Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
PENTINGNYA TABLET TAMBAH DARAH BAGI IBU HAMIL DIMASA PANDEMI COVID-19
Rajia1, Alfitri2
Prodi Kebidanan, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
RIWAYAT ARTIKEL Diterima:
Disetujui:
KONTAK PENULIS Rajia
Prodi Kebidanan, nstitut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
1. PENDAHULUAN
Coronavirus disease (Covid-19) adalah salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus corona dan penyakit ini timbul sejak desember 2019 serta telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO sejak 2020 sampai sekarang.
Dimasa pandemi ini tentunya pelayanan
Antenatal harus terus dilakukan. Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan rutin ibu hamil untuk mendiagnosis masalah atau komplikasi obstetrik serta untuk memberikan informasi tentang gaya hidup, kehamilan dan persalinan. Salah satu masalah yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah ABSTRAK
Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona dan penyakit ini muncul sejak Desember 2019 dan telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO hingga saat ini. Dimasa pandemi ini, tentunya pelayanan Antenatal harus tetap dilaksanakan.
Pelayanan Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan rutin ibu hamil untuk mendiagnosis masalah/komplikasi obstetri. Salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu hamil adalah anemia yang merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah.
Anemia selama kehamilan mengacu pada suatu kondisi di mana kadar hemoglobin ibu hamil di bawah 11g%. Pemberian tablet suplemen darah (TTD) bagi ibu hamil merupakan salah satu pelayanan gizi yang harus tetap dilakukan meski di masa pandemi Covid-19 untuk mendukung pertumbuhan janin, plasenta dan pencegahan anemia.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang pentingnya tablet tambah darah bagi ibu hamil di era pandemi covid-19 dan pemberian TTD. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi tentang tablet tambah darah dan pemberian TTD. Mitra kerjasama adalah Puskesmas Katobengke Baubau. Evaluasi pretest dan post test sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan hasil kegiatan penyuluhan berdampak positif bagi ibu hamil dimana sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan.
Kata kunci : Tablet Tambah Darah, Ibu Hamil, Covid-19
JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
anemia yang merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). (Datau, 2020;
Iklima et al., 2021; Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020).
Anemia selama kehamilan mengacu pada keadaan dimana kadar Hb ibu hamil berada di bawah 11g%. Pemberian tablet suplemen darah (TTD) bagi ibu hamil merupakan salah satu pelayanan gizi yang harus terus dilakukan walaupun dimasa pandemi covid-19 untuk menunjang pertumbuhan janin, plasenta dan pencegahan anemia serta perdarahan saat persalinan. Selain itu, kebutuhan zat besi ibu hamil meningkat 25% dibandingkan ibu tidak hamil. Peran sel darah merah sangat penting karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke jaringan seluruh tubuh. (Direktorat Gizi Masyarakat, 2020;
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020; Podojoyo et al., 2021) Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami anemia. Hal itu disebabkan adanya peningkatan volume darah selama kehamilan untuk pembentukan plasenta, janin dan cadangan zat besi dalam ASI.
Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi covid-19 dan penyakit yang ditimbulkannya. Selain itu, anemia pada ibu hamil akan meningkatkan bayi berat lahir rendah, yang tentunya akan meningkatkan risiko terjadinya stunting.
Pencegahan anemia gizi pada ibu hamil dilakukan dengan memberikan minimal 90 Tablet Tambah Darah (TTD) selama kehamilan dan dimulai sedini mungkin.
Pemberian TTD setiap hari selama kehamilan dapat menurunkan risiko anemia maternal 70% dan defisiensi besi
57%. Sedangkan untuk pengobatan anemia mengacu pada Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah.
(Kemenkes RI, 2016)
Menurut World Health Organization (WHO) anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia dengan kadar hemaglobin <12 gr%. Menurut data tahun 2015 dari WHO ibu hamil dengan anemia berat telah meningkat setidaknya dalam 6 tahun terakhir, di Afrika dari 23,6% pada tahun 2014 menjadi 27,6% pada 2015, di Asia 60,9% pada tahun 2014 menjadi 61,6% pada tahun 2015, Amerika Latin dan Karibia sedikit meningkat dari 66,7%
pada tahun 2014 menjadi 67,0% pada tahun 2015. Secara global, jumlah pasien anemia meningkat dari 54% pada tahun 2014 menjadi 57,4% pada tahun 2015.
Pada tahun 2013, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 41,8% dan pada tahun 2018 meningkat sebesar 48,2%. (Agustina, 2017; Permatasari, 2017)
Menurut data profil kesehatan Sulawesi Tenggara tahun 2018, diketahui bahwa secara keseluruhan presentase ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 10,5%
dimana angka kejadian tertinggi adalah di Kabupaten Muna Besar 40,69%, Kabupaten Buton sebesar 23,5% dan Kabupaten Muna Barat sebesar 20,3%
(Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, 2019).
Penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah kurang memadainya asupan makanan sumber Fe, meningkatnya kebutuhan Fe saat hamil (perubahan fisiologi), dan ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengomsumsi tablet tambah darah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
yang diberikan oleh petugas kesehatan.
Anemia yang disebabkan oleh ketiga faktor itu terjadi secara cepat saat cadangan Fe tidak mencukupi peningkatan kebutuhan Fe, anemia juga merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya komplikasi selama masa kehamilan. (Fadli
& Fatmawati, 2020; Sari & Djannah, 2020)
Kebutuhan pelayanan kesehatan yang dimaksud termasuk upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di tingkat Puskesmas. Kerawanan pangan dan gizi meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi akut pada kelompok rentan, bahkan masalah gizi kronik mungkin akan meningkat jika penetapan tanggap darurat Covid-19 berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Tujuan dari diadakannya PkM ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu hamil bahwa pentingnya komsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama masa kehamilan walaupun diera pandemi Covid- 19. Output yang dihasilkan dalam Pelaksanaan Kegiatan PkM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada ibu hamil mengenai suplemen tambah darah selama masa kehamilan dimasa pandemi Covid-19.
2. METODE
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berupa edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya komsumsi tablet tambah darah dimasa pandemi Covid-19.
Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap Evaluasi.
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan dilakukan sebelum kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Pengumpulan informasi dan data jumlah ibu hamil yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas
Katobengke dalam kurun waktu 3 hari.
b. Koordinasi dengan Bidan Koordinator terkait materi yang akan disampaikan pada saat penyuluhan dan menentukan jadwal Pelaksanaan Kegiatan pengabdian.
2. Tahap Pelaksanaan
Tahapan ini dilaksanakan penyuluhan mengenai pentingnya tablet tambah darah pada ibu hamil di masa pandemi covid-19. Edukasi pentingya tablet tambah darah ini dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2021 bertempat di kelurahan Lipu wilayah kerja Puskesmas Katobengke kota Baubau. Teknik pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan mengenai pentingnya tablet tambah darah pada ibu hamil dan pemberian tablet tambah darah. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan melalui pemberian materi secara langsung melalui leaflet kepada ibu hamil dan dilanjutkan dengan pemberian TTD kepada seluruh ibu hamil yang datang saat penyuluhan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bidan Koordinator Puskesmas Katobengke, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dosen Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya Baubau. Materi edukasi yang disampaikan telah dikoordinasikan dan didiskusikan sebelumnya bersama dengan bidan serta petugas gizi Puskesmas Katobengke.
Mitra Kegiatan PkM ini adalah Puskesmas Katobengke Kota Baubau.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti Kegiatan penyuluhan adalah sebanyak 10 ibu hamil dengan usia kehamilan yang berbeda-beda.
3. Tahap Evaluasi
Kegiatan Evaluasi yang dilakukan dengan tahap (1) Evaluasi formatif yang mencakup evaluasi pre-test dan evaluasi post-test. Evaluasi pre-test
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
diberikan kuesioner sebelum penyampampaian penyuluhan tentang pentingnya TTD, sedangkan evaluasi post-test diberikan di akhir sesi penyuluhan sebelum pembagian tablet tambah darah. (2) Evaluasi monitoring dilakukan ditengah-tengah kegiatan penyuluhan berlangsung dan dilakukan diskusi bersama para ibu hamil yang hadir.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelayanan gizi pada situasi pandemi covid- 19 diharapkan dapat tetap berjalan dengan melakukan beberapa penyesuaian terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mencegah penularan covid-19. Salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengantisipasi anemia selama kehamilan adalah pemberian tablet tambah darah minimal 90 mg tablet selama hamil, sehingga penting untuk memberikan edukasi dan motivasi pada ibu hamil agar tetap patuh mengonsumsi tablet tambah darah. (Azizah & Fatmawati, 2020)
Anemia lebih sering ditemukan dalam kehamilan karna keperluan akan zat-zat makanan makin bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan fisiologi dalam darah dan sum-sum tulang untuk menunjang berlangsungnya kehamilan sampai aterm. Volume darah bertambah banyak dalam kehamilan, yang lazim
disebut hidermia atau hypervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel-sel darah kurang dibandingkan dengan plasma, sehingga terjadi pengenceran darah. Pertambahan tersebut berbanding sebagai berikut yaitu, plasma 30%, sel darah 18%, dan hemoglobin 19%. (Agustina, 2017;
Permatasari, 2017)
Ibu hamil yang ikut serta dalam Kegiatan penyuluhan berjumlah 10 orang.
Penyuluhan dimulai jam 11.20 Wita, setelah semua ibu hamil diwilayah kerja puskesmas katobengke berkumpul.
Kegiatan penyuluhan dibuka oleh bidan koordinator Puskesmas Katobengke.
Sebelum pemaparan materi dilakukan, ibu hamil diberikan kuesioner untuk pre-test dengan tujuan mengetahui seberapa jauh pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya komsumsi tablet tambah darah dimasa pandemi Covid-19. Jumlah butir soal sebanyak 17 butir dengan jenis soal pilihan ganda. Setelah ibu hamil menjawab pertanyaan dari kuesioner yang diberikan, selanjutnya ibu hamil dibagikan leaflet.
Leaflet ini berisi materi materi penyuluhan yang akan disampaiakn. Selanjutnya dosen IKT Buton Raya memaparkan materi selama 50 menit. Setelah pemaparan materi, ibu hamil diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
Penyampaian materi ini berlangsung seperti Gambar 1 berikut.
Gambar 1. Pemaparan Materi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
Ibu hamil yang hadir dalam penyuluhan terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan oleh pemateri. Pemateri memberikan umpan balik kepada peserta untuk mengetahui apakah para ibu hamil bisa memahami terkait materi yang sedang diberikan. Hampir semua ibu hamil dapat menjawab pertanyaan dari pemateri terkait beberapa seperti
: bahaya anemia selama hamil, fungsi TTD, cara mendapatkan TTD dalam masa pandemi Covid-19. Setelah diskusi antara ibu hamil dan pemateri selesai, selanjutnya pemateri dibantu oleh bidan puskesmas katobengke membagikan tablet tambah darah kepada ibu hamil seperti Gambar 2 berikut.
Gambar 2. Pembagian Tablet Tambah Darah Selanjutnya setelah pembagian TTD
kepada ibu hamil, post test dilakukan untuk mengukur pemahaman ibu hamil setelah diberikan edukasi tentang pentingnya TTD. Soal post- test sama dengan soal pre-test sebanyak 17 pertanyaan. Akumulasi jawaban dari 15 peserta didapatkan hasil sebanyak 58% menjawab dengan benar pada kuesioner pre-test
sedangkan post test didapatkan hasil 92%. Berdasarkan data yang didapatkan pada akhir kegiatan PkM ini melalaui post-test diharapkan Semua ibu hamil yang ada diwilayah kerja Puskesmas Katobengke patuh dalam mengomsumsi tablet tambah darah selama hamil dimasa pandemi Covid-19.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan penyuluhan tentang edukasi pentingnya tablet tambah darah bagi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Katobengke Kota Baubau hari kamis, 25 Maret tahun 2021, penulis dapat menyimpulakan bahwa kegiatan PkM ini berdampak positif bagi ibu hamil selama masa pandemi covid-19 dengan melihat
presentase pengetahuan ibu hamil sebagian besar mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan dari 58% sebelum melakukan penyuluhan menjadi 92% setelah dilakukan penyuluhan.
Hasil PkM ini diharapkan dapat terus laksanakan, ditingkatkan dan dijadikan sebagai tambahan kepustakaan dalam
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
pengembangan ilmu Kesehatan khususnya ilmu kebidanan.
5. DAFTAR PUSTAKA
Agustina, E. (2017). Relationship Between Dietary Habit and Menstrual Pattern with Anemia of Adolescent. PROCEEDINGS
OF THE 8TH
INTERNATIONAL NURSING
CONFERENCE ON
EDUCATION, PRACTICE AND RESEARCH DEVELOPMENT IN NURSING (INC 2017), 3, 179–184.
Azizah, N., & Fatmawati, D. A.
(2020). Nutrisi Saat Kehamilan Di Masa Pandemi COVID-19.
Jurnal EDUNursing.
Datau, P. A. M. (2020). Instensitas Kunjungan Rumah Bidan Desa Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) Terhadap Ketepatan Tindakan Pemeriksaan Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Sulili Pinrang. Jurnal Kedokteran UNISMUH Makassar.
Direktorat Gizi Masyarakat. (2020).
Pedoman Pelayanan Gizi Pada Masa Tanggap Darurat Covid- 19 untuk Tenaga Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 34.
Fadli, F., & Fatmawati, F. (2020).
Analisis faktor penyebab kejadian anemia pada ibu hamil.
Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah.
https://doi.org/10.31101/jkk.988 Iklima, N., Hayati, S., & Komalasari, A. (2021). Kepuasan ibu hamil
terhadap pelayanan antenatal care pada masa pandemi di puskesmas ibrahim adjie. Jurnal Keperawatan BSI.
Kemenkes RI. (2016). Surat Edaran Nomor HK.03.03/V/0595/2016 tentang Pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan wanita usia subur. In Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Ibu Hamil.
24.
Podojoyo, . E., & Yusuf, M. (2021).
Edukasi Gizi, Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan Pemberian Makanan tambahan pada Ibu Hamil di Era Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang.
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat.
https://doi.org/10.32832/abdidos .v5i1.840
Sari, L. P., & Djannah, S. N. (2020).
KEPATUHAN KONSUMSI
TABLET FE PADA IBU HAMIL. Quality : Jurnal Kesehatan.
https://doi.org/10.36082/qjk.v14 i2.103
Thomas, D., Chandra, J., Sharma, S., Jain, A., & Pemde, H. K.
(2015). Determinants of nutritional anemia in adolescents. Indian Pediatrics,
52(10), 867–869.
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol. 13 No. 2 Juli-Desember Tahun 2021
https://doi.org/10.1007/s13312- 015-0734-7