M ODUL P ELATIHAN
L OKAKARYA MPS
April 2014
Kata Pengantar i KATA PENGANTAR
ii
Daftar Isi iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... I DAFTAR ISI ...III DAFTAR TABEL ... IV DAFTAR GAMBAR ... IV DAFTAR SINGKATAN ... V
PENDAHULUAN ... 1
1. LATAR BELAKANG ... 1
2. TUJUAN ... 1
3. PENGGUNA SASARAN ... 1
4. PENJELASAN ISI MODUL ... 2
5. DAFTAR RUJUKAN... 2
6. JADWAL PELATIHAN ... 3
BAGIAN 1. RENCANA PELATIHAN ... 7
1. ALUR PELATIHAN LOKAKARYA MPS ... 7
2. POKOK BAHASAN ... 8
3. RENCANA PEMBELAJARAN ... 9
Sub Modul 1 : PPSP dan Perencanaan Formal ... 9
Sub Modul 2 : Pengantar Lokakarya MPS ... 11
Sub Modul 3 A : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Verifikasi) ... 13
Sub Modul 3 B : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Praktek Verifikasi) ... 15
Sub Modul 4 A : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Sinkronisasi) ... 17
Sub Modul 4 B : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Praktek Sinkronisasi) ... 19
Sub Modul 5 A : Pelaksanaan Lokakarya MPS... 21
Sub Modul 5 B : Simulasi Pelaksanaan Lokakarya MPS ... 23
Sub Modul 6 : Paska Lokakarya MPS ... 25
Sub Modul 7 : Rencana Tindak Lanjut Paska Pelatihan ... 27
BAGIAN 2. BAHAN TAYANG ... 29
BAHAN TAYANG 1. PPSP DAN PERENCANAAN FORMAL ... 29
BAHAN TAYANG 2 PENGANTAR LOKAKARYA MPS ... 36
BAHAN TAYANG 3. VERIFIKASI PROGRAM DAN KEGIATAN DRAFTMPS ... 42
BAHAN TAYANG 4. SIDLACOM ... 58
BAHAN TAYANG 5. SINKRONISASI ... 63
BAHAN TAYANG 6. PELAKSANAAN LOKAKARYA MPS ... 75
BAHAN TAYANG 7. PASKA LOKAKARYA ... 80
BAGIAN 3. BAHAN SERAHAN DAN LEMBAR KERJA ... 87
1. BAHAN SERAHAN VERIFIKASI PROGRAM DAN KEGIATAN ... 87
2. BAHAN SERAHAN SINKRONISASI PENDANAAN SANITASI ... 105
3. BAHAN SERAHAN PASKA MPS(DISARIKAN DARI PERMENDAGRI NOMOR 54TAHUN 2010LAMPIRAN V) ... 116
4. LEMBAR KERJA MODUL PELATIHAN PELAKSANAAN LOKAKARYA MPS ... 132
Contoh 1 : Lembar Kesepakatan Pemerintah Kabupaten/Kota ... 132
Contoh 2 : Lembar Kesepakatan Pemerintah Provinsi ... 133
Contoh 3 : Lembar Kesepakatan Pemerintah Pusat ... 134
Contoh 4 : Lembar Kesepakatan Partisipasi Swasta (Dunia Usaha / CSR / LSM) ... 135
Contoh 5 : Lembar Kesepakatan Masyarakat ... 136
Contoh 6 : Lembar Kerja Pengawalan Paska MPS ... 137
Contoh 7 : Rencana Tindak Lokakarya MPS ... 138
iv Daftar Isi DAFTAR TABEL
Tabel 1. Instrumen Pemeriksaan Kerangka Kerja Logis ... 88
Tabel 2. Cakupan Pelayanan Air Limbah (sebagai informasi): ... 98
Tabel 3. Kapasitas Prasarana dan Sarana IPLT (sebagai informasi): ... 98
Tabel 4. Cakupan Pelayanan Persampahan (sebagai informasi): ... 99
Tabel 5. Identifikasi permasalahan genangan dan Indikasi Penanganan Genangan (sebagai Informasi) ... 100
Tabel 6. Opsi Teknologi penanganan genangan (sebagai Informasi): ... 100
Tabel 7. Instrumen Pemeriksaan Perhitungan Volume ... 100
Tabel 8. Contoh Analisis Volume dan Biaya Air Limbah ... 101
Tabel 9. Contoh Analisis Volume dan Biaya Persampahan ... 102
Tabel 10. Analisis lintas kabupaten/kota ... 104
Tabel 11. Rekapitulasi Arah Kebijakan ... 106
Tabel 12. Rekaputulasi indikasi rencana program prioritas ... 107
Tabel 13. Contoh RKPD ... 108
Tabel 14. PP 38 tentang urusasn Ke - PU an ... 109
Tabel 15. RKPD yang dituangakan dalam KUA ... 115
Tabel 16. Sinkronisasi MPS dengan RKPD Tahunan ... 126
Tabel 17. Urusan Ke - PU an Terkait sanitasi ... 127
DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Peta Profil Sanitasi Provinsi Kalimantan Timur ... 103
Gambar 2. Penyusunan Rancangan Akhir RKPD Provinsi ... 116
Gambar 3. Penyusunan Rancangan Akhir RKPD Kabupaten/kota ... 116
Gambar 4. Bagan Alur Tahapan Penyusunan Renja SKPD Provinsi ... 121
Gambar 5. Bagan Alur Tahapan Penyusunan Renja SKPD Kabupaten/Kota ... 122
Daftar Isi v DAFTAR SINGKATAN
ABB : Alat Bantu Belajar
APBD : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN : Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional BPS : Buku Putih Sanitasi (Sanitation White Book)
BT : Bahan Tayang
CF : City Facilitator
CSR : Corporate Social Responsibily
DPKAD : Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
EHRA : Environment and Health Risk Assessment IPLT : Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja KKL : Kerangka Kerja Logis
KUA : Ketentuan Umum Anggaran
LK : Lembar Kerja
MonEv : Monitoring and Evaluation MPS : Memorandum Program Sanitasi Panggar : Panitia Anggaran
PF : Provincial Facilitator
PIU : Programme Implementation Unit
PIU-AE : Programme Implementation Unit Advocacy and Empowerent
PIU-IF-CBT : Programme Implementation Unit Institutional and Funding Capacity Building and Training
PIU-T : Programme Implementation Unit Technical PMU : Programme Management Unit
POKJA : Kelompok Kerja (Working group)
PPSP : Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman
QA : Quality Assurance
RKPD : Rencana Kerja Pemerintah Daerah
RPJMD : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMN : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RSP : Roadmap Sanitasi Provinsi
RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah SE : Surat Edaran (Circular Letter) SK : Surat Keputusan (Decision Letter) SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah
SPM : Standar Pelayanan Minimum (Minimum Services Standard) SSK : Strategi Sanitasi Kota (City Sanitation Strategy)
ToR : Term of Reference
Tupoksi : Tugas Pokok dan Fungsi
USDP : Urban Sanitation Development Program
vi Daftar Isi
Pendahuluan 1
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
Pelaksanaan Memorandum Program Sanitasi MPS, merupakan sebuah aktivitas penting dalam program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Aktivitas tersebut dilaksanakan setelah proses penyusunan dokumen Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota selesai dilaksanakan. Urgensitas MPS senantiasa menjadi tahap krusial karena terkait dengan jaminan pendanaan bagi pembangunan sanitasi yang diprioritaskan oleh Kabupaten/Kota.
Draft memorandum program yang telah diselesaikan oleh Kabupaten/Kota hingga tahun 2014 berjumlah 324 Kabupaten/Kota. Draft MPS tersebut berisikan tentang rencana kegiatan prioritas sanitasi yang akan dikembangkan atau diimplementasikan di masing-masing kabupaten/kota, termasuk diantaranya mencakup rencana usulan sumber pendanaan yang dimungkinkan guna mendanai program kegiatan prioritas tersebut.
Peran strategis pemerintah provinsi dalam memfasilitasi tindak lanjut draft MPS kabupaten/kota adalah membantu realisasi atau implementasi program prioritas dari masing-masing kabupaten/kota agar dapat terdanai melalui pendanaan pusat, provinsi, maupun sumber pendanaan lainnya. Peran strategis pemerintah provinsi ini diwujudkan melalui serangkaian pelaksanaan Lokakarya MPS.
Pelaksanaan Lokakarya MPS oleh pemerintah provinsi mencakup 3 tahap, yaitu : fasilitasi pra lokakarya MPS, fasilitasi lokakarya MPS, dan fasilitasi paska MPS. Pelaksanaan setiap tahapan lokakarya MPS ini dilaksanakan oleh Pokja Sanitasi Provinsi dengan dukungan pendanaan operasional rutin yang teralokasi untuk pokja sanitasi provinsi.
Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 660/4919/SJ tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Program PPSP di Daerah, dimana telah memandatkan pemerintah provinsi melalui Pokja Sanitasi Provinsi untuk melaksanakan Lokakarya Memorandum Program Sanitasi (Lokakarya MPS) guna membantu mempercepat implementasi kegiatan program prioritas kabupaten/kota.
Untuk mendukung hal tersebut diatas, modul pelatihan lokakarya MPS ini disusun guna meningkatkan kapasitas dari Pokja Sanitasi Provinsi untuk melakukan berbagai tahapan lokakarya MPS secara tepat, profesional, dan sesuai dengan kaidah-kaidah peraturan atau ketentuan yang berlaku.
2. Tujuan
Modul Pelaksanaan Pelatihan Lokakarya Memorandum Program Sanitasi di Provinsi, disusun dengan tujuan utama adalah sebagai panduan bagi fasilitator atau pelatih dalam melakukan pelatihan pelaksanaan lokakarya MPS. Modul pelatihan ini dirancang sebagai pegangan pihak-pihak terkait dalam melatih buku “Pedoman Tatacara Pelaksanaan Lokakarya MPS di Provinsi”. Modul ini juga dapat digunakan sebagai acuan dalam mendesiminasikan bahan-bahan terkait MPS guna lebih mendalami proses pelaksanaan lokakarya MPS di provinsi.
3. Pengguna Sasaran
Pengguna sasaran modul ini adalah :
• PMU/PIU PPSP sebagai pengelola program PPSP di tingkat pusat.
• Para pihak yang diberi mandat oleh PMU/PIU PPSP untuk melatih.
2 Pendahuluan
4. Penjelasan Isi Modul
Modul pelatihan pelaksanaan Lokakarya MPS ini disusun secara utuh dan lengkap yang berguna bagi fasilitator / pelatih untuk memandu proses belajar tentang pelaksanaan lokakarya MPS di Provinsi.
Modul pelatihan ini terdiri dari 3 (tiga) bagian utama yang harus dipahami setiap fasilitator/pelatih, yakni: (1) Rencana Pelatihan; (2) Bahan Tayang; (3) Bahan Serahan dan Lembar Kerja. Masing-masing diuraikan sebagai berikut :
Bagian 1: Rencana Pelatihan, memuat tentang rencana pelatihan setiap sesi yang mencakup kompetensi latihan, pokok bahasan, alokasi waktu pembelajaran, serta rencana pembelajaran. Pada bagian ini memberikan gambaran tentang proses pelatihan secara utuh di setiap sesi serta bagaimana cara memfasilitasi agar seluruh pokok bahasan dapat dibahas dan dipahami oleh warga belajar atau peserta pelatihan. Pelatih atau fasilitator dapat menggunakan bagian pertama sebagai acuan dalam membawakan seluruh proses pelatihan. Rencana pembelajaran berisi tentang isi pokok bahasan, tujuan yang akan dicapai, lama proses belajar, metode dan alat bantu belajar yang digunakan serta langkah memfasilitasi proses pembelajaran.
Bagian 2 : Bahan tayang, memuat materi yanag akan disampaiakan dalam bentuk power point (bahan tayang) sebagai bahan pelatih atau fasilitator dalam menyampaikan poin-poin pembelajaran atau materi yang perlu dipahami oleh peserta atau warga belajar.
Bagian 3 : Bahan serahan dan lembar kerja, memuat tentang bahan serahan yang dapat digunakan oleh pelatih atau fasilitator dalam memperkaya penguasaan materi serta digunakan peserta setelah pelatihan. Lembar kerja merupakan lembaran yang membantu proses pelatihan sebagai pendekatan pembelajaran orang dewasa berjalan lancar dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta terhadap materi pembelajaran.
5. Daftar Rujukan
Berikut ini adalah daftar rujukan dan bacaan awal yang harus dipahami dan dikuasai oleh fasilitator/pelatih sebelum memfasilitasi pelatihan pelaksanaan lokakarya MPS di Provinsi.
Sedangkan bagi calon peserta pelatihan diharapkan untuk menjadikan rujukan ini sebagai bahan dalam memperkaya pemahaman terhadap pelaksanaan lokakarya MPS di provinsi.
1. Pedoman Penyusunan Memorandum Program Sanitasi yang diterbitkan oleh Direktorat PPLP, Cipta Karya, Kementerian PU, Tahun 2013.
2. Pedoman Tata Cara dan Pelaksanaan Lokakarya MPS di Provinsi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Tahun 2013
3. Petunjuk Praktis Identifikasi Sumber dan Akses Pendanaan Sanitasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Tahun 2013
4. Buku Opsi dan Sistem Teknologi Sanitasi yang diterbitkan oleh ISSDP, Tahun 2009
5. Permendagri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Pendahuluan 3
6. Jadwal Pelatihan
WAKTU TOPIK NARASUMBER MODERATOR
HARI PERTAMA,
14.00 – 18.00 Registrasi Peserta/Check-in Panitia Penyelenggara 18.00 – 19.00 MAKAN MALAM
19.00 – 19.30 PEMBUKAAN MC
Laporan Ketua Panitia Ketua Panitia
Sambutan Pembukaan Direktur Jenderal Bina
Pembangunan Daerah, Kemdagri.
Pembacaan Do’a Panitia Penyelenggara
19.30 - 21.00 Keynote Speech
Lokakarya MPS dalam rangka peningkatan alokasi APBD untuk pembangunan sanitasi
Direktur Perencanaan Pembangunan Daerah, Kemdagri
Kasi Lingkungan Perkotaan 21.00 – 21.15 Rehat Kopi
HARI KEDUA,
08.30 – 11.30 Diskusi Panel: Kasi Lingkungan
Perkotaan, Kemdagri 1. Optimalisasi pendanaan
pembangunanan sanitasi dari DAK dan berbagai sumber dalam Lokakarya MPS
Direktur Perumahan dan Permukiman, Bappenas.
2. Peran Pokja Provinsi dalam
pelaksanaan lokakarya MPS Direktur Penataan Perkotaan, Ditjen Bina Bangda, Kemdagri.
3. Lokakarya MPS sebagai sarana advokasi peningkatan besaran anggaran pembangunan sanitasi.
Direktur Penyehatan Lingkungan, Kemkes.
4. Kebijakan Kementrian PU dalam
pelaksanaan pembangunan sanitasi. Direktur Pengembangan PLP, Kem PU.
11.30 – 12.30 Penjelasan alur pelatihan dan dinamika
kelas Curah pendapat
Game PIU KP
12.30 - 13.30 ISHOMA
13.30 - 15.30 PPSP dan Perencanaan formal
• Siklus perencanaan dan penganggaran formal
• Peran Roadmap Sanitasi Provinsi berkaitan dengan Lokakarya MPS
Kasubdit Penataan Kota
Besar dan Metropolitan Kasi Sarana dan Prasarana, Kemdagri
15.30 - 16.00 REHAT KOPI
16.00 - 17.30 Pengantar Lokakarya MPS
• Latar belakang, dasar hukum, dan arti penting
• Manfaat lokakarya MPS
• Tata cara pelaksanaan lokakarya MPS
Fasilitator:
1. PIU KP
17.30 - 19.00 ISHOMA HARI KETIGA,
08.30 – 10.30 Pra lokakarya MPS (Verifikasi)
• Penjelasan proses verifikasi
• Penjelasan studi kasus dan format verifikasi
• Praktek melakukan verifikasi draft MPS
Fasilitator Utama:
1. PIU Teknis Fasilitator:
1. PIU Teknis 2. PIU AE 3. PMU 4. PIU KP
4 Pendahuluan
WAKTU TOPIK NARASUMBER MODERATOR
10.30 – 10.45 REHAT KOPI
10.45 – 12.30 Lanjutan pra lokakarya (Verifikasi)
• Pembahasan hasil verifikasi
• Presentasi kelompok
Fasilitator Utama:
1. PIU Teknis Fasilitator:
1. PIU Teknis 2. PIU AE 3. PMU 4. PIU KP 12.30 – 13.30 ISHOMA
13.30 – 15.00 Lanjutan Verifikasi tahap pra lokakarya
MPS Fasilitator utama :
PIU Teknis Fasilitator kelompok : idem 15.00 – 15.15 REHAT KOPI
15.15 – 17.30 Pra Lokakarya (sinkronisasi)
• Penjelasan proses sinkronisasi
• Praktek sinkronisasi dengan roadmap sanitasi provinsi
• Praktek sinkronisasi dengan RPJMD / APBD provinsi
• Praktek sinkronisasi dengan RPJMN/
APBN
• Praktek sinkronisasi dengan sumber dana lainnya
Fasilitator:
1. PIU KP Fasilitator kelompok:
1. PIU Teknis 2. PIU AE 3. PMU 4. PIU KP
17.30 – 19.00 ISHOMA
19.00 – 21.00 Lanjutan Sinkronisasi tahap pra lokakarya
MPS Fasilitator utama :
idem Fasilitator kelompok : Idem HARI KEEMPAT
08.30 – 10.00 Lanjutan pra lokakarya (sinkronisasi)
• Pembahasan hasil sinkronisasi
• Presentasi kelompok
Fasilitator utama : idem
Fasilitator kelompok: idem 10.00 – 10.15 REHAT KOPI
10.15 – 11.30 Pelaksanaan Lokakarya MPS
• Penjelasan pelaksanaan lokakarya
• Simulasi pelaksanaan lokakarya MPS MPS
Fasilitator:
1. PIU KP Fasilitator kelompok:
1. PIU Teknis 2. PIU AE 3. PMU 4. PIU KP 11.30 – 13.30 ISTIRAHAT
13.30 – 15.30 Lanjutan pelaksanaan Lokakarya MPS Fasilitator:
1. PIU KP Fasilitator kelompok:
Idem 15. 30 – 15.45 REHAT KOPI
15.45 – 17.30 Paska Lokakarya MPS Fasilitator:
1. PMU
Pendahuluan 5
WAKTU TOPIK NARASUMBER MODERATOR
Fasilitator kelompok:
1. PIU Teknis 2. PIU AE 3. PIU KP 4. PMU 17.30 – 19.30 ISTIRAHAT
19.30 – 21.00 Lanjutan Simulasi Paska Lokakarya MPS Fasilitator:
1. PMU Fasilitator kelompok:
1. PIU Teknis 2. PIU AE 3. PIU KP 4. PMU HARI KELIMA
08.30 – 10.00 Rencana Tindak Lanjut. Fasilitator:
1. PIU KP
10.00 – 11.00 Penutupan. Direktur Penataan
Perkotaan, Kemdagri
Kasi Lingkungan Perkotaan, Kemdagri 12.00 Check out peserta.
6 Pendahuluan
Bagan 1. Rencana Pelatihan 7 Evaluasi
RTL
POST TEST
PENUTUPAN
BAGIAN 1. RENCANA PELATIHAN
1. Alur Pelatihan Lokakarya MPS
PEMBUKAAN
PRE TEST
MEMBANGUN KOMITMEN BELAJAR (BLC)
Materi Dasar : (Kebijakan)
1. Optimalisasi pendanaan pembangunanan sanitasi dari DAK dan berbagai sumber dalam Lokakarya MPS
2. Peran Pokja Provinsi dalam pelaksanaan lokakarya MPS 3. Lokakarya MPS sebagai sarana
advokasi peningkatan besaran anggaran pembangunan sanitasi.
4. Kebijakan Kementrian PU dalam pelaksanaan pembangunan Metode : Ceramah dan Tanya jawab
Materi Inti : (Wawasan dan keterampilan) 1. PPSP dan perencanaan formal 2. Pengantar Lokakarya MPS
3. Verifikasi dalam Pra Lokakarya MPS 4. Sinkronisasi dalam Pra Lokakarya MPS 5. Pelaksanaan Lokakarya MPS
6. Paska Lokakarya MPS
Metode: Ceramah/Paparan singkat, Tanya jawab, curah
pendapat, diskusi kelompok, penugasan, simulasi, diskusi pleno, studi kasusu dan permainan.
8 Bagan 1. Rencana Pelatihan
2. Pokok Bahasan
NO POKOK BAHASAN WAKTU (MENIT)
1. Sub Modul 1 : PPSP dan Perencanaan Formal 120’
2. Sub Modul 2 : Pengantar Lokakarya MPS 90’
3. Sub Modul 3 : Pra Lokakarya MPS (Verifikasi) 330’
4. Sub Modul 4 : Pra Lokakarya MPS (Sinkronisasi) 330’
5. Sub Modul 5 : Pelaksanaan lokakarya 225’
6. Sub Modul 6 : Paska lokakarya 225’
7. Sub Modul 7 : Rencana tindak lanjut 90
Jumlah Waktu 1.410’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 9
3. Rencana Pembelajaran
Sub Modul 1 : PPSP dan Perencanaan Formal
POKOK BAHASAN : 1. Perencanaan PPSP di kabupaten/kota 2. Siklus perencanaan formal
3. Roadmap sanitasi provinsi Ringkasan
Modul berikut ini merupakan sub modul pelatihan untuk menjelaskan tentang proses dan produk perencanaan PPSP di kabupaten/kota, siklus perencanaan formal di pusat dan daerah, roadmap sanitasi provinsi. Pembahasan materi tentang proses pelaksanaan PPSP di kabupaten kota dan produk yang dihasilkan di setiap tahapan, siklus perencanaan formal baik di tingkat kabupaten/kota dan provinsi serta pusat dan terakhir diulas tentang peran roadmap sanitasi provinsi sebagai perencanaan sanitasi di provinsi yang berkaitan dengan lokakarya MPS.
Tujuan Umum : Peserta paham proses dan produk PPSP dan siklus perencanaan formal.
Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Menjelaskan proses perencanaan PPSP 2. Menjelaskan produk perencanaan PPSP 3. Menjelaskan siklus perencanaan di daerah 4. Menjelaskan siklus perencanaan pusat
5. Menjelaskan roadmap sanitasi berkaitan dengan lokakarya MPS
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Curah pendapat 4. Diskusi
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pedoman lokakarya MPS 6. Bahan tayang
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : PPSP dan perencanaan formal 2. Bahan bacaan
Waktu Yang Dibutuhkan : 90 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator memperkenalkan diri, menyampaikan
tujuan pembelajaran dan waktu yang diperlukan. Ceramah Laptop 5’
2 Ajukan pertanyaan pemancing kepada peserta :
• Apa yang anda ketahui tentang PPSP?
• Apa yang anda ketahui tentang siklus perencanaan formal?
Curah
pendapat Kertas filpchard Spidol
10’
3 Sampaikan materi menggunakan bahan tayang PPSP dan perencanaan formal yang berisi konsep PPSP, proses dan produk PPSP, siklus perencanaan formal di daerah dan pusat. Tekankan pembahasan pada proses dan produk PPSP.
Mini
presentasi Laptop BT pengantar roadmap
50’
10 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu Berikan kesempatan peserta untuk bertanya atau
menanggapi.
4 Setelah proses tersebut diatas selesai, fasilitator mencoba melihat capaian pengetahuan peserta, dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta secara acak:
1. Apa kaitan BPS-SSK-MPS ?
2. Mengapa perencanaan PPSP harus terintegrasi dengan perencanaan formal di daerah?
3. Mengapa harus ada roadmap sanitasi provinsi, padahal provinsi telah memiliki RPJMD Provinsi?
4. Apa saja manfaat roadmap sanitasi provinsi dikaitkan dengan BPS-SSK-MPS Kab/kota ?
Kemudian fasilitator menutup sesi dengan memberikan catatan penting seputar sesi yang telah dilakukan.
Diskusi Tanya jawab
Hasil belajar 25’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 11
Sub Modul 2 : Pengantar Lokakarya MPS
POKOK BAHASAN : 1. Latar Belakang dan Dasar Hukum 2. Arti Penting
3. Manfaat
4. Tata Cara Lokakarya Ringkasan
Modul berikut ini merupakan modul pelatihan untuk menjelaskan tentang konsep lokakarya MPS kepada peserta. Pembahasan materi tentang kenapa perlu ada lokakarya MPS di Provinsi, ketentuan hukum, arti penting dan manfaat. Pembahasan mendalam tentang pelaksanaan lokakarya MPS dalam struktur penyusunan MPS dan keterkaitan antara keduanya, terakhir dibahas proses pelaksanaan lokakarya MPS. Praktek penyusunan rencana kerja.
Tujuan Umum : Peserta paham konsep lokakarya MPS Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
Menjelaskan kenapa perlu ada lokakarya MPS Menjelaskan definisi dan arti pening
Menjelaskan manfaat dan bagaimana proses pelaksanaan lokakarya MPS
Keterkaitan lokakarya MPS dengan proses penyusunan draft MPS di kabupaten/kota.
Kesepakatan rencana kerja pelaksanaan lokakarya MPS Metode Pembelajaran : 1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Sharing pengalaman 4. Diskusi
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pedoman lokakarya MPS 6. Bahan tayang
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : konsep lokakarya MPS 2. Bahan bacaan
Waktu Yang Dibutuhkan : 120 menit Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator memperkenalkan diri, menyampaikan
tujuan pembelajaran dan waktu yang diperlukan. Ceramah Laptop 5’
2 Ajukan pertanyaan pemancing kepada peserta “apa itu MPS? Kenapa perlu dilaksanakan lokakarya MPS?
Apa manfaatnya?”
Minta peserta menulis jawabananya di kertas metaplan (satu metaplan untuk satu jawaban) minta peserta maju dan menempelkan di kain rekat yang tersedia.
Bahas jawaban peserta dan beri kesimpulan atas jawaban seluruh peserta.
Jawaban peserta untuk memberikan gambaran seberapa dalam peserta mengetahui tentang MPS dan lokakarya MPS.
Curah
pendapat Kertas flipchard Spidol
20’
3 Sampaikan materi menggunakan bahan tayang Mini Laptop 20’
12 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu pengantar lokakarya MPS (pengertian, arti penting,
dasar hukum dan kenapa perlu lokakarya MPS).
Kedalaman pembahasan disesuaikan dengan hasil kompilasi jawaban peserta. Tekankan pada hal-hal yang belum diketahui peserta. Lanjutkan pembahasan tentang proses penyusunan MPS di kab/kota dan pelaksaksanaan lokakarya MPS.
Tekankan pembahasan pada posisi lokakarya MPS.
Berikan kesempatan peserta untuk bertanya atau menanggapi.
presentasi BT pengantar roadmap
4 Pembahasan tentang proses pelaksanaan lokakarya MPS dilanjutkan apabila peserta sudah paham tentang kenapa lokakarya MPS perlu dilakukan.
Gunakan bahan tayang yang sama dengan di atas jelaskan tentang proses lengkap lokakarya, siapa yang melakukan, dan bagaimana melakukan.
Mini presentasi Curah pendapat
Laptop 25’
5 Fasilitasi diskusi kelompok di setiap provinsi untuk menyusun jadwal dan pembagian tugas pelaksanaan lokakarya MPS
Diskusi Lembar rencana kerja Proses
30’
6 Fasilitasi diskusi pleno. Pilih beberapa provinsi untuk menyampaikan rencana kerja dan pembagian tugas, beri kesempatan peserta untuk menanggapi
Diskusi
pleno flipchart 10’
7 Sebelum penutupan sesi, fasilitator mencoba capaian pemahaman peserta dengan mengajukan pertanyaan secara acak kepada peserta :
• Apa manfaat utama lokakarya MPS bagi kab/kota?
• Apa akibatnya bila lokakarya MPS tidak dijalankan oleh Provinsi ?
Kemudian, sampaikan kesimpulan hasil pembahasan sesi dengan menekankan arti penting lokakarya MPS.
Ceramah Kertas plano 10’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 13
Sub Modul 3 A : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Verifikasi)
POKOK BAHASAN : 1. Pengertiandan manfaat verifikasi 2. Proses dan pelaku verifikasi 3. Pengertian KKL
4. Pengertian Sidlacom 5. Analisis volume dan biaya 6. Analisa lintas wilayah Ringkasan
Modul berikut ini merupakan modul II pelatihan lokakarya MPS dengan pokok bahasan Verifikasi sebagai bagian dari tahap pra lokakarya MPS. Rencana pembelajaran ini akan berisi tentang tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, waktu yang diperlukan dalam memfasilitasi serta langkah pembelajaran yang dilakukan. Buku pedoman tatacara pelaksanaan lokakarya MPS di Provinsi dan petunjuk praktis penyusunan MPS menjadi bagian tidak terpisahkan dari modul ini.
Verifikasi merupakan tahapan untuk mengecek kelengkapan program dan kegiatan yang ada dalam draft MPS sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penjelasan secara jelas tentang apa dan bagaimana proses verifikasi, yang terdiri dari kerangka kerja logis, sidlacom dan volume biaya.
Verifikasi menjadi langkah penting dalam menghasilkan program dan kegiatan yang berkualitas.
Tujuan Umum : Peserta paham proses dan langkah verifikasi Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Menjelaskan pengertian dan manfaat verifikasi 2. Menjelaskan proses dan pelaku verifikasi 3. Menjelaskan KKL
4. Menjelaskan sidlacom
5. Menjelaskan perhitungan volume dan biaya 6. Menjelaskan analisis lintas wilayah.
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Contoh kasus
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pedoman lokakarya MPS 6. Bahan tayang
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : verifikasi
2. Bahan tayang KKL, sidlacom dan volume dan biaya 3. Bahan serahan contoh perhitungan volume dan biaya Waktu Yang Dibutuhkan : 120 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator memperkenalkan diri, menyampaikan
tujuan pembelajaran dan proses pembahasan materi
Ceramah Laptop 5’
2 Fasilitator menjelaskan tentang proses pra lokakarya, serta masuk ke verifikasi tentang pengertian dan proses verfikasi serta siapa yang melakukan. Ajukan pertanyaan siapa yang pernah melakukan dan bagaimana pengalamannya.
Ceramah Tanya jawab
Laptop Whiteboard Spidol
10’
14 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 3 Lanjutkan penjelasan analisa KKL terutama tentang
pengertian, kenapa perlu dilakukan, apa manfaatnya, bagaimana melakukan dan perangkat yang diperlukan.
Bahas bersama contoh bagaimana melakukan analisa KKL. Ajukan pertanyaan untuk klarifikasi pemahaman peserta.
Ceramah Tanya jawab Studi kasus
Laptop BT KKL Lembar kerja KKL Kasus
25’
4 Pembahasan dilanjutkan dengan Sidlacom, sampaikan pengertian, manfaat dan alasan dilakukan. Berikan satu contoh kasus bagaimana melakukan pengecekan sidlacom dan bagaimana memperbaiki.
Ceramah Tanya jawab Studi kasus
Laptop BT Sidlacom Lembar sidlacom Kasus
program dari MPS
20’
5 Berikan pertanyaan sebagai refresh terkait dengan KKL atau sidlacom, apabila peserta masih bersemangat, lanjutkan penjelasan perhitungan volume dan biaya. Sampaikan pengertian, alasan, manfaat dan cara melakukan perhitungan volume dan biaya.
Berikan contoh bagaimana melakukan pengecekan perhitungan volume dan biaya. Berikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan klarifikasi.
Ceramah Tanya jawab Studi kasus
Laptop BT volume biaya Lembar perhitungan Kasus
30’
6 Jelaskan tentang analisa lintas wilayah, kenapa perlu dilakukan, manfaat dan keluaran proses tersebut.
Sampaikan cara melakukan pengecekan analisa lintas wilayah dan berikan contoh kasus. Berikan kesempatan keapda peserta untuk bertanya, apabila memungkinkan beri kesempatan untuk mencoba salah satu kasus analisa lintas wilayah.
Ceramah Tanya jawab Studi kasus
Laptop Bt analisa LW Kasus Peta PKN/PKW RTRW provinsi
25’
7 Sampaikan kesimpulan dari seluruh proses verifikasi, materi akan dilanjutkan dengan praktek melakukan verfikasi.
Ceramah Laptop 5’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 15
Sub Modul 3 B : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Praktek Verifikasi)
POKOK BAHASAN : 1. Penjelasan praktek verifikasi 2. Praktek verifikasi
3. Pembahasan hasil verifikasi 4. Kesimpulan
Ringkasan
Modul berikut ini merupakan bagian modul pelatihan lokakarya MPS dengan pokok bahasan praktek verifikasi sebagai bagian dari tahap pra lokakarya MPS. Rencana pembelajaran ini akan berisi tentang tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, waktu yang diperlukan dalam memfasilitasi serta langkah pembelajaran yang dilakukan. Buku pedoman tatacara pelaksanaan lokakarya MPS di Provinsi dan ptunujuk praktis penyusunan MPS menjadi bagian tidak terpisahkan dari modul ini.
Praktek verifikasi merupakan salah satu cara agar peserta mampu melakukan verifikasi setelah mendapatkan pengetahuan tentang verifikasi. Pengetahuan tentang kerangka kerja logis, sidlacom dan volume biaya dipraktekan berdasarkan pada kasus tertentu yang sudah disiapkan sebagai sarana praktek. Peserta dapat melakukan proses verifikasi secara langsung dan menemukan kesulitan dan hambatan untuk dicarikan pemecahan secara bersama-sama.
Tujuan Umum : Peserta mampu melakukan verifikasi Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Melakukan kompilasi program dan kegiatan
2. Melakukan pengecekan kerang kerja logis terhadap program prioritas
3. Melakukan pengecekan sidlacom
4. Melakukan pengecekan perhitungan volume dan biaya 5. Melakukan analisa lintas wilayah
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Studi kasus 3. Diskusi kelompok 4. Diskusi pleno
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pensil 6.
Kertas metaplan Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : penjelasan tugas 2. Lembar kerja verifikasi
3. Lembar kerja perhitungan volume dan biaya 4. RT/RW
Waktu Yang Dibutuhkan : 120 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator menyampaikan tujuan dan proses
pembelajaran. Peserta dibagi dalam kelompok @ 6-10 orang tergantung jumlah peserta dalam kelas.
Jelaskan tugas kelompok, hasil yang harus dipresentasikan dan lama diskusi. Persilahkan peserta untuk masuk ke kelompok dan mulai berdiskusi. Beri tugas setiap kelompok untuk verifikasi satu komponen di 3-5 kabupaten/kota di provinsi yang sama.
Ceramah Tanya jawab
Laptop 15’
16 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 2 Praktek kerja kelompok
Dampingi proses diskusi kelompok untuk melakukan pemilihan program prioritas, pengecekan KKL, pengecekan sidlacom, pengecekan perhitungan volume dan biaya dan analisis lintas wilayah (lebih jelasnya lihat bahan tayang verifikasi dan buku pedoman lokakarya).
Proses diskusi selelesai apabila kelompok menghasilkan program prioritas yang lengkap, program skala komunal, kawasan, kota dan regional.
Studi kasus
Praktek Draft MPS Lembar kerja Kertas plano
50’
3 Pembahasan hasil kerja kelompok
Fasilitasi proses diskusi pleno, persilahkan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja dan pembahasan selama @10 menit per kelompok.
Tanyakan kepada setiap kelompok kesulitan yang ditemukan dan masukan untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Presentasi Tanya jawab
Kertas plano
Laptop 45’
4 Kesimpulan Fasilitasi proses
Bagan 1. Rencana Pelatihan 17
Sub Modul 4 A : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Sinkronisasi)
POKOK BAHASAN : 1. Pengertian dan manfaat sinkronisasi 2. Proses dan pelaku sinkronisasi
3. Sinkronisasi program kegaitan dengan roadmap
4. Sinkronisasi program kegiatan dengan sumber dana APBD provinsi
5. Sinkronisasi program kegiatan dengan sumber dana APBN
6. Sinkronisasi program kegiatan dengan swasta Ringkasan
Modul berikut ini merupakan bagian dari modul pelatihan lokakarya MPS untuk menjelaskan tentang sinkronisasi sebagai bagian dari proses pra lokakarya MPS. Pembahasan materi fokus pada pada pengertian dan manfaat sinkronisasi, proses dan pelaku sinkronisasi, sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan.
Tujuan Umum : Peserta paham konsep sinkronisasi Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Menjelaskan pengertian dan manfaat sinkronisasi 2. Menjelaskan proses dan pelaku sinkronisasi
3. Menjelaskan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan pemerintah
4. Menjelaskan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan non pemerintah.
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Tanya jawab
3. Sharing pengalaman
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1 Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Pedoman lokakarya MPS
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : konsep sinkronisasi 2. Bahan bacaan proses sinkronisasi Waktu Yang Dibutuhkan : 90 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator memperkenalkan diri dan
menyampaikan pengantar materi. Ceramah 5’
2 Fasilitasi penjelasan tentang konsep sinkronisasi menggunakan bahan tayang yang ada. Jelaskan secara rinci tentang proses sinkronisasi program kegiatan dengan berbagai sumber pendanaan.
Berikan kesempatan untuk bertanya atau konformasi terhadap materi.
Mini presentasi Tanya jawab
Laptop
BT 35’
3 Ajukan pertanyaan kepada peserta dengan pertanyaan kunci:
“Bagaimana pengalaman bapak dan ibu dalam melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan diluar sanitasi?”
Sharing
pengalaman Flipchart Pertanyaan kunci
40’
18 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu
“Bagaimana pengalaman bapak dan ibu dalam melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan sanitasi?”
Catat jawaban peserta sebagai bahan pembelajaran bersama tentang proses sinkronisasi. Berikan tanggapan sebagai upaya menarik kesimpulan.
4 Sampaikan kesimpulan dari proses pembahasan sinkronisasi, beri kesempatan peserta untuk menanggapi, dan samppaikan bahwa materi sinkronisasi akan dilanjutkan dengan praktek.
Ceramah Tanya jawab
Papan tulis
Spidol 10’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 19
Sub Modul 4 B : Pelaksanaan Pra Lokakarya (Praktek Sinkronisasi)
MODUL : Lokakarya MPS
POKOK BAHASAN : 1. Penjelasan praktek sinkronisasi 2. Pembagian kelompok
3. Penjelasan praktek dalam kelompok 4. Pendampingan kelompok
5. Pembahasan hasil praktek dalam pleno Ringkasan
Modul berikut ini merupakan modul pelatihan pelaksanaan lokakarya MPS yang menjelaskan tentang bagaiman melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan berbagai sumber pendanaan.
Pembahasan materi fokus pada praktek melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan provinsi, pusat dan lainnya berdasarkan pada penjelasan di sesi sebelumnya.
Pengalaman peserta yang beragam dalam proses sinkronisasi menjadi sumber daya yang melengkapi proses praktek.
Tujuan Umum : Peserta mampu melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan
Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Mampu melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan prioritas wilayah.
2. Mampu melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan kebijakan provinsi.
3. Mampu melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan sumber pendanaan provinsi, pusat dan swasta.
4. Mampu menemukan kesulitan dalam melakukan sinkronisasi dan mendapatkan solusi mengatasi kesulitan tersebut.
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Studi kasus 4. Diskusi kelompok 5. Diskusi pleno
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pedoman lokakarya MPS 6. Draft MPS kabupaten/kota yang berkualita 6. RTRW 7. Roadmap 8. RPJMD
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : pengantar praktek 2. Bahan Serahan : materi sinkronisasi 3. Lembar kerja : lembar kerja sinkronisasi Waktu Yang Dibutuhkan : 150 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator menyampaikan pengantar praktek
sinkronisasi, pembagian kelompok dan penjelasan tugas tiap kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 6 – 10 orang tergantung jumlah peserta.
Ceramah Tanya jawab
Laptop
Kertas kerja 15’
20 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu Satu kelompok didampingi oleh 1-2 orang
fasilitator yang mendampingi dan membantu proses diskusi di setiap kelompok.
2 Diskusi kelompok
Setiap kelompok mendiskusikan satu komponen (sampah, air limbah, drainase dan PHBS sanitasi di 3-4 kab/kota di satu provinsi sesuai dengan kasus yang disediakan oleh fasilitator kelompok.
Fasilitator kelompok memulai diskusi dengan memfasilitasi petugas kelompok (ketua, sekretaris dan juru bicara) dilanjutkan dengan penjelasan tugas kelompok dan kasus yang akan didiskusikan.
Diksusi
kelompok Kasus program dari draft MPS
Roadmap RTRW RPJMD RPPJMN Lembar kerja
75’
3 Diskusi pleno
Fasilitator memfasilitasi presentasi setiap kelompok, masing-masing kelompok diberi kesempatan 10 menit (6 menit presentasi dan 4 menit tanya jawab). Proses diskusi mengerucut pada berapa jumlah program dan pendanaan bersumber provinsi dan berapa jumlah program dan pendanaan bersumber pusat, serta pembelajaran proses sinkronisasi.
Presentasi Tanya jawab
Laptop Hasil kerja kelompok
50’
4 Kesimpulan
Fasilitasi kesimpulan hasil pembelajaran dengan cara tanyakan :
• Apa kesulitan dalam melakukan sinkronisasi?
• Mungkinkah pokja melakukan sinkronisasi di daerah?
Sampaikan terimakasih.
Tanya
jawab Flipchart
Spidol 10’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 21
Sub Modul 5 A : Pelaksanaan Lokakarya MPS
POKOK BAHASAN : 1. Penjelasan lokakarya MPS 2. Persiapan lokakarya MPS
3. Proses dan pelaku lokakarya MPS Ringkasan
Modul berikut ini merupakan modul pelatihan untuk menjelaskan tentang proses pelaksanaan lokakarya dalam melakukan lokakarya MPS kepada peserta, modul ini dibagi dalam dua rencana pembelajaran yaitu penjelasan dan simulasi. Pada sesi ini pembahasan materi fokus pada kenapa perlu ada lokakarya MPS, ketetuan hokum yang memayugi lokakakarya MPS, arti penting dan manfaat serta terakhir proses pelaksanaan lokakarya MPS.
Tujuan Umum : Peserta paham konsep lokakarya MPS Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Menjelaskan kenapa perlu ada lokakarya MPS 2. Menjelaskan definisi dan arti penting
3. Menjelaskan manfaat dan bagaimana proses pelaksanaan lokakarya MPS
4. Menjelaskan keterlibatan berbagai pihak dalam lokakarya MPS
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Tanya jawab
3. Sharing pengalaman
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pedoman lokakarya MPS 6. Bahan tayang
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang : pelaksanaan lokakarya MPS 2. Lembar Kerja
Waktu Yang Dibutuhkan : 60 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator memperkenalkan diri dan menyampaikan
pengantar sesi pembelajaran Ceramah Spidol 5’
2 Pandu curah pendapat tentang pelaksanaan lokakarya MPS dengan pertanyaan :
• Apa yang anda ketahui tentang lokakarya MPS?
• Mengapa lokakarya MPS perlu dilakukan?
• Bagaimana membangun kesepakatan?
Minta peserta melakukan diskusi berpasangan atau tiga orang bersama dan menuliskan jawaban hasil diskusi tersebut di kertas metaplan yang tersedia.
Minta peserta maju dan menempelkan metaplan di kain rekat yang tersedia.
Bahas jawaban peserta dengan cara minta 3 orang peserta mengelompokkan jawaban soal 1, 2 dan 3 kemudian membacakan secara bergantian.
Curah
pendapat Spidol Kertas metapalan Kain rekat Lembar pertanyaan
25’
22 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 3 Fasilitator menjelaskan pelaksanaan lokakarya MPS
yang berisi tentang persiapan yang perlu dilakukan, bahan-bahan yang perlu disiapkan, proses pelaksanaan lokakarya dan hasil yang diharapkan dari lokakarya MPS.
Penekanan pembahasan disesuaikan dengan hasil curah pendapat dengan peserta, sehingga pemahaman peserta semakin meningkat.
Pembahasan dilanjutkan dengan simulasi pelaksanaan lokakarya MPS
Mini
presentasi Laptop 30’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 23
Sub Modul 5 B : Simulasi Pelaksanaan Lokakarya MPS
POKOK BAHASAN : 1. Penjelasan simulasi 2. Pembagian peran
3. Pendampingan praktek simulasi 4. Kesimpulan
Ringkasan
Modul berikut ini merupakan modul pelatihan untuk menjelaskan tentang proses pelaksanaan lokakarya dalam melakukan lokakarya MPS kepada peserta. Sesi menjadi bagian dari sesi pelaksanaan lokakarya MPS, dimana pembahasan materi fokus pada praktek pelaksanaan lokakarya MPS berdasarkan pada penjelasan pada sesi sebelumnya.
Tujuan Umum : Peserta mampu melakukan lokakarya MPS Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Melakukan persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan lokakarya MPS
2. Melakukan proses pelaksanaan lokakarya MPS 3. Mengawal pelaksanaan lokakarya MPS
Metode Pembelajaran : 1. Diskusi kelompok 2. Bermain peran
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart 5. Pedoman lokakarya MPS 6. Perangkat simulasi
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. BT 5. Pelaksanaan Lokakarya MPS Waktu Yang Dibutuhkan : 120 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode ABB Waktu
1 Fasilitator menyampaikan garis besar simulasi proses pelaksanaan lokarya MPS dari persiapan sampai pada lokakaryanya. Bagi peserta menjadi dua kelompok besar setiap kelompok diberi tugas :
• Mendiskusikan langkah persiapan pelaksanaan lokakarya MPS serta menuangkannya dalam daftar
• Mendiskusikan proses pelaksanaan lokakarya MPS dan bermain peran seakan-akan melakukan lokakarya MPS (30 menit per kelompok)
Silahkan peserta berdiskusi dalam kelompok masing-masing.
Ceramah Tanya jawab
Laptop
BT simulasi 15’
2 Diskusi kelompok persiapan simulai/bermain peran proses pelaksanaan lokakarya MPS.
Pandu proses diskusi sehingga setiap kelompok siap untuk melakukan simulasi pelaksanaan lokakarya MPS, sesuai dengan tugas di atas.
Diskusi
kelompok Kertas plano Metaplan Spidol
20’
3 Simulasi/bermain peran proses pelaksanaan lokakarya MPS oleh 2 kelompok.
Waktu masing-masing kelompok 30 menit. Saat
Simulasi Perangkat
simulasi 70’
24 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode ABB Waktu
kelompok satu bermain peran minta kelompok lain untuk mengamati dan mencatat kelebihan dan kekuarangan proses simulasi.
4 Pembahasan dan penutup
Bahas dari proses simulasi, minta peserta menuliskan dalam kertas metaplan yang berisi kelebihan dan kekurangan serta menempelkan pada kain rekat yang tersedia. Tarik kesimpulan tentang proses lokakarya MPS yang ideal menurut peserta. Akhir sesi pelaksanaan lokakarya MPS.
Curah pendapat seramah
Metaplan Spidol Kain rekat
15’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 25
Sub Modul 6 : Paska Lokakarya MPS
POKOK BAHASAN : 1. Penjelasan paska lokakarya MPS 2. Pengawalan sumber dana pemerintah 3. Pengawalan sumber dana non pemerintah Ringkasan
Modul berikut ini merupakan modul pelatihan untuk menjelaskan tentang proses yang harus dilakukan Paska Lokakarya yaitu setelah berlangsungnya pelaksanaan lokakarya MPS. Sesi pembahasan ini difokuskan pada apa, bagaimana dan output dari kegiatan Paska Lokakarya yang perlu dilakukan oleh pokja provinsi, kabupaten/kota dan Kementrian/Lembaga. Kesepakatan pendanaan yang telah dirumuskan pada lokakarya MPS perlu dilakukan pengawalan, baik yang bersumber pada sumber pendanaan pemerintah maupun donor atau swasta.
Tujuan Umum : Peserta dapat mengetahui proses, tahapan dan kegiatan penting yang perlu dilakukan pada tahap paska lokakarya MPS.
Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Menjelaskan definisi dan arti penting kegiatan paska lokakarya MPS
2. Menjelaskan proses, tahapan, dan kegiatan paska lokakarya MPS
3. Menjelaskan momentum pengawalan dalam siklus penganggaran pemerintah serta pendanaan donor/swasta.
Metode Pembelajaran : 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Diskusi kelompok 4. Diskusi pleno
Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Spidol warna 4. Flipchart Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Bahan Tayang: BT. 5 Pelaksanaan Paska lokakarya MPS 2. Lembar kerja: LK 4. Pengawalan dalam Paska Lokakarya
MPS Waktu Yang Dibutuhkan : 75 menit
Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 1 Fasilitator memperkenalkan diri dan menjelaskan
tujuan sesi. Uraian
Lisan - 2’
2 Fasilitator menjelaskan proses dan tahapan pelaksanaan kegiatan paska lokakarya MPS yang berisi tentang definisi, arti penting, proses dan pengawalan siklus perencanaan dan penganggaran sumber dana pemerintah serta proses pengawalan dengan sumber dana non pemerintah. Presentasi menggunakan bahan tayang yang tersedia dengan penekanan pada proses pengawalan.
Presentasi Laptop,
LCD, BT.5 15’
26 Bagan 1. Rencana Pelatihan
No. Uraian Metode Alat Bantu
Belajar Waktu 3 Setelah selesai mintalah masing-masing kelompok
sesuai dengan provinsinya masing-masing untuk membahas :
1. Upaya yang dapat dioptimalkan oleh Pokja Provinsi dalam menindaklanjuti kesepakatan lokakarya MPS mengacu pada siklus perencanaan dan penganggaran pemerintah provinsi dan pusat
?, Sebutkan momentum dan kegiatan yang harus dilakukan pokja serta para pihak yang dapat dilibatkan diluar anggota Pokja Prvinsi. Serta 2. Upaya Pokja yang dapat dioptimalksan untuk
menjaring pendanaan sanitasi dari sumber swasta.
Diskusi
Kelompok Laptop, LCD, BT. 5, LK. 4
25’
4 Kemudian minta setiap kelompok atau beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasilnya dan mintalah kelompok lain untuk menanggapi.
(fasilitator mencatat point penting tanggapan dan hasil diskusi pleno)
Presentasi Diskusi pleno
Laptop.
LCD, Hasil diskusi
kelompok
30’
5 Fasilitator menutup sesi ini dengan menyampaikan point penting hasil diskusi, terutama terkait dengan upaya yang harus dilakukan pokja dalam memanfaatkan momentum regular perencanaan dan penganggaran di provinsi dan pusat.
Catatan
fasilitator lisan 3’
Bagan 1. Rencana Pelatihan 27
Sub Modul 7 : Rencana Tindak Lanjut Paska Pelatihan
POKOK BAHASAN : Rencana Tindak Lanjut Paska Pelatihan
Ringkasan
Pokok bahasan berikut membahas tentang apa yang perlu dilakukan oleh peserta saat kembali ke lokasi masing-masing berdasarkan pada masukan yang diterima selama pelaksanaan pelatihan. Peserta di fasilitasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan sehingga lokakarya MPS dapat dilaksanakan di provinsi masing- masing disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah.
Pengisian rencana tindak lanjut dilakukan dalam diskusi kelompok menggunakan lembar kerja yang telah disiapkan.
Tujuan Umum : Rencana tindak lanjut penyusunan roadmap sanitasi provinsi disusun
oleh peserta
Tujuan Khusus Pembelajaran : Peserta memiliki kemampuan untuk:
1. Menyusun rencana kerja per provinsi dalam mengagendakan pelaksanaan tahapan Lokakarya MPSi dan penanggung jawab sesuai bidang ke-pokja-an.
Metode Pembelajaran : 1.Ceramah Tanya Jawab 2. Diskusi kerja kelompok 3. Presentasi Pleno Alat Bantu Belajar (ABB) : 1.Laptop 2. LCD 3. Metaplan 4. Spidol 5. Kertas Plano
Lembar kerja (LK), Bahan Tayang
(BT) & Bahan Serahan (BS) : 1. Lembar Kerja : LK. 4. Rencana Tindak Lokakarya MPS
Waktu Yang Dibutuhkan : 60 Menit
Langkah-langkah pembelajaran
NO. URAIAN METODE ABB WAKTU
1 Fasilitator membuka sesi dengan menjelaskan topik
dan tujuan sesi. Uraian lisan Lisan 2’
2 Fasilitator menjelaskan tentang pentingnya menindaklanjuti pelatihan ini setelah peserta kembali ke provinsinya masing-masing. Kemudian fasilitator membagikan kepada peserta lembar kerja rencana tindak, untuk didiskusikan oleh peserta per provinsi.
Presentasi LK. 5. Rencana Tindak Lanjut Lokakarya MPS 15’
3 Fasilitator memberikan kesempatan kepada peserta
untuk diskusi kelompok. Diskusi
kelompok Laptop, LCD, Kertas
Plano 30’
4 Fasilitator meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan minta peserta lain untuk menyimak. Mintakan input kelompok lain untuk kelompok yang melakukan presentasi.
Presentasi Diskusi
pleno
Laptop, LCD, Kertas
Plano 10’
5 Fasilitator menutup sesi dengan memberikan penekanan perlunya rencana tindak lanjut dilaksanakan.
Uraian lisan 3’
28 Bagan 1. Rencana Pelatihan
Bagian 2. Bahan Tayang 29
BAGIAN 2. BAHAN TAYANG
Bahan tayang 1. PPSP dan Perencanaan Formal
30 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 31
32 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 33
34 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 35
36 Bagian 2. Bahan Tayang
Bahan Tayang 2 Pengantar Lokakarya MPS
Bagian 2. Bahan Tayang 37
38 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 39
40 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 41
42 Bagian 2. Bahan Tayang
Bahan Tayang 3. Verifikasi Program dan Kegiatan DraftMPS
Bagian 2. Bahan Tayang 43
44 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 45
46 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 47
48 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 49
50 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 51
52 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 53
54 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 55
56 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 57
58 Bagian 2. Bahan Tayang
Bahan Tayang 4. SIDLACOM
Bagian 2. Bahan Tayang 59
60 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 61
62 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 63
Bahan Tayang 5. Sinkronisasi
64 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 65
66 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 67
68 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 69
70 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 71
72 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 73
74 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 75
Bahan Tayang 6. Pelaksanaan Lokakarya MPS
76 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 77
78 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 79
80 Bagian 2. Bahan Tayang
Bahan Tayang 7. Paska Lokakarya
Bagian 2. Bahan Tayang 81
82 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 83
84 Bagian 2. Bahan Tayang
Bagian 2. Bahan Tayang 85
86 Bagian 2. Bahan Tayang