PEMENUHAN JF PPBJ DAN
KEMATANGAN UKPBJ DALAM INDEKS TATA KELOLA PENGADAAN - MINIMAL BAIK
Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Gusmelinda Rahmi
Disampaikan pada Rapat Koordinasi UKPBJ K/L
Jakarta, 06 Juli 2021
“Kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.”
“Oleh sebab itu juga, berulang kali saya juga mengingatkan ke semua pejabat negara, baik itu menteri, gubernur, bupati dan walikota dan semua pejabat untuk hati-hati dalam menggunakan uang dari APBD Kabupaten/Kota, APBD Propinsi dan APBN. Itu uang rakyat”
“Kompetensi SDM Aparatur Sipil Negara ...mind-set nya harus goal oriented, berorientasi pada hasil, adaptif dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi..., berfikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”
APA KATA
PRESIDEN
TENTANG
REFORMASI
BIROKRASI?
2019
Rp. 2.163,9 T 2020
Rp. 2.148 T 2021
Rp.2.332 T
ANGGARAN
BELANJA
PEMERINTAH
Besarnya Nilai Belanja Pengadaan dalam APBN/APBD,
maka K/L harus fokus menjadikan PBJP sebagai salah
satu faktor untuk mempercepat pertumbuhan
perekonomian baik secara nasional, sektoral maupun
lokal.
Perubahan Paradigma
Transparansi, Akuntabilitas dan Penegakkan Hukum
Transparansi, Akuntabilitas, dan
Memberikan Kontribusi Yang
Maksimal Terhadap
Pembangunan Perekonomian
Transformasi Kelembagaan Tidak Hanya Berupa Perubahan Organisasi Secara
Fisik, Tetapi lebih Kepada Perubahan Norma dan Perilaku Dalam Melakukan
Pelayanan Kepada Para Stakeholdernya. Hal ini Harus Didorong Melalui
Perubahan Paradigma Atau Sudut Pandang Organisasi tersebut.
Perubahan Paradigma (2)
Bagaimana Belanja Dengan Baik dan Benar
Bagaimana Nilai Belanja Pemerintah Dapat Mendorong Pertumbuhan
Ekonomi
Transformasi
SE KEPALA LKPP NOMOR 2/2021
Tentang Penjelasan Indeks Tata Kelola
Pengadaan Minimal Baik Sebagai Aspek
Indikator ‘Antara’ Dalam Indeks Reformasi
Birokrasi
INDIKATOR TATA KELOLA PENGADAAN MINIMAL BAIK
TAHUN 2020
B. KUALIFIKASI &
KOMPETENSI SDM PBJ
C. TINGKAT
KEMATANGAN UKPBJ
HASIL INDEKS TATA KELOLA PENGADAAN KEMENTERIAN/
LEMBAGA
TAHUN 2020
PREDIKAT JUMLAH % KETERANGAN
Sangat Baik 1 1.33% Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
Baik 1 1.33% LKPP
Cukup 3 4.00%
• Kementerian Keuangan
• BKN
• LAPAN
Kurang 70 93.33%
Total 75 100%
Sertifikat Kompetensi
PPK:
40 orang
Kementerian : 4 orang
Lembaga : 17 orang
Kelompok Kerja: 109
orang
Kementerian : 0 orang
Lembaga : 26 orang
Pejabat Pengadaan :
33 orang
Kementerian : 0 orang
Lembaga : 12 orang Pemegang sertifikat
tingkat Dasar : 301,863 orang
Sertifikat JF JF Madya : 153 JF Muda : 342
SERTIFIKAT PENGADAAN BARANG/JASA*
* Data per 2 Juni 2021
589, 46%
585, 46%
98, 8%
JUMLAH JF PPBJ AKTIF DI 77 K/L
Pertama Muda Madya
Rekomendasi ABK
Keterisian
JF Pertama 2514 589
JF Muda 1244 585
JF Madya 330 98
4088* 1272
* Masih terdapat 5 K/L yang belum
menyampaikan data ABK JF PPBJ ke LKPP
Tingkat Kematangan
Jumlah UKPBJ Persen tase
0/9 45 60
1/9 7 9,33
2/9 6 8,00
3/9 1 1,33
4/9 2 2,67
5/9 3 4,00
6/9 1 1,33
7/9 1 1,33
8/9 4 5,33
9/9 5 6,67
75 100
UNIT KERJA PENGADAAN BARANG/JASA
INDIKATOR TATA KELOLA PENGADAAN MINIMAL BAIK
A. PEMANFAATAN SISTEM PENGADAAN (60%) Terdiri dari:
1. SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) (mulai 2021) 2. E-Tendering/E-Seleksi (mulai 2021)
3. E-Purchasing (mulai 2021)
4. Non-E-Tendering & Non-E-Purchasing (mulai 2022) 5. E-Kontrak (mulai 2022)
B. KUALIFIKASI & KOMPETENSI SDM PBJ (20%)
(dihitung mulai 2020)
C. TINGKAT KEMATANGAN UKPBJ (20%) (dihitung mulai 2020)
Penilaian untuk Tahun 2020:
- 50% - kualifikasi dan Kompetensi SDM - 50 % Tingkat Kematang
UKPBJ
DETIL INDEKS TATA KELOLA PENGADAAN MINIMAL BAIK (1)
Indikator Tahun
Penilaian
Kriteria Penilaian Nilai Metode Penilaian Bobot
2020 2021 A. Pemanfaatan Sistem Pengadaan
1. SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan)
2021 sd.
2024
a. K/L/PD yang memanfaatkan aplikasi SIRUP untuk mengumumkan RUP dengan nilai RUP 90% s.d 100%
b. K/L/PD yang memanfaatkan aplikasi SIRUP untuk mengumumkan RUP dengan nilai RUP 70 s.d < 90%
c. K/L/PD yang memanfaatkan aplikasi SIRUP untuk mengumumkan RUP dengan nilai RUP 50 s.d < 70%
d. K/L/PD yang memanfaatkan aplikasi SIRUP untuk mengumumkan RUP dengan nilai RUP < 50%
(disclaimer: untuk KLPD yang persentase >100%
dilakukan klarifikasi)
a =100 b = 75 c = 50 d = 0
• Data Warehouse LKPP yang sumber datanya ditarik dari aplikasi
sirup.lkpp.go.id
• Penarikan data dilakukan awal April pada tahun berjalan
- 20%
2. E-Tendering/E- Seleksi
2021 sd.
2024
a. K/L/PD sudah menerapkan 100% proses E- Tendering/e-seleksi dalam PBJ berdasarkan pengumuman RUP pada aplikasi SiRUP
b. K/L/PD belum menerapkan proses E-Tendering/e- seleksi dalam PBJ berdasarkan pengumuman RUP pada aplikasi SiRUP
a =100 b = 0
• Data Warehouse LKPP yang sumber datanya
dikumpulkan dari SPSE di seluruh Indonesia
• Penarikan data Juni-Agustus tahun berjalan untuk data tahun sebelumnya
- 20%
DETIL INDEKS TATA KELOLA PENGADAAN MINIMAL BAIK (2)
Indikator Tahun
Penilaian
Kriteria Penilaian Nilai Metode Penilaian Bobot
2020 2021 A. Pemanfaatan Sistem Pengadaan
3. E-Purchasing (variabel Toko Daring akan ditambahkan pada 2022)
2021 sd.
2024
a. K/L/PD sudah menyelesaikan paket hingga status paket selesai 100% pada aplikasi Katalog Elektronik dan toko daring
b. K/L/PD sudah menyelesaikan paket hingga status paket selesai ≥ 80% - 99% pada aplikasi Katalog Elektronik dan toko daring
c. K/L/PD sudah menyelesaikan paket hingga status paket selesai ≥ 60% - 79% pada aplikasi Katalog Elektronik dan toko daring
d. K/L/PD sudah menyelesaikan paket hingga status paket selesai < 60% pada aplikasi Katalog Elektronik dan toko daring
a =100 b = 75 c = 50 d = 0
• Data Warehouse LKPP yang sumber datanya dikumpulkan dari Penyelenggara
Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) yang menjadi mitra toko daring dan https://www.e-
katalog.lkpp.go.id.
• Penarikan data Juni- Agustus tahun berjlalan untuk data tahun sebelumnya
- 20%
4. Non E- Tendering &
Non E- Purchasing
2022 sd.
2024
a. K/L/PD sudah menerapkan > 60% Non-e-Tendering dan Non-e-Purchasing pada aplikasi SPSE
b. K/L/PD sudah menerapkan > 40-60% Non-e- Tendering dan Non-e-Purchasing pada aplikasi SPSE c. K/L/PD sudah menerapkan > 20-40% Non-e-
Tendering dan Non-e-Purchasing pada aplikasi SPSE d. K/L/PD belum menerapkan atau masih < 20% Non-e-
Tendering dan Non-e-Purchasing pada aplikasi SPSE
a =100 b = 75 c = 50 d = 0
• Data Warehouse LKPP yang sumber datanya dikumpulkan dari SPSE di seluruh Indonesia
• Penarikan data : mulai awal tahun berjalan untuk data tahun sebelumnya
- -
DETIL INDEKS TATA KELOLA PENGADAAN MINIMAL BAIK (3)
Indikator Tahun
Penilaian
Kriteria Penilaian Nilai Metode Penilaian Bobot
2020 2021 A. Pemanfaatan Sistem Pengadaan
5. E-Kontrak 2022 sd.
2024
a. K/L/PD sudah menerapkan > 20% E-Kontrak pada aplikasi SPSE
b. K/L/PD sudah menerapkan < 20% E-Kontrak pada aplikasi SPSE
a =100 b = 0
• Data Warehouse LKPP yang sumber datanya
dikumpulkan dari SPSE di seluruh Indonesia
• Penarikan data : dimulai awal tahun untuk data tahun sebelumnya.
- -
DETIL INDEKS TATA KELOLA PENGADAAN MINIMAL BAIK (4)
Indikator Tahun Penilaian
Kriteria Penilaian Nilai Metode Penilaian Bobot
2020 2021 B. Kualifikasi dan
Kompetensi SDM PBJ
2020 sd.
2024
a. K/L/PD sudah memenuhi kebutuhan JF PPBJ >
75% dari formasi JF PPBJ
b. K/L/PD sudah memenuhi kebutuhan JF PPBJ 60% s.d < 75% dari formasi JF PPBJ
c. K/L/PD sudah memenuhi kebutuhan JF PPBJ 45% s.d < 60% dari formasi JF PPBJ
d. K/L/PD sudah memenuhi kebutuhan JF PPBJ 30% s.d < 45% dari formasi JF PPBJ
e. K/L/PD sudah memenuhi kebutuhan JF PPBJ 15% s.d < 30% dari formasi JF PPBJ
f. K/L/PD memenuhi kebutuhan JF PPBJ < 15%
dari formasi JF PPBJ
a =100 b = 80 c = 60 d = 40 e = 20 f = 0
• database salinan SK Pengangkatan JF PPBJ dari Kementerian/
Lembaga/Pemerintah Daerah yang disampaikan ke LKPP; dan
• surat penetapan kebutuhan JF PPBJ dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau surat rekomendasi kebutuhan JF PPBJ dari LKPP.
• Penarikan data : Agustus pada tahun berjalan
50% 20%
C. Tingkat Kematangan UKPBJ
2020 sd.
2024
a. UKPBJ sudah mencapai 9/9 level proaktif b. UKPBJ sudah mencapai 8/9 level proaktif c. UKPBJ sudah mencapai 7/9 level proaktif d. UKPBJ sudah mencapai 6/9 level proaktif e. UKPBJ sudah mencapai 5/9 level proaktif f. UKPBJ < 5/9 level proaktif
a =100 b = 80 c = 60 d = 40 e = 20 f = 0
• Generate dari aplikasi siukpbj.lkpp.go.id
• Penarikan data : Agustus pada tahun berjalan
50% 20%