PRA RENCANA PABRIK
Oleh:
Eka dian Sari
0731010031 / FTI / TK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
PABRIK ETHYL ALCOHOL
DARI SINGKONG
DENGAN PROSES FERMENTASI
Oleh :
EKA DIAN SARI
073101 0031
Disetujui untuk diajukan dalam ujian lisan
Dosen Pembimbing
dengan segala rahmat serta karuniaNya sehingga penyusun telah dapat
menyelesaikan Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Ethyl Alcohol Dari Singkong
Dengan Proses Fermentasi”, dimana Tugas Akhir ini merupakan tugas yang
diberikan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan
kesarjanaan di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas
Pembangunan Nasional Surabaya.
Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Ethyl Alcohol Dari Singkong
Dengan Proses Fermentasi” ini disusun berdasarkan pada beberapa sumber yang
berasal dari beberapa literatur , data-data , majalah kimia, dan internet.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih atas segala
bantuan baik berupa saran, sarana maupun prasarana sampai tersusunnya Tugas
Akhir ini kepada :
1. Bapak Ir. Sutiyono, MT
Selaku Dekan FTI UPN “Veteran” Jawa Timur
2. Ibu Ir. Retno Dewati, MT
Selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia, FTI,UPN “Veteran” Jawa Timur,
3. Bapak Ir. Mutasim Billah, MT
Selaku dosen pembimbing.
7. Semua pihak yang telah membantu , memberikan bantuan, saran serta
dorongan dalam penyelesaian tugas akhir ini.
Kami menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna,
karena itu segala kritik dan saran yang membangun kami harapkan dalam
sempurnanya tugas akhir ini.
Sebagai akhir kata, penyusun mengharapkan semoga Tugas Akhir yang
telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi mahasiswa
Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Kimia.
Surabaya , Agustus 2011
KATA PENGANTAR ……….……….………. ii
INTISARI ……….……….……….……… iv
DAFTAR TABEL ……….……….……….…… vi
DAFTAR GAMBAR ……….……….……… vii
DAFTAR ISI ……….……….……….………… viii
BAB I PENDAHULUAN ……….……….……… I – 1
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES ……….…… II – 1
BAB III NERACA MASSA ……….……….…… III – 1
BAB IV NERACA PANAS ……….……….……… IV – 1
BAB V SPESIFIKASI ALAT ……….……….. V – 1
BAB VI PERENCANAAN ALAT UTAMA ………. VI – 1
BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA …. VII – 1
BAB VIII UTILITAS ……….……….……… VIII – 1
BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ……….. IX – 1
BAB X ORGANISASI PERUSAHAAN ……….………… X – 1
Tabel VII.2. Jenis Dan Jumlah Fire – Extinguisher ………. VII - 7
Tabel VIII.2.1. Baku mutu air baku harian ……….………… VIII-7
Tabel VIII.2.3. Karakteristik Air boiler dan Air pendingin ………… VIII-9
Tabel VIII.4.1. Kebutuhan Listrik Untuk Peralatan Proses Dan Utilitas
……….……….……….…… VIII-60
Tabel VIII.4.2. Kebutuhan Listrik Untuk Penerangan Ruang Pabrik
Dan Daerah Proses ……….………. VIII-62
Tabel IX.1. Pembagian Luas Pabrik ……….……… IX - 8
Tabel X.1. Jadwal Kerja Karyawan Proses ……….…… X - 11
Tabel X.2. Perincian Jumlah Tenaga Kerja ……….…… X - 13
Tabel XI.4.A. Hubungan kapasitas produksi dan biaya produksi … XI - 8
Tabel XI.4.B. Hubungan antara tahun konstruksi dengan modal sendiri
……….……….……….…… XI - 9
Tabel XI.4.C. Hubungan antara tahun konstruksi dengan modal pinjaman ……….……….……….……… XI - 9
Tabel XI.4.D. Tabel Cash Flow ……….……….…… XI - 10
Tabel XI.4.E. Pay Out Periode ……….……….…… XI - 14
Gambar IX.2 Peta Lokasi Pabrik ……….……….……… IX - 10
Gambar IX.3 Lay Out Peralatan Pabrik ……….………. IX - 11
Gambar X.1 Struktur Organisasi Perusahaan ……….………… X - 14
Perencanaan pabrik ethyl alcohol ini diharapkan dapat berproduksi dengan
kapasitas 35.000 ton ethyl alcohol per tahun dalam bentuk liquid. Pabrik
beroperasi secara continuous selama 330 hari dalam setahun.
Kegunaan terbesar dari ethanol adalah pada bidang industri kimia
acetaldehyde, dimana ethanol dipergunakan sebagai bahan baku utama. Ethanol
secara luas digunakan pula sebagai bahan pelarut. Kegunaan lain dari ethanol
dapat kita lihat pada industri farmasi, industri fatty acid, industri detergent,
pelapisan dan industri kimia lainnya. Secara singkat, uraian proses dari pabrik
ethyl alcohol pentahydrate sebagai berikut :
Pertama-tama singkong dikupas, dicuci, dan dihaluskan untuk kemudian
diliquifikasi dan di sakarifikasi dengan enzym. Hasil sakarifikasi kemudian
difermentasi dengan yeast untuk menghasilkan ethyl alcohol. Ethyl alcohol hasil
fermentasi kemudian diuapkan dan dimurnikan dengan distilasi sampai dengan
kadar minimum 95% sebagai produk akhir.
Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 202 orang
* Umur Pabrik : 10 Tahun
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 65.914.481.000
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 23.162.365.000
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 89.076.846.000
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 212.638.932.000
* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 18.627.893.000
- Steam = 881.712 lb/hari
- Air pendingin = 515 M3/hari
- Listrik = 12.456 kWh/hari
- Bahan Bakar = 6.120 liter/hari
* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 277.948.381.000
* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 380.334.793.000
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 13,5%
* Internal Rate of Return : 49,65%
* Rate On Investment : 49,23%
* Pay Out Periode : 2,2 Tahun
* Break Even Point (BEP) : 26%
I.1. Latar Belakang
Ethyl alcohol dikenal dengan nama lain ethanol atau grain alcohol, ethanol merupakan bahan yang mudah terbakar, tidak berasa dan berbau khas. Ethanol pertama kali digunakan oleh manusia pada jaman pra-sejarah, dimana pada jaman tersebut ethanol digunakan sebagai bahan untuk mengurangi racun. Pada sekitar 9000 tahun yang lalu telah ditemukan di negara China bagian utara, sejumlah residu yang tersisa pada cawan (pot) yang merupakan ethanol. Beberapa tahun kemudian beberapa kimiawan dari negara Islam menemukan cara untuk mengisolasi ethanol dengan metode distilasi. Kimiawan pertama yang mengisolasi ethanol secara distilasi adalah Al-Razi. Pada tahun 721-815 ilmuwan Jabir Bin Hayyan menemukan bahan yang menyala pada saat mendidihkan anggur. Al-Kindi pada tahun 801-873 menjelaskan proses distilasi ethanol secara tertulis.
I.2. Manfaat
Kegunaan terbesar dari ethanol adalah pada bidang industri kimia acetaldehyde, dimana ethanol dipergunakan sebagai bahan baku utama. Ethanol secara luas digunakan pula sebagai bahan pelarut. Kegunaan lain dari ethanol dapat kita lihat pada industri farmasi, industri fatty acid, industri detergent, pelapisan dan industri kimia lainnya.
I.3. Aspek Ekonomi
Kebutuhan ethanol di Indonesia, semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pelarut pada industri kimia di Indonesia.
Tahun Kapasitas Produksi (ton/th) 2006 113.915 2007 110.508 2008 138.508 2009 139.875 2010 134.240
Sumber : Deperindag (http://www.dprin.go.id)
Dari tabel diatas, dapat dibuat perencanaan kapasitas produksi terpasang dengan menggunakan metode regresi linier.
Data (n)
Tahun (x)
Kebutuhan (ton/th)
(y) xy x
2
1 2.006 113.915 228513490 4.024.036
2 2.007 110.508 221789556 4.028.049
3 2.008 138.508 278124064 4.032.064
4 2.009 139.875 281008875 4.036.081
5 2.010 134.240 269822400 4.040.100
Digunakan regresi linier, dengan persamaan : y = ab
xx
(Peters : 760) Dengan : a = y (rata-rata harga y : kapasitas)b =
n x x n y x y x 2 2 i i (n = jumlah data) (x = tahun)
Didapat : a = 127.409
b =
5 10.040 20.160.330 5 840 6.395.941. 385 1.279.258. 2 = 7.002x = (10.040/5) = 2.008 y = ab
xx
y = 127.409 + 7.002 (x – 2.008)
Pabrik direncanakan didirikan pada tahun 2013 dengan masa konstruksi 2 tahun. Berdasarkan metode regresi linier diatas, maka didapat kebutuhan Indonesia pada tahun 2013 adalah sebesar : y = 127.409 + 7.002 (x – 2.008) = 162.418
163.000 ton/th
Untuk kapasitas pabrik terpasang digunakan 25% kebutuhan Indonesia : Kapasitas produksi terpasang = 35.000 ton/th
Kapasitas produksi harian = 35.000 ton/th / 330 hari/th
106 ton/hari
I.4. Sifat Bahan Baku dan Produk Bahan Baku :
I.4.A. Ubi kayu (Wikipedia & Perry 7ed : 1999)
Nama Lain : Cassava, Manihot Esculenta Rumus Molekul : C6H12O6 komponen utama
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 180
Warna : Putih kekuningan
Bau : berbau khas
Bentuk : padatan
Specific Gravity : 1,544
Melting Point : 146 C
Boiling Point : 170-186 C
Solubility, Water : 179 cc / 100 gr H2O Komposisi ubi kayu : (Balitbang UPN, 2009)
Komponen % Berat
Starch 88,10%
Protein 1,40%
Lemak 0,60%
Abu 2,50%
H2O 7,40%
I.4.B. Larutan NaOH 50% (Wikipedia, Perry 7ed)
Nama Lain : Caustic soda, Soda api
Rumus Molekul : NaOH (komponen utama)
Rumus Bangun :
Na – OH
Berat Molekul : 40
Warna : tidak berwarna (larutan)
Bau : khas alkali
Bentuk : liquid pekat 50%
Specific Gravity : 2,130
Melting Point : 318,4 C
Boiling Point : 1390C
Solubility, Cold Water : 42 kg/100 kgH2O (H2O=0C)
Solubility, Hot Water : 347 kg/100 kgH2O (H2O=100C) Komposisi Larutan NaOH : (Aneka Kimia)
Komponen % Berat
NaOH 50%
H2O 50%
I.4.C. Sulfuric Acid (Chemicalland21 & Perry 7ed : 1999) Nama Lain : Oil of Vitriol, Dihydrogen Sulfate Rumus Molekul : H2SO4
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 98
Warna : tidak berwarna
Bau : tajam, khas
Bentuk : liquid pekat
Specific Gravity : 1,834
Melting Point ; C : 10,49
Boiling Point ; C : terdekomposisi diatas 340C Solubility, cold water : larut sedikit
Komposisi asam sulfat : (Petrokimia Gresik)
Komponen % Berat
H2SO4 98,00%
H2O 2,00%
I.4.D. Yeast (Chemicalland21 & Perry 7ed : 1999)
Nama Lain : Ragi, Eukaryotic micro-organism
Rumus Molekul : senyawa kompleks
Rumus Bangun : senyawa kompleks
Berat Molekul : senyawa kompleks
Warna : gelap
Bau : tajam, khas gula
Bentuk : liquid pekat
Specific Gravity : senyawa kompleks
Melting Point ; C : senyawa kompleks
Boiling Point ; C : senyawa kompleks
Solubility, cold water : senyawa kompleks Komposisi yeast : (Bomac VPI Pvt.Ltd.)
Komponen % Berat
I.4.E. Urea (Chemicalland21, Wikipedia, Perry 7ed)
Nama Lain : carbonyl diamide
Rumus Molekul : NH2CONH2 (komponen utama)
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 60
Warna : putih
Bau : tidak berbau
Bentuk : prill
Specific gravity : 1,335
Melting point : 132,7C
Boiling point : 135C terdekomposisi
Solubility, Water : 100,7 kg / 100 kg H2O (H2O=0C)
Komposisi Urea : (chemicalland21.com)
Komponen % Berat
NH2CONH2 99,00%
H2O 1,00%
Produk :
I.4.F. Ethyl alcohol (Wikipedia & Perry 7ed : 1999)
Nama Lain : Ethanol, Hydroxyethane
Rumus Molekul : CH3CH2OH
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 46
Warna : tidak berwarna / jernih
Bau : berbau menyengat (khas)
Bentuk : liquid
Specific Gravity : 0,789
Melting Point : -112C
Boiling Point : 78,4C
Solubility, Qater : larut
Solubility, Other : organic liquid
Kadar produk ethanol minimal 95%. (chemicalland21)
OH
CH
2I.4.G. Carbon Dioxide (Chemicalland21 & Perry 7ed : 1999)
Nama Lain : carbonic acid
Rumus Molekul : CO2 (komponen utama)
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 44
Warna : tidak berwarna
Bau : tidak berbau
Bentuk : gas
Specific gravity : 1,101
Melting point : -56,6C (1 atm)
Boiling point : -78,5C (1 atm)
Solubility, Water : 179,7 kg / 100 kg H2O (H2O=0C)
II.1. Macam Proses
Beberapa tahun perkembangan dalam teknologi, pembuatan ethyl alcohol dapat dilakukan dengan esterifikasi fase cair ethyl alcohol dan asam acetate dengan katalis asam seperti sulfuric acid (H2SO4) atau dengan cara fermentasi pati. Macam proses untuk mereaksikan kedua bahan tersebut adalah :
A. Pembuatan Ethyl alcohol Dengan Proses Fermentasi
B. Pembuatan Ethyl alcohol Dengan Proses Indirect Hydration
Pada proses fermentasi, proses ini merupakan proses paling tua untuk pembuatan ethyl alcohol. Pertama-tama bahan baku mengandung pati (molasses, ubi kayu, jagung, dan lainnya) dicampur dengan sulfuric acid dan diencerkan pada mixing tank. Campuran kemudian difermentasi pada fermentor, sehingga menghasilkan ethyl alcohol. Reaksi yang terjadi :
C12H22O11(L) + H2O(L) invertase 2 C6H12O6(L)
C6H12O6(L) zymase 2 C2H5OH(L) + 2 CO2(G) Yields reaksi = 90%
Gas buang berupa carbon dioxide kemudian discrubbing pada kolom scrubber sedangkan produk utama berupa ethyl alcohol kemudian diolah dan dimurnikan pada beberapa kolom untuk menghasilkan produk ethyl alcohol 96% dan ethyl alcohol absolute.
Pada proses indirect hydration, bahan baku yang digunakan adalah gas ethylene dan sulfuric acid 96% - 98%. Proses kontak antara kedua bahan adalah dengan metode absorbsi, dimana gas ethylene dilewatkan pada bagian bawah reaktor, dan larutan sulfuric acid dilewatkan pada bagian atas reaktor sehingga terjadi kontak secara counter-current (berlawanan arah).
Produk gas berupa gas-gas impuritis kemudian dilewatkan pada scrubber untuk proses pengolahan limbah gas, sedangkan produk liquid berupa monoethyl sulfate dihidrolisis pada hydrolizer dengan menambahkan air. Pada hydrolizer, monoethyl sulfate dihidrolisa menjadi ethyl alcohol dan sulfuric acid. Reaksi yang terjadi :
CH2=CH2(G) + H2SO4(L) C2H5OSO2OH(L)
2 CH2=CH2(G) + H2SO4(L) C2H5OSO2OC2H5(L)
C2H5OSO2OH(L) + C2H5OSO2OC2H5(L) + 3 H2O(L) 3 C2H5OH(L) + 2 H2SO4(L)
Yields reaksi = 95%
II.2. Seleksi proses
Berdasarkan uraian macam proses diatas, maka dapat ditabelkan perbandingan masing-masing proses sebagai berikut :
Tabel II.1. Seleksi Proses
Macam Proses Parameter
Fermentasi Indirect-Hydration Bahan Baku Utama Molasse Ethylene Bahan Baku Pembantu Sulfuric acid Sulfuric acid
Peralatan Rumit Sederhana
Instrumentasi Kompleks Sederhana
Yield Produk 99% 95%
Dari uraian diatas, maka dipilih pembuatan ethyl alcohol dengan proses Fermentasi, dengan beberapa pertimbangan :
a. Bahan baku mudah didapat di dalam negeri (Produksi Pertamina) b. Biaya investasi lebih ekonomis dibanding proses lainnya
c. Biaya peralatan dan instrumentasi lebih ekonomis.
II.3. Uraian proses
Pra rencana pabrik ethyl alcohol ini, dapat dibagi menjadi 3 Unit pabrik, dengan pembagian :
1. Unit Pengendalian Bahan Baku Kode Unit : 100 2. Unit Fermentasi dan Separasi Kode Unit : 200 3. Unit Pengendalian produk Kode Unit : 300
Adapun uraian proses pembuatan ethyl alcohol dengan proses ini adalah sebagai berikut :
Pertama-tama singkong dari supplier ditampung pada yard singkong F-110 untuk cadangan proses 7 hari. Singkong kemudian diumpankan ke peeling machine H-112 untuk proses pemisahan kulit singkong. Kulit singkong yang terpisah kemudian ditampung pada yard kulit singkong F-310 dan dijual sebagai produk samping yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun pupuk, sedangkan daging singkong kemudian dicuci pada drum pencuci X-114 dengan air proses. Singkong bersih kemudian dihaluskan sampai dengan 100 mesh pada hammer mill C-115 dan kemudian disimpan pada silo F-117 dengan bantuan bucket elevator J-116.
Singkong kemudian diumpankan ke tangki liquification R-180 dengan
penambahan enzyme -amylase dari silo 140 dan larutan NaOH dari tangki F-120. Pada tangki liquification terjadi proses liquifikasi singkong menjadi larutan
pati dengan bantuan enzyme -amylase untuk merubah pati menjadi glukosa dan
Pertama-tama liquifikasi berjalan dengan cara memanaskan larutan sampai
suhu 105C selama 30 menit, dan kemudian ditambahkan enzyme dengan
penjagaan suhu operasi pada 90C selama 1 jam. (Balitbang UPN, 2009)
Reaksi yang terjadi : (Bambang : 121) -amylase
C6H10O5(L) + H2O(L) C6H12O6(L)
pati + Air glukosa
Yields pada reaksi ini sebesar 15%. (Bambang : 115)
Produk liquifikasi kemudian ditampung pada tangki F-181 dan kemudian diumpankan ke tangki saccharification R-190.
Pada tangki saccharification R-190 terjadi proses sakarifikasi pati menjadi glukosa dengan penambahan enzyme gluco amylase dari silo F-150 sebagai bahan perubah pati menjadi glukosa dan penambahan asam sulfat dari tangki F-130 untuk menjaga kondisi pH larutan. Sakarifikasi berjalan dengan suhu operasi
60C selama 48 jam. (Bambang : 117)
Reaksi yang terjadi : (Bambang : 121) gluco-amylase
C6H10O5(L) + H2O(L) C6H12O6(L)
pati + Air glukosa
Yields pada reaksi ini sebesar 98%. (Bambang : 117)
Larutan glukosa dari tangki F-192, kemudian didistribusikan menjadi dua aliran, dimana aliran pertama 5% larutan diumpankan ke tangki kultur R-211 untuk proses kulturisasi dan 95% larutan diumpankan ke fermentor untuk proses fermentasi.
Pada tangki kultur R-211, larutan glukosa di kulturisasi dengan penambahan yeast (ragi) dari silo F-160 dan nutrien dari silo F-170. Kondisi
operasi dijaga pada suhu kamar 32C selama 48 jam. (Keyes : 360)
Reaksi yang terjadi : (Bambang : 121) yeast (saccharomyces sp.)
C6H12O6(L) 2 C2H5OH(L) + 2 CO2(G)
glukosa ethyl alcohol + carbon dioxide
Yields pada reaksi ini sebesar 90%. (Keyes : 361)
Kultur yang terbentuk dari tangki kultur kemudian dialirkan ke fermentor R-210, sedangkan gas carbon dioxide ditekan pada compressor G-214 dan ditampung pada tangki gas carbon dioxide F-330 sebagai produk samping.
Larutan glukosa dari tangki F-192 diumpankan bersamaan dengan kultur dari tangki kultur menuju ke fermentor R-210. Pada fermentor R-210 terjadi proses fermentasi glukosa menjadi ethyl alcohol dengan bantuan yeast (saccharomyces) dan penambahan nutrien. Fermentasi berlangsung pada suhu 32C dengan waktu fermentasi 60 jam dengan dosis yeast sebesar 1% . (FP-USU)
Reaksi yang terjadi : (Bambang : 121) yeast (saccharomyces sp.)
C6H12O6(L) 2 C2H5OH(L) + 2 CO2(G)
glukosa ethyl alcohol + carbon dioxide
Produk fermentasi kemudian diumpankan pada tangki F-212 untuk ditampung sementara dan kemudian diumpankan ke still vessel D-220. Pada still vessel D-220, ethyl alcohol yang terbentuk dipisahkan dari larutan dengan cara
pemanasan pada 80C diatas titik didih ethyl alcohol (titik didih ethyl alcohol =
78,4C). Kadar ethyl alcohol pada produk atas mencapai 60% (Keyes : 361)
kemudian dikondensasi pada condenser E-221 pada suhu 32C dan kondensat
Kapasitas produksi = 35.000 ton/tahun
Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun Satuan massa = kilogram/jam
Satuan panas = kilokalori/jam
1. PEELING MACHINE ( H - 112 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Singkong dr F-110 * Singkong ke X-114
Karbohidrat 8597,4147 Karbohidrat 8588,8173
Protein 136,6218 Protein 136,4852
Lemak 58,5522 Lemak 58,4936
Abu 243,9675 Abu 243,7235
H2O 722,1438 H2O 721,4217
Kulit 1084,3000 9748,9413
10843,0000 * Kulit singkong ke F-310
Karbohidrat 8,5974
Protein 0,1366
Lemak 0,0586
Abu 0,2440
H2O 0,7221
Kulit 1084,3000
1094,0587
2. DRUM PENCUCI ( X - 114 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Singkong dr H-112 * Singkong ke C-115
Karbohidrat 8588,8173 Karbohidrat 8580,2285
Protein 136,4852 Protein 136,3487
Lemak 58,4936 Lemak 58,4351
Abu 243,7235 Abu 243,4798
H2O 721,4217 H2O 720,7003
9748,9413 9739,1924
* Air pencuci dr utilitas * Limbah cair
H2O 9748,9413 Karbohidrat 8,5888
Protein 0,1365
Lemak 0,0585
Abu 0,2437
H2O 9749,6627
9758,6902
19497,8826 19497,8826
3. TANGKI LIQUIFICATION ( R - 180 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Singkong dr F-117 * Campuran ke F-181
Karbohidrat 8580,2285 Glukosa 1413,8786
Protein 136,3487 Starch 7210,7812
Lemak 58,4351 Impuritis 96,9566
Abu 243,4798 NaOH 3,9893
H2O 720,7003 -amylase 1,9478
9739,1924 Protein 136,3487
* Air proses dr utilitas Lemak 58,4351
H2O 19478,3848 Abu 243,4798
* NaOH dr F-120 H2O 20061,6865
NaOH 3,9893 29227,5036
H2O 3,9893
7,9786 * Enzyme dr F-140
-amylase 1,9478
4. TANGKI SACCHARIFICATION ( R - 190 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Campuran dr F-181 * Campuran ke H-191
Glukosa 1413,8786 Glukosa 9265,6181
Starch 7210,7812 Starch 144,2156
Impuritis 96,9566 Na2SO4 7,0811
NaOH 3,9893 H2SO4 0,3000
-amylase 1,9478 Impuritis 96,9566
Protein 136,3487 -amylase 1,9478
Lemak 58,4351 g-amylase 1,4609
Abu 243,4798 Protein 136,3487
H2O 20061,6865 Lemak 58,4351
29227,5036 Abu 243,4798
H2O 19278,4137
* Enzyme dr F-150 29234,2574
g-amylase 1,4609
* H2SO4 dr F-130
H2SO4 5,1870
H2O 0,1059
5,2929
5. CENTRIFUGE ( H - 191 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Campuran dr R-190 * Glukosa ke F-192
Glukosa 9265,6181 Glukosa 9172,9619
Starch 144,2156 Starch 142,7734
Na2SO4 7,0811 Na2SO4 7,0103
H2SO4 0,3000 H2SO4 0,2970
Impuritis 96,9566 H2O 19085,6296
-amylase 1,9478 28408,6722
g-amylase 1,4609 * Cake ke F-320
Protein 136,3487 Glukosa 92,6562
Lemak 58,4351 Starch 1,4422
Abu 243,4798 Na2SO4 0,0708
H2O 19278,4137 H2SO4 0,0030
29234,2574 Impuritis 96,9566 -amylase 1,9478
g-amylase 1,4609
Protein 136,3487
Lemak 58,4351
Abu 243,4798
H2O 192,7841
825,5852
6. SPLIT FLOW TANGKI ( F - 192 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Glukosa dr F-192 * Glukosa ke R-210
Glukosa 9172,9619 Glukosa 8714,3138
Starch 142,7734 Starch 135,6347
Na2SO4 7,0103 Na2SO4 6,6598
H2SO4 0,2970 H2SO4 0,2821
H2O 19085,6296 H2O 18131,3481
28408,6722 26988,2385
* Glukosa ke R-211
Glukosa 458,6481
Starch 7,1387
Na2SO4 0,3505
H2SO4 0,0149
H2O 954,2815
1420,4337
28408,6722 28408,6722
7. TANGKI KULTUR ( R - 211 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Glukosa dr F-192 * Campuran ke R-210
Glukosa 458,6481 Ethyl alcohol 210,9782
Starch 7,1387 Glukosa 45,8647
Na2SO4 0,3505 Starch 7,1387
H2SO4 0,0149 Na2SO4 0,3505
H2O 954,2815 H2SO4 0,0149
1420,4337 H2O 954,2815
* Yeast dr F-160 Yeast 14,2043
Yeast 14,2043 Urea 0,3019
* Nutrien dr F-170 NPK 0,1120
Urea 0,3019 1233,2467
NPK 0,1120 * Gas CO2 ke F-330
0,4139 CO2 201,8052
8. FERMENTOR ( R - 210 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Glukosa dr F-192 * Campuran ke F-212
Glukosa 8714,3138 Ethyl alcohol 4240,6603
Starch 135,6347 Glukosa 876,0179
Na2SO4 6,6598 Starch 142,7734
H2SO4 0,2821 Na2SO4 7,0103
H2O 18131,3481 H2SO4 0,2970
26988,2385 H2O 19085,6296
* Campuran dr R-211 Yeast 284,0867
Ethyl alcohol 210,9782 Urea 6,0383
Glukosa 45,8647 NPK 2,2400
Starch 7,1387 24644,7535
Na2SO4 0,3505 * Gas CO2 ke F-330
H2SO4 0,0149 CO2 3854,4785
H2O 954,2815
Yeast 14,2043
Urea 0,3019
NPK 0,1120
1233,2467 * Yeast dr F-160
Yeast 269,8824
* Nutrien dr F-170
Urea 5,7364
NPK 2,1280
7,8644
9. TANGKI YEAST ( F - 160 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Yeast dr supplier * Yeast ke R-211
Yeast 284,0867 Yeast 14,2043
* Yeast ke R-210
Yeast 269,8824
284,0867 284,0867
10. TANGKI NUTRIEN ( F - 170 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Nutrien dr supplier * Nutrien ke R-211
Urea 6,0383 Urea 0,3019
NPK 2,2400 NPK 0,1120
8,2783 0,4139
* Nutrien ke R-210
Urea 5,7364
NPK 2,1280
7,8644
8,2783 8,2783
11. TANGKI CARBON DIOXIDE ( F - 330 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * CO2 dari R-211 * CO2 ke F-330
CO2 201,8052 CO2 4056,2837
* CO2 dari R-210
CO2 3854,4785
12. STILL VESSEL ( D - 220 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Campuran dr F-212 * Ethyl alcohol ke F-222
Ethyl alcohol 4240,6603 Ethyl alcohol 4240,6603
Glukosa 876,0179 H2O 2827,1069
Starch 142,7734 7067,7672
Na2SO4 7,0103 * Slop ke F-340
H2SO4 0,2970 Glukosa 876,0179
H2O 19085,6296 Starch 142,7734
Yeast 284,0867 Na2SO4 7,0103
Urea 6,0383 H2SO4 0,2970
NPK 2,2400 H2O 16258,5227
24644,7535 Yeast 284,0867
Urea 6,0383
NPK 2,2400
17576,9863
24644,7535 24644,7535
13. KOLOM DISTILASI ( D - 230 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Ethyl alcohol dr F-222 * Produk atas ke F-350
Ethyl alcohol 4240,6603 Ethyl alcohol 4198,2539
H2O 2827,1069 H2O 220,9583
7067,7672 4419,2122
* Produk bawah ke WTP
Ethyl alcohol 42,4064
H2O 2606,1486
2648,5550
Kapasitas produksi = 35.000 ton/tahun
Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun Satuan massa = kilogram/jam
Satuan panas = kilokalori/jam
1. TANGKI LIQUIFICATION ( R - 180 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Singkong dr F-117 * Campuran ke F-181
Karbohidrat 4734,6829 Glukosa 20640,4779
Protein 193,9231 Starch 85247,4672
Lemak 88,7288 Impuritis 748,6243
Abu 220,4712 NaOH 48,6525
H2O 1610,3686 -amylase 41,1115 6848,1746 Protein 2702,8735 * Air proses dr utilitas Lemak 1247,2737
H2O 43523,3692 Abu 3055,9175
* NaOH dr F-120 H2O 586670,6178
NaOH 3,7425 700403,0159
H2O 8,9168
12,6593 * Enzyme dr F-140
-amylase 2,7948
* H Reaksi 39117,3074 * Q loss 32152,5637
* Q steam 643051,2743
2. TANGKI SACCHARIFICATION ( R - 190 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Campuran dr F-181 * Campuran ke H-191
Glukosa 20640,4779 Glukosa 70208,2220
Starch 85247,4672 Starch 871,3189
Impuritis 748,6243 Na2SO4 57,2852
NaOH 48,6525 H2SO4 6,2930
-amylase 41,1115 Impuritis 28,5385
Protein 2702,8735 -amylase 1035,9302
Lemak 1247,2737 g-amylase 11,4523
Abu 3055,9175 Protein 20,2617
H2O 586670,6178 Lemak 16,4288
700403,0159 Abu 892,8653
H2O 916,9782
* Enzyme dr F-150 74065,5741
g-amylase 1,5665
* H2SO4 dr F-130
H2SO4 15,3700
H2O 0,2373
15,6073
* H Reaksi 214769,4818 * Q serap 841124,0974
3. TANGKI KULTUR ( R - 211 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Glukosa dr F-192 * Campuran ke R-210
Glukosa 3475,3791 Ethyl alcohol 506,0286
Starch 43,1598 Glukosa 67,0464
Na2SO4 2,8700 Starch 8,1907
H2SO4 0,4060 Na2SO4 0,5740
H2O 14974,8147 H2SO4 0,0812
18496,6296 H2O 2985,8443
* Yeast dr F-160 Yeast 19,3614
Yeast 13,7927 Urea 0,4247
* Nutrien dr F-170 NPK 0,0385
Urea 0,3027 3587,5898
NPK 0,0275 * Gas CO2 ke F-330
0,3302 CO2 286,1976
* H Reaksi 417369,8620 * Q serap 432006,8271
4. FERMENTOR ( R - 210 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Glukosa dr F-192 * Campuran ke F-212
Glukosa 66030,8385 Ethyl alcohol 10171,1352
Starch 819,4488 Glukosa 1280,1145
Na2SO4 53,8412 Starch 163,7025
H2SO4 5,8870 Na2SO4 11,3423 H2O 284521,1672 H2SO4 1,2586 351431,1827 H2O 59716,8169
* Campuran dr R-211 Yeast 386,8098
Ethyl alcohol 506,0286 Urea 8,3853
Glukosa 67,0464 NPK 0,6969
Starch 8,1907 71740,2620
Na2SO4 0,5740 * Gas CO2 ke F-330
H2SO4 0,0812 CO2 5466,3524
H2O 2985,8443
Yeast 19,3614
Urea 0,4247
NPK 0,0385
3587,5898 * Yeast dr F-160
Yeast 261,7803
* Nutrien dr F-170
Urea 5,6798
NPK 0,4730
6,1528
* H Reaksi 7971762,3440 * Q serap 8249842,4352
5. STILL VESSEL ( D - 220 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Campuran dr F-212 * Ethyl alcohol ke F-222
Ethyl alcohol 10171,1352 Ethyl alcohol 938261,1734 Glukosa 1280,1145 H2O 1598826,3866
Starch 163,7025 2537087,5600
Na2SO4 11,3423 * Slop ke F-340
H2SO4 1,2586 Glukosa 10692,1163
H2O 59716,8169 Starch 1404,2377
Yeast 386,8098 Na2SO4 89,1176
Urea 8,3853 H2SO4 9,8890
NPK 0,6969 H2O 401838,4384
71740,2620 Yeast 3227,8919
Urea 69,3844
NPK 5,4753
417336,5506 * Q supply 3034404,0512 * Q loss 151720,2026
6. CONDENSER ( E - 221 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Ethyl alcohol dr F-222 * Produk atas ke F-350
Ethyl alcohol 938261,1734 Ethyl alcohol 863834,7931 H2O 1598826,3866 H2O 1535012,2992
2537087,5600 2398847,0923
* Q serap 138240,4677
2537087,5600 2537087,5600
7. HEATER ( E - 224 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Ethyl alcohol dr F-222 * Produk atas ke F-350
Ethyl alcohol 10171,1352 Ethyl alcohol 100513,8254
H2O 8845,7037 H2O 82216,9835
19016,8389 182730,8089
* Q supply 172330,4947 * Q loss 8616,5247
8. KOLOM DISTILASI ( D - 230 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j) * Ethyl alcohol dr F-222 * Produk atas ke F-350
Ethyl alcohol 224136,4919 Ethyl alcohol 22367,5693
H2O 82216,9834 H2O 691,3562
306353,4753 23058,9255
* Produk bawah ke WTP
* Q Reboiling 3705945,9561 Ethyl alcohol 2640,6443
H2O 88313,7296
90954,3739 * Q Condensation 3712988,8342
* Q loss 185297,2978
Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun Satuan massa = kilogram/jam
Satuan panas = kilokalori/jam
1. YARD SINGKONG ( F - 110 )
Fungsi : Menampung singkong dari supplier Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Yard (gudang) berbentuk persegi panjang terbuat dari beton. Spesifikasi :
Kapasitas : 1593 m3
Bentuk : empat persegi panjang Ukuran : Panjang = 14,8 m
Lebar = 14,8 m Tinggi = 7,4 m Accessories : Crane-Belt Conveyor Bahan konstuksi : Beton
2. BELT CONVEYOR - 1 ( J - 111 )
Fungsi : memindahkan singkong dari F-110 ke H-112 Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in - skirt seal : 2 in
Belt speed : (10,9 / 32) x 100 ft/mnt = 35 ft/min Panjang : 51 ft
Sudut elevasi : 11,3 o
Power : 4 Hp
Jumlah : 1 buah
3. PEELING MACHINE ( H - 112 )
Fungsi : Mengupas atau memotong kulit singkong Type : Amisy - MQT2000 (Zhengzhou)
Dasar pemilihan : dipilih karena sesuai dengan bahan dan kapasitas.
Masuk
Keluar
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 2000 kg/jam
Panjang : 2600 mm
Lebar : 900 mm
Tinggi : 880 mm
Berat mesin : 420 kg
Voltage : 380 V
Power : 4 kW 5,4 hp Bahan : Heavy Duty Steel
Jumlah : 6 buah
4. BELT CONVEYOR - 2 ( J - 113 )
Fungsi : memindahkan singkong dari F-110 ke H-112 Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in - skirt seal : 2 in
Belt speed : (9,8 / 32) x 100 ft/mnt = 31 ft/min Panjang : 32 ft
Sudut elevasi : 21,8 o
Power : 4 Hp
Jumlah : 1 buah
Masuk
Keluar
5. DRUM PENCUCI ( X - 114 )
Fungsi : Mencuci singkong dengan air proses. Tipe : Tumbler – Double cone with spray nozzle Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai dengan bahan dan kapasitas.
Kondisi operasi : Tekanan operasi= 1 atm (atmospheric pressure) Suhu operasi = 30C (Suhu kamar)
Waktu proses = Continuous
Spesifikasi :
Sistem kerja : 10 minutes mixing per cycle
Panjang : 10 ft
Diameter : 2 ft Tinggi cone : 0,6 ft Rate pencampuran : 6 cuft/mnt Putaran cone : 18 ft/min Total power : 7,5 hp Bahan konstruksi : Carbon steel Jumlah : 1 buah
6. HAMMER MILL ( C - 115 )
Fungsi : Menghaluskan bahan sampai dengan 100 mesh Type : Reversible Hammer Mill
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 40 ton/jam Sieve number : No. 100
Model : 505
Rotor Dimension : 30 in x 30 in Maximum feed : 2 ½ in Maximum speed : 1200 rpm
Power : 100 hp
Bahan : Heavy Duty Steel
Jumlah : 1 buah
7. BUCKET ELEVATOR ( J - 116 )
Fungsi : memindahkan singkong dari C-115 ke silo F-117 Type : Continuous Discharge Bucket Elevator
Dasar pemilihan : untuk memindahkan bahan dengan ketinggian tertentu
Spesifikasi :
Ukuran = 6 in x 4 in x 4 ¼ in Bucket Spacing = 12 in
Tinggi Elevator = 86 ft Ukuran Feed (maximum) = ¾ in
Bucket Speed = (9,8 / 14) x 225 ft/mnt = 158 ft/menit Putaran Head Shaft = (9,8 / 14) x 43 rpm = 31 rpm
Lebar Belt = 7 in
Power total = 5 hp
Alat pembantu = Hopper Chute (pengumpan)
Jumlah = 1 buah
8. SILO SINGKONG ( F - 117 )
Fungsi : Menampung singkong dari hammer mill C-115
Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 1 hari
Spesifikasi :
Volume : 3420 cuft = 97 m3 Diameter : 11 ft
Tinggi : 33 ft
Tebal shell : ¼ in Tebal tutup atas : ¼ in Tebal tutup bawah : ¼ in
inlet
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 2 buah
9. TANGKI NaOH ( F - 120 )
Fungsi : menampung NaOH 50% dari supplier
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 210 cuft = 6 M3 Diameter : 6 ft
Tinggi : 6 ft
Tebal shell : 3/16 in Tebal tutup atas : 3/16 in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 1 buah
10. POMPA - 1 ( L - 121 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-120 ke R-180 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid. Masuk
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 0,10 gpm Total DynamicHead : 69,91 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 80%
Power : 1,5 hp = 1,2 kW Bahan konstruksi : Commercial Steel Jumlah : 1 buah
11. TANGKI H2SO4 ( F - 130 )
Fungsi : menampung asam sulfat dari supplier
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 210 cuft = 6 M3 Diameter : 6 ft
Tinggi : 6 ft
Tebal shell : 3/16 in Tebal tutup atas : 3/16 in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)
Jumlah : 1 buah
12. POMPA - 2 ( L - 131 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-130 ke R-190 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid. Masuk
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 0,10 gpm Total DynamicHead : 78,81 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 80%
Power : 1,5 hp = 1,2 kW Bahan konstruksi : Commercial Steel Jumlah : 1 buah
13. SILO ALPHA AMYLASE ( F - 140 )
Fungsi : Menampung enzyme -amylase dari supplier
Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Spesifikasi :
Volume : 210 cuft = 6 m3 Diameter : 4 ft
Tinggi : 12 ft
Tebal shell : 3/16 in
inlet
Tebal tutup atas : 3/16 in Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 1 buah
14. SILO GLUCO AMYLASE ( F - 150 )
Fungsi : Menampung enzyme gluco-amylase dari supplier Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Spesifikasi :
Volume : 210 cuft = 6 m3 Diameter : 4 ft
Tinggi : 12 ft
Tebal shell : 3/16 in Tebal tutup atas : 3/16 in Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 1 buah
inlet
15. SILO YEAST ( F - 160 )
Fungsi : Menampung yeast dari supplier
Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Spesifikasi :
Volume : 735 cuft = 21 m3 Diameter : 7 ft
Tinggi : 21 ft
Tebal shell : 3/16 in Tebal tutup atas : 3/16 in Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 2 buah
16. SILO NUTRIEN ( F - 170 )
Fungsi : Menampung nutrien dari supplier
Type : silinder tegak dengan tutup atas datar dan bawah conis Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
inlet
Spesifikasi :
Volume : 105 cuft = 3 m3 Diameter : 4 ft
Tinggi : 12 ft
Tebal shell : 3/16 in Tebal tutup atas : 3/16 in Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 2 buah
17. TANGKI LIQUIFICATION ( R - 180 )
Fungsi : Liquifikasi singkong dengan penambahan enzyme. Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk dan jaket pemanas.
Kondisi operasi : * Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer) * Suhu operasi = 90oC (Balitbang UPN) * Waktu proses = 2 jam (Balitbang UPN)
Spesifikasi : Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 11 ft Tinggi Shell : 22 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in Tinggi Tutup atas : 1,48 ft Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in Tinggi Tutup bawah : 1,30 ft Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller. Diameter impeler : 3,667 ft
Lebar blade : 0,734 ft Panjang blade : 0,917 ft Power motor : 44 hp Sistem Pemanas
Diameter jaket : 11,08 ft Tinggi jaket : 18 ft Jaket spacing : ¼ in
Tebal Jaket : 3/16 in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11) Jumlah tangki : 1 buah
18. TANGKI - 1 ( F - 181 )
Fungsi : menampung campuran bahan dari R-180
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 13860 cuft = 393 M3 Diameter : 26 ft
Masuk
Tinggi : 26 ft Tebal shell : 7/8 in Tebal tutup atas : 7/8 in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)
Jumlah : 2 buah
19. POMPA - 3 ( L - 182 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-181 ke R-190 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid.
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 115,10 gpm Total DynamicHead : 80,34 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 83%
Power : 4,0 hp = 3,0 kW Bahan konstruksi : Commercial Steel Jumlah : 1 buah
20. TANGKI SACCHARIFICATION ( R - 190 )
Fungsi : Sakarifikasi singkong dengan penambahan enzyme. Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
Kondisi operasi : * Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer) * Suhu operasi = 60oC (Balitbang UPN) * Waktu proses = 3 jam (Balitbang UPN)
Spesifikasi : Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 13 ft Tinggi Shell : 26 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in Tinggi Tutup atas : 1,75 ft Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in Tinggi Tutup bawah : 1,60 ft Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller. Diameter impeler : 4,334 ft
Lebar blade : 0,867 ft Panjang blade : 1,084 ft Power motor : 75 hp Sistem Pendingin
Diameter jaket : 13,05 ft Tinggi jaket : 20 ft Jaket spacing : 3/16 in
Tebal Jaket : 3/16 in
21. CENTRIFUGE ( H - 191 ) Fungsi : Memisahkan cake dan filtrat
Type : Disk-Bowls Centrifuge (automatic continuous discharge cake) Dasar Pemilihan : Sesuai dengan jenis bahan , efisiensi tinggi.
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 200 gpm Diameter Bowl : 24 in
Speed : 4000 rpm
Maximum Centrifugal Force : 5500 lbf/ft2
Power Motor : 7,5 Hp
Bahan : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah (automatic continuous discharge cake)
22. TANGKI - 2 ( F - 192 )
Fungsi : menampung campuran bahan dari H-191
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 33300 cuft = 943 M3
Masuk
Diameter : 35 ft
Tinggi : 35 ft
Tebal shell : 1 3/8 in Tebal tutup atas : 1 3/8 in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)
Jumlah : 8 buah
23. POMPA - 4 ( L - 193 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-192 ke R-210 dan R-211 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid.
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 110,70 gpm Total DynamicHead : 100,67 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 83%
Power : 5,0 hp = 3,8 kW Bahan konstruksi : Commercial Steel Jumlah : 1 buah
24. FERMENTOR ( R - 210 )
25. TANGKI KULTUR ( R - 211 )
Fungsi : Kulturisasi larutan glukosa dengan yeast.
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis dilengkapi pengaduk dan jaket pendingin.
Kondisi operasi : * Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer) * Suhu operasi = 32oC (suhu kamar)
* Waktu proses = 60 jam (FP-USU)
Spesifikasi : Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 7 ft Tinggi Shell : 14 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in Tinggi Tutup atas : 0,95 ft Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in Tinggi Tutup bawah : 0,80 ft Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller. Diameter impeler : 2,334 ft
Lebar blade : 0,467 ft Panjang blade : 0,584 ft Power motor : 14 hp Sistem Pendingin
Jaket spacing : 3/16 in
Tebal Jaket : 3/16 in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11) Jumlah tangki : 6 buah (5 buah standby-running)
26. TANGKI - 3 ( F - 212 )
Fungsi : menampung campuran bahan dari R-210
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 33413 cuft = 946 M3 Diameter : 35 ft
Tinggi : 35 ft
Tebal shell : 1 ¼ in Tebal tutup atas : 1 ¼ in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)
Jumlah : 8 buah
27. POMPA - 5 ( L - 213 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-212 ke D-220 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid. Masuk
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 111,10 gpm Total DynamicHead : 62,24 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 83%
Power : 3,0 hp = 2,3 kW Bahan konstruksi : Commercial Steel Jumlah : 1 buah
28. COMPRESSOR ( G - 214 )
Fungsi : Menaikkan tekanan bahan dari 1 atm menjadi 22,8 atm Type : Centrifugal turbo compressor
Dasar Pemilihan : Sesuai dengan tekanan operasi , efisiensi tinggi.
Spesifikasi :
Bahan : Commercial Steel Rate Volumetrik : 678 cuft/menit
Adiabatic Head : 15000 ft.lbf/lbm gas Effisiensi motor : 80%
Power : 170 hp
Jumlah : 2 buah (multi stage)
29. STILL VESSEL ( D - 220 )
Fungsi : Menguapkan ethyl alcohol dengan pemanasan. Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi jaket pemanas. Masuk
Keluar
Masuk
Kondisi operasi : * Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
* Suhu operasi = 80oC (berdasarkan titik didih ethyl alcohol)
* Waktu proses = 1 jam (Keyes)
Spesifikasi : Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 9 ft Tinggi Shell : 18 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in Tinggi Tutup atas : 1,21 ft Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in Tinggi Tutup bawah : 1,10 ft Sistem Pemanas
Diameter jaket : 9,24 ft Tinggi jaket : 13 ft Jaket spacing : 1¼ in
Tebal Jaket : 3/16 in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11) Jumlah tangki : 1 buah
30. CONDENSER - 1 ( E - 221 )
Fungsi : Mengkondensasi bahan dengan suhu operasi 32C Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube) Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 32C (suhu kamar)
- Sistem kerja = kontinyu
Spesifikasi :
Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG Panjang = 16 ft
Pitch = 1 in square Jumlah Tube , Nt = 526
Passes = 2
Shell : ID = 29,0 in
Passes = 1
Heat Exchanger Area , A = 1652,1 ft2 = 154 m2
Jumlah exchanger = 1 buah
31. AKUMULATOR - 1 ( F - 222 )
Fungsi : menampung sementara kondensat dari kondensor Type : silinder horizontal dengan tutup dished
Dasar Pemilihan : efisien untuk kapasitas kecil
Spesifikasi :
Volume : 62 cuft = 2 M3 Tekanan : 1 atm absolut Diameter : 3 ft
Panjang : 9 ft
Tebal tutup : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253) Jumlah : 1 buah
32. POMPA - 6 ( L - 223 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-222 ke D-230 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid.
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 36,20 gpm Total DynamicHead : 84,88 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 80%
Power : 2,0 hp = 1,5 kW Bahan konstruksi : Commercial Steel Jumlah : 1 buah
33. HEATER ( E - 224 )
Fungsi : Memanaskan bahan dari 32C menjadi 89,644C Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube) Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan
panas yang besar.
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer)
Spesifikasi :
Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG Panjang = 16 ft
Pitch = 1 in square Jumlah Tube , Nt = 90
Passes = 2
Shell : ID = 13,25 in
Passes = 1
Bahan konstruksi shell = Carbon steel Heat Exchanger Area , A = 282,7 ft2 = 27 m2
Jumlah exchanger = 1 buah
34. KOLOM DISTILASI ( D - 230 )
Fungsi : Memurnikan Ethyl alcohol dengan kadar minimal 95%. Type : Sieve Tray Colomn
Dasar Pemilihan : - effisiensi pemisahan lebih tinggi dari plate colomn. - harga lebih murah dari bubble cap colomn.
- perawatan dan perbaikan yang mudah.
Spesifikasi kolom distilasi : Tekanan operasi = 17 psi Suhu operasi = 89,644C
Bahan konstruksi = Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253) Allowable stress (SA-283 , Grade C) = 12650 psi
Digunakan double welded butt joint no radiograph dengan efisiensi = 85% (0,85) Spesifikasi shell dan tutup :
Shell OD = 12 ft = 144 in Tebal shell = ¼ in
Tebal tutup dished = 3/8 in Tinggi tutup dished = 1,8 ft Spesifikasi Plate :
Tray spacing = 24 in
Jumlah plate = 15 buah
Feed Plate = plate ke – 12
Tinggi tangent line to tangent line = 40,2 ft Tinggi skirt support = 4,0 ft Tinggi tutup dished = 1,8 ft
+
Tinggi total tangki = 46,0 ft Lain-lain :
Berat liquid = 21963,6400 lb
Area downcomer = 53,675 ft2 Berat liquid tiap area = 410 lb/ft2
Tray support ring = 2 1/2 in x 2 1/2 in x 3/8 in , Angles Faktor korosi = 1/8 in (0,125 in)
Overhead vapor line, OD = 12 in
Tebal isolasi = 3 in
Accessories = 1 buah tangga.
35. CONDENSER - 2 ( E - 231 )
Fungsi : Mengkondensasi bahan dengan suhu operasi 32C Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube) Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan
panas yang besar.
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 32C (suhu kamar)
- Sistem kerja = kontinyu
Spesifikasi :
Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG Panjang = 16 ft
Pitch = 1 in square Jumlah Tube , Nt = 1024
Passes = 2
Shell : ID = 39,0 in
Passes = 1
Heat Exchanger Area , A = 3216,2 ft2 = 299 m2
Jumlah exchanger = 1 buah
36. AKUMULATOR - 2 ( F - 232 )
Fungsi : menampung sementara kondensat dari kondensor Type : silinder horizontal dengan tutup dished
Spesifikasi :
Volume : 42 cuft = 2 M3 Tekanan : 1 atm absolut Diameter : 3 ft
Panjang : 9 ft
Tebal shell : 3/16 in Tebal tutup : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253) Jumlah : 1 buah
37. POMPA - 7 ( L - 233 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari F-232 ke D-230 dan F-350 Type : Centrifugal Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas < 10 cP dan bahan liquid.
Spesifikasi :
Rate Volumetrik : 24,40 gpm Total DynamicHead : 86,14 ft.lbf/lbm Effisiensi motor : 80%
38. REBOILER ( E - 234 )
Fungsi : Menguapkan sebagian bahan dengan suhu operasi 100,232C Type : Kettle reboiler (1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger Fixed Tube) Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan
panas yang besar.
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (tekanan atmosfer) - Suhu = 100,021C (trial bubble point)
- Sistem kerja = kontinyu
Spesifikasi :
Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG Panjang = 16 ft
Pitch = 1 in square Jumlah Tube , Nt = 1024
Passes = 2
Shell : ID = 39,0 in
Passes = 1
Bahan konstruksi shell = Carbon steel Heat Exchanger Area , A = 3216,2 ft2 = 299 m2
39. YARD KULIT SINGKONG ( F - 310 )
Fungsi : Menampung produk samping kulit singkong Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Yard (gudang) berbentuk persegi panjang terbuat dari beton. Spesifikasi :
Kapasitas : 244 m3
Bentuk : empat persegi panjang Ukuran : Panjang = 8,0 m
Lebar = 8,0 m Tinggi = 4,0 m Accessories : Crane-Belt Conveyor Bahan konstuksi : Beton
40. YARD CAKE ( F - 320 )
Fungsi : Menampung produk samping cake singkong Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure) - Suhu = 30C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Yard (gudang) berbentuk persegi panjang terbuat dari beton. Spesifikasi :
Kapasitas : 137 m3
Bentuk : empat persegi panjang Ukuran : Panjang = 6,6 m
Lebar = 6,6 m Tinggi = 3,3 m Accessories : Crane-Belt Conveyor Bahan konstuksi : Beton
41. TANGKI CARBON DIOXIDE ( F - 330 )
Fungsi : menampung gas CO2 dalam bentuk liquid (liquifying) Type : silinder horizontal dengan tutup dished
Dasar Pemilihan : efisien untuk penyimpanan dengan tekanan tinggi. Kondisi Operasi : - Tekanan = 24,8 atm (UG Storage)
- Suhu = 30C (suhu kamar) - Waktu penyimpanan = 7 hari
Spesifikasi :
Volume : 16150 cuft = 458 m3 Tekanan : 24,8 atm gauge Diameter : 19 ft
Panjang : 57 ft
Tebal shell : 4 in Tebal tutup : 4 ½ in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-212 grade B (Brownell : 276)
Jumlah : 10 buah
Masuk
42. TANGKI SLOP ( F - 340 )
Fungsi : menampung produk slop dari still vessel
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 31710 cuft = 898 M3 Diameter : 34 ft
Tinggi : 34 ft
Tebal shell : 1 ¼ in Tebal tutup atas : 1 ¼ in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)
Jumlah : 4 buah
Masuk
43. TANGKI ETHYL ALCOHOL ( F - 350 )
Fungsi : menampung produk utama ethyl alcohol
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Spesifikasi :
Volume : 20580 cuft = 583 M3 Diameter : 30 ft
Tinggi : 30 ft
Tebal shell : 3/8 in Tebal tutup atas : 3/8 in Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Stainless Steel 316 (Perry 7ed,T.28-11)
Jumlah : 2 buah
Masuk
FERMENTOR ( R - 210 )
Fungsi : Fermentasi larutan glukosa dengan yeast.
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk , jaket pendingin.
Kondisi operasi : * Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
* Suhu operasi = 32oC (suhu kamar)
* Waktu proses = 60 jam (FP-USU)
Berdasarkan pertimbangan atas fase zat yang tercampur, dan kapasitas
produksi, maka tangki proses dapat dibedakan jenisnya yaitu : tangki berpengaduk
(mixed flow) dan tangki pipa alir (plug flow). Pada fermentor ini bahan baku
larutan glukosa merupakan fase liquid, sedangkan yeast dan nutrien merupakan
solid, maka dipilih jenis tangki berpengaduk (mixed flow) untuk memudahkan dan
Kondisi feed :
1. Feed larutan glukosa dari tangki F-192 :
Komposisi bahan :
Komponen Berat (kg) Fraksi berat (gr/cc) [Perry 7ed ; Sherwood]
Glukosa 8714,3138 0,3229 1,544
Starch 135,6347 0,0050 1,500
Na2SO4 6,6598 0,0002 2,698
H2SO4 0,2821 0,0001 1,834
H2O 18131,3481 0,6718 1,000
26988,2385 1,0000
Rate massa = 26988,2385 kg/jam = 59498,2706 lb/jam
campuran =
fraksikomponenberat 1 = 1 0,6718 1,834 0,0001 2,698 0,0002 1,500 0,0050 1,544 0,3229 1 = 1,13 gr/cc
= 1,13 gr/cc x 62,43 = 71,0 lb/cuft (1 gr/cc = 62,43 lb/cuft)
rate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 71,0 59498,2706
= 839 cuft/jam
2. Feed kultur dari tangki kultur R-211 :
Komponen Berat (kg) Fraksi berat (gr/cc) [Perry 7ed;T.2-1]
Ethyl alcohol 210,9782 0,1711 0,789
Glukosa 45,8647 0,0372 1,544
Starch 7,1387 0,0058 1,500
Na2SO4 0,3505 0,0003 2,698
H2SO4 0,0149 0,0000 1,834
H2O 954,2815 0,7738 1,000
Yeast 14,2043 0,0115 1,669
Urea 0,3019 0,0002 1,335
NPK 0,1120 0,0001 1,820
Rate massa = 1233,2467 kg/jam = 2718,8157 lb/jam
campuran = 62,43
komponen berat fraksi 1
= 61,0 lb/cuftrate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 61,0 2718,8157
= 45 cuft/jam
3. Feed yeast dari tangki F-160 :
Rate massa = 269,8824 kg/jam = 594,9827 lb/jam
yeast = 104,2 lb/cuft
rate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 104,2 594,9827
= 6 cuft/jam
4. Feed nutrien dari tangki F-170 :
Komponen Berat (kg) Fraksi berat (gr/cc) [Perry 7ed;T.2-1]
Urea 5,7364 0,7294 1,335
NPK 2,1280 0,2706 1,820
7,8644 1,0000
Rate massa = 7,8644 kg/jam = 17,3379 lb/jam
campuran = 62,43
komponen berat fraksi 1
= 89,8 lb/cuftrate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 89,8 17,3379
= 1 cuft/jam
Tahap-tahap Perencanaan
1. Perencanaan Dimensi Fermentor
2. Perencanaan Sistem Pengaduk
3. Perencanaan Sistem Pendingin
1. PERENCANAAN DIMENSI FERMENTOR
Total rate volumetrik = 891 cuft/jam
campuran = 61,0 lb/cuft (produk bawah)
Waktu tinggal = 60 jam (FP-USU)
Direncanakan digunakan 6 tangki, sehingga volume tangki :
=
gki tan 6
jam 60 jam / cuft
891
= 8910 cuft
Asumsi volume bahan (larutan) mengisi 80 % volume tangki sehingga volume
ruang kosong sebesar 20% dan digunakan 6 buah tangki.
Volume tangki = 8910 / 80% = 11138 cuft
Menentukan ukuran tangki dan ketebalannya
Diambil dimension ratio H
D = 2 (Ulrich ; T.4-27 : 248)
Dengan mengabaikan volume dished head (tinggi tangki = tinggi total tangki).
Volume tangki = 4 . D
2 . H
11138 = 4
. D2 . 2 D
D = 19 ft = 228 in
Penentuan tebal shell :
Tebal shell berdasarkan ASME Code untuk cylindrical tank :
t min = C
P 6 , 0 fE
ri P
[Brownell & Young ,pers.13-1,hal.254]
dengan : t min = tebal shell minimum; in
P = tekanan tangki ; psi
ri = jari-jari tangki ; in ( ½ D )
C = faktor korosi ; in (diambil 1/8 in)
E = faktor pengelasan, digunakan double welded butt joint.
faktor pengelasan, E = 0,8
f = stress allowable, bahan konstruksi stainless steel 316
maka f = 36000 psi [Perry 7ed,T.28-11]
P operasi = P hydrostatis = H
P hydrostatis =
14438 % 80 0 ,
61
= 12,9 psi
P design diambil 10% lebih besar dari P operasi untuk faktor keamanan.
P design = 1,1 x 12,9 = 15 psi
r = ½ D = ½ x 228 in = 114 in
t min =
0,125 156 , 0 8 , 0 36000
114
15
= 0,185 in
Dimensi tutup atas, standard dished :
Untuk D = 228 in, didapat rc = 180 in (Brownell & Young, T-5.7)
digunakan persamaan 13.12 dari Brownell & Young.
Tebal standard torispherical dished (atas) :
th = P 1 , 0 fE rc P 885 , 0
+ C [Brownell & Young; pers.13.12]
dengan : th = tebal dished minimum ; in
P = tekanan tangki ; psi
rc = crown radius ; in [B&Y,T-5.7]
C = faktor korosi ; in (diambil 1/8 in)
E = faktor pengelasan, digunakan double welded butt joint.
faktor pengelasan, E = 0,8
f = stress allowable, bahan konstruksi stainless steel 316
maka f = 36000 psi [Perry 7ed,T.28-11]
th =
15 1 , 0 8 , 0 36000 180 15 885 , 0
+ 0,125 = 0,208 in , digunakan t = ¼ in
h = rc -
4 D rc
2 2
= 3,40 ft
Tutup bawah, conis :
Tutup bawah, conis :
Tebal conical =
fE-0,6P
Ccos 2 D . P
[Brownell,hal.118; ASME Code]
dengan = ½ sudut conis = 30/2 = 15
tc =
81 15 6 , 0 8 , 0 36000 15 cos 2 12 19 15
o
0,186 in = 3/16 in
Tinggi conical :
h =
2 m D tg
[Hesse, pers.4-17]
Keterangan : = ½ sudut conis ; 15
D = diameter tangki ; ft
m = flat spot center ; 12 in = 1 ft
maka h =
2 1 D 15
tg o
= 2
18 268 ,
2. PERENCANAAN SISTEM PENGADUK
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade. Dari ( Perry 6ed ; p.19-9 ) :
Diameter impeler (Da) = 1/3 diameter shell = 1/3 x 19 = 6,334 ft
Lebar blade (w) = 0,2 diameter impeller = 0,20 x 6,334 = 1,267 ft
Panjang blade = 0,25 x diameter impeller = 0,25 x 6,334 = 1,584 ft
Penentuan putaran pengaduk :
V = x Da