• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI KELAS / SEMESTER : XI/Ganjil SEKOLAH/ PEMINATAN : SMAN 4 CIREBON/ IPS ALOKASI WAKTU : 2 JP A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi dan menganalisis ragam kelompok sosial di masyarakat melalui pendekatan sosiologi dengan metode pembelajaran picture n picture sehingga tumbuh sikap kesadaran diri dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Deskripsi Kegiatan Pendahuluan

 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya

 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang akan berlangsung

 Menyampaikan teknis pembelajaran yang akan dilakukan

 Membuat apersepsi singkat mengenai ragam kelompok sosial di masyarakat

Kegiatan Inti

 Guru membagi kelompok kerja untuk diskusi peserta didik terkait materi yang akan dibahas.

 Guru membagikan gambar yang berbeda kepada masing-masing kelompok untuk selanjutnya diidentifikasi dan dianalisis oleh peserta didik menggunakan pendekatan sosiologi tentang ragam kelompok sosial yang ada di masyarakat sekitar.

 Peserta didik melalui bimbingan guru melakukan diskusi kelompok dan mencatat semua informasi yang didapat dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar..

 Peserta didik secara berkelompok bergantian mempresentasikan hasil diskusi dengan rasa percaya diri.

Catatan : Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap peserta didik dalam pembelajaran Kegiatan Penutup

Refleksi pencapaian kerja peserta didik dan penguatan materi oleh guru dan diakhiri dengan peserta didik mengerjakan uji kompetensi (post test) pada lembar kerja di google classroom yang telah disediakan oleh guru untuk mengetahui ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan kedepannya (baik itu pengayaan maupun yang remedial).

C. PENILAIAN

Pengetahuan Keterampilan Sikap

Mengerjakan post test (PT) setelah akhir kegiatan pembelajaran pada lembar kerja di google classroom yang telah disediakan oleh guru

Membuat infografis tentang ragam kelompok sosial dimasyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis dan mempostingnya melalui media sosial Instagram serta menadai akun Instagram Guru

Observasi sikap percaya diri, disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik saat kegiatan pembelejaran berlangsung mmaupun saat kegiatan diskusi kelompok.

*Intrumen Penilaian terlampir

Cirebon, 13 April 2022 Mengetahui

Kepala SMAN 4 Cirebon

Drs. ENTRIS, M.Pd Pembina Tk.1 NIP. 19640106 198703 1 011

Guru Mata Pelajaran

AFIF SUSANTO,S.Pd.

NIP. 198601252010011003

(2)

LAMPIRAN INTRUMEN PENILAIAN RPP MATA PELAJARAN SOSIOLOGI A. Penilaian Hasil Pembelajaran

1. Teknik Penilaian (terlampir) a. Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.

Berikut contoh instrumen penilaian sikap.

contoh instrument:

No Nama Peserta Didik

Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai BS JJ TJ DS AK

1

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :

• BS : Bekerja Sama

• JJ : Jujur

• TJ : Tanggun Jawab

• DS : Disiplin

• AK : Keaktifan Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Cukup 25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai - Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut serta

mengusulkan ide/gagasan.

2

Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

3

Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi-diskusi yang disampaiakan oleh guru.

4 ...

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

(3)

5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman.

2 Memberikan solusi terhadap permasalahan.

3 Memaksakan pendapat sendiri setiap diskusi.

4 Marah saat diberi kritik.

5 ...

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) b. Pengetahuan

- Penilan Tertulis/ post test (Soal Pilihan Ganda) ( Soal terlampir) c. Keterampilan

- Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian Diskusi

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah Keterangan :

100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik - Penilaian Portofolio

Peserta didik membuat infografis tentang ragam kelompok sosial dimasyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis dan mempostingnya melalui media sosial Instagram serta menadai akun Instagram Guru

Instrumen Penilain

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 Kualitas gambar yang disajikan 2 Ketepatan waktu pengumpulan 3 Kreatifitas hasil kerja

4 Jumlah like dan komen positif di IG Keterangan :

100 = Sangat Baik

(4)

75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial

Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka mengerjakan soal tambahan untuk dikerjakan dan meminta penguatan materi ke guru.

PROGRAM REMIDIAL SISWA

Sekolah : ………..

Kelas/Semester : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Ulangan Harian Ke : ………..

Tanggal Ulangan Harian : ………..

Bentuk Ulangan Harian : ………..

Materi Ulangan Harian : ………..

(KD / Indikator) : ………..

KKM : ………..

No

Nama Peserta

Didik

Nilai Ulangan

Indikator yang Belum Dikuasai

Bentuk Tindakan Remedial

Nilai Setelah

Remedial Keterangan 1

2 3 4 5 6 dst b. Pengayaan

Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :

1) Guru memberi daftar refensi buku-buku yang terkait dengan materi sebagai penguatan.

2) Peserta didik disarankan untuk mencari informasi secara online tentang materi yang telah diajarkan dan mendiskusikanya dengan teman sejawat untuk selanjutnya dilaporkan ke guru.

3) Guru menyuruh siswa untuk mengamati langsung tentang realitas materi yang telah disampaikan dalam masyarakat terutama yang ada di lingkungan sekitarnya.

(5)

LAMPIRAN SOAL POST TEST

1. Perhatikan pernyataan-pernyataan dibawah ini!

1) Intimate 2) Impersonal 3) Rasional 4) Ekslusif 5) Private 6) Kontraktual

Yang termasuk kedalam ciri-ciri gesselschaft (paguyuban) adalah……

A. 1, 4 dan 6 B. 2, 4 dan 6 C. 1, 3 dan 5 D. 1, 3 dan 4 E. 2, 3 dan 5

2. Konser musik grup KPOP saat ini sedang banyak digandrungi oleh remaja di Indonesia. Jika ada konser yang diadakan pastinya banyak yang datang ke lokasi konser tersebut. Ribuan orang rela memadati area konser untuk menyaksikan grup KPOP kesukaannya. Kelompok mereka selalu di identikkan dengan sebutan “kelompok kami” sehingga berbeda dengan kelompok lainnya.

A. kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan ilustrasi tersebut adalah...

B. paguyuban C. kelompok primer D. in group

E. patembayan F. kerumunan

3. Pak Wayan adalah pengrajin ukiran kayu dari Bali. Ukiran kayu yang dibuat oleh Pak Wayan banyak dicari oleh turis mancanegara. Permintaan kerajinan ukiran kayu milik Pak Wayan melonjak tinggi sehingga ia kewalahan. Ia mengajak pengrajin kayu dari desanya untuk bekerja sama dalam membuat kerajinan ukiran kayu. Berdasarkan ilustrasi tersebut, kelompok yang terbentuk berdasarkan...

A. kesamaan daerah asal B. geografis

C. tingkat status ekonomi D. keturunan

E. kesamaan kepentingan

4. IPMCB adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Cirebon yang menempuh pendidikan di Bogor. Pengelompokan sosial ini berdasarkan...

A. kepentingan akademik B. asal usul kedaerahan C. kepentingan kebudayaan D. tingkat ekonomi

E. keturunan

5. Masyarakat suku Baduy Dalam sangat membatasi diri untuk berinteraksi dengan masyarakat di luar sukunya, mereka juga membatasi diri dari perkembangan zaman. Suku Baduy memilih mempertahankan gaya hidup tradisional mereka sebagai masyarakat agraris. Teknologi modern dibatasi dan aktivitas bertani dilakukan secara tradisional. Mereka hanya memakai segelintir alat pertanian, seperti bedog (golok), arit, kored (cangkul kecil), etem (sejenis ani- ani), dan pisau. Dari ilustrasi tersebut kehidupan suku Baduy merupakan contoh dari adanya...

A. kelompok primer

B. eksklusivisme kelompok

C. kelompok sekunder

D. partikularisme kelompok

E. kelompok formal

(6)

LAMPIRAN GAMBAR KEGIATAN DISKUSI

Amati gambar berikut, lalu identifikasi:

1. dasar terbentuknya kelompok 2. bentuk kelompok sosialnya

3. kemanfaatan kelompok tersebut dalam masyarakat

Amati gambar berikut, lalu identifikasi:

1. dasar terbentuknya kelompok 2. bentuk kelompok sosialnya

3. kemanfaatan kelompok tersebut dalam masyarakat

Amati gambar berikut, lalu identifikasi:

1. dasar terbentuknya kelompok 2. bentuk kelompok sosialnya

3. kemanfaatan kelompok tersebut dalam masyarakat

(7)

Amati gambar berikut, lalu identifikasi:

1. dasar terbentuknya kelompok 2. bentuk kelompok sosialnya

3. kemanfaatan kelompok tersebut dalam masyarakat

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran Bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013 mengacu pada empat Kompetensi Inti (KI), yang dijabarkan ke dalam sejumlah Kompetensi Dasar (KD). Setiap pembelajaran mengacu pada

Dengan reksadana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah besar (karena dana yang ada dalam reksadana merupakan dana bersama dari masyarakat investor), sehingga

Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan pengembangan instrumen tes berpikir kritis dengan format format dua tingkatdengan model pengembangan ADDIE (analysis, design,

Cara mengidentifikasi informasi dari laporan percobaan, antara lain mengetahui struktur dari teks laporan percobaan, memuat Informasi berdasarkan fakta (faktual), serta

Disinsentif adalah pengenaan beban atau ancaman secara moneter dan/atau non moneter kepada Setiap Orang maupun Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar mengurangi

Perusahaan Daerah (PERUSDA) Jasamas Luing Makmur Kabupaten Kutai Barat merupakan Perusahaan Daerah yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten dalam

Hasil penelitian ini adalah dalam Corporate Culture ( nilai perusahaan ) ditemukan adanya nilai - nilai yang mengcu pada pemahaman laba secara abstrak, yaitu adanya rasa

Merupakan suatu anugerah yang tak ternilai bagi penulis bisa memperoleh ilmu dan berkesempatan menerapkannya dalam sebuah karya tulis ilmiah berbentuk skripsi