BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Kemajuan teknologi pada era globalisasi saat ini berkembang semakin pesat. Bukan saja terjadi di media massa namun juga terjadi di media online. Menurut Ashadi Siregar (dalam Kurniawan, 2005: 20) media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (baca-komputer dan internet). Kemunculan teknologi digital dan internet pastinya akan memberikan dampak yang besar di segala bidang, terutama untuk sektor industri media massa.

Seiring dengan perkembangannya, media berevolusi dengan memunculkan media sosial sebagai sarana berkomunikasi secara global. Pada tahun 1998, Google diluncurkan. Google merupakan mesin pencari informasi yang revolusioner dengan mengenalkan sistem ranking untuk terhubung dengan website. Kemudian tahun 2001 Wikipedia di luncurkan, dan ditahun 2004 hingga 2006 merupakan awal media sosial facebook, skype, dan twitter diluncurkan. Kemunculan media sosial ini begitu menyita perhatian masyarakat tak hanya dunia namun juga di Indonesia.

Media online terus mengalami perkembangan, setelah meluncurkan media sosial dengan berbasis teks. Pada tahun 2005 Youtube diluncurkan.

Youtube merupakan media yang memungkinkan penggunanya menonton dan

berbagi video secara online. Sebelum kehadiran Youtube, masyarakat hanya bisa menikmati informasi audio-visual melalui televisi. Dengan kehadiaran televisi, informasi tersebar secara cepat dan luas ke berbagai daerah. Namun,

Youtube hadir dan berhasil mengalahkan televisi sebagai media informasi

(2)

2

Youtube yang dapat diakses melalui berbagai macam alat selain komputer seperti handphone, ataupun tablet.1

Sambutan khalayak terhadap Youtube dinilai sangat luar biasa. Pada November tahun 2007, YouTube menjadi “the most popular entertainment

website‟ di Britain, mengalahkan BBC website. Dan di awal 2008, YouTube

termasuk “top ten most visited websites‟ secara global. April 2008, lembaga riset pasar internet, ComScore, melansir bahwa 37% dari seluruh video di internet yang telah ditonton di United States, berasal dari YouTube, mengalahkan Fox Interactive Media yang hanya 4,2% (Burgess, 2009).

Tak hanya di luar negeri, di Indonesia Youtube menjadi urutan pertama dalam ranking media sosial teraktif yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia selama Juli 2017 hingga Januari 2018. Menurut data Hootsuite, konten yang beragam dan serta bentuk video yang bisa ditonton secara berulang-ulang menjadi alasan media sosial ini menjadi sebuah situs web yang paling banyak diakses. 2

Sejalan dengan sebuah riset yang pernah dilakukan oleh Jean Burgess dan Joshua Green (2007:38), mereka menggolongkannya menjadi dua konten video. Yang pertama adalah konten video yang berasal dari pengguna amatir

(usercreated content), dan yang kedua adalah yang berasal dari institusi media

tradisional. Dalam riset ini juga dikemukakan bahwa konten video yang berasal dari pengguna amatir cenderung didominasi oleh video blog (Vlog). 3

1 Swara, Eno Bening. 2014. Membedah Youtube Sebagai New Media Dengan Pemikiran Jean

Baudrillad. Dalam http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-05/S57164-Enobening%20Swara. Diakses 22 November 15.31 WIB.

2 https://www.brilio.net/wow/10-media-sosial-teraktif-di-indonesia-mana-yang-sering-kamu-pakai-180214v.html

3 Vlog (short for ‘video blog’) is an extremely prevalent form of ‘amateur’ video in YouTube. Typically

structured primarily around a monologue delivered directly to camera, characteristically these videos are produced with little more than a webcam and some witty editing. The subject matter ranges from reasoned political debate to impassioned rants about YouTube itself and the mundane details of everyday life.

(3)

3

Video-Blogging, atau yang biasa disingkat dengan istilah Vlog atau Vlogging ini merupakan sebuah kegiatan blogging dengan menggunakan medium video yang biasanya disertai bisa disertai teks dan audio sebagai sumber utama. Biasanya kegiatan vlog dilakukan dengan menggunakan sebuah kamera baik ponsel ataupun digital yang bisa untuk merekam si pemberi pesan atau yang biasa kita sebut dengan istilah Vlogger. Vlog sendiri dapat dibuat dalam bentuk rekaman suatu gambar atau rekaman yang dipotong-potong yang nantinya akan disatukan dalam sebuah aplikasi.

Vlog sendiri menurut Urban Dictionary merupakan sebuah video dokumentasi jurnalistik yang berada di dalam web yang berisi tentang hidup, pikiran, opini, dan ketertarikan. Selayaknya sebuah musik, vlog juga terdiri dari berbagai macam genre, mulai dari personal, diari, hingga yang berisi mengenai analisis atau penilaian terhadap isu-isu publik. Dari genre-genre tersebut kita bisa melihat bagaimana seorang vlogger akan menyampaikan pesan kepada khalayak. Khalayak akan dapat mengetahui tujuan mengapa seseorang membuat konten-konten dalam vlognya.

Sejarah vlog sendiri dimulai dari sesorang bernama Adam Kontras yang memposting sebuah video bersama dengan entri blognya pada tahun 2000. Dan di tahun yang sama pada bulan November, Adrian Miles memposting video yang mengubah teks pada gambar diam dan menggunakan kata vlog yang merujuk pada video blog yang ia posting. Kemudian di tahun 2004, Steve Garfield meluncurkan video blognya sendiri dan menyatakan bahwa tahun itu adalah tahunnya video blog. Sejak saat itu mulailah dikenal istilah vlog. Vlog meningkat popularitasnya di mulai awal tahun 2005.

Trend vlog di Indonesia baru dimulai sejak tahun 2014. Fenomena vlog saat ini memang sudah menjadi salah satu trend di kalangan remaja. Kebebasan berekspresi menjadi salah satu ciri utamanya. Dalam dunia vlog, mereka bebas untuk mengekspresikan diri mereka sesuai konten yang ingin

(4)

4

mereka sajikan. Sehingga, tak heran jika generasi muda adalah generasi yang dekat dengan dunia internet karena kemunculan internet juga berdampingan dengan lahirnya generasi muda saat ini dengan rentang usia 18-24 tahun (Fadhal, 2012:177). Top 10 Indonesian YouTubers menurut The Jakarta Globe menjelaskan bahwa vlogger yang sedang naik daun dan paling banyak diminati adalah anak-anak muda, dengan konten-konten mereka yang juga seputar anak muda, seperti percintaan, tutorial fashion dan make up, parodi, dan lain-lain. 4

Sadar atau tidak justru kebebasan berekspresi yang dimunculkan lewat vlog akhir-akhir ini malah menjadi trend tersendiri. Tutorial fashion dan

make-up menjadi salah satu konten yang paling banyak diminati oleh anak

muda di Indonesia. Di Indonesia kita mengenal Abel Cantika, Rachel Goddart, Sarah Ayu, dan Clairine Christabel sebagai seorang beauty vlogger. Namun, saat ini yang menjadi perbincangan yang menarik di dunia adalah munculnya trend dan gerakan Beauty boy. Konsep gerakan ini merupakan bentuk dobrakan terhadap konsep kecantikan yang ada. Make-up bukan hanya milik kaum wanita, kaum laki-laki juga berhak menutupi kekurangan mereka dengan make-up.

Pertengahan tahun 2016, vlogger dan sekaligus beauty boy asal Inggris, Jake Jamie menciptakan tagar #makeupisgenderless. Dibalik penampilannya yang maco dengan brewoknya, Jake memamerkan alisnya yang melengkung indah dan juga me-review berbagai produk kecantikan. Tujuan dari tagar ini adalah untuk menggeser streotipe bahwa make-up hanyalah untuk perempuan dan pria yang memakainya sudah pasti tidak normal. Saat ini Jake Jamie menjadi seorang brand ambassador dari salah satu merek kosmetik ternama dari Prancis yaitu L’Oreal 5

4http://jakartaglobe.id/archive/top-10-indonesian-youtubers/ diakses 23 Mei 2018 pukul 17.10. WIB.

5

(5)

5

Gambar 1.1

Screenshoot akun Youtube Jake Jamie (The Beauty boy)

Sumber:

https://www.youtube.com/channel/UC_xJuxUjo5vLsf8W7vYdSvg

Tak hanya Jack Jamie trend beauty boy ini terus berlanjut hingga banyak merek kosmetik ternama mulai mempertimbangkan kaum pria sebagai brand ambassador mereka. Manny Gutierrez merupakan seorang beauty boy yang memiliki 5.332.422 subscriber di Youtube dan juga merupakan brand ambassador kosmetik dari Maybelline New York.

(6)

6

Gambar 1.2

Screenshoot akun Youtube Manny Gutierrez (Manny Mua)

Sumber: https://www.youtube.com/user/MannyMua733

Di Indonesia sendiri fenomena beauty boy semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah seorang vlogger sekaligus seorang fashion

stylish bernama Jovi Adhiguna Hunter yang dianggap memiliki akun Youtube

yang antimainstream oleh kebanyakan orang. Hal ini ditujukan melalui cara berpenampilan dan konten-konten yang Jovi sajikan melalui akun Youtubenya. Cara berpenampilannya dianggap berbeda dari kebanyakan laki-laki pada umumnya. Jovi sering menggunakan pakaian perempuan atau berpenampilan berkebalikan dari jenis kelaminnya. Selain sering menggunakan pakaian perempuan, Jovi juga kerap menggunakan make-up,

(7)

7

tas perempuan, bedak, dan bahkan lipstik. Lulusan Tata Busana Universitas Telkom ini mengaku senang dengan gaya fashion androgini sejak di bangku SMA. Berikut adalah contoh gaya berpenampilan Jovi Adhiguna:

Gambar 1.3

Sumber: Instagram (@joviadhiguna)

Gaya androgini sendiri bisa dijabarkan menjadi sebuah gaya berpenampilan yang merefleksikan sisi feminin sekaligus maskulin secara bersamaan. Banyak androgini yang diidentifikasikan antara laki-laki dan perempuan. Didalam suatu hubungan androgini lebih ekspresif dibandingkan laki-laki (maskulin) dan perempuan (feminin). Androgini bukan sekedar

fashion saja tetapi sebagai suatu ekspresi gender. Androgini banyak diartikan

oleh pandangan masyarakat sebagai suatu fashion atau gaya hidup, itu memang benar bahwa androgini ini lebih kepada mengekspresikan penampilannya sehari-hari yaitu dengan cara fashionnya atau cara dia berpakaian.

(8)

8

Perkembangan androgini muncul di saat masa feminis. Feminis ada untuk mensetarakan perempuan dan laki-laki. Karena perempuan dianggap tidak sama atau tidak setara dengan laki-laki maka muncul lah feminis bersamaan dengan lahir nya ekspresi gender androgini. Ekspresi serta identitas androgini ini menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki sifat maskulin dan laki-laki memiliki sifat feminin yang ada di dalam diri nya dan dapat diperlihatkan selama itu membuatnya nyaman dan merasa bebas.6

Ekspresi identitas androgini melalui penampilan sering kali masih menjadi pro dan kontra dalam masyarakat. Melalui konten video vlognya Jovi Adhiguna mencoba memberikan gambaran atau memvisualisasikan konsep gaya androgini yang selama ini masih awam dipandangan masyarakat Indonesia. Konsep gaya androgini masih diartikan sebagai konsep berpenampilan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan jenis kelamin pemakainya. Dilansir dalam suatu wawancara, Jovi Adhiguna mengakui bahwa dirinya adalah seorang androgini namun dirinya bukanlah seorang transgender.

Aku sama sekali tidak ada keinginan untuk ganti kelamin, atau apapun, sama sekali nggak ada. Dan itu biasanya orang menyebutnya androgini, karena I can look feminine, I can look masculine at the same time juga, tapi nggak selalu feminine”.7

Dalam beberapa konten video yang diunggah oleh Jovi Adhiguna peneliti menemukan beberapa komentar warga-net yang menganggap bahwa konsep penampilan androgini serupa dengan trangender dan tidak sesuai dengan kodrat jenis kelaminnya.

6 Ginting, Ruth. 2016. Ekspresi Fashion Androgini. Dalam

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/58126 diakses 23 Mei 2018 pukul 18.19 WIB.

7 https://woop.id/article/jovi-adhiguna-aku-nggak-ngerti-kenapa-seseorang-bisa-sangat-membenci-orang-lain-di-sosial-media.html diakses 23 Mei 2018 pukul 17.30 WIB.

(9)

9

Gambar 1.4

Komentar negatif dalam Vlog Jovi Adhiguna Hunter

Sumber: Youtube Channel Jovi Adhiguna Hunter.

Tanggapan negatif yang didapat Jovi Adhiguna ternyata juga dialami oleh penyuka penampilan androgini lainnya. Riset kecil yang pernah dilakukan oleh peneliti dengan mewawancarai seorang mahasiswa yang berpenampilan androgini, mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tersebut mengaku beberapa kali sering mendapat komentar negatif dari teman-teman fakultasnya terkait dengan penampilannya. Komentar negatif tersebut mengakibatkan mahasiswa tidak berani mengekspos penampilan androgini didalam akun Instagram pribadinya.

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di kota Salatiga yang dikenal sebagai kampus multikulturalisme. Berdiri sejak 1956, UKSW memiliki civitas akademika yang heterogen dan memiliki beragam latar belakang budaya yang berbeda-beda sehingga kampus ini juga dijuluki sebagai kampus Indonesia Mini.

Hal inilah yang mendorong peneliti memilih UKSW sebagai lokasi penelitian. Peneliti ingin mencari tahu tentang bagaimana persepsi mahasiswa

(10)

10

UKSW terkait fashion androgini yang ditampilkan oleh Jovi Adhiguna Hunter melalui vlognya. Selain itu peneliti telah melakukan pra-riset sebelumnya melalui media sosial Instagram dengan menggunakan fitur polling untuk mencari tahu seberapa banyak mahasiswa UKSW yang mengetahui tentang istilah androgini dan yang menonton tayangan vlog Jovi Adhiguna Hunter. Hasil dari pra-riset tersebut menyatakan ada sebanyak 42 orang yang menyatakan mengetahui istilah androgini dari jumlah 68 responden yang memberi respon. Sedangkan untuk yang menonton tayangan vlog Jovi Adhiguna Hunter ada sebanyak 37 orang dari 106 responden yang menjawab.

1.2

Rumusan Masalah

Bagaimana persepsi mahasiswa UKSW terhadap trend fashion androgini dalam vlog Jovi Adhiguna Hunter?

1.3

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka, tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa UKSW terhadap fashion androgini dalam vlog Jovi Adhiguna Hunter.

1.4

Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Praktis

Untuk menambah kajian pengembangan Ilmu Komunikasi khususnya dalam pemahaman mengenai fashion androgini sebagai sebuah ekspresi gender melalui seorang Jovi Adhiguna Hunter.

1.4.2 Manfaat Teoritis

- Untuk Menambah literatur dan referensi yang berguna sebagai dasar pemikiran bagi kemungkinan adanya penelitian sejenis dimasa mendatang yang berhubungan dengan penelitian mengenai androgini.

(11)

11

- Untuk menambah pengetahuan tentang interpretasi serta pemahaman tentang fashion androgini sebagai sebuah ekspresi gender.

1.5

Definisi Konsep

 Vlog

Vlog adalah sebuah konten digital yang memanfaatkan media audiovisual.

Fashion

Fashion merupakan sebuah bentuk dari ekspresi individualistik.

Merupakan cara yang digunakan individu untuk membedakan dirinya sendiri sebagai individu dan menyatakan beberapa keunikannya.8

 Androgini

Konsep androgini merupakan sebuah bentuk ekspresi gender dengan mencoba menyatukan pria dan wanita, maskulinitas dan femininitas dalam satu tubuh. Kaum feminis sebagaimana diungkapkan Arnold berpendapat bahwa androgini merupakan suatu bentuk pembebasan diri dari keterkekangan gender, dari konstruksi sosial yang menegakkan perbedaan alamiah antara wanita dan pria, baik dari segi psikologis maupun perilaku mereka (Arnold, 2001:122).

 Persepsi

Persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan ransangan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita.

8 Lestari, Sri Budi. 2014. Fashion sebagai Komunikasi Identitas Sosial; di Kalangan Mahasiswa.

Dalam jurnal.polines.ac.id/jurnal/index.php/ragam/article/view/514/439 diakses 24 Mei 2018 pukul 21.12 WIB.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :