KOTA DUMAI
LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI
Nomor : 13 Tahun 2007 Seri : B Nomor 04
PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 13 TAHUN 2007
TENTANG
PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA DUMAI,
Menimbang : a. bahwa asset daerah merupakan harta kekayaan yang dimiliki dan dikuasai oleh Pemerintah Daerah, baik barang bergerak maupun tidak bergerak yang pengelolaan dan pemanfaatannya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya guna kepentingan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kota Dumai;
b. bahwa mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, menyatakan asset daerah yang merupakan kekayaan daerah perlu diatur dalam suatu Peraturan Daerah;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Pemakaian Kekayaan Daerah dengan Peraturan Daerah.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Dumai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3829);
342
2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4138);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139);
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
9. Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 7 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Dumai Tahun 2006-2010 (Lembaran Daerah Kota Dumai Tahun 2006 Nomor 7 Seri D).
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DUMAI dan
WALIKOTA DUMAI
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI TENTANG PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH
BAB I KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kota Dumai;
b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Dumai;
c. Walikota adalah Walikota Dumai;
d. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Dumai;
e. Badan adalah suatu badan usaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun, persekutuan perkumpulan, firma, kongsi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana pension, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya;
f. Penyewaan kekayaan daerah adalah Pungutan Daerah sebagai pembayaran atas pelayanan pemakaian kekayaan daerah yang dimiliki dan atau dikelola oleh Pemerintah Daerah serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.
BAB II OBJEK DAN SUBJEK
Pasal 2
Objek penyewaan adalah orang pribadi atau badan yang memakai/
menyewa kekayaan Daerah.
Pasal 3
Subjek penyewaan adalah kekayaan daerah yang dipakai /disewa oleh orang pribadi atau badan.
344
Pasal 4
Kekayaan daerah yang dapat dipakai atau disewa oleh orang pribadi atau badan, antara lain :
a. Tanah;
b. Rumah;
c. Gedung;
d. Tenda;
e. Kursi dan Sound System;
f. Buldizer DX 75 M;
g. Scat Track;
h. Escavator;
i. Motor Grader;
j. Mesin Wals 6-8 ton;
k. Dump Truck;
l. Loader/Shofell m. Mobil Tengki Air;
n. Mobil Crane;
o. dan lain-lain
BAB III
PENGHITUNGAN, PEMAKAIAN/PENGGUNAAN KEKAYAAN DAERAH
Pasal 5
(1) Setiap orang atau badan yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh izin untuk pemakaian kekayaan daerah;
(2) Izin pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.
Pasal 6
(1). Penyewaan tanah, Gedung/Bangunan berdasarkan luas tanah, lokasi tanah, harga pasaran, harga umum/NJOP.
(2). Pemakaian alat-alat berat berdasarkan jenis kendaraan/alat-alat berat dan waktu pemakaian.
(3). Pemakaian rumah berdasarkan golongan dan lamanya pemakaian perbulan.
(4). Penyewaan tenda berdasarkan jenis, kapasitas, fasilitas dan lama penyewaan.
Pasal 7
(1) Jenis-jenis pemakaian kekayaan daerah meliputi : a. Pemakaian barang tidak bergerak
b. Pemakaian barang bergerak.
BAB IV
PENETAPAN BESARNYA TARIF Pasal 6
Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak dan atau penggantian biaya antara lain meliputi biaya perawatan/
pemeliharaan, penyusutan, keamanan dan kebersihan.
BAB V
GOLONGAN DAN BESARNYA TARIF Pasal 7
(1). Tarif digolongkan berdasarkan jenis kekayaan daerah yang disewa.
(2). Tarif ditetapkan sebagai jumlah pembayaran persatuan unit dari penyewaan kekayaan daerah.
(3). Struktur dan besarnya tarif sebagaimana pada ayat (1) dan (2) ditetapkan sebagai berikut :
A. Gedung
NO. NAMA GEDUNG TARIF KETERANGAN
1. - Gedung serba guna (termasuk Rp. 500.000,- Perhari kursi dan peralatan).
- Sound system. Rp. 200.000,- Perhari
2. - Gedung KONI (termasuk kursi Rp. 250.000,- Perhari dan peralatan).
- Sound system. Rp. 100.000,- Perhari
B. Rumah Dinas
NO. GOLONGAN TARIF KETERANGAN
1.
2.
3.
Golongan I Golongan II Golongan III
Rp. 75.000,- Rp. 50.000,- Rp. 25.000,-
Perbulan
C. Tenda
NO. PEMAKAIAN TARIF KETERANGAN
1.
2.
Dalam Kota a. Tenda
b. Sound System Luar Kota
a. Tenda
b. Sound System
Rp. 100.000,- Rp. 300.000,-
Rp. 150.000,- Rp. 350.000,-
Unit Perhari Perhari
Unit Perhari Perhari
D. Kursi
NO. PEMAKAIAN TARIF KETERANGAN
1.
2.
Dalam Kota
a. Kursi Future Busa b. Kursi Napoly Luar Kota
a. Kursi Future Busa b. Kursi Napoly
Rp. 1.000,- Rp. 750,- Rp. 1.500,- Rp. 1.000,-
Satu Kursi/hari Satu Kursi/hari Satu Kursi/hari Satu Kursi/hari
E. Alat-alat Berat
NO. JENIS TARIF KETERANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Buldozer DX 75 M Scat Track Escavator Motor Grader Mesin Wals 6-8 Ton Dump Truck Loader/Shofell Mobil Tangki Air Mobil Crane
Rp. 150.000,- Rp. 70.000,- Rp. 150.000,- Rp. 200.000,- Rp. 50.000,- Rp. 175.000,- Rp. 200.000,- Rp. 50.000,- Rp. 150.000,-
Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam Perjam
(4). Hasil sewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disetorkan ke kas daerah.
Pasal 8
(1). Besarnya sewa kekayaan daerah untuk alat-alat berat tidak termasuk biaya mobilisasi, operator, bahan baker, mekanik dan kerusakan barang dilokasi.
(2). Besarnya sewa gedung, tenda dan kursi tidak termasuk biaya kebersihan gedung, pemasangan dan biaya transportasi.
(3). Sipenyewa diwajibkan membayar uang lembur dan uang makan petugas jika pemakaian sarana dan peralatan dilaksanakan diluar jam kerja berdasarkan ketentuan yang berlaku.
BAB VI
PENGAJUAN PENYEWAAN KEKAYAAN DAERAH Pasal 9
(1). Badan atau orang pribadi yang akan menyewa peralatan sebagaimana dimaksud Pasal 7 mengajukan permohonan secara tertulis kepada walikota c.q Sekretaris Daerah, dan kepada Walikota c.q Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kota Dumai untuk peralatan alat-alat berat.
348
(2). Surat permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) ditanda tangani oleh Direktur Utama atau Kuasa Direktur atas nama perusahaan yang bersangkutan atau perorangan.
(3). Walikota dapat menerima atau menolak permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1).
(4). Bagi penyewaan kekayaan daerah yang disetujui ditindak lanjuti dengan Surat Perjanjian Sewa Menyewa.
Pasal 10
(1). Surat permohonan penyewaan Gedung harus mencantumkan:
a. Jumlah alat-alat yang dipakai;
b. Jangka waktu pemakaian;
c. Jumlah fasilitas yang ingin digunakan;
d. Permohonan disampaikan paling lambat tujuh hari sebelum pemakaian.
(2). Surat permohonan penggunaan peralatan harus dicantum dengan jelas :
a. Jenis, Merk, Type/peralatan yang diperlukan;
b. Jangka waktu pemakaian;
c. Lokasi pekerjaan.
(3). Surat permohonan penyewaan tenda harus mencantumkan : a. Jumlah dan kapasitas tenda;
b. Jumlah kursi;
c. Lokasi;
d. Permohonan disampaikan palinglambat tujuh hari sebelum pemakaian.
(4). Surat permohonan penyewaan tanah harus mencantumkan : a. Jangka waktu;
b. Maksud dan tujuan pemakaian/penggunaan tanah;
c. Lokasi pemakaian tanah;
d. Luas pemakaian tanah.
Pasal 11
Bagi penyewa kekayaan daerah wajib menjaga, memelihara dan memperbaiki atau mengganti dengan jenis dan barang yang sama.
Pasal 12
(1). Penyewa kekayaan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 7 dalam pelaksanaannya harus dibuat surat perjanjian.
(2). Penanda tanganan Surat Perjanjian untuk penyewaan alat-alat berat harus memuat dengan jelas :
a. Jumlah, jenis merk, type/model, waktu penggunaan dan besarnya sewa yang disetorkan ke Kas daerah;
b. Tempat pengambilan dan pengembalian peralatan;
c. Biaya operasi dan pemeliharaan;
d. Operator dan mekanik;
e. Syarat-syarat pembayaran sewa;
f. Penggunaan dan pemeliharaan peralatan;
g. Keselamatan kerja;
h. Pengawasan;
i. Jaminan penyewaan;
j. Domisili;
k. Asuransi;
l. Pajak dan materai;
m. Denda/sanski;
n. Force Majeure;
o. Perselisihan.
Pasal 13
(1). Penyewaan kekayaan daerah dalam pelaksanaannya dituangkan dalam Berita Acara Serah terima peralatan;
(2). Penandatanganan Berita Acara sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah :
a. Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah atau pejabat yang ditunjuk;
b. Dari Perusahaan pelaksana lapangan/pejabat yang ditunjuk atau penanggung jawab.
(3). Sebelum Berita Acara serah terima peralatan ditandatangani terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan peralatan dan hasilnya dituangkan dalam formulir pemeriksaan peralatan.
350
BAB VII
PENGOPERASIAN PEMELIHARAAN PERALATAN Pasal 14
(1). Pemeliharaan dan pengoperasian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat (3) huruf a dilakukan oleh Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Kota Dumai.
(2). Pemeliharaan dan pengoperasian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat (3) huruf b, dilakukan oleh Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kota Dumai.
(3). Kekayaan daerah yang mengalami kerusakan, kehilangan segera dilaporkan kepada Sekretariat Daerah dan atau kepada unit pengelola guna pengambilan langkah-langkah selanjutnya.
BAB VIII
PENGEMBALIAN PERALATAN Pasal 15
(1). Setelah penggunaan peralatan berakhir atau jangka waktu penggunaan peralatan yang ditetapkan dalam surat perjanjian telah berakhir, maka peralatan dikembalikan oleh penyewa ketempat yang ditetapkan dalam surat perjanjian dan selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara pengambilan barang.
(2). Penandatanganan Berita Acara sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan oleh :
a. Dari kantor/kepala cabang satuan kerja ialah Kepala Kantor/Kepala Cabang Satuan Kerja atau pejabat yang ditunjuk;
b. Dari Perusahaan ialah Direktur/Kuasa direktur Perusahaan, pelaksanaan dilapangan atau perusahaannya.
(3).Sebelum ditandatangani Berita Acara serah terima pengambilan peralatan oleh kedua belah pihak harus terlebih dahulu dipenuhi hal- hal sebagai berikut:
a. Laporan harian penggunaan peralatan yang telah diisi/dibuat oleh penyewa dan disampaikan kepada Kepala kantor/Kepala satuan kerja yang bersangkutan;
b. Seluruh sewa telah dilunasi;
c. Kondisi peralatan telah sesuai dengan persyaratan dalam surat perjanjian;
d. Peralatan diperiksa bersama oleh kedua belah pihak dan dituangkan dalam Berita Acara pemeriksaan peralatan.
BAB IX
KETENTUAN PENUTUP Pasal 16
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Walikota.
Pasal 17
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Dumai.
Ditetapkan di Dumai
pada tanggal 30 Oktober 2007 WALIKOTA DUMAI, dto, H. ZULKIFLI AS Diundangkan di Dumai
pada tanggal 31 Oktober 2007 SEKRETARIS DAERAH KOTA DUMAI, dto,
H. WAN FAUZI EFFENDI
Pembina Utama Muda NIP. 010055541
LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI TAHUN 2007 NOMOR 04 SERI D
352