• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori 1. Teori Agensi

Teori keagenan menurut Ramadona (2016) adalah teori yang berhubungan dengan perjanjian antar anggota di perusahaan. untuk menjaga hubungan antara pemilik perusahaan dan manajer, pemilik akan menyerahkan kewenangan dalam pengambilan keputusan kepada pihak manajer. Jika kedua belah pihak tersebut mempunyai tujuan yang sama untuk memaksimalkan nilai sebuah perusahaan, maka diyakini manajer akan bertindak sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh pemilik perusahaan. Berdasarkan hal tersebut berarti manajemen harus mengedepankan keinginan yang diinginkan oleh pemegang saham.

Menurut (Meidawati et al., 2017) menyatakan bahwa ada tiga jenis asumsi yang menjadi landasan teori keagenan yaitu asumsi atas sifat dasar manusia, asumsi atas informasi, dan asumsi atas keorganisasian. Menurut asumsi sifat dasar manusia menjelaskan bahwa manusia memiliki perilaku yang cenderung mementingkan diri sendiri. Asumsi informasi menunjukan bahwa informasi merupakan bahan yang dapat diperjual-belikan. Asumsi keorganisasian menunjukan adanya konflik antar anggota organisasi dan perbedaan informasi antara manajer dan pemilik

Menurut asumsi sifat atas sifat dasar manusia yang menjadi landasan teori keagenan, menegaskan bahwa perilaku manusia cenderung mementingkan diri

(2)

9

sendiri, memiliki persepsi yang terbatas akan masa yang akan datang, dan lebih memilih untuk menghindari risiko. Sesuai dengan asumsi atas sifat dasar manusia, diidentifikasikan bahwa antara pemilik perusahaan dan manajer cenderung lebih mengedepankan kepentingan masing-masing. Pemilik perusahaan memiliki keinginan untuk mengikat kontrak guna mendapatkan keuntungan dengan meningkatkan profitabilitas secara signifikan, sedangkan manajer memiliki keinginan untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan psikologis dengan memperoleh dana investasi, kontrak investasi, maupun pinjaman. Sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kepentingan antara pemilik dan manajer.

Masalah yang muncul antara pemilik perusahaan dan manajer disebut dengan agency problem. Salah satu penyebab agency problem adalah adanya asimetri informasi. Asimetri informasi merupakan ketidakseimbangan informasi antara pemilik perusahaan dengan manajer, permasalahan tersebut muncul pada saat pemilik tidak memiliki data yang cukup terhadap kondisi perusahaan dan manajer, dilain pihak manajer sebagai pelaksana, memiliki data yang lebih banyak mengenai informasi perusahaan.

2. Teori Kebijakan Dividen

Dalam menentukan kebijakan dividen pada sebuah perusahaan terdapat beberapa teori yang dapat dijadikan sebagai landasan. Salah satunya (Wardiah, 2017), teori “The Bird In The Hand”. Teori ini dikemukakan oleh Myron J.

Gordon dan John Lintner yang mengemukakan bahwa biaya dari modal perusahaan akan naik jika Dividen Payout Ratio-nya rendah, ini disebabkan karena Investor pada sebuah perusahaan akan lebih memilih dividen

(3)

10

dibandingkan dengan capital gain, itu berarti return investasi saham dapat berupa dividen atau Capital gain. keuntungan yang bisa diperoleh investor adalah selisih antara harga jual dan harga beli saham yang disebut capital gain. Capital gain lebih spekulatif ini disebabkan oleh pengaruh perubahan harga saham yang dapat berubah setiap saat. Sedangkan dividen lebih mempunyai kepastian dan lebih dapat diprediksi daripada capital gain. Risiko dividen lebih kecil daripada Capital gain, sehingga investor lebih memilih dividen daripada capital gain.

Menurut (Khairunnisa, 2017), pembagian dividen kepada para pemegang saham itu penting, dimana selain untuk memenuhi keinginan investor, manajemen juga harus mempertimbangkan rasio dividen yang hendak dibayarkan supaya tidak terlalu menghambat pertumbuhan sebuah perusahaan.

perusahaan yang telah memenuhi keinginan atau harapan investor adalah perusahaan yang telah membayar dividen kepada para pemegang saham. Dengan kinerja sebuah perusahaan yang semakin meningkat, maka akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya pada sebuah perusahaan.

Sebuah kebijakan dividen pada sebuah perusahaan juga dapat menciptakan masalah keagenan, ini terjadi karena adanya keinginan yang berbeda antara pihak manajemen perusahaan dengan para pemegang saham.

Manajemen perusahaan menginginkan jumlah saham yang ditahan lebih besar daripada melakukan pembagian keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham. Namun jika laba yang ditahan lebih besar maka jumlah dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham akan berkurang, sebaliknya jika laba yang ditahan lebih kecil daripada jumlah dividen yang dibagikan kepada pemegang saham, maka dapat mengurangi jumlah investasi yang akan dilakukan oleh sebuah perusahaan di masa yang akan datang.

(4)

11 3. Struktur Kepemilikan

Menurut Sugiarto (2009:59) menyatakan bahwa struktur kepemilikan merupakan kepemilikan saham yang dibagi menjadi dua, yakni kepemilikan internal dan kepemilikan eksternal. Kepemilikan internal adalah kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak internal sebuah perusahaan yakni, manajer, direksi, dan dewan komisaris atau biasa disebut kepemilikan manajerial.

Sedangkan kepemilikan eksternal adalah kepemilkan saham yang dimiliki oleh pihak luar perusahaan baik perusahaan maupun individu. Saham yang dimiliki oleh pihak individu biasa disebut kepemilikan publik, sedangkan saham yang dimiliki oleh perusahaan biasa disebut kepemilikan institusional.

Struktur kepemilikan adalah sebuah pemisah antara pemilik perusahaan dengan pihak manajer perusahaan. Manajer adalah pihak yang dipilih oleh pemilik perusahaan dan diberi kewenangan mengambil keputusan dalam mengelola perusahaan, dengan harapan manajer bertindak sesuai dengan kepentingan pemilik. Sedangkan pemilik atau pemegang saham adalah pihak yang menyertakan modal kedalam perusahaan. Tetapi terkadang manajer perusahaan mengambil keputusan tidak sesuai dengan kepentingan pemilik.

Dimana pemilik perusahaan ingin meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan manajer terkadang mengambil keputusan sesuai keinginan dan kebutuhan diri sendiri. Struktur kepemilikan dibagi menjadi tiga jenis, tetapi pada penelitian ini hanya menggunakan kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional.

3.1 kepemilikan Institusional

Menurut Khairunnisa (2017) kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham atas pihak pihak pemerintah atau pihak institusi keuangan institusi luar negeri, institusi berbadan hukum, dana perwalian, daan institusi

(5)

12

lainnya yang memiliki dana substansial. Dengan adanya kepemilikan institusional pada sebuah perusahaan, dapat berperan penting dalam melakukan pengawasan yang lebih maksimal terhadap kinerja manajemen. Pengawasan yang dilakukan oleh investor institusional juga tergantung pada besar atau kecilnya investasi yang dilakukan. Dengan adanya pihak institusional dianggap mampu menjadi pengawas yang efektif dalam mengawasi setiap keputusan yang diambil oleh manajer.

Dengan tingginya tingkat kepemilikan institusional maka akan meningkatkan pengawasan yang dilakukan oleh pihak investor kepada manajer, yang dapat menghalangi perilaku manajer yang yang mementingkan kepentingan diri sendiri yang pada akhirnya akan merugikan sebuah perusahaan dan agar manajer bisa mencari peluang investasi yang bagus untuk perusahaan.

Keberadaan kepemilikan institusional dapat menunjukan mekanisme Corporate Governance yang kuat yang dapat digunakan untuk mengawasi manajer perusahaan. Pengaruh kepemilikan institusional terhadap manajemen perusahaan menjadi sangat penting bahkan dapat digunakan sebagai alat untuk menyelaraskan kepentingan pemilik perusahaan dengan manajer.

3.2 Kepemilikan Manajerial

Menurut Wuisan et al. (2018), kepemilikan manajerial adalah pemegang saham yang berasal dari pihak manajemen yang secara aktif ikut serta dalam pengambilan keputusan perusahaan. kepemilikan merupakan kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak manajemen perusahaan yang diukur menggunakan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh manajemen. Kepemilikan manajerial bisa dilihat melalui kepemilikan saham yang berasal dari direksi, komisaris, sekretaris perusahaan atau bahkan karyawan perusahaan tersebut, itu juga bisa

(6)

13

dilihat dari laporan keuangan bagian modal saham. Kepemilikan manajerial dapat mensejajarkan kepentingan pemegang saham dengan manajemen, karena pihak manajemen dapat merasakan langsung hasil dari keputusan yang diambil dan pihak manajemen juga ikut menanggung risiko apabila ada kerugian yang timbul sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah.

Dari penjelasan diatas, dapat diartikan bahwa pihak manajemen diperlakukan bukan hanya dilakukan sebagai pihak internal yang digaji untuk kepentingan perusahaan tetapi diperlakukan sebagai pemegang saham. Sehingga diharapkan dengan adanya keterlibatan pihak manajer pada kepemilikan saham dapat meningkatkan kinerja manajer. Adanya kepemilikan manajerial dalam sebuah akan menimbulkan sebuah dugaan menarik bahwa nilai perusahaan meningkat sebagai akibat kepemilikan manajerial yang meningkat. Dengan adanya pihak manajer yang memiliki kepemilikan saham pada sebuah perusahaan maka sebuah perusahaan tersebut dipandang dapat menyamakan kepentingan antara pemegang saham dengan manajer sehingga permasalahan antara pemilik dengan pihak manajer diasumsikan akan hilang apabila seorang manajer juga sekaligus sebagai pemegang saham tersebut.

4. Leverage

Menurut (Suteja, 2020) Leverage merupakan sebuah kebijakan yang dimiliki perusahaan, dimana pihak manajemen perusahaan menggunakan pendanaan eksternal berupa hutang atau debt dalam memenuhi keperluan pendanaan untuk investasi perusahaan. Tingkat leverage bisa saja berbeda-beda antar perusahaan yang satu dengan yang lain, atau dari satu periode ke periode yang lainnya dalam satu perusahaan. Tetapi yang pasti semakin tinggi tingkat leverage akan semakin tinggi risiko yang dihadapi, karena kemungkinan

(7)

14

perusahaan akan menggunakan labanya untuk membayar utang yang telah dipinjamnya dibandingkan untuk melakukan investasi, dan ini bisa berdampak kepada pembagian dividen sebuah perusahaan. Beberapa studi empiris memperlihatkan bahwa pada umumnya saat leverage semakin tinggi, maka semakin tinggi pula kecenderungan pihak manajemen turut serta dalam pengambilan bagian dalam perusahaan.

Ada dua macam leverage yaitu Operating Leverage dan financial Leverage. Dalam Financial Leverage, penggunaan beban tetap sebagai

pendanaan perusahaan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan per lembar saham. Sedangkan dalam Operating Leverage, penggunaan biaya tetap sebagai aktiva mengharapkan Revenue yang diperoleh mampu menutup biaya tetap dan variabel. Rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. Semakin rendah jumlah hutang yang dimiliki oleh sebuah perusahaan maka akan meningkatkan tingkat kepastian sebuah perusahaan dalam membayar dividen.

B. Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Erik Rusli

Gede Mertha Sudiartha

1. Judul Penelitian Pengaruh Struktur Kepemilikan, Leverage, Pertumbuhan Perusahaan dan Efektivitas Usaha terhadap kebijakan Dividen

(8)

15 Tahun Penelitian 2017

Objek Penelitian Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011 – 2015

Hasil Penelitian - struktur kepemilikan dilihat dari kepemilikan manajerial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.

- Leverage memberi pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.

No. Nama Peneliti Dwi Febrianti Yolandafitri Zulvia

2. Judul Penelitian Pengaruh Struktur Kepemilikan, Leverage, Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013 – 2017 Tahun Penelitian 2020

Objek Penelitian Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 – 2017

(9)

16

Hasil Penelitian - Kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan proksi KI memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kebijakan dividen.

- Kepemilikan manajerial diukur

dengan menggunakan proksi KM tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen.

- Leverage diukur dengan menggunakan proksi DER memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.

No. Nama Peneliti Dame Prawira Silaban Ni Ketut Purnawati

3. Judul Penelitian Pengaruh Profitabilitas, Struktur

Kepemilikan, Pertumbuhan Perusahaan dan Efektivitas usaha Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Tahun Penelitian 2016

Objek Penelitian Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010 - 2013.

(10)

17

Hasil Penelitian - Struktur kepemilikan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen

No. Nama Peneliti Syahid Haryo Bhismoko Aji Dr. Majidah, S.E., M.Si.

4. Judul Penelitian Pengaruh Struktur Kepemilikan, Kebijakan Hutang dan Ukuran

Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Tahun Penelitian 2018

Objek Penelitian Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)

Hasil Penelitian - Kepemilikan institusional memberikan pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen - Kebijakan hutang memberikan

pengaruh positif terhadap kebijakan dividen

No. Nama Peneliti Putri Indah Ismiati Tri Yuniati

(11)

18

5. Judul Penelitian Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Tahun Penelitian 2017

Objek Penelitian Perusahaan food and beverages (makanan dan minuman) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada pada tahun 2012 sampai dengan 2015.

Hasil Penelitian - Kepemilikan manajerial memberikan pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen - Kebijakan institusional tidak

berpengaruh terhadap kebijakan dividen

No. Nama Peneliti Edi Wijayanto

Anggi Navulani Putri

6. Judul Penelitian Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Profitabilitas dan

Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Dividen

Tahun Penelitian 2018

Objek Penelitian seluruh perusahaan yang

terdaftar pada indeks LQ-45 di BEI

(12)

19

periode 2011-2015

Hasil Penelitian - Leverage memberikan pengaruh terhadap kebijakan dividen - Kepemilikan Manajerial

memberikan pengaruh terhadap kebijakan dividen

No. Nama Peneliti Soimah Munawaroh

7. Judul Penelitian Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, Kepemilikan Institusional, Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen

Tahun Penelitian 2016

Objek Penelitian Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010- 2014

Hasil Penelitian - Leverage memberikan pengaruh positif terhadap kebijakan dividen - Kepemilikan Institusional

memberikan pengaruh positif terhadap kebijakan dividen

No. Nama Peneliti Rani Dhuhri Yossi Diantimala

(13)

20

8. Judul Penelitian The Influence of Institutional Ownership, Individual Ownership, and Managerial Ownership Toward Dividend Payout Ratio At Non-Financial Companies Registered in Indonesia Stock Exchange in 2012-2016

Tahun Penelitian 2018

Objek Penelitian Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016 Hasil Penelitian - Kepemilikan manajerial

memberikan pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen - Kepemilikan Institusional

memberikan pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen

C. kerangka Pemikiran

1. Pengaruh kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Dividen

Kepemilikan manajerial merupakan besarnya jumlah kepemilikan saham oleh pihak manajemen dari seluruh modal saham perusahaan saat ini. Besar kecilnya dividen yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak manajerial berdasarkan persentase kepemilikan manajerialnya. Kepemilikan manajerial dapat mengurangi konflik keagenan, dikarenakan pihak manajemen yang menjadi pemilik saham pada sebuah perusahaan maka pihak manajer akan

(14)

21

berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan karena merasa turut serta dalam menerima dampak dari keputusan yang telah diambil tersebut.

Menurut Febrianti & Zulvia (2020) apabila persentase kepemilikan saham manajerial yang telah ditetapkan pada sebuah perusahaan besar maka perusahaan akan membayarkan dividen dalam jumlah yang besar, sedangkan apabila persentase kepemilikan manajerialnya kecil maka perusahaan akan membayarkan dividen dalam jumlah yang kecil. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

Pernyataan kerangka pemikiran ini didukung oleh hasil penelitian Febrianti & Zulvia (2020) yang dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen pada Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 – 2017. Sedangkan pemikiran ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Wuisan et al. (2018) yang dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2012- 2016.

2. Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap kebijakan dividen

Kepemilikan institusional merupakan sebuah kepemilikan saham yang dimiliki oleh Institusi atau pemerintahan. Semakin tinggi persentase kepemilikan institusional yang besar, akan membuat pengawasan oleh pihak eksternal akan semakin ketat terhadap manajer sebuah perusahaan. Pengawasan tersebut dilakukan agar pihak manajer dapat mencari peluang investasi yang baik untuk kesejahteraan perusahaan dimasa yang akan datang. Apabila seorang manajer sudah mementingkan kepentingan pribadi, maka ada kemungkinan berdampak

(15)

22

pada penurunan keuntungan dan dividen yang akan diterima oleh pemegang saham. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa kepemilikan institusional memiliki hubungan positif terhadap kebijakan dividen.

Kerangka pemikiran ini didukung oleh penelitian milik (Rahayu &

Rusliati, 2019) yang mempunyai hasil bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen

3. Pengaruh Leverage Terhadap Kebijakan Dividen

Menurut Nuhu dkk (2014), yang dikutip dari jurnal milik Febrianti &

Zulvia (2020) perusahaan-perusahaan yang sebagian besar membiayai kegiatan operasi mereka dengan hutang memberikan penekanan pada likuiditas mereka.

Pembayaran bunga dan pokok dapat mengurangi kemampuan sebuah perusahaan untuk menjamin pembayaran dividen. Menurut Wijayanto & Putri (2018) apabila hutang yang dimiliki oleh sebuah perusahan lebih banyak daripada modal yang dimilikinya, maka tingkat ketidakpastian pembayaran dividen kepada investor akan semakin meningkat. Akibatnya, Leverage akan berdampak negatif terhadap kebijakan dividen.

Kerangka pemikiran ini didukung oleh penelitian milik (Febrianti &

Zulvia, 2020) yang mempunyai hasil bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran

(16)

23 D. Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

H1: Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

H2: Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen.

H3: leverage berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan bahwa Struktur kepemilikan perusahaan mempengaruhi pengambilan kebijakan hutang perusahaan, Kepemilikan manajerial yang tinggi akan menurunkan penggunaan

Kepemilikan saham oleh manajerial, digunakan untuk menyelaraskan kepentingan antara pemegang saham dengan manajemen, ketika semakin besar kepemilikan manajerial,

Semakin besar kepemilikan saham yang dimiliki oleh manager atau yang lebih dikenal sebagai kepemilikan manajerial di dalam sebuah perusahaan maka manajemen dalam

Kerangka pemikiran penelitian diawali dengan penyusunan kerangka berfikir yang ditunjang oleh tinjauan pustaka yang di dalamnya meliputi perencanaan desain Sheet Pile

Berdasarkan landasan teori dan tinjauan pustaka yang ada, dapat disimpulkan bahwa media sosial dan lokasi usaha memiliki pengaruh pada keunggulan bersaing usaha, maka

Adanya kepemilikan manajerial dalam perusahaan dapat mensejajarkan kepentingan antara pemegang saham dengan manajer perusahaan serta dianggap sebagai kegiatan monitoring

Penelitian sebelumya mengungkapkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap manajemen laba dan bisa meningkatkan kualitas dari proses pelaporan

2.2.8 Pengaruh Struktur Kepemilikan Manajerial Terhadap Biaya Keagenan Jesica (2012) menyatakan bahwa dengan besarnya kepemilikan manajerial dapat memungkinkan adanya