• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Teknologi informasi (TI) berkembang sangat pesat dan telah merevolusi cara hidup kita, baik terhadap cara berkomunikasi maupun informasi (Ratnasari, 2004). Teknologi Informasi adalah sarana/prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna. TI juga dapat dikatakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan dan memanipulasi data.

Peran sebuah data sangat penting bagi sebuah organisasi. Karena data miliki suatu informasi yang sangat berguna bagi perkembangan sebuah organisasi tersebut. Semakin banyak informasi yang dibutuhkan, semakin banyak pula data yang harus diolah(Padli, 2008). Oleh karena dibutuhkan suatu tempat yang bisa mengelola data dan meyimpan data-data dengan aman dari berbagai gangguan yaitu data center.

Data center merupakan tempat yang berisikan server serta perangkat komputer lainnya untuk melakukan pengelolaan data dan penyimpanan data. Pada dasarnya proses bisnis sebuah perusahaan sangat berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Oleh karena data center menjadi salah satu komponen proses bisnis yang penting. Data center diharapkan mampu memberi keseimbangan pada proses bisnis perusahaan sehingga dapat memberikan keuntungan. Maka penting bagi sebuah perusahaan atau organisasi memiliki data center terutama perusahaan atau organisasi yang berbasis teknologi informasi dan sudah menerapkan internet, karena penting pengelolaan data-data yang dimiliki perusahaan(Arregoces &

Portolani, 2003). Dalam pembangunan data center, keamanan merupakan aspek

yang penting. Keamanan dalam data center sangat penting karena data center

menyimpan data berupa aset yang berharga bagi perusahaan atau institusi. Maka

dari itu keamanan pada data center harus diterapkan dengan ketat sehingga tidak

terjadi kehilangan atau kerugian aset.

(2)

2

Gambar I. 1 Security Technologies in the Data Center (Institute, 2013)

Berdasarkan gambar I.1 yang menunjukkan kebutuhan security tecnology, dapat dilihat bahwa masih belum diterapkan keamanan yang dibutuhkan untuk menjaga data center. Sedangkan untuk keamanan data center sendiri perlu diperhatikan dengan baik karena data center adalah kumpulan atau pengolahan data-data suatu perusahaan atau organisasi. Sistem keamanan yang ada harus ketat, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerugian bagi sebuah perusahaan atau organisasi.

Pemerintah Kabupaten Bandung merupakan suatu instansi pemerintah yang

memiliki kewajiban dalam mengurus segala keperluan masyarakat yang berada di

wilayah Kabupaten Bandung. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik

(DISKOMINFO) Kabupaten Bandung merupakan salah satu dinas yang ada di

Pemerintah Kabupaten Bandung. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik

memiliki tugas pokok, yaitu melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan

daerah yang bersifat spesifik di bidang pengelolaan Informasi Publik, Komunikasi

Publik, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Layanan e-Government, Statistik dan

Persandian (Pemerintah Kabupaten Bandung, 2017). Dinas Komunikasi,

Informatika, dan Statistik merupakan dinas yang menangani dalam Sistem

Informasi Manajemen (SIM) yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten

(3)

3

Bandung. Sistem Informasi yang digunakan antara lain adalah SIM Daerah Keuangan, SIM Kepegawaian, dan SIM lainnya. Dengan begitu banyak Sistem Informasi Manajemen yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bandung tentunya harus memiliki data center yang dapat menjaga keamanan data dalam transaksi dan fungsi manajemennya.

Saat ini Pemerintahan Kabupaten Bandung memiliki data center yang dikelola oleh divisi DISKOMINFO. Akan tetapi masih kurang diterapkannya keamanan pada data center pemerintahan Kabupaten Bandung. Maka dari itu dibutuhkan sebuah standarisasi yang mencakupi kebutuhan dalam keamanan pada data center. Pada penelitian ini standar yang digunakan adalah EN50600. EN50600 Merupakan suatu standarisasi infrastruktur pada data center. Pada standar EN 50600 telah menetapkan semua ketentuan yang harus dipenuhi disetiap availability class level pada data center (Cardigan, 2014). Untuk mendukung berbagai pihak yang terlibat dalam perancangan, perencanaan, pengadaan, integrasi, pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasarana di dalam pusat data. Berbeda dengan standar yang lain, EN50600 memenuhi kebutuhan fasilitas dan infrastruktur dari data center. Dapat diperhatikan pada tabel I.1, menjelaskan bahwa dengan menggunakan standar EN50600 dapat menyesuaikan kebutuhan dalam perancangan data center.

Tabel I.1 Perbandingan Standar Dalam Data Center (Cardigan, 2014)

EN50600-x TIA-942-A ANSI/BICSI

002

Penilaian Komersial Standar

Eropa Y X X X

Cakupan Semua

fasilitas &

infrastruktur DC

Hanya perkabelan

Semua fasilitas &

infrastruktur DC

Mengutamakan kekuatan &

pengendalian

lingkungan

(4)

4

EN50600-x TIA-942-A ANSI/BICSI

002

Penilaian Komersial Aplikasi

Regional

Eropa / internasional yang berlaku dengan

menggunakan standar ISO / IEC sebagai referensi

United States

United States

International

Penggunaan Energi yang efisien

Y X X X

Manajemen dan Operasi

Y X X Tidak diketahui

Penyertaan KPI global

ISO 30134X Y X X Tidak diketahui

Komersial Netral

Y Y Y X

Penilaian

Independen Y Hanya

pengkabelan

Tidak diketahui

X

Pendekatan Bisnis (desain vs biaya)

Y X X Y

(5)

5

Standar EN50600 memiliki 7 bagian yang dapat dilihat pada gambar I.1, sebagai berikut:

Gambar I.2 EN 50600-x Series(Cardigan, 2014)

Pada penelitian ini menggunakan hanya salah satu bagian dari standarisasi EN50600 yaitu EN50600-2-5 : Security System. Pada bagian ini membahas mengenai keamanan yang dibutuhkan dalam data center.

Dalam membuat perancangan data center yang diajukan, membutuhkan

metode yang berfungsi untuk mendesain suatu jaringan yang dapat disesuaikan

dengan kebutuhan pelanggan, tujuan organisasi, batasan organisasi, tujuan teknis,

dan batasan teknis yang harus diidentifikasi. Sehingga judul penelitian ini, yaitu

analisis dan perancangan Security System dalam Rancangan Data Center di

Pemerintahan Kabupaten Bandung menggunakan standar EN50600-2-5 dengan

Metode PPDIOO LIFE-CYCLE APPROACH. Diharapkan penelitian ini dapat

menjadi suatu kajian di Pemerintahan Kabupaten Bandung atau instansi – instansi

lainnya yang memiliki sistem jaringan yang rumit dan menjadi solusi yang tepat

dalam kaitannya dengan security system data center.

(6)

6

I.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat perumusan masalah yaitu

bagaimana penerapan security systems yang dibutuhkan data center pada Pemerintahan Kabupaten Bandung saat ini

I.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat usulan rancangan desain keamanan fisikal pada data center DISKOMINFO Pemerintahan Kabupaten Bandung.

I.4 Batasan Penelitian

Untuk melakukan penelitian ini terdapat batasan masalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi kebutuhan dalam penerapan system security sesuai dengan kebutuhan DISKOMINFO Pemerintahan Kabupaten Bandung.

2. Berfokus hanya pada Physical Security dalam menjaga data center.

3. Penelitian ini hanya memberikan rekomendasi berupa rancangan desain keamanan fisikal data center, penerapan dan implementasi diberikan kepada Pemerintahan Kabupaten Bandung.

4. Penelitian ini menggunakan standar EN50600-2-5 Security System tahun 2016.

5. Demi mewujudkan RJP Pemerintahan Kabupaten Bandung, penelitian ini menggunakan class 1 sebagai parameter penerapan keamanan pada data center.

6. Penelitian ini hanya menggunakan tahap prepare, plan, dan design dalam

PPDIOO Life-Cycle Approach.

(7)

7

I.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Memberikan rancangan dan standar baku dalam menjaga keamanan fisikal data center Pemerintahan Kabupaten Bandung berdasarkan availability class 1.

2. Membantu dalam penerapan desain perancangan system security data center dengan class 1 pada Pemerintahan Kabupaten Bandung.

3. Sebagai parameter rancangan data center dengan standar baku yang berbeda.

I.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dari penelitian ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi mengenai uraian latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi literatur yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan, dan teori-teori yang digunakan seperti security system, data center, EN50600, dan EN50600-2-5.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan model untuk merumuskan solusi dari permasalahan yang ada.

Selain itu dijelaskan juga langkah-langkah penelitian secara rinci meliputi tahap identifikasi, tahap analisis, tahap desain, tahap simulasi, dan tahap akhir dari penelitian ini.

BAB IV ANALISIS KONDISI SAAT INI

Bab ini menjelaskan kondisi saat ini data center Pemerintahan Kabupaten Bandung

meliputi profil Pemerintah Kabupaten Bandung, kondisi saat ini meliputi denah

ruangan, keadaan security system data center.

(8)

8

BAB V PERANCANGAN DAN ANALISIS USULAN

Bab ini menjelaskan perancangan usulan terhadap hasil analisis availability class pada security system data center Pemerintahan Kabupaten Bandung meliputi desain ruangan, spesifikasi produk usulan, hingga manfaat yang didapatkan dari implementasi usulan tersebut.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan serta saran untuk

penelitian selanjutnya tentang topik yang sama.

Gambar

Gambar I. 1 Security Technologies in the Data Center (Institute, 2013)
Tabel I.1 Perbandingan Standar Dalam Data Center (Cardigan, 2014)

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 25 ayat (3) huruf e Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten

Namun, ada tantangan yang cukup besar yang dihadapi yaitu masalah dimensi dari data yang digunakan karena banyak teknik yang menggunakan representasi matriks dalam penerapannya

Majelis Jemaat dan seluruh warga Jemaat GPIB Bukit Benuas Balikpapan mengucapkan Selamat hari Kelahiran dan Hari Perkawinan bagi warga Jemaat “Bukit Benuas,” dari tanggal

Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut

partisipasi aktif anggota dalam mengikuti semua pertemuan yang diadakan. koperasi tidak dapat terwujud karena anggota yang kurang

28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan

Selain variabel-variabel tersebut, untuk membentuk suatu model dinamis guna lahan permukiman dalam memproyeksikan besarnya kebutuhan permukiman pada masa mendatang,

oleh suatu produk sangat bergantung dari bahan baku (buah) yang digunakan untuk pembuatannya, ditambah lagi konsentrasi gum arab paling tinggi pada perlakuan P 1