• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR REFERENSI 1. SUMBER BUKU Azizah, LM. (2011).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR REFERENSI 1. SUMBER BUKU Azizah, LM. (2011)."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR REFERENSI

1. SUMBER BUKU

Azizah, LM. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Abidin , Y.Z., & Beni, A.S. (2014). Pengantar Sistem Sosial Budaya Di Indonesia.

Bandung: CV. Pustaka Setia

Dapertemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, (Jakarta: Balai Pustaka, 2015), Hlm 710.

Fajarini, U. (2014). Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter.

Universitas Islam Negeri (UIN). Jakarta. Diakses Pada Tanggal 20 Oktober 2015:Hal:123-125.

Hidayat. A. (2012). Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis Data.

Jakarta: Salemba Medika.

Hardianti. (2021). Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional oleh masyarakat di desa sumilian kecamatan alla kabupaten enrekang.

Kuntjara, E. (2006). Penelitian Kebudayaan (Panduan Praktis). Yogyakarta Graha Ilmu.

Kuntowijoyo. (2006). Budaya dan Masyarakat: Edisi Paripurna. Yogyakarta Tiara Wacana.

Miles, M.B, Huberman, A.M, dan Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.

Moleong, J, Lexy. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Maryam, S. Mila, F. (2011). Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya. Jakarta Salemba Medika.

Martuti. (2009). Merawat dan menyembuhkan hipertensi: penyakit tekanan darah tinggi. Jogjakarta: pustaka pelajar.

(2)

Maryam, S. dan Mia, F. (2011). Mengenal Usia Lanjut Dan Perawatannya. Jakarta:

Salemba Medika.

Melalatoa, J. (1997). Sistem Budaya Indonesia. Jakarta: Kerjasama FISIP Universitas Indonesia Dengan PT. Pamator.

Nugroho, (2008). Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Nursalam. (2008). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pohan, I. (2007). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Ridzer, George. 2012. Edisi Kedelapan Teori Sosiologi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Ratna (2011). Antropologi sastra: peranan unsur-unsur kebudayaan dalam proses kreatif. Yogyakarta: pustaka pelajar.

Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia Suatu Pengantar. Bandung:

Ghalia Indonesia.

Sugiyono. (2005). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugihen. (1996). Satu bentuk pemukiman di daerah yang berada di luar batas perkotaan.

Wibowo, dkk (2015). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal disekolah (konsep, strategi, dan implementasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

2. SUMBER JURNAL

Agrina Wahyuni. (2011). Kepatuhan Lansia Penderita Hipertensi Dalam Pemenuhan Diit Hipertensi. Jurnal Keperawatan No 1.

Bimo, Walgito. (2003). Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset.

Budi Winarno. (2008). Kebijakan Publik, PT. Buku Kita: Jakarta.

(3)

Djaelani, A.R. (2013). Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif.

(Dalam Jurnal Ilmiah Pawiyatan Vol. 10. No. 1, Maret 2013).

Darmojo, R.B, (2004). Pola Penyakit Dan Keluhan Pada Golongan Penyakit Pada Usia Lanjut Agar Tetap Sehat Dan Berkualitas. FK Undip, 2 8-10.

Faoziah Ratna Anita. Rahmah Nur Hikmah. Ferian Lia. (2019). Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Herbal Pasien Hipertensi Dan Diabetes Mellitus.

Fitriani, D T. (2013). Efektivitas Temulawak Dalam Menurunkan Tekanan Darah.

Fajri Yeni, (2013). Hubungan Pengetahuan Dan Kepercayaan Dengan Penggunaan Obat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Lamnga Di Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar.

Lusia, O. (2006). Pemanfaatan Obat Tradisional Dengan Pertimbangan Manfaat Dan Khasiatnya. Majalah ilmu kefarmasian vol. III, No. 1.

Muti Teja Refa. (2017). Pengaruh Parutan Kunyit Pada Penurunan Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Berkoh Dikecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan, Vol 15 No 2.

Purwanto, Awaludin. (2019). Pengetahuan Dan Sikap Lansia Tentang Penggunaan Obat Tradisonal Hipertensi. Jurnal Keperawatan Reflesia Volume 1 Nomor 1.

Stevani, Hendra. Mispari. Dewi, Ratnasari. Setawati, Hesti. (2020). Penyuluhan Penggunaan Obat Tradisional Kepada Lansia Puskesmas Palandro.

Ratna, Nyoman Khuta. (2011). Antropologi Sastra: Peranan Unsur-Unsur Kebudayaan Dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: pustaka Pelajar.

Rismadona (2018). Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Kota Prabumulih Provinsi Sumatra Selatan. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, Vol 4 No. 2.

Soekanto, Soejono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada.

Setiyadi. (2012). Pengaruh Konsumsi Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Bulan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 1

(4)

Tjokronegoro Dan Baziad, (1992). Etika penelitian obat tradisional, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta.

Wibowo, S. (2005). Budi Daya Bawang Putih, Merah Dan Bombay. Jakarta:

Penebar Swadaya. Hal: 17-23.

Zulkifli. (2004). Pengobatan tradisional sebagai pengobatan alternative harus dilestarikan. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

(5)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Pedoman Wawancara

PEDOMAN WAWANCARA

I. Identitas Responden

Nama :

Usia :

Jabatan :

II. Pertanyaan untuk lansia

1. Sejak kapan obat tradisional ini dibuat, dan awal mulanya obat tradisional ini ada?

2. Apa yang membuat lansia tertarik untuk membuat obat tradisional?

3. Apa saja syarat untuk bisa menjadi pembuat obat tradisional?

4. Bagaimana lansia mengetahui setiap tumbuhan bisa menyembuhkan penyakit tertentu?

5. Bagaimana lansia mendapatkan tumbuhan untuk membuat obat tradisional?

6. Apakah setiap lansia bisa mengkonsumsi obat tradisional?

7. Dalam meminum obat tradisional, apakah ada do’a yang di ucapkan?

8. Apakah setiap obat tradisional yang dibuat ada campuran dengan bahan lain?

9. Apakah obat tradisional yang di buat tidak menimbulkan efek yang berbahaya?

10. Apakah ada keinginan untuk berhenti?

11. Apakah pengobatan tradisional ini harus terus berlanjut ke anak atau cucu?

12. Apa saja tumbuhan yang digunakan?

13. Apa saja alat yang digunakan?

14. Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan obat tradisional?

15. Apakah semua penyakit bisa di sembuhkan dengan obat tradisional?

(6)

III. Pertanyaan untuk anggota keluarga yang orang tuanya mengkonsumsi obat tradisional?

1. Apa tanggapan bapak/ibu melihat orang tuanya mengkonsumsi obat tradisional?

2. Bagaimana pendapat bapak/ibu jika orang tuanya selalu mengkonsumsi obat tradisional?

3. Apakah bapak/ibu setuju dengan pengobatan tradisional yang dilakukan orang tuanya?

4. Jika ada pengobatan lain apakah akan terus mengizinkan orang tuanya menggunakan obat tradisional?

5. Bagaimana pendapat bapak/ibu jika orang tuanya menginginkan pengobatan tersebut di teruskan?

6. Apakah bapak/ibu pernah melarang orang tuanya megkonsumsi obat tradisional?

7. Apakah bapak/ibu sebagai anak pernah mengkonsumsi?

8. Apakah bapak/ibuk pernah melihat bahwa obat tradisional yang diminum orang tuanya sangat berkhasiat?

9. Apakah bapak/ibu sebagai anak pernah membantu dalam pembuatan obat tradisional?

10. Apakah bapak/ibu sebagai anak pernah di ajarkan untuk membuat obat tradisional?

11. Dalam pengetahuan bapak/ibu, Mengapa orang tua bapak/ibu ingin membuat dan mengkonsumsi obat tradisional

12. Apakah bapak/ibu pernah mendengar do’a yang dilakukan orang tuanya sebelum mengkonsumsi obat tradisional.

13. Apakah orang tua bapak/ibu menanam sendiri tumbuhan yang akan di jadikan obat tradisional?

IV. Pertanyaan untuk agen penjual obat tradisional

1. Apa yang membuat bapak/ibu mau menerima dan menjual obat tradisional dari lansia?

2. Apa saja obat yang di jual?

(7)

3. Bagaimana bentuk penjualan yang dilakukan?

4. Berapa hari obat baru habis terjual?

5. Sepengetahuan bapak/ibu seberapa khasiat obat yang di jual lansia?

6. Apakah setiap habis, lansia selalu mengantarnya lagi?

7. Berapa harga biasa di jual oleh lansia?

(8)

Lampiran 2: Dokumentasi Foto

Gambar 5.1; Bersama lansia pembuat obat tradisional

Gambar 5. 2; Bersama lansia pengkonsumsi obat tradisional

(9)

Gambar 5. 3; Bersama agen penjual obat tradisional

Gambar 5. 4; Bersama anggota keluarga lansia pengkonsumsi obat tradisional

(10)

Gambar 4.2; Tumbuhan Daun Salam Koja

Gambar 4.3; Tumbuhan Pohon Kayu Manis

Gambar 4.4; Tumbuhan Jahe

Gambar 4.5; tumbuhan buah lada

(11)

Gambar 4.6; Tumbuhan Daun Tapak Liman

Gambar 4.7; Tumbuhan Senduduk

Gambar 4.8; tumbuhan daun sirih

(12)

Lampiran 3: Surat Rekomendasi Penelitian dari Fakultas

(13)

Lampiran 4: Surat Rekomendasi Penelitian dari Camat Bunguran Utara

(14)

Lampiran 5: Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(15)

Lampiran 6: Surat Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing

(16)

Lampiran 7: Surat Keputusan Penetapan Dewan Penguji Usulan Penelitian

(17)

Lampiran 8: Surat Keputusan Penetapan Dewan Penguji Skripsi

(18)

Lampiran 9: Lembar Perbaikan Skripsi

(19)

Lampiran 9: Lembar perbaikan skripsi

(20)

Lampiran 9: Lembar Perbaikan Skripsi

Referensi

Dokumen terkait

Pertama-tama marilahlah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini,

Ada pun yang menjadi bagian atau elemen-elemen dari sistem sosial yang turut mereka adaptasi di Desa Balinuraga, Lampung Selatan, yang menjadi identitas

Berdasarkan peta tanah eksplorasi tahun 1981 skala 1 : 1.000.000 dari Lembaga Penelitian Bogor, di wilayah kabupaten Banjar terdapat jenis tanah organosol gleihumus dengan bahan

terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan. pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi,

1.Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi tentang system 1.Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi tentang system dan mekanisme pelaksanaan program

Ekstrak biji cerakin disemprotkan pada hama ulat daun bawang yang tersedia dalam tiap wadah (10 ekor tiap wadah) untuk masing-masing konsentrasi dan dilakukan 3 kali

Luas persegi panjang yang terjadi sama dengan luas

[r]