• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

36

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan menerapkan konsep drainase berwawasan lingkungan (Eco-Drainage) pada kawasan Pemukiman Relokasi hunian pasca bencana di Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran dengan menggunakan Metode kolam retensi. Tujuan dari Metode Kolam Retensi ini yaitu untuk mencegah terjadinya genangan air akibat air hujan yang tidak tertampung oleh drainase dan untuk mendukung adanya usaha konservasi air tanah di Pulau Legundi.

Pulau Legundi pulau yang letaknya terpisah sekitar ±25 km dari Pulau Sumatera yaitu tepatnya di perairan Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil lainnya. Pulau Legundi memiliki luas wilayah ± 1800 Ha dengan ketinggian ± 13 m diatas permukaan air laut dan berada pada titik koordinat 5° 9′ ″S 05° 6′ 8″ . berikut batasan wilayah pada lokasi penelitian ini:

Bagian Utara : Teluk Lampung

Bagian Timur : Perairan Gunung Krakatau Bagian Selatan : Pulau Sebesi

Bagian Barat : Samudera Hindia

Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pemukiman Relokasi Hunian Pasca Bencana di Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran. Adapun luas area pada lokasi penelitian ini adalah ± 1,565 Ha atau 0,01565 km2. Berdasarkan pada Laporan Akhir Perencanaan Teknis Relokasi Hunian Pasca Bencana tahun 2020 diketahui bahwa relokasi hunian pasca bencana ini memiliki 137 unit rumah dengan jumlah penduduk sebanyak 230 orang. Dan diketahui juga bahwa panjang saluran drainase eksisting pada lokasi penelitian ini adalah sebesar ± 1.570 m. Berikut adalah peta lokasi yang bersumber dari Google Earth dapat dilihat pada

(2)

37

Gambar 3. 1. Lokasi Penelitian

Sumber : Google Earth (2020)

Kolam retensi ini direncanakan akan diterapkan pada lahan yang tersisa di lokasi penelitian. Adapun lahan yang tersisa ini merupakan lahan vegetasi yang ditumbuhi oleh tanaman liar dengan memiliki luas ± 90 m × 50 m. berikut dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Gambar 3. 2. Lokasi Perencanaan Kolam Retensi

Sumber : Laporan Akhir Perencanaan Teknis Relokasi Hunian Pasca Bencana tahun 2020 Lokasi Perencanaan

(3)

38 Dapat dilihat pada Gambar 3.3 merupakan proses penggalian tanah dan pemasangan batu pecah untuk pembuatan drainase di lokasi penelitian sesuai dengan kedalaman yang telah direncanakan oleh konsultan perencana pada lokasi penelitian

Gambar 3. 3. Pemasangan Batu Pecah Drainase Eksisting

Setelah dilakukan pemasangan batu pecah di sepanjang saluran drainase maka selanjutnya saluran drainase di plester dengan tebal ± 5 cm , adapun dapat dilihat pada Gambar 3.4

Gambar 3. 4. Proses Plester Drainase Eksisting

Selanjutnya pada Gambar 3.5. dilakukan pengacian pada sepanjang drainase dengan tebal ± 5 cm. adapun tahap ini merupakan tahap finishing atau tahap penyelesaian dari pembuatan drainase eksisting oleh kontraktor pelaksana atas desain dari konsultan perencana pada lokasi penelitian ini.

(4)

39

Gambar 3. 5. Proses Acian dan Penyelesaian Drainase Eksisting

Berikut merupakan detail drainase eksisting pada lokasi penelitian, yang dapat dilihat pada Gambar 3.6

Gambar 3. 6. Detail Drainase Eksisting

Sumber: Laporan Akhir Perencanaan Teknis Relokasi Hunian Pasca Bencana tahun 2020

3.2. Tahapan Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu tahapan pengumpulan data pendukung penelitian dan juga tahapan pengolahan data-data penelitian yang telah didapat. Adapun sebagai berikut:

3.2.1. Data Pendukung Penelitian

Pada penelitian ini digunakan data pendukung yaitu data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari lembaga yang terkait, yaitu dalam hal ini adalah konsultan pelaksana proyek pada Pembangunan Pemukiman Relokasi

(5)

40 Hunian Pasca Bencana di Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran. Dalam melakukan penelitian ini dibutuhkan data-data pendukung, yaitu sebagai berikut:

1. Masterplan di lokasi penelitian tahun 2020;

2. Data saluran eksisting yang ada di lokasi penelitian;

3. Data curah hujan rata-rata 10 (sepuluh) tahun dari tahun 2011-2020 dengan menggunakan 2 stasiun hujan yaitu PH. 004 Sumur Putri dengan jarak dari lokasi penelitian ± 40 km dan PH.R.019 Talang Baru dengan jarak dari lokasi penelitian ± 35 km.

Gambar 3. 7. Jarak Stasiun Hujan Dari Lokasi Penelitian

Sumber: Google Earth (2021) 4. Data jenis tanah dan data kontur tanah;

5. Data tata guna lahan di lokasi penelitian pada tahun 2020.

3.3. Metode Analisis Data

Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan pada penelitian ini maka diperlukan Metode analisis sebagai berikut:

3.3.1. Analisis Hidrologi

Untuk mendapatkan parameter-prameter yang dibutuhkan maka dapat dilakukan tahapan perhitungan sebagai berikut:

1. Menguji data hujan pada tiap stasiun hujan dengan menggunakan Uji RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums);

(6)

41 2. Menghitung curah hujan maksimum setiap tahunnya dari tahun 2011-2020

pada stasiun hujan PH. 004 Sumur Ratu dan PH.R.09 Talang Baru;

3. Menghitung curah hujan wilayah dengan Metode Aljabar, dikarenakan lokasi penelitian memiliki luas area < 50.000 Ha;

4. Menghitung Analisis Frekuensi yaitu niali Sd, Cs, Ck dan Cv;

5. Menentukan jenis distribusi untuk analisis curah hujan rancangan kala ulang 2 tahun berdasarkan Tabel 2.3;

6. Menguji kebenaran hipotesa dengan pengujian Smirnov Kolmogorov dan

Chi-Square;

7. Menghitung Intensitas Curah Hujan dengan Metode Mononobe;

8. Menghitung Waktu Konsetrasi (Tc) dengan menggunakan Rumus Kirpich; 9. Menghitung Koefisien Pengaliran (C) dengan sinkronisasi tata guna lahan

yang ada pada lokasi penelitian;

10. Menghitung debit limpasan hujan dengan kala ulang 2 tahun menggunakan Metode Rasional USCS;

11. Menghitung debit air buangan dengan menggunakan Metode Geometrik; 12. Menghitung debit banjir rencana dengan penjumlahan dari debit air limapasan

hujan dan debit air buangan.

3.3.2. Analisis Hidrolika

Untuk mendapatkan parameter-prameter yang dibutuhkan maka dapat dilakukan tahapan perhitungan sebagai berikut:

1. Menentukan koefisien kekasaran Manning (n) dengan menggunakan Tabel

2.6;

2. Menghitung luas penampang basah saluran drainase eksisting; 3. Menghitung keliling penampang basah saluran drainase eksisting;

4. Menghitung kecepatan aliran sesuai karakteristik hidrologi di lokasi penelitian; 5. Melakukan evalusai perbandingan debit aliran pada saluran eksisting dengan debit banjir rencana kala ulang 2 tahun. Jika Qeksisting ˂ Qrencana maka kapasitas saluran tidak mampu mereduksi debit limpasan dan sebaliknya jika Qeksisting > Qrencana maka kapasitas saluran mampu mereduksi debit limpasan;

(7)

42 6. Melakukan perencanaan ulang dimensi drainase sebagai saran dari peneliti, jika pada lokasi penelitian ingin melakukan re-desain penampang drainase agar dapat menampung debit banjir rencana.

3.3.3. Analisis Perhitungan Kolam Retensi

Adapun rekomendasi yang diberikan adalah dengan menerapkan kolam retensi dengan konsep perencanaan sebagai berikut:

1. Menghitung debit air masuk (Qin) dan volume air masuk (Vin) ke dalam kolam retensi;

2. Merencanakan dimensi kolam retensi sesuai dengan ketersedian lahan, dan karakteristik hidrologi yang ada di lokasi penelitian. Dimensi kolam retensi dapat diterima jika volume tampungan rencana (Vrencana) > volume air masuk (Vin);

3. Merencanakan dinding penahan tanah pada kolam retensi sesuai dengan spesifikasi teknis serta peraturan mengenai perencanaan dinding penahan tanah atau talud pada SNI 8460:2017;

4. Menghitung stabilitas dinding penahan tanah pada dinding kolam retensi terhadap stabilitas guling, stabilitas geser dan stabilitas daya dukung tanah; 5. Melakukan perhitungan laju infiltrasi dan waktu resapan di dasar kolam

retensi;

6. Merencanakan bak penangkap lemak dan sendimentasi sesuai dengan buku Panduan Perencanaan Teknik Terinci Bangunan Pengolahan Lumpur yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya.

3.4. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini bukan merupakan penelitian baru, tetapi merupakan penelitian terbarukan yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan dari thesis maupun jurnal penelitian sebelumnya. Beberapa penelitian terdahulu yang menjadi acuan pada penelitian yang dilakukan ini yaitusebagi berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Dhimas Adiputra pada tahun 2018 pada jurnal teknik pengairan dengan judul “perencanaan kolam retensi guna penanggulangan banjir di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur”.

(8)

43 2. Jurnal karya teknik sipil oleh Royna Kristian Yuda pada tahun 2017 dengan

judul “peren anaan sistem polder wilayah Semarang Timur”.

3. penelitian oleh Anang agus Prakoso pada tahun 2017 dengan judul “perencanaan kolam retensi untuk penanggulangan banjir di Kecamatan Tembalang”.

Tabel 3. 1. Penelitian Terdahulu Dengan Metode Kolam Retensi

No Peneliti Pembahasan Perbedaan

1.

Adiputra, D. S. (2018). Jurnal Teknik Pengairan. Perencanaann Kolam Retensi Guna

Penaanggulangan Banjir Di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Kota Balikpapan merupakan kota yang terletak di Pantai Selatan Provinsi Kalimantan Timur. Kota Balikpapan mengalami perubahan tata guna lahan dengan tidak memperhatikan bangunan penunjang seperti bendungan dan lainnya, sehingga mengakibatkan sering terjadi banjir di kota ini, hal ini dikarenakan tidak adanya daerah resapan yang cukup dan tidak berfungsinya drainase dengan baik. Maka untuk mengatasi masalah yang ada dilakukan perencanaan kolam retensi disekitar hulu Sungai Ampal.

Kolam retensi yang dibuat oleh peneliti terdahulu digunakan sebagai bangunan penunjang banjir yang disebabkan meluapnya sungai dan tidak berfungsinya saluran drainase. Perhitungan air yang masuk kedalam kolam retensi dipengaruhi oleh debit sungai juga. Sedangkan pada penelitian ini, kolam retensi di buat untuk menampung debit banjir yang tidak tertampung oleh saluran drainase, untuk volume air yang masuk didapatkan dari volume aiir yang tidak dapat ditampung oleh drainase.

2.

Yudi, R. K. (2017). Jurnal Karya Teknik sipil. Perencanaan Sistem Polder Wilayah Semarang Timur .

Pada sub sistem drainase Sungai tenggang dan di Sub Sistem Sungai Sringin di Kota Semarang sering mengalami banjir, akibatnya masyarakat di sekitar mengalami dampak negatifnya seperti kerugian sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Topografi pada wilayah ini cukup landai dan setiap tahunnya mengalami penurunan tanah yang cukup tinggi, sehingga penerapan sistem polder dan kolam retensi adalah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah di wilayah ini. Adapun perencanaan sistem polder ini diterapkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tenggang dan Sringin. Perencanaan sistem polder ini terdiri dari perbaikan sungai, stasiun pompa, perencanaan kolam retensi, dan perbaikan tanggul laut. Kolam retensi direncanakan memiliki luas kolam sebesar 126 hektar dengan kedalaman kolam sebesar 3,4 meter.

Pada penelitian terdahulu diterapkan sistem polder untuk mengendalikan bajir di wilayah ini, adapun sistem polder merupakan serangkaian bangunan air sebagai pengendali banjir mulai dari saluran drainase, kolam retensi, rumah pompa, dan aoutlet sungai, serta membuat tanggul keliling di sekitar wilayah ini. Sedangkan pada penelitian ini, hanya menerapkan kolam retensi saja tanpa menerapkan sistem polder.

(9)

44

No Peneliti Pembahasan Perbedaan

3.

Prakoso, A. B. (2017). Laporan Tugas Akhir. Perencanaan Kolam Retensi Untuk Penanggulangan Banjir Di Kecamatan Tembalang.

Kota Semarang tepatnya di Kecamatan Tembalang, daerah ini dulunya merupakan daerah yang dipenuhi dengan lahan terbuka hijau yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air tetapi seiring perkembangan daerah ini mengalami perubahan menjadi daerah pemukiman dan kampus. Adapun dampak dari perubahan tata guna lahan pada daerah ini mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air dan terganggunya DAS Krengseng. Sehingga hal ini menyebabkan saat hujan terjadi genangan di beberapa lokasi, karena limpasan air hujan yang jatuh tidak dapat lagi ditampung oleh drainase yang ada. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah genangan ini yaitu dengan mengendalikan debit aliran permukaan yang melewati kawasan tersebut. Perencanaan kolam retensi berfungsi untuk mengendalikan debit banjir juga dapat dimanfaatkan sebagai upaya konservasi air.

Kolam retensi pada penelitian terdahulu ini di buat untuk mengendalikan debit limpasan akibat adanya perubahan tata guna lahan yang ada. Sedangkan pada penelitian ini kolam retensi digunakan sebagai bangunan untuk menampung serta menyerapkan air limpasan yang tidak dapat tertampung oleh drainase yang ada.

(10)

45

3.5. Diagram Alir (Flowchart)

Gambar

Gambar 3. 2. Lokasi Perencanaan Kolam Retensi
Gambar 3. 3. Pemasangan Batu Pecah  Drainase Eksisting
Gambar 3. 6. Detail Drainase Eksisting
Tabel 3. 1. Penelitian Terdahulu Dengan Metode Kolam Retensi
+2

Referensi

Dokumen terkait

jamii kwa madhumuni ya mawasiliano kati yao TUKI (1981) inatoa maana ya lugha kuwa, “lugha ni mpangilio wa sauti na maneno unaoleta maana ambao hutumiwa na watu wa taifa au

KEPATUHAN PETUGAS TPPRJ DALAM PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENDAFTARAN PASIEN BPJS DI RS PANTIWILASA DR.CIPTO KOTA SEMARANG TAHUN 2015.. Puja Vikka Ristya

Dalam hal ini, aktor atau pelaku yang melakukan interaksi sosial dengan dirinya sendiri, menurut Mead dilakukan dengan cara mengambil peran orang lain, dan bertindak berdasarkan

Pengenalan industri baharu dalam ekonomi eksport NNMB berlaku setelah Jawatankuasa Ekonomi Imperial mula mencadangkan pembangunan industri berasaskan nanas, kelapa

Berdasarkan hasil pengujian simultan (uji F) diketahui bahwa variabel financial leverage, kepemilikan publik, dan komite audit secara simultan berpengaruh terhadap income

Manakala bagi sumber bekas menteri, pihak operasi kempen dan sumber lain, penggunaan sumber ini tidak konsisten di mana terdapat tahun yang langsung tidak digunakan oleh wartawan

Paradigma baru dalam tridharma perguruan tinggi khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat mengi- syaratkan adanya perpaduan antara kinerja perguruan tinggi (yang

Hasil klasifikasi pembangkitan 30 pasangan parameter secara acak pada data Diabetes, Letter, dan Yeast pada setiap kernel berturut- turut dapat dilihat pada Tabel 5,