Pembina Provinsi.
-
33
PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN BOALEMO
Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan :
Tahun 2009 : 8 (Delapan) Gapoktan
34
PROFIL GAPOKTAN JAYA KARYA
Nama Gapoktan : Jaya Karya
Alamat : Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Anton MS. Naki Jumlah Kelompok : 5 (Poktan):
Jumlah Anggota : 177 Anggota
Kegiatan Distribusi dan Cadanga Pangan Tidak Aktif.
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Tim Pembina Provinsi sebelumnya telah memberi informasi kepada pengurus Gapoktan Jaya Karya untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kegiatan Gapoktan, pada saat Tim Pembina tiba di lokasi sempat bertemu dengan
Ketua Gapoktan, tapi ketua Gapoktan malah pergi dan tidak merespon kedatangan Tim Pembina Provinsi. Melihat hal tersebut Tim Pembina Provinsi bertemu langsung dengan Kepala Desa Diloato Kec. Paguyaman sekaligus sebagai mantan sekretaris Gapoktan Jaya Karya.
Menurut keterangan dari Kepala Desa, sejak tahun 2009 pengelolaan dana Bansos kegiatan P-LDPM Gapoktan Jaya Karya baru mencapai 2 kali putaran dan
35 sampai dengan saat ini tidak ada lagi kegiatan. Keberadaan dana bansos P- LDPM sudah tidak diketahui lagi dalam hal ini pengelolaannya.
dilaksanakan oleh ketua Gapoktan dan Kepala Desa/mantan sekretaris Gapoktan pada saat pencairan dana tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana bansos tersebut, Ketua Gapoktan beserta pengurusnya belum memberikan laporan pertanggung jawabannya tentang pengelolaan bansos kegiatan Penguatan-LDPM.
Kepala Desa telah berupaya mengundang pengurus Gapoktan Jaya Karya untuk dimintakan pertanggung jawabannya akan tetapi sampai dengan 2 kali diundang pengurus Gapoktan tidak pernah datang bahkan permasalahan tersebut telah dilimpahkan ke Camat Paguyaman tetapi tidak di respon oleh pengurus Gapoktan.
Menindaklanjuti permasalahan diatas Tim Pembina Kegiatan P-LDPM Provinsi Gorontalo meminta Kepala Desa Diloato untuk dapat memfasilitasi pemulihan Gapoktan Jaya Karya dalam hal tugas dan fungsi serta modal yang dikelola oleh ketua Gapoktan a.n. Anton MS. Naki dan Kepala Desa telah membuat Surat Pernyataan untuk bersedia memfasilitasi hal tersebut.
36
PROFIL GAPOKTAN SUKMA JAYA
Nama Gapoktan : Sukma Jaya
Alamat : Desa Suka Maju Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Abubakar Asuna Jumlah Kelompok : 10 (Poktan):
Jumlah Anggota : 255 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Sukma Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
49.120.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 45.880.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 55.000.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan (hand tracktor, Gillingan padi, pemipil jagung, dll)
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Kondisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Sukma Jaya pada saat evaluasi yakni:
- Stok Beras Distribusi : 3.200 Kg @Rp. 8.200 Rp. 26.240.000 - Stok Beras CP : 350 Kg @Rp. 8.200 Rp. 2.870.000
37 - Beras CP Yang Tersalur : 4.150 Kg @Rp. 8.200 Rp. 34.030.000
- Uang Kas Distribusi : Rp. 39.000.000 - Uang di Rekening : Rp. 100.533.311 Jumlah : Rp. 202.673.311
Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM pada Gapoktan Sukma Jaya jika dilihat dari jumlah dana yang ada saat ini, telah cukup berkembang. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik hanya saja masih terdapat kelemahan
khususnya dalam melakukan transaksi pembelian dan penjualan beras, Gapoktan tidak menggunakan nota atau kwitansi. Untuk itu Tim Pembina mengingatkan kembali kepada pengurus Gapoktan agar setiap melakukan transaksi pembelian dan penjualan harus menggunakan kwitansi sebagai bukti transaksi yang dilakukan oleh Gapoktan, sehingga tidak lemah dalam pengadministrasian.
38
PROFIL GAPOKTAN KARYA BERSAMA
Nama Gapoktan : Karya Bersama
Alamat : Desa Raharja Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Imade Padet Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 159 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Karya Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
30.145.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 111.255.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 8.600.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan (mobil operasional/Truk, hand tracktor, Gillingan padi, pemipil jagung, dll).
39 Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Posisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Karya Bersama pada saat evaluasi yakni:
- Stok Beras Distribusi : 5.000 Kg @Rp. 8.300 Rp. 41.500.000 - Beras CP Yang Tersalur : 3.432 Kg @Rp. 8.300 Rp. 28.485.600 - Uang Kas Distribusi : Rp. 239.210.475 - Uang di Rekening : Rp. 1.157.938
Jumlah : Rp. 310.354.013
Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Karya Bersama jika dilihat dari jumlah dana yang ada saat ini telah berkembang dengan baik. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik.
Terdapat uang di kas Gapoktan dalam
jumlah yang banyak tidak tersimpan di Rekening Gapoktan, hal ini tentu saja sangat rawan, pengurus Gapoktan memberi alasan bahwa apabila uang tersebut disimpan direkening perputarannya akan sangat lambat karena bila disimpan di rekening pada
saat akan digunakan dalam proses pencairan dana di rekening Bank harus ada rekomendasi dari Tim Teknis Kabupaten dan Tim Pembina Provinsi. Tim Pembina Provinsi menerangkan bahwa untuk tertib administrasi pengurus Gapoktan Minimal setahun sekali menyimpan uangnya di Rekening Gapoktan atau pada saat uang tersebut belum akan digunakan, agar dana Gapoktan tetap aman.
40
PROFIL GAPOKTAN RUKUN BERKARYA
Nama Gapoktan : Rukun Berkarya
Alamat : Desa Tri Rukun Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : I nyoman Suarsono Jumlah Kelompok : 9 (Poktan)
Jumlah Anggota : 236 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Rukun Berkarya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk
pembangunan gudang sejumlah Rp. 50.000.000, untuk kegiatan unit
distribusi sejumlah Rp. 83.760.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan
sejumlah Rp. 16.240.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000.
aset yang dimiliki Gapoktan yaitu Gudang Penyimpanan, Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif
Posisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Rukun Berkarya pada saat evaluasi yakni;
- Stok Beras Distribusi : 3.000 Kg @ Rp. 8.300 Rp. 24.900.000 - Uang di Rekening : Rp. 143.436.907
Jumlah : Rp. 168.336.907
41
Permasalahan dan Upaya Tindak lanjut:
Pengelolaan bansos kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Rukun Berkaraya jika dilihat dari jumlah dana yang ada kurang dari modal awal sebelumnya, hal ini disebabkan karena pengurus Gapoktan mengalami beberapa kendala dilapangan, diantaranya;
- pada kegiatan unit usaha distribusi petani/anggota cenderung menjual hasil panennya ke gilingan karena pihak gilingan sebelumnya telah memfasilitasi petani dengan suntikan dana untuk biaya produksi; pengolahan lahan, penyediaan benih dan pupuk sehingga petani terikat dan wajib menjual hasil produksinya ke pihak gilingan.
- Pada kegiatan unit cadangan pangan Gapoktan sempat mengalami kerugian, terjadi kesalahan teknis dalam pengelolaan cadangan pangan dimana sebelumnya pengurus telah memanfaatkan seluruh modal awal cadangan pangan untuk membeli beras cadangan pangan tapi tidak ada anggota yang mau meminjam beras sehingga tidak ada beras yang tersalur dan lama tersimpan di gudang. Pengurus Gapoktan tidak melakukan peremajaan beras cadangan pangan akibatnya banyak beras yang rusak dan terjadi penyusutan. untuk memperkecil kerugian beras tersebut di poles dan dijual kembali dengan harga rendah, hasil dari penjualan dikembalikan ke rekening Gapoktan.
Menindaklanjuti permasalahan di atas Tim Pembina Provinsi menyampaikan kepada pengurus Gapoktan Rukun Berkarya agar segera memanfaatkan dana yang ada di rekening dan Tim Pembina Provinsi akan segera memberikan Rekomendasi pencairan dana setelah pengurus mengajukan Rencana Usaha Gapoktan (RUG). Tim Pembina P-LDPM Provinsi memberikan saran kepada Gapoktan agar anggota/petani dapat menjual hasil panennya ke Gapoktan pengurus diperbolehkan menggunakan dana Gapoktan untuk memfasilitasi proses pengolahan lahan penyediaan benih dan pupuk para petani sehingga Gapoktan dapat mengambil beras hasil panen anggota/petani dengan harga yang wajar.
42
PROFIL GAPOKTAN GOWALI
Nama Gapoktan : Gowali
Alamat : Desa Bongo III Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Sutikno Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 186 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Gowali merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009.
Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp. 49.120.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 45.880.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 55.000.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
43
Kondisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Gowali pada saat evaluasi tidak ada kegiatan pembelian dan penjualan, pengurus Gapoktan salah dalam pemanfaatan dana Bansos P-LDPM. Dana yang ada, digunakan untuk kegiatan simpan pinjam dalam bentuk uang. Pelaksanaan kegiatan distribusi Gapoktan hanya sampai pada bulan januari 2013 dengan posisi uang di kas unit distribusi pada saat itu sejumlah Rp. 87.000.000 dan pada saat evaluasi dana tersebut masih dalam pinjaman anggota. Posisi dana bansos yang ada saat ini yaitu:
- Uang Kas Distribusi : Rp. 2.900.000,- - Uang di Rekening : Rp. 75.000.000,- - Pinjaman Anggota : Rp. 115.450.000,- - Pinjaman Beras CP : 1.650 Kg @ 8.700 Rp. 14.355.000,-
Jumlah : Rp. 193.350.000,-
Menindaklanjuti hal tersebut Tim Pembina Provinsi menyampaikan kepada pengurus bahwa kegiatan tersebut telah menyalahi aturan karena tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan kegiatan Penguatan-LDPM dan selanjutnya pengurus Gapoktan harus memberikan pertanggungjawabannya ke Badan Ketahanan Pangan Provinsi sekaligus mendapatkan bimbingan dan arahan dari Tim Pembina P-LDPM Provinsi tentang pelaksanaan kegiatan Penguatan-LDPM.
\
44
PROFIL GAPOKTAN TANI MANDIRI
Nama Gapoktan : Tani Mandiri
Alamat : Desa Sari Tani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Muhtar Fahrudin Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 200 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Mega Tani merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009.
Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp. 39.035.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 97.880.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 18.085.000.
Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu Gudang Penyimpanan.
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Tani Mandiri telah cukup berkembang. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, administrasi dan pembukuan Gapoktan pencatatannya sudah cukup baik. Terdapat uang di kas unit Distribusi sejumlah Rp. 206.048.000, dan unit Cadangan Pangan sejumlah Rp.
25.000.000.
45
PROFIL GAPOKTAN PANCA MANUNGGAL SEJATI
Nama Gapoktan : Panca Manunggal Sejati
Alamat : Desa Jatimulya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Dwi Mefta Hulhudi Jumlah Kelompok : 5 (Poktan)
Jumlah Anggota : 114 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Panca Manunggal Sejati merupakan Gapoktan penerima Bansos P- LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
38.587.500, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 103.000.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan
sejumlah Rp. 8.412.500. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 75.000.000. aset Gapoktan berupa gudang penyimpanan.
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Pengelolaan Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Panca Manunggal Sejati mengalami beberapa kendala diantaranya masih terdapat pinjaman beras anggota pada unit Distribusi. Pada saat Tim Pembina Provinsi mengadakan evaluasi, tidak sempat bertemu dengan pengurus Gapoktan sehingga Tim Pembina Mengundang pengurus untuk dapat bertemu di kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi. Kodisi saat evaluasi
46 terdapat uang kas Unit Distribusi sejumlah Rp. 105.535.000 dan unit Cadangan Pangan sejumlah Rp. 5.378.112. dan uang di rekening sejumlah Rp. 101.954.000.
PROFIL GAPOKTAN MAJU BERSAMA
Nama Gapoktan : Maju Bersama
Alamat : Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Tahun Bansos : 2009
Ketua : Iwan Hasan Jumlah Kelompok : 8 (Poktan) Jumlah Anggota : 229 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Maju Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
37.575.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 87.405.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 25.020.000.
Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai Jemur, dan 3) Alsintan berupa mesin pemipil jagung dll.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut
Dana unit distribusi dan cadangan pangan seluruhnya telah dipinjamkan ke anggota dan belum ada pengembalian. Mengantisipasi permasalahan tersebut, Tim Pembina Provinsi bersama dengan Tim Teknis kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi ke Gapoktan mengarahkan pengurus Gapoktan agar melakukan penagihan ke anggota,
47 dana yang ada di anggota seharusnya digunakan untuk kegiatan distribusi/pemasaran Gabah/Beras/Jagung milik anggota bukan untuk dipinjamkan atau dibagi habis, pengurus Gapoktan telah memberikan pernyataan tertulis untuk melakukan penagihan dana tersebut, akan tetapi sampai dengan saat ini (2015) belum dilaksanakan.
48
PROFIL GAPOKTAN P-LDPM KABUPATEN POHUWATO
Jumlah Gapoktan Yang Diberdayakan :
Tahun 2009 : 10 (Sepuluh) Gapoktan
49
PROFIL GAPOKTAN HULAWA JAYA
Nama Gapoktan : Hulawa Jaya
Alamat : Desa Hulawa Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Risman Monggalo Jumlah Kelompok : 10 (Poktan) Jumlah Anggota : 222 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Hulawa Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 81.000.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 24.000.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Pada saat Tim Pembina melakukan monitoring dan pembinaan dilokasi Gapoktan, tidak ada satupun pengurus yang ditemui. Selanjutnya Tim Pembina bertemu dengan Pemerintah Desa, yang dijumpai yaitu Kepala Desa Hulawa Kec. Buntulia.
Menurut keterangan dari Kepala Desa, pengelolaan dana Bansos Kegiatan Penguatan-LDPM yang ada di Gapoktan Hulawa Jaya sejak tahun 2013 sampai dengan saat ini sudah tidak aktif lagi. Pada Tahun 2013 Tim Pembina Provinsi
50 bersama dengan Pemerintah Desa di dampingi pihak Polda Gorontalo telah melakukan audit administrasi pembukuan Gapoktan dan meminta pertanggungjawaban pengembalian dana yang telah di salah gunakan oleh ketua Gapoktan Hulawa Jaya a.n. Risman Monggalo dan Ketua Gapoktan telah membuat surat pernyataan untuk mengembalikan dana tersebut, tetapi sampai dengan saat ini dana tersebut belum dikembalikan bahkan Ketua Gapoktan telah pindah tempat tinggal di wilayah mamuju (Sulbar), dan seluruh pembukuan administrasi Gapoktan ada di tangan ketua. Pemerintah Desa juga telah berupaya melakukan pendekatan kepihak keluarga untuk mengetahui keberadaan ketua Gapoktan tetapi tidak ada respon dari pihak keluarga.
Menindaklanjuti permasalahan diatas Tim Pembina Kegiatan P-LDPM Provinsi Gorontalo meminta Kepala Desa Hulawa untuk dapat memberi tindakan kepada ketua Gapoktan tersebut apabila tidak jelas keberadaannya dan ketua Gapoktan tidak mengembalian dana tersebut maka segera konsultasi dengan pihak Polda untuk di tindaklanjuti.
51
PROFIL GAPOKTAN IKHLAS BERSAMA
Nama Gapoktan : Ikhlas Bersama
Alamat : Desa Taluduyunu Utara Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Idris Dama Jumlah Kelompok : 11 (Poktan) Jumlah Anggota : 275 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Ikhlas Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 84.100.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 15.900.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan.
Aspek Kinerja Unit Distribusi dan Cadangan Pangan:
Kondisi dana bansos Kegiatan Penguatan-LDPM Gapoktan Ikhlas Bersama saat ini:
- Beras CP Yang Tersalur : 2.271 Kg @Rp. 8.500 Rp. 19.303.500 - Uang Kas Distribusi : Rp. 23.488.321 - Pinjaman Uang : Rp. 86.500.000 - Uang di Rekening : Rp. 49.943.725
Jumlah : Rp. 179.235.546 Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
52
Jika dilihat dari jumlah dana yang ada, perkembangan dana kegiatan Penguatan- LDPM Gapoktan Ikhlas Bersama relatif kecil. Ketua Gapoktan salah dalam pemanfaatan dana tersebut, Terdapat uang yang dipinjamkan dari kas unit distribusi ke oknum PNS sebesar Rp. 86.500.000, dan kegiatan pembelian dan penjualan beras distribusi sudah tidak jalan lagi.
Menindaklanjuti hal tersebut Tim Pembina Provinsi menekankan kepada ketua Gapoktan agar dana unit distribusi yang dipinjamkan ke oknum PNS segera dikembalikan dan dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pembelian dan penjualan beras dan/atau jagung milik anggota Gapoktan, dan ketua Gapoktan telah membuat surat pernyataan untuk melakukan apa yang sudah disampaikan oleh Tim Pembina Provinsi. Batas pengembalian dana yang dipinjamkan oleh ketua Gapoktan telah di tentukan sampai dengan bulan Mei 2015.
53
PROFIL GAPOKTAN RAHMAT INDAH
Nama Gapoktan : Rahmat Indah
Alamat : Desa Karya Indah Utara Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Said Pua Jumlah Kelompok : 9 (Poktan) Jumlah Anggota : 225 Anggota Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Rahmat Indah merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 77.482.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 22.518.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Pada saat Tim Pembina Provinsi melakukan monitoring ke lokasi pengurus Gapoktan tidak berada di tempat. Ketua Gapoktan sebagai penenggungjawab kegiatan sedang bekerja di tambang emas dan sulit untuk di hubungi. Yang dijumpai saat itu adalah bendahara Gapoktan tetapi segala administrasi pembukuan Gapoktan ada di tangan ketua dan pengelolaan kegiatan sepenuhnya dipegang oleh
54 ketua sehingga bendahara tidak bisa memberikan penjelasan tentang kondisi akhir pengelolaan kegiatan P-LDPM.
Menurut penjelasan dari (Plt) Kepala Desa Karya Indah Kec. Buntulia kegiatan P- LDPM yang dikelola oleh Gapoktan masih berjalan sebagaimana mestinya, terdapat kegiatan pembelian dan penjualan beras milik anggota, tetapi saat ini ketua Gapoktan belum melakukan pembelian dan penjualan unit distribusi/pemasaran karena masih sementara kerja di tambang emas.
Melihat kodisi yang ada di Gapoktan Rahmat Indah, Tim Pembina Provinsi menjelaskan kepada Pemerintah Desa saat dijumpai di tempat agar dapat memfasilitasi pengelolaan kegiatan P-LDPM agar tidak terbengkalai, seluruh pengurus Gapoktan harusnya berperan aktif dalam pengelolaan kegiatan P-LDPM bukan sebatas hanya ketua saja yang mengelola kegiatan tersebut. Pembukuan yang ada seharusnya dipegang oleh masing-masing unit yaitu unit distribusi dan unit cadangan pangan. Untuk mengetahui kondisi kegiatan P-LDPM pada Gapoktan Rahmat Indah Tim Pembina Provinsi melalui Kepala Desa mengundang Ketua Gapoktan ke Badan Ketahanan Pangan Provinsi untuk menyampaikan laporan pengelolaan kegiatan P-LDPM.
55
PROFIL GAPOKTAN SEPAKAT
Nama Gapoktan : Sepakat
Alamat : Desa Buntulia Utara Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Syafrudin Rifai Jumlah Kelompok : 11 (Poktan) Jumlah Anggota : 379 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Sepakat merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009.
Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp. 50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 82.000.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah Rp. 18.000.000.
Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Kondisi saat ini pengelolaan Kegiatan P-LDPM di Gapoktan Sepakat sudah tidak aktif lagi. Pada saat Tim Pembina Provinsi melakukan monitoring, pengurus Gapoktan tidak dijumpai di tempat terkecuali Bendahara Gapoktan.
Pada saat bertemu dengan bendahara Gapoktan Tim Pembina Provinsi melakukan evaluasi pengelolaan kegiatan P-LDPM yang ada di Gapoktan Sepakat. Melalui
56 penjelasan yang diberikan oleh bendahara Gapoktan pelaksanaan kegiatan P-LDPM saat ini sudah tidak jalan lagi, semua pembukuan dan administrasi keuangan di pengang oleh Ketua Gapoktan dan saat ini ketua Gapoktan sementara bekerja di tambang emas. Bendahara telah lama tidak dilibatkan lagi dalam pengelolaan kegiatan P-LDPM.
Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Pembina Provinsi menyampaikan ke Bendahara Gapoktan agar segera melakukan pertemuan dengan anggota yang melibatkan pemerintah Desa setempat, dan ketua Gapoktan diundang dalam pertemuan tersebut untuk memberikan pertanggungjawaban dana bansos P-LDPM yang ada di tangan ketua.
57
PROFIL GAPOKTAN MALEO JAYA
Nama Gapoktan : Maleo Jaya
Alamat : Desa Maleo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Mansur H. Sango Jumlah Kelompok : 12 (Poktan) Jumlah Anggota : 193 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Maleo Jaya merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 85.000.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 14.500.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Pada saat Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi pengurus Gapoktan tidak berada di tempat. Menurut penjelasan dari Kepala Desa Maleo Gapoktan tersebut telah lama
58 bermasalah, dan Kepala Desa bersama dengan penyuluh Gapoktan akan mengupayakan perbaikan administrasi pasca pemeriksaan dari Polda Gorontalo pada tahun sebelumnya. Kondisi gudang saat ini telah dijadikan tempat tinggal oleh aparat Desa Maleo.
59
PROFIL GAPOKTAN SINAR CAHAYA TANI
Nama Gapoktan : Sinar Cahaya Tani
Alamat : Desa Molamahu Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Yunus Tilola Jumlah Kelompok : 18 (Poktan) Jumlah Anggota : 321 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Sinar Cahaya Tani merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 76.833.000, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 23.166.000. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; 1) Gudang Penyimpanan, 2) Lantai jemur, dan 3) Alsintan berupa mesin perontok padi, mesin pemipil jagung, dll.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Macet.
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Tidak terdapat stok di gudang. Pada unit distribusi terdapat uang yang dipinjamkan ke anggota sejumlah Rp. 150.000.000 dan unit cadangan pangan beras senilai Rp. 25.000.000 seluruhnya telah dipinjamkan ke anggota dan baru sebagian yang mengembalikan. Terdapat pinjaman dana Gapoktan secara pribadi oleh unsur pemerintah.
60
Menindaklanjuti permasalahan diatas Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten, memerintahkan Ketua agar laporan kegiatan Gapoktan agar segera dimasukan ke Badan Ketahanan Pangan Provinsi/Kabupaten yakni daftar nama- nama peminjam baik yang telah mengembalikan maupun yang masih menungga.
61
PROFIL GAPOKTAN MAKMUR BERSAMA
Nama Gapoktan : Makmur Bersama
Alamat : Desa Soginti Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Tahun Bansos : 2009
Ketua : Husain Motota (Alm) Jumlah Kelompok : 8 (Poktan)
Jumlah Anggota : 133 Anggota
Aspek Manajerial Gapoktan:
Gapoktan Makmur Bersama merupakan Gapoktan penerima Bansos P-LDPM tahun 2009. Tahap Penumbuhan 2009 mendapatkan modal awal untuk pembangunan gudang sejumlah Rp.
50.000.000, untuk kegiatan unit distribusi sejumlah Rp. 81.304.200, dan untuk kegiatan unit cadangan pangan sejumlah
Rp. 18.694.500. Tahap Pengembangan 2010 kembali mendapatkan tambahan modal untuk kegiatan unit distribusi dan cadangan pangan sejumlah Rp. 75.000.000. aset yang dimiliki Gapoktan yaitu; Gudang Penyimpanan dan Alsintan berupa mesin pemipil jagung.
Kegiatan Unit Distribusi dan Cadangan Pangan Tidak Aktif
Permasalahan dan Upaya Tindak Lanjut:
Pada saat Tim Pembina Provinsi dan Tim Teknis Kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi ternyata Ketua Gapoktan telah meninggal dunia 27 hari sebelum evaluasi. Kondisi keuangan Gapoktan ada dalam bentuk pinjaman ke anggota sejumlah Rp. 113.285.500 dan terdapat stok beras 100 Kg. Tim Pembina Provinsi bersama Tim Teknis Kabupaten menyampaikan ke pengurus Gapoktan agar segera
62 mengadakan pertemuan untuk membentuk pengurus yang baru setelah meninggalnya ketua Gapoktan, dan segera mengelola kegiatan Gapoktan sesuai dengan pedoman umum.