• Tidak ada hasil yang ditemukan

NILA PENGEMBANGAN FORMULA KRIM PROPOLIS DAN MINYAK LAVENDER SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "NILA PENGEMBANGAN FORMULA KRIM PROPOLIS DAN MINYAK LAVENDER SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

NILA

PENGEMBANGAN FORMULA KRIM PROPOLIS DAN MINYAK

LAVENDER SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP

PROPIONIBACTERIUM ACNES

Program Studi

Sains & Teknologi Farmasi

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2008

(2)

Pada kutipan atau saduran skripsi ini harus tercantum nama penulis dan lembaganya yaitu Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung

(3)

PENGEMBANGAN FORMULA KRIM PROPOLIS DAN MINYAK LAVENDER SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP PROPIONIBACTERIUM

ACNES

SKRIPSI

Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains dari Program Studi Sains & Teknologi Farmasi,

Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung

Juli 2008

NILA 10704110

Dr. Jessie Sofia Pamudji, MS Dr. Marlia Singgih Wibowo

(4)

ABSTRAK

Propolis dan minyak lavender telah diketahui mempunyai aktivitas antibakteri terhadap

Propionibacterium acnes sehingga dapat diformulasikan sebagai obat anti jerawat.

Penelitian ini bertujuan memformulasikan krim propolis dan minyak lavender. Penelitian diawali dengan penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) propolis dan minyak lavender terhadap P. acnes dengan metode difusi agar. Formulasi krim terdiri dari minyak zaitun, setostearil alkohol, propilen glikol, dan kombinasi emulgator Crill 4 dan Crillet 4. Evaluasi krim meliputi pemeriksaan organoleptik; penentuan jenis emulsi; viskositas; pH; dan pengujian stabilitas fisik dengan metode freeze-thaw, sentrifugasi, dan uji dipercepat pada suhu 40°C menggunakan illuminated chamber; dan uji aktivitas antibakteri terhadap P. acnes. Nilai KHM untuk propolis adalah 0,1% v/v dan minyak lavender adalah 30% v/v. Krim propolis yang dihasilkan mempunyai viskositas 409 ± 5 Poise dan mempunyai aktivitas antibakteri terhadap 1,8 x 104 cfu/mL P. Acnes tetapi terjadi creaming pada uji dipercepat setelah penyimpanan selama satu minggu. Peningkatan jumlah setostearil alkohol menjadi 10% b/b menghasilkan krim yang stabil selama 28 hari pada uji dipercepat dengan viskositas 2778,33 ± 187,24 Poise tetapi tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes. Peningkatan konsentrasi propolis menjadi 5% b/b menyebabkan aktivitas antibakteri sediaan krim menjadi lebih baik. Sedangkan krim denganminyak lavender 30% b/b yang dihasilkan tidak stabil.

(5)

ABSTRACT

Propolis and lavender oil had been known for their antibacterial activity against

Propionibacterium acnes so can be formulated as anti acne formulation. The aim of this

study was to formulate cream propolis and lavender oil. The reseach was started by determination of Minimum Inhibition Concentration (MIC) of propolis and lavender oil against P. acnes using agar diffusion method. The formula of cream bases consisted of olive oil, ceto stearyl alcohol, propylen glycol, and combination of emulsifier Crill 4 and Crillet 4. The cream was evaluated for its organoleptic appearance; type of emulsion; viscosity; pH; and physical stability using freeze-thaw method, centrifuge method, and accelerated test at 40°C using illuminated chamber; and effect of anti acne cream against

P. acnes. The MIC of propolis was 0.1% v/v MIC and lavender oil was 30% v/v. The

propolis cream yielded had consistency about 409 ± 5 Poise and showed antibacterial activity against 1.8 x 104 cfu/mL of P. Acnes, but the cream showed creaming after one week of accelerated test. By increasing concentration of ceto stearyl alcohol to 10% b/b, the propolis cream was stable after 28 days of accelerated test and had viscosity about 2778.33 ± 187.24 Poise. However, it did not show antibacterial activity against P. acnes. By adding 5% b/b propolis, the propolis cream showed higher antibacterial activity. Unfortunately, the anti acne cream with 30% b/b lavender oil was not stable.

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, skripsi yang berjudul “Pengembangan Formula Krim Propolis dan Minyak Lavender serta Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes” ini dapat diselesaikan dengan baik.

Ucapan terima kasih ditujukan kepada Dr Jessie Sofia Pamudji dan Dr. Marlia Singgih Wibowo sebagai pembimbing atas bimbingan dan saran yang diberikan selama penelitian tugas akhir ini. Terimakasih juga diucapkan kepada PT. Martina Berto dan PT. Pusaka Tradisi Ibu atas bantuan bahan yang telah diberikan. Terima kasih juga ditujukan untuk keluarga, teman-teman, staf, karyawan Sekolah Farmasi ITB dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk melengkapi kekurangan dan memperbaiki kesalahan yang terdapat pada buku ini. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan merupakan sumbangsih bagi pemikiran semua pihak yang membutuhkan.

(7)

DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ... KATA PENGANTAR ... DAFTAR TABEL ... DAFTAR GAMBAR ... PENDAHULUAN ... i iii v vi 1 BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA ... 1.1 Proplis ... 1.2 Minyak Lavender ... 1.3 Kulit ... 1.4 Jerawat ... 1.5 Propionibacterium acnes ... 1.6 Krim ... 1.7 Pengujian aktivitas anti bakteri ... 1.8 Preformulasi Bahan Pembantu ...

2 3 3 5 6 6 10 11 2 3 METODOLOGI PENELITIAN ... PERCOBAAN ... 3.1 Bahan ... 3.2 Alat ... 3.3 Mikroorganisme uji ... 3.4 Pengujian Aktivitas Antibakteri Propolis dan Minyak Lavender ... 3.5 Formulasi Sediaan Krim ... 3.6 Evaluasi Sediaan ... 3.7 Pengujian Aktivitas Antibakteri krim Propolis ………...

14 15 15 15 15 16 19 21

4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN... 22

5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 32

6 RINGKASAN PENELITIAN ... 33

DAFTAR PUSTAKA ... 35

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Optimasi Formula untuk Sediaan Krim ... 3.2 Formula Krim Propolis dan Minyak Lavender ... 4.1 Nilai Diameter Hambat Propolis dan Minyak Lavender ... 4.2 Data Pengamatan Hv/Ho untuk Minyak Zaitun pada Berbagai Nilai HLB Selama Tiga Hari ... 4.3 Data Pengamatan Hv/Ho pada Berbagai Jumlah Emulgator Selama 14

Hari ... 4.4 Data Viskositas pada Berbagai Jumlah Zat Pengental Selama Tiga Hari ... 4.5 Data Pengamatan Hv/Ho pada Berbagai Formula Selama 14 Hari ...…. 4.6 Formula Krim Propolis (B) ...……… 4.7 Hasil Evaluasi Viskositas dan pH Krim Propolis (B) ... 4.8 Rataan Diameter Globul Krim setelah Freeze-thaw ... 4.9 Hasil Evaluasi Viskositas dan pH Krim Propolis (B) setelah Uji

Dipercepat ... 4.10 Rataan Diameter Globul Krim setelah Uji Dipercepat ... 4.11 Nilai Diameter Hambat Krim Propolis dengan Berbagai Konsistensi dan

Jumlah Propolis ... 18 19 23 23 24 24 25 27 28 29 29 30 30 v

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

4.1.a Data Viskositas Optimasi Formula 1 dan 5 ... 4.1.b Data Viskositas Optimasi Formula 1 dan 5 ...

4.2 Distribusi Ukuran Globul Krim Propolis ... 4.3 Pengujian Krim Propolis dengan Berbagai Konsistensi dan Jumlah

Propolis terhadap P.acnes ...

25 25 28

31

(10)

PENDAHULUAN

Jerawat merupakan penyakit kulit karena kelenjar sebaseus mengalami peradangan. Jerawat biasanya terjadi ketika masa remaja dan dikarenakan aktivitas kelenjar sebaseus yang berlebihan. Sebum yang dihasilkan kelenjar tidak dapat keluar karena folikel rambut dihalangi oleh keratin dan sebum yang tertahan menyebabkan Propionibacterium acnes memperbanyak diri dengan cepat. P. acnes menghasilkan sejumlah enzim lipase yang mengubah sebum menjadi asam lemak. Asam lemak tersebut menyebabkan inflamasi dan pada akhirnya produk kelenjar sebaseus menjadi terlihat jelas (jerawat). Selain itu, jerawat juga dapat disebabkan oleh perubahan hormon, bahan kosmetik, minyak rambut, dan obat-obatan seperti steroid, lithium, antiepileptik, dan iodida. Prinsip pengobat-obatan jerawat adalah dengan memperbaiki ketidaknormalan pematangan folikel, menurunkan produksi sebum, menurunkan jumlah bakteri Propionibacterium acnes, dan mengurangi peradangan (Goodman & Gilman, 2001).

Salah satu cara untuk menurunkan jumlah Propionibacterium acnes adalah dengan menggunakan senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri tersebut. Propolis (Boyanova, 2006) dan minyak lavender (Moon, 2006) diketahui mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif untuk obat anti jerawat.

Sekarang ini, masyarakat cenderung lebih menyukai bahan-bahan yang berasal dari alam untuk terapi berbagai penyakit. Sejak dulu propolis telah banyak digunakan dalam bidang kesehatan sedangkan minyak lavender juga sangat populer sebagai aromaterapi, sehingga penggunaan propolis dan minyak lavender sebagai zat aktif untuk obat anti jerawat diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula sediaan krim yang mengandung zat aktif propolis dan minyak lavender sebagai obat anti jerawat, serta melakukan pengujian aktivitas antibakteri sediaan tersebut terhadap Propionibacterium acnes.

Gambar

Tabel    Halaman
Gambar    Halaman

Referensi

Dokumen terkait

Sediaan krim minyak biji anggur dengan konsentrasi 20% dapat memberikan efek anti-aging paling baik yang mampu memulihkan kulit setelah 4 minggu.. Semua sedian krim minyak

Krim yang mengandung minyak jintan hitam dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% memiliki aktivitas antibakteri yang tidak berbeda signifikan (p>0,05) dengan kontrol

Telah mendapat penjelasan secukupnya bahwa saya akan melakukan uji krim minyak alpukat terhadap kulit sebagai sediaan krim anti- aging.. Setelah mendapat penjelasan

Hasil penelitian terhadap stabilitas fisika dan pH sediaan krim anti jerawat yang mengandung asam salisilat 2% sebagai Formula I, asam salisilat 2% dan tea tree oil

Setelah dilakukan penelitian, uji daya hambat ekstrak etanol propolis terhadap propioni bacterium acne didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol memiliki daya hambat

Sediaan emulgel juga memiliki pelepasan zat aktif yang lebih baik dibanding sediaan krim dan salep, sehingga diharapkan bau dari minyak atsiri biji pala yang dapat menolak

Krim yang mengandung minyak jintan hitam dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% memiliki aktivitas antibakteri yang tidak berbeda signifikan (p>0,05) dengan kontrol

Penurunan tersebut disebabkan karena bahan aktif (minyak biji delima) larut dalam VCO pada basis krim dan terperangkap dalam matriks basis krim