1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kreativitas diciptakan dari pendidikan yang berkualitas atau bermutu. Pendidikan yang berkualitas atau bermutu menjadi faktor yang paling kuat seseorang mencari sekolah sebagai tempat menuntut ilmu. Menurut Mulyasana (2011:120) yang memberitahukan bahwa pendidikan yang berkualitas terlahir dari sebuah good planning, dengan modul dan manajemen yang baik dan disampaikan oleh guru yang berkualitas. Melalui kolaborasi antara sebuah good planning, menggunakan sistem dan manajemen yang baik, serta dilaksanakan oleh guru yang berkualitas juga, maka pendidikan yang berkualitas akan berjalan dinamis mengikuti perubahan zaman.
Kemajuan zaman yang dinamis, menuntut juga dunia pendidikan untuk berubah, seperti contoh peralihan sistem dari manual menjadi sistem elektronik yang lebih otomatis. Dunia pendidikan di zaman sekarang, banyak sekolah yang beralih menggunakan sistem elektronik dalam urusan administrasi maupun proses belajar mengajar. Sebagai contoh perubahan yang terjadi dalam
2
dunia pendidikan adalah banyak sekolah yang menerapkan e-learning atau e-education di dalam proses belajar mengajar, Darin E. Hartley berkata e-learning adalah suatu proses pembelajaran yang dapat tersalurkannya materi pengajaran ke murid dengan memanfaatkan internet atau media yang lain. Kelas secara fisik bukan lagi menjadi tempat yang satu-satunya dalam melaksanakan proses belajar mengajar dan peralihan bentuk perpustakaan fisik yang konvensional menjadi e- library. Inilah beberapa perubahan sistem yang mengikuti kemajuan zaman. Semua itu tidak akan berjalan selaras apabila tidak didukung oleh kemampuan sumber daya manusianya terutama guru yang memiliki peran yang krusial dalam menentukan hasil kualitas peserta didik.
Guru sebagai tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama mengajar, mendidik, mengarahkan, membimbing, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa.
Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2017 Republik Indonesia Mengenai Standar kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. dijelaskan bahwa guru harus memiliki empat standar kompetensi, yaitu kompetensi sosial, pribadi, profesional dan pedagogik. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dituntut agar siswa dapat menerima bahan pelajaran dengan mudah dan tuntas. Agar materi pelajaran dapat
3
diterima dengan mudah dan menarik diperlukan metode pembelajaran yang efektif serta memanfaatkan media pembelajaran dengan berkembangnya teknologi yang ada.
Kemajuan information and communication technology (ICT) atau nama lainnya dengan teknologi informasi dan teknologi (TIK) memiliki fungsi yang penting dalam bidang pendidikan, industri, bisnis dan perbankan. Untuk memperlancar jalannya operasional perusahaan, dibutuhkan kompetensi ICT. Dalam dunia pendidikan, berbagai software yang dibutuhkan seperti WPS office atau king soft office yang tidak berbayar, dapat memudahkan mengerjakan assignment, laporan, tesis, artikel dan juga menyiapkan presentasi di dalam kelas.
Selain memberikan kemudahan bagi para pelajar, ICT memiliki peranan besar untuk membantu guru dalam merencanakan dan menyiapkan materi pelajaran yang akan disajikan kepada murid-murid dalam pembelajaran, agar terlihat lebih interaktif dan menyenangkan serta berkualitas.
Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan kehadiran information and communication technology (ICT) atau teknologi informasi dan teknologi (TIK) adalah alat bantu utama dalam pengembangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Diperlukan aplikasi dan media yang
4
menjadi penunjang dan dapat memberikan inovasi dalam kegiatan pengajaran.
Edmodo adalah salah satu aplikasi yang dapat menunjang terselenggaranya pendidikan yang digital.
Menurut Gede Aditra dkk. (2016). Edmodo sebagai solusi yang ditawarkan untuk menjawab kebutuhan dalam dunia pendidikan. Edmodo ialah platform media sosial yang sering disamakan sebagai facebook untuk sekolah dan dapat berfungsi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Aplikasi Edmodo salah satu aplikasi yang diperuntukkan untuk edukasi berbasis jejaring sosial, yang memiliki tampilan seperti facebook yang tidak asing, dan memiliki fitur Learning Management System (LMS) untuk mendukung e-learning seperti membuat tugas, membuat survei dan memberi nilai.
Modul pelatihan merupakan salah satu cara untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan zaman yang serba otomatis dan kualitas guru. Dalam menyingkapi era teknologi yang semakin berkembang, guru diharapkan dapat mengejar ketertinggalan atas kemajuan teknologi yang disebabkan oleh rendahnya kompetensi ICT di kalangan guru.
5
Dari identifikasi masalah yang ada, peneliti menemukan bahwa fakta yang terjadi di lapangan, negara- negara berkembang memiliki kemampuan ICT yang rendah pada bidang Pendidikan dibandingkan dengan negara maju, salah satunya Indonesia. Dengan demikian permasalahan kelemahan tenaga pendidik dalam kompetensi ICT ditemukan dimana saja di Indonesia, padahal salah satu kompetensi guru harus menguasai ICT.
Implementasi kurikulum 2013 memaksa guru untuk memperdalam kompetensi ICT sebagai bagian dari kompetensi pedagogik, karena kompetensi ICT menjadi hal yang sangat penting dalam bagian kurikulum 2013.
Kenapa guru perlu meningkatkan kompetensi ICT, dikarenakan banyaknya murid generasi milenial ke atas yang lebih tertarik pembelajaran visual dibandingkan hanya mendengar saja. Menurut Irwantoro dan Suryana (2016:292) guru yang mengabaikan kompetensi ini, maka mereka akan berada dalam fase ketertinggalan informasi, keterbatasan sumber belajar, perlambatan dalam proses pembelajaran, dan ketinggalan kemampuan dengan siswa yang sudah mengenal penggunaan internet dan multimedia. Dan juga masalah yang terjadi proses belajar mengajar guru di Sekolah Kristen Kanaan Semarang masih konvensional yaitu tatap muka, diharapkan dengan aplikasi Edmodo ini kalangan guru dapat melakukan e-
6
learning, menciptakan kelas virtual berbagi konten untuk pendidikan, memposting bahan-bahan pembelajaran, berbagi link dan video serta komunikasi dengan siswa dan orang tua. Maka peneliti tertarik mengambil judul
“Pengembangan Modul Pelatihan Penggunaan Aplikasi Edmodo untuk meningkatkan Kompetensi ICT guru.”
1.2 Rumusan Masalah
Melihat latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana mengembangkan modul pelatihan penggunaan aplikasi Edmodo untuk meningkatkan kompetensi ICT guru?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pelatihan penggunaan aplikasi Edmodo yang dapat meningkatkan kompetensi ICT guru di Sekolah Kristen Kanaan Semarang dan juga di sekolah- sekolah lain.
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi dalam pengembangan modul pelatihan untuk meningkatkan kompetensi ICT guru
7
dengan aplikasi Edmodo, sehingga ada inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik.
1.4.2 Manfaat Praktis
Manfaat praktis dari penelitian ini, yaitu:
1. Bagi Guru di sekolah dapat menjadi salah satu bahan atau masukan untuk mengembangkan kompetensi ICT nya dan menjawab kebutuhan peserta didik di sekolah
2. Bagi Peserta Didik mendapatkan kemudahan dan inovasi pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru.
3. Bagi penelitian berikutnya, menjadi salah satu referensi studi pendahuluan dalam penelitian (research) dan pengembangan (development) yang relevan khususnya di bidang peningkatan kompetensi ICT bagi guru dengan aplikasi Edmodo.
1.4.3 Spesifikasi Produk
Produk penelitian ini berupa modul pelatihan penggunaan aplikasi Edmodo. Yang berisi tentang langkah-langkah memaksimalkan tools aplikasi ini dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
8 1.4.4 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian ini hanya sampai tahap lima yaitu perbaikan desain dan dilakukan uji coba terbatas ditingkat guru TK dan SD.